Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 9058

Potongan Tubuh Korban Ledakan Kampung Melayu Masih Ditemukan

BOGOR DAILY– Petugas kebersihan dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur hari ini, Minggu, (28/5/2017) dikerahkan untuk membersihkan puing-puing sisa ledakan bom bunuh diri di Terminal dan Halte Busway Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur.

Budi Mulyanto, Kepala Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur, mengatakan dirinya mendapat tugas membersihkan sekitar terminal dan halte Busway Kampung Melayu yang rusak imbas dari ledakan.

“Setelah dibuka garis polisi, kemudian kami mendapat arahan untuk segera membersihkan lokasi ini,” ujarnya di lokasi.

Meski insiden terjadi pada Rabu, 24 Mei 2017 lalu namun bau tak sedap masih tercium di lokasi. Untuk itu, pihaknya segera melakukan penyemprotan dengan air dan diberi pewangi karbol.

“Masih banyak sisa darahnya dan sudah kita sisir untuk dibersihkan, setelah kita bersihkan kemudian kita semprot seluruh lokasi menggunakan satu tangki berisi pewangi karbol,” katanya.

Tidak hanya bau amis dari darah para korban yang tercium di tempat kejadian, namun Budi menyebut masih menemukan beberapa bagian potongan tubuh korban.

Sebelumnya, ledakan bom terjadi di Terminal Kampung Melayu, Rabu (24/5/2017) malam. Akibat ledakan tersebut, tiga anggota kepolisian yang tengah melakukan tugas pengamanan di sekitar lokasi gugur. Sedangkan 11 orang dirawat di beberapa rumaah sakit karena mengalami luka-luka. Ledakan juga menewaskan dua warga sipil yang diduga menjadi pelaku bom bunuh diri

Polisi sampai kini masih mendalami kasus peledakan yang menewaskan tiga polisi dan dua orang yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri tersebut.

Tim Densus 88 telah menangkap tiga orang berisial W, A dan T di tiga tempat berbeda di Bandung pada Jumat (26/5/2017) dini hari.

Polisi Setop Aksi Ormas Sweeping Miras di Gunungputri

BOGOR DAILY– Sekelompok orang berseragam salah satu Ormas melakukan sweeping di kawasan Gunung Putri, Bogor, Sabtu (27/5/2017) malam pada saat awal puasa Ramadhan.

Massa berjumlah belasan orang ini beralasan, aksi sweeping yang mereka lakukan, karena mencurigai adanya minuman keras (Miras) disalah satu lokasi.

Aksi sweeping ini berhasil di halau petugas kepolisian Polsek Gunung Putri Polres Bogor.

Setelah massa Ormas dihalau, petugas lalu mendatangi lokasi yang dituduh menjual miras.

Dari pengeledahan petugas, tidak ditemukan miras seperti yang dituduhkan massa sweeping.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika mengatakan, lokasi yang dicurigai massa Ormas sebagai tempat miras, sudah dilakukan operasi oleh kepolisian dua minggu lalu dan sudah dilakukan penyitaan.

“Tidak ada miras lagi di sana, karena dua pekan lalu, anggota sudah lebih dulu lakukan penyitaan. Semalam dilakukan pengeledahan ulang dan memang sudah kosong. Jadi tidak ada alasan bagi siapapun diluar polisi, untuk sweeping. Jangan buat ketakutan di tengah masyarakat,”kata AKBP Dicky,  Minggu (28/5/2017).

Orang nomor satu di jajaran kepolisian Kabupaten Bogor ini meminta peran serta masyarakat, untuk melapor ke polisi, jika melihat atau menemukan sesuatu.

Masyarakat diminta, untuk tidak mengambil aksi sendiri. Pasalnya sesuai aturan yang berlaku dan dilindungi undang-undang, yang boleh melakukan operasi dan penyitaan hanya polisi,”ujarnya.
Agar tercipta suasana damai dan nyaman saat umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa, maka semua pihak harus menahan diri dan tidak berbuat yang melanggar aturan.

“Saya selaku Kapolres Bogor meminta semua pihak, untuk menahan diri dan jangan bertindak dan mengambil langkah yang bukan kewenangannya. Masyarakat siapapun dia, tak boleh melakukan sweeping. Ada sanksi hukum jika masyarakat berbuat yang bukan kewenangannya,”tandas AKBP Dicky.

Sebagai pelayan masyarakat, lulusan Akpol 1998 ini menegaskan, kepolisian akan bekerja maksimal dalam memberi rasa aman bagi masyarakat.

Mau Sahur Bawa-bawa Airsoft Gun, Mahasiswa Ini Kena Razia

BOGOR DAILY– Seorang mahasiswa diamankan polisi lantaran membawa sebuah pistol jenis air softgun saat hendak berkendara.

Mahasiswa tersebut diamankan saat Polresta Bogor Kota menggelar operasi gabungan di wilayah hukum Polsek Bogor Utara pada Minggu (28/5/2017) dini hari.

Kapolsek Bogor Utara, Kompol Wawan wahyudin menjelaskan, mahasiswa berinisial RA mendapatkan air softgun tersebut dengan cara membeli dari seseorang.

RA mengaku membelinya karena untuk keperluan menjaga diri.

“Pengakuannya sementara suratnya ketinggalan dan belinya dari seseorang, Keperluan bawa senjata untuk jaga diri,” ucap Wawan melalui pesan WhatsApp.

Wawan berujar, bahwa mahasiswa tersebut telah memiliki air softgun tersebut sekitar tiga sampai empat tahun.

Kini air softgun tersebut pun terpaksa harus disita polisi lantaran dinilai dapat membahayakan.

“Air softgun dengan merk win gun nomor 13D34688 berikut dengan enam butir peluru kami sita, sementara pemilik masih kita periksa,” jelasnya.

Di sisi lain, Wawan menjelaskan bahwa, operasi gabungan yang digelar pada dini hari tersebut merupakan bentuk antisiapasi aksi balapan liar dan aksi tawuran kelompok selama bulan Suci Ramadhan.

“Selain itu juga untuk menjaga kenyamanan bagi umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa, kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 00.30 WIB sampai 04.00 WIB,” tandasnya.

Sugito, Penyuap BPK Tinggal di Gang Kecil di Kawasan Bojonggede

BOGOR DAILY– Banyak orang terkaget-kaget ketika Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Sugito dicokok KPK. Salah satunya Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo.

Politikus PKB itu seolah masih tak percaya Sugito terjaring OTT KPK karena diduga menyuap auditor BPK. Sebab, Sugito selama ini menjadi mitranya dalam menjalankan program antikorupsi di Kemendes.

“Pak Sugito itu selama ini ada di garda terdepan dalam memerangi korupsi di kementerian ini, banyak dimusuhi orang tidak benar,” ujar Eko saat ditemui di kantornya kemarin (27/5).

Menurut Eko, sebagai Irjen, Sugito punya banyak inovasi. Di antaranya, memelopori program agen perubahan birokrasi. Ironi kian menyeruak karena Sugito adalah orang yang membentuk sekaligus memimpin Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di internal Kemendes. “Makanya, saya kaget sekali (dia terjerat kasus korupsi, Red),” katanya.

Eko menambahkan, selama Sugito menjadi Irjen, indeks akuntabilitas kinerja Kemendes naik dari kategori C ke B. Rating serapan anggaran juga membaik dari peringkat ke-78 dari total 86 kementerian dan lembaga (KL) menjadi ke-15 pada 2016.

Menurut Eko, di internal Kemendes, perbaikan integritas dan akuntabilitas menjadi prioritas. Bahkan, sejak menjabat pada Juli 2016, sudah tiga kali dia memfasilitasi KPK untuk memberikan pembinaan terhadap seluruh pejabat eselon 1 dan 2 di Kemendes.

Sebagai bentuk komitmen mendorong akuntabilitas, Eko mempersilakan KPK untuk menyelidiki seluruh satuan kerja (satker) di lingkup Kemendes. “Lihat saja, enam jabatan eselon 1 kami masih kosong, itu karena saya memang ketat sekali soal integritas,” ujarnya.

Terkait kemungkinan BPK akan mengkaji lagi status wajar tanpa pengecualian (WTP) yang sudah diberikan untuk laporan keuangan Kemendes 2016, Eko menyerahkan sepenuhnya kepada BPK. “Silakan kalau mau diperiksa lagi,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, Eko berencana meminta izin KPK agar diperkenankan menemui Sugito untuk mengklarifikasi apa saja kesepakatan dengan auditor BPK serta dari mana uang yang digunakan untuk menyuap. “Saya juga sudah perintahkan Dharma Wanita Kemendes untuk menemani keluarga Pak Sugito. Rumah beliau kecil, ada di gang sempit,” ujarnya.

Di lingkungan pegawai Kemendes, Sugito juga dikenal sebagai sosok sederhana. Sebagian besar staf dan pegawai Kemendes PDTT mengenal Sugito memiliki kepribadian baik dan dekat anak buahnya. Baik itu staf aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai honorer. “Dia perhatian sama anak buah,” ujar salah seorang staf Kemendes PDTT yang namanya enggan dipublikasikan kemarin.

Bagi beberapa staf, pria yang pernah menuntut ilmu di Universitas Gadjah Mada (UGM) itu juga terkenal sederhana. Misalnya, saat pejabat-pejabat ingin mengundang ustad-ustad terkenal untuk pengajian, Sugito yang tinggal di daerah Bojonggede, Bogor,  itu justru mengusulkan ustad-ustad sederhana.

“Ah, ustad-ustad di TV itu sudah kaya. Kita undang ustad-ustad yang biasa mengisi acara di masjid saja,” kata staf tersebut menirukan pernyataan Sugito di hadapan pejabat-pejabat Kemendes sebelum puasa beberapa waktu lalu (Jawapos)

Heboh Pisang Seribu Panjang Dua Meter Milik Dasuki

BOGOR DAILY– Pohon pisang milik Dasuki berbeda. Berada di Jalan Pala RT: 02/03 Kelurahan Beji Timur, pohon itu memiliki buah pisang seribu. Buah pisang seribu dapat mencapai panjang sekitar 1,5 hingga dua meter yang menjulang dari atas ke bawah.

Dasuki mengatakan, awalnya untuk memenuhi dan memproduktifkan lahan kebun yang dimilikinya, dia manfaatkan dengan menanam pohon pisang. Keberadaan pohon pisang unik dia dapatkan dari wilayah Pitara Kecamatan Pancoranmas.

Saat itu, hanya satu bibit pohon pisang seribu yang dia tanam di kebunnya. “Saat itu saya hanya menanam satu bibit terlebih dahulu, untuk mengetahui hasilnya,” ujar Dasuki

Dasuki menjelaskan, pohon pisang yang ditanam sudah berbuah dua kali dan menghasilkan ribuan pisang. Menurutnya, pohon yang ditanam berbeda dengan buah pisang lainnya.

Dasuki menambahkan, pohon pisang seribu miliknya telah mengalami perkembangan. Dari yang sebelumnya hanya satu, kini menjadi empat pohon. Pisang seribu ini tetap dapat dikonsumsi dengan memiliki rasa ciri khas.

Pohon pisang yang berada tidak jauh dari pinggir jalan, sempat mengundang perhatian banyak orang. Hal itu dikarenakan, masih sedikit masyarakat yang menanam pohon pisang seribu.

“Selain menanam pohon pisang seribu, saya menanam pohon pisang sunrinse yang tengah berbuah,” terang Dasuki.

 

Polisi Ogah Jemput Habib Rizieq ke Arab, Ini Alasannya

BOGOR DAILYMeski telah memberntuk tim khusus untuk menangani kasus chat porno yang menyeret nama Habib Rizieq Shihab, namun tidak ada tanda-tanda kepolisian bakal menjemput pentolan Front Pembela Islam (FPI) di Arab Saudi.

Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya masih bersabar menunggu kedatangan Rizieq untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penyebaran konten berbau pornografi yang viral lewat situs baladacintarizieq.com.

“Tentunya semuanya tetap masih menunggu kedatangan ke tanah air dan kami akan periksa setelah nyampe ke Jakarta dan akan (kami) memberikan pengamanan tidak masalah, kami mengharapkan kedatangannya ke Jakarta ini,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Minggu (28/5/2017).

Saat disinggung apakah tidak ada upaya polisi untuk menjemput paksa Rizieq setelah diterbitkannya surat untuk menjemput Rizieq di luar negeri, Argo hanya menyampaikan pihaknya telah membentuk tim. Namun, dia belum bisa menjawab apakah tim tersebut telah diberangkatkan ke Arab Saudi untuk menjemput Rizieq atau tidak.

“Kami kan punya tim, tidak perlu saya sampaikan ke publik Bagaimana caranya kami berbuat, caranya polisi bertindak itu cara-caranya polisi sendiri dari pihak Kepolisian,” kata dia .

Argo juga menegaskan jika penyidik masih menunggu kepulangan Rizieq sambil melengkapi berkas perkara Firza Husein yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut

“Kami masih menunggu kedatangan ke tanah air saja untuk pak Habib Rizieq dan kami berfokus kepada tersangka FH (Firza Husein) untuk segera dilakukan pemberkasan,” ujarnya.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan Firza Husein menjadi tersangka. Penetapan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana ini dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Selasa (16/5/2017).

Firza dijerat Pasal 4 ayat 1 Juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 Juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 Juncto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara.

Polisi juga masih mendalami dugaan keterlibatan Rizieq Shihab dalam kasus tersebut. Rizieq hingga kekinian belum bisa diperiksa karena keberadaan yang bersangkutan masih di luar negeri. Polisi juga telah menerbitkan surat membawa lantaran Rizieq telah dua kali mangkir panggilan.

Anggota Geng Motor Digebuki Warga di Jalan Raya Bogor

BOGOR DAILY– Tiga orang remaja yang diduga anggota geng motor ditangkap dan dihakimi massa pada Minggu (28/5/2017) dinihari. Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok.

Menurut seorang warga yang ada di lokasi kejadian, Muhammad Zakaria, sebelum tertangkap, tiga orang diduga anggota geng motor sempat terlibat kejar-kejaran dengan warga dari arah Jalan Margonda.

Kejar-kejaran itu berakhir saat seorang terduga anggota geng motor terjatuh di Jalan Raya Bogor di kawasan Cimanggis.

“Mereka jatuh di pertigaan Jalan Raya Bogor arah Mako Brimob. Terus dihakimi warga sampai polisi datang di TKP,” kata Zakaria.

Zakaria sempat merekam video situasi saat tiga orang diduga anggota geng motor itu ditangkap. Ia mengunggah video itu ke akun Instagramnya.

Dari informasi yang diterima Zakaria, ketiga orang diduga anggota geng motor yang ditangkap sebelumnya dilaporkan melakukan kekerasan terhadap seorang pengguna jalan di Jalan Margonda.

“Sebelumnya mereka nyerang satu cewek dibacok mas di daerah ITC Depok,” ujar Zakaria.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Sub Bagian Humas Polres Kota Depok, Ajun Komisaris Firdaus menyatakan tiga orang diduga anggota geng motor yang ditangkap masih diperiksa di Mapolres Kota Depok.

Karena itu, saat ini Firdaus belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut.

“Memang ada penangkapan pemuda yang melakukan penganiayaan,” ujar Firdaus.

Mantan Wagub Jabar Era Soeharto Meninggal di Usia 92 Tahun

BOGOR DAILY– Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat pada era Gubernur Aang Kunaefi, Aboeng Koesman Somawidjaja meninggal dunia pukul 22.30 WIB, Sabtu (27/05/2017) malam. Sesepuh Jabar ini wafat pada usianya yang ke 92 tahun.
Minggu (28/5/2017), Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memberikan ucapan belasungkawa. Sekitar pukul 06.00 WIB pagi tadi, Aher bersama istrinya Netty Prasetyani melayat ke rumah duka.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Selamat jalan Bapak Aboeng Koesman Somawidjaja. Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kami kehilangan satu sosok sesepuh Jawa Barat, Inohong Sunda yang pernah menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat periode 1981-1987, era Soeharto,” kata Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan, di rumah duka, Jalan Kalimantan No 10 Bandung, Minggu (28/5/2017).

Aboeng Koesman dilahirkan di Garut pada tanggal 24 April 1925. Sebelum menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat, Aboeng Koesman pernah juga menduduki kursi Wali Kota Cirebon pada tahun 1972-1982. Almarhum juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Paguyuban Pasundan sampai dengan tahun 2000 dan Ketua Yayasan Pasundan selama 2 (dua) periode.

Karier Militer dimulainya pada Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) di masa perjuangan dulu.

Karir di militer lainnya adalah Pa/Dan POMDAN II/Bukit Barisan Medan serta Pa/Dan POMKOADAIT di Makasar. Suami dari ibu Siti Hafijah dan Bapak dari 4 putera dan 3 puteri ini juga pernah menjabat sebagai Pa/Dan POMDAN III Siliwangi di Bandung dan Pa/Dan DAN PUSDIKPOM di Cimahi.

Rencananya, almarhum akan dimakamkan siang ini di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra.

Masjid-masjid Berlomba-lomba Sediakan Takjil Gratis

BOGOR DAILY– Saat bulan puasa, pada umumnya pengurus masjid sering kali menyediakan takjil atau makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

Seperti yang diadakan di Masjid Raya Kota Bogor.

Ketua DKM Masjid Raya Kota Bogor, Ahmad Fathoni mengayakan bahwa menyediakan takjil gratis untuk berbuka puasa rutin dilakukan di Masjid Raya Kota Bogor.

“Setiap memasuki bulan puasa kita memang rutin menyediakan takjil di Masjid Raya untuk orang yamg berpuasa,” ujarnya.

Fathoni menerangkan bahwa menyediakan takjil atau menu berbuka untuk yang berpuasa dasarnya adalah hadir.

Menurutnya, barang siapa yang menyediakan makanan untuk berbuka puasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.

“Menyediakan menu untuk berbuka puasa itu Hukumnya sunnah muakkad, yang artinya artinya sumpah yang sangat di anjurkan,” katanya.

Catat! Warung Makan Boleh Buka Mulai Pukul 16.00-21.00 WIB

BOGOR DAILY– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor mengeluarkan surat edaran terkait jam operasional tempat usaha meliputi tempat hiburan, hotel dan warung makan selama Ramadan di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Kabid Dalops Satpol PP Kabupaten Bogor Asnan mengatakan, surat tersebut disebar ke seluruh tempat hiburan malam, hotel, restoran dan warung makan yang ada di Kabupaten Bogor. Dalam surat edaran tersebut tertulis pengelola tempat hiburan malam tidak diperkenankan sama sekali melakukan aktivitas selama bulan Ramadan

“Tempat hiburan malam sejak kemarin  sudah tutup. Baru boleh buka lagi nanti setelah lebaran satu minggu,” kata Asnan.

Selain itu, terdapat imbauan agar para karyawan hotel hingga rumah makan untuk berbusana muslim selama bulan Ramadan. Tidak sampai di situ, restoran, rumah makan dan warung makan diimbau tidak membuka tempat usahanya sejak pagi hingga menjelang sore hari.

“Bisa tetap berjualan tapi waktunya kami atur yaitu pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB, dan jelang waktu sahur pukul 02.00 WIB hingga 04.00 WIB,” katanya.

Jika ada restoran, hotel dan tempat hiburan malam yang masih buka di luar waktu yang sudah ditentukan, pihaknya tidak segan memberi sanksi tegas. “Ini untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban umum di wilayah Kabupaten Bogor untuk umat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa,” tuturnya.