Tuesday, 21 April 2026
Home Blog Page 8862

Jennifer Dunn Nikmati Apartemen Rp20 Miliar dari Suami Sarita

0

BOGOR DAILY-Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea mengungkapkan bahwa Jennifer Dunn dan Faisal Haris memang sudah menikah siri. Hal tersebut lah yang juga menjadi pertanyaan Jennifer Dunn yang merasa terdzalimi perihal sebutan pelakor yang dituduhkan padanya.

“Jennifer yang WA ke saya bahwa dia sudah menikah siri Desember 2015 di hadapan ibunya, di hadapan ustaz, dan dia secara sah sebagai istri siri,” kata Hotman Paris saat dihubungi awak media, Jumat (24/11/2017).

Hotman, mengutip ucapan Jennifer Dunn menyebutkan keheranannya karena menikah siri dari Faisal Haris dianggap kesalahan fatal di mata masyarakat namun sah secara agama.

“Jennifer mengatakan apa salahku? Kenapa orang lain punya istri empat boleh. Kan agama saya mengizinkan. Sudah itu saja,” tegas Hotman mengutip ucapan Jennifer Dunn padanya.

Adapun Hotman, ia mengungkapkan hal tersebut karena memang Jennifer Dunn merupakan bekas kliennya dulu yang sempat ia tanggani ketika Jennifer Dunn tersandung masalah KPK.

“Dia (Jennifer Dunn) itu klien saya waktu zaman diperiksa KPK karena menerima mobil tahun 2014. Sejak itu ya biasa lah mantan klien jadi ada hubungan teman gitulah,” jelas Hotman.

Hotman merasa tidak perlu ada yang diklarifikasi atas pernikahan siri Faisal Haris dengan Jennifer Dunn. Menurutnya, Jennifer Dunn sudah menikmati diri sebagai istri siri dari Faisal Harris saat ini.

“Nggak perlu diklarifikasi karena sampai hari ini tidak ada masalah hukum. Dia (Jennifer Dunn) dengan nikmat tinggal di Apartemen mewah di Pakubuwono. Kalau di sana kan apartemen rata-rata Rp10 miliar satu unit. Sama perabot Rp10 Miliar, total Rp20 miliar. Jadi dia menikmati kehidupan sebagai istri siri, jadi biarkan dia bahagia,” ujar Hotman Paris seakan menceritakan kehidupan Jennifer Dunn

Banyak Proyek Mangkrak, Begini Aksi Bupati Cek Lapangan

BOGOR DAILY- Bupati Bogor Nurhayanti mendatangi sejumlah lokasi proyek yang terancam molor, jumát (24/11/17).

Proyek tersebut di antaranya pembangunan gedung laga tangkas dan laga satria, pembangunan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, pembangunan Masjid Baitul Faidzin serta rehab pembangunan kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor.

Nurhayanti mengatakan dirinya ingin memastikan semua pembangunan dapat selesai tepat waktu. Terlebih pembangunan gedung laga tangkas dan laga satria. Sebab gedung tersebut akan digunakan sebagai venue pertandingan dalam Pekan Olahraga (Porda) Jawa Barat 2018.

“Kita kan menjadi tuan rumah Porda, saya ingin pembangunan kedua gedung itu tepat waktu,” ujarnya.

Tak hanya itu Yanti –sapaannya- juga meminta pihak kontraktor Masjid Baitul Faidzin segera melakukan percepatan. Sebab masih ada sejumlah kekurangan yang harus dibenahi. Dia juga meminta ada penambahan pekerja serta bahan bangunan.

“Waktu kontrak pekerjaan sebentar lagi, masih ada target pekerjaan yang sampai saat ini masih kurang,” jelasnya.

Berbeda dengan dua lokasi sebelumnya, mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor ini mengapresiasi pembangunan rehab Gedung Setda Kabupaten Bogor. Sebab progres pembangunan telah mencapai target.

“Alhamdulilah gedung setda sudah mencapai 78 persen,” imbuhnya.

Terpisah, Manajer Proyek PT Karya Sepakat Kita Tati Hartati mengaku lambatnya pembangunan gedung Kantor Dispora yang menelan biaya Rp73 miliar tersebut karena pengerjaan pemadatan tanah yang sempat molor dari jadwal yang ditetapkan. Hampir tiga bulan, digunakan untuk pemadatan tanah karena kondisi awal tanah yang curam.

“Kedepan kami akan kejar waktu pengerjaan interior dan mechanical elektrik,” kata Tati.

Sementara itu, Kuasa Pengguna Anggaran Yusuf Sadeli menambahkan, progres pembangunan tiga gedung baru menyerap anggaran Dispora sebesar 40 persen yang semula baru sembilan persen. Namun pria yang juga Kepala Dispora ini mengklaim progres ketiganya telah mencapai 50, 60 dan 73 persen.

“Kami harap dengan selesainya tiga proyek ini serapan anggaran bisa diatas 90 atau bahkan 100 persen,” ujar Yusuf.

Pemuda 18 Tahun Terseret Kereta Sampai Terowongan Maut Bodongan

0

BOGOR DAILY- Sedang asik nongkrong di rel kereta api dekat Terowongan Bondongan, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pemuda berusia 18 tahun ini tewas terseret kereta. Insiden yang menewaskan pemuda bernama Sidik (18) itu terjadi sekira pukul 04.00 WIB subuh tadi, Jumat (24/11/2017).

Teman korban, Mulya Handoko (18) menuturkan ketika itu, Sidik tengah nongkrong di rel kereta dirinya dan dua temannya.Saat sedang asik nongkrong, kereta semen yang bergerak ke arah Sukabumi melintas secara tiba-tiba. Dua teman Handoko berhasil menyelematkan diri, namun  Sidik terseret kereta.

“Kalau saya kebetulan lagi ke warung beli rokok, nah dua teman saya ini loncat ke pinggir, ga sempat nolongin Sidik karena posisinya agak jauh, waktu itu Sidik lagi tiduran,” ujar Handoko di lokasi kejadian.

Handoko mengaku sangat kaget melihat dua temannya panik lantaran melihat Sidik terseret agak jauh hingga ke dalam terowongan. “Iya kaget awalnya pada nyari Sidik lan memang gelap, terus gak taunya ada di terowongan,” urainya.

Warga yang mengetahui kejadian itu pun langsung mengerumini jasad Sidik dan melaporkannya ke pihak kepolisian.Tampak dari sebuah foto, Sidik yang mengenakan kaus abu celana panjang hitam dengan gelang bertuliskan persib langsung dilarikan ke rumah sakit.

“Iya langsung dibawa ke rumah sakit, kayanya ke RSUD Ciawi,” jelasnya.

Dikatakannya bahwa, Sidik bukan lah warga Kota Bogor, melainkan pendatang.”Kalau tidak salah dari bengkulu, tinggalnya sama kakaknya,” ucapnya.

Sementara itu seorang warga setempat, Dadang (49), berujar bahwa insiden tersebut merupakan kejadian pertama kali terjadi di lokasi itu. “Sebelumnya belum ada apalagi sampai tewas, makanya saya kaget banget,” singkatnya.

Lagi! Kecelakaan di Tol Jagorawi Telan Korban Tewas

BOGOR DAILY- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Tol Jagorawi, Kecamatan Citeureup, Bogor, Jumat siang (24/11) sekitar pukul 10.36 WIB.

Peristiwa yang melibatkan tiga kendaraan ini menimbulkan tiga korban. Satu orang meninggal dunia bernama Obay, satu luka berat bernama Nurahmad dan satu luka ringan. Tiga korban merupakan penumpang di mobil pikap Mitsubishi Colt T120SS.

Jenazah Obay dibawa ke RSUD Ciawi. Sedangkan Nurahmad yang mengalami luka robek di kepala dan bahu kanan dibawa ke RS Pertamedika Sentul.

Korban luka ringan adalah Anggi. Dia mengalami luka lecet di kaki dan tangan. Dia juga dirawat ke RS Pertamedika Sentul.

Kanit Laka Polres Bogor Iptu Asep Saepudin menjelaskan tempat kejadian perkara tepatnya terletak di KM 300 +400. “Di jalur A, yakni Jakarta arah Bogor,” ucapnya.

Tiga kendaraan yang terlibat adalah Mitsubishi Colt T120SS bernomor polisi F 8177 AU yang dikemudikan Anggi Gunawan (19 tahun), truk Mitsubishi Colt Diesel nomor polisi F 9264 WA yang dikemudikan Dena Enjang (25) dan Toyota Avanza bernomor polisi B 1821 GMA yang disopiri Yudhi (34).

Asep menuturkan, kecelakaan lalu lintas bermula ketika kendaraan Mitsubushi Colt T120SS bergerak dari Jakarta menuju Bogor di lajur satu. “Ia melintas jalan lurus dan ketika di TKP, kendaraan oleng ke kiri menabrak bagian belakang kanan truk Mitsubishi Colt Diesel,” ucapnya.

Truk tersebut sedang berhenti di bahu jalan karena membetulkan terpal belakang. Lalu, mobil pikap itu jalan terus dan oleng kembali ke kanan jalan hingga menabrak Toyota Avanza yang bergerak di lajur dua sampai terjadi kecelakaan lalu lintas.

Selain menimbulkan korban, kecelakaan menyebabkan kerugian hingga Rp 10 juta.

Gerindra Goyang Koalisi Demiz-Syaikhu

0

BOGOR DAILY-Koalisi Zaman Now di Pilgub Jabar 2018, yang terdiri dari Demokrat, PKS, dan PAN, resmi mengusung duet Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu. Partai Gerindra, yang awalnya mengusung duet tersebut, memutuskan menutup pintu bagi Deddy Mizwar dan Syaikhu.

“Kalau pasangan itu yang diusung, kan sudah dari jauh hari Gerindra mencabut dukungan itu dan itu tetap seperti sikap semula,” ujar Ketua DPD Gerindra Jawa Barat Mulyadi saat dihubungi, Jumat (24/11/2017).

Alasan Gerindra menolak duet tersebut, dijelaskan Mulyadi, adalah syarat kader tak terpenuhi. Padahal Mulyadi menyebut Deddy Mizwar sempat menyanggupi syarat menjadi kader Gerindra jika diusung.

“Dari awal parameter Gerindra sangat jelas, kandidat harus kader. Pak Demiz tidak wujudkan komitmennya jadi kader, maka Gerindra akan tetap terbuka untuk menempatkan kader sebagai kandidat,” terang Mulyadi.

Meski demikian, Gerindra yakin Koalisi Zaman Now masih bisa digoyang. Gerindra yakin PKS masih bisa digaet untuk mendampingi mereka mengusung kader sendiri di Pilgub Jawa Barat 2018.

“Terkait ‘Koalisi Zaman Now’, selama belum resmi terdaftar di KPU, semua masih sangat mungkin. Bisa saja PKS dan Gerindra kembali bersama dengan kandidat yang berbeda,” tutur Mulyadi.

Keputusan mengikat duet Deddy-Syaikhu tertuang dalam penandatanganan kerja sama Pjs Ketua DPW PKS Jabar Nur Supriyanto dengan Ketua DPD Demokrat Jabar Irfan Suryanagara dan Ketua DPW PAN Ahmad Najib pada Jumat (24/11) dini hari.

Dalam pertemuan itu juga dihadiri Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu. Penandatanganan kerja sama tersebut pun diperlihatkan langsung kepada keduanya.

Koalisi Zaman Now sudah memenuhi syarat untuk mengusung pasangan Deddy-Syaikhu, dengan 28 kursi. Meski begitu, pihaknya masih membuka peluang untuk partai lain bergabung dalam barisan koalisi. Terutama Partai Gerindra.

Dukungan ini menandakan Deddy-Syaikhu menjadi pasangan pertama yang mengantongi tiket maju di Pilgub Jabar. Kandidat lainnya, Ridwan Kamil, masih menunggu pendamping yang akan diputuskan koalisi.

Kakek Cabuli 3 Bocah di Ciparigi Bogor

0

BOGOR DAILY- Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bogor Kota mengamankan kakek berinisial RA (60) lantaran mencabuli 3 bocah di Ciparigi, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat.

Kasubag Humas Polresta Bogor Kota, AKP Syarif Hidayat mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari laporan pencabulan yang dilakukan RA terhadap tiga bocah perempuan berinisial NA (7), VM (8) dan KA (5) pada 17 November 2017.

“Setelah penyelidikan anggota mengamankan RA di rumahnya Selasa kemarin dan dibawa ke Mapolresta Bogor Kota,” kata Syarif di Bogor, Kamis 23 November 2017.

Dari hasil pemeriksaan sementara, palaku yang merupakan juru parkir ini diketahui sudah melakukan pencabulan sejak pertengahan tahun lalu dengan cara memegang alat kelamin korban dengan jari.

“Korban NA dicabuli pada Oktober lalu. Sedangkan VN dan KA setelah bulan puasa. Jadi pelaku ini mengelus kemaluan korban dari luar celana karena terangsang melihat anak perempuan di bawah umur,” tambahnya.

Hingga kini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku di Mapolresta Bogor Kota. Pelaku dapat dijerat Pasal 76E jo 82 Ayat 1 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Untuk modus pencabulannya masih dalam pemeriksaan. Kita juga akan memeriksa kejiwaannya ada kelainan seksual atau tidak,” tandasnya.

Heboh! Seminar Cara Cepat Dapat Istri 4 dengan Modal Rp5 Juta

0

BOGOR DAILY- Seminar ‘Cara Cepat Dapat 4 Istri’ yang akan diselenggarakan Dauroh Poligami Indonesia (DPI) disorot oleh sejumlah pihak. Seperti diketahui, sesuai dengan pamflet yang tersebar di media sosial diketahui kalau acara bertajuk “Cara Cepat Dapat Istri 4” yang digagas Daurah Poligami Indonesia mematok 20 peserta dengan tarif tiket yang dibanderol Rp3,5 juta untuk yang membookingnya mulai 20 November-01 Desember 2017. Sedangkan, untuk pendaftaran on the post dikenakan biaya Rp 5.000.000. Namun, hal ini tidka berlaku untuk peserta wanita yang justru dibuka tanpa batas dan biaya pendaftaran.

Di media sosial, acara ini pun dipertanyakan sejumlah warganet yang justru menganggapnya seperti perdagangan manusia. Apakah ini semacam perdagangan manusia?”tanya @habibthink

“Aku yang gak paham agama apa gimana sih? Ga ngerti sama dauroh poligami gitu.. Gimana ya.. Kok jatohnya kayak mau menghalalkan nafsu,”kata @rinakhoridah

“Dauroh poligami yg lagi santer dg tiket 3,5 jt, yg diselenggarakan aplikasi dan situs ayopoligami itu kayaknya kapitalisasi poligami deh,”tulis @ummishafa

Sementara itu, menjawab tanggapan miring Direktur Eksekutif Dauroh Poligami Indonesia Vicky Abu Syamil pun membeberkan soal acaranyanya. “Justru kami satu-satunya lembaga yang ingin mengedukasi soal pernikahan dengan baik dan proporsional serta ingin menghati-menghatikan kepada siapapun bahwa poligami adalah sesuatu yang penting yang tidak semua orang bisa melakukannya,” kata Vicky

Dalam seminar yang akan digelar padaa 3 Desember nanti, para peserta dikenai biaya — yang disebut sebagai biaya investasi — sebesar Rp 3,5 juta. Terkait dengan biaya ini, Vicky mengatakan dana itu digunakan untuk kepentingan operasional dan dakwah.

“Terkait dengan biaya, tentu ke depan kita harapkan DPI bisa lebih profesional dengan memiliki fasilitas infrastruktur dakwah yang baik dan semua harus dikelola dengan biaya yang tidak sedikit dan semua biaya selain untuk operasional acara juga kami gunakan untuk berlangsungnya program pembinaan dan dakwah yang dibawa oleh DPI,” kata Vicky.

Vicky mengatakan dalam setiap seminar maupun acara yang diselenggarakan oleh DPI, tidak ada satu poin pun yang mengarah ke perdagangan manusia. Dia menyatakan acara tersebut murni edukasi dakwah.

“Tidak ada satupun sesi acara kami yang mengarah kepada human trafficking, ini murni edukasi dakwah yang mengkhususkan diri pada pernikahan dan poligami. Hanya kami, yang fokus menjalani dakwah ini agar ilmu dan dakwah sampai kepada kaum muslimin dalam menghati-hatikan diri terkait dengan praktik poligami agar setiap peserta tahu batasan dan rambu-rambunya secara spesifik sehingga kami buat kelas khusus bukan malah menjadikan poligami sebagai promosi dan bola liar yang siapa saja boleh melakukannya. Kami lembaga edukasi bukan biro jodoh, jauh sekali dengan apa yang dibawa oleh lembaga yang kemarin dipidanakan,” kata Vicky.

Vicky lantas memberikan sejumlah link youtube mengenai acara yang pernah mereka gelar sebelumnya.

Acara seminar ‘Capa Cepat Dapat 4 Istri’ tersebut dikritik oleh MUI, Kemenag dan Komnas Perempuan. MUI dan Kemenag menyatakan poligami merupakan hal penuh syarat yang tak boleh dikampanyekan. Sedangkan Komnas Perempuan menyoroti kewajiban peserta membayar uang investasi di acara tersebut.

 

Tahanan di Lapas Gunungsindur Kendalikan Narkoba Rp300 Miliar

BOGOR DAILY- Hidup di balik jeruji besi tidak membuat seorang tahanan jera. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunungsindur, Kabupaten Bogor, seorang narapidana (napi) bernama Sonny Sasmita alias Obes masih bisa mengendalikan peredaran narkoba. Angkanya pun fantastis, hingga bernilai ratusan miliar rupiah.

Pasca Mabes Polri membongkar sindikat narkoba internasional asal Belanda, seorang napi narkoba Sonny alias Obes terpaksa dipindahkan ke ruang sunyi di Lapas Gunungsindur, Kabupaten Bogor. Tahanan yang pernah terjerat kasus kepemilikan 166 pil ekstasi itu rupanya tak jera mengulang kesalahannya.

Bahkan, Obes makin nekat dengan mengendalikan peredaran barang haram itu dari balik jeruji. Sebuah ponsel pun ditemukan dari biliknya saat dilakukan penggeledahan.

Kepala Lapas Tingkat I Gunungsindur Bogor David Hasudungan Gultom membenarkan soal napi yang terlibat dalam peredaran narkoba berupa 600 ribu pil ekstasi. Pada Jumat (10/11) pekan lalu, tim Mabes Polri  telah mendatangi lapas hingga melakukan penggeledahan. “Pada saat penggeledahan, di kamar Sony kami mendapatkan satu unit handphone. Kami sita dan mencabut juga hak kunjung. Saat ini pelaku sudah dipindahkan ke ruangan isolasi (ruang sunyi, red),” ungkapnya.

Pihak lapas pun akhirnya memindahkan Sony ke ruang isolasi, termasuk mencabut haknya dikunjungi selama satu minggu. “Per hari ini dia sudah dipindahkan dari tahanan,” kata David kepada Metropolitan.

David mengaku kewalahan lantaran petugas yang berjaga di Lapas Tingkat I Gunungsindur hanya enam petugas, sedangkan terdapat 12.082 tahanan di lapas tersebut. “Memang sangat rentan. Banyak tantangannya bagi kami. Terlebih saya baru bertugas di sini dua bulan silam. Tapi saya akan berusaha lebih baik agar hal seperti ini tidak lagi terjadi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap sindikat peredaran ekstasi jaringan internasional Belanda-Indonesia sebanyak 120 bungkus atau 600 ribu butir. Pengungkapan ini dilakukan bersama Direktorat Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta.

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono Sukmanto mengatakan, narkoba 600 ribu butir ekstasi Belanda ini dikendalikan jaringan dua orang napi yang berada dalam lapas.

Dua napi itu adalah Andang Anggara alias AAN bin Suntoro yang berada di rumah tahanan Kelas I Surakarta dan Sonny Sasmita alias Obes yang berada di Lapas Tingkat I Gunungsindur, Kabupaten Bogor. Sementara itu, penyidik telah melakukan pemeriksaan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut terhadap dua napi yang mengendalikan barang haram itu di Indonesia.

Namun, Ari tak banyak menjelaskan detil bagaimana napi itu bisa berkomunikasi dengan bandar jaringan internasional sehingga bisa mendatangkan 600 ribu butir ekstasi ke Indonesia. Begitupun siapa saja napi lain yang turut terlibat dalam bisnis barang haram tersebut. “Saya nggak bisa sampaikan. Kenapa? Karena nanti bandar ganti cara lain, kita tidak bisa dapat. Itu teknis,” ujar Ari di kantornya, Gedung KKP Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017).

Selain dua napi yang dijadikan tersangka, polisi juga berhasil mengamankan orang yang terlibat dan mengirimkan narkotika jenis ekstasi. Di antaranya Dadang Firmanza alias AAN (22), Waluyo (37) Randy Yuliansyah (22) dan Handayana Elkar Manik (31).

Keempatnya ditangkap di lokasi berbeda. DF dan W diringkus pada Rabu (8/11) sekitar pukul 08:00 WIB di salah satu perumahan di Villa Mutiara Gading 2 Blok F 7, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Sedangkan RY dan HEM ditangkap di Lotte Mart Grand Pramuka City Jalan Jenderal Ahmad Yani Kav 49, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

“Mereka bakal dijerat hukuman mati,” tegasnya.

Ari menjelaskan, tiap-tiap butir dari 600 ribu butir ekstasi ini masih bisa dipecah-pecah lagi sebelum dikonsumsi. Menurut keterangan pelaku, setiap butir ini masih bisa dipotong menjadi empat bagian. “Kalau satu orang satu butir, maka empat kali 600 ribu butir (jika dikonsumsi, red) 2,4 juta orang setengah Bogor semua teler,” ujar Ari.

Untuk warna oranye berbentuk segi enam logo DB berat per butirnya 0,44 gram, warna pink berbentuk kepala robot berat per butirnya 0,38 gram dan warna hijau berbentuk segi panjang bertuliskan double trouble dan berat per butirnya 0,36 gram. “Berat total 243,20 kilogram atau kurang lebih 600 ribu butir,” ujarnya.

Ari menuturkan, modus yang digunakan sindikat jaringan narkotika Belanda-Indonesia ini ialah dengan memasukkan pil ekstasi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang selanjutnya disimpan di kediaman DF. “Rencananya pil ekstasi ini akan diedarkan ke diskotek-diskotek dan bandar-bandar narkoba di wilayah Jakarta,” katanya.

Untuk harga pasarannya, satu butir ekstasi dihargai Rp500 ribu, sehingga total harganya mencapai Rp300 miliar. “Atas penangkapan jaringan ini, kami perkirakan 1,2 juta jiwa bisa terselamatkan,” tandasnya.

PT Star Tjemerlang Laporkan Oknum Penyerobot Tanah Ke Polisi

BOGOR DAILY- PT Star Tjemerlang melaporkan sejumlah oknum yang diduga melakukan penyerobotan tanah miliknya yang terletak di Kampung Pajeleran, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

General Affair PT Star Tjemerlang Sunarto Rusli ketika dikonfirmasi menjelaskan, bahwa pihaknya melaporkan dugaan penyerobotan lahan yang masuk dalam ploting perusahaannya itu ke Polres Bogor lantaran sejumlah oknum telah mencoba menguasai tanahnya secara ilegal.

Dengan adanya laporan Polisi nomor STBL/ B /1460/IX/2016/JBR/RES BGR, penyidik Polres Bogor telah menindaklanjuti dengan mengundang sejumlah pihak dalam menentukan batas yang diminta oleh Polres Bogor, mereka yang diundang adalah dari pihak Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Kelurahan Sukahati, Binmas, Babinsa, RT/RW dan pemilik bangunan yang berdiri diatas lokasi yang dipersoalkan.

“Kami diundang oleh Polres Bogor untuk kegiatan ploting pengukuran yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor. Apabila terbukti dari ploting BPN bahwa pemagaran oleh oknum tersebut adalah benar diatas tanah milik PT Star Tjemerlang, maka pihak perusahaan menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjuti pengaduan atas penyerobotan tanah tersebut,” jelas Sunarto Rusli ketika ditemui, Kamis (23/11).

Ia menambahkan, bahwa PT Star Tjemerlang memutuskan untuk mengambil langkah hukum dengan membuat laporan kepolisian karena fakta dilapangan telah berdiri bangunan pemagaran. “Dugaan telah melakukan penyerobotan lahan kami secara ilegal adalah dengan  melakukan pemagaran tanpa izin yang dilakukan oleh oknum, saya tidak menyebutkan siapa oknumnya,” imbuhnya.

Ia mengatakan, bahwa tanah yang diduga telah diserobot oleh oknum tersebut telah memiliki sertifikat hak guna bangunan (SHGB) yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) seluas 7644 M2 pada 21 Agustus 2009 dan berakhir masa berlaku nya tahun 2039.

Informasi yang diperoleh di lapangan, pemilik bangunan yang diduga berada dalam ploting PT Star Tjemerlang tidak memenuhi panggilan dari Polres Bogor. Bahkan, sebelum dilakukan pengukuran oleh petugas ukur, sejumlah warga sempat menghalang-halanginya.

Warga akhirnya mempersilahkan untuk melakukan pengukuran setelah mendapatkan pengertian dari petugas Polres Bogor.

Sementara itu, penjaga pemilik bangunan yang diduga berada didalam ploting PT Star Tjemerlang, AL menuturkan, bahwa tanah milik atasan nya tersebut tidak masuk dalam ploting PT Star Tjemerlang. “Tanah ini tidak masuk ploting. Yang punya sebetulnya sudah mau datang, tapi ini saya telepon malah tidak aktif,” katanya.(gib)

Tewas di Rumah, Mayat Wanita Digerogoti 11 Anjing Peliharaannya

0

BOGOR DAILY-Setelah sekitar lima hari tidak kelihatan, Isnawati (50) ditemukan tidak bernyawa di kamar rumah indekosnya di Pondok Asri, Jalan Cengkeh, RT 4/7, Kelurahan Pondok Cina, Beji, Depok, Jumat (24/11/2017) dini hari.

Saat ditemukan, jenazah Isnawati sudah membusuk dan sangat mengenaskan. Sebab, sebagian jenazahnya, terutama di bagian tangan dan kaki, sudah tidak utuh lagi, karena digerogoti oleh 11 ekor anjing peliharaannya.

Sedangkan keberadaan 11 ekor anjing ras peliharaan Isnawati yang telah menggerogoti sebagian jenazah korban, meresahkan warga sekitar. Warga takut terjangkit bakteri atau kuman dari 11 anjing yang telah memakan sebagian jenazah korban yang sudah membusuk tersebut.

Karenanya, warga meminta bantuan petugas Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok untuk mengevakuasi 11 anjing ras peliharaan korban.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok Yayan Aryanto menuturkan, pihaknya menurunkan sembilan personel berikut satu mobil ranger untuk mengevakusi 11 anjing peliharaan korban, Jumat dini hari.

“Petugas kami langsung datang ke lokasi, Jumat sekira pukul 02.30, dan berupaya mengevakuasi 11 anjing peliharaan korban yang meresahkan warga,” tutur Yayan, Jumat pagi.

Yayan mengakui bahwa personelnya cukup kesulitan menangkap 11 anjing ras peliharaan korban yang berkeliaran di sekitar lokasi. “Akhirnya personel kami bersama Ketua RW setempat, meminta bantuan kepada Tim Satwa Brimob untuk tindakan evakuasi 11 anjing peliharaan korban,” tutur Yayan.

Dengan bantuan Tim Satwa Brimob, ke-11 ekor anjing berhasil ditangkap dan dievakuasi seluruhnya sekitar pukul 04.05. “Tindakan selanjutnya untuk 11 ekor anjing peliharaan korban itu kami serahkan ke Tim Satwa Brimob di Kelapa Dua,” jelas Yayan