Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 8907

Heboh Gaun 40 Kilo Dipakai Putri Indonesia

0

BOGOR DAILY-Indonesia kembali mengirimkan perwakilan untuk berkompetisi di ajang Miss Grand Internasional 2017. Runner up 3 Puteri Indonesia 2017, Dea Goesti Rizkita dipercaya sebagai perwakilan Indonesia di ajang tersebut.

Banyak persiapan yang dilakukan Dea sebelum menjalani ajang Miss Grand Internasional 2017. Di ajang ini, Dea akan bersaing dengan finalis lainnya yang terdiri dari 87 negara.

“Ahamdulillah sudah 99 persen. Pastinya Yayasan Puteri Indonesia dan PT Mustika Ratu sudah melakukan persiapan matang, karena tanggal 3 besok Dea sudah berangkat ke Vietnam,” kata Dea

Menurut Putri Kus Wisnu Wardani, selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia berharap, Dea bisa meraih hasil terbaik di ajang ini. Apalagi, di tahun sebelumnya, perwakilan Indonesia berhasil membawa pulang mahkota Miss Grand Internasional 2016.

“Saya berharap dia bisa meraih hasil terbaik,” kata Putri.

Selain itu, Putri menilai ajang ini merupakan tantangan tersendiri bagi Dea. Pasalnya, dalam Miss Grand Internasional 2017 Dea harus memperkenalkan budaya Indonesia.

“Dea juga punya misi memperkenalkan pariwisata dan budaya yang dimiliki Indonesia,” tandas Putri.

Salah satunya lewat busana yang akan dipamerkannya. Sesuai jadwal pada Selasa (3/10) hari ini, Dea akan berangkat ke Vietnam untuk memulai sesi karantina.

Sedangkan, malam puncak Miss Grand International 2017 akan berlangsung pada 25 Oktober mendatang di Phu Quoc Island, Vietnam.

Dimulai dari 7 Oktober selama sesi karantina berlangsung, Dea akan memakai busana-busana yang dirancang khusus oleh beberapa desainer seperti Mety Choa, Intan Avantie, Arturro, ALLEIRA, hingga national costume hasil kerjasama rancangan Morphacio Body Art dan Maya Ratih Couture.

Salah satu gaun yang akan dikenakan Dea di ajang Misss Grand International 2017 adalah gaun ibu pertiwi. Guan megah rancangan Morphacio dan Maay Ratih Countre itu disebut-sebut memiliki bobot hingga 40 kilo

Disperdagin Tutup Pabrik di Parungpanjang yang Makan 7 Korban

BOGOR DAILY-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kabupaten Bogor memastikan pabrik kardus yang mewaskan tujuh pegawainya sama sekali tak mengantongi izin.

Menurut Kabid Perindustrian pada Disperindag Kabupaten Bogor, Asep Saepulloh dari hasil pemeriksaan pabrik tersebut sama sekali tidak mengantongi izin untuk membuka usaha industri limbang seperti IPPT, Site Plane, IMB, HO, UPL sampai izin industri.

“Semua perizinan itu belum dimiliki dan Kepala Desa setempat pun tidak pernah mengizinkan pabrik tersebut untuk beroperasi didaerah pemukiman penduduk,” jelasnya.

Dari hasil peninjauan yang dilakukannya, pabrik pengolahan limbah ini lokasinya berada di area perumahan dengan luas lahan sekitar 5000 meter dan bangunnannya sekitar 150 meter.

“Lahan yang sudah diratakan itu sekitar 2000 meter, sisanya masih banyak alang-alang,” kata dia.

Sehingga, kata dia, berdasarkan peraturan pabrik tersebut sudah banyak melakukan pelanggaran sehingga harus ditutup selamanya bukan hanya ditutup sementara saja.

“Karena tidak mungkin keluar izin pada akhirnya pabrik ini harus ditutup selamanya. Konsekuesinya harus begitu,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah keluarga korban tewas mendapat bantuan langsung dari jajaran Polresta Bogor. Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika Gading mengatakan, kepolisian datang ke keluarga yang berduka dengan membawa santunan.

Dirinya berharap, dengan bantuan tersebut, sedikitnya mengurangi beban keluarga yang sedang berduka akibat ditinggal kepala keluarga mereka masing-masing.

Ketujuh korban meninggal dunia akibat menghirup gas beracun saat berada dalam bak penampungan limbah pembuatan kardus trey atau tempat telur Sabtu lalu.

Menurut AKBP Dicky, korban yang sudah dimakamkan setelah jenazahnya dibawa dari RS Polri Kramat Jati Jakarta yakni, Samsuri, Joko, dibawa oleh pihak keluarga ke Surabaya, Mulyadi, dibawa oleh pihak keluarga ke Serang Banten.

Sementara bagi empat korban lain yang merupakan warga setempat, jasadnya langsung disambut Kapolsek Parung Panjang, Kompol Nurahim bersama Wakapolsek, AKP Asyikin bersama anggota Polsek, sesaat para jenasah tiba di rumah duka dari rumah sakit Polri Jakarta.

“Kapolsek, Wakapolsek dan anggota Polsek Parung Panjang ikut melakukan proses penyambutan ke empat jenazah. Selanjutnya dilakukan shalat jenazah di bawa prosesi pemakaman jenazah. Kapolsek juga ikut pengajian dan mendoakan para almarhum,” kata AKBP Dicky Senin (2/10/2017).

Santunan bagi lima keluarga korban berupa uang duka dan juga 5 karung beras, langsung diterima keluarga masing-masing korban. “Dua korban lainnya dijemput keluarga masing-masing dari Surabaya dan Banten. Jasad pak Joko sudah tiba di Surabaya. Begitu juga jasad pak Mulyadi sudah tiba di Serang Banten,” ujarnya.

“Kemudian untuk jasad empat korban lagi yakni, Dede Setiawan, Iwan, Dedi Junaedi, Into  dibawa ke Kampung Cibunar Kasdun Desa Cibunar guna dimakamkan di TPU. Pemakaman empat korban ini di TPU yang sudah lebih dulu dimakamkan satu korban lainnya,” tandasnya.

Buni Yani Dituntut 2 Tahun Penjara Plus Denda 100 Juta

0

BOGOR DAILY-Jaksa menuntut Buni Yani dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Jaksa menilai Buni Yani terbukti bersalah atas kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun dan membayar denda Rp 100 juta atau diganti dengan 3 bulan kurungan,” ucap ketua tim jaksa penuntut umum Andi M Taufik saat membacakan tuntutannya dalam sidang di Gedung Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/10/2017).

Andi meminta majelis hakim agar menyatakan Buni Yani terbukti secara sah melakukan tindak pidana ITE. Ia menilai Buni Yani melakukan dengan sengaja dan tanpa hak menambah dan mengurangi informasi elektronik, dokumen elektronik milik publik atau pribadi. Jaksa menuntut Buni Yani dengan dakwaan Pasal 32 ayat 1 UU ITE.

“Jaksa menilai karena ini dakwaan alternatif maka dipilih dakwaan pertama yakni Pasal 32 ayat 1. Terdakwa bersalah memenuhi rumusan perbuatan pidana yang telah didakwa pasal 32 ayat 1,” katanya.

Dalam perkara ini, Buni Yani didakwa mengubah video pidato Ahok di Kepulauan Seribu dengan menghapus kata ‘pakai’. Selain itu, Buni Yani didakwa menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian terhadap masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Hal ini berkaitan dengan posting-an Buni Yani di Facebook.

Wow…Pria 47 Tahun Nikahi ABG 15 Tahun

0

BOGOR DAILY- Kembali lagi potret pernikahan beda generasi terjadi. Kali ini antara pria 47 tahun dengan bocah 15 tahun.

Pernikahan ini pun kemudian menjadi perbincangan penuh kontroversi di dunia maya.

Berdasarkan penelusuran kabar ini dibagikan oleh akun Facebook Tini Tini di group Berita Kejadian Soppeng (BKS), Jumat (29/9/2017).

Akun itu menandai pernikahan tersebut terjadi di Desa Panincong, Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Tak dijelaskan keterangan waktu maupun prosesi pernikahannya secara resmi tercatat Kantor Urusan Agama (KAU) atau hanya secara agama dan adat saja.

Akun itu hanya memberikan keterangan ada pernikahan antara pria 47 tahun dengan gadis belia 15 tahun yang masih SMP.

“Sekrg tdk ada lgi kta tdk mnkin krn aq uda liat sendri pernikahan dini umur 47 vs 15 msh SMP pula itu perempuanx sungguh luar biasa…,” tulisnya sebagai keterangan sembari melampirkan foto-foto pernikahan itu.

Ada beberapa netizen yang bertanya soal KUA yang mengizinkan anak di bawah umur dinikahi.

Tapi ada seorang netizen dengan nama Facebook Askar Munir mengungkapkan alasan KUA.

KAU akan melakukan sidang, namun tiba-tiba dinikahkan orangtua remaja 15 tahun itu secara siri.

“Saya ketemu dgn kepala KUA Kec.Marioriawa katanya sidangnya nanti tgl 3 okt tiba2 dinikahkan oleh orang tuanya secara siri,” tulisnya.

Ternyata tak hanya akun Tini Tini yang membagikan potret pernikahan ini.

Akun Facebook dengan nama Achink Sii Jhonk Jr juga membagikan kabar ini di groupLaporan Warga Makassar.

Tapi ada perbedaan penyebutan usia sang pria, akun ini menyebutkan usianya 49 tahun.

Dari postingan yang sudah dibagikan ribuan kali mendapat berbagai komentar yang pro kontra.

Mereka juga bahkan melampirkan undang-undang pernikahan dalam komentar.

Ada juga yang menduga jika remaja itu dipaksa menikah.

Meski demikian ada yang memandang tidak masalah karena daripada berzina di usia muda.

Muhammad Basri: Undang undang perkawinan no.1 thn 1974 dalam syarat perkawinan dijelaskan bahwa pria harus berumur 19 thn dan wanita harus 16 thn ini masuk dlm persyaratan undang2 ini pun sdh masuk dlam usulan revisi supaya wanita minimal 18 thn tp baru usulan jd msh tetap berpedoman pada putusan thn 1974 tadi .jd apa yg dilakukan KUA SDH bertentangan undang2 trsbt terkecuali mendapatkan dispensasi dr pengadilan sebelum menikahkan dn mencatat dlm daftar nikah….ini hemat sya enyah yg lain.

Daffa Teko: Melanggar aturan hukum itu

Harundana Hamid: Fedofil yg dibungkus dengan pernikahan.

Khaera Basir: Bagaimana penerus bangsa kedepannya klau ank” saja sudah putus sekolah gara” seperti ini. Walaupun banyak hutang jngn jadikan ank sebagai korban dong. Kan banyak jalan lain tgl Allah berikan bagi orang yang mau berusaha.

Nur Sandi Sandi: Di menikah karna di paksa karna banyak hutang.

Ulhy Rauf: Dehh teganyaa itu orang tuanya cewek yang terimaa lamarannya itu cowok. Beda jauhna umurna gan. Korban mi kasian.

Nur: Itu lebih baik dari pada berzinah di usia remaja…….

Mhira: Umur tdk jd masalah asal lki2 syg wanita krna allah bsa menafkahi lahir batin.

Hanya saja hingga berita ini dimuat belum ada informasi lengkap terkait pernikahan ini

Viral! Pengendara Tolak Bayar Pakai E-Toll, Nih Videonya

0

BOGOR DAILY- Gerbang tol di Indonesia secara bertahap sudah menerapkan pembayaran nontunai, namun masih ada pengendara yang ngeyel tetap mau bayar tunai saja. Salah satunya seperti terlihat di video yang sedang viral ini.

Video yang beredar di Facebook, Twitter, maupun WhatsApp grup ini tampak direkam dari mobil yang melintas di gerbang tol. Saat tiba di gerbang dengan petugas, pengendara mobil menyerahkan uang tunai. Si petugas kemudian mengingatkan bahwa pembayaran tol kini hanya bisa menggunakan kartu e-Toll.

“Nggak punya kartu, bang. Nggak ada kartu. Maunya bayar cash,” kata pengendara.
“Sudah nggak terima cash lagi,” jawab petugas tol.

Petugas menjelaskan bahwa gerbang tol itu sudah tidak menerima uang tunai sejak dua pekan sebelum video direkam. Pengendara mendebat bahwa seharusnya penerapan baru berlaku 1 Oktober.

“1 Oktober itu skala nasional,” kata petugas.

“Oh ini bukan nasional? Sini nggak ikut nasional?” ucap pengendara mobil.

Pengendara mobil tersebut masih berkukuh hanya ingin membayar tunai. Petugas kemudian meminta pengendara mobil mundur saja dan tidak lewat tol apabila hanya mau membayar tunai. Tapi pengendara menolak.

“Nggak mau, kita maunya tunai. Abang nggak mau nerima rupiah? Ini pembayaran sah ini bang,” ujar pengendara mobil.

“Rupiah-nya sah, tapi di sini berlaku tidak terima tunai,” jelas petugas tol.

“Jadi abang nggak mau terima Rupiah?” tanya pengendara.

“Terima, tapi nggak berlaku di sini,” jawab petugas tol.

“Nggak berlaku? Ini bukan di Indonesia? Kalau Indonesia, masih mengakui Rupiah, diterima itu bang,” ujar pengendara mobil.

“Ngomong Pak Jokowi aja deh,” jawab petugas tol.

Di video itu, terdengar suara klakson dari belakang si pengendara mobil yang berdebat di gardu tol ini. Pengendara mobil tetap menolak untuk mundur ataupun membayar nontunai dan tetap mendebat petugas tol. Petugas tol tersebut tampak beberapa kali tersenyum saat meladeni ucapan pengendara mobil.

Seorang satpam kemudian tampak menghampiri gardu tol itu. Si pengendara tetap berkukuh bahwa peraturan pembayaran tol wajib nontunai baru berlaku 1 Oktober.

“Kebijakan Jokowi itu baru 1 Oktober, abang jangan ngarang-ngarang,” ucap pengendara mobil.

Suara klakson terdengar makin bersahut-sahutan. Hingga akhirnya pengendara mobil itu membayar ke satpam dan satpam itu yang menyentuhkan kartu e-Toll ke mesin. Perdebatan di gardu tol di video itu sendiri memakan waktu 3 menit 20 detik.

Nih Videonya:

https://www.youtube.com/watch?v=DO_LyklS0xM

Imbas Kereta Anjlok, Pemumpang di Stasiun Bojonggede Menumpuk

BOGOR DAILY-Anjloknya kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Manggarai membuat relasi Bogor-Jakarta Kota dan Bogor-Jatinegara terganggu. Penumpang di beberapa stasiun di relasi itu menumpuk lantaran perjalanan tak normal sejak kereta anjlok.

Salah satu penumpang relasi Bogor-Jatinegara, Dedy (38), terpaksa harus menggunakan motor dari Bojong Gede untuk ke tempat kerjanya di Jakarta Utara. Ia biasanya menggunakan KRL dan berangkat dari Stasiun Bojong Gede setiap hari.

“Saya berangkat dari Stasiun Bojong Gede pukul 07.35 WIB. Sempat berangkat tapi sampai Stasiun Universitas Pancasila (UP) nggak bergerak sampai sekarang,” kata dia, Selasa (2/10).

Dedy bersama temannya, Rizky, akhirnya kembali dari Stasiun UP ke Stasiun Bojong Gede pukul 09.30 WIB untuk mengambil motornya dan berangkat menggunakan motor ke tempat kerja. Dia mengaku harus meminta izin datang terlambat ke kantornya karena anjloknya kereta.

KRL relasi Bogor-Angke anjlok di Stasiun Manggarai, Selasa (3/10) pagi. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) meminta maaf atas gangguan perjalanan dampak anjlokan yang terjadi pukul 07.40 WIB.

Humas PT KCI Eva Chairunisa mengatakan, saat ini petugas gabungan dari PT KAI Daop 1 Jakarta dan PT KCI masih melakukan proses evakuasi KRL tersebut. Selama proses evakuasi dilakukan, KRL dari arah Manggarai menuju Sudirman maupun sebaliknya belum dapat beroperasi.

Usai Menang Praperadilan, Novanto Sehat Lagi

0

BOGOR DAILY-Usai memenangkan gugatan praperadilan Jumat (29/9) pekan lalu, kini klondisi Setya Novanto sudah membaik lagi.  Pihak RS Premier, Jatinegara, Jakarta Timur sudah memperbolehkan Novanto pulang.

“Pulang atas seizin dokter yang merawat,” ujar Kepala Humas Rumah Sakit Premier Jatinegara, Sukendar saat dihubungi, Selasa (3/10/2017).

Menurut Sukendar, Novanto meninggalkan rumah sakit pukul 20.00 WIB, Senin (2/10). Soal penyakit yang sempat diderita Novanto saat dirawat, Sukendar menyebut tim dokter yang berwenang memberikan penjelasan.  “Kalau sudah seizin dokter sudah layak (pulang),” sambungnya.

Sebelumnya Wakil Sekjen Golkar Marlinda Irwanti usai membesuk Novanto, Senin (2/10) menyebut Novanto masih memerlukan penanganan medis. Istri Novanto kepada Marlinda menyebut suaminya harus menjalani pemeriksaan lanjutan terkait dengan sinusitis.

Novanto menjalani operasi pemasangan ring di jantungnya di RS Premier. Pemasangan ring tersebut diakibatkan adanya penyempitan fungsi pada jantungnya. Setelah menjalani operasi, Novanto dirawat di Intensive Cardiology Care Unit (ICCU).

Mabok Miras Oplosan di Kemang Bogor, 2 Tewas 1 Kritis

BOGOR DAILY- Pesta miras oplosan yang digelar tiga pemuda di Pasar TU Kemang Kayu, Manis Tanah Sareal, Kota Bogor, berakhir dengan menelan korban jiwa.

Dua orang meninggal dan satu lagi dalam kondisi kritis setelah mereka menegak miras oplosan, Ahad (1/10) dini hari. Kedua korban yaitu Rela (20 tahun) dan Bustam (22). Sedangkan korban yang kritis Dwi dan kini masih dalam perawatan intensif rumah sakit.

Informasi kasus tewasnya dua pemuda usai pesta miras diterima Polsek Tanah Sareal pada Ahad sekitar pukul 04.00 WIB. Laporan tersebut kemudian ditindakkanjuti jajaran Polsek Tanah Sareal. Dari hasil penyelidikan polisi diperoleh data korban pertama tewas Rela yang meninggal di lokasi sekitar pukul 01.00 WIB. Menyusul kemudian korban kedua Bustam di rumahnya. Sedangkan korban ketiga Dwi kondisinya kritis.

Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Drs Yusri Yunus, ketiganya membeli miras oplosan dati Roni yang kini telah diamankan polisi. ” Polisi masih menyelidiki jenis miras yang dikinsumsi korban,” kata dia, Selasa (3/10).

Barcelona Mogok Latihan Gara-gara Politik di Spanyol

0

BOGOR DAILY- Barcelona mengambil sikap untuk ikut dalam mogok masal yang kini sedang digelar beberapa kelompok di Spanyol. Aksi mogok masal ini tentu saja masih berhubungan dengan ribut politik yang terjadi di Spanyol pada pekan ini.

Dalam pekan ini, tensi politik di Spanyol memang sedang memanas. Pemicunya adalah referendum Catalunya merdeka yang digelar pada hari Minggu (1/10) lalu. Referendum tetap digelar meski pihak pemerintah Spanyol melarang.

Dalam pelarangan ini, pihak Spanyol dilaporkan mengerahkan polisi agar pengambilan suara bubar. Sedikitnya, ada 90 orang mengalami cedera dan ratusan orang harus mendapatkan perawatan medis.

Pada akhirnya, Spanyol tidak mengakui hasil referendum, dimana 90 persen suara memilih Catalunya merdeka dari Spanyol, dan menganggapnya ilegal. Kondisi yang terjadi oleh beberapa pihak disebut mencederai iklim demokrasi yang ada di Spanyol. Beberapa kalangan lantas melakukan aksi mogok masal sebagai protes.

Barcelona, seperti yang diumumkan di akun twitter resminya, pada hari Senin (2/10), menyatakan mendukung aksi mogok masal tersebut. Mulai esok hari, Barca akan menutup seluruh aktifitas administrasi di kantor mereka.

Tidak hanya itu, juga tidak tidak akan ada sesi latihan mulai dari tim senior hingga tim junior.

“FC Barcelona bergabung dengan pemogokan masal di negara yang diserukan oleh Table for Democracy dan oleh karena itu klub akan ditutup esok hari.”

“Tidak satu pun dari tim profesional atau tim muda FC Barcelona yang akan berlatih di Ciutat Esportiva besok.”

Sikap ini seolah menjadi penegasan Barca atas situasi politik yang terjadi. Sebelumnya, pada hari Senin (2/10), para staf Barca juga melakukan mogok selama 15 menit, pada pukul 12.00 hingga 12.15 waktu setempat.

Meski mogok sementara, pada hari ini, aktifitas latihan klub tetap berjalan. Hanya ada lima pemain utama yang hadir karena sebagian besar pemain harus membela timnas nasional masing-masing. Latihan pun dipindah bersama dengan tim Castilla.

Kereta Bogor-Angke Anjlok, Begini Pengaturan KCI…

BOGOR DAILY-Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line KA 1507 jurusan Bogor-Angke anjlok di wilayah Stasiun Manggarai. Petugas dari PT KAI dan PT KCI masih melakukan evakuasi terhadap kereta tersebut.

“Bagi pengguna yang tetap ingin menggunakan KRL dapat naik KRL dari Manggarai tujuan Jatinegara, kemudian menggunakan KRL Loop Line yang berangkat dari Stasiun Jatinegara,” kata VP komunikasi PT KCI Eva Chairunisa,Selasa (3/10/2017).

Sejumlah jalur Commuter Line mengalami gangguan akibat peristiwa yang terjadi sejak pukul 07.40 WIB ini. Belum diketahui kapan proses evakuasi akan selesai.

Berikut pengaturan KRL yang melintas di Stasiun Manggarai selama proses evakuasi:

1. KRL Bogor tujuan Jakarta Kota dan sebaliknya, sebagian hanya sampai Manggarai dan sebagian lagi tetap dapat melanjutkan perjalanan sampai dengan Jakarta Kota.

2. KRL Bekasi-Jakarta Kota dan sebaliknya, perjalanannya sebagian besar dialihkan melalui Stasiun Jatinegara-Pasar Senen-Kampung Bandan-Jakarta Kota.