Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 9062

Puasa, Ormas Dilarang Main Aksi Sweeping

BOGOR DAILYKepolisian Resor (Polres) Bogor tak main-main dengan pihak yang melakukan aksi sweeping di bulan suci Ramadan. Ada sanksi berupa ancaman pidana jika sekelompok organisasi masyarakat (ormas) nekat merazia rumah makan atau Tempat Hiburan Malam (THM).

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengatakan, kewenangan melakukan aksi sweeping atau yang dikenal dengan istilah razia hanyalah dimiliki aparat kepolisian, koramil hingga Satpol PP. Sehingga, pihak mana pun selain tiga instansi tersebut tidak diperlobehkan melakukan razia. “Aparat saja melakukan razia harus dilengkapi surat perintah. Sehingga tidak bisa semena-mena sekelompok pihak melakukan sweeping atau razia,” kata Dicky.

Menurut dia, kalaupun tetap ditemukan adanya sekelompok pihak melakukan aksi sweeping ke tempat-tempat tertentu seperti rumah makan hingga lain sebagainya, pihaknya akan menerapkan sanksi sesuai aturan yang berlaku. “Kalau tetap ada yang melakukan, bisa dikenakan atau terancam pidana. Sebab, mereka bisa dilaporkan oleh pihak yang bersangkutan, dalam hal ini yang di-sweeping atau razia,” ucap dia.

Dicky menjelaskan, aksi sweeping yang dilakukan di bulan suci Ramadan bertujuan baik karena mengingatkan pemilik usaha agar menghormati umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Tetapi jika cara yang dilakukannya salah, tentu hal itu malah bisa mengacaukan ketenangan di masyarakat. Sehingga, aksi sweeping itu tidak dibenarkan dan tidak boleh dilakukan.

“Semua ada tupoksi dan kewenangannya. Serahkan kepada kami (aparat). Kalaupun ada yang mengetahui seperti ada yang jual minuman keras, masyarakat bisa langsung melaporkan ke kami agar bisa ditindaklanjuti,” jelasnya.

Dicky juga mengaku akan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menjaga kondusivitas di masing-masing wilayahnya. Hal ini bertujuan agar semua pihak dapat bersama-sama membubarkan kejadian yang tak diinginkan.

“Kita akan memolisikan masyarakat (mengajak masyarakat menjadi seorang polisi, red). Selain memberi imbauan pelaku usaha di wilayahnya mengikuti aturan, mereka juga yang akan melaporkan ke kami kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta para pelaku usaha hingga masyarakat bisa menjaga diri dan etika pada Ramadan ini. Karena ketika kedua hal itu sudah dipenuhi kedua pihak, untuk apa ada sweeping lagi dan siapa yang akan di-sweeping.

“Selama ini kan kebanyakan masyarakat tidak bisa menjaga diri. Sudah tahu dilarang membuka usahanya tapi tetap beroperasi. Makanya masing-masing masyarakat, baik pemilik usaha dan masyarakat harus bisa menahan diri dan jangan sampai berlaku berlebihan,” singkatnya.

Sekadar diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah mengeluarkan surat edaran dengan nomor: 301/546.Pol PP per 19 Mei 2017. Ada tiga poin penting yang disampaikan bagi para pelaku usaha di Kabupaten Bogor. Pertama bagi para pemilik atau pengelola hotel, kafe, sanggar tari serta THM dilarang menyelenggarakan hiburan atau aktivitas selama Ramadan. Lalu bagi para pemilik atau pengelola restoran dan rumah atau warung makan agar tidak melaksanakan kegiatan usahanya atau membuka usahanya mulai dari pagi dan siang namun dapat berjualan mulai pukul 16:00 hingga 21:00 WIB dan jelang waktu sahur pukul 02:00 WIB sampai 04:00 WIB.

Terakhir, khusus karyawan atau karyawati hotel, restoran dan rumah makan, dalam melaksanakan tugas selama Ramadan dianjurkan memakai busana muslim. Terpenting jika ketiga hal itu tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya, Satpol PP akan melakukan penertiban sesuai ketentuan yang berlaku. “Bila pedagang melanggar ketentuan yang sudah ditulis, akan kena sanksi peringatan 1 sampai 3. Bila tetap melanggar waktu berjualan rekomendasinya izinnya akan dicabut,” kata Kepala Bidang Dalops Satpol PP Kabupaten Bogor Asnan. (metropolitan)

Sehari, Empat Pemain Man City Hengkang

BOGOR DAILY– Manchester City melakukan bongkar muatan pada pengujung musim 2016-2017. Setelah Pablo Zabaleta lebih dahulu pamit, dalam sehari pada Kamis (25/5), Manchester City mengumumkan kepergian empat pemain sekaligus.

Secara berturut-turut Manchester City mengonfirmasi bakal perginya Gael Clichy, Jesus Navas, Bacary Sagna, dan Willy Caballero, pada 30 Juni. Serupa dengan Zabaleta, kontrak keempat pemain pun akan habis pada tanggal itu. Manchester City memutuskan tak memperbarui ikatan kerja.

Navas yang bermukim di Etihad selama empat tahun dikabarkan akan kembali ke Sevilla. Sebelumnya, manajer Josep Guardiola ingin memperpanjang kontraknya selama setahun. Tapi, manajemen tak sepakat dan mempersilakan Navas pergi.

“Kontrak Jesus Navas berakhir musim ini dan dia akan meninggalkan Man City,” bunyi pernyataan resmi pihak klub The Citizens. Navas digaet Man City dari Sevilla pada 2013 silam. Dia berhasil meraih satu gelar Premier League dan dua Piala Liga selama berkostum The Citizens.

“Bekerja sama dengan Navas sangat menyenangkan. Dia adalah pemain yang mampu bekerja keras, penuh dedikasi, profesional, dan selalu fokus membawa tim meraih kemenangan. Saya berharap yang terbaik bagi kariernya ke depan,” sebut Direktur Olahraga Manchester City, Txiki Begiristain.

Sementara, Sagna dan Caballero yang sama-sama didatangkan pada Juli 2014, juga mengakhiri kerja sama setelah tiga musim masa bakti. Padahal, musim ini Caballero sukses menggeser Claudio Bravo dan tampil sebanyak 27 kali bersama Manchester City, termasuk melawan Barcelona dan AS Monaco di Liga Champions.

“Sejak pertama kali datang, semua di klub membuat saya merasa disambut dan saya sangat senang dengan itu. Menjuarai Piala Liga Inggris adalah momen yang tak pernah saya lupakan,” ucap Caballero.

Tak ketinggalan, Sagna juga mengucapkan salam perpisahan kepada Manchester City. “Saya ucapkan terima kasih kepada staff, pemain, dan fans, yang membuat tiga tahun saya begitu berkesan,” bilang bek asal Prancis itu.

Di antara empat nama yang menyusul Zabaleta pergi dari Etihad, Clichy salah satu yang terlama. DIa bergabung dari Arsenal pada 2011 dan sudah enam tahun berseragan The Citizens. Total, dia sudah tampil sebanyak 203 kali dan membantu meraih dua gelar juara Premier League. “Enam tahun yang spesial buat saya,” bilang Clichy.

Selain lima pemain yang sudah pasti hengkang, Manchester City kabarnya masih akan melakukan cuci gudang. Beberapa nama sudah masuk daftar tunggu untuk dilepas. Sebut saja Yaya Toure, Alexandar Kolarov, Fabian Delph, hingga Eliaquim Mangala yang tengah dipinjamkan ke Valencia.

Bahkan, Sergio Aguero pun sempat diisukan bakal pergi menyusul penampilan cemerlang Gabriel Jesus. Namun, Manajer Pep Guardiola buru-buru membantah rumor itu.

Ditinggal Tidur, Lilin Hanguskan Seisi Rumah di Kayumanis Bogor

BOGOR DAILY– Satu unit rumah tinggal di Kelurahan Kayu Manis, Kota Bogor, terbakar akibat pemiliknya lupa mematikan nyala lilin pada Jumat (26/5) dini hari.

Menurut Petugas Pemadam Kebakaran BPBD Kota Bogor, Djaya Thoha, peristiwa kebakaran itu terjadi lewat tengah malam tadi sekitar pukul 00.30 WIB.”Api berasal dari lilin yang dinyalakan pemilik saat lampu mati, tetapi lupa mematikan ketika lampu sudah menyala,” kata Djaya.

Rumah yang terletak di Gang 07 Salabenda, RT 05/RW 04, Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal itu dihuni dua kepala keluarga, terdiri sembilan orang jiwa. Rumah diketahui milik Acep Sujana.

Ia mengatakan, sebelum kebakaran terjadi, pemilik menyalakan lilin yang diletakkan di bagian dapur. Saat itu lampu sedang padam. Pemilik rumah menggunakan lilin sebagai penerang ruangan.

“Lilin yang sedang menyala ditinggal tidur oleh pemilik rumah. Pemilik lupa mematikan lilin ketika lampu sudah menyala,” katanya.

Lilin menyala yang ditinggal tidur tersebut membakar ruangan dapur, lalu menjalar ke ruang tengah dan kamar tidur. Luas bangunan yang terbakar berukuran sekitar 8×9 meter.

Saat kebakaran terjadi, di dalam rumah itu juga terdapat seorang anak kecil dan balita berusia empat tahun. Beruntung tidak ada korban jiwa luka maupun meninggal dunia. Pemilik rumah dan semua penghuni berhasil menyelamatkan diri dari peristiwa kebakaran tersebut.

Petugas pemadam kebakaran dari BPBD Kota Bogor mengerahkan empat unit mobil pemadam dibantu satu unit dari Kabupaten Bogor. Api dapat dipadamkan dalam waktu singkat, sehingga tidak menjalar ke rumah sekitarnya.

“Estimasi kerugian sekitar Rp 40 juta. Pemilik rumah terpaksa diungsikan untuk sementara waktu ke rumah keluarga terdekatnya,” kata Djaya.

BPBD Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika menyalakan lilin saat lampu listrik padam dan memastikan letaknya berada jauh dari benda yang mudah terbakar. “Kalau menyalakan lilin hati-hati, jangan lupa memadamkannya. Sebaiknya menggunakan lampu darurat agar terhindar dari kebakaran,” kata Djaya.

 

Video:https://www.facebook.com/debby.ismayadi.56/videos/800073190140983/

Saya Mengutuk Anda…

Saya berbela rasa dan bela sungkawa kepada para korban bom Kampung Melayu, Jakarta. Korban aparat dan warga sipil yang tidak bersalah.

Saya juga mengutuk pihak-pihak yang terlibat merencanakan. Mempersiapkan. Dan merekrut pelaku bom bunuh diri.

Apapun alasannya. Hai otak pelaku bom saya mengutuk Anda! Sadarlah tindakan Anda pengecut. Memakan bangsa sendiri. Iblislah yang bersemayam di dalam diri Anda.

Hai otak pelaku teror! Apakah Anda tidak tahu bahwa di tempat target ada anak-anak. Ada pula perempuan dan pria yang mungkin sedang bersama sebagai keluarga. Menikmati kebersamaan hari yang indah.

Mereka tidak pernah kenal dan punya masalah dengan Anda. Anak-anak itu mungkin anak Anda juga. Mereka yang sedang bertumbuh ingin menggapai masa depannya.

Ada pria yang sedang bekerja mencukupi kebutuhan keluarganya dengan ikhtiar halal. Kalau mereka luka dan tewas siapa yang bertanggung jawab mengurus keluarga dan anak istrinya? Mereka akan menghadapi masa depan yang suram tanpa pelindung kepala keluarga.

Jika Anda punya anak, istri dan saudara laki-laki atau perempuan, apakah Anda tidak berpikir bahwa korban adalah keluarga Anda juga?

Semoga Anda bertobat dan kembali pada jalan yang benar…

Buat teman-teman, jangan diviralkan gambar korban di media sosial karena itu yang dikehendaki pelaku teror.

 

Turut Belasungkawa

Sugeng Teguh Santoso, SH

(Calon Walikota Bogor 2018/Sekjen DPN Perhimpunan Advokat Indonesia)

Catat! Jam Kerja PNS Selama Puasa Pukul 08:00-15:00 WIB

BOGOR DAILY- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mengurangi jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bogor selama Bulan Ramadhan.

Menurut Kepala Bagian Organisasi pada Setda Kota Bogor, Arie Sarsono, pengurangan jam kerja tersebut sesuai dengan keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPan-RB) terkait jam kerja ASN selama Ramadan.

“Oleh sebabnya, akan ada pengurangan jam kerja ASN di Pemkot Bogor selama Ramadhan. Jam kerja ASN akan berkurang satu setengah jam,” ujarnya.

Dia menjelaskan, bahwa aturan jam kerja tersebut akan mulai berlaku mulai Senin (29/5/2017) besok.

“Sebenarnya per satu Ramadhan, tapi mulainya hari Senin,” terangnya.

Arie melanjutkan, ASN mulai Senin depan akan bekerja dari Senin hingga Kamis mulai pukul 08.00 WIB – 15.00 WIB.

Sementara untuk hari Jumat mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB. “Beda lagi dengan unit kerja yang memberlakukan enam hari kerja, itu jam kerjanya senin hingga kamis dan Sabtu mulai pukul 08.00 sampai 14.00 WIB, kalau Jumatnya sampai pukul 14.30 WIB,” pungkasnya.

Fotonya Dituduh Pelaku Bom Bunuh Diri, Wiryawan Lapor Polisi

BOGOR DAILY– Foto seorang warga asal Sukabumi bernama Wiryawan Indra Wijaya (36) tersebar di media sosial sebagai tersangka pelaku peledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) malam kemarin.

Namun, tudingan itu segera dibantah Wiryawan. Ia pun mengaku akan menempuh jalur hukum atas fitnah yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab terhadap dirinya.

“Keluarga tidak nyaman dengan adanya fitnah yang menyandingkan foto saya dengan foto jenazah kemudian disebar ke media sosial oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan atas kasus tersebut kami akan melanjutkannya ke ranah hukum,” kata Wiryawan di rumahnya di Kampung Ranji Tengah, Desa/Kecamatan Kebonpedes, Sukabumi, Kamis (25/5/2017).

Ia menjelaskan bahwa kartu tanda penduduk (KTP) miliknya sempat hilang delapan bulan lalu, ketika dia dan rekannya mengalami kecelakaan di daerah Cimande, Bogor, sepulang dari Depok.

Setelah kecelakaan itu Wiryawan, menitipkan sepeda motornya ke satu pabrik di dekat lokasi kecelakaan untuk mencari tukang urut.

“Saya titipkan motor di pabrik tetapi syaratnya harus menyimpan KTP,” kata Wiryawan menambahkan.

Namun dari tukang urut pria kelahiran Bekasi itu langsung pulang ke rumahnya di Sukabumi tanpa lebih dulu mengambil KTP. Beberapa hari kemudian ia baru ingat kalau KTP nya ketinggalan di pabrik.

Wiryawan pun terkejut saat dia tiba-tiba dijemput polisi karena fotonya disebar di media sosial dan dikaitkan dengan ledakan bom di Kampung Melayu.

Polisi kemudian membebaskan dia karena tidak menemukan keterkaitannya dengan aksi terorisme setelah beberapa jam melakukan pemeriksaan.

“Yang jelas kami dirugikan akibat ulah oknum yang memfitnah dan menyebarkan foto saya dan berharap pelakunya segera diungkap,” kata Wiryawan
Atas tudingan itu, salah seorang kerabat, Adi Rustandi, mengatakan keluarga sangat tidak nyaman dengan penyebaran KTP Wiryawan di media sosial.

“Kami akan berkonsultasi dengan pengacara untuk penyelesaian kasus ini dan akan melaporkannya kepada pihak kepolisian,” tegasnya.

Kepala Polres Sukabumi Kota AKBP Rustam Mansur sudah mengatakan bahwa kabar yang beredar di media sosial yang mengaitkan foto Iwang dengan ledakan bom merupakan kabar bohong.

“Yang bersangkutan saat ini masih sehat dan dari hasil pemeriksaan sama sekali tidak mengetahui apalagi menjadi pelaku teror di Jakarta pada Rabu malam,” tutur Rustam.

Panti Pijat Gunungputri Digerebek, Polisi Angkut Pasangan Bugil

BOGOR DAILY- Terapis serta sejumlah pria panik saat kamar di sebuah panti pijat di Desa Ciangsana, Gunungputri, Kabupaten Bogor disambangi polisi pada Rabu (24/5/2017) malam.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP BImantoro Kurniawan, kedatangannya tersebut mengantisipasi gangguan kamtibmas menjelang bulan Ramadhan.

Benar saja, saat didatangi polisi menemukan sejumlah pasangan yang tak mengenakan pakaian.

“Saat kami amankan ada yang dalam keadaan bugil didalam kamar, sekarang masih diperiksa di Polres Bogor,” terangnya.

Polisi mencurigai panti pijat tersebut hanya sebagai kedok untuk menyembunyikan bisnis esek-esek.

“Jadi panti pijat ini diduga menjadi tempat prostitusi terselubung,” ujarnya pada Kamis (25/5/2017).

Sebab, sambungnya, pihaknya menemukan kondom serta uang tunai sebesar Rp 500 ribu untuk dijadikan barang bukti oleh kepolisian. Lebih lanjut dia mengatakan, dalam pengerebekan tersbeut diamankan tujuh orang wanita yang bekerja ditempat tersebut dan dua orang tamu pengunjung panti pijat.

“Pengelola panti pijatnya juga akan diperiksa untuk dimintai keterangan,” tandasnya.

Ini Daftar Korban Luka di Bom Bunuh Diri Kampung Melayu

BOGOR DAILY– Bom yang meledak di Kampung Melayu menewaskan 5 orang dan melukai sedikitnya 11 orang lainnya. Korban luka terdiri dari 6 anggota Kepolisian dan 5 warga sipil.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengungkap identitas 11 korban luka tersebut. Enam anggota Polisi yang mengalami luka merupakan anggota unit 1 Peloton 4 Direktorat Sabara Polda Metro Metro.

Berikut nama-nama korban luka yang dirilis Mabes Polri:

1. Bripda Ferri
2. Bripda Yogi
3. Bripda M Puji
4. Bripda M Al Agung Pangestu
5. Bripda Syukron
6. Bripda Pandu Dwi Laksono
7. Agung (sopir Kopaja)
8. Damai (sopir mikrolet)
9. Tabik (karyawan BUMN)
10. Susi A Fitriyani (mahasiswi)
11. Jihan (mahasiswi)

Hingga saat ini para korban masih dirawat di sejumlah rumah sakit. Dua anggota Polisi di antaranya menjalani operasi. Sementara itu korban meninggal diberi kenaikan pangkat oleh Polri.

Insiden bom di Kampung Melayu terjadi pada Rabu (24/5) malam sekitar pukul 21.00 dan 21.05 WIB. Ledakan terjadi di dua lokasi. Hingga saat ini terduga pelaku belum teridentifikasi dan jenazahnya masih berada di RS Polri.

Polisi Beberkan Soal Korban Terpotong-potong di Bom Bunuh Diri

BOGOR DAILY– Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, menerima lima jenazah dari lokasi ledakan bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu pada Rabu (24/5/2017) malam.

“Jenazah datang semalam, untuk anggota polisi tiga orang dan sudah dikembalikan ke keluarga. Hari ini dilakukan prosesi pemakaman di kediaman masing-masing korban. Satu jenazah lagi sudah dilakukan pemeriksaan lengkap semalam, tinggal nunggu identifikasi lebih lanjut dari perolehan sidik jari dan hasil DNA semalam,”. kata Kepala Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Komisaris Besar Edi Purnomo di RS Polri Kramatjati, Kamis (25/5/2017).

Kelima jenazah terdiri dari tiga anggota polisi dan dua orang warga sipil.

Edi mengatakan petugas forensik sedang berusaha mengidentifikasi salah satu jenazah warga sipil yang anggota tubuhnya terpotong-potong.

“Satu bagian lagi belum bisa dikatakan satu jenazah karena ada bagian bagian tubuh yang belum bisa disatukan menjadi satu. Jadi belum bisa ditentukan. Nanti akan dilakukan tes DNA apakah sama antara potongan satu dan lainnya,” kata Edi.

“Selanjutnya kami masih menunggu keluarga korban yang masih ada di sini, untuk dicocokkan DNA,” Edi menambahkan.

Petugas forensik sekarang tengah menunggu hasil dari tes DNA karena proses sidik jari sulit dilakukan.

“Kalau yang tercerai berai itu sulit, karena tangan dan kakinya terpisah. apakah itu satu bagian kami menunggu hasil DNA dulu,” katanya.

Edi mengatakan proses pemeriksaan DNA paling cepat memakan waktu satu pekan. Namun, itu tergantung dari kondisi korban.

“Proses DNA paling cepat satu minggu karena korban bom itu lama karena tercerai berai jadi agak lama,” kata dia.

Tiga anggota polisi yang meninggal dunia yaitu Bripda Imam Gilang Adinata asal Klaten, Bripda Ridho Setiawan asal Lampung, dan Bripda Taufan asal Bekasi.
Dua warga sipil yang meninggal diduga merupakan pelaku bom bunuh diri.

Ledakan juga melukai sedikitnya 10 orang yang terdiri lima anggota polisi dan lima warga sipil.

Korban luka bernama Bripda Feri (unit 1 peleton 4 Polda Metro Jaya) mengalami luka pada wajah, badan dan paha, Bripda Yogi (unit 1 peleton 4 Polda Metro Jaya) mengalami luka di sekujur tubuh, Agung (17) berprofesi sebagai supir swasta mengalami luka pada kaki, tangan dan badan. Korban lainnya seorang mahasiswi bernama Jihan (19) mengalami luka melepuh pada tangan kiri.

Obrolan di WhatsApp Bisa Berujung Bui, Begini Kata Menkominfo

BOGOR DAILY– Admin atau anggota grup WhatsApp bisa dipenjara jika terbukti melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), setelah melalui proses hukum.

Hal tersebut diungkap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara saat berbicara dalam acara Government Public Relation (GPR) Forum, di Surabaya, Rabu (24/5/2017).

Rudiantara menjelaskan bahwa yang bisa dipenjara tak terbatas pada WhatsApp saja. Admin atau anggota grup media sosial atau aplikasi pesan instan lain juga bisa diperlakukan sama.

Salah satu contoh pelanggaran UU ITE yang dimaksud adalah soal pencemaran nama baik. Menurut Rudiantara, jika dalam grup WhatsApp atau media sosial dan platform pesan instan lainnya, ada anggota yang merasa nama baiknya dicemarkan lalu melaporkan pada penegak hukum, maka laporannya bisa diproses.

“Ini kemudian diproses secara hukum dan jika dinyatakan bersalah maka bisa berakhir dengan putusan hukuman badan (penjara),” terang Rudiantara.

“Itu tidak hanya berlaku untuk admin grup saja. Dalam hal ini, contohnya memerlukan delik aduan sehingga berlaku umum untuk siapapun, bukan hanya untuk admin,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, delik aduan berarti proses hukum hanya bisa berjalan jika ada laporan dari pihak yang merasa dirugikan. Berbeda dengan delik biasa yang akan tetap diproses meski pihak yang dirugikan tidak membuar laporan.

Soal pencemaran nama baik dimuat dalam UU ITE pasal 27 Ayat 3. Selain itu, peraturan tersebut juga memuat larangan terhadap sejumlah perbuatan lain, yakni soal penyebaran dokumen yang melanggar kesusilaan, dokumen elektronik bermuatan perjudian, pemerasan, dan ancaman.