Wednesday, 8 April 2026
Home Blog Page 9018

Pemudik Pemotor Mulai Padati Jalanan di Bogor

BOGOR DAILY- Memasuki H-3 Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah/2017 pemudik sepeda motor tampak ramai melintasi sejumlah ruas utama jalan di Kota Bogor, Jawa Barat. Kamis (22/6) pagi, puluhan pemudik sepeda motor melintasi jalan-jalan utama seperti Lampu Merah Warung Jambu, Lampu Merah Tugu Kujang. Pemudik sepeda motor ini menjadikan Kota Bogor sebagai jalur alternatif yang dilintasi untuk mudik ke wilayah Selatan Jawa Barat seperti Pangandaran, Bandung, Tasik,

Homsiatun (33) mudik bersama suami menggunakan sepeda motor metik, Z 3954 UH ke Pangandara. Ia berangkat dari rumanya di kawasan Pluit, Jakarta Utara, pukul 05.00 WIB. Ia melintas di Kota Bogor pukul 07.13 WIB. “Kalau berangkat pagi itu arusnya lebih lancar, tidak panas jadi diperjalanan tidak mudah lelah,” katanya saat ditemui Pos Polisi Tugu Kujang.

Ini kali kedua Homsiatun mudik menggunakan sepeda motor bersama suami ke kampung halaman. Ia berencana merayakan lebaran dana lburan bersama keluarga di Tasik selama satu minggu. Sementara itu, hingga pukul 07.30 WIB pemudik sepeda motor masih tampak melintas di jalur utama Kota Bogor. Para pemudik sepeda motor ini memiliki ciri khusus yang tampak dari barang bawaannya yang lebih banyak dari biasanya. Selain itu, mereka juga menggunakan atribut lengkap untuk perjalanan jarak jauh.

Uniknya lagi beberapa pemudik juga ada yang menggunakan motor baru, terlihat dari tahun dikeluarkannya nomor kendaraan bermotornya dan juga body motor yang masih baru. Namun ada juga yang nekad menggunakan sepeda motor yang sudah mati pajak kendaraannya. Beruntung mereka tidak terjaring operasi petugas yang ada di Tugu Kujang.

Mereka yang mudik menggunakan sepeda motor terdiri dari pasangan suami istri, ada juga muda-mudi dan juga satu keluarga. Rata-rata ada yang membawa anak satu hingga dua dengan usia masih balita. Kasat Lantas Polresta Bogor, Kompol Bramastyo Priadji menyebutkan, pemudik sepeda motor mulai tampak melintas Kota Bogor pada H-4 Lebaran. Mereka biasa memanfaatkan jam malam dan pagi hari untuk memulai perjalanan.

Menurutnya, pihaknya akan melakukan peneguran kepada pemudik sepeda motor yang membawa muatan melebihi kapasitas yang diperbolehkan. “Kita sekedar mengimbau, agar mereka lebi memperhatikan keselamatan diri selama di perjalanan,” kata Bram.

Untuk memudahkan para pemudik melintas di Kota Bogor. Satlantas Polresta Bogor menyebar sejumlah alat bantu rambu petunjuk arah, agar para pengendara lebih memahami rute yang ada di Kota Bogor.

47.081 Warga Terancam Kehilangan Hak Suara di Pilwakot Bogor

BOGOR DAILY- Tahapan resmi pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwalkot) Bogor masih empat bulan lagi. Meski demikian beberapa persoalan sudah menghantui proses pemilihan kepala daerah tersebut. Salah satunya, tentang masih banyaknya penduduk yang belum merekam Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

Padahal sesuai regulasi pilkada, coblosan hanya bisa diikuti oleh mereka yang sudah memiliki KTP-el atau sudah ikut merekam data. Nah, warga Kota Hujan yang belum ikut perekaman KTP-el masih banyak. Yakni  47.081 orang atau sekitar 7,05 persen dari total penduduk Kota Bogor.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor Dodi Ahdiyat mengatakan, hasil dari Data Konsolidasi Bersih (DKB) yang dirilis Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga Desember 2016, jumlah wajib KTP-el Kota Bogor sebanyak 714.528 orang.

“Dari jumlah tersebut yang telah melakukan perekaman sebanyak 667.447 orang atau sekitar 93 persen, sedangkan yang belum melakukan perekaman berjumlah sekitar 47.081 orang atau sekitar 7,05 persen,” jelas Dodi.

Disebutkannya, sejauh ini baru ada sekitar 3.000 KTP-el baru yang siap dibagikan. Dia menargetkan pembagian KTP-el bagi warga yang belum memiliki KPT tuntas hingga akhir 2017 ini. Kalaupun tidak sampai 100 persen, pihaknya meyakini 98 persen sudah tuntas. “Sedangkan untuk sisanya akan dilengkapi dengan Surat Keterangan (Suket) saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) nanti,” ungkapnya.

Hal ini, sambung Dody, sudah sesuai dengan hasil Rakor di Provinsi Jawa Barat. Selain itu, dia  menjelaskan terkait pencetakan KTP-el massal. Yang mana, ada 20.000 blanko KTP-el yang telah dikirim dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

“Total yang akan diberikan berjumlah 20.000 blanko E-KTP dari kebutuhan 50.000, khusus distribusi tambahan dari Pemprov Jawa Barat. Dan sampai saat ini proses pencetakan telah mencapai sekitar 3.000 E-KTP melalui pengajuan dan permohonan via online registrasi, pendaftaran online via WhatsApp (WA) dan via Short Message Service (SMS) atau pesan singkat,” bebernya.

Sementara, untuk pendistribusian  KTP-el akan dilakukan sampai ke tingkat kelurahan agar memudahkan masyarakat. Dodi menambahkan, bagi warga Kota Bogor yang belum memiliki akun untuk pengajuan KTP-el secara online dapat menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai ID pribadi dengan menyertakan email pemohon untuk tujuan me-reply status proses permohonan atau pendaftaran.

“Selain itu bisa juga menggunakan nomor handphone bagi yang menggunakan jalur SMS. Untuk pendaftaran online sudah mulai banyak diakses oleh warga Kota Bogor, namun mayoritas didominasi pendaftar via SMS atau pesan singkat dan via WhatsApp (WA),” ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam proses permohonan atau pengajuan secara online, masyarakat untuk jangan lupa mengupload Surat Keterangan, jika belum memilikinya dapat menggunakan Kartu Keluarga (KK), nantinya akan langsung kami proses dan kami reply (balas( ke email atau nomor handphone.

Ibunda Sahrul Gunawan Dimakamkan di TPU Dreded Bogor

BOGOR DAILY – Kabar duka datang dari presenter Sahrul Gunawan. Sang ibunda, Hasanah meninggal dunia pada Rabu pagi, 21 Juni 2017. ” Iya betul, itu ibunda aa alul (Sharul) meninggal semalam pukul 3. 35WIB RSUD kota Bogor,” ucap Manager Sahrul, Heri ketika dihubungi awak media, Rabu 21 Juni 2017.

Heri mengungkapkan Hasanah meninggal akibat infeksi lambung kronis. Sebelum dinyatakan meninggal, Hasanah sudah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Bogor. ” Minggu sore masuk rumah sakit. Didiagnosa infeksi lambung kronis. Akhirnya dua malam dirawat di kamar, tadi malam pindah ke ICU, sekitar jam 01.00 WIB,” ungkapnya.

Meski sudah mendapat perawatan tim dokter, kondisi kesehatan Hasanah ternyata terus memburuk. ” Jam 03.35 WIB ternyata meninggal,” ungkapnya.

Dijadwalkan, almarhumah akan dimakamkan pada hari ini di Bogor. ” Pemakaman Sedang dilakukan. Alul udah duluan di samping makam. Dia ikut ambulans. Dimakamin di TPU Dredet, Bondongan, kota Bogor,” katanya.

Tinjau Proyek Bocimi, Jokowi: Tahun Ini Harus Selesai

BOGOR DAILY- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau ruas tol Bocimi Seksi I Ciawi-Cigombong, Kabupaten Bogor. Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono.

Di sela-sela peninjauan, Jokowi mengklaim progres pembangunan tol Bocimi Seksi I Ciawi-Cigombong sangat baik.

“Perkembangan sangat baik. Progresnya sangat baik dari 54 km tol Bocimi ini yang di seksi satu sepanjang 15 Km progresnya enggak ada masalah, pembebasan juga sudah beres semuanya,” kata Jokowi di lokasi, Rabu (21/6).

Jokowi menuturkan, tol Bocimi Ciawi-Cigombong ini mulai dibangun sejak tahun 1997. Namun karena terkendala pembebasan lahan dan sejumlah persoalan lain maka tol tersebut mangkrak. Jokowi memastikan, tol Bocimi Ciawi-Cigombong akan rampung tahun ini.  “Ya selesai (tahun ini),” tegasnya.

Di tahun 2018, mantan Wali Kota Solo ini memastikan pembangunan Tol Ciawi-Cigombong masuk seksi II. Pembangunan tol ini harus dikebut agar bisa mengurai kemacetan Bogor-Sukabumi dan Ciawi-Sukabumi.  “(Tol) Ini memang sangat diperlukan sekali, karena kemacetan yang dari Bogor-Sukabumi, Ciawi-Sukabumi parah sekali. Saya pernah merasakan,” ujar Jokowi.

Arus Mudik Mulai Meningkat di Jabar

BOGOR DAILY– Polda Jawa Barat memprediksi akan terjadi peningkatan arus mudik Lebaran 2017 secara signifikan, hari ini Rabu (21/6/2017). Polda sudah bersiaga mengamankan jalur yang dilalui pemudik.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menuturkan berdasarkan data yang dihimpun, peningkatan kendaraan yang masuk ke wilayah Jabar baik dari jalur utara, tengah, dan selatan mulai meningkat sejak H-7 atau Senin (19/6).

Pada H-7 di tol Cikarang Utama, kendaraan mencapai 134.526. Tol Dawuan arah Cipali kendaraan mencapai 52.688 dan Sadang arah Bandung kendaraan mencapai 41.083. Pada hari H-6 atau Selasa (20/6), kendaraan di Cikarang utama meningkat menjadi 152.193. Begitu juga di Dawuan arah Cipali yang mencapai 84.670. Sedangkan dari Sadang menuju Bandung 20.824.

“Telah terjadi peningkatan arus mudik sebesar 13 persen yang melalui cikarang utama pada hari Selasa dibandingkan hari Senin,” kata Yusri via pesan singkat.

Sementara, pada hari ini hingga pukul 09.30 WIB, kendaran di Cikarang utama mencapai 61.635, Dawuan arah Cipali 43.155, dan Sadang arah Bandung 12.288. Jumlah ini, sambung Yusri, diprediksi akan terus meningkat hingga nanti malam.

“Akan terjadi peningkatan arus mudik menuju arah Palimanan, Brebes, dan Bandung/Nagreg dibandingkan hari kemarin,” ucap Yusri.

Yusri menambahkan, saat ini jajaran Polda Jabar sudah bersiaga menyambut arus mudik Lebaran tahun ini. Berbagai titik jalur diantisipasi petugas.

“Kita antisipasi setiap perkembangan arus mudik dengan mensiagakan rest area, mengoptimalkan gerbang tol, mengutamakan arus mudik, serta menghilangkan gangguan fungsi jalan di arteri,” katanya.

Tendangan Bima Arya Bisa Bikin Kapok Parkir Liar, Beneran?

BOGOR DAILY– Aksi Walikota Bogor Bima Arya yang ngamuk di pasar hingga menjuruskan tendangan ke arah motor yang terparkir rupanya sampai ke telingan petinggi Partai Amanat Nasional (PAN). Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengaku sduah mengetahui aksi kadernya. Namun, Eddy tak mempersoalkannya.

“Saya kira Bima Arya adalah manusia biasa yang bisa meluapkan emosi seperti saya dan Anda. Apalagi, jika ada warga yang sudah berkali-kali diingatkan untuk tidak memarkirkan kendaraan secara liar dan terang-terangan melanggar Perda (Peraturan Daerah),” kata Eddy.
Eddy mengaku akan bersikap seperti Bima Arya ‎jika berada dalam posisi yang sama.  “‎Salah satu problem terbesar di Kota Bogor adalah kemacetan akibat tidak tertibnya pengguna kendaraan,” tutur Eddy.

Menurut Eddy, pro dan kontra pasti ada terkait tindakan Bima Arya. “Namun, terkadang diperlukan shock therapy agar warga kapok,” ungkapnya

Sementara, anak buah Bima Arya langsung dicecar habib-habisan untuk melakukan penertiban di akwasan MA Salmun. Bima mengintruksikan  agar Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) turun tangan menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Dewi Sartika  “Saya minta kepada Satpol PP dan Dishub agar tidak ada parkir liar. Kalau ada, saya akan tindak Pol PP atau dishubnya,” ujar Bima.

Sejumlah anggota Dishub pun memberikan tali pembatas di bibir jalan, sehingga nantinya tidak ada kendaraan yang melakukan parkir liar yang mengakibatkan kemacetan. “Ini kita batasi dengan pembatas agar tidak digunakan untuk parkir sembarangan. Saya akan pantau terus sampai nanti akhir minggu menjelang lebaran,” terangnya.

Selain itu menurut Bima, menjelang hari raya kondisi pasar selalu mengalami lonjakan pengunjung. Tak hanya itu, banyak juga pedagang musiman yang sengajar berjualan jelang lebaran. Untuk itu, dirinya memastikan agar para pedagang yang berjualan tidak offside ke jalan serta diperparah parkiran kendaraan. “Kita lakukan hal-hal yang diperlukan untuk mengurangi kesemrawutan ini,” paparnya.

Ada beberapa titik-titik yang memerlukan penertiban dan perlu diawasi petugas Satpol PP agar tidak mengganggu arus kendaraan. Parkir kendaraan juga menurutnya menjadi salah satu yang harus menjadi perhatian lebih. Untuk itu dirinya meminta petugas Dishub agar menertibkan kendaraan yang terparkir depan lapak PKL. “Sebelah kiri setelah rel kereta harus clear (bersih,red) tidak boleh ada parkir motor dan jika di sebelah kanan ada yang kosong bisa satu baris saja,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bogor, Herry Karnadi mengatakan bahwa tali pembatas yang ada di sepanjang jalan MA Salmun akan dibentangkan hingga tiba malam takbir. Mengingat, kepadatan kendaraan berangsur hingga hari raya. “Ini kan masalahnya juga sementara, lonjakan pkl juga sementara sifatnya, menjelang ramadan dan menjelang lebaran aja. Jadi ketika lewat momen ini sudah tidak terlali banyak kendala jalan bisa cukup lebar lagi,” tuturnya.

Dirinya tak nemapik bahwa lapak-lapak PKL yang berdiri di MA Salmun membuat arus kendaraan jadi padat. Dirinya berharap, lewat dari hari raya, kondisi arus kendaraan di sekitaran pasar bisa kembali kondusif. “Dengan pembatas jalan ini jadi batas supaya tidak melanggar ini keluar dari batas. Sampai takbiran aja, karena pkl maju ditambah ada parkir motor, makanya jalan jadi sempit,”tandasnya.

Asyik, THR PNS dan Dewan Cair. Totalnya Capai Rp25,7 Miliar

BOGOR DAILY– Hari ini merupakan hari yang paling bahagia bagi 7.598 Pegawai Negeri sipil (PNS) yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Hal itu karena gaji ke-14 atau Tunjangan Hari Raya (THR) yang ditunggu-tunggu oleh para PNS tersebut dijadwalkan cair, Rabu (21/6). Tak hanya PNS, 45 anggota DPRD Kota Bogor pun kebagian THR yang dianggarkan Rp25,7 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Kota Bogor Anggraeni Iswara mengatakan, Peraturan Pemerintah (PP) tentang pemberian tunjangan kepada PNS telah terbit. Sehingga pihaknya akan melakukan pencairan sesuai dengan amanat PP tersebut. Sampai kemarin, ia masih menunggu pengajuan dari setiap dinas yang ada di lingkungan Pemkot Bogor. “PP-nya sudah ada dan besok (hari ini) akan kita cairkan seluruhnya,” ujarnya kepada Metropolitan.

Besaran THR yang didapatkan PNS tersebut, kata Anggraeni, sesuai dengan gaji pokok para PNS yang diterimanya setiap bulan. Selain itu tidak hanya PNS saja yang akan mendapatkan THR, sejumlah anggota DPRD Kota Bogor juga ikut mendapatkan THR. Dalam APBD, Pemkot Bogor harus menganggarkan Rp3,2 miliar untuk THR anggota DPRD. Karena menurutnya anggota DPRD masuk ke dalam unsur pemerintah. “Termasuk anggota dewan juga mendapatkan THR dan memang itu sesuai dengan PP,” terangnya.

Berbeda dengan PNS dan anggota DPRD, para pegawai honorer atau sukarelawan (sukwan) harus gigit jari karena tak akan dapat THR. Menurut Anggraeni, pegawai honorer tidak masuk dalam PP. “Untuk sukwan tangung jawab dinas yang akan memberikan THR-nya, karena honorer dan sukwan tidak masuk dalam anggaran yang telah disediakan,” paparnya.

Selain THR, PNS pun sudah mendapatkan gaji ke-13 yang diperuntukan bagi anak-anak PNS yang akan masuk sekolah. “Gaji ke-13 sudah turun duluan dan ini sekrang yang terakhir gaji ke 14 untuk tunjangan para PNS,” katanya.

Innalillahi, PNS Disdukcapil Meninggal Saat Bekerja

BOGOR DAILY-  Pegawai Dinas Kependudukan dan Pen­catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor mendadak panik. Seorang pegawai tiba-tiba meninggal saat jam kerja. Budi Sasongko, PNS yang bekerja sebagai pelaksana bagian inovasi dan dokumentasi, mengembuskan napas terakhirnya sesaat setelah tidur.

Kasi Pencatatan Kelahiran dan Kematian pada Disdukcapil Kabupaten Bogor Suparno membenarkan kabar duka tersebut. “Almarhum bertugas di bagian pelak­sana inova­seorang pegawai Disdukcapil Kabupaten Bogor Endah juga membenarkan perihal meninsi,” ujarnya.

Selain itu salah ggalnya salah seorang rekan kerjanya itu. “Innalillahi wa in­nailaihi rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah teman saha­bat dan saudara kami H Budi Sasongko pada hari ini dalam tugas di kantor Disdukcapil Kabupaten Bogor,” ucapnya dalam pesan WatsApp.­

Almarhum Budi Sasongko diketahui meninggal sore hari tadi ketika akan dibangunkan rekannya untuk salat Asar. “Sebelumnya beliau sedang tidur saat itu. Pas mau diban­gunkan salat Asar, ternyata sudah meninggal,” ujarnya.

Namun, hingga kini belum diketahui pasti penyebab meninggalnya Budi Sasongko. “Kita tidak tahu penyebabnya. Tapi menurut kami beliau tidak sakit karena meninggal pas lagi tidur,” pungkasnya.

Jokowi bagi-bagi Sembako di Bogor, Nih Lokasinya

BOGOR DAILY- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berulang tahun yang ke-56 hari ini, Rabu (21/6). Di hari ulang tahunnya ini, Jokowi akan berkeliling Kabupaten Bogor untuk bertemu warga dan membagikan paket sembako.

Jokowi akan membagikan sembako di sejumlah titik Kabupaten Bogor, yakni di Ciawi, Caringin, Cibadak dan Cicurug. Selama berkeliling, Jokowi membawa paket sembako.

Selama berkeliling, Jokowi akan menempuh perjalanan darat. Jokowi dijadwalkan memulai perjalanannya dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat sekitar pukul 08.30 WIB, Rabu (21/6/2017).

Rencananya, selain membagikan paket sembako, Jokowi juga akan meninjau pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

Turut mendampingi Jokowi dalam kegiatan ini Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

 

Berikut lokasi yang akan dikunjungi sesuai jadwal :

pukul 08:55 wib : Meninjau pembagian sembako di Kampung Ciawi, Kelurahan Harjasari Kecamatan Bogor Selatan bersama istrinya Iriana Jokowi.

Pukul 10:15 wib :  Meninjau pembagian sembako di Desa caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Pukul 10.30 wib : Meninjau ruas tol Bocimi Seksi I Ciawi-Cigombong, Kabupaten Bogor.

Pukul 12.55 wib: Melaksanakan salat Zuhur di Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor.

Pukul 13.55 wib : Meninjau pembagian sembako di Kelurahan Cicurung, Kecamatan Cicurung, Kabupaten Sukabumi.

Pukul 15.10 wib: Meninjau pembagian sembako di RT 001 RW 008 Kelurahan Cobadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Pukul 15:50 wib:Meninjau pembagian sembako di RT 003 RW 07 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi sekira pukul 15.50 WIB.

Minta Upeti Proyek, Gubernur Bengkulu dan Istri Digarap KPK

BOGOR DAILY– Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, Tim Satgas Penindakan KPK berhasil menciduk Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti beserta istrinya Lily Martiani Maddari, dan tiga pihak lain.

Menurut Ketua KPK Agus Raharjo, penangkapan yang dilakukan terhadap orang nomor satu di Bengkulu tersebut, dilakukan lantaran sang gubernur meminta sejumlah upeti dalam proyek yang digarap pihak penyuapnya. ‘’ Itu kayaknya peningkatan jalan‘’ kata Agus Raharjo, ketika ditanya wartawan, di Jakarta Selasa (20/6).

Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai proyek yang menjadi muara suap sang gubernur, mantan Ketua LKPP tersebut mengaku belum mengetahuinya.’’ Saya baru dilaporin lewat telfon, jadi belum tahu detail, ‘’ imbuhnya.

Sebelumnya, Tim Satgas Penindakan KPK dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Dalam kegiatan penindakan tersebut, tim berhasil mengamankan Gubernur Bengkulu RM bersama sang istri LMM, seorang pengusaha dan pihak lain yang diduga menjadi pihak penyuapnya.

Berdasarkan informasi, selain mengamankan para pihak yang duga melakukan transaksi suap menyuap, tim juga berhasil menyita barang bukti uang suap yang di duga sebagai komitmen fee dari sebuah proyek di wilayah Bengkulu.

“Uang (suapnya) Rp 1 miliar,’’ bisik sumber penegak hukum  yang enggan disebutkan, seperti yang dilansir JawaPos.com, Selasa (20/6).

Namun, terkait proyek apa sehingga mantan Bupati Musi Rawas, Sumatera Selatan dan sang istri diamankan menjelang lebaran, sumber tersebut belum bisa menjelaskan secara detail. Pasalnya, kegiatan penindakan sedang dilakukan.