Wednesday, 29 April 2026
Home Blog Page 8796

Jalur R3 Bogor Akhirnya Dibuka Lagi

BOGOR DAILY-Jalur Regional Ring Road (R3) yang diblokir pemilik lahannya sejak 15 Februari 2018 dibuka kembali sehingga bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

Sebelumnya jalur yang menghubungkan Katulampa dan Bantarjati ini ditutup pemilik lahannya Aab karena sang pemilik mengganggap Pemerintah Kota Bogor belum mengganti rugi tanah miliknya yang terpakai untuk jalur tersebut.
Jalur R3 itu ditutup oleh Aab dengan membentangkan tumpukan tanah pada badan jalan sehingga tidak bisa dilewati oleh kendaraan. Saat jalan ditutup kala itu Aab juga membentangkan sebuah spanduk di sekitar lokasi tumpukan tanah.
“Pengumuman kepada pengguna jalan R3, dalam waktu dekat jalan ini kami tutup karena pihak Pemerintah Kota Bogor belum menyelesaikan ganti rugi kepada pemilik lahan,” tulis spanduk tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Syarip Hidayat mengakui adanya proses ganti rugi yang belum selesai atau belum menemui kata sepakat antara pemkot dengan pemilik lahan.
“Ini belum selesai ganti rugi yang bersangkutan karena mereka ingin ruslah bukan dibayar uang,” kata Ade.
Ade bersyukur melalui proses musyawarah yang panjang dengan unsur muspida dan pemilik lahan akhirnya hari ini jalur R3 bisa dibuka dan dilewati kembali masyarakat.
“Semalam saya dan Pak Aab dan atas dukungan semua unsur muspida bisa cair komunikasinya. Kemudian menyepakati dengan melakukan tahapan yang jelas, dengan musyarawah, sepakat dibuka,” kata Ade.
Pihaknya akan terus berdiskusi untuk ruslah yang diinginkan pemilik lahan sehingga mulai Sabtu, lahan milik Aab akan jadi milik Pemkot Bogor.
“Tetap komitmen  akan melakukan upaya untuk diruslah, dan besok lusa akan jadi milik aset pemda. Yang terpenting Pak Aab juga sudah menyampaikan permohonan maaf untuk warga kota Bogor secara terbuka,” kata Ade.
Sementara itu Aab, mengatakan permohonan maafnya atas penutupan lahan.
“Dalam waktu dekat hak-hak kami akan terealisasi dan kami mohon maaf sebesar besarnya kepada masyarakat Kota Bogor. Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak yang sudah menyelesaikan persoalan ini,” kata Aab

Sadis! Pemandu Lagu di Cileungsi Dibakar

BOGOR DAILY-Seorang perempuan bernama Yeni menjadi korban pembakaran yang dilakukan oleh seorang pria berinisial B, di Kampung Cikerewis, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis (8/3/2018).

Kepala Polsek Cileungsi Komisaris Polisi Mulyadi Asep Fajar mengatakan, pelaku yang diketahui adalah mantan suaminya itu tega membakar korban yang merupakan pemandu lagu karena diduga cemburu.

Asep menuturkan, setelah membakar korban menggunakan bensin eceran, pelaku langsung melarikan diri. Sementara itu, korban masih dalam perawatan pihak rumah sakit.

“Warga yang melihat kejadian itu langsung menyelamatkan korban. Ia dibawa ke Rumah Sakit Mery Cileungsi karena mengalami luka bakar cukup serius,” ucap Asep saat dikonfirmasi.

Berdasarkan keterangan saksi, sambung Asep, peristiwa itu bermula saat pelaku mendatangi rumah kontrakan korban.

Pelaku terus menggedor-gedor pintu kontrakan sambil teriak-teriak memanggil Yeni,

Namun, korban melarang pelaku masuk ke rumah dan memintanya untuk pergi.

Diduga emosi, pelaku pun membeli bensin eceran yang berada tak jauh dari lokasi tersebut.

Pelaku kemudian kembali ke kontrakan korban dan langsung mendobrak pintu. Seketika, pelaku menyiramkan bensin yang dibelinya itu dan membakar korban.

“Hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi di lokasi didapatkan kondisi kamar kontrakan sudah berantakan, kasur dan alat-alat sudah terbakar, terdapat plastik bekas wadah bensin, tembok dinding kamar roboh,” sebut Asep.

Hasil keterangan dokter, lanjutnya, luka bakar yang diderita korban lebih dari 80 persen sehingga ia harus dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki alat memadai.

“Kasus ini masih kami kembangkan karena korban belum bisa dimintai keterangan. Untuk motif sementara diduga karena cemburu. Cemburu karena apa, masih kami dalami. Polisi juga sudah menyebar untuk menangkap pelaku,” tutur Asep.

Hari Perempuan Internasional

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH
(Calon Bupati Bogor 2018)

Setiap 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. Penetapan tanggal ini rupanya melalui proses panjang sejak lebih dari 100 tahun lalu. Ini adalah sebuah hari besar yang dirayakan di seluruh dunia untuk memperingati keberhasilan kaum perempuan di bidang ekonomi, politik dan sosial.

Di antara peristiwa terkait yakni perayaan ini memperingati kebakaran pabrik Triangle Shirtwaist di New York pada 1911 yang mengakibatkan 140 orang perempuan kehilangan nyawanya. Pada tahun ini pula kemenangan tampak dalam genggaman. Perdana menteri Asquith menjanjikan sebuah undang-undang yang memberikan hak pilih kepada perempuan.

Hari Perempuan Internasional kali pertama dirayakan sekitar tahun 1910-an dan 1920-an, tetapi kemudian menghilang. Perayaan ini dihidupkan kembali dengan bangkitnya feminisme pada tahun 1960-an. Pada tahun 1975, PBB mulai mensponsori Hari Perempuan Internasional.

Wanita-wanita di Indonesia tak ketinggalan memperingati hari yang biasa disebut IWD ini. IWD di Indonesia dimulai pada tanggal 4 Maret 2017, (pertama kali diadakan). Saat itu, ribuan massa turun ke jalan untuk merayakan Women’s March. Mereka berjalan kaki dari Sarinah hingga Istana Negara sambil menyerukan orasi dan membawa poster yang berisi pesan untuk mendesak Negara memiliki hukum yang tegas menentang kekerasan terhadap perempuan.

Selain itu, mereka juga membawa pesan agar perempuan Indonesia berani menolak pelecehan seksual dalam bentuk apapun. Selain marching, celebrate this wonderful day dengan memberikan bunga dan hadiah kepada ibu, istri, atau pun rekan perempuan untuk berterima kasih atas peran mereka.

Pada tahun 2018 ini, International Women’s Day sudah dilakukan pada 3 Maret yang lalu, dengan acara jalan kaki yang disebut Women’s March. Pada saat yang sama, Gerakan IWD di Indonesia juga mengeluarkan sejumlah tuntutan perempuan Indonesia untuk peradaban yang setara. Ada 5 isu yang memang patut diperhatikan khususnya pada organisasi aliansi perempuan, yang meliputi:

1. Kasus pelanggaran HAM masa lalu, pemerintah masih belum mengambil sikap kepada perempuan-perempuan korban pelanggaran HAM masa lalu yang hingga kini masih menanti keadilan.

2. Pernikahan anak.
Pernikahan anak di Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di Asia Tenggara setelah Kamboja. Mengapa? Karena pemerintah masih melegalkan pernikahan anak yang diatur dalam UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Dampak pernikahan anak sangat berbahaya bukan hanya bagi kesehatan tapi juga mental anak.

3. Keterwakilan perempuan.
Jumlah perempuan di kursi DPR RI baru sebesar 17.32%. Partai politik juga belum serius merekrut kadernya melalui meritokrasi.

4. Kekerasan terhadap PRT.
Menurut organisasi JALA PRT, hingga akhir 2017 sudah terdapat 103 kekerasan terhadap pekerja rumah tangga.

5. Pelecehan seksual dan pemerkosaan.
Masih banyak masyarakat yang menyalahkan korban pelecehan seksual atas sikap mereka sendiri. Kebanyakan dari mereka juga masih menganggap ini hal sepele.

Dengan demikian, jika pada 8 Maret ini kita merayakan International Women’s Day , maka pada April mendatang kita juga merayakan Hari Kartini dan pada bulan Desember merayakan Hari Ibu. Untuk tahun 2018, Hari Perempuan Internasional hadir dengan tema “Press for Progress”.

Tema ini diangkat agar wanita bisa terus bergerak dan berani untuk menggapai kesetaraan gender di segala bidang. Di dalam perjuangan ini, ada banyak hal yang harus dikerjakan bersama (laki-laki) sehingga perempuan bisa mendapat hak-hak kebutuhan kehidupan lebih tentram, makmur, dan berkeadilan.

Selamat Hari Perempuan Internasional (*)

 

Video Ketika Calon Bupati Bogor Ade Yasin Nyanyi Bareng Pengamen di Cibinong

BOGOR – Dalam rangka menyambut Hari Musik Nasional yang jatuh pada Jumat (9/3/2018) besok, Calon Bupati Bogor Ade Yasin ajak nyanyi bareng musisi jalanan di Bumi Tegar Beriman.

Pada awalnya, Adik mantan Bupati Bogor dua periode Rahmat Yasin itu tampak menyisiri Jalan Tegar Beriman dan menjaring beberapa musisi jalanan.

Saat itu, Ade pun sempat duduk di trotoar jalan berbaur mengajak ngobrol para musisi jalanan.

“Ini pada sekolah tidak?” Ucap Ade kepada para musisi jalanan.

Terdengar sejumlah musisi jalanan itu pun menjawab pertanyaan Ade dengan serempak.

“Enggak, tidak ada biaya bu,” jawab para musisi jalanan.

Setelahnya, Ade tampak mengajak para musisi jalanan itu ke satu diantara cafe di Jalan Tegar Beriman dekat RY Center.

Di cafe tersebut, Ade pun mengajak para musisi jalanan itu bernyanyi menghibur sejumlah pengunjung cafe.

Namun, ada suatu hal yang dilakukan Ade hingga membuat para musisi jalanan itu berhenti bernyanyi dan memainkan alat musiknya.

Ketika itu, Ade yang sedang asyik menyanyikan lagu Anji berjudul ‘Dia’ tiba-tiba saja berhenti bernyanyi.

Hal itu dikarenakan nada musik yang dimainkan para musisi jalanan terlalu tingggi, sehingga Ade pun berhenti bernyanyi dan meminta mengulanginya dari awal.

“Eh ketinggian, ketinggian, ulangi ya,” ucap Ade.

Ketika itu, seorang musisi jalanan yang memainkan gitar tampak sedikit kebingungan menyesuaikan nada gitar dengan suara Ade, tak lama, dirinya pun langsung menyerahkan gitarnya kepada temannya.

Selang beberapa saat, para musisi jalanan itu kembali memainkan alat musiknya dan bernyanyi bersama Ade Yasin.

(Mohamad Afkar Sarvika)
Editor: Adi Kurniawan
sumber : wartakota

Poligami Opick Berujung Gugatan Cerai

BOGOR DAILY-Penyanyi religi, Aunur Rofiq Lil Firdaus atau  Opick, digugat cerai oleh sang istri, Dian Rositaningrum. Kabarnya, gugatan cerai tersebut telah didaftarkan di Pengadilan Agama JakartaTimur.

Kabar ini dibenarkan oleh kuasa hukum Dian, Ina Rachman. ” Benar (Opick digugat cerai),” kata Ina, Kamis 8 Maret 2018.

Tetapi, Ina belum dapat memberikan keterangan alasan Dian menggugat cerai Opick. Dia mengaku masih sibuk dengan klien lainnya.

” Sebentar saya sidang klien saya yang lain dulu,” kata Ina Rahman mengakhiri perbincangan.

Berdasarkan informasi, sidang gugatan cerai Dian atas Opick pertama kali digelar pada 5 Maret 2018 di Pengadilan Agama Jakarta Timur.

Opick telah menjalin rumah tangga dengan Dian selama 16 tahun. Dari pernikahan itu, Opick telah memiliki lima anak

Ketika Bisnis Pernikahan Palsu Naik Daun…

BOGOR DAILY-Vietnam dikenal sebagai negara yang memiliki tanah yang subur. Maka tak heran, Vietnam pun dijuluki sebagai lumbung padi Asia.

Meski demikian, tidak semua warga Vietnam mengadu nasib menjadi seorang petani. Dalam beberapa tahun kebelakang, ada satu jenis usaha yang sedang naik daun di negara yang berbatasan langsung dengan China ini.

Cukup unik, usaha tersebut ternyata menawarkan jasa pernikahan palsu. Pihak penyedia jasa bisa menggelar sebuah pesta pernikahan palsu sesuai permintaan klien lengkap dengan mempelai pria dan tamu undangan. Tentu, klien yang berminat harus bersedia untuk membayar dengan nominal tertentu.

Usaha jasa pernikahan palsu ini bisa naik daun di Vietnam bukan tanpa sebab. Ternyata, jasa seperti ini banyak disewa oleh wanita Vietnam yang putrinya mengandung di luar nikah.

Dilansir dari Odditycentral.com, Rabu (7/3/2018) mengandung di luar nikah merupakan sesuatu yang tabu dan sepatutnya tidak terjadi oleh wanita yang belum bersuami di Vietnam. Meski demikian hal ini kerap terjadi.

Alhasil, tingkat aborsi di Vietnam pun sangat tinggi. Wanita yang mengandung di luar nikah memilih untuk mengaborsi kandungannya daripada menanggung malu karena stigma dan yang masing sangat kental di masyarakat.

Jasa pernikahan palsu hadir untuk sebagai jawaban dari isu tersebut. Ada beberapa ibu dari wanita yang mengandung diluar nikah memutuskan untuk tidak mengaborsi kandungan putrinya. Agar tidak dikucilkan di masyarakat, mereka pun menggelar pernikahan palsu.

Biaya untuk menyelenggarakan pernikahan palsu ini beragam. Seorang pengusaha bernama Van Thien menuturkan, untuk paket VIP dikenakan biaya US$ 4.300 atau Rp 61,4 juta.

Lebih lanjut ia juga menuturkan bahwa jasa pernikahan palsunya sudah menyewakan mempelai pria ke lebih dari 1.000 wanita Vietnam dalam 10 tahun terakhir. Tahun lalu, Van Thien memiliki pegawai sebanyak 1.000 orang yang kebanyakan berperan sebagai mempelai pria palsu dan tamu pernikahan.

Mengejutkannya, permintaan akan pernikahan palsu ini pun bertambah. Van Thien mengatakan ia bisa menyelenggarakan hingga 15 pernikahan palsu per bulannya.

Jasa pernikahan palsu milik Van Thien bukanlah satu-satunya yang ada di Vietnam. Bulan lalu, AFP merilis laporan tentang perusahaan bernama Vinamost yang juga bergerak di bidang yang sama. Jasa pernikahan palsu mereka dibanderol degan harga US$ 1.500 hingga US$ 4.500.

Agen First Travel Blak blakan Soal Biaya Umroh Rp14,3 Juta

BOGOR DAILY- Seluruh agen perjalanan umrah yang dikoordinasi First Travel mengaku tertarik bergabung karena harga promo yang sangat murah, yakni Rp 14,3 juta untuk keberangkatan 2017.

Harga tersebut jauh di bawah standar harga paket umrah di biro perjalanan lain yang rata-rata mengenakan biaya di atas Rp 23 juta.

Salah satu agen perjalanan bernama Muhammad Taufik mengaku tertarik menjadi agen karena pengalaman pribadinya dua kali umrah dengan jasa First Travel, yakni pada 2013 dan 2015.

Meski dengan harga murah, Taufik merasa fasilitas yang diberikan selama beribadah di Tanah Suci cukup baik.

“Yang saya alami 2013 hanya Rp 10 juta bisa berangkat dengan fasilitas luar biasa,” kata Taufik saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (7/3/2018).

Paket promo umrah 2017 mulai diiklankan sejak 2015. Saat itu, kata Taufik, animo masyarakat untuk mendaftar sangat tinggi.

Tanpa perlu merekrut calon jemaah, kata dia, orang-orang yang tahu dirinya pernah umrah dengan First Travel mendatanginya untuk mendaftar. Akhirnya, ia menampung para calon jemaah dan uangnya ditransfer langsung ke perusahaan tersebut.

“Sebanyak 260 yang daftar, sudah setor Rp 4.316.800.000,” kata Taufik.

Untuk mendaftar sebagai agen, Taufik membayar sebesar Rp 2,5 juta dan diberi seminar pelatihan. Pihak First Travel menjanjikan setiap agen akan diberi feejika berhasil merekrut calon jemaah.

“Menariknya, kami dapat Rp 200.000 (perorang yang direkrut),” kata Taufik.

Medio pemberangkatan calon jemaah untuk paket promo yakni mulai Desember 2016 hingga Mei 2017. Namun, hingga lewat periode tersebut, calon jemaah masih belum mendapatkan jadwal penerbangan yang pasti.

Beberapa calon jemaah mengaku sempat di-reschedule atau dijadwal ulang beberapa kali.

Pendapat serupa disampaikan agen lainnya, Siti Rubiatu. Ia merekrut 74 jemaah yang seluruhnya sudah melunasi pembayaran. Dari jumlah tersebut, 44 orang di antaranya belum berangkat.

Siti mengaku mulanya tertarik menjadi agen karena harganya yang murah. Ia meyakini peminatnya pasti banyak sehingga fee yang dikumpulkan juga besar.

“Saya juga pernah jadi jemaah, berangkat 2016 harganya Rp 12,8 juta. Tapi diminta menambah Rp 1 juta karena dollar naik, jadi berangkat Rp 13,8 juta,” kata dia.

Sempat ragu

Sejumlah agen sempat ragu dengan harga yang ditawarkan First Travel. Mereka juga pernah menanyakan langsung pada manajemen perusahaan, mengapa dengan Rp 14,3 juta, calon jemaah bisa berangkat umrah dengan fasilitas yang dijanjikan baik.

“Saat seminar di Februari 2016, ada yang tanya, kok biaya Rp 14,3 juta bisa berangkat,” kata agen Ayutik Eka Putri saat bersaksi.

“Tapi dijawab, itu rahasia perusahaan,” ujar dia.

Ayutik menganggap sebenarnya harga tersebut tidak logis. Ia pun menanyakan hal yang sama pada pimpinan First Travel saat seminar.

Pertanyaannya itu direspons oleh Komisaris Utama Kepala Divisi Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki. Saat itu, kata dia, Kiki beralasan bahwa harganya murah karena tiket dipesan sejak jauh hari.

First Travel membuka pendaftaran promo umrah untuk keberangkatan 2017 sejak 2015.

“Dia bilang, kayak di Traveloka coba booking tiket setahun sebelumnya, harganya lebih murah,” kata Ayutik.

Namun, keraguan mereka menjadi beralasan saat para calon jemaah yang sudah mengantre panjang tak juga diberangkatkan. Taufik mengatakan, dirinya saat itu langsung curiga bahwa ada masalah dengan First Travel.

Di tengah masa menunggu keberangkatan, ada pengumuman bahwa calon jemaah harus menambah biaya Rp 2,5 juta perorang untuk charter pesawat.

Para agen mulanya menolak kenaikan harga karena sejak awal perusahaan itu menetapkan harga Rp 14,3 juta. Namun, saat itu pimpinan First Travel beralasan bahwa ada kendala teknis sehingga pembuatan visa mereka diblokir oleh provider.

“Kami tanya, solusinya kalau memang seperti itu apa? Beliau bilang, charterpesawat dengan cara menambah uang. Dengan begitu bisa dapat visa,” kata Taufik.

Akhirnya beberapa calon jemaah bersedia menambah uang charter. Namun, lagi-lagi, keberangkatan itu tinggal janji.

Tiga bos First Travel, Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, Komisaris Utama Kepala Divisi Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki, ditangkap pada Agustus 2017. Perusahaan tersebut juga akhirnya tak beroperasi lagi karena dibekukan.

Ketiganya didakwa melakukan penipuan atau penggelapan dana perjalanan umrah 63.310 calon jemaah. Mereka diduga menggunakan dana calon jemaah sebesar Rp 905 miliar untuk kepentingan pribadi.

First Travel menawarkan paket promo umrah murah seharga Rp 14,3 juta. Mereka menjanjikan calon jemaah akan diberangkatkan satu tahun setelah pembayaran dilunasi.

Namun, pada kenyataannya, hingga dua tahun berlalu para korban tak kunjung diberangkatkan.

Begini Taktik Dokter Bimanesh Saat Lindungi Novanto

BOGOR DAILY- Bimanesh Sutarjo akan menghadapi dakwaan jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dokter Rumah Sakit Permata Hijau itu dijerat dalam kasus dugaan merintangi proses hukum perkara korupsi e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

Pengadilan Tipikor sudah menetapkan jadwal dakwaan Bimanesh pada Kamis 8 Maret 2018. Hakim yang memimpin jalannya persidangan yakni Machfudin dengan hakim anggota Syaifudin Zuhri, Duta Baskara, Sigit Binaji, dan Titi Sansiwi.

Bimanesh ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Fredrich Yunadi, yang merupakan mantan kuasa hukum Setnov. Fredrich sendiri sudah menghadapi dakwaan jaksa KPK.

Di dalam surat dakwaan Fredrich, tergambar jelas peran dari Bimanesh Sutarjo. Keduanya pada Kamis 16 November 2017 melakukan rekayasa agar Novanto dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau untuk menghindari pemeriksaan penyidikan terhadap Setnov dalam kasus e-KTP.

Pada saat itu, sekitar pukul 11.00 WIB, Bimanesh Sutarjo sempat dihubungi oleh Fredrich Yunadi. Fredrich yang pada saat itu menjadi kuasa hukum Setnov meminta bantuan Bimanesh agar Novanto dirawat inap di RS Medika Permata Hijau dengan alasan menderita penyakit hipertensi.

Demi memuluskan rencana itu, di hari yang sama Fredrich mendatangi kediaman Bimanesh di Jakarta Selatan sekitar pukul 14.00 WIB. Fredrich memastikan agar Bimanesh mau membantunya agar Novanto dirawat inap.

Dalam pertemuan tersebut, Bimanesh menerima foto data rekam medis Novanto di RS Premiere Jatinegara. Novanto diketahui sempat dirawat di RS Premiere dengan alasan sakit jantung.

Saat itu Novanto tengah menanti putusan praperadilan pertama dirinya di PN Jakarta Selatan. Bimanesh kemudian menyanggupi permintaan Fredrich Yunadi padahal Bimanesh juga mengetahui bahwa Novanto tengah memiliki masalah hukum di KPK terkait kasus tindak pidana korupsi.

Menindaklanjuti permintaan Fredrich, Bimanesh kemudian menghubungi dokter Alia yang saat itu menjabat pelaksana tugas Manager Pelayanan Medik RS Medika Permata Hijau agar menyiapkan ruang VIP untuk ruang perawatan Novanto.

Alasan perawatan Novanto pada saat itu yakni menderita penyakit hipertensi. Padahal Bimanesh belum pernah melakukan pemeriksaan fisik mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

Demi meyakinkan dokter Alia, Bimanesh saat itu mengatakan sudah menghubungi dokter lainnya, yakni dr Mohammad Toyobi dan dr Joko Sanyoto untuk bersama-sama merawat Novanto. Padahal Bimanesh tidak pernah menghubungi kedua dokter tersebut.

Dokter Alia kemudian menghubungi dokter Hafil Budianto. Namun dokter Hafil Budianto menolak jika Novanto langsung masuk ke ruang rawat inap. Dokter Hafil meminta agar sebelum merawat inap, pasien harus terlebih dahulu masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Masih di hari yang sama, sekitar pukul 18.30 WIB, Bimanesh datang ke RS Medika untuk menanyakan keberadaan Novanto. Namun saat itu Novanto belum tiba di rumah sakit.

Permintaan rawat inap terhadap Novanto sempat ditolak. Namun Bimanesh membuat surat pengantar rawat inap dengan menggunakan form surat pasien baru IGD. Padahal saat itu Bimanesh bukan dokter jaga IGD.

Saat itu Bimanesh menulis Novanto dirawat inap lantaran diagnosa hipertensi, vertigo dan diabetes melitus.

Namun, sekitar pukul 18.45 WIB Novanto tiba di RS Medika Permata Hijau dan langsung dibawa ke kamar VIP 323 sesuai dengan surat pengantar rawat inap yang dibuat Bimanesh.

Lantaran masuknya Novanto ke RS Medika karena kecelakaan mobil, Bimanesh kemudian merintahkan perawat bernama Indri untuk membuang surat pengantar rawat inap Novanto hipertensi dibuang.

Masih di hari yang sama, sekitar pukul 21.00 WIB tim penyidik KPK melihat kondisi Novanto secara langsung dan menemukan bahwa Novanto baik-baik saja. Saat tim penyidik hendak melihat lebih dekat, Fredrich melarang dengan alasan Novanto tengah dirawat secara intensif oleh Bimanesh Sutarjo.

348.446 Perempuan Jadi Korban Kekerasan

BOGOR DAILY- Komisi Nasional Perempuan Kekerasan menyebut ribuan kasus kekerasan bersifat seksual terhadap perempuan justru banyak dilakukan orang-orang terdekat atau keluarga.

Dalam menyambut peringatan Hari Perempuan Internasional 8 Maret, Komnas Perempuan mengungkapkan kasus kekerasan terhadap perempuan pada 2017 mencapai 348.446 perkara.

“Sebanyak 1.210 di antaranya kasus inses,” Ketua Komnas Perempuan Azriana di kantornya, Jakarta, Rabu (7/3).

Ia merinci, sebanyak 425 kasus itu dilakukan ayah, 332 dilakukan paman, dan 89 kasus pelakunya adalah kakak.

“Tiga pelaku yang seharusnya menjadi pelindung, bukan lagi sosok yang aman bagi anak perempuan di dalam rumah,” kata Azriana.

Ia menegaskan kasus ini merupakan pekerjaan rumah terbesar bagi pemerintah. Menurutnya hukuman kebiri tidak memberikan dampak yang besar untuk mengurangi kasus inses.

Walaupun sudah ada penghukuman yang ditujukan untuk membuat jera tetapi tidak banyak mengubah darurat kekerasan seksual yang ada. Hal ini menunjukkan ada diskoneksi analisis negara terhadap penyebab kekerasan seksual dengan penanganannya,” katanya.

Azriana mengatakan selain inses kekerasan terhadap perempuan yang dapat dilakukan orang dekat adalah berupa penyebaran penyebaran foto atau video pribadi di internet. Komnas Perempuan mencatat ada 65 kasus jenis kekerasan ini.

“Kasus penyebaran yang bisa viral ini menambah beban psikis oleh korban. Penyebaran ini dilakukan supaya korban melakukan apa yang diinginkan pelaku. Kalau putus, para pria jangan menyebarkan foto-foto pribadi pacarnya, ya. Perilaku ini diatur UU ITE pasal 45 ayat 4,” kata dia.

Secara keseluruhan, Komnas Perempuan mencatat ada peningkatan jumlah kekerasan terhadap perempuan sebesar 74 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2017 tercatat ada 348.446 kasus pada 2017, dari 259.150 kasus pada 2016.

Proyek Tol Bogor-Serpong Via Parung Berpeluang Dilelang

BOGOR DAILY- Tiga proyek jalan tol prakarsa yang dalam tahap persetujuan studi kelayakan tengah ditinjau kembali oleh Badan Pangatur Jalan Tol sebelum diajukan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Kepala Panitia Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Eka Pria Anas menyatakan bahwa ketiga ruas tol tersebut yakni Tomang—Bandara yang diinisiasi oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk., PT Toll Square Jakarta dan PT Waskita Toll Road; Sentul Selatan—Karawang dan Bogor—Serpong (via Parung) yang kedua tol prakarsa tersebut diinisiasi oleh anak usaha United Tractors, PT Pama Persada Nusantara.

Apabila proses peninjauan yang dilakukan BPJT rampung, usulan prakarsa tersebut baru kemudian diajukan kepada Menteri PUPR untuk ditetapkan sebagai prakarsa.

“Kalau disetujui nanti akan ditetapkan sebagai prakarsa dan nanti baru dilelang,” kata Eka seperti dilansir Bisnis.com, Selasa (7/3/2018).

Sebelumnya, ketiga proyek jalan tol prakarsa tersebut berada dalam tahapan persetujuan studi kelayakan. Pemrakarsa ketiga jalan tol itu diminta supaya menyiapkan studi kelayakan, desain awal, dan dokumen perencanaan pengadaan tanah dalam waktu 8 bulan.

Sementara itu, Eka mengatakan bahwa dua usulan prakarsa lainnya yaitu ruas tol Cikunir—Karawaci yang diinisiasi oleh PT Earth Investment Indonesia & China Railway Group of Companies dan Penajam Paser—Teluk Balikpapan yang diinsiasi PT Waskita Toll Road (WTR) belum masuk tahap tinjauan.

Saat ini, pemrakarsa Cikunir—Karawaci tengah meminta tambahan waktu dalam rangka penyiapan berkas yang dibutuhkan. Sementara itu, usulan prakarsa Penajam Paser—Teluk Balikpapan juga masih dalam tahap pengumpulan dokumen.

“Penajam sudah evaluasi, secara prinsipnya sudah disetujui prakarsanya untuk studi lebih lanjut, sudah FS [feasibility study]. Dan kelihatannya akan tetap diberikan ke Waskita dan anggota konsorsiumnya,” ujar Eka.