Tuesday, 21 April 2026
Home Blog Page 8861

Proyek Rp19 Miliar Dispora Molor, Ini Kata Bupati

BOGOR DAILY- Pembangunan gedung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor di area Stadion Pakansari, Kecamatan Cibinong, dikabarkan mangkrak. Hingga kemarin, pengerjaan gedung dengan anggaran Rp19 miliar itu masih 65 persen. Hal serupa terjadi pada pembangunan gedung laga tangkas dan laga satria. Bupati Bogor Nurhayanti pun langsung mendatangi lokasi, kemarin.

Dari papan pengumuman yang dipasang di area lokasi, sejak Juli 2017 pembangunan gedung kantor Dispora Kabu­paten Bogor dikerjakan PT Karya Sepakat Kita-CV Timbul Jaya dengan konsultan peren­cana PT Wastu Graha Ken­cana dan konsultan pengawas­nya PT Azevedopratama Con­sultans. Dengan dibiayai APBD Kabupaten Bogor sebesar Rp19.021.900.000, proyek pembangunan kantor tersebut sebenarnya hanya memakan waktu 165 hari kerja. Namun hingga saat ini pembangunan di lokasi baru 65 persen.

Molornya pembangunan itu terlihat saat Nurhayanti sidak ke lokasi proyek, kemarin. Tak hanya gedung dispora, pembangunan gedung laga tangkas dan laga satria juga molor. Nurhayanti tampak menarik nafas panjang saat mengetahui progres pembangu­nan yang baru 50 persen.

Menurut dia, sidak tersebut untuk memastikan bahwa pembangunan gedung laga tangkas dan gedung laga satria bisa selesai tepat waktu. Apa­lagi, gedung pertandingan tersebut merupakan salah satu kesiapan Kabupaten Bo­gor untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Por­da) Jawa Barat 2018.

“Saya ingin pembangunan kedua gedung tersebut beres tepat waktu, termasuk pembangunan kantor Dispora Kabupaten Bogor. Sehingga dengan kantor yang represen­tatif pelayanan bisa meningkat,” ujarnya.

Sidak pun dilanjutkan ke pembangunan Masjid Baitul Faidzin dan rehab pembangu­nan kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor. Ia sangat mengapresiasi karena progres pembangunan gedung sudah mencapai 78 persen. Kepada pihak ketiga, ia me­minta segera menyelesaikan­nya karena masih ada keku­rangan yang harus dibenahi. “Dengan waktu kontrak seben­tar lagi, masih ada target pe­kerjaan yang sampai saat ini masih kurang. Saya minta menambah pekerja dan bahan bangunan sehingga bisa sele­sai tepat waktu,” tegasnya.

Sementara itu, Kuasa Peng­guna Anggaran yang juga Ke­pala Dinas Pemuda dan Olah­raga Yusuf Sadeli mengatakan, dari progres pembangunan tiga gedung ini serapan ang­garan dinasnya baru mencapai 40 persen. “Dengan progres pembangunan tiga gedung di atas 50, 60 dan 73 persen, se­rapan anggaran dispora me­ningkat dari awalnya 9 persen menjadi 40 persen. Kami men­gharapkan dengan selesainya tiga proyek besar di atas serapan anggaran bisa di atas 90 atau bahkan 100 persen,” katanya.

Terpisah, Manajer Proyek PT Karya Sepakat Kita Tati Har­tati menuturkan, lambannya pembangunan kantor Dis­pora yang menelan anggaran Rp73 miliar ini karena peng­erjaan pemadatan tanah sem­pat molor dari jadwal.

“Dari lama waktu pengerjaan pembangunan kantor Dis­pora yang memakan waktu lima bulan, hampir tiga bulan lamanya kami pakai untuk memadatkan tanah yang awal kondisi tanahnya curam se­kali. Ke depan kami akan kejar waktu pengerjaan interior dan mechanical electric,” katanya.

Seperti diketahui, tiga proyek milik dispora itu bernilai hing­ga Rp90 miliar. Di antaranya laga tangkas sebagai tempat pertandingan voli, basket hing­ga futsal. Laga satria untuk pertan­dingan bela diri serta kantor untuk kegiatan perkantoran dispora. Rincian anggarannya laga tangkas Rp40 miliar, satria Rp30 miliar dan kantor Rp20 miliar.

Bookingan Vila dan Hotel di Puncak Masih Sepi

BOGOR DAILY-Perayaan tahun  baru tinggal satu bulan lagi. Hal itu bia­sanya memberi keuntungan bagi pemi­lik hotel dan vila di Puncak. Mereka bi­asa kebanjiran tamu perayaan pergan­tian tahun itu. Namun menjelang tahun baru 2018, sejumlah hotel dan vila di Puncak belum mengalami peningkatan jumlah pesanan.

Ketua PHRI Kabupaten Bogor Budi Sulityo memaparkan, lonjakan berarti biasanya terjadi awal Desember. Namun sejak beberapa tahun terakhir, tingkat pesanan hotel pada hari libur Natal dan Tahun Baru susah diprediksi. ”Terkadang jauh-jauh hari sudah ada lonjakan pes­anan hotel. Namun, terkadang saat sudah mendekati hari H baru banyak yang booking,” ujarnya.

Upaya pihak hotel sendiri, lanjut dia, terus seperti dilakukan menjual guna paket menarik tahun baru konsumen, dengan berbagai acara. Selain itu, tak jarang Spi­hak hotel memberikan diskon. ”Ya, bia­sanya hotel di Puncak ngadain acara pergantian tahun untuk menarik tamu,” ungkapnya.

Namun, PHRI juga mengaku belum merancang acara perayaan tahun baru dikarenakan kepemimpinan di PHRI baru hitungan bulan. ”PHRI rupanya belum merancang suguhan kegiatan dimalam tahun baru sebagai upaya me­narik pengunjung” jelasnya.

Hal serupa dirasakan pengelola vila di Puncak, Heri Setiawan. Menurut dia, sampai saat ini belum ada pemesan
vilanya untuk libur Natal maupun Ta­hun Baru. ”Mungkin Desember akan banyak yang memesan vila di Puncak,” ungkapnya.

Heri juga mengungkapkan bahwa pen­gunjung vilanya biasanya dari pelanggan lama,karena  vilanya tidak mempromosi­kan sesuatu seperti vila lain. ”Kalau vila lain biasanya dipesan melalui internet,karena mereka sering promosi di online,” pungkasnya.

Pemkab Bogor Minta Duit ke DKI Rp13,2 Miliar

BOGOR DAILY- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah mengajukan bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Usulan ini pun dibahas di DPRD DKI Jakarta, kemarin.

Dalam rapat pembahasan anggaran di Komisi A DPRD DKI Jakarta, Pemprov DKI telah memasukkan permintaan Pemkab Bogor untuk menganggarkan bantuan keuangan (bankeu) di APBD DKI 2018.

Bupati Bogor sendiri memiliki alasan mengapa pihaknya berani ‘menodong’ Gubernur DKI Anies Baswedan bankeu senilai Rp13,2 miliar. Selain karena Kabupaten Bogor berbatasan dengan DKI Jakarta, selama ini truk sampah milik DKI hilir mudik atau melintas di Jalan Transyogi milik Kabupaten Bogor.

“Jadi memang tahun kemarin kita dapat bantuan sampah. Sekarang ada beberapa item yang kita usulkan lagi, totalnya Rp13,2 miliar. Sebagai daerah tetangga kan harus sama-sama membantu,” ujar Nurhayanti kepada Metropolitan.

Beberapa bidang yang diusulkan juga terkait masalah transportasi, kesehatan dan sampah. “Usulan itu nantinya akan diverifikasi Pemda DKI sesuai manfaat dan biaya yang diusulkan,” urainya.

Sementara dari hasil pembahasan DPRD DKI Jakarta, terungkap alasan Pemkab Bogor mengajukan bankeu tersebut karena akan dibelikan jaring-jaring sampah di kali agar sampah tak masuk ke Jakarta. Selain itu, dana itu juga akan dialokasikan untuk menyuplai dana ke RSUD Ciawi.

Sebab, selama ini RSUD Ciawi kerap menangani pasien kecelakaan pada akhir pekan. Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI William Yani mengatakan, Pemprov DKI harus benar-benar mengawal bankeu tersebut. “Ya okelah itu. Tapi harus dikawal benar bahwa yang diminta itu memang dikerjakan untuk hal-hal yang dijadikan alasan,” kata William dalam rapat.

Ponpes di Cigudeg Hangus Terbakar, Begini Nasib Santrinya

BOGOR DAILY-Pesantren Darunnajah, Desa Argapura, Cigudeg, Kabupaten Bogor, habis dilalap api. Penyebabnya seorang santri yang masih duduk di kelas 4 SD bermain api.

Kebakaran yang menghanguskan 10 ruangan itu terjadi pada Minggu (26/11) sekitar 16.30 WIB. Kala itu tidak ada yang melihat santri tersebut sedang bermain api di kamarnya.

Saat api mulai membesar, santri ini panik dan menutup api dengan selimut. Mengira api sudah padam, dia pun pergi meninggalkan kamarnya.

“Salah satu santri kelas 4 SD yang bermain api di ruangan, api membesar dan dengan panik santri tersebut menutup api dengan kain selimut kemudian ditinggalkan begitu saja. Anggapan santri tersebut api sudah mati,” sebut Kasubbag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena dalam keterangannya, Senin (27/11).

Api yang tertutup selimut ternyata tidak padam. Namun, semakin membesar. Api yang semula berada di kamar santri menjalar ke ruangan lain.

Setelah api sudah merambat ke 10 ruangan pada sekitar 17.30 WIB, baru satu unit mobil pemadam kebakaran datang untuk menghentikan kebakaran. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sedangkan kerugian akibat kebakaran ini belum dapat ditaksir.

6 Siswa SMP Rumpin Adu Ilmu Kebal, Hasilnya Malah 1 Tewas

BOGOR DAILY- Satu pelajar kembali menjadi korban perkelahian satu lawan satu antar pelajar. Kali ini pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang terlibat dalam perkelahian adu ilmu itu.

Siswa SMP kelas 3 di Kabupaten Bogor bernama Ahmad Raih Syahdan (16) menjadi korban dalam pertarungan tersebut.

Kejadian itu berlangsung di Kampung Leuwi Halang, Desa Gonang, Kecamtatan Rumpin, Kabupaten Bogor pada Jumat (24/11/2017) sekitar pukul 16.30 WIB.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky mengatakan adu ilmu tersebut melibatkan enam pelajar.

“Jadi tiga lawan tiga, mereka mau adu ilmu, tapi ternyata korban ini tidak punya ilmu, dan akhirnya terkena tebasan celurit sampai meninggal,” ucap Andi di Polres Bogor, Sabtu.

Berbeda dengan kejadian tarung gladiator yang sebelumnya pernah terjadi di Kota Bogor. Insiden yang menewaskan pelajar berusia 16 tahun ini lebih kepada adu ilmu.

“Beda dengan duel maut, kalau kasus ini adu ilmu, mereka janjian dan tidak ada orang yang menonton,” ujar Kapolsek Rumpin, Kompol Sudin Simangunsong saat dikonfirmasi.

Korban berhadapan dengan pelaku, DM (16) dalam adu ilmu tersebut.Satu celurit digunakan untuk menguji ilmu masing-masing pelajar secara bergantian.

Ketika itu baru korban dan pelaku, DM saja yang saling beradu ilmu satu lawan satu. Korban sempat menyerang pelaku dengan celurit, namun pelaku justru tidak terluka meski telah terkena sabetan celurit.

“Saat pelaku mau menyerang balik, korban sempat lari kabur dan dikejar, kemudian korban terkena bacokan di bagian pinggang bagian belakang, paha, dan lain sebagainya hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” Ujar Kompol Sudin.

Korban mengalami luka robek hingga langsung membawanya ke Puskesmas Rumpin. Namun nahas, nyawa korban sudaj tak bisa tertolong.

Korban pun kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati untuk diautopsi.  Pasca kejadian, aparat kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Polisi kemudiam mengamankan satu pelajar berinisial DM yang diduga melakukan pembacokan terhadap korban. “Sekarang pelaku masih dalam pemeriksaan,” tandas Kompol Sudin.

Begini Penampakan Sedan Tabrak Pembatas Jalan Tol Jagorawi

0

BOGOR DAILY- Mobil sedan menabrak pembatas jalan di Km 03 Tol Jagorawi. Sedan tersebut hilang kendali di ruas jalan yang menuju ke Bogor.

“Memang benar ada kecelakaan di Tol Jagorawi Km 03. Mobil Toyota Camry hilang kendali dan menabrak pembatas jalan tol,” kata petugas call center NTMC Polri Irka ketika dihubungi, Minggu (26/11/2017).

Kecelakaan ini terjadi pada pukul 09.15 WIB. Saat ini petugas sudah selesai mengevakuasi kendaraan berpelat nomor polisi B-2214-BA ini.

Belum diketahui soal kondisi pengemudi sedan tersebut. Lalu lintas di sekitar lokasi tersendat.

“Untuk saat ini kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut soal kondisi pengemudi. Kondisi lalu lintas terpantau tersendat di lokasi. Sementara di arah sebaliknya terpantau ramai lancar,” ujarnya

Rebutan Lahan, Dua Ormas Bentrok. Nih Videonya

BOGOR DAILY- Warga sekitaran Perum Billabong, Desa Cimanggis, Bojong Gede, Kabupaten Bogor dikejutkan dengan terjadinya bentrok antarorganisasi masyarakat (ormas), Sabtu (25/11). Bentrok itu diduga karena persoalan rebutan lahan.

Kejadian bermula karena rebutan lahan yang diduga sengketa itu menjadi tempat kumpul salah satu ormas. Kemudian ditertibkan oleh ormas lain karena instruksi pihak lain yang mengaku sebagai pemilik lahan.

“Suasana sempat memanas setelah di media sosial ramai menyebutkan isu SARA atas bentrok di Billabong. Ada yang menyebut bangunan yang dirobohkan adalah tempat ibadah. Tetapi setelah petugas yang mengamankan para pelaku dari lokasi yang diratakan tersebut memang tempat itu sebagai tempat berkumpul, lalu salat biasa saja bukan tempat ibadah pada umumnya,” kata Kapolresta Depok Kombes Pol Herry Heryawan, Sabtu (25/11).

Pihaknya langsung sigap dengan adanya peristiwa itu. Petugas dikerahkan ke lokasi mengantisipasi bentrok meluas. Puluhan orang diduga pelaku pengrusakan dan di bawa ke Mapolresta Depok dengan kendaraan taktis Barracuda.

“Sebanyak 44 orang dari kubu ormas yang disuruh developer. Dua orang sisanya kami amankan sebagai developer. Mereka akan dimintai keterangan untuk penyelidikan,” tukasnya.

Petugas pun disiagakan untuk mengantisipasi hal tak diinginkan. Petugas gabungan lengkap dengan kendaraan taktis dari Polresta Depok dibantu TNI Koramil Bojonggede, anggota Brimob Kedunghalang Kabupaten Bogor berjaga di lokasi.

VIDEO:

Korban Tewas Bom Mesir Bertambah Jadi 235 Orang

0

BOGOR DAILY-Sebanyak 235 orang tewas akibat serangan bom dan penembakan, di masjid Al-Rawdah, di Bir al-Abed, Provinsi Sinau Utara, setelah jamaah baru selesai menunaikan shalat Jumat.

Selain itu, 120 orang lainnya mengalami luka-luka. Pemerintah langsung mengeluarkan hari berkabung nasional selama tiga hari untuk mengenang korban-korban.

Dilansir dari Al Jazeera, Jumat (24/11/2017), Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi mengutuk penyerangan yang dia sebut sebagai aksi kejahatan dan pengecut.

“Petugas keamanan dan polisi akan mengusut tuntas peristiwa ini dan mulai memperbaiki keamanan dan stabilitas dengan seluruh pasukan,” katanya.

Militer Mesir langsung meluncurkan serangan udara di area pegunungan di sekitar Bir al-Abed, beberapa jam setelah aksi penyerangan.

Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Namun, kelompok militan lokal yang berafiliasi dengan ISIS pernah mengklaim melakukan serangan-serangan di Mesir sebelumnya.

Serangan Paling Mematikan di Mesir dalam 30 Tahun Terakhir (AFP)

Serangan diawali dengan ledakan bom, yang kemudian dilanjutkan dengan tembakan beruntun ke arah jamaah yang masih hidup dan berlari menyelamatkan diri.

Puluhan korban tewas terlihat terkapar di dalam masjid. Kebanyakan dari mereka telah ditutup dengan kain berwarna putih, sementara beberapa terbungkus dengan permadani.

Sebelumnya, serangan di Sinai sebagian besar menargetkan petugas keamanan dan kelompok minoritas Kristen Koptik Mesir.

Namun, teror bom juga menyerang Masjid  Bir al-Abed yang menjadi sasaran empuk, karena berada di luar kota utama provinsi tersebut.

Lagi! Duel Gladiator Tewaskan Siswa SMP Rumpin

BOGOR DAILY- Perkelahian antarpelajar di Bogor, Jawa Barat berujung maut. Seorang siswa SMP tewas setelah duel dengan pelajar sekolah lain.

Korban berinisial ARS (16), warga Kampung Nyuncung, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Bogor, tewas akibat luka bacokan di bagian pinggang belakang, pinggul, lengan kanan atas dan bawah.

Informasi yang dihimpun, aksi itu dilakukan setelah mereka pulang dari sekolah masing-masing sekitar pukul 16.30 WIB, Jumat 24 November 2017.

Awalnya, korban bersama dua teman sekolahnya janjian untuk duel satu lawan satu dengan tiga pelajar sekolah lain di Lapangan Leuwihajang, Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Jumat sore.

Setelah bertemu mereka bertarung satu lawan satu secara bersamaan di tengah lapangan.

Nahas, ARS mengalami sejumlah luka bacokan oleh lawannya. Teman korban yang ada di lokasi kejadian langsung membawanya ke rumah sakit terdekat.

Namun nyawa siswa kelas III ini tidak tertolong saat mendapat penanganan medis.

“Korban tewas di rumah sakit karena kehabisan darah,” kata Kapolsek Rumpin Kompol Surdin Simangunsong, Sabtu (25/11/2017).

Polisi sudah mengamankan dua pelaku yang diduga menyebabkan korban meninggal dunia usai perkelahian tersebut.

“2 terduga pelaku yaitu DM dan SN sudah diamankan. Saat ini keduanya masih dimintai keterangan,” ujar Sudin.

Menurut Sudin, duel antar pelajar sekolah ini diduga sudah dipersiapkan sebelumnya. Baik dari pihak lawan maupun korban membawa senjata tajam dari rumah mereka masing-masing.

“Sepertinya mereka sudah janjian sebelumnya,” kata Sudin.

Polisi saat ini sedang menyelidiki kasus duel maut yang menewaskan satu orang pelajar SMP swasta di Kecamatan Rumpin, Bogor, meskipun pihak keluarga korban menolak divisum.

“Kalau pihak keluarga korban tidak mau divisum, karena kejadian ini dianggapnya musibah,” pungkas Surdin.

Berpolitik Bodoh

0

Oleh: Sugeng Teguh Santoso, SH
(Calon Walikota Bogor 2018)

Calon walikota ingusan. Mungkin ada benarnya istilah itu dialamatkan pada saya. Apalagi melihat latar belakang saya sebagai seorang aktivis sekaligus praktisi hukum yang  membulatkan tekad untuk maju di Pemilihan Wali Kota Bogor (Pilwakot).

Walaupun belum mengantongi rekomendasi partai, saya tetap ikhtiar menyosialisasikan diri sebagai calon walikota. Saya datangi warga dari kampung ke kampung. Menyusuri gang sempit hingga masuk ke pemukiman warga yang tak hanya padat tapi juga kumuh.

Saya pun membaur bersama mereka yang kebanyakan hidup pas-pasan. Seabreg masalah pun akhirnya mereka curahkan, begitu saya memperkenalkan diri sebagai calon walikota.
Bukan sekedar harapan dan permintaan yang ditumpahkan. Bundelan proposal juga banyak disodorkan.

Bahkan, fasilitas umum yang seharusnya memiliki pos anggaran untuk dirawat juga banyak dikeluhkan. Mulai dari posyandu rusak, MCK, aula, perbaikan mushola dan seabreg masalah lainnya.

Semua itu ditodongkan  ke saya dengan harapan keinginan itu bisa diwujudkan. Kadang ada pula warga yang menatap saya dengan skeptis dan penuh curiga. Karena, merasa setiap calon kepala daerah dan bahkan anggota dewan sekalipun hanya bisa memberikan janji manis.

Itu pula yang saya baca dari raut mereka.”Ah…paling pak STS cuma janji doang” kira kira begitu batin mereka.

Tentu sebagai calon walikota ingusan yang tidak memiliki mentor politik, saya cuma bisa menengok kanan-kiri. Saya memperhatikan apa yang dilakukan oleh para politisi senior yang sudah mengakar di kota ini. Tapi sayangnya, saya tidak mendapatkan model solusi.

Karena, sekelas anggota dewan pun mereka sering memberikan ‘angin surga’ kepada warga lewat program aspirasi yang katanya akan diperjuangkan. Tapi kenyataannya? Janji itu justru berbanding terbalik dengan kenyataan yang selama ini dirasakan warga.

Pantas saja, banyak warga yang sering tak percaya dengan sosok calon wakil ataupun pemimpinnya di pemerintahan. Akhirnya, saya pun tetap menjadi diri sendiri.Saya sadar tidak bisa memenuhi semua keinginan warga. Tapi, rasa empati yang sudah mendarah daging jauh sebelum pencalonan ini dilakukan menjadi kekuatan saya untuk meringankan penderitaan warga.

Beberapa masalah warga akhirnya saya janjijan dan saya penuhi ketika memang ada rezekinya. Saya selalu berusaha memberikan solusi cepat, bahkan kadang naif bereaksi cepat tanpa mikir resiko pada diri sendiri.

Kata orang, saya telah berpolitik bodoh. Karena, apa yang saya lakukan bisa menguras dana. Padahal, belum tentu orang yang saya tolong memilih saya jadi walikota. Apalagi rekomendasi partai pun masih belum jelas.

Ya, bisikan itu sering berseliweran di telinga. Mungkin benar, inilah kebodohan dalam wilayah politik praktis. Tapi, bagi saya masalah warga adalah nyata, faktual dan perlu diatasi kalau saya bisa dan mampu.

Jadi tidak ada alasan apakah saya akan terpilih atau tidak, selagi mampu meringankan warga, kenapa tidak. Itu saja.

Di atas comuter liner Jakarta-Bogor
23 November 2017
Salam Adil untuk Warga Miskin