Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 8844

Ya Ampun! Jalur Puncak Macet 10 Km

BOGOR DAILYArus lalu lintas di Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat menuju Jakarta dilaporkan macet sepanjang 10 km. Kepadatan arus lalu lintas ini terjadi sejak Senin (1/1) siang.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Bogor, Ajun Komisaris Hasby Ristama mengatakan, kemacetan tersebut merupakan imbas banyaknya warga masyarakat yang berlibur ke Puncak untuk berlibur.  “Terjadi kepadatan kurang lebih 10 kilometer,” kata Hasby

Hasby memperkirakan bakal ada 33 ribu kendaraan yang melintas di jalur puncak menuju arah Jakarta pada hari ini. Demi mengatasi kemacetan, Jalur Jakarta menuju Puncak ditutup pada pukul 12.00 hingga pukul 18.00 WIB. Itu dilakukan untuk memperlancar kendaraan yang akan turun.

Di samping itu, satuan Lalu Lintas Polres Bogor juga memberlakukan pengalihan arus untuk mengurai volume kendaraan.

“Ada di daerah Cianjur, dengan rute Jonggol-Cileungsi-Cibubur,”ujar Hasby. Hasby mengatakan, Polres Bogor mengerahkan sedikitnya 700 personel dari Polantas, Sabhara dan Brimob dalam rangka mengatur lalu lintas arus balik di jalur Puncak menuju Jakarta.

Hasby mengimbau agar para pengendara tetap berhati-hati selama melintas di jalur Puncak.

Ngeri! Jembatan Gantung di Penangkaran Rusa Tanjungsari Ambruk

BOGOR DAILY- Jembatan gantung menuju lokasi wisata penangkaran Rusa Cariu di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor ambruk, Senin (1/1/2018). Informasi yang dihimpun, puluhan wisatwan menjadi korban dalam insiden tersebut.

Jembatan tersebut dari bambu untuk akses wisatwan menuju lokasi penangkaran rusa. Data sementara korban yang berjatuhan sebanyak 30 orang.

Rinciannya satu orang mengalami luka berat, tiga orang luka sedang, dan 26 orang luka ringan. Satu orang yang mengalami luka berat di rujuk Ke RSUD Cileungsi dengan mobil ambulans petugas Puskesmas Tanjungsari.

Kapolsek Tanjungsari, Iptu Muhaimin membenarkan jika jembatan dilokasi wisata penangkaran rusa cariu itu saat ini terputus. Menurutnya, sekarang ini anggotanya dibantu bersama warga masih melakukan evakuasi para korban di lokasi kejadian.

“Saya belum bisa pastikan jumlah korbannya, sekarang saya masih dalam perjalanan menuju puskesmas untuk mengecek kondisi para korban,” singkatnya.

Penumpang di Stasiun Bogor Membeludak

BOGOR DAILYKepadatan penumpang terjadi di Stasiun Bogor di hari terakhir libur tahun baru. Kepadatan penumpang terjadi di setiap peron.

Antrean mulai terjadi ketika masuk Stasiun Bogor. Di loket karcis, kepadatan juga terjadi hingga ke pintu masuk peron. Penumpang harus antre ketika ‘tap’ kartu masuk peron.

“Ini ramainya lebih dari hari libur biasanya,” ujar salah satu penumpang, Mega.

Mega mengatakan, semua rute dari Bogor ke arah Jakarta disesaki penumpang. Penumpang terlihat berdesakan ketika pintu kereta dibuka. “Semua rute padat, Bogor-Jakarta Kota, Bogor-Tanah Abang, Bogor-Angke, semuanya padat,” ucapnya.

Dia menjelaskan, kepadatan ini kemungkinan terjadi karena volume penumpang yang sangat banyak.

“Ini kayaknya penumpangnya yang banyak. Soalnya kereta nggak ada gangguan, normal-normal saja tiap menit datang kereta,” tutur Mega

Tahun Baruan Bareng Pacar, Nidia Tewas di Jalan Parung

BOGOR DAILY-Nasib nahas dialami Nidia Hanifa (28) yang tewas usai sepeda motor yang ditumpanginya terlibat kecelakaan di Jalan Raya Parung-Bogor tepatnya didepan Toko Bangunan Jampang Indah KM 24, Desa Jampang, Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor pada Senin (1/1/2018) pagi tadi.

Nidia menderita luka cukup serius di bagian kepala saat sepeda motor yang ditumpanginya bersama teman prianya itu terlibat kecelakaan.

Meski sempat dilarikan kerumah sakit, namun nyawa wanita asal Kampung Ciaruteun Udik RT 1/2 Desa Ciaruteun Udik, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor itu tidak tertolong.

Insiden kecelakaan maut itu terjadi selepas perayaan tahun baru sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi.

Kanitlaka Lantas Polres Bogor, Iptu Asep Saepudin menerangkan, saat itu korban naik sepeda motor Honda Verza bernomor polisi B 6125 PYU yang dikendarai oleh teman prianya yakni Indra Sukarta.

Saat bergerak dari arah Parung menuju ke arah Bogor stang sebelah kiri motor yang ditumpangi korban diserempet sepeda motor lain hingga sepeda motor itu pun oleng ke kanan menabrak median pembatas jalan dan jatuh ke kanan lalu menabrak kendaraan Daihatsu Ayla bernomor polisi B-1969-BYO yang datang dari arah berlawanan.

“Untuk sepeda motor yang menyerempet korban melarikan diri setelah kejadian,” kata Iptu Asep, Senin (1/1/2018).

Sementara itu, kata dia, teman pria korban yakni Indra Sukarta (27) hanya mengalami luka lecet lutut kanan, dagu dan bahu kanan sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sentosa, Kemang untuk dilakukan pertolongan medis.

“Untuk penumpang sepeda motornya meninggal dunia dirumah sakit karena luka dalam dibagian kepala,” terangnya.

Polresta Bogor Kota Stok Surat Tilang di Malam Tahun Baru

0

BOGOR DAILY- Polresta Bogor Kota menyiapkan ribuan kertas tilang untum menindak pelanggar lalu lintas pada malam pergantian tahun.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan bahwa pihaknya tetap akan melakukan prosedur jika ada pengguna jalan yang melanggar lalu lintas pada malam pergantian tahun.

“Kita jalankan prosesur seperti biasa, kita menyiapkan berapa ribu tilang, artinya bukan mencari kesalahan, tapi buat situasi ini tertib,” katanya.

Ulung menambahkan hal itu dilakukan agar lalu lintas pada malam pergantian tahun tetap tertib dan lalu lintas lancar.

Selain itu kata Ulung, pihaknya juga sudah menyiapkan 1100 personel gabungan TNI-Polri. “Pernosel gabungan dari TNI-Polri itu 1100 ribu lebih, nanti kita parkir water canon di Sempur,selain itu intel kodim, TNI digabung dengan smSatserse Polresta Bogor Kota akan berkoordinasi,” ujarnya.

Ulung juga mengimbau agar masyarakat tidak berlebihan dalam merayakan malam pergantian tahun. ” Untuk tahun baru ini silahkan merayakan tahun baru, tidak berlebihan,  jangan minum minuman keras, dan jangan pakai narkoba,” katanya

Lagi! PKL di Kota Bogor Diberangus Jelang Tahun Baru

0

BOGOR DAILY-Menjelang perayaan Tahun Baru, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor intensif melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan penjual petasan. Jalan Suryakencana dan Jembatan Merah merupakan dua titik yang menjadi prioritas pemantauan.

Kepala Satpol PP Kota Bogor Hery Karnadi mengatakan, operasi ini dilakukan guna menciptakan kondisi aman dan nyaman saat pergantian tahun. “Kami bersihkan PKL yang membanjiri jalanan, yang berpotensi membuat jalanan macet,” ucapnya, Ahad (31/12).

Operasi sudah dilakukan selama hampir sepekan. Diawali dengan jalur di Jalan Sawojajar, Satpol PP menertibkan PKL di Jalan Dewi Sartika dan MA Salmun. Tidak harus melalui paksaan, penertiban berjalan tertib karena para pedagang sudah inisiatif beberes ketika melihat petugas datang.

Tidak hanya terhadap PKL, Hery menuturkan, pihaknya turut melakukan razia pada pedagang petasan dan kembang api. “Baik yang di jalanan maupun toko di Jalan Suryakencana, Jembatan Merah serta Pasar Anyar,” ujarnya.

Dalam penertiban tersebut, Satpol PP melakukan pendataan dan memberi peringatan kepada para penjual. Meski belum ada indikasi rumit, penertiban dilakukan guna mencegah potensi petasan sebagai salah satu pemicu kerawanan sosial pada pergantian tahun.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Theo Patrocinio Freitas, mengatakan, keberadaan PKL cenderung berdampak terhadap arus lalu lintas di Kota Hujan. Jalanan jadi semakin padat. Selain area dagangan yang memakan area jalanan, banyak kendaraan yang berhenti, ingin membeli dagangan dulu, makanya jadi macet, ujarnya.

Menurut Theo, jalanan yang kerap terkena imbas adalah jalur alternatif seperti Jalan Dewi Sartika dan Jalan Pengadilan. Dua jalur ini sering digunakan pengendara untuk menghindari sistem satu arah (SSA) di lingkaran Kebun Raya Bogor (KRB). “Apabila di jalanan itu banyak PKL dan parkir, otomatis jalur menjadi macet. Tidak hanya di dua jalur alternatif, juga di jalanan utama. SSA jadi ikut kena imbas, memengaruhi kelancaran di sana,” ujar Theo.

Astaga! 2 Remaja Bogor Tega Bacok Temannya Hingga Tewas

0

BOGOR DAILY- Dua siswa SMA tega menghabisi nyawa temannya sendiri di lokasi kejadian Jalan Cibeureum, Desa Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Kejadian tersebut lantaran dua orang yang menjadi pelaku itu menganiaya seorang temannya.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Ulung sampurna Jaya mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Minggu (31/12/2017) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Pelaku penganiayaan itu pun sudah diamankan oleh pihak kepolisian. “Ada dua pelakunya dan sudah ditangkap ternyata temannya sendiri,” ujarnya di Mako Polresta Bogor Kota Jalan Kapten Muslihat.

Ulung menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula ketika korban berinisial ML meminjam topi milik pelaku NP.

Namun ketika pelaku menagih topi miliknya terlibat percekcokan yang berujung pembacokan oleh NP dan MA. “Awalnya korban ini meminjam topi kepada pelaku, namun tidak  dikembalikan nah sekitar pukul 02.00 WIB terjadilah pemukulan dan pembacokan,” ujarnya.

Ulung menambahkan bahwa ketika melakukan perbuatan tersebut para pelaku terpengaruh oleh minuman keras.

“Mungkin karena emosi dan terpangaruh minuman keras sehingga pelaku tega membacok korban, dan yang membawa ke rumah sakit juga pelakunya,” katanya.

Dari pelaku pihak kepolisian menyita dua bilah crlurit dan sebuah topi yang diperebutkan. Kini pihak kepolisian pun masih terus melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap pelaku.  Atas kejadian tersebut Kapolresta Bogor Kota juga mengimbau agar selalu waspada. Pihaknya juga kini telah gencar melakukan patroli dan razia diberbagai lokasi.

“Jadi seperti yang saya sampaikan bahwa kita harus terus waspada, dan sampai kita juga sering melakukan patroli skala besar, dan untuk para orangtua kalau sudah lebih dari pukul 23.00 WIB anak tidak ada lebih baik dicari,” katanya.

Putri Bos Indofood Terpeleset Hingga Meninggal Dunia

0

BOGOR DAILY- Putri bungsu pengusaha Franciscus Welirang, pemimpin perusahaan Indofood, Deynica Welirang meninggal dunia saat berlibur ke Singapura. Deynica Welirang yang merupakan cucu dari pemilik perusahaan Indofood itu mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat 29 Desember 2017 kemarin di usia 39 tahun.

Setelah sempat tak ada keterangan mengenai penyebab meninggalnya Deynica akhirnya Francisus angkat bicara. Ia mengungkapkan penyebab putri tercintanya meninggal dunia karena terpeleset dan jatuh sehingga berakibat kecelakaan fatal.

“Putri kami Deynica terpeleset dan jatuh sehingga mengalami kecelakaan yang fatal. Deynica telah berpulang dengan tenang ke Rumah Tuhan,” tulis Franciscus dalam akun Facebooknya yang diposting pada Sabtu 30 Desember 2017.

Ia pun mengucapkan rasa terimakasihnya kepada setiap orang yang telah mengucapkan bela sungkawa dan memberi doa kepada keluarganya. “Kami sekeluarga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas ungkapan bela sungkawa dan doa yang tulus dari Bapak Ibu,” tulisnya.

Demikian tulisan lengkap Franciscus mengenai meninggalnya Deynica yang diposting pada akun Facebooknya pukul 19.49 WIB, Sabtu 30 Desember 2018.

Sebelumnya kabar meninggal Deynica telah lebih dulu disampaikan oleh Manajemen Sinar Mas Group lewat akun Twitter resmi pada Sabtu kemarin.

“Segenap Komisaris, Direksi, dan Karyawan Sinar Mas mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Deynica Welirang (Putri dari Direktur Indofood Bapak @FWelirang dan Ibu Mira Salim) Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” demikian cuitan Sinar_MasID, dikutip, Sabtu 30 Desember 2017.

Seperti diketahui, Deynica Welirang, cucu dari Liem Sioe Liong ini meninggal di Singapura pada tanggal 29 Desember 2017. Dirinya meninggal hanya 2 hari setelah hari ulang tahunnya yg ke-39.

Deynica merupakan putri dari pasangan Fransiscus Welirang dan Mira Salim yang merupakan pemilik Indofood

Shuttle Bus Standby Antar Pengunjung ke Puncak

BOGOR DAILY-Pada malam tahun baru 2018, sedianya di Jalur Puncak bakal dilakukan penutupan jalur atau car free night. Rupanya pihak Satlantas Polres Bogor akan menyediakan lima unit Shuttle Bus untuk masyarakat yang hendak ke Puncak.

Menurut Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama, bus tersebut akan mengangkut masyarakat yang terjebak penutupan Jalur Puncak tersebut. “Iya, ada shuttle bus saat car free night,” ujar Hasby di Pos Polisi Gadog.

Nanti, bus tersebut akan disediakan di area parkir Masjid Agung Harakatul Jannah, Simpang Gadog untuk mengantar masyarakat yang akan menuju Puncak.

Namun, rute dari bus untuk masyarakat ini belum diketahui secara pasti. Hasby mengatakan bahwa kemungkinan nantinya bus tersebut dari Simpang Gadog melaju ke Taman Safari kemudian kembali ke Simpang Gadog.

Namun ia mengatakan bahwa pihaknya tetap menghimbau masyarakat yang ingin ke Puncak untuk datang lebih awal sebelum penutupan jalur pada Minggu (31/12/2017) pukul 18.00 WIB.

“Bus itu kan cuma ada lima, jadi tidak mungkin menampung semuanya. Jadi tetap kita imbau masyarakat datang lebih awal sebelum penutupan jalur atau bisa pakai motor masih bisa lewat,” ungkap Hasby.

Kakorlantas Polri Ikut Tutup Jalur Puncak, Begini Penampakannya

BOGOR DAILY-Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa ikut menutup jalur menuju Puncak, Bogor. Royke mengatakan jalur menuju puncak sudah sepi sebelum penutupan dimulai petang tadi.

Royke ikut menutup jalur menuju Puncak di KM 45 Tol Jagorawi selepas Gerbang Tol (GT) Ciawi, Minggu (31/12/2017). Kendaraan yang menuju Cianjur dan Bandung melalui Tol Jagorawi dialihkan melalui jalur Ciawi-Sukabumi Kota-Cianjur-Bandung.

“Jalur puncak resmi ditutup ya,” kata Royke di lokasi.

Menurut Royke masyarakat sudah mengetahui jalur Puncak akan ditutup jelang malam pergantian tahun. Karena itu, jalur Puncak sudah sepi sesaat sebelum penutupan.

“Belum kita tutup sudah sepi yah, ini artinya masyarakat sudah pintar mengatur ritme, sudah tahu waktu-waktunya” imbuhnya.

Royke mengatakan kendaraan menuju Cianjur dan Bandung dari arah Jakarta dialihkan melalui Sukabumi dan Jonggol. “Jadi bukan ditutup nih, tapi dialihkan,” katanya.

Pantauan dilokasi, arus kendaraan menuju Puncak baik melalui Tol Jagorawi maupun melalui jalan raya Ciawi masih terpantau relatif sepi. Tidak ada penumpukan kendaraan di sepanjang simpang Gadog hingga Megamendung. Kendaraan yang menuju puncak, masih didominasi oleh kendaraan roda dua yang datang dari arah Jalan Raya Ciawi.

Polisi menutup Jalur Puncak selama malam pergantian tahun. Sebagai solusi untuk warga dan wisatawan yang tetap ingin ke Puncak dan tertinggal rombongannya, polisi sudah menyiapkan 4 (empat) unit bus untuk mengangkut warga secara gratis.

Bus dengan kapasitas 31 penumpang tersebut disiagakan di simpang Gadog. Untuk warga yang membawa roda empat, bisa diparkir di halaman parkir Masjid Haroqatul Jannah yang berada di seberang Pos Gadog.