Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 8610

Mendikbud Nadiem Umumkan Program Pengganti Ujian Nasional Akan Mulai Berlaku di 2021

BOGORDAILY – Format seperti Ujian Nasional 2020 akan menjadi yang terakhir. Mendikbud Nadiem Makarim mengungkap program pengganti ujian nasional yang akan mulai berlaku di 2021.

“Untuk 2020, UN akan dilaksanakan sesuai seperti tahun sebelumnya. Jadi 2020, bagi banyak orang tua yang sudah investasi buat anaknya belajar mendapat angka terbaik di UN itu silakan lanjut untuk 2020. Tapi itu hari terakhir UN seperti format sekarang diselenggarakan,” kata Nadiem.

Hal itu disampaikannya saat rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019). Dia lalu mengungkap program penggantinya.

“Di tahun 2021, UN itu akan diganti menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter,” sambungnya.

Nadiem mengatakan ada beberapa masalah pada format ujian nasional saat ini. Ujian nasional juga menjadi beban bagi siswa, guru, dan orang tua.

“Ini sudah jadi beban stres bagi banyak sekali siswa guru dan orang tua. Karena sebenarnya ini berubah menjadi indikator keberhasilan siswa sebagai individu. Padahal maksudnya ujian berstandar nasional adalah untuk mengakses sistem pendidikan, yaitu sekolahnya maupun geografinya maupun sistem penduduknya secara nasional,” ungkap Nadiem.

Usai Lolos Ke Babak 16 Besar Liga Champions, Napoli Resmi Pecat Carlo Ancelotti

BOGORDAILY – Rumor pemecatan Carlo Ancelotti menjadi kenyataan. Napoli telah resmi mengumumkan mencopot Ancelotti dari jabatan pelatih tim utama.

Keputusan itu hanya diambil beberapa jam setelah Ancelotti memimpin Napoli lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Menyusul kemenangan telak Partenopei 4-0 atas tim Belgia Genk di San Paolo, Rabu (11/12/2019) dinihari WIB.

“SSC Napoli telah memutuskan untuk mencabut peran pelatih tim utama dari Mr Carlo Ancelotti,” bunyi pernyataan klub dilansir Football-Italia.

“Hubungan pertemanan, kekaguman, dan saling respek di antara klub, presidennya dan Carlo Ancelotti tetap utuh.”

Kursi pelatih Ancelotti memang sudah bergoyang usai laju buruk Napoli. Sebelum kemenangan atas Genk, Napoli gagal memenangi sembilan pertandingan, termasuk tujuh laga terakhir di Liga Italia.

Alhasil Napoli terperosok ke peringkat tujuh klasemen sementara dengan jarak delapan poin dari Cagliari di empat besar.

Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis bertemu dengan Ancelotti usai laga kontra Genk. Pertemuan itu dikabarkan hanya berlangsung singkat karena De Laurentiis hanya menyampaikan keputusan itu kepada Ancelotti setelah menetapkan pemecatannya.

Sejak ditunjuk pada musim panas 2018, Ancelotti telah mendampingi Napoli sepanjang 72 pertandingan dengan hasil 38 kemenangan, 19 seri, dan 15 kalah. Napoli-nya Ancelotti mencetak 126 gol dan kemasukan 71 gol dengan rata-rata meraih 1,85 poin per pertandingan.

Belum disebutkan siapa suksesor Ancelotti, tapi diyakini Gennaro Gattuso, mantan pelatih AC Milan. Sedangkan Ancelotti bisa saja akan bekerja lagi secepatnya karena sedang dihubungkan dengan posisi manajer permanen Arsenal.

Indonesia Vs Vietnam: Garuda Muda Gagal Raih Emas SEA Games

0

BOGORDAILY – Timnas Indonesia U-22 gagal meraih medali emas dari sepakbola SEA Games 2019. Di final, Garuda Muda dibungkam Vietnam dengan skor 0-3.

Bermain di Rizal Memorial Stadium, Manila, Selasa (10/12/2019), Indonesia vs Vietnam berduel sengit dan keras sejak awal. Peluang lebih dulu didapat Indonesia lewat tendangan bebas pada menit ke-6, namun sepakan Zulfiandi dari luar kotak penalti masih bisa ditepis kiper Van Toan Nguyen.

Kedua tim bermain cukup hati-hati. Indonesia memainkan umpan-umpan direct ke kotak penalti lawan, sementara Vietnam menerapkan serangan balik cepat, yang bisa diredam barisan belakang Indonesia.

Pada menit ke-20, Evan Dimas ditarik keluar sambil terpincang-pincang. Ia sempat mendapat tekel dari pemain Vietnam, Doan Van Hau. Evan pun digantikan Syahrian Abimanyu lima menit berselang. Wasit Majed Mohammed Alshamrani sendiri tidak memberi kartu atas aksi Van Hau.

Pada menit ke-39, Vietnam mendapat tendangan bebas usai Asnawi Mangkualam membuat pelanggaran di sisi kiri luar kotak penalti Indonesia. Tendangan bebas itu bisa dimaksimalkan The Golden Dragons. Bola kiriman Do Hung Dung, bisa disundul Doan Van Hau dan masuk ke gawang Indonesia. Vietnam memimpin 1-0.

Indonesia coba membalas di sisa waktu babak pertama. Namun, hingga turun minum, pasukan Indra Sjafri masih tertinggal 0-1 dari Vietnam.

Di babak kedua, Indonesia memasukkan Egy Maulana menggantikan Witan Sulaeman. Permainan Osvaldo Haay dkk juga lebih keras, mengimbangi perlawanan Vietnam.

Sama-sama menekan, Vietnam yang bisa mencetak gol di menit ke-59. Do Hung Dung menjebol gawang Indonesia, memanfaatkan kesalahan Bagas Adi dalam melakukan clearance. Bola liarnya langsung disepak dari luar kotak penalti, sempat membentur sedikit sebelum masuk ke gawang Indonesia. Vietnam memimpin 2-0.

Di menit ke-71, Indonesia punya kans lewat sepakan jarak dekat Osvaldo. Namun, sepakannya masih bisa diblok barisan belakang Vietnam. Alih-alih memperkecil skor, Indonesia malah kembali kebobolan. Doan Van Hau bisa merobek gawang Nadeo untuk kali kedua di menit ke-73.

Berawal dari tendangan bebas Nguyen Hoang Duc, bolanya gagal ditepis dengan baik oleh Nadeo. Bola muntahnya bisa dicocor Van Hau untuk menjadikannya gol ketiga Vietnam. Skor menjadi 3-0 untuk keunggulan Vietnam.

Pada menit ke-76, pelatih Vietnam, Park Hang-seo, dikartu merah karena melakukan protes keras. Hang-seo, yang sudah melawan Indonesia tiga kali sepanjang 2019, meninggalkan bench-nya sambil marah-marah.

Di menit ke-80, Indonesia punya peluang lewat kombinasi serangan Egy dan Muhammad Rafli. Sepakan Egy sempat diblok Van Toan, bola liarnya kemudian diteruskan Muhammad Rafli, namun bolanya bisa digagalkan Nguyen Thanh Chung di mulut gawang.

Di sisa waktu, Indonesia tak mampu memperkecil skor dari Vietnam. Kekalahan 0-3 pun bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Hasil ini membuat Timnas Indonesia U-2 cuma meraih medali perak. Sementara medali emas jatuh ke tangan Vietnam.

Susunan Pemain

Indonesia: 1. Nadeo Argawinata, 2. Bagas Adi Nugroho, 5. Bagas Adi Nugroho, 14. Asnawi Mangkualam, 11. Firza Andika, 7. Zulfiandi, 6. Evan Dimas Darmono, 16. Sani Rizki Fauzi (Muhammad Rafli 64′, 8. Witan Sulaeman (Egy Maulana 46′), 15. Saddil Ramdani, 20. Osvaldo Haay

Vietnam: 30. Nguyen Van Toan, 3. huynh Tan Sinh, 4. Ho Tan tai, 5. Doan Van Hau, 21. Nguyen Duc Chien (Nguyen Trong Hung 82′), 18.Nguyen Thanh Chung, 8. Nguyen Troang Hoang, 16. Do Hung Dung, 14. Nguyen Hoang Duc, 22. Nguyen Tien Linh, 9. Ha Duc Chinh (Trong Van Thai Quy 69′)

Viral, Video Banser Dicap Kafir. Ini Kronologisnya

0

BOGORDAILY – NU terus dirundung kehebohan. Setelah sebelumnya video markas NU diserang beredar luas, kini video anggota Banser dicap Kafir viral.

Sebuah video yang memperlihatkan dua orang anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) dimaki kafir gegara tak ucap takbir beredar.

Dalam video berdurasi 1 menit 2 detik itu tampak dua orang anggota Banser mengenakan seragam bicara dengan seorang yang merekam video sambil menunjuk-nunjuk mereka. Video itu diawali dengan makian ‘monyet’ untuk bertanya di mana e-KTP kedua anggota Banser itu.

Salah satu anggota Banser tersebut tampak bertanya balik alasan pria yang kemudian terlihat mengenakan kaus dan topi hitam itu mempertanyakan e-KTP mereka. Percakapan kemudian berlanjut dengan mempertanyakan alasan dua anggota Banser berada di Jakarta. Dalam video itu, tampak percakapan itu terjadi di seberang sebuah toko roti.

Anggota Banser itu kemudian menjawab kalau keberadaan mereka di Jakarta terkait Gus Muwafiq. Orang yang merekam video itu kemudian meminta dua anggota Banser tersebut untuk mengucap takbir namun anggota Banser itu mempertanyakan alasan mengapa dia harus mengucap takbir saat itu.

“Takbir, Allahuakbar. Lu Islam bukan?” ucap pria berkaus hitam.

“Islam, kenapa?” balas Anggota Banser.

“Yaudah takbir,” ucap pria berkaus hitam.

“Buat apa?” tanya Anggota Banser.

“Kok buat apa? Kafir dong lu! Eh tar dulu takbir dulu kalau muslim, orang Islam harus takbir,” ujar pria berkaus hitam itu.

“Islam itu cukup ucapkan kalimat syahadat,” jawab Anggota Banser.

Mendengar jawaban tersebut pria berkaus hitam kemudian menyatakan kalau kalimat syahadat adalah ucapan bagi orang di luar Islam yang hendak masuk Islam. Dia meminta anggota Banser itu untuk tak mengajarinya dan kemudian memaki kedua anggota Banser itu sambil mengancam akan mencegat keduanya serta menyebut-nyebut jawara. Kedua anggota Banser itu kemudian pergi menggunakan sepeda motor.

Ketua Harian PBNU, Robikin Emhas, angkat bicara terkait video tersebut. Dia memuji sikap anggota Banser yang tidak terpancing cacian dari pria berkaus hitam tersebut.

“Sikap sahabat Eko patut dipuji. Tenang, sabar dan tidak terpancing provokasi berupa olokan, cacian, paksaan dan tindakan yang mengesankan diri paling tahu Islam,” tutur Robikin kepada wartawan.

Menurutnya, respons anggota Banser tersebut membuktikan kedalaman kualitas agama dan akhlak. Dia menyebut Islam melarang mengkafirkan sesama muslim.

Baca juga: Said Aqil: Kita Sudah Toleransi Agama, Toleransi Ekonomi Belum

“Islam melarang pengkafiran terhadap sesama muslim. Mudahnya menjatuhkan vonis kafir ini boleh jadi disebabkan karena ideologi takfiri yang belakangan berkembang di Indonesia. Baginya, selain pengikut ajarannya adalah kafir. Sehingga stempel kafir disematkan kepada siapa saja yang tidak sepaham dengan ajarannya. Tidak peduli sesama pemeluk Islam yang pokok ajaran agama berupa syahadat, salat, puasa, zakat dan hajinya sama,” tutur Robikin.

Robikin menyebut perilaku merasa paling Islam namun disertai akhlak tercera justru mencoreng wajah Islam. Dia juga menyebut sikap itu justru menurunkan keluhuran ajaran Islam.

“Perilaku merasa diri paling Islam, apalagi disertai akhlak tercela dengan mengolok, mencaci dan memaksa justru mencoreng wajah Islam dan menurunkan keluhuran ajaran Islam itu sendiri,” ucapnya. (bdn)

Terlalu Bringas di Ranjang, Istri ke-2 Kiwil Sempat Bilang Jijik

0

BOGORDAILY – Istri ke-2 Kiwil, Meggy Wulandari bahkan membongkar tabiat sang suami di ranjang yang membuatnya kesal. Sudah menjadi rahasia umum, rumah tangga komedian Kiwil selalu diterpa isu miring. \

Rumah tangga Kiwil kerap diterpa isu kedua istrinya tak akur hingga isu perceraian. Seperti yang diketahui, Kiwil memang memiliki 2 istri yakni Rochimah dan Meggy Wulandari.

Kini rumah tangganya kembali di ujung tanduk, 16 tahun menjadi istri ke-2, rupanya rumah tangga Meggy dan Kiwil kerap diwarnai gosip tak sedap.

Salah satunya sekitar tahun 2012 lalu kala Meggy ditalak cerai oleh Kiwil.

Blak-blakan, kala itu Meggy mengaku ditalak cerai hanya karena urusan ranjang.

Mengutip dari Grid.ID, pengakuan Meggy tersebut ia ungkap pada 7 Agustus 2012 silam kala dihubungi oleh awak media.

“Sekarang itu, apa pun buat Mas Kiwil seks jadi prioritas. Dia selalu minta dilayani. Padahal, aku kan sudah bukan istrinya, jadi bukan keharusan,” kata Meggy.

Bahkan, perempuan yang juga terjun di dunia hiburan ini mengaku suaminya itu akan naik pitam jika keinginannya tak dilayani.

Kiwil dan kedua istrinya, Rochimah dan Meggy Wulandari saat dijumpai di gedung Trans TV.
“Kalau nggak dilayani dia langsung marah. Makanya aku jadi jijik, ilfil sama si Kiwil,” sambungnya.

Tak hanya itu, Meggy juga mengungkap kekecewaannya kala ia merasa tak dibahagiakan oleh Kiwil.

“Dia tetap mau memiliki tubuh saya, tapi nggak mau membahagiakan saya dan anak-anak saya, buat apa?” pungkasnya.

7 tahun berlalu, kini rumah tangga Meggy dan Kiwil kembali dikabarkan tengah di ujung tanduk.

Melansir dari Grid.ID, Meggy bahkan mengaku siap mengembalikan Kiwil pada istri pertamanya, Rohimah.

“Saya sayang banget sama Mbak Rohimah. Mbak Rohimah orang yang baik masyaAllah, istri salihah, bidadari surga masyaAllah,” kata Meggy pada Kamis, (05/12).

“Saking saya sayangnya, saya mau ngasih suami saya buat Mbak Rohimah seutuhnya, hahaha, itu aja yang bisa saya jawab,” tegasnya.(bdn)

Boling Bupati di Tenjolaya Dikomentari

0

BOGORDAILY – Rabu Keliling ( Boling) Bupati Bogor Ade Yasin masih menjadi alat komunikasi yang ampuh untuk merebut hati dan pikiran masyarakat Kabupaten Bogor.

Karena Ade Yasin bisa dengan langsung menyampaikan pesan dan sekaligus menggerakan programnya yang sudah ia canangkan.

Tentunya, setiap kali Boling, Bupati Bogor selalu didampingi sejumlah kepala dinas dan beberapa pejabat lainnya yang ada dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Bogor. Pada Boling kali ini, Rabu ( 11/12/2019) Kecamatan Tenjolaya dapat giliran dikunjungi Ade Yasin.

Lalu apa menutut pengamat, soal Boling Bupati Bogor?

Menurut Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) YusfitriadI, sebetulnya program Boling Bupati Bogor itu sangat menarik. Bupati akan mendengar dan melihat langsung kondisi masyarakat Kabupaten Bogor.


Begitupun masyarakat bisa berintraksi dan bertatap muka dengan Bupati Bogor Ade Yasin.

Namun, Boling juga tidak hanya sekedar mendekatkan sosok Bupati ke tengah tengah masyarakat. Jauh lebih dari itu, Boling seharusnya menjadi sarana untuk memotret berbagai persoalan yang ada di tengah tengah masyarakat.

“Potret itulah yang akan menjadi kebijakan bupati dalam merumuskan berbagai program secara sistematis,” kata Yusfitriadi.

Menurut Yusfitriadi, melalui Boling, Bupati Bogor akan mampu memetakan masalah. Menganalisis bahkan menentukan program substantif dan prioritas untuk memecahkan berbagai masalah. Tentunya melalui pemetaan itu, akan banyak hal yg bisa dipotret dan ditentukan skema programnya.

Sehingga, kata Yusfitriadi, Boling, bisa dijadi alat Bupati Bogor untuk riset dalam bidang manajemen tata kota. Perencanaan wilayah dan perizinan.

“Bahkan dalam Boling ini, bisa mengetahui manajemen kebencanaan. Perencanaan pengembangan infrastruktur. Serta manajemen sumber daya dan potensi daerah,” Kata Yusfitriadi.

Terkait program kerja Ade Yasin, menurut Yusfitriadi, hal itu sudah masuk pada persoalan tehnis. Sehingga bila program Bupati Bogor bisa dirasakan dan berpengaruh terhadap kemajuan sebuah wilayah, maka basis pemetaannya harus serius.

“Sehingga program apapun bisa tepat sasaran. Karena setiap daerah tentu mempunyai permasalahan yang beragam,” pungkas Yusfitriadi ( Nanang Hidayat)

Fairuz Tolak Damai di Kasus ‘Ikan Asin’, Merasa Harga Dirinya Diinjak

0

BOGORDAILY – Fairuz bersyukur proses hukum dari kasus ‘ikan asin’ yang menyeret namanya kini terus berjalan. Ia mengungkapkan tak akan mundur sampai menemukan keadilan.

Hal itu diungkapkan Fairuz saat berbincang di channel YouTube Ussy dan Andhika.

Ia mengaku sebelum kasus ini bergulir hingga ke pengadilan, dirinya pernah ditawari banyak hal untuk tak memperpanjang kasus ini.

“Mulai dari ngajakin damai dari orang-orang yang berbeda-beda. Dari orang-orangnya kakak, sampai teman kita sendiri itu udah mulai macam-maccam cara damainya,” ungkap Fairuz.

“(Mereka) mengiming-imingi sesuatu. Wah luar biasa deh,” tutur Fairuz lagi.

Namun Fairuz teguh tak tergiur. Ia merasa harga dirinya sudah diinjak atas peristiwa tersebut. Fairuz ingin hal ini dapat membawa efek jera bagi siapapun.

“Intinya aku tuh ngerasa ini kan soal harga diri perempuan. Dan ini kayak sebuah pelajaran, kayak nggak ada perempuan lain yang diinjek-injek, cukup aja sampai di sini bahwa ada hukum jadi kalau elo mau ngatain orang, nggak asal-asalan,” tutur Fairuz.

Hal Tersedih yang Sampai Kini Tak Bisa Dilupakan Nia Ramadhani

0

BOGORDAILY – Nia Ramadhani ditanya terkait hal tersedih yang sampai kini belum bisa dilupakannya. Sang aktris pun menjawab dengan tegas yakni saat kehilangan ayahandanya, Priya Ramadhani.

Sebelum itu, Nia mengaku benar-benar terpukul ketika Priya divonis dokter sakit kanker. Itu hal yang masih teringat hingga sekarang olehnya.

“Papaku meninggal. Papaku sakit, mengetahui papaku sakit kanker. Itu nggak bisa (dilupakan),” ujarnya di ‘Ngopi Dara’.

Nia Ramadhani kemudian menceritakan kedekatannya dulu dengan Priya. Ia selalu cerita terkait apa pun, termasuk soal Ardi Bakrie ke ayahnya.

Makanya ketika Priya meninggal, Nia bingung mau cerita ke siapa. Momen ketika dirinya kesusahan pun masih terkalahkan dengan berita ayahnya telah tiada.

“Karena aku tuh setelah sama papa, aku tuh semuanya cerita tentang Ardi, tentang siapa aku tuh ceritanya sama papa, semuanya sama papa. Pas papa nggak ada, pas papa sakit sama papa meninggal itu momen terdown aku. Yang lain-lainnya zaman aku susah itu lewat,” tuturnya.

Nia Ramadhani berharap kini ayahnya sudah tenang di sisi Tuhan. Namun dalam lubuk hatinya, ia tetap tak bisa melupakan Priya Ramadhani.

Ada TGUPP Rangkap Jabatan, Anies Tidak Mau Berkomentar

BOGORDAILY – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mau berkomentar banyak soal adanya anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Haryadi, yang rangkap jabatan dewan pengawas rumah sakit di Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Anies mengaku akan melihat aturan terlebih dahulu.

“Nanti kita lihat aturan saja, kita lihat aturan,” kata Anies kepada wartawan di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).

Sementara itu, Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah mengatakan akan mencopot TGUPP yang rangkap jabatan. Baginya, ada ketidakpantasan satu orang mendapat honorarium dua kali dari APBD.

“Berdasarkan catatan minor, akan kami lakukan evaluasi. Misalnya double job pasti jadi catatan penting dan tidak akan terulang. Tidak enak sekali didengarnya orang menikmati dua kali honor dari APBD. Pasti kita pastikan didrop,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) DPRD DKI Jakarta Saefullah saat rapat Badan Anggaran RAPBD DKI Jakarta di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (9/12).

Sebelumnya, Komisi E DPRD DKI Jakarta menemukan adanya anggota TGUPP yang mengisi jabatan dewan pengawas di Dinkes. Komisi E menyebut akan segera memanggil dan menyelidiki hal tersebut.

“Nah, nanti kita mau selidiki, mau cari fakta hukumnya,” ujar Ketua Komisi E DKI Jakarta Iman Satria di DPRD DKI Jakarta, Minggu (8/12).

Menurut Iman, anggota TGUPP tidak diperbolehkan merangkap jabatan. Sebab, TGUPP menerima gaji dari dana APBD.

“Menurut saya nggak boleh, karena TGUPP ini dapat dari APBD,” kata Iman.

Iman menyebut TGUPP saat ini berbeda dengan TGUPP pada masa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Iman mengatakan, di era Ahok, TGUPP digaji melalui kantong pribadi Ahok.

“Kalau zaman Ahok kan dia pakai kantong pribadi, jadi rasional, kalau ini harusnya nggak boleh, saya yakin nggak boleh,” tuturnya.

Perpani Bakal Gelar Seleksi Internal untuk Olimpiade Tokyo Usai SEA Games

0

BOGORDAILY – Pengurus Pusat Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (PP Perpani) langsung mengalihkan fokus ke Olimpiade 2020 Tokyo usai SEA Games 2019. Seleksi akan digelar pada akhir Desember.

Panahan di SEA Games 2019 telah rampung dengan Indonesia meraih dua medali emas, dua perak, dan empat perunggu.

Dua emas diperoleh dari nomor perorangan dan beregu recurve putra. Sementara medali perak diperoleh dari mix team recurve dan team compound putri. Sedangkan medali perunggu dari tim recurve putri, perorangan recurve putra, mix team compound, dan perorangan putra compound.

Manajer tim panahan Indonesia Taufan Tri Anggoro tak jemawa dengan hasil tersebut. Sebab, ini baru langkah awal dan multievent yang sebenarnya ada di Olimpiade Tokyo pada 24 Juli sampai 9 Agustus 2020.

“Hasil ini tentu menjadi evaluasi untuk event berikutnya yaitu Olimpiade dan saya optimistis dengan persiapan yang baik kita bisa meloloskan banyak nomor,” kata Anggoro, menyoal penampilan timnya, di Parade Ground, Clark, Senin (9/12/2019).

Sebagai gambaran, panahan Indonesia sudah meloloskan dua nomor dari perorangan recurve putra dan putri. Tiket itu mereka raih saat Kejuraan Dunia 2019 di s-Hertogenbosch, Belanda, Juni lalu.

“Untuk sementara kami sudah mendapat dua entry by number recurve putra dan putri. Untuk by name nanti tergantung seleksi pelatnas, siapa yang jalan,” dia menjelaskan.

“Yang pasti mereka yang ada di SEA Games ini mendapat prioritas untuk mengikuti seleksi pertama dan pelatnas akhir Desember ini, tapi degradasi tetap akan kami lakukan sesuai tahapan seleknas. Dengan begitu, tidak secara otomatis yang main di SEA Games akan turun di Olimpiade. Kami akan seleksi lagi sesuai dengan tahapan yang kami laksanakan seperti awal SEA Games,” ujar pria berusia 40 tahun ini.

Nantinya, atlet yang lolos seleksi akan dikirim ke seri World Cup di Berlin, juga sebagai perebutan tiket beregu ke Olimpiade, pada Juni mendatang. Sekaligus untuk menentukan siapa saja atlet yang bakal diturunkan ke Tokyo.

“Semoga kami dapatkan tiket beregu dan saya yakin dengan perolehan di SEA Games ini menjadi pemacu dan modal awal untuk persiapan ke Olimpiade,” dia mengharapkan.