Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 9015

Napi di Lapas Bogor Jadi Pemasok Narkoba

BOGOR DAILY– Polres Bogor kembali mengungkap kasus peredaran narkoba di Kabupaten Bogor. Kali ini, hasilnya mengejutkan, lantaran pasokan ganja dikendalikan napi dari dari lembaga permasyarakatan (lapas) di wilayah Bogor. Dua tersangka IHM (36) dan BTY (33) ditangkap berikut barang bukti sebanyak 133 kilogram ganja kering.

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky mengungkapkan, penangkapan ini berawal dari informasi yang diterima polisi soal peredaran narkoba di wilayah Bogor. “Dari penyelidikan diketahui pengedarnya adalah IHM yang memang sudah menjadi target kami,” kata Dicky di Mapolres Bogor, Senin (19/6/2017).

Pria itu dibekuk di kontrakannya di wilayah Desa Dayeuh, Cileungsi. Dari tangan tersangka disita 132 paket ganja kering masing-masing seberat 1 kg yang dibungkus lakban warna coklat. “Tersangka mengaku barang tersebut didapat dari temannya yang mendekam di lapas,” kata Dicky, tanpa menyebut lapas dimaksud.

Dari hasil pengembangan, polisi kembali menangkap BTY di Desa Ciburuy, Cigombong dengan barang bukti ganja 1 kilogram.”Barang haram tersebut didapat dari IHM, artinya narkoba ini masih satu jaringan yang dikendalikan seorang napi di lapas,” kata dia.

Dicky mengatakan, kedua pelaku yang tertangkap tangan ini sebagai pengedar ganja di wilayah Bogor. Saat ini polisi tengah memburu jaringan pemasok narkoba yang diduga berasal dari lingkungan lembaga permasyarakatan di wilayah Bogor. “Sedang kami selidiki untuk mengungkap jaringan yang dikendalikan dari lapas ini,” Dicky menandaskan.

97 Adegan Diperagakan di Rekonstruksi Pesta Gay Kelapa Gading

BOGOR DAILY– Polres Jakarta Utara menggelar rekonstruksi kasus pesta gay bertajuk ‘The Wild One’ di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Rekonstruksi ini digelar langsung di lokasi untuk memperjelas adegan saat pesta gay tersebut.

Rekonstruksi mulai digelar sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (19/6/2017). Seluruh tersangka yang berjumlah 10 orang beserta tiga orang saksi juga dihadirkan. Adegan dimulai sejak pintu masuk dengan memperagakan adegan seorang saksi bernama Hinoto penjaga keamanan dan saksi Rojali selaku petugas kebersihan (OB). Rekonstruksi kemudian dilanjutkan ke dalam lokasi ruko berlantai 4 dengan seluruh tersangka.

“Total ada 97 adegan dalam rekonstruksi ini. Seluruh tersangka dihadirkan dalam rekonstruksi ini,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Nasriadi  di lokasi, Senin (19/6/2017).

Rekonstruksi ini dipimpin Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Nasriadi. Proses rekonstruksi berlangsung dengan pengawalan Tim Tiger bersenjata lengkap. Dalam rekonstruksi ini awak media tidak diperkenankan mengikuti keseluruhan proses rekonstruksi yang berlangsung di dalam ruko, guna mencegah efek sosial yang berlebihan

Sebelumnya, Polres Jakarta Utara menggerebek sebuah event prostitusi gay ‘The Wild One’ di kawasan Kelapa Gading Barat, Jakut. Event itu digelar di PT Atlantis Ruko Kokan Permata, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara pada Minggu 21 Mei 2017 sekitar pukul 19.30 WIB. Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan 141 orang.

Polisi menetapkan 10 orang sebagai tersangka atas pengungkapan kasus tersebut. Mereka ialah empat orang berinisial CD, N, D, dan RA selaku pengelola tempat fitness tersebut serta enam orang yang terlibat dalam aksi pornografi, yaitu SA, BY, R, TT, A, dan S.

Walikota Bogor Ngamuk, Motor di Parkiran Liar Ditendang

BOGOR DAILY- Walikota Bogor Bima Arya ngamuk di Pasar Anyar saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Senin (19/6/2017) pagi.

Orang nomor satu di Kota Bogor itu marah besar lantaran mendapati puluhan sepeda motor diparkir sembarangan di tengah jalan hingga mengalangi para pejalan kaki.

Bima Arya menendang sepeda motor hingga terjatuh. Ia kemudian memerintahkan petugas untuk memindahkan sepeda motor tersebut.

Bima juga memanggail juru parkir yang berada di lokasi. Juru parkir tersebut langsung mendekat dan berusaha mencium tangan sang walikota. Namun Bima Arya tak mau bersalaman. “Angkut semuanya. Sekarang area ini harus kosong semuanya,” tegas Bima Arya.

Bima Arya mengaku tidak bisa menahan emosinya lantaran melihat kendaraan roda dua diparkir di tengah jalan. “Ini menyusahkan orang lain ya. Makanya macet segala macam karena ada parkir liar di sini,” imbuhnya.

Bima Arya mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk mengawasi juru parkir agar tidak lagi mengelola lokasi parkir ilegal.

Mau Lebaran, 1,5 Juta Warga Pilih Tinggalkan Bogor

BOGOR DAILY– Arus mudik Lebaran 2017 diprediksi mulai ramai pada H-3 atau Kamis (22/6). Sebab, pemerintah memajukan cuti lebaran mulai Jumat, 23 hingga 30 Juni 2017. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor memprediksi lonjakan penumpang Hari Raya Idul Fitri dari Kabupaten Bogor akan jatuh pada Kamis (22/6).

Kepala Seksi Pengawasan Sarana Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor Irawadi Sukisman mengatakan, sesuai kebijakan pemerintah pusat, setelah menambah cuti bersama yang jatuh pada hari Kamis, diperkirakan rencana mudik lebaran masyarakat Kabupaten Bogor akan dimulai sejak Senin (18/6) hari ini. “Diperkirakan mulai besok (hari ini) sudah mulai bergerak. Puncaknya hari Kamis karena sudah mulai liburan,” kata Irawadi.

Berkaca pada mudik lebaran tahun lalu, ia menyebut ada sekitar 1,5 juta jiwa masyarakat Kabupaten Bogor yang akan meninggalkan Bogor untuk pulang kampung. Lalu, karena mudik lebaran tahun ini terbagi beberapa trip, dalam artian terus berangsur hingga hari H. Sehingga, perkiraan perhari armada bisa yang dibutuhkan mencapai sebanyak 400 bis perharinya. “Insya Allah untuk kendaraan bis siap tersedia dan kita upayakan bisa mengangkut semua masyarakat Kabupaten Bogor,” ucap dia.

Irawadi juga meyakinkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kendaraan mudik yang digunakan dari wilayah Kabupaten Bogor. Sebab, pihaknya sudah rutin melakukan kegiatan inspeksi angkutan umum (ramp check) di setiap full bis dan terminal. Sehingga, ia bisa memastikan kendaraan yang sudah diberikan logo berbentuk bulat keluaran dari Dishub layak untuk digunakan mudik. “Dari hasil ramp check kita memberikan logo kepada bis yang layak untuk digunakan mudik. Masyarakat sebaiknya menggunakan armada bis yang sudah dipasang logo,” yakinnya.

Di sisi lain, Irawadi menuturkan, pihaknya akan mulai mengefektifkan sepuluh titik Pos Pam jalur mudik di Kabupaten Bogor mulai hari ini. Pos Pam ini dibangun untuk membantu masyarakat yang hendak mudik ketika dalam perjalanan terjadi troubel. “Jadi Pos Pam ini kita bangun untuk mengarahkan atau menunjukan jalan bagi para pemudik. Menjadi tempat istrihat hingga sebagai sarana diskusi penumpang yang masih bingung,” tutur dia.

Dirinya menambahkan, sepuluh titik Pos Pam ini akan didirikan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Seperti, di sekitar Ciawi, Cisarua, Megamendung, arah ke Sukabumi, Leuwiliang serta Cileungsi. “Titik fokus kita di jalur Selatan seperti arah Puncak dan Sukabumi. Kita akan turunkan kekuatan penuh, dari Dalop sebanyak 250 anggota dibantu 20 orang tim penguji kendaraan,” tutupnya.

ADV : KIA Dan Percepatan Perekaman E-KTP

Bogor Daily – Beberapa waktu lalu banyak anggota masyarakat bertanya soal pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA). Mereka diantaranya mempertanyakan prosedur dan waktu pembuatan KIA serta manfaatnya. Memang, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak, setiap anak di Indonesia wajib memiliki KIA. Kartu tersebut akan berfungsi sama seperti KTP pada orang dewasa.

Menurut Agus Suparman, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor, pada dasarnya KIA merupakan dokumen kependudukan. Dokumen tersebut diperlukan untuk kebutuhan pengurusan sekolah anak, pengurusan keimigrasian dan pengurusan pelayanan kesehatan melalui BPJS serta transaksi keuangan yang melibatkan kepentingan anak.

Pengadaan KIA merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program mewujudkan Kota Layak Anak. Juga sesuai dengan ketentuan Undang Undang nomor 25 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Sebab dengan adanya KIA, identitas anak secara hukum menjadi lebih jelas,” katanya. Keberadaan KIA antara lain bisa bermanfaat untuk melindungi setiap anak dari praktek perdagangan anak.

“Karena fungsinya sama dengan KTP, maka setiap KIA akan dilengkapi dengan  Nomer Induk Kependudukan (NIK),” kata Agus. Dengan dipergunakannya KIA maka kedepan seluruh penduduk di Indonesia  mulai dari bayi sampai dengan para lansia bisa terdata secara lebih akurat. Akurasi data kependudukan menjadi salah satu syarat penting yang harus terpenuhi dalam menyusun berbagai strategi pembangunan di berbagai bidang.

Di Kota Bogor pembuatan KIA belum dimulai tahun 2017 ini. Menurut Agus, pembuatan KIA tahun 2017 baru diberlakukan di 50 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Diantaranya Surakarta, Malang, Yogyakarta, Depok dan Makasar seta Kabupaten Bangka Tengah dan Kabupaten Bantul. Kota dan kabupaten itulah yang ditunjuk pemerintah pusat untuk melaksanakan proyek percontohan pembuatan KIA.

“Kota Bogor tidak termasuk di dalam daftar ke-limapuluh kota tersebut, jadi sampai dengan saat ini kami baru pada tahap melakukan sosialisasi menyangkut segala sesuatu tentang KIA tersebut,” jelas Agus.

Namun demikian mulai tahun 2018, seluruh pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia sudah harus melaksanakan pelayanan pembuatan KIA. Untuk itu, “Pemerintah daerah diminta mengelola kegiatan pembuatan KIA ini secara mandiri,” ungkap Agus. Oleh karena itu pihaknya berencana akan mengajukan anggaran pelayanan pengadaan KIA pada APBD tahun 2018 yang nilainya mencapai sekitar Rp 2,7 milyar.

Anggaran tersebut nantinya akan dipergunakan untuk membiayai pengadaan kartu, pengadaan alat, pelatihan petugas, sosialisasi serta kegiatan pelayanan. Mengingat dikelola secara mandiri, maka KIA yang diterbitkan oleh pemerintah daerah masing-masing akan berbeda. Terutama berbeda dari warna yang akan dipergunakan.

Format kartu akan sama dengan KTP orang dewasa. KIA bagi anak berusia antara 5 tahun sampai dengan 17 tahun kurang satu hari, wajib dilengkapi foto. Ketentuan tersebut tidak berlaku bagi bayi dan anak berusia antara 0 sampai dengan sebelum 5 tahun. Secara teknis, pelayanan KIA direncanakan akan dilaksanakan termasuk dengan melibatkan berbagai pihak seperti rumah sakit.

Percepatan Perekaman KTP

Saat ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor juga tengah melaksanakan program percepatan perekaman KTP elektronik. Tercatat masih ada sekitar 15.674 penduduk Kota Bogor yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Menurut Agus Suparman, orang-orang yang terdata sebagai pihak yang belum melakukan perekaman data KTP, merupakan mereka yang belum jelas keberadaannya. “Persoalannya orang-orang itu ada dimana, sudah meninggal, tinggal di luar kota atau bisa juga mereka tinggal di luar negeri,” katanya.

Jumlah penduduk yang belum melakukan perekaman data KTP Elektronik pada tahun 2017 sudah jauh lebih berkurang. Sebab pada awalnya, setelah KTP elektronik diberlakukan sesuai  ketentuan UU Nomor 24 tahun 2013, tercatat masih ada sekitar 47 ribu penduduk yang belum melakukan perekaman.

Ditargetkan pada akhir bulan Oktober 2017, seluruh penduduk warga Kota Bogor sudah selesai melakukan perekaman. “Percepatan perekaman ini mendesak dilakukan karena pada tahun 2018 Kota Bogor akan menyelenggarakan Pilkada,” jelas Agus. Sukses Pilkada tentu salah satunya sangat ditentukan oleh adanya data kependudukan yang akurat.

Untuk mendukung percepatan proses perekaman, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor melakukan berbagai cara. Pelayanan perekaman diintensifkan dengan sistem jemput bola. Dengan sistem ini ditargetkan setiap hari bisa terlayani sekitar 150 orang yang melakukan perekaman.

Dalam sistem jemput bola, diantaranya dimanfaatkan mobil keliling. Mobil tersebut berkeliling ke 68 kelurahan yang ada, secara terjadwal untuk memudahkan pelayanan kepada warga. Juga telah dibuka gerai pelayanan perekaman di Mall BTM lantai 3.

Selain itu percepatan perekaman dilakukan dengan memanfaatkan alat perekam gendong. Dua unit alat perekam gendong yang dimiliki  Disdukcapil Kota Bogor saat ini, bisa dibawa petugas langsung ke rumah penduduk. “Pelayanan seperti itu dibutuhkan bagi warga masyarakat yang sulit atau sudah tidak bisa bepergian termasuk datang ke Kelurahan,” jelas Agus. Pelayanan seperti ini juga diselenggarakan pada saat berlangsung Car Free Day.

Jadi bagi Anda yang belum melakukan perekaman data diri untuk kepentingan penerbitan KTP elektronik, diharapkan bisa segera melakukannya dengan memanfaatkan pelayanan-pelayanan baru tersebut. Anda bisa memilih, dimana Anda suka akan melakukan perekaman.

(Advertorial)

Kapolda Janji Angkat Topi Kalau Habib Rizieq Pulang

BOGOR DAILY– Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab hingga kini masih ogah pulang ke tanah air. Rizieq masih bertahan di Arab Saudi usai menjadi tersangka bersama Firza Husein dalam kasus chat berbau pornografi.

Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan berjanji akan angkat topi jika Rizieq pulang ke tanah air dan menghadapi proses hukumnya.

“Hukum harus ditegakkan dan harus dihadapi. Itu aja. Itu paling elegan dan saya akan angkat topi kalau beliau datang,” tegas Iriawan saat acara apel persiapan Hari Raya Idul Fitri di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (19/6).

Disamping itu, Iriawan pun enggan menanggapi prihal janji Sumpah Mubahalah yang diucapkan oleh Rizieq.

“Nggak apa-apa, silakan saja,” ujarnya.

Sebelumnya, tersangka kasus chat pornografi,Habib Rizieq Syihab masih belum kembali ke Indonesia. Berulang kali pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu diminta kooperatif mengikuti prosedur hukum.

Sejumlah rencana disiapkan oleh kepolisian. Pengajuan red notice gagal karena ada klausul hanya pasal-pasal tertentu yang bisa diajukan. Kasus Rizieq dianggap tak masuk kategori.

Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan punya skema lain. Dia teringat dengan kasus Gayus Tambunan, 2010 lalu. Gayus merupakan tersangka kasus mafia pajak Rp 25 miliar.

Saat itu Iriawan menjabat Wakil Direktur Keamanan Trans Nasional Bareskrim Mabes Polri, dengan pangkat brigadir jenderal. Bersama dengan Wamenkum HAM Denny Indrayana, Iriawan berhasil membawa pulang Gayus dari Singapura ke Tanah Air.

Pengejaran kala itu dilakukan secara matang karena Indonesia tak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Singapura. Selama tiga hari Gayus sudah dikuntit. Paspornya juga sudah dibekukan.

Menurut mantan Kapolda Jawa Barat ini, cara itu bisa dilakukan untuk memulangkan Habib Rizieq dari Saudi Arabia. “Alternatif, imigrasi bisa mengeluarkan namanya pencabutan paspor apabila diminta oleh kita,” ujar Iriawan di Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (16/6).

Polisi Gerebek Gudang Ganja di Kontrakan Cileungsi

BOGOR DAILY– Polisi menggerebek sebuah kontrakan di Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor yang dijadikan gudang penyimpanan ganja. Polisi menyita 132 kg ganja kering siap edar yang dikirim langsung dari Aceh.

“Dari lokasi, kita amankan satu tersangka dengan inisial BA (35). Barang buktinya 132 bungkus ganja dengan berat total 132 kilogram,” kata Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP AM Dicky Pastika Gading, Senin (19/6/2017).

Dari pemeriksaan sementara, BA menerima pasokan ganja dari Aceh dengan jumlah rata-rata 100 kg. Ganja itu dikirim langsung dari Aceh.”Kalau menurut pengakuan tersangka, ini yang pertama kali. Tapi kita tidak bisa percaya begitu saja, harus didalami lagi keterangannya, karena sebenarnya aktivitas dia sudah lama kita pantau. Dari keterangan, biasanya ganja sebanyak ini (132 kilogram) bisa habis dalam satu minggu,” terang Dicky

Dari pengembangan penyidikan, polisi kemudian menangkap BT (33) dengan barang bukti ganja seberat 1 kg. BT merupakan pengecer yang mendapat pasokan ganja dari BA.  “Tim narkoba kita juga menangkap satu bandar sabu dengan inisial IP (26), dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 20,4 gram,” imbuhnya.

Tim Satnarkoba Polres Bogor masih melakukan pengembangan terkait pengungkapan tersebut. Polisi masih menelusuri pihak pengirim ganja.  “Kalau barang bukti ini biasanya memang dikirim dari Aceh, tapi ini masih kita dalami lagi. Ini masih kita kembangkan, karena biasanya peredaran narkoba meningkat jelang lebaran,” ujar Dicky.

MUI Desak Peredaran ‘Mi Babi’ Diusut Polisi

BOGOR DAILY– Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan produk mie instan asal Korea yang mengandung babi, belum memiliki sertifikat halal dari LPPOM-MUI. MUI juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas hal tersebut.

Produk mie yang dinyatakan mengandung fragmen babi namun tidak mencantumkan peringatan yakni Samyang (mie instan U-Dong), Samyang (mie instan rasa Kimchi), Nongshim (mie instan Shin Ramyun Black) dan Ottogi (mie instan Yeul Ramen).

“MUI memastikan bahwa produk mie instan dari Korea tersebut belum memiliki sertifikasi halal dari LPPOM-MUI,” ujar Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi.

Zainut juga meminta penegak hukum untuk melakukan tindakan hukum, jika ditemukan pelanggaran dalam peredarannya. Ia mengimbau umat Islam untuk berhati-hati dalam memilih makanan yang akan dikonsumsinya.

“MUI meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas terhadap masalah beredarnya produk asal Korea yang mengandung babi. Jika ditemukan ada unsur pelanggaran hukum maka harus dilakukan tindakan hukum kepada semua pihak yang bertanggung jawab,” kata Zainut.

“MUI meminta kepada masyarakat khususnya umat Islam untuk berhati-hati dalam membeli produk makanan olahan,” sambung dia.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk membaca dengan cermat ingridient yang ada dalam makanan tersebut. Sehingga masyarakat dapat mengetahui apakah makanan tersebut bisa dikonsumsi atau tidak.

“MUI meminta kepada masyarakat khususnya umat Islam untuk berhati-hati dalam membeli produk makanan olahan. Harus cermat membaca ingridient atau daftar ramuan makanan yang tertulis di bungkus kemasan pada setiap produk makanan, agar tidak tertipu oleh produk makanan yang mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh agama,” tutur Zainut.

Kendati demikian, MUI memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) karena telah berhasil mendeteksi hal itu. MUI juga meminta importir tersebut untuk segera menarik kembali produknya dari pasaran.

“MUI mengapresiasi BPOM karena telah mendeteksi empat produk mie instan asal Korea yang positif mengandung fragmen DNA spesifik babi. Ia juga meminta importir menarik produk itu dari pasaran, juga segera mencabut izin edar keempat produk mie instan asal Korea itu,” tutupnya.

Syahrini: Jodoh Saya Hempas Lagi

BOGOR DAILY– Penyanyi Syahrini pernah mengaku tengah menjalin hubungan asmara, dengan seorang laki-laki yang berbeda agama dengannya. Kini, kisah cinta mereka kandas.

“Jodoh saya hempas, rumit lagi kemarin. Sudahlah, jangan bicara itu, ya,” ucap Syahrini mula-mula, ketika ditemui dalam acara Tanda Cinta bersama Princess Syahrini, di Masjid Az Zikra, Bukit Sentul, Bogor, Minggu (18/6/2017).

Pelantun lagu Sesuatu itu juga tak menampik, hubungan asmaranya kandas lantaran mereka berbeda keyakinan. “Sudah, yang sudah biarlah sudah karena memang berbeda agama,” ujarnya.

Syahrini berprinsip, dirinya memilih untuk tak terus mencintai laki-laki yang tidak menjalankan ajaran agama yang sama sepertinya. “Aku tidak mau menempatkan akidah agamaku hanya untuk mencintai manusia, sementara manusia itu tidak mau sujud dan tunduk terhadap aturan Allah. Akan saya hempas siapa pun laki-lakinya. Bye,” tutur Syahrini.

Lagi! Jokowi Bikin Kaget Warga Sekampung di Pabuaran Cibinong

BOGOR DAILY- Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat warga Kampung Wara Wiri RT 01/06 Kelurahan Pabuaran Kecamatan Cibinong,, Kabupaten Bogor mendadak geger.

Ayah Kaesang ini tiba-tiba datang ke Masjid Al-Manshur untuk memberikan sembako kepada warga dan jamaah yang saat itu berada di masjid. Seperti biasa, orang nomor satu di Indonesia itu dikawal oleh sejumlah Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), TNI serta Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky.

Jokowi yang tiba sekitat pukul 20.20 WIB itu tampak terlihat ditemani ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi yang ikut datang bersama rombongan. Tak ayal, warga yang melihat kedatangan Jokowi langsung memgabadikan momen langka itu dengan kamera pomselnya.

Tak jarang juga warga yang minta untuk berfoto bersama sang Presiden. Ketua RT 01/06 Kelurahan Pabuatan, Mubaedi Iskandar mengaku terkejut sekaligus bangga lantaran daerahnya disambangi oleh Presiden ke tujuh di Indonesia itu.

“Saya lagi tarawih di Masjid, tiba-tiba di depan banyak polisi. Saya kira ada apa, ternyata ada Pak Jokowi datang kesini,” kata dia.

Ia juga sangat bersyukur lantaran karena kedatangan Jokowi itu untuk berbagi dengan warga dengan memberikan sembako. “Alhamdulillah Pak Jokowi mai mampir ke sini, warga juga terlihat senang karena dikasih sembako,” katanya.

Tak hanya sembako, Jokowi juga memberikan sejumlah buku tulis untuk anak-anak yang masih bersekolah.