Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 9011

Bikin Bahaya, Dishub Kandangkan 28 Bus Tidak Laik Jalan

BOGOR DAILY– Sebanyak 28 bus dari ber­bagai jurusan dan trayek yang akan digunakan untuk armada arus mudik Lebaran 2017 ini dilarang beroperasi. Larangan itu diberikan karena bus tersebut tidak lulus pemeriksaan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Baranangsiang Islahudin mengatakan, setelah di­lakukan ram chek untuk angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), maka bus tersebut dilarang beroperasional selama Lebaran.

berkas diserahkan ke Penga“Semua akhirnya ditilang dan dilan Negeri (PN) Bogor. Jadi selama Lebaran harus distop dulu,” ungkapnya kepada Metropolitan. Sementara jika Perusahaan Otobus (PO) ngotot mengoperasikan, lanjut Islahudin, pihaknya akan mencabut trayeknya. “Itu sangat membahayakan penumpang. Kami bisa men­cabut taryeknya,” tegasnya.­

Setelah menyelesaikan permasalahan administrasi pemulangan, para operator PO diwajibkan memenuhi semua persyaratan yang men­jadi pelanggaran. Setelah itu armada diizinkan berop­erasi kembali di terminal. “Kita akan menunggu dulu, apakah semua pelanggaran dan per­soalan administrasinya sudah diselesaikan apa belum. Kalau memang masih bermasalah, maka tidak boleh beroperasi. Tetapi kalau administrasinya sudah selesai, maka akan ditinjau kembali untuk digu­nakan sebagai armada arus Lebaran,” paparnya.

Sementara Pengamat Trans­portasi Djoko Setijowarno mengimbau bus-bus yang tak layak jalan tersebut harus diserahkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor ke pihak kepolisian. Hal itu agar pihak kepolisian menyitanya. “Kalau hanya surat-surat saja, maka bus tersebut bisa saja memban­del dan beroperasi. Tetapi kalau ditahan, yakin mereka sudah tidak bisa beroperasi,” katanya.

Djoko menambahkan, harus ada tindakan tegas dari dishub dan pihak kepolisian kepada sejumlah PO yang nakal. Se­hingga, kecelakaan yang sering terjadi di bus akan berkurang. Selain itu ia juga meminta agar setiap PO pariwisata diperketat pemeriksaan busnya. Sebab, selama ini kecelakaan bus ke­banyakan terjadi di bus-bus pariwisata. “Kalau saat ini PO konvensional sudah diperketat, tinggal PO pariwisata yang di­perketat,” ungkapnya. (Metropolitan)

Netizen Sebut Istri Fedi Nuril Dulunya Cewek Simpanan

BOGOR DAILY- Artis tampan Fedi Nuril kini dihempas kabar tak sedap. Baru-baru ini masa lalu istrinya, Calysta Van­ny Widyasasti, diungkap tak segan membongkar aib istri sang artis yang kini telah dikaruniai seorang anak. warganet. Bahkan, mereka

Terbongkarnya aib ini me­nyusul foto Vanny yang diung­gahnya saat bersama sang suami. Rupanya, posting-an itu mengundang cibiran pedas.

Tidak ada yang salah dalam foto tersebut, hanya tampak Vanny yang memangku sang anak ditemani Fedi. Ketiga anggota keluarga itu terse­nyum tipis saat berada di depan kamera. “Alohaaaa,” tulis Vanny singkat di bagian keterangan foto.

Foto yang diunggah ulang salah satu akun gosip di me­dia sosial itu menuai reaksi warganet. Mereka bahkan dengan tega mengumbar aib Vanny di masa lalu dengan menyebutnya sebagai wanita simpanan.

Di masa lalu, Vanny memang sempat menjadi seorang DJ alias disc jockey. Beberapa foto di media sosial mem­perlihatkan aksi Vanny saat perform sebagai DJ.

“Ga ridooooo… pas fedi fofo sm raline dia baper trus cur­col.. lah resiko yak punya laki ganteng.. ya maap, istrinya mantan dj.. knp gak fedi sm Raline Shah atau Laudya Cyn­thia Bella gitu wkwk..,” cibir akun @idayoek***ng. “Temen eikee dulu jaman kuliah se ke­las noh sama bini nya, katanya aslinya cantik kok famous juga di kampusnya, cuma jarang masuk kuliah ni anak sama go­sip yg beredar di anak kampus dia mah ay*am ka*pus trus p*li*ar*an gt sih min..,” tambah akun @pupud_bo**es.

Tak hanya itu, penampilan Vanny juga ikut menjadi soro­tan. Ia dituding cantik karena aplikasi ponsel hingga disebut wanita berwajah jerawat.

“Pernah ketemu sama istrinya dimall parah songong dan som­bong bgt dari gaya ngomong­nya dan tinglah lakunya super angkuh padahal artis jg bukan, trus wajahnya dempulannya tebel bgt alias menor dan beda­knya keputihan tapi tangannya item wkwkwkwkw,” komentar akun @ va**aa. “Udah pernah liat foto bininya fedi jaman dulu..item…kalo gak pake make up biasa bgt komuknya..camera jaman sekarang banyak pake filter seh,” tambah akun @ bellado***ove.

Lantas, bagaimana tang­gapan Fedi dan sang istri atas komentar warganet tersebut? Sayang hingga kini masih belum ada komentar apa pun dari mereka.

Tontowi/Liliyana Tersisih di Australia Open

BOGOR DAILY– Beda nasib diterima dua ganda campuran Indonesia. Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil melewati babak pertama, tetapi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir justru tersingkir. Pada pertandingan di Sydney Olimpic Park Sports, Rabu (21/6), Praveen/Debby menang dua gim langsung atas pasangan Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino dengan skor 21-11, 21-19.

Setelah menang mudah di gim pertama, Praveen/Debby menjalani gim kedua yang rumit. Sempat unggul 17-12, Wata­nabe/Higashino bisa menyusul untuk menyamakan skor 17-17 kendati akhirnya menang. “Memang waktu leading itu kami terbawa per­mainan lawan yang pelan karena shut­ lambat. Di saat-saat akhir game kedua, kami berusaha mempercepat tempo pertlecock yang digunakan juga mainan,” jelas Debby.­

“Tadi kami mencoba terus berkomunikasi, saling meng­ingatkan bahwa kami harus lebih sabar dan konsentrasi,” imbuhnya.

Di partai sebelumnya, Ton­towi/Liliyana gagal men­gulang prestasinya saat juara di Indonesia Terbuka. Pasangan unggulan keenam ini tak mampu melewati ganda campuran non-ung­gulan asal Malaysia Tan Kian Meng/Lai Pei Jing 17-21, 16-21.

Kekalahan Tontowi/Liliaya­na menandai bahwa Praveen/Debby menjadi satu-satunya wakil ‘Merah Putih’ di turna­men ini.

Sementara itu, pasan­gan ‘gado-gado’ Hendra Setiawan/Tan Boon Heong menang mudah atas wakil Indian Francis Alwin/Kona Tarun dengan skor akhir 21-17, 21-15.

Dari nomor tunggal, Tom­my Sugiarto mengalami na­sib serupa dengan Tontowi/Liliyana. Setelah memenangi gim pertama, Tommy dipaksa menyerah usai kalah dua gim berikutnya di tangan Sai Praneeth B asal India 21-10, 12-21, 10-21.

Catat! Ini SPBU di Puncak yang Buka 24 Jam

BOGOR DAILY– Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memang dikenal berfungsi sebagai tempat pengisian bensin. Apalagi di musim mudik hari besar tempat ini menjadi tempat yang sangat dibutuhkan oleh pemudik dalam perjalanan untuk kelancaran perjalanan

Tidak hanya itu, fasilitas SPBU yang bisa digunakan oleh pemudik jalur Puncak ketika sedang beristirahat karena jauhnya perjalanan. Fasilitas tersebut yakni toilet, mushola, ATM, isi angin ban, dan beberapa unit diisi oleh minimarket.

Apalagi pemudik yang kedapatan melintasi jalur Puncak malam hari atau dini hari. Berikut beberapa SPBU di Jalan Raya Puncak yang buka selama 24 jam.

Berikut 5 SPBU yang terletak di Jalur Puncak yang buka 24 jam.

Ciawi : Pom bensin ini terletak di Kecamatan Ciawi berada di sisi kanan jalan jika pengendara melaju dari arah Simpang Ciawi. Buka 24 jam.

Gadog : Jika dari arah Simpang Ciawi, ketika melaju ke arah simpang Gadog, pengendara bakal melintasi SPBU ini di sebelah sisi kiri jalan. Buka 24 jam.

Cibogo : Jika melaju dari Gadog (Tol Jagorawi) menuju Puncak, pengendara bisa menemukannya di sisi kiri jalan. Buka 24 jam.

Cipayung : SPBU ini terletak di beberapa ratus meter dengan SPBU Cibogo ke arah Puncak Megamendung dan berada di sisi kanan jalan. Buka 24 jam.

Tugu Puncak : Pom bensin ini terletak di dekat Warung Kaleng dan terletak di sisi kiri jalan jika pengendara mengarah dari Gadog menuju Puncak. Buka 24 jam

Gara-gara Ini Toh, Lima Parpol Tolak Bima Arya di Pilwakot 2018

BOGOR DAILY– Lima  partai politik di Kota Bogor menolak calon walikota koruptor pada Pemilihan Walikota Bogor masa bakti 2019-2024 yang dihelat Juni 2018. Kelimanya itu  berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Demikian terungkap dalam diskusi obrolan warung kopi “mencari walikota Bogor Anti Korupsi” yang digagas Ketua LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Bogor Muhammad Sufi di Savana Camp, Bogor pada Rabu (21/6/2017) malam.

Menurut Sufi, rakyat Kota Bogor  resah dipimpin oleh Walikota Bima Arya yang berstatus sebagai pleger korupsi dalam perkara markup pengadaan tanah Jambu Dua seperti diungkap dalam putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Bandung.

“Pemimpin harus menjadi tauladan bagi rakyatnya. Dengan disebut Bima Arya sebagai pleger korupsi Jambu Dua maka menjadi contoh yang tidak baik. Mestinya yang bersangkutan mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Saatnya rakyat Kota Bogor mencari walikota anti korupsi,” kata Sufi kepada wartawan.

Lantas bagaimana sikap para pemimpin parpol di Kota Bogor? Sekretaris DPC PDIP Kota Bogor Atty Somaddikarya menolak tegas pemimpin korup. “Kami menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Namun PDIP komitmen mendukung pemberantasan korupsi,” kata Atty.

Sekretaris DPC Partai Nasdem Roy Firdaus akan memperjuangkan mengusung cawalkot yang anti korupsi. “Kami berpandangan sudah saatnya Kota Bogor dipimpin oleh walikota yang tidak terindikasi korupsi untuk Kota Bogor yang lebih baik,” tegasnya.

Sekretaris Bidang Ekuintek DPW PKS Jawa Barat Najamudin, mengakui bahwa persyaratan calon kepala daerah di PKS harus bebas korupsi. “Sudah tentu PKS akan pengusung calon kepala daerah yang memiliki komitmen anti korupsi,,” kata Najamudin.

Hal senada disampaikan Bendahara DPD Partai Golkar Kota Bogor Reflianosa Ibrahim. “Kami akan memperjuangkan cawalkot yang anti korupsi. Itu harga mati,” katanya.

Sementara Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan DPC PPP Kota Bogor Rachmat Imron Hidayat menegaskan, Bima Arya sebagai pejabat negara harusnya malu disebut sebagai pleger korupsi dan mengundurkan diri. Kenapa? Karena dalam ajaran Islam, malu merupakan sebagian dari iman.

“Harusnya malu dan mundur. Itu lebih terhormat dan tanda memiliki iman,” katanya (Tribunnews.com)

Pemudik Pemotor Mulai Padati Jalanan di Bogor

BOGOR DAILY- Memasuki H-3 Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah/2017 pemudik sepeda motor tampak ramai melintasi sejumlah ruas utama jalan di Kota Bogor, Jawa Barat. Kamis (22/6) pagi, puluhan pemudik sepeda motor melintasi jalan-jalan utama seperti Lampu Merah Warung Jambu, Lampu Merah Tugu Kujang. Pemudik sepeda motor ini menjadikan Kota Bogor sebagai jalur alternatif yang dilintasi untuk mudik ke wilayah Selatan Jawa Barat seperti Pangandaran, Bandung, Tasik,

Homsiatun (33) mudik bersama suami menggunakan sepeda motor metik, Z 3954 UH ke Pangandara. Ia berangkat dari rumanya di kawasan Pluit, Jakarta Utara, pukul 05.00 WIB. Ia melintas di Kota Bogor pukul 07.13 WIB. “Kalau berangkat pagi itu arusnya lebih lancar, tidak panas jadi diperjalanan tidak mudah lelah,” katanya saat ditemui Pos Polisi Tugu Kujang.

Ini kali kedua Homsiatun mudik menggunakan sepeda motor bersama suami ke kampung halaman. Ia berencana merayakan lebaran dana lburan bersama keluarga di Tasik selama satu minggu. Sementara itu, hingga pukul 07.30 WIB pemudik sepeda motor masih tampak melintas di jalur utama Kota Bogor. Para pemudik sepeda motor ini memiliki ciri khusus yang tampak dari barang bawaannya yang lebih banyak dari biasanya. Selain itu, mereka juga menggunakan atribut lengkap untuk perjalanan jarak jauh.

Uniknya lagi beberapa pemudik juga ada yang menggunakan motor baru, terlihat dari tahun dikeluarkannya nomor kendaraan bermotornya dan juga body motor yang masih baru. Namun ada juga yang nekad menggunakan sepeda motor yang sudah mati pajak kendaraannya. Beruntung mereka tidak terjaring operasi petugas yang ada di Tugu Kujang.

Mereka yang mudik menggunakan sepeda motor terdiri dari pasangan suami istri, ada juga muda-mudi dan juga satu keluarga. Rata-rata ada yang membawa anak satu hingga dua dengan usia masih balita. Kasat Lantas Polresta Bogor, Kompol Bramastyo Priadji menyebutkan, pemudik sepeda motor mulai tampak melintas Kota Bogor pada H-4 Lebaran. Mereka biasa memanfaatkan jam malam dan pagi hari untuk memulai perjalanan.

Menurutnya, pihaknya akan melakukan peneguran kepada pemudik sepeda motor yang membawa muatan melebihi kapasitas yang diperbolehkan. “Kita sekedar mengimbau, agar mereka lebi memperhatikan keselamatan diri selama di perjalanan,” kata Bram.

Untuk memudahkan para pemudik melintas di Kota Bogor. Satlantas Polresta Bogor menyebar sejumlah alat bantu rambu petunjuk arah, agar para pengendara lebih memahami rute yang ada di Kota Bogor.

47.081 Warga Terancam Kehilangan Hak Suara di Pilwakot Bogor

BOGOR DAILY- Tahapan resmi pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwalkot) Bogor masih empat bulan lagi. Meski demikian beberapa persoalan sudah menghantui proses pemilihan kepala daerah tersebut. Salah satunya, tentang masih banyaknya penduduk yang belum merekam Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

Padahal sesuai regulasi pilkada, coblosan hanya bisa diikuti oleh mereka yang sudah memiliki KTP-el atau sudah ikut merekam data. Nah, warga Kota Hujan yang belum ikut perekaman KTP-el masih banyak. Yakni  47.081 orang atau sekitar 7,05 persen dari total penduduk Kota Bogor.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor Dodi Ahdiyat mengatakan, hasil dari Data Konsolidasi Bersih (DKB) yang dirilis Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga Desember 2016, jumlah wajib KTP-el Kota Bogor sebanyak 714.528 orang.

“Dari jumlah tersebut yang telah melakukan perekaman sebanyak 667.447 orang atau sekitar 93 persen, sedangkan yang belum melakukan perekaman berjumlah sekitar 47.081 orang atau sekitar 7,05 persen,” jelas Dodi.

Disebutkannya, sejauh ini baru ada sekitar 3.000 KTP-el baru yang siap dibagikan. Dia menargetkan pembagian KTP-el bagi warga yang belum memiliki KPT tuntas hingga akhir 2017 ini. Kalaupun tidak sampai 100 persen, pihaknya meyakini 98 persen sudah tuntas. “Sedangkan untuk sisanya akan dilengkapi dengan Surat Keterangan (Suket) saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) nanti,” ungkapnya.

Hal ini, sambung Dody, sudah sesuai dengan hasil Rakor di Provinsi Jawa Barat. Selain itu, dia  menjelaskan terkait pencetakan KTP-el massal. Yang mana, ada 20.000 blanko KTP-el yang telah dikirim dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

“Total yang akan diberikan berjumlah 20.000 blanko E-KTP dari kebutuhan 50.000, khusus distribusi tambahan dari Pemprov Jawa Barat. Dan sampai saat ini proses pencetakan telah mencapai sekitar 3.000 E-KTP melalui pengajuan dan permohonan via online registrasi, pendaftaran online via WhatsApp (WA) dan via Short Message Service (SMS) atau pesan singkat,” bebernya.

Sementara, untuk pendistribusian  KTP-el akan dilakukan sampai ke tingkat kelurahan agar memudahkan masyarakat. Dodi menambahkan, bagi warga Kota Bogor yang belum memiliki akun untuk pengajuan KTP-el secara online dapat menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai ID pribadi dengan menyertakan email pemohon untuk tujuan me-reply status proses permohonan atau pendaftaran.

“Selain itu bisa juga menggunakan nomor handphone bagi yang menggunakan jalur SMS. Untuk pendaftaran online sudah mulai banyak diakses oleh warga Kota Bogor, namun mayoritas didominasi pendaftar via SMS atau pesan singkat dan via WhatsApp (WA),” ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam proses permohonan atau pengajuan secara online, masyarakat untuk jangan lupa mengupload Surat Keterangan, jika belum memilikinya dapat menggunakan Kartu Keluarga (KK), nantinya akan langsung kami proses dan kami reply (balas( ke email atau nomor handphone.

Ibunda Sahrul Gunawan Dimakamkan di TPU Dreded Bogor

BOGOR DAILY – Kabar duka datang dari presenter Sahrul Gunawan. Sang ibunda, Hasanah meninggal dunia pada Rabu pagi, 21 Juni 2017. ” Iya betul, itu ibunda aa alul (Sharul) meninggal semalam pukul 3. 35WIB RSUD kota Bogor,” ucap Manager Sahrul, Heri ketika dihubungi awak media, Rabu 21 Juni 2017.

Heri mengungkapkan Hasanah meninggal akibat infeksi lambung kronis. Sebelum dinyatakan meninggal, Hasanah sudah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Bogor. ” Minggu sore masuk rumah sakit. Didiagnosa infeksi lambung kronis. Akhirnya dua malam dirawat di kamar, tadi malam pindah ke ICU, sekitar jam 01.00 WIB,” ungkapnya.

Meski sudah mendapat perawatan tim dokter, kondisi kesehatan Hasanah ternyata terus memburuk. ” Jam 03.35 WIB ternyata meninggal,” ungkapnya.

Dijadwalkan, almarhumah akan dimakamkan pada hari ini di Bogor. ” Pemakaman Sedang dilakukan. Alul udah duluan di samping makam. Dia ikut ambulans. Dimakamin di TPU Dredet, Bondongan, kota Bogor,” katanya.

Tinjau Proyek Bocimi, Jokowi: Tahun Ini Harus Selesai

BOGOR DAILY- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau ruas tol Bocimi Seksi I Ciawi-Cigombong, Kabupaten Bogor. Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono.

Di sela-sela peninjauan, Jokowi mengklaim progres pembangunan tol Bocimi Seksi I Ciawi-Cigombong sangat baik.

“Perkembangan sangat baik. Progresnya sangat baik dari 54 km tol Bocimi ini yang di seksi satu sepanjang 15 Km progresnya enggak ada masalah, pembebasan juga sudah beres semuanya,” kata Jokowi di lokasi, Rabu (21/6).

Jokowi menuturkan, tol Bocimi Ciawi-Cigombong ini mulai dibangun sejak tahun 1997. Namun karena terkendala pembebasan lahan dan sejumlah persoalan lain maka tol tersebut mangkrak. Jokowi memastikan, tol Bocimi Ciawi-Cigombong akan rampung tahun ini.  “Ya selesai (tahun ini),” tegasnya.

Di tahun 2018, mantan Wali Kota Solo ini memastikan pembangunan Tol Ciawi-Cigombong masuk seksi II. Pembangunan tol ini harus dikebut agar bisa mengurai kemacetan Bogor-Sukabumi dan Ciawi-Sukabumi.  “(Tol) Ini memang sangat diperlukan sekali, karena kemacetan yang dari Bogor-Sukabumi, Ciawi-Sukabumi parah sekali. Saya pernah merasakan,” ujar Jokowi.

Arus Mudik Mulai Meningkat di Jabar

BOGOR DAILY– Polda Jawa Barat memprediksi akan terjadi peningkatan arus mudik Lebaran 2017 secara signifikan, hari ini Rabu (21/6/2017). Polda sudah bersiaga mengamankan jalur yang dilalui pemudik.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menuturkan berdasarkan data yang dihimpun, peningkatan kendaraan yang masuk ke wilayah Jabar baik dari jalur utara, tengah, dan selatan mulai meningkat sejak H-7 atau Senin (19/6).

Pada H-7 di tol Cikarang Utama, kendaraan mencapai 134.526. Tol Dawuan arah Cipali kendaraan mencapai 52.688 dan Sadang arah Bandung kendaraan mencapai 41.083. Pada hari H-6 atau Selasa (20/6), kendaraan di Cikarang utama meningkat menjadi 152.193. Begitu juga di Dawuan arah Cipali yang mencapai 84.670. Sedangkan dari Sadang menuju Bandung 20.824.

“Telah terjadi peningkatan arus mudik sebesar 13 persen yang melalui cikarang utama pada hari Selasa dibandingkan hari Senin,” kata Yusri via pesan singkat.

Sementara, pada hari ini hingga pukul 09.30 WIB, kendaran di Cikarang utama mencapai 61.635, Dawuan arah Cipali 43.155, dan Sadang arah Bandung 12.288. Jumlah ini, sambung Yusri, diprediksi akan terus meningkat hingga nanti malam.

“Akan terjadi peningkatan arus mudik menuju arah Palimanan, Brebes, dan Bandung/Nagreg dibandingkan hari kemarin,” ucap Yusri.

Yusri menambahkan, saat ini jajaran Polda Jabar sudah bersiaga menyambut arus mudik Lebaran tahun ini. Berbagai titik jalur diantisipasi petugas.

“Kita antisipasi setiap perkembangan arus mudik dengan mensiagakan rest area, mengoptimalkan gerbang tol, mengutamakan arus mudik, serta menghilangkan gangguan fungsi jalan di arteri,” katanya.