Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 8908

540 Anak Yatim Dari Enam Kecamatan Disantuni DKM Baitur Ridwan

BOGOR DAILY – Sebanyak 540 anak yatim berasal dari seluruh wilayah di enam kecamatan se-Kota Bogor,  mendapat santunan dari DKM Baitur Ridwan di Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Minggu (1/10/2017). Peringatan 10 Muharram 1437 hijriyah dijadikan momentum bagi DKM Baitur Ridwan untuk menyantuni anak anak yatim. Disamping itu, bakti sosial itupun dalam rangka Milad Masjid Baitur Ridwan yang ke 2.
Ratusan anak yatim dengan khusyu mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, sebelum dilaksanakan santunan, DKM Baitur Ridwan terlebih dahulu mengadakan tausiyah yang merupakan pengajian rutin setiap hari Minggu pagi atau pengajian dhuha. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan anak yatim dan shalawatan. Acara juga diramaikan dengan penampilan Marawis dari group majlis tak’lim Baitur Ridwan. Dalam acara itu, salah satu donatur, Narendra, juga membagikan makanan kepada seluruh anak yatim yang hadir, dalam rangka Milad dirinya yang ke 54 tahun.
Ketua DKM Baitur Ridwan, H Firma mengatakan, pada kegiatan santunan rutin yang selalu dilaksanakan setiap peringatan 10 Muharram, pada tahun 2017 ini terjadi peningkatan jumlah anak yatim yang disantuni. Untuk kali ini, ada sebanyak 540 anak yatim, dan mereka berasal dari seluruh perwakilan Kecamatan se-Kota Bogor. Kedatangan para anak yatim didampingi oleh para kordinator dan pengurus warga dari perwakilan 68 Kelurahan se-Kota Bogor.
“Alhamdulilah jumlah anak yatim yang disantuni pada tahun 2017 ini meningkat. Kegiatan santunan yatim sebelumnya hanya 450, dan sekarang menjadi 540 orang anak yatim. Kami mengucapkan terima kasih kepada para kordinator warga, pengurus warga dan panitia, termasuk pengurus DKM yang bekerja keras mensukseskan acara ini,” ucapnya.
DKM Baitur Ridwan juga mengucapkan terima kasih kepada para sahabat, relasi dan donatur serta teman teman Alumni SMAN 2 angkatan 1979, yang telah menginfak kan rejeki nya bagi anak yatim, sehingga acara bisa terselenggara dengan baik. Dalam kegiatan ini, para pendiri masjid juga ikut berpartisipasi dan memberikan perhatian, sehingga acara acara dalam memakmurkan masjid bisa terlaksana.
“Kegiatan santunan seperti ini dalam satu tahun saja bisa 5 kali dilaksanakan. Dengan memulyakan dan menaikan derajat anak yatim, memberikan santunan kepada anak yatim, di dunia akan menempati kedudukannya yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya.
(advetorial)

Begini Kondisi Kesehatan Novanto Pasca Menang Praperadilan

0

BOGOR DAILY-Kondisi Ketua DPR Setya Novanto disebut belum pulih total. Alat bantu kesehatan seperti infus dan selang pernapasan masih menempel di tubuhnya.

“Bapaknya cuma bilang goyang kalau lihat orang. Itu saja,” kata Wasekjen DPP Golkar Marlinda Irwanti Poernomo saat ditemui di Rumah Sakit Premier, Jatinegara, Jakarta Timur.

Dia pun belum bisa memastikan apakah Novanto akan pulang hari ini. Tim dokter RS Premier belum memberikan lampu hijau kepada Ketua Umum Partai Golkar itu.

Marlinda sempat berbincang dengan istri Novanto, Deisti Astriani Tagor, untuk mengetahui kondisi ketuanya. Novanto disebut mengalami gangguan sinus yang mengakibatkan rasa sakit hingga menjalar ke bagian kepala.

Dokter juga memberitahunya bila keseimbangan tubuh seseorang akan terganggu bila penyakit sinusnya kambuh. “Mau ada pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Marlinda.

Sebelumnya, Novanto didiagnosis mengalami penyempitan jantung 80 persen dan harus dipasang ring. Ia sempat menjalani operasi kateterisasi jantung pada 18 September lalu.

Kesehatan Novanto memburuk sehari sebelum diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka, Senin 11 September 2017. Dia adalah tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik (KTP-el).

Tak terima dengan status tersangka KPK, Novanto mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hakim tunggal Cepi Iskandar mengabulkan permohonan Novanto pada Jumat 29 September 2017. Novanto pun lepas dari jerat status tersangka.

Suka Ngopi? Ada Tawaran 10 Beasiswa dari Jokowi Nih…

BOGOR DAILY– Presiden Joko Widodo menjanjikan memberi beasiswa bagi anak muda Indonesia untuk belajar mengenai seluk beluk kopi.

“Saya siapkan beasiswanya 10 orang. Entah mau sekolah barista, menanam kopi, membuat mesin atau pascapanen atau apalah. Pokoknya berkaitan dengan kopi,” ujar Jokowi saat berdiskusi dengan para pecinta kopi di Istana Presiden Bogor, Minggu (1/10/2017).

Jokowi mengaku heran. Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia.

Sama seperti lahan sawit yang sedemikian besar. Namun, sekolah mengenai kopi dan sawit jarang dia temukan.

Pernyataan Presiden tersebut sontak mendapat sambutan tepuk tangan dari tamu. Mereka yang diundang itu mulai dari petani kopi, pemilik brand kopi lokal dan maniak kopi.

Jokowi menginstruksikan Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf untuk mengurusi beasiswa tersebut.

“Pokoknya sepuluh orang ya. Silahkan Pak Teten dan Pak Triawan diurus,” ujar Jokowi.

Diskusi Presiden Jokowi dengan petani kopi, pemilik brand kopi lokal dan maniak kopi tersebut berlangsung lancar. Presiden menyerap saran, kritik serta uneg-uneg para tamu.

Jokowi juga sempat bertanya mengenai harga mesin pemanggang biji kopi. Sebab, Jokowi menilai, mesin pemanggang biji kopi adalah kunci untuk memberikan nilai tambah pada komoditas kopi.

Oleh sebab itu, setidaknya petani kopi Indonesia juga mempunyai mesin tersebut.

Surat Sri Mulyani dan Bos Freeport Bocor, Isinya Bikin Kaget

0

BOGOR DAILY-Dua berita surat bocor mewarnai sektor energi dan tambang sepanjang pekan kemarin. Pertama, bocornya surat Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, soal kondisi keuangan PLN. Surat itu ditujukan ke Menteri ESDM, Ignasius Jonan, dan Menteri BUMN, Rini Soemarno.

Kedua, beredarnya surat CEO Freeport-McMoRan Inc, Richard Adkerson, kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Hadiyanto.

Lantas, kenapa bocornya kedua surat itu bikin heboh? Surat Sri Mulyani kepada Jonan dan Rini dirilis 19 September 2017, dengan nomor S-781/MK.08/2017 bersifat penting dan segera.

Dalam surat tersebut, Sri Mulyani menjelaskan kondisi keuangan PLN mengkhawatirkan besarnya kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman yang tidak didukung pertumbuhan kas bersih operasi. Ada potensi terjadinya gagal bayar.

Kondisi tersebut bakal memburuk, karena PLN harus investasi untuk program pembangunan 35.000 MW yang merupakan penugasan pemerintah.

Kekhawatiran Sri Mulyani seakan membenarkan ramalan Rizal Ramli soal kondisi keuangan PLN terkait program 35.000 MW. Rizal buka suara mengkritik 35.000 MW saat masih menjabat Menteri Koordinator Kemaritiman 2015 lalu.

Menurut Rizal, dalam 5 tahun hingga 2019, Indonesia hanya butuh pembangkit listrik dengan total kapasitas 16.000 MW. Nah, jika program 35.000 MW dipaksakan akan membuat PLN bangkrut.

“Bila 35.000 MW ini dipaksakan, maka membahayakan keuangan PLN, bahkan bisa berujung pada kebangkrutan,” tutur Rizal 7 September 2015 silam.

Di sisi lain, jika mengacu laporan keuangan PLN triwulan II-2017 (unaudited), jumlah utang jangka panjang PLN mencapai Rp 299,364 triliun. Utang jangka panjang ini naik Rp 40,025 triliun dibandingkan triwulan II-2016 (audited) yang sebesar Rp 259,339 triliun.

Namun, bagi Menteri BUMN, Rini Soemarno, wajar saja seorang menteri keuangan mengirim surat seperti itu. Rini memandang surat tersebut sebagai bentuk perhatian Sri Mulyani sebagai menteri keuangan mengingatkan kondisi keuangan PLN.

“Tapi wajar bagi menteri keuangan untuk membandingkan, bahwa dia lebih khawatir dari saya. Dia harus mengingatkan kita,” kata Rini di Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Sedangkan Dirut PLN, Sofyan Basir, menegaskan kondisi keuangan PLN sehat, dan dia segera menyiapkan surat balasan untuk Sri Mulyani.

“Kita saat ini punya cashflow Rp 63 triliun, belum lagi standby loan di bank (pinjaman siaga) Rp 38 triliun. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kondisi keuangan kami sehat.

Penolakan Freeport

Setelah surat Sri Mulyani, beredar pula surat bos besar Freeport, Richard Adkerson, pada Jumat (29/9/2017). Surat bertanggal 28 September 2017 itu intinya menolak proposal pemerintah soal divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia.

Proposal tersebut dinilai tidak sesuai dengan kerangka kesepakatan antara Freeport yang diwakili Adkerson Menteri ESDM, Ignasius Jonan, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, beberapa waktu lalu.

Dalam poin tentang divestasi disebutkan, posisi pemerintah Indonesia soal valuasi harga divestasi 51% saham dihitung berdasarkan manfaat dari kegiatan pertambangan yang diperoleh hingga 2021. Saat itu adalah berakhirnya masa kontrak karya Freeport di Indonesia.

Freeport menolak hitungan divestasi versi pemerintah. Menurut Adkerson, divestasi harus mencerminkan nilai pasar yang wajar dari bisnis yang dijalankan Freeport hingga 2041, berdasarkan pada standar internasional dalam menilai bisnis pertambangan dan konsisten dengan hak-hak yang tercantum dalam kontrak karya.

“Para pemegang saham internasional Freeport tidak akan menerima transaksi apapun yang tak mencerminkan nilai bisnis yang wajar berdasarkan hak-hak kontraktual kami sampai 2041,” tutur Adkerson dalam suratnya.

Yang jelas, Sri Mulyani belum memberi pernyataan terhadap surat bos besar Freeport. Hadiyanto pun mengaku belum menerima surat tersebut.

“Saya belum terima. Mungkin belum sampai ke saya. Itu koordinasi Kemenkeu, ESDM, dan BUMN. Itu harus ada tim yang menindaklanjuti penyelesaian divestasi,” tutur Hadiyanto di kantor Kemenkeu, Jumat malam (29/9/2017)

So Sweet… Lihat Aksi Heroik Kasatlantas Gendong Biker Cantik

BOGOR DAILY-Bikers wanita ini tiba-tiba saja terjatuh dari sepeda motor maticnya saat melakukan konvoi melewati kawasan Puncak Bogor.

Peristiwa yang terjadi pada pukul 14.00 WIB, Minggu (1/10/2017) ini terjadi saat konvoi klub motor matic itu lewat lokasi tanjakan sebelum Taman Wisata Matahari saat

Diduga pengendara oleng dan terpeleset hingga kakinya mengalami luka parah. Kebetulan saat itu Kepolisian Lalu Lintas Bogor sedang berpatroli di jalur Puncak.

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama, yang ikut dalam patroli langsung melambankan kendaraannya dibantu anggotanya yang langsung mengatur lalu lintas.

Hasby langsung menghampiri korban yang merengek kesakitan dan berupaya menggendong korban untuk dibawa ke Rumah Sakit terdekat.

“Langsung bawa kita ke rumah sakit. Temannya tolong dibantu dan temani,” ucapnya saat itu.

Aksi ini tak sengaja direkam pengendara lain. Saat dikonfirmasi, Hasby menjelaskan, bahwa kejadian itu merupakan kecelakaan tunggal.

“Saat konvoi kendaraannya jatuh terpeleset dan kolaps,” terangnya.

Masih kata Hasby, kondisi lalu lintas sudah langsung kembali normal. Sementara korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. “Kami bawa ke RS Sanatorium. Sebagai petugas naluri kita menyelematkan,” ujarnya.

Atas kejadian ini, Hasby mengimbau agar para pengendara tetap berhati-hati. Jika lelah maka dianjurkan beristirahat. “Dan tetap lengkapi surat berkendara dan patuhi peraturan lalulintas,” pungkasnya.

https://www.youtube.com/watch?v=vr2MCT-0Zj4

Pemkab Rancang Terminal Cibinong Raya Dekat Tol Jagorawi

BOGOR DAILY- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor berencana membangun terminal baru sebagai pengganti Terminal Cibinong. Rencananya, terminal itu akan dibangun di dekat Tol Jagorawi Citeureup dengan sebutan Terminal Cibinong Raya.

Kepala Bidang Angkutan pada Dishub Kabupaten Bogor Dudi Rukmayadi mengatakan, saat ini, pihaknya telah membuat Feasibility Study (FS) yang dikerjakan pihak konsultan.

“Kami sudah membuat FS, namanya Cibinong Raya, ada lima alternatif. Tujuannya, untuk mengantisipasi kepadatan Citeureup dan Cibinong,” ujar Dudi.

Lebih lanjut ia mengatakan, telah dapat satu lokasi yang strategis dan bobotnya tinggi. Yakni, terminal yang berada antara di sisi kiri atau kanan tol Jagorawi.

Sebab, dari perencanaan pemerintah daerah ingin memecahkan masalah kemacetan yang terjadi di Citeureup dan Cibinong. “Kalau jauh (dari tol) nanti akan macet juga, dengan akses tol itu mungkin mengurangi kemacetan, itu sudah ada FS nya,” tuturnya.

Setelah ada FS, maka lahan tersebut harus dibebaskan dan selanjutnya akan dibuatkan Detail Engineering Desain (DED), seperti berapa luas lahan untuk parkir, ruang tunggu serta fasilitas penunjang lainnya.

Sehingga, menurutnya lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan suatu terminal tidak harus sangat luas karena yang terpenting penataan hingga pelayanannya.

“Kalau dipatok tipe A harus 10 ribu meter dan seterusnya, kalau lahannya tidak ada maka tidak akan jadi terminal,” imbuhnya.

Hari Ini, PNS Bogor Wajib Pakai Batik Khas Bogor

BOGOR DAILY-Wali Kota Bogor Bima Arya mengintruksikan kepada seluruh PNS di lingkungan Pemkot Bogor untuk menggunakan batik, terlebih batik khas Bogor dalam rangka Hari Batik Nasional, Senin (2/10/2017).

Menurutnya, tidak hanya PNS tapi juga masyarakat Kota Bogor harus memakai batik dan bangga dengan keberadaan batik khas Bogor.

“Saya himbau pakai batik Bogor. Sebaiknya tidak pakai batik-batik luar Bogor. Sebisa mungkin pakai batik Bogor,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Bima, motif batik khas Bogor lebih beragam mulai dari motif hujan hingga motif angkot.

“Karena sekarang sudah semakin banyak pilihan motif dan jenisnya. Harus bangga dengan batik Bogor,” ujarnya.

Ia berharap, pada hari batik nasional besok masyarakat bisa kompak memakai batik dan bangga dengan batik lokal.

Calon Praja IPDN Dea Meninggal saat Diklat, Ini Kronologinya

0

BOGOR DAILY- Calon Praja IPDN angkatan 2017 Dea Rahma Amanda (17) meninggal saat mengikuti Diksar di Akpol Semarang. Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) turut berduka atas meninggalnya Dea.

Ungkapan duka tersebut disampaikan Gubernur IPDN Ermaya Suradinata. Ia pun menyampaikan semoga keluarga Dea diberi kesabaran dan kekuatan iman.

“Kita turut berduka cita dan semoga almarhumah Dea Rahma dapat diterima amal ibadahnya dan orang tuanya semoga semakin kuat imannya dan kesabaran,” kata Ermaya.

Gubernur Akpol, Irjen Rycko Amelza Dahniel, menjelaskan kronologi musibah yang dialami oleh Capraja dari Provinsi Lampung tersebut. Berikut kronologinya:

Pukul 04.00-06.00 WIB
Capraja bangun pagi dan mengkuti Salat Subuh dan pengajian di Masjid Umar Bin Khatab.

Pukul 06.00-06.30 WIB
Usai dari Masjid, para Capraja melaksanakan makan pagi di GOR.

Pukul 07.00 WIB
Peserta menuju Batalyon untuk mengikuti apel pagi.

Pukul 07.30 WIB
Dilakukan kegiatan lari setengah keliling lapangan Resimen. Saat itu korban masih bertahan.

Pukul 07.40 WIB
Usai lari di lapangan Resimen, peserta baris di lapangan yang sama. Saat itulah Dea roboh dan segera ditolong rekan-rekannya.

Pukul 07.45 WIB
Korban dibawa ke RS Akpol yang jaraknya tidak jauh dari Lapangan Resimen. Pertolongan darurat dilakukan selama 30 menit.

Pukul 08.15 WIB
Tim dokter menyatakan Dea meninggal dunia.

Rycko mengatakan dari hasil tes yang dilakukan sebelumnya menyatakan Dea dalam kondisi baik. Namun ternyata sempat mengaku ke rekannya mengalami sesak napas.

“Catatan selama mengikuti kegiatan di Akpol tidak ada catatan pernah berobat, tidak mengeluh sakit. Bahkan berat badan bertambah, sehat,” kata Rycko di RS Bhayangkara Semarang, Minggu (1/10/2017).

“Petunjuk kita almarhumah ada asma dan tensi tinggi waktu penerimaan IPDN, 130/80, untuk anak 17 tahun itu cukup tinggi,” imbuhnya.

Saat ini jenazah berada di RS Bhayangkara untuk menunggu orang tua korban. Otopsi untuk mengetahui pasti penyebab tewas masih menunggu persetujuan keluarga.

Olah TKP Berlangsung di Pabrik yang Tewaskan 7 Pekerja Bogor

BOGOR DAILY-Guna menyelidiki penyebab pasti kematian 7 orang yang diduga keracunan limbah pabrik kemasan telur, Polres Bogor bersama Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri kembali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di Kampung Cibunar, Desa Cibunar, Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengatakan, olah TKP ini guna menyelidiki penyebab pasti tewasnya tujuh pekerja dan warga setempat di kolam pengolahan limbah kardus pabrik kemasan telur yang diduga karena keracunan.”Dalam olah TKP tersebut dilakukan juga pengambilan sampel udara dalam bak penampungan, limbah pembuatan rak telur yang ada di area tempat para korban meninggal dunia,” kata Dicky di lokasi Minggu (1/10/2017).

Tak hanya, menurut AKBP AM Dicky, pihaknya juga telah mengambil sample udara dalam ruangan dekat pintu keluar. “Tim juga mengambil dua botol sampel lumpur dari bak penampungan limbah pembuatan rak telur, guna menyelidiki kandungan jenis bahan kimia apa yang ada di bak kolam tempat ditemukannya para korban,” ujarnya.

Setelah itu, tim langsung membawa semua sample tersebut ke kantor Puslabfor Bareskrim Polri untuk diteliti. Saat ini, kepolisian juga sedang melakukan autopsi terhadap tujuh jenazah yang sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Semuanya itu kami lakukan untuk sebagai bagian dari proses pemeriksaan penyebab kematian. Setelah itu, sore ini juga jenazah langsung dikembalikan kepada keluarganya masing-masing untuk dikuburkan,” jelasnya.

Adapun rencana tindaklanjut penyelidikan selain memeriksa sejumlah saksi dilokasi kejadian dan pemilik, pihaknya juga akan memintai keterangan dari sejumlah ahli lingkungan hidup.

“Kemudian kita akan melakukan kordinasi dengan kejaksaan, gelar perkara guna menentukan arah penyidikan dan melakukan netralisir racun di TKP dengan instansi terkait,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tujuh pekerja industri rumahan pengolahan kardus alas telur (Trey) milik H Abak Marta Wijaya dan warga Kampung Cibunar Kasdun, Desa Cibunar, Parung Panjang, Kabupaten Bogor ditemukan tewas pada Sabtu, 30 September 2017 kemarin.

Empat Bocah Tenggelam di Situ Pabuaran, Satu Tewas

BOGOR DAILY-Seorang siswa SMPN 6 Kota Bogor kelas 9, Alexander Ariel Riansyah, ditemukan tenggelam di Danau Setu Pabuaran dekat Dishub Rt 1 Rw 1 Desa Kemang Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, Minggu (1/10/2017).

Alexander merupakan warga Cilendek timur Rt 4 Rw 4 Bogor Barat.

Pusdalops PB-BPBD, Achmad Maulana, mengungkapkan korban berjumlah empat orang, satu orang meninggal, tiga lainnya selamat.

“Ya betul ada kejadian anak tenggalam di wilayah Kabupaten Bogor,  1 korban alamatnya di Cilendek Timur, 3 anak lain dapat diselamatkan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Korban akhirnya dilarikan ke rumah duka. Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari BPBD Kabupaten.

“Sudah di rumah duka korbannya, kronologinya belum diketahui, karena itu diluar wilayah BPBD kota bogor, dari BPBD kabupaten Bogor pun belum ngasih info,” pungkasnya