Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 860

Pelanggaran di Hulu DAS Ciliwung dan Kali Bekasi, Delapan Perusahaan di Bogor Kena Sanksi, Enam Lainnya Terancam Pidana

0

Bogordaily.net – Berkurangnya tangkapan air di hulu DAS Sungai Ciliwung dan DAS Kali Bekasi diduga menjadi penyebab banjir dan longsor yang melanda wilayah Jabodetabek baru baru ini.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup melalui Deputi Penegakan Hukum Irjen Pol. Rizal Irawan, menegaskan bahwa ada delapan perusahaan yang telah dikenakan sanksi paksaan pemerintah berupa pembongkaran mandiri semua bangunannya paling lambat 30 hari sejak surat paksaan penerintah diterima oleh perusahaan yang bersangkutan. Serta wajib melakukan pemulihan setelah pembongkaran selesai.

Kedelapan perusahaan yang berada di hulu DAS Sungai Ciliwung kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, yaitu PT Jaswita Lestari Jaya (Taman Bermain), PT Eigerindo Multi Produk Industri (Kegiatan Penyediaan Sarana Wisata Alam dan Jasa Daya Tarik Wisata Buatan), PT Bobobox Aset Manajemen (Jasa Akomodasi), PT Karunia Puncak Wisata (Restoran dan Perkemahan).

PT Farm Nature and Rainbow (Pertanian sayur dan umbi), PT Pinus Foresta Indonesia (Agrowisata), CV Mega Karya Anugrah (Agrowisata), dan PT Jelajah Handal Lintasan (Kegiatan Wisata Olahraga, restaurant dan Hotel) bersama dengan PT Perkebunan Nusantara I Regional 2 – Unit Agrowisata Gunung Mas dan PT Sumber Sari Bumi Pakuan telah dikenakan Sanksi Administrasi Paksaan Pemerintah berupa upaya pembongkaran mandiri dan pemulihan.

“Bilamana tidak melakukan pembongkaran mandiri, maka pemerintah yang akan melakukan pembongkarannya. Dan kepada perusahaan akan dikenakan pemberatan sanksi berupa pengenaan sanksi pidan,” tegas Rizal Irawan, Selasa 18 Maret 2025.

Tak hanya dikawasan puncak, Deputi Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian hidup juga merekomendasikan enam perusahaan dikawasan Sentul yang merupakan hulu DAS Kali Bekasi untuk ikut bertanggung jawab terhadap Banjir diwilayah Bekasi.

Perusahaan yang berlokasi di Sentul, Kabupaten Bogor, yang merupakan hulu DAS Kali Bekasi, yaitu PT Sentul City, Tbk. (Perumahan, Perhotelan, Pusat Perdagangan dan Kawasan Wisata), PT Light Instrumenindo/Rainbow Hill Golf Club (Fasilitas Lapangan dan Kawasan Pariwisata), PT Mulia Colliman International (Gunung Geulis Golf), dan Summarecon Bogor yang dikelola oleh PT Kencana Jayaproperti Mulia, PT Kencana Jayaproperti Agung, PT Gunung Srimala Permai (Real Estat).

‘Kami telah diperintahkan untuk menghentikan semua kegiatan ke
6 perusahaan yg berada di hulu DAS Kali Bekasi dan akan dilakukan penegakan hukum pidana dan gugatan perdata kerugian lingkungan hidup, menginggat kerusakan yg ditimbulkan diduga sangat besar,” ungkapnya

Menurutnya, Kementerian Lingkungan Hidup tidak akan segan-segan untuk membongkar semua bangunan yg merusak daerah aliran sungai di hulu DAS Ciliwung dan DAS Sungai Bekasi, serta hulu-hulu DAS yang lain, bahkan bangunan yang saat ini marak di Gunung Salak.***

Ibnu Galansa

Forum Konsultasi Publik RPJMD dan RKPD Jadi Momentum Tuangkan Ide dan Gagasan Bangun Kabupaten Bogor

  1. Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto dalam arahannya menyampaikan, forum konsultasi publik RPJMD tahun 2025-2029 dan RKPD tahun 2026 adalah momentum untuk menuangkan ide dan gagasan membangun Kabupaten Bogor. Demikian dikatakan Wakil Bupati (Wabup), Jaro Ade saat mewakili Bupati Bogor, memimpin forum konsultasi publik RPJMD tahun 2025-2029 dan RKPD tahun 2026, di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah, Cibinong, Selasa (18/3).

Hadir pada acara tersebut, Wakil Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Bogor, perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ketua TP PKK Kabupaten Bogor, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, perwakilan perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi, tokoh perempuan dan tokoh masyarakat lainnya.

Wabup Jaro Ade menjelaskan, selama proses penyusunan dokumen perencanaan akan diperoleh saran dan masukan yang optimal sehingga terwujud visi dan misi pemerintah Kabupaten Bogor hingga tahun 2029 mendatang. Ini adalah momentum untuk menuangkan ide dan gagasan membangun Kabupaten Bogor.

“Kabupaten Bogor bukan dibangun berdasarkan mimpi para pemimpinnya. Kabupaten Bogor harus dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakatnya,” jelas Jaro Ade.

Jaro Ade mengungkapkan, hari ini kita menerima masukan dari semua pihak, nantinya RPJMD akan menyesuaikan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Bogor, kemudian harus mengakomodir harapan masyarakat melalui Bupati Bogor. Jadi RPJM menjadi hal yang utama untuk tata kelola pemerintah Kabupaten Bogor.

“Juga untuk mewujudkan janji-janji politik Bupati dan Wakil Bupati Bogor untuk masyarakat. Maka harus dikawal agar mengakomodir visi dan misi kepala daerah selama lima tahun kedepan,” ungkap Jaro Ade.

Ia menambahkan, dalam membangun daerah, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan peran serta seluruh pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintah, swasta, akademisi, media dan masyarakat. Hal ini penting guna mewujudkan pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.

“Bupati berpesan, agar forum konsultasi publik ini dapat menjadi wadah untuk masyarakat menyampaikan aspirasinya dalam membangun Kabupaten Bogor,” kata Jaro Ade.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, H Agus Salim menuturkan, DPRD adalah mitra strategis Pemkab Bogor yang juga sama-sama penyelenggara negara. Kami disumpah untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat. Kami menghimpun aspirasi masyarakat, yang kami sinergikan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati.

“Maka butuh sinergi, butuh bergandeng tangan diantara kita semuanya. DPRD Insya Allah akan sungguh-sungguh menjadi mitra sinergis Pemkab Bogor untuk sukseskan Bogor Istimewa menuju Bogor gemilang,” tutur Agus Salim.(*)

Juru Bicara PCO Pastikan Pengunduran Diri Sri Mulyani Itu Hoaks

0

Bogordaily.net – Kabar pengunduran diri Sri Mulyani sebagai menteri keuangan di kabinet Prabowo semakin santer terdengar.

Namun dari pihak Istana, Juru bicara Presidential Communication Office (PCO) Hariqo Satria menegaskan kabar Sri Mulyani mundur dari Menteri Keuangan tidak benar alias hoaks.

Hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi apa pun dari pihak terkait.
“Kami ingin menegaskan informasi yang beredar di media sosial mengenai kemunduran diri Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan adalah tidak benar alias hoaks. Hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi sebagaimana disampaikan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Hariqo dalam video yang diunggah akun Instagram PCO RI, dilihat Selasa (18/3/2025).

Hariqo mengatakan Sri Mulyani sampai saat ini masih menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan. Ia mengimbau seluruh masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Ibu Sri Mulyani sampai saat ini masih bertugas dan menjalankan tanggung jawabnya sebagai Menteri Keuangan. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi,” ujarnya.

“Dan kami meyakini, kami mempercayai masyarakat kita mudah terprovokasi oleh informasi yang jelas-jelas belum terverifikasi. Mari bijak bermedia sosial dan selalu saring sebelum sharing,” lanjut Hariqo.

Belakangan ini beredar isu Sri Mulyani mundur dari Kabinet Merah Putih. Di tengah isu tersebut, Sri Mulyani pada Kamis (13/3) mengunggah kebersamaannya dengan Presiden Prabowo.

Dalam unggahan itu, Sri Mulyani membagikan momen buka puasa bersama Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta.

Sri Mulyani pun membagikan isi pertemuan itu. Sri Mulyani mengaku melaporkan terkait kinerja APBN.

“Ya melaporkan saja mengenai APBN, dan lain-lain,” kata Sri Mulyani setelah bertemu dengan Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/3).***

Dishub Kabupaten Bogor Gelar Ramp Check Antisipasi Kecelakaan Jelang Lebaran

Bogordaily.net – Dinas Perhubungan atau Dishub Kabupaten Bogor bakal menggencarkan ramp check kelayakan kendaraan jelang hari raya idul fitri.

Kepala Dishub Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengatakan bahwa, kegiatan ramp check tersebut dilakukan untuk mengantisipasi maraknya kecelakaan saat momen mudik lebaran.

“Salah satunya kita lakukan yang namanya ramp check ini sebenarnya untuk mencegah,” kata Agus Ridho kepada wartawan, Selasa, 18 Maret 2025.

Adapun, ramp check tersebut dilakukan sebanyak dua kali pelaksanaannya yakni pada 7 Maret hingga 15 Maret 2025 di periode pertama, dan 18 Maret hingga 8 April 2025 di periode kedua.

“Ramp check sendiri sudah dilaksanakan untuk yang di pool-pool bus itu selama seminggu kemarin, lanjut lagi kita mulai 18 (Maret 2025) ramp check di Km 45 itu sampai nanti 8 April (2025),” jelasnya.

Kemudian, dalam kegiatan itu pengecekan kendaraan meliputi surat kendaraan, fisik kendaraan seperti ban, rem, dan lampu.

Lebih lanjut, pihaknya mengaku telah menyebar 331 personilnya ke 10 pos yang rawan kecelakaan dan kemacetan.

“Dalam hal ini kita juga antisipasinya bahwa anggota kita turunkan untuk mengantisipasi area-area yang menjadi kerawanan, salah satunya jalur alternatif yang menjadi perhatian kita juga,” ungkap Agus Ridho.***

Albin Pandita

Wakili Bupati Bogor, Sekda Ikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2025

Bogordaily.net – Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah atau Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2025 yang berlangsung di Aula Satika Satyawada Polres Bogor, Senin (17/3/25).

Rapat ini bertujuan untuk memantapkan kesiapsiagaan dalam penanganan Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah di wilayah Kabupaten Bogor.

Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, rapat koordinasi ini merupakan bentuk sinergi antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Bogor, serta semua pihak terkait untuk memastikan kesiapan personel dan materiil di berbagai pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di jalur mudik wilayah Bogor.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah.

“Perayaan Idul Fitri adalah agenda nasional yang rutin dilaksanakan setiap tahun dan merupakan momen penting bagi masyarakat untuk beribadah, bersuka cita, berlibur, serta berkumpul bersama keluarga. Tentu saja, hal ini akan berdampak pada peningkatan mobilitas dan aktivitas masyarakat secara masif di berbagai daerah,” jelas Ajat.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sejumlah kondisi yang perlu diperhatikan saat perayaan Idul Fitri 2025/1446 H antara lain adalah peningkatan volume lalu lintas saat libur Lebaran, Kabupaten Bogor yang menjadi tempat singgah dan penghubung antar daerah, kewaspadaan terhadap potensi bencana seperti tanah longsor dan banjir akibat musim yang tidak menentu, serta kepadatan lalu lintas di destinasi wisata Puncak Bogor.

Sekda Kabupaten Bogor, berharap agar seluruh personel gabungan dapat melaksanakan operasi dengan profesional, simpatik, dan humanis, guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan begitu, arus mudik dan balik dapat berjalan dengan lancar dan aman.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang bekerja keras tanpa kenal lelah untuk menjaga kondusifitas dan mewujudkan Kabupaten Bogor yang aman, adil, dan makmur,” tutup Ajat.

Katanya, dengan sinergi yang solid antar pihak terkait, diharapkan perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah dapat berjalan dengan aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Bogor. (*)

Permudah Nasabah Korporasi Kelola Keuangan Lebih Efisien, QLola by BRI Cetak Volume Transaksi Rp8.400 Triliun

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus berinovasi dalam layanan perbankan digital melalui QLola by BRI, yang semakin mendapat kepercayaan dari berbagai sektor industri.

Hingga akhir tahun 2024, platform QLola by BRI ini telah mencatat lebih dari 190.000 pengguna baru dari berbagai sektor, termasuk sektor Agriculture, Mining, FMCG, Telecommunication, serta sektor digital seperti e-commerce dan fintech.

Kepercayaan yang terus meningkat ini sejalan dengan kinerja QLola by BRI, terutama dalam mendukung pendapatan non-bunga. Sepanjang 2024, transaksi nasabah melalui platform QLola Cash terus meningkat, dengan volume cash management tumbuh 19,13% YoY, sementara fee-based income dari layanan tersebut meningkat 3,80%.

Sejak diluncurkan pada Desember 2022, QLola by BRI pun telah membukukan peningkatan volume transaksi cash management sebesar 15,9% YoY, dengan total transaksi mencapai Rp8.400 triliun. Pencapaian ini mencerminkan tingginya adopsi layanan digital BRI oleh nasabah korporasi serta peran QLola sebagai solusi utama dalam transaksi perbankan digital.

Terkait dengan hal tersebut Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan BRI Agus Noorsanto menyatakan bahwa BRI menargetkan QLola by BRI sebagai Top of Mind dalam perbankan digital. Strategi ini diperkuat melalui pemasaran yang agresif, perluasan ekosistem digital, serta penguatan kehadiran di pasar.

“Kami berkomitmen menjadikan QLola by BRI sebagai platform perbankan digital yang unggul dengan inovasi berkelanjutan. Melalui transparansi, efisiensi, dan pengalaman pengguna yang seamless, kami menghadirkan solusi menyeluruh bagi korporasi, institusi, serta pengusaha medium dan small dalam mengelola transaksi dan operasional keuangan,” kata Agus.

Sebagai ekosistem digital terintegrasi, QLola by BRI pun menawarkan berbagai manfaat bagi nasabah korporasi. Melalui layanan Cash Management, Trade Finance, dan Supply Chain Management, platform ini membantu meningkatkan efisiensi transaksi keuangan dalam satu sistem yang saling terhubung.

Tak hanya itu, QLola by BRI juga mendukung penghematan biaya operasional melalui Open API Services, yang memungkinkan integrasi langsung dengan sistem internal perusahaan. Dengan demikian, nasabah dapat mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga sekaligus meningkatkan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan.

Selain itu, terdapat fitur Real-Time Reporting memudahkan perusahaan dalam memantau status transaksi dan portofolio secara langsung, sehingga mengurangi ketergantungan pada laporan manual.

Sejalan dengan strategi digitalisasi, BRI terus melakukan ekspansi global dengan menambah layanan lintas mata uang dan lintas negara untuk memenuhi kebutuhan nasabah internasional.

Selain itu, optimalisasi User Experience (UX) dilakukan dengan menghadirkan antarmuka yang lebih intuitif guna mempermudah navigasi pengguna.

“Ke depan, BRI akan terus berupaya menjaga relevansi dengan kebutuhan nasabah. Pengembangan fitur baru, seperti simulasi pembiayaan berbasis analitik data dan pelaporan risiko yang lebih komprehensif, akan semakin memperkuat layanan QLola. Di saat yang sama, BRI juga mengedepankan penguatan keamanan digital melalui teknologi enkripsi terbaru guna melindungi data nasabah,” pungkasnya. ***

Dapat Antusias dari Guru dan Siswa, Wapres RI Tinjau Workshop Teknologi AI di Cibinong Bogor

Bogordaily.net – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan workshop teknologi Artificial Intelligence (AI) di SMA IT Al Madinah, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Selasa 18 Maret 2025.

Dalam kesempatan itu, Wapres Gibran didampingi Bupati Bogor Rudy Susmanto, disambut meriah para guru maupun siswa siswi yang telah antusias menunggu sejak pagi.

Menurutnya, kegiatan workshop tersebut digelar rutin untuk melihat antusias dari para guru maupun siswa khususnya di SMAIT Al Madinah Cibinong terkait adanya perkembangan teknologi AI.

“Acara seperti ini kita mulai pertama itu minggu lalu di salah satu SMA di Jakarta. Minggu ini kita ada di tiga sekolah, kita ingin trial, melihat respons dari para guru-guru, murid-murid, seperti apa,” kata Gibran dalam sambutanya, Selasa 18 Maret 2025.

Gibran menjelaskan, dengan perkembangan teknologi tersebut diharapkan menjadi salah satu wadah untuk meningkatkan kreativitas para siswa.

“Ini pertama kalinya kalian mendapatkan pelajaran AI secara proper kayak gini ya memang gunanya AI untuk menunjang produktivitas dan kreativitas,” jelasnya

Adapun, pada hari ini, pihaknya memberikan pengajaran dasar kepada para siswa untuk dapat mencari jawaban menggunakan teknologi AI.

“Hari ini kita belajar basic prompting, terus kita tadi belajar cara pakai rubiks, itu nggak akan memberikan jawaban langsung. Ada step by step cara mendapatkan jawabannya dan gunanya AI seperti itu,” ujar Gibran.

Kemudian, lanjut Gibran, adanya teknologi AI tersebut juga dapat memudahkan para siswa dalam mengerjakan tugas secara cepat.

“Nanti di luar jam sekolah, jam pelajaran kalau kalian punya PR, punya tugas, bisa cari jawabannya sendiri. Jadi sangat menghemat sekali. Jadi nggak perlu manggil guru les atau apapun itu. Jadi AI itu sangat membantu sekali,” tuturnya.

Selain itu, Gibran turut meminta agar para siswa tidak bergantung sepenuhnya terhadap AI. Namun, harus dibarengi dengan kesungguhan dalam belajar.

“Tapi sekali lagi, tanpa kalian belajar prompting yang benar, kalau kalian inputing datanya nggak benar, kalian nggak akan dapat jawaban yang benar juga” ungkap Wapres Gibran.***

Albin Pandita

Sehari Penuh dengan Petualangan: Dari TMII menjadi Kenangan Manis

0

Bogordaily.net – Memasuki awal semester 2, saya mendapatkan mata kuliah Festival Budaya, mata kuliah yang mengharuskan mahasiswa untuk mendalami dan menampilkan suatu budaya tertentu. Pada kesempatan ini, saya bersama teman saya mendapat tugas untuk memperdalam budaya Jawa Timur. Sebagai bagian dari tugas tersebut, kami harus melakukan survei langsung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk mempelajari lebih dalam tentang budaya dari provinsi ini.

Kami merencanakan perjalanan dengan matang dan sepakat untuk bertemu di Stasiun Bogor pada pagi hari. Sesampainya di stasiun, kami menaiki kereta menuju Jakarta Kota lalu melanjutkan perjalanan hingga turun di Stasiun Tanjung Barat.

Dari stasiun tersebut, kami menggunakan beberapa transportasi umum hingga akhirnya tiba di TMII. Meskipun perjalanannya cukup panjang, tetapi semangat kami tetap tinggi karena kami sangat antusias untuk mengeksplorasi budaya Jawa Timur secara langsung.

Sesampainya di TMII, kami disambut dengan pemandangan yang luar biasa. Area yang luas dan penuh dengan anjungan daerah dari seluruh Indonesia membuat kami semakin bersemangat.

Setelah membeli tiket masuk, kami langsung berjalan menuju halte bus wisata yang disediakan untuk pengunjung. Kami menaiki bus tersebut menuju kawasan Jawa, dimana anjungan Jawa Timur berada.

Sesampainya di anjungan Jawa Timur, kami disambut dengan dua buah patung, Kotbuto dan Angkobuto, yang langsung menyambut kami di pintu masuk. Arsitekturnya mencerminkan filosofi masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi nilai kesederhanaan, keseimbangan, dan kebijaksanaan.

Kami mengelilingi area tersebut dan menemukan berbagai benda budaya seperti pakaian adat, pakaian pengantin, wayang kulit, serta alat musik tradisional seperti gamelan dan angklung.

Kami juga berkesempatan berbincang dengan pemandu yang menjelaskan lebih dalam tentang budaya Jawa Timur. Ia menceritakan tentang sejarah rumah adat, makna dari motif batik khas Jawa Timur, serta tradisi khas seperti Reog Ponorogo dan Ludruk.

Mendengar penjelasan tersebut membuat kami semakin kagum akan kekayaan budaya yang dimiliki provinsi ini.

Setelah lama di anjungan Jawa Timur, kami memutuskan untuk berkeliling di Taman Mini Indah Indonesia (TMII) menggunakan bus yang disediakan.

Dalam perjalanan, kami melewati Anjungan Bali yang memikat dengan arsitekturnya yang khas dan nuansa budayanya yang kental.

Terpesona oleh keindahannya, kami pun tidak ingin melewatkan kesempatan untuk berhenti sejenak dan mengambil momen dengan berfoto-foto.

Setiap foto terasa begitu istimewa, menambah kesan mendalam dalam perjalanan kami hari itu. Ditambah lagi dengan kenangan lucu di setiap foto yang diambil.

Meskipun lelah, perjalanan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Kami tidak hanya mendapatkan informasi yang lebih mendalam mengenai budaya Jawa Timur, tetapi juga semakin memahami betapa pentingnya melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.

Perjalanan ini menjadi momen yang tak terlupakan. Saya dan teman saya merasa semakin siap untuk menampilkan budaya Jawa Timur dalam mata kuliah Festival Budaya, dengan bekal ilmu yang telah kami dapatkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Kunjungan ke TMII bukan hanya sekadar tugas akademik, tetapi juga sebuah pengalaman yang membuka wawasan dan menumbuhkan kecintaan kami terhadap budaya Indonesia.

Setelah menikmati waktu di TMII, kami memutuskan untuk makan di Hokben, menikmati hidangan yang mengisi kembali energi kami yang hampir habis di kota orang.

Setelah makan, kami pulang ke Bogor dengan transportasi umum, menikmati perjalanan yang penuh cerita. Setibanya di kota Bogor, kami berboncengan menuju kostan teman.

Di sana, kami berkumpul sejenak, melepas lelah sambil ngobrol santai, menertawakan hal yang terjadi disana, dan mengenang keseruan hari itu.

Setelah momen kebersamaan yang hangat, akhirnya kami berpamitan dan pulang ke rumah masing-masing.***

 

Nabila Aura Difa                                                                                              Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

 

Jadi Kontroversial, Puan Maharani Tepis Hidupkan Lagi Dwifungsi ABRI di RUU TNI

0

Bogordaily.net – Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan isi pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak seperti yang dikhawatirkan sejumlah kalangan. DPR juga telah memastikan isu kembalinya Dwifungsi ABRI lewat RUU TNI ini tidak benar.

“Kan sudah tadi disampaikan oleh Ketua Panja dan pimpinan DPR yang lain bahwa itu tidak (benar), dan silakan dilihat nanti, tadi sudah disebarkan juga hasil dari Panjanya,” kata Puan menepis soal isu Dwifungsi ABRI terkait RUU TNI di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (18/3/2025).

Kemarin, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Komisi I DPR menggelar konferensi pers untuk menjelaskan substansi pasal-pasal yang dibahas dalam RUU TNI. Adapun RUU TNI dibahas di Komisi I DPR yang membidangi pertahanan, serta telah dibuat Panitia Kerja (Panja).

Dalam penjelasan Panja, RUU TNI hanya memuat pembahasan pada tiga klaster yakni mengenai kedudukan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI, lingkup baru penempatan TNI aktif di kementerian/lembaga atau instansi mengingat kebutuhan penempatan prajurit TNI di kementerian/lembaga yang semakin meningkat, serta usia masa pensiun prajurit.

Saat konferensi pers tadi, Panja juga membagikan dokumen cetak berisi bunyi pasal-pasal yang dibahas dalam RUU TNI sebab di media sosial banyak beredar dokumen yang tidak sesuai dengan pembahasan di DPR. Puan mengatakan, pembahasan tiga pasal itu pun sudah berdasarkan masukan-masukan dari berbagai kalangan.

“Tiga pasal ini sudah dibahas, sudah mendapatkan masukan dari seluruh elemen masyarakat, dan tidak ada hal pelanggaran. Tidak ada hal yang melanggar. Dalam penjelasan konferensi pers tadi kan harusnya sudah jelas apa saja yang direvisi dan itu tidak mengubah hal-hal yang dicurigai,” imbuh Puan.

Berdasarkan keterangan Panja, RUU mengubah aturan pada pasal 43 undang-undang TNI yang saat ini eksis yakni batas usia pensiun bintara dan tamtama dari 53 tahun menjadi 55 tahun. Kemudian batas usia pensiun bagi perwira menjadi 58-62 tahun sesuai pangkat. Khusus bintang 4, usia pensiun disesuaikan dengan kebijakan presiden.

Pembahasan penambahan usia pensiun personel TNI ini juga sudah dilakukan penelitian oleh Kementerian Keuangan, sehingga tidak ada masalah dari sisi anggaran. Kemudian RUU TNI juga membahas kedudukan TNI yang dapat berada di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Terakhir RUU TNI pun membahas soal perubahan Pasal 47 di mana dalam UU TNI, prajurit dapat menduduki jabatan pada 10 kementerian atau lembaga. Dalam RUU terbaru, perwira TNI aktif dapat menjabat di 16 kementerian/lembaga. Untuk di Kejaksaan Agung (Kejagung), prajurit TNI aktif hanya akan menjabat untuk posisi Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (Jampidmil).

Penambahan jumlah pos untuk prajurit TNI aktif dicantumkan pada RUU TNI mengingat karena dalam UU terkait kementerian/lembaga yang dimaksud memang sudah dicantumkan aturan tentang hal tersebut sehingga agar lebih rigid, maka dimasukkan juga di dalam RUU TNI.

Puan menyatakan, di luar 16 kementerian atau lembaga yang ditetapkan oleh DPR dan Pemerintah maka prajurit TNI aktif harus mengundurkan diri. “Kalau kemudian bukan dalam jabatan-jabatan tersebut, TNI aktif harus mundur. Dalam revisi UU TNI itu sudah jelas dan clear,” tegas Puan.

Puan juga menyatakan, saat ini tiga pasal yang dimaksud masih dalam proses pembahasan di Panja antara DPR bersama Pemerintah.

“Nanti dalam keputusannya kita bisa lihat bersama dan itu sudah mendapatkan masukan dari seluruh elemen. Sudah dipanggil juga pihak-pihak untuk memberikan masukannya,” ucapnya.

Adapun tanggapan terkait ramainya berita penggerudukan rapat panja RUU TNI oleh koalisi sipil di Hotel Jakarta Pusat, Ia mengajak semua pihak yang ingin menyampaikan pendapat dan ekspresi dilakukan dengan cara baik dan sesuai dengan aturan.

“Kalau dalam suatu acara apapun itu kemudian masuk tanpa izin ya kan tidak diperbolehkan. Tidak patut untuk dilakukan itu, masuk ke dalam rumah yang bukan rumahnya,” sebut Puan.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjawab isu yang dwifungsi ABRI yang mengiringi pembahasan RUU TNI. Ia menegaskan DPR akan menjaga supermasi sipil.

“Nah bahwa kemudian ada yang berkembang tentang ada dwifungsi TNI dan lain-lain, saya rasa kalau sudah lihat pasal-pasal itu sudah jelas bahwa kami juga di DPR akan menjaga supremasi sipil dan lain-lain,” ungkap Sufmi Dasco Ahmad dalam konferensi pers soal RUU TNI di Gedung DPR.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi I DPR RI sekaligus Ketua Panja RUU TNI, Utut Adianto mengatakan isu dwifungsi ABRI tidak akan terjadi. Ia menegaskan, RUU TNI justru membatasi dwifungsi. “Kalau kekhawatiran dwifungsi ABRI saya sudah berkali-kali bicarakan, justru ini melimitasi,” ujar Utut.

DPR RI pun merinci hanya ada tiga pasal yang dibahas dalam RUU TNI yakni Pasal 3, Pasal 47, dan Pasal 53. Adapun Pasal 3 mengatur kedudukan TNI, Pasal 53 mengatur usia pensiun TNI, dan Pasal 47 mengatur pos kementerian/lembaga yang dapat diduduki prajurit. (*)

Menemukan Keheningan di Tengah Kota: Sehari di Perpustakaan Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Bogor seringkali diidentikkan dengan hujan, kemacetan, dan aroma kuliner yang menggoda. Namun, di balik keramaian itu, terdapat sebuah tempat yang menawarkan ketenangan dan kesempatan untuk menyelami dunia literasi lebih dalam yaitu Perpustakaan Kota Bogor. Sebuah tempat yang jarang disebut dalam daftar destinasi wisata, tetapi memiliki daya tarik tersendiri bagi mereka yang mencari ruang untuk berpikir, membaca, atau sekadar melarikan diri dari rutinitas.

Saya memutuskan untuk berkunjung ke perpustakaan ini, bukan karena tugas kuliah atau keperluan akademik, tetapi karena rasa penasaran. Apakah di era digital seperti sekarang, perpustakaan masih memiliki daya tarik? Saya ingin mencari tahu, merasakan sendiri atmosfernya, dan menemukan alasan mengapa tempat ini tetap bertahan di tengah dominasi informasi instan dari internet.

Perjalanan Menuju Ruang Sunyi

Perpustakaan Kota Bogor terletak di Jalan Kapten Muslihat, sebuah lokasi yang cukup strategis dan mudah diakses, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Dari luar, bangunannya tampak sederhana, begitu melangkah masuk, saya langsung merasakan perbedaan suasananya.

Udara di dalam perpustakaan terasa lebih sejuk, mungkin karena perpaduan pendingin ruangan dan deretan jendela besar yang membiarkan cahaya alami masuk. Rak-rak buku berjajar rapi, penuh dengan koleksi yang menggoda untuk dijelajahi. Ada deretan buku referensi akademik, novel fiksi dari berbagai genre, hingga buku-buku sejarah yang seakan mengundang saya untuk tenggelam dalam kisah-kisah masa lalu.

Saya mengambil tempat duduk di salah satu sudut ruangan, menghadap jendela yang memberikan pemandangan hijau dari pepohonan di luar. Saya memperhatikan bagaimana pengunjung lainnya menikmati perpustakaan ini. Ada yang datang sendiri, tenggelam dalam bacaan mereka, ada pula kelompok kecil yang berdiskusi dengan suara pelan. Setiap sudut terasa hidup dalam keheningan yang menenangkan.

Lebih dari Sekadar Tempat Membaca

Di era digital ini, banyak orang berpikir bahwa perpustakaan mungkin sudah kehilangan daya tariknya. Namun, tempat ini membuktikan bahwa asumsi itu salah. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, perpustakaan ini juga menjadi ruang refleksi, tempat di mana orang bisa melarikan diri dari kebisingan dunia luar dan masuk ke dalam dunia yang diciptakan oleh kata-kata.

Saat saya membuka buku yang baru saja saya pilih, saya menyadari bahwa pengalaman membaca di perpustakaan sangat berbeda dengan membaca di rumah atau di kafe. Tidak ada gangguan suara notifikasi ponsel, tidak ada godaan untuk mengecek media sosial. Hanya ada saya, buku, dan keheningan yang begitu langka di kehidupan sehari-hari.

Menikmati Perpustakaan dengan Cara yang Tepat

Bagi yang ingin merasakan pengalaman membaca di tempat ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kunjungan ke Perpustakaan Kota Bogor ini lebih menyenangkan. Datanglah di pagi hari jika ingin suasana lebih tenang, karena pada siang hari perpustakaan biasanya lebih ramai oleh pelajar dan mahasiswa. Patuhi aturan yang berlaku, seperti menjaga ketenangan dan tidak membawa makanan atau minuman ke dalam ruang baca. Jika ingin meminjam buku, pastikan sudah terdaftar sebagai anggota.

Selain itu, jangan lupa untuk menikmati prosesnya. Jangan terburu-buru, pilihlah buku yang benar-benar menarik perhatian, dan nikmati setiap halaman yang dibaca. Dalam keheningan rak-rak buku yang berjajar, selalu ada cerita yang menunggu untuk ditemukan.

Sebuah Perjalanan dalam Kata-Kata

Ketika saya akhirnya menutup buku yang saya baca, saya menyadari bahwa perjalanan ini bukan sekadar kunjungan biasa. Membaca di perpustakaan bukan hanya tentang mendapatkan informasi, tetapi juga tentang memberi waktu bagi diri sendiri untuk berhenti sejenak, berpikir, dan menyelami dunia yang diciptakan oleh kata-kata.

Dalam suasana yang jauh dari kebisingan kota, perpustakaan ini memberikan ruang bagi siapa saja yang ingin menikmati waktu dengan buku di tangan. Tidak perlu tergesa-gesa, tidak perlu mencari validasi dari media sosial. Hanya ada diri sendiri, imajinasi, dan keheningan yang membawa ketenangan.

Perjalanan ini mengingatkan saya bahwa membaca bukan hanya aktivitas, tetapi juga pengalaman. Dan terkadang, di tempat-tempat sederhana seperti perpustakaan, kita bisa menemukan momen paling berharga yaitu kesempatan untuk benar-benar tenggelam dalam dunia kata-kata.***

Putri Yuliadisti                                                                                                  Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University