Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 8998

Musdalifah Ditinggal Suami Baru, Nassar Beli Rumah di Bogor

BOGOR DAILY– Kabar mengejutkan datang dari rumah tangga Musdalifah. Baru sebulan menikah, ia sudah ditinggal kabur oleh suaminya, Khairil Anwar.

Kabarnya Khairil Anwar kabur setelah cekcok dengan Musdalifah. Musdalifah disebut sudah tak mau melunasi utang-utang Khairil yang bertebaran pada banyak pihak.

Sudah satu minggu ia pergi tanpa kabar. Musdalifah juga sudah tak mau ambil pusing. Ia memilih untuk fokus merawat anak-anaknya dari pernikahan terdahulunya.

Rumah tangga Musdalifah dan Khairil pun diambang perceraian. Jika Muzda bernasib sial, karir mantan suaminya, Nassar, justru mentereng.

Jadwal on air maupun off air Nassar cukup padat, rejeki pun berlimpah. Bahkan juri “D’Academy” itu mengaku sudah membeli rumah mewah di kawasan Bogor seluas 1000 meter persegi.

“Alhamdulillah bisa beli rumah yang besar juga, walaupun cuma di Bogor,” kata Nassar.

“Kerja aku kan paling banyak di Jakarta, jadi ya tinggal di Jakarta. Kalau ke Bogor saat liburan saja. Jadi rumah seperti vila aja, gak ditempati tiap hari.”ujarnya

Sayangnya Nassar enggan membocorkan soal harga rumahnya tersebut. “Urusan duit, tidak jadi masalah. Asalkan saya suka dan kebetulan ada duit, ya dibeli. Ini tinggal saya tambahin ornamen-ornamen sudah bagus,” kata Nassar

Kecelakaan Beruntun, Tol Cikampek Arah Jakarta Mengular 4 KM

BOGOR DAILY– Kecelakaan beruntun yang melibatkan beberapa mobil terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 56. Akibat kecelakaan tersebut arus lalu lintas padat sepanjang 4 kilometer.

“Benar ada kecelakaan di KM 56. Posisi sekarang sudah di bahu jalan untuk mendapat penanganan petugas,” kata petugas Call Center Jasa Marga, Ida, saat dihubungi, Sabtu (1/7/2017).

Dari foto yang diunggah @TMCPoldaMetro, kecelakaan beruntun ini setidaknya melibatkan 4 kendaraan jenis minibus. Petugas belum dapat memastikan informasi mengenai ada tidaknya korban akibat kecelakaan.

“Saat ini belum diketahui pasti info kecelakaannya, yang pasti sedang dalam penanganan,” kata Ida.

Arus lalu lintas terpantau padat akibat kecelakaan itu. Kepadatan terjadi sepanjang 4 kilometer dari KM 56 hingga KM 60.
“Lalin saat ini padat akibat kecelakaan, sepanjang KM 56 hingga KM 60,” tutur Ida.

3 Teror untuk Polisi Dalam Sepekan Bikin Gempar

BOGOR DAILY– Institusi Polri mendapat teror bertubi-tubi dalam satu pekan terakhir. Tercatat ada 3 serangan yang dilakukan pelaku teror terhadap anggota Polri di 3 tempat berbeda.

Teror pertama terjadi di Mapolda Sumatera Utara tepat di Hari Raya Idul Fitri pada 25 Juni 2017. Satu prajurit, Aiptu Martua Sigalingging, gugur ditikam pelaku yang berjumlah dua orang.

Tak hanya menikam, usai tahu Aiptu Martua sudah tak bernyawa, mereka membakar Pos Polisi beserta Aiptu Martua di dalamnya. Kedua pelaku satu di antaranya tewas dan satu lainnya dalam keadaan kritis.

“Luka tusukan di tubuhnya di dada di leher di lengan bertubi-tubi. Dan leher dalam kondisi tergorok. Jadi bukan hanya tusukan saja, tapi memang leher dalam kondisi tergorok, ada luka melintang dari kiri ke kanan atau sebaliknya,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto, Jumat (30/6).

Sehari berselang, pada Senin (26/6), teror dengan secarik kertas diterima Satuan Lantas Polres Serang, Banten. Tulisan dalam kertas tersebut ‘Siapkan dirimu polisi thogut, kami akan datang setelah Marawi, Filipina, selanjutnya adalah Indonesia’

Kalimat lainnya yakni ‘Kami berbaiat pada Abu Bakar Al-Baghdadi, bukan Jokowi. Kami bukan anti NKRI, tapi kami jijik dengan berhala yang disebut demokrasi’. Selain kalimat pernyataan, terdapat juga daftar beberapa tempat yang ditulis sebagai target teror.

“Masyarakat tidak perlu cemas namun harus tetap waspada. Kami perintahkan anggota untuk meningkatkan pengamanan dan kesiapsiagaan terkait dengan aksi teror,” kata Kapolda Banten, Brigjen Listyo Sigit Prabowo.

Pelaku teror masih didalami. Penyelidikan dilakukan di antaranya dengan pengecekan CCTV karena pelaku sempat terekam CCTV.

Teror ketiga terjadi pada Jumat (30/6) malam, tepat sehari sebelum HUT Polri ke-71. Dua anggota Brimob yaitu AKP Dede Suhatmi dan Briptu Syaiful B jadi korban penusukan oleh seoarang pria.

Penusukan terjadi usai salat Isya berjamaah di Masjid Falatehan, Jalan Palatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Masjid tersebut hanya berjarak sekitar 450 meter dari Mabes Polri.

Kedua anggota Brimob tersebut mengalami luka di bagian wajah dan leher. Saat ini keduanya masih menjalani perawatan di RS Polri Kramatjati.

Sementara itu pelaku berhasil ditembak mati. Ditemukan KTP atas nama M di dekat jenazah pelaku, namun Polisi menduga KTP tersebut palsu.

Truk Maut Terjun Bebas ke Sungai, 3 Tewas

BOGOR DAILY– Kecelakaan maut menimpa rombongan warga Desa Banyumudal Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang, Jumat (30/6). Niat pelesiran ke salah satu pantai di wilayah Kebumen, berujung maut.

Sekitar pukul 10.00 angkutan truk jenis engkel yang membawa 34 penumpang terjun bebas dari sisi jembatan di atas aliran Sungai Soso di RT 1 RW 2 Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga.

Akibat kejadian itu, 31 orang mengalami luka berat dan ringan serta 3 orang meninggal. Dua meninggal di lokasi kejadian, 1 lainnya ketika sampai rumah sakit.

Keterangan yang berhasil dihimpun Radar Banyumas (Jawa Pos Group), tiga korban tewas adalah Sriyani (37), Tahwid (61), dan Tya Ramawati (37). Masing- masing korban warga Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang juga masih sanak saudara. Dari puluhan korban yang selamat dua di antaranya adalah bayi berusia 2 dan 6 bulan yakni Fadiya dan Fauziah.

Kasatlantas AKP Sukaarwan menjelaskan, kejadian berawal ketika truk dengan nomor polisi R 1940 CC yang dikemudikan  Misno (42), warga Cilacap itu membawa rombongan rencananya akan plesiran di Pantai Ayah, Kebumen. Untuk memangkas jalur, kendaraan menempuh perjalanan melalui Desa Serang, Karangreja dengan kondisi geografis jalan yang berkelok dan naik turun.

Ketika tiba di lokasi kejadian, yaitu di dekat jembatan Sungai Soso, truk berpapasan dengan kendaraan jenis minibus lain. Tak ayal, pengemudi truk berusaha menyesuaikan jalan yang sempit berupaya banting kemudi ke kiri hingga menabrak pembatas jembatan.

Tak lama, truk yang tidak bisa mengerem itu terjun bebas ke sungai dengan kedalaman sekitar 5 meter. Korban penumpang yang ada di bak truk nahas itu ikut terbawa masuk bersama kendaraan. Beberapa mengalami luka parah berupa patah tulang, robek, lecet dan memar.

Pengemudi Misno kepada Radarmas mengaku saat itu kendaraan suulit di rem. Tuas rem seakan keras dan tuas presneling juga tak berfungsi maksimal. Dirinya tidak menyangka akan terjun ke bawah hingga parah.

“Saat menepi itu saya berusaha mengerem, tapi keras dan seakan tak berfungsi. Tahu- tahu sudah jatuh ke sungai,” ungkapnya saat dirawat di RSUD Purbalingga.

Suyatmi, warga setempat yang mengetahui kejadian itu sekitar pukul 10.00, hanya bisa tertegun dan bingung. Karena nyaris tak ada suara dari bawah dan truk sudah patah baknya. Kemudian dia dan warga serta petugas dekat pos pengamanan swadaya langsung melakukan penanganan seadanya.

Tak lama petugas gabungan PMI, polisi, Tim SAR melakukan evakuasi dan pengecekan di lapangan. Polisi sebetulnya telah melarang mobil bak terbuka seperti truk dan truk engkel membawa penumpang. Sebab, sangat membahayakan bagi para penumpang.

Tetapi ternyata masih ada yang nekat menggunakan kendaraan bak terbuka sehingga terjadi peristiwa tersebut. Penumpang yang luka luka masih dirawat di sejumlah rumah sakit. Diantaranya RSUD Purbalingga, PKU Muhammadiyah Bobotsari dan Puskesmas Desa Serayu Larangan Kecamatan Mrebet.

Namun pada siang hari kemarin, semua sudah dipindah ke RSUD dr Goeteng tarunadibrata Purbalingga. Penanganan di IGD berlangsung cepat dan nyaris semua mengalami luka- luka. Sedangkan hingga petang kemarin, bangkai truk masih berupaya dievakuasi petugas. (Jawa pos)

Wanita Ini Laris Diburu Suami Kesepian, Ternyata…

BOGOR DAILY– Kehidupan Masayuki Ozaki berubah sejak menjadi ayah. Sang istri yang repot dan kelelahan mengasuh bayi tidak sanggup lagi meladeni kebutuhan biologisnya. Praktis, sejak kelahiran putrinya, Ozaki lebih banyak mengabaikan kehidupan seksualnya. Tetapi, tidak setelah dia menemukan Mayu.

”Sejak kali pertama melihat Mayu di etalase, saya langsung jatuh cinta. Itu cinta pada pandangan pertama,” ungkap Ozaki malu-malu. Tanpa ragu, dia lantas membeli Mayu dan membopongnya pulang. Ya, Mayu adalah nama boneka dewasa yang terbuat dari silikon. Bersama Mayu, pria 45 tahun tersebut bisa memuaskan hasrat seksualnya tanpa perlu ribet memikirkan dampaknya.

”Saat saya membawa pulang Mayu, istri saya marah besar. Tapi, sekarang dia sudah maklum,” ujar Ozaki. Saat ini Mayu menjadi bagian dari keluarga kecilnya. Boneka cantik itu tinggal seatap dengan Ozaki, istri, dan anaknya. Bahkan, kadang-kadang, dia mengajak Mayu kencan. Boneka yang kali pertama disangka Barbie oleh putri Ozaki tersebut pun didandani pakaian seksi dan perhiasan layaknya teman kencan.

Bagi bapak satu anak itu, Mayu dan boneka-boneka dewasa lainnya jauh lebih menarik ketimbang perempuan Jepang. ”Perempuan Jepang rata-rata dingin. Tapi, Mayu selalu ada buat saya. Saya mencintainya,” ucap Ozaki saat berkencan di tepi pantai dengan Mayu. Ozaki tidak sendiri. Di Negeri Sakura tersebut, tiap tahun ada sekitar 2.000 boneka dewasa seperti Mayu yang terjual.

”Teknologi sudah jauh lebih canggih. Boneka-boneka itu sudah tidak seperti yang dipasarkan pada 1970-an. Kini boneka-boneka tersebut terlihat seperti wanita sungguhan. Sangat nyata dan menawan,” kata Hideo Tsuchiya, managing director Orient Industry. Perusahaan pembuat boneka dewasa itu menjual produk mereka seharga USD 6.000 atau sekitar Rp 79,9 juta. Rata-rata pembelinya adalah suami-suami kesepian

Kebakaran Pabrik Gelas di Gunungputri, Ini Penyebabnya

BOGOR DAILY– Sebuah pabrik gelas kaca, PT Kemasindo Ampuh yang berlokasi di Gunung Putri, Jalan Mayor Oking Jayaatmaja KM 2, RT 01/04, kemarin (30/6) mengalami kebakaran. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat kebocoran pipa yang mengalirkan bahan baku ke tempat produksi. Bahan baku gelas kaca lebih dari seribu derajat celcius menetes dari pipa yang bocor ke lantai, sehingga memicu munculnya api penyebab kebakaran. PT Kemasindo Ampuh sendiri diketahui merupakan perusahaan yang memproduksi perlengkapan dan peralatan rumah tangga berbahan gelas kaca.

Danru Pemadam Kebakaran (Damkar) Cibinong Hendra Kurniawan menuturkan, laporan terjadinya peristiwa tersebut masuk sekitar jam 12 siang atau waktu salat Jumat. Laporan tersebut didapat dari petugas damkar Indocement yang langsung mengirimkan satu unit mobil damkar dan satu unit fire jeep untuk penanganan pertama. “Laporan tersebut kami tindak lanjuti dengan menurunkan dua unit mobil damkar dengan sepuluh petugas,” katanya saat dihubungi Metropolitan.

Hendra menambahkan, kebakaran berlangsung saat pabrik sedang produksi. Saat itu, sebagian pekerja pabrik sedang melakukan ibadah salat Jumat dan sebagian lagi sedang beristirahat di dalam pabrik. “Karena sudah mendapat penanganan awal dari damkar Indocement, api tidak terlalu besar ketika kami sampai di lokasi. Dalam waktu satu jam, api bisa dijinakkan,” ujarnya.

Hingga kini, pihaknya masih belum mendapat data berapa kerugian yang dialami perusahaan gelas kaca tersebut. “Apabila melihat dampak kerusakan yang diakibatkan kebakaran tersebut, memang  cukup parah. Namun belum bisa dipastikan berapa jumlah kerugiannya, karena masih perlu pemeriksaan lebih lanjut. Akibat kejadian ini, perusahaan terpaksa menghentikan proses produksi sementara waktu,” pungkasnya.

Longsor Di mana-mana, Warga Bogor Berhamburan

BOGOR DAILY– Suara gemuruh memecah heningnya Kampung Lebakkantin, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah. Seketika runtuhan tanah menimpa bangunan rumah yang berdiri tepat di bawah tebingan. Warga pun berhamburan, menyelamatkan diri meski beberapa rumah ada yang rusak hingga rata dengan tanah.

Puing reruntuhan bangunan masih berserakan di Kampung Lebakkantin, RT 03/05. Sebagian telah rata dengan tanah sejak longsor menerjang pemukiman mereka, Kamis (29/6) malam. Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor seharian membawa kabar duka. Siapa sangka, usai merayakan Lebaran, puluhan warga terpaksa kehilangan rumah.

Salah seorang warga Kampung Lebakkantin Odih Suhendar yang jadi korban longsor coba mengingat kembali detik-detik longsoran tanah tebingan bergerak hingga menutup rumahnya. Hanya suara gemuruh yang terdengar kencang dan seketika longsor menerjang pemukiman.

“Saya ada di depan rumah dan tidak ada tanda-tanda pas kejadian itu karena langsung ada suara kencang,” tuturnya.

Sebagian warga ada yang berada di dalam rumah, namun kebanyakan berada di luar saat kejadian. Begitu tebingan menimpa satu rumah, runtuhannya merembet mengenai rumah lainnya hingga rata dengan tanah. Saat itu pula warga berhamburan keluar menyelamatkan diri. “Karena yang kena pertama rumah yang pertama jadi orang-orang pada keluar karena mendengargemuruh,” jelasnya.

Dalam kejadian tersebut Odih mengaku semua barang di dalam rumahnya rusak. Ditaksir, kerugian yang dialaminya mencapairatusan juta rupiah.

Tak hanya di Kampung Lebakkantin, longsor hampir terjadi di mana-mana.

Di Kota Bogor sedikitnya ada lima titik longsor, yakni di Kampung Sukamanah, RT 01/01 Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor yang membuat dapur dan kamar mandi warga ambruk.

Kejadian serupa juga terjadi di Ciremai Ujung, RT 01/02 Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara. Akibat hujan deras, bonggol bambu yang berada di tebingan belakang SMP Negeri 20 menutupi badan sungai.

Sementara di Gang Masjid, RT 05/ 04, Kelurahan Tanahsareal, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, hujan deras membuat pergerakan tanah semakin menjadi-jadi hingga mengancam 8 KK/35 Jiwa (Lihat grafis).

Termasuk di Kampung Sukamanah, RT 02/09, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Sebuah TembokPenahan Tebingan (TPT) sepanjang sembilan meter dengan lebar enam meter longsor menimpa empat rumah warga yang tepat berada di bawahnya sekitar pukul 23:00 WIB.

Sampai-sampai seorang bocah sembilan tahun Puthiya Fathurohman Pasaribu mengalami luka ringan.

Warga setempat Saefudin mengatakan, sebelum kejadian dirinya lebih dulu mendengar suara gemuruh. Tak lama runtuhan tembok menimpa empat rumah warga yang masih satu keluarga. Mendengar suara tersebut, pemilik rumah berhamburan keluar menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Total ada 18 jiwa yang jadi korban longsor.

“Saya dan istri sempat lari kalang kabut begitu mendengar suara gemuruh, rupanya longsor. Untung saya dan istri lari sebelum rumah ambruk tertimbun longsor,” ujarnya.

Ia menambahkan, longsornya TPT dikarenakan kontur tanah yang tidak rata membuat tembok runtuh tersapu air hujan. Posisi tembok yang berada di atas pemukiman warga menyebabkan material menimpa rumah.

“Sejumlah barang dan perabotan berharga rusak tertimbun batu dan lumpur. Kita minta pemerintah membantu para korban longsornya tebingan,” pintainya.

Sementara itu, Ketua RW 02 Berti menambahkan, musibah longsornya tebingan tidak menimbulkan korban jiwa, hanya satu anak kecil atas nama Puthiya Fathurohman Pasaribu (9) yang terkena material rumah mengalami luka ringan. “Ada empat rumah rusak berat yaitu milik Basyharudin Pasaribu, Aa Setiarahman, Saefudin dan Edi Sugianto, kebanyak mengalami rusak di bagian atap dan tembok jebol akibat material tanah,” jelasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Ganjar Gunawan membenarkan banyaknya kejadian longsor di Kota Bogor. Namun, beruntungtidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, karena petugas gabungan dari BPBD Kota Bogor, Tagana, bersama warga sekitar langsung membantu mengevakuasi empat rumah yang terkena longsoran.

Meski tidak ada korban jiwa, warga yang terkena longsor harus kehilangan rumah. Sedikitnya ada 23 jiwa yang terpaksa mengungsi ke rumah tetangga dan saudara terdekat. Lantaran, rumah yang ditempatinya telah menyatu dengan tanah.

“Lokasi itu tidak bisa lagi ditempati karena rawan longsor. Kami juga imbau masyarakat di daerah zona merah bencana alam untuk selalu berhati-hati dan waspada mengingat pada sore dan malam hari wilayah Bogor kerap diguyur hujan,” pinta Ganjar.

Terpisah, Sekdes Leuwimekar Oding mengaku telah melaporkannya ke pemerintah dan BPBD Kabupaten Bogor. Muspika Kecamatan Leuwiliang sudah menijau ke lokasi dan membersihakan material longsor yang mengenai rumah.

“Kita sudah laporkan ke pemerintah ada bencana alam, dikarenakan musim hujan dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan,empat keluarga diungsikan dulu ke tempat yang lebih aman sambil menunggu bantuan pemerintah,” tukasnya.

Jika dikalkulasikan akibat longsor yang menerjang kawasan pemukiman warga di wilayah Bogor, ada 41 warga terpaksa kehilangan rumah dan sementara harus mengungsi. Sementara dari 5 titik kejadian longsor, ada 19 KK/ 89 jiwa yang hingga kini hidupnya masih terancam longsor susulan.(Metropolitan)

Pedagang Asongan Serang Satpol PP di Tol Jagorawi

BOGOR DAILY– Akibat tidak terima diusir karena berjualan di sekitar jalan Tol Jagorawi, puluhan pedagang asongan nekat menyerang petugas Satpol PP, hingga beberapa diantaranya mengalami luka-luka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi kemarin (30/6) sekitar pukul 07.00 WIB, di jalan tol Jagorawi KM 24 arah gerbang Ciawi dan Gadog, ketika petugas Satpol PP Kabupaten Bogor sedang bertugas menertibkan jalan tol dari keberadaan pedagang yang tidak seharusnya berjualan ditempat tersebut.

Anggota Pospam Gadog Ops Ramadniya 2017, Brigpol Buana mengatakan aksi penyerangan terhadap anggota Satpol PP tersebut dilakukan oleh sekitar 20 pedagang asongan yang tidak terima dengan penertiban yang dilakukan petugas Satpol PP Kabupaten Bogor. “Petugas Satpol PP menertibkan jalan tol Jagorawi arah pintu Ciawi Gadog karena memang tidak boleh berjualan disana. Mungkin karena tidak terima, mereka menyerang petugas,” katanya kepada wartawan koran ini.

Para korban, lanjut Buana, merupakan tiga orang anggota Satpol PP Kabupaten Bogor, yakni Ibrahim Ardiliansyah, Ardiansyah, dan Fachmi. “Korban mengalami memar dan luka di bagian dada serta paha, akibat menerima tendangan dari para pelaku. Setelah kejadian itu, ketiganya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong untuk mendapat pengobatan lebih lanjut,” ujarnya.

Buana menambahkan, kini para pelaku sudah berhasil diamankan petugas kepolisian, dan ditangani Satuan Reskrim Polres Bogor untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Para pelaku dijerat dua pasal, yakni pasal 170 KUHP tindak pidana bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang lain dan pasal 212 KUHP tindak pidana melakukan kekerasan terhadap pegawai yang sedang menjalankan tugas yang sah,” tutupnya.

27 Juli 1996 Dalam Kenangan

Membenahi dokumen-dokumen lama, tak sengaja menemukan bundel berkas kasus 27 Juli 1996. Kasus yang disebut “Kudatuli” (Kudeta 27 Juli). Peristiwa perebutan Kantor DPP PDI pimpinan Megawati Soekarnoputri yang terletak di Jalan Diponegoro 58, Jakarta.

Dokumen-dokumen yang sudah berusia 21 tahun tersebut ada pada rak buku. Saya jadi terkenang. Saat itu sebagai advokat muda, saya berani membela 21 terdakwa dari 124 anggota dan simpatisan PDI pro Megawati Soekarno Putri.

Mereka ditangkap aparat di dalam rumah mereka sendiri (kantor DPP PDI). Salah seorang yang saya ingat adalah seorang ibu bernama Sandra dan yang lain adalah pria.

Mengenang waktu itu, dalam suatu sesi sidang, saya memeriksa seorang kapten polisi pasukan anti huru-hara sebagai saksi. Tapi saya cecar seolah sebagai terdakwa. Bagaimana tidak. Logikanya sederhana saja.

Kantor DPP PDI adalah milik DPP PDI dan berhak dikuasai. Ditinggali. Dijadikan tempat kegiatan pengurus, anggota dan simpatisan PDI.

Lalu mengapa polisi menyerbu dan menangkap para anggota dan simpatisan PDI di kantor yang adalah milik mereka sendiri? Sementara orang-orang di luar yang menyerbu dan menggunakan cara-cara kekerasan: lempar batu. Memukul dengan rotan. Dan bahkan ada yang membawa sangkur, tapi tidak dihalau dan ditangkap oleh aparat. Kapten polisi tersebut lalu berteriak marah-marah pada saya. Dia menegaskan: Saya saksi, bukan terdakwa!

Tapi dengan tetap tenang saya tanya mengapa saudara menangkap orang yang tinggal di dalam kantornya dengan damai? Mengapa saudara saksi sebagai polisi melihat ada orang yang menggunakan kekerasan dan alat-alat pemukul memasuki halaman DPP PDI tidak dihalau? Justru saudara bersama mereka ikut menyerbu masuk? Dan banyak lagi pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan logis oleh saksi.

Saksi kapten polisi malah bertambah marah. Ketua majelis hakim yang tampaknya bersimpati pada para korban (terdakwa) mendiamkan saja. Bahkan saya bisa bertanya dengan leluasa. Saya ingat ketua majelis hakimnya adalah Bapak Sianipar.

Selesai sidang, terjadi insiden pemukulan terhadap saya di dekat kawasan Gajah Mada Plaza. Seorang berpakaian preman sambil berjalan disamping menyikut wajah saya dan lari.

Saat itu saya sedang berjalan sendiri. Saya sengaja tidak mengejarnya. Sebab pukulan tersebut tidak terlalu keras. Dan saya juga mempertimbangkan soal keamanan.

 

Selain dokumen-dokumen berkas perkara, terdapat juga dokumen penjelasan resmi tentang “Penyerbuan Berdarah Markas DPP PDI Sabtu 27 Juli 1996”.

Dokumen ini ditandatangani oleh Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum DPP PDI dan Alexander Litaay sebagai Sekretaris Jenderal DPP PDI.

Dokumen yang berisi penjelasan dan kronologis serangan terhadap kantor DPP PDI oleh segerombolan orang berbadan tegap. Berambut cepak. Dan memakai kaos merah bertuliskan “Pro Kongres Medan”. Dokumen ini adalah dokumen sebagai sikap resmi DPP PDI saat itu. Dan sampai saat ini saya masih memilikinya.

Saya mengingat kenangan tersebut karena selama 21 tahun aktif di PDI Perjuangan, baru saat ini saya tertarik dengan dunia politik praktis. Kini saya ikut pencalonan Walikota Bogor 2018 yang dijaring oleh Bapilu DPC PDI Perjuangan Kota Bogor.

Dalam test wawancara, oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, saya ditempatkan sebagai peserta fit and proper test dari unsur eksternal (bukan kader).

Juga berdasarkan informasi lain, data dalam formulir isian dan kelengkapan Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI Perjuangan yang saya miliki sejak 2004 tidak terdapat dalam dokumen.

Padahal, KTA PDI Perjuangan saya sertakan saat mengembalikan formulir di DPC PDI Perjuangan Kota Bogor. Fenomena KTA tidak ada dan dianggap sebagai unsur eksternal bukan kader, mengajarkan pada saya bahwa dunia politik praktis adalah wilayah yang memiliki banyak tikungan tidak terduga. Berbeda dengan profesi hukum yang bisa diprediksi dan terukur.

Oleh karena itu, saya harus belajar banyak dalam politik praktis. Tapi harus tetap dengan spirit pelayanan rakyat yang tidak boleh bergeser.

Kalau boleh sombong (hehehe), saya juga dapat penghargaan DPP PDI yang di tandatangani Megawati Soekarnoputri atas kontribusi pembelaan dalam kasus 27 Juli 1996, sebagai Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI).

Mengenang 21 tahun lalu, membela kasus 27 Juli 1996, saya jadi teringat kawan-kawan seperjuangan. Saat ini mereka sudah menduduki posisi politik cukup hebat: Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI Trimedya Panjaitan dan Dwi Ria Latifa Anggota DPR RI.

 

Merdeka,

 

Sugeng Teguh Santoso, SH

(Calon Walikota Bogor 2018/Sekjen Perhimpunan Advokat Indonesia)

Warga Penasaran Lihat Obama di Istana Bogor

BOGOR DAILY– Mantan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama tiba di Istana Kepresidenan Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/6/2017).

Dengan pengawalan mobil Paspampres Obama masuk dari pintu utama Istana Kepresidenan Bogor sekira pukul 15.30 WIB.

Lalu lintas di Jalan Djuanda dan Jalan Sudirman sempat ditutup selama 30 menit oleh untuk memprioritaskan iring-iringan Obama masuk ke Istana Bogor.

Ratusan warga yang penasaran pun rela menunggu sejak siang pun langsung berebut untuk mengabadikan foto kedatangan Obama.

Setelah Obama memasuki pintu Istana, warga kemudian membubarkan diri dengan tertib. Sementara itu, arus lintas di sekitar lokasi kembali dibuka seperti biasa.

Sementara itu, di Istana Bogor Obama dan Jokowi sempat berbincang di teras belakang Istana Bogor, Jawa Barat, Setelah itu, Presiden Joko Widodo langsung mengajak mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk berkeliling Kebun Raya Bogor dengan naik golf car. Setelah berkeliling, Jokowi mengajak Obama santai sejenak di Grand Garden di Kebun Raya Bogor.

Keduanya bertemu dan berbincang santai di Grand Garden Cafe yang terletak di Istana Bogor. Jokowi tampak menghentikan golf car yang dikendarainya bersama Obama di depan Grand Garden cafe. Setelah turun dari golf car, keduanya berjalan kaki sampai di tempat duduk cafe tersebut. Sambil berjalan kaki, keduanya tampak ngobrol santai.