Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 9075

Tiara Sukmasari, Gadis Asal Bogor, Runner Up Putri Muslimah 2017. Ini Kisahnya

BOGOR DAILY– Keberhasilan Tiara Sukmasari, gadis asal Bogor meraih gelar Runner Up diajang bergengsi Puteri Muslimah 2017 patut diacungi jempol. Kecintaannya pada dunia seni berhasil menuntunnya untuk menorehkan segudang prestasi. Banyak seni peran yang pernah dilakoninya sebagai bintang FTV di layar kaca. Namun, di tengah banjir tawaran itu, Tiara justru memilih untuk melepasnya. Demi mengenakan hijab, ia rela kehilangan job di sejumlah acara televisi. Sampai-sampai, ia pun sempat mengurung diri untuk membulatkan tekadnya berhijab.

 

Tak disangka, keputusannya itu berbuah manis. Setelah memutuskan diri berhijab, bakat seni yang mendarah di dalam dirinya tak berkurang sedikit pun. Justru dari situlah ia kembali mendapatkan energi positif untuk membuktikan bahwa berhijab tidak menghalangi dirinya untuk terus berprestasi dan mengembangkan daarh seninya.

Di temui di rumahnya yang berada di kawasan Indrapasta, putri bungsu mantan Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Helmi Sutikno dengan ramah menceritakan perjalanan karirnya. Di mulai dari kesenangannya ikut ajang kecantikan membuat Tiara mendapat kesempatan menjajal dunia akting. Wajahnya beberapa kali muncul , menghiasi layar kaca. Saat itu , ia mendapat tawaran sebagai pemain di serial FTV. Tiara juga pernah dipercaya membawakan acara traveling di salah satu televisi swasta.

Namun, saat karirnya melejit tiba-tiba ada rasa mengganjal di batinnya. Ini berawal dari pertemuannya dengan saudaranya yang masih kecil di Padang. Sambil mengenang, Tiara bercerita jika saat itu ada anak kecil yang memuji kecantikannya. Tapi di akhir pujiannya, naka itu justru membuat batinnya bergetar.

“Kakak cantik, tapi kenapa tidak berhijab. Wanita muslim itu wajib hukumnya berhijab,”ujar Tiara meniruukan perkataan si gadis kecil itu.

Mendengar ucapan itu, hati Tiara Sukmasari langsung bergetar. Ada rasa bergejolak di dalam dirinya. Bahkan, sepulangnya dari Padang itu, anak bontot dari tiga bersaudara itu sempat mnegurung diri di kamarnya. Ia tak ingin beretemu dengan siapapun untuk memantapkan hati. Sekaligus memutuskan apakah dia akan berhijab atau tidak.

“Waktu itu jelas lah ada yang mendukung dan tidak. Makanya saya sampai enggak berani keluar selama dua minggu,”ujar dara ayu bersuai 24 tahun itu didampingi ayah ibunya.

Sampai akhirnya ia merasa yakin dengan keputusannya. Bahkan, Tiara berani kehilangan pekerjaannya yang sudah lebih dulu membuat namanya terkenal. Namun, ia percaya jika Tuhan telah menjamin rezeki hamba-NYA selama mau berusaha.

Setelah berhenti menjadi pemabawa acara, akhirya Tiara memutuskan mengikuti acara Puteri Muslimah Indonesia 2017, awalnya tiara mewakili dari DKI Jakarta tetapi karena perwakilannya cukup banyak akhirnya Tiara pun mewakili Kota Bogor terlebih ia tinggal di Kota Hujan. “Setelah itu saya lolos dari semua seleksi dan masuk kerahapan final dan akhirnya saya pun dinobatkan menjadi Runner Up 1. Dan alhamdulillah semua ini berkat dari dukungan orang tua dan semua masyarakat,” tandasnya (metropolitan)

Lewati Jalur Puncak, Baca Nih Spanduk Kocak Bikin Ngakak

BOGOR DAILY– Dalam sebulan terakhir, terjadi sejumlah kecelakaan yang merenggut korban jiwa di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mengurangi angkat kecelakaan.

Salah satunya memasang spanduk bernada himbauan kocak.

Tak sedikit para pengendara berhenti mengabadikan di sepanjang Tanjakan Selarong. Ada enam spanduk himbauan lalu lintas dengan kata-kata tak biasa.

Salah satunya berbunyi “Jatuh di aspal tidak seindah jatuh cinta. Yakiiin itu…!”.

“Ini lucu. Banyak spanduk kirain iklan apa. Pas dibaca ternyata himbauan lalu lintas,”ujar Sherli Ayunda (21) warga RT 01/03, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Selasa (09/05/2017).

Sementara itu, Kanit Laka Polres Bogor Iptu Asep Saepudin mengatakan, spanduk-spanduk tersebut sudah menyebar di sepanjang jalur puncak. “Kami pasang di lokasi-lokasi rawan kecelakaan. Termasuk Tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung ini,”tukasnya.

Sebelumnya, papan rambu peringatan juga dipasang di jalur Puncak. Seperti larangan melintas bagi kendaraan dengan roda enam atau lebih. Hingga truk yang membawa muatan seperti sembako dan BBM.

Gara-gara Lahan Perhutani,Proyek Jalur Puncak II Mandek

BOGOR DAILY– Mangkraknya pembangunan lanjutan proyek Jalur Puncak II Kabupaten Bogor ternyata disebabkan adanya lahan Perhutani. Lahan tersebut belum dibebaskan pemerintah jadi penyebab tersendatnya pembangunan jalan yang menghubungkan Kabupaten Bogor-Cianjur. Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengatakan, memang kelanjutan pembangunan Puncak II sudah cukup lama tak dilanjutkan oleh pemerintah. Menurut dia, ada sebagian jalan yang melintasi kawasan lindung. Sehingga, pembebasan lahan ini harus terlebih dahulu dilakukan pemerintah. “Kita harus mengganti lahannya dulu dua kali lipat di tempat berbeda. Ini menyangkut hukum dan bisa pidana. Sehingga ini yang harus diselesaikan dulu secara tuntas,” kata Deddy.

Dedi menuturkan, sudah seharusnya dilakukan pada tahun ini. Mengingat, kebutuhan jalur Puncak II ini sangat dibutuhkan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur utama Puncak. “Saya kira sudah harus tahun ini dilanjutkan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bogor, Adang Suptandar mengaku akan meneruskan pembangunan Puncak II, namun setelah tim percepatan penanganan Puncak dalam hal ini Bappeda dan Litbang Kabupaten Bogor selesai melakukan rapat bersama Pemerintah Pusat. “Kita tunggu saja hasil rapatnya (kapan diputuskan dilanjutkan). Tapi pada prinsipnya sekarang pemerintah pusat sudah positif lah (ada kemungkinan dibangun tahun ini),” kata Adang.

Dilanjutkan Adang, pada prinsipnya ada tiga hal yang bisa dijadikan solusi untuk menangani kemacetan di sekitar Puncak dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Diantaranya, melanjutkan pembangunan Jalur Puncak II, melebarkan jalan utama Puncak serta mengoptimalkan jalur alternativ yang ada di wilayah Selatan dan Utara Kabupaten Bogor. “Ketiga hal itu yang saat ini masih dibahas dengan Pusat. Kita serahkan ke Bappeda dan Litbang untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Bappeda Kabupaten Bogor, Ajat Jatnika mengatakan, saat ini tim percepatan penanganan Puncak dan Pemerintah Pusat masih mengidentifikasi solusi yang baik untuk mengurai kemacetan di kawasan Puncak. “Yang jelas jamgka pendek dan panjang lagi disiapkan. Insya Allah tahun ini ada aksi gabungan Pemkab sama dengan Pusat,” kata Ajat.

Namun demikian, Ajat meminta, ketika solusi yang tengah dibahas ini sudah diputuskan akan bagaimananya, masyarakat dapat membantu dan memahami apapun keputusan yang sudah ditentukan tim-nya bersama pemerintah pusat. “Semoga masyarakat paham atas keputusan nanti yang akan dibuat,” tutupnya. (metropolitan)

Horor, Ada Penampakan Kuntilanak di Atap Gereja

BOGOR DAILY– Sesosok wanita mengerikan mirip dengan hantu kuntilanak terlihat dalam sebuah foto yang menjadi viral di media sosial. Foto tersebut diambil di atap gereja di Hyderabad, Pakistan.

Terlihat banyak orang berkumpul demi mengabadikan sosok yang terlihat hanya duduk dengan pakaian putih, berambut panjang.

Foto itu pertamakali diunggah oleh penyanyi Pakistan, Faakhir Mehmood.

“Bisakah menebak sosok seseorang di sini? Foto CHURAIL yang difoto oleh banyak orang pada tengah malam di Hyderabad”, tulis Faakhir seperti dilansir dari Instagram, Jumat (12/5/2017).

Apa itu churail? Churail adalah sebutan hantu perempuan atau kuntilanak, yang biasa dikenal di Indonesia.

Churail dikenal luas sebagai sosok hantu di negara India, Pakistan, dan Bangladesh.

Menurut cerita masyarakat setempat, churail adalah hantu perempuan yang meninggal saat melahirkan atau hamil. Bagaimana menurut Anda? Apakah foto tersebut asli?

Anak Ayu Azhari Kegep BNN Pakai Narkoba di Diskotek

BOGOR DAILY– Anak aktris Ayu Azhari, Sean Azad, terjaring razia BNNP DKI Jakarta di diskotek Illigals, Tamansari, Jakarta Barat. Saat ini, Sean menjalani proses assessment di BNNP DKI.

“Kita sedang lakukan Assessment terhadap Sean,” ujar Kepala BNNP DKI Brigjen Johny Latupeirissa, Kamis (11/5/2017).

Dia mengatakan jika Sean terbukti pemakai, maka aturan yang ada ialah proses rehabilitasi terhadap Sean. Johny menambahkan aturan rehabilitasi terhadap Sean bisa juga rawat inap atau rawat jalan.

“Kalau dia pecandu berat direhabilitasi inap. Tapi kalau baru sekali dua kali dan bukan pecandu, dia bisa rawat jalan. Bisa 8-12 kali harus datang ke BNN untuk direhab,” ujarnya.

Mengenai sudah berapa lama Sean memakai sabu, BNN masih melakukan pendalaman.

“Kita sedang melakukan pendalaman,” ujarnya.

Terjaringnya Sean bermula ketika BNN DKI melakukan Operasi Bersinar dengan sasaran di diskotek Illigals. Di situ petugas melakukan penggeledahan ke sejumlah ruangan karaoke. Usai penggeledahan BNN melakukan tes urine kepada semua pengunjung.

Razia tersebut dilakukan Kamis dini hari (11/5) sekitar pukul 00.00 WIB sampai 04.00 WIB. Selain Sean, ada beberapa orang yang ikut terjaring. (bd)

Ini Tiga Bakal Calon yang Diusung PKS Maju Pilwakot Bogor

BOGOR DAILY– DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor, Jawa Barat mengumumkan tiga nama calon wali kota yang akan ikut berkompetisi pada Pilkada 2018.

“Dari lima nama yang terjaring dari hasil survei internal partai, kini ada tiga nama yang lolos seleksi konvensi calon wali kota dari kader PKS,” kata Ketua DPD PKS Kota Bogor, Atang Trisnanto, di Bogor, Kamis.

Tiga nama calon wali kota dari PKS tersebut yakni Ahmad Ruyat yakni calon wakil wali kota periode 2009-2013, kandidat kedua Atang Trisnanto yang juga ketua DPD PKS, dan Najamuddin yang kini menjawabat anggota DPRD di Komisi A.

Menurut Atang, pengumuman nama calon dari internal partai, merupakan puncak konsolidasi DPD PKS Kota Bogor, selanjutnya akan melakukan langkah-langkah ekspansi pengembangan dan sosialisasi, serta mengenalkan ketiga calon kepada kader dan masyarakat.

“Selain pengenalan, kami juga memaparkan isu serta gagasan-gagasan yang dibawa oleh masing-masing calon. Kami kenalkan ide dan inisiatif dari PKS,” kata Atang.

Atang menyebutkan, dari tiga nama tersebut akan dikerucutkan menjadi satu nama. Satu nama tersebut akan ditentukan oleh DPP PKS dengan melihat kapabilitas, kapasitas dan elektabilitasnya.

Selain itu, satu nama dari PKSI akan bersanding dengan calon dari partai koalisi PKS dan Gerindra yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) Kota Bogor.

“Akan ada konvensi ekternal, terkait komposisi F1 (wali kota) dan F2 (wakil wali kota) dengan koalisi akan didiskusikan,” katanya.

Ketua Daerah Dakwah II DPW PKS Jawa Barat, Djajat Sudrajat mengatakan dirinya mendapat amanat untuk memenangkan Pilkada 2018 di empat wilayah yakni Kota dan Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur.

“PKS telah membentuk tim pemenang wilayah dari DPW Jawa Barat. Untuk wilayah Sukabumi sudah ada satu calon, kini di Kota Bogor juga sudah ada tiga calon,” kata Djajat.

Dibandingkan dengan partai politik lainnya, DPD PKS Kota Bogor tercatat selalu lebih awal mengumumkan nama calon-calon dari kadernya. Mulai dari lima nama, hingga kini mengurucut menjadi tiga nama. Menyusul Gerindra, sudah mengumumkan satu nama calon, sementara parpol lain masih bertahan belum secara resmi mengumumkan, termasuk PAN dan Demokrat.

Penjara Bawah Tanah di Pesantren Al-Fatah Ciomas Bikin Gempar

BOGOR DAILY– Warga Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah, Kampung Sukajaya Kretek Rt 01/02, Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor digemparkan atas penemuan terowongan tua, Rabu (10/05) lalu. Terowongan ini diduga sudah ada sejak zaman perang sebagai  penjara bawah tanah. Ada juga yang menyebutnya sebagai markas Laskar Hizbullah.

Dalam sejarahnya, Laskar Hizbullah menjadi bagian dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Anggota laskar ini dikenal pemberani dan tak kenal menyerah. Gara-gara hal itu lah, keberadaan lorong di Ponpes Al Fatah mengundang perhatian dan penasaran warga sekitar. Mereka berbondong- bondong mendatangi lokasi untuk mengetahui kebenarannya. Sebab dari informasi yang beredar, lorong tua ini menjadi tempat bertahannya dan pembantaian para pejuang Indonesia pada saat melawan Belanda.

Informasi yang dihimpun, lubang berdiameter setengah meter ini pertama kali ditemukan tukang bangunan. Saat itu dia sedang melakukan pengerjaan pembangunan masjid seluas 810 meter persegi di lingkungan pesantren tersebut. Setelah ditelisik, lorong ini dapat menghubungkan ketiga lokasi berbeda di lingkungan sekolah yang menampung 40 santriawan dan 60 santriwati.

Yakni, 50 meter menghubungkan ke arah barat, tepat di bawah pohon belimbing dan kearah utara, tepatnya di bagian tengah kamar para santriawan. Bahkan, pada bagian bawah lubang itu terdapat satu ruangan kamar, berdinding batu bata berwarna merah, dengan kondisi gelap, dingin, dan lembap, serta berair. Mirip sebuah penjara.

Ketua Santri Ponpes Al-Fatah Abdul Khoir menuturkan, penemuan lorong berawal dari kesulitan tukang bangunan membongkar batu. Pembongkaran batu dilakukan untuk membuat pencakar ayam atau pondasi masjid. Namun, tidak bisa dipecahkan sehingga harus dipindahkan. “Saat dipindahkan terlihat suatu lubang yang cukup untuk dimasuki tubuh manusia,” katanya.

Karena penasaran, sambung Abdul, lubang itupun diselidiki lebih jauh. Yaitu, dengan menyisir bagian lorong. Abdul mengungkapkan, penemuan itu membuat masyarakat sekitar melihat dan ingin mengetahui yang sebenarnya. “Bahkan, informasi yang saya dapatkan dari sesepuh, lokasi lorong ini memang tempat pembantaian saat masa perang pada zaman Belanda, puluhan tahun silam,” paparnya.

Namun begitu, kata dia, kepastian dan kebenaran tersebut belum dapat dipastikan. Hal itu, lantaran pihaknya belum menelisik lebih dalam lagi atas temuan tersebut. “Kalaupun tempat ini akan dijadikan tempat pariwisata, karena penemuan lorong ini, kami para pengurus merasa tidak akan mengizinkan, karena lokasi ini merupakan tempat belajar dan mengajar,” tukasnya.

Sementara itu, seorang santriawan Ponpes Al-Fatah, Rizki Batam (17) mengaku, dirinya secara langsung pernah memasuki lubang tersebut. “Saat memasuki lubang itu saya bersama empat santri lain harus berjalan jongkok, dan terdapat jalan cagak didalam lubang itu,” katanya.

Batam menambahkan, untuk jalur lorong bagian kanan terdapat seperti sebuah kamar, dengan dingding batu bata. Dan, bagian permukaannya berbentuk beton. “Saat masuk lebih dalam, saya bisa berdiri dengan tinggi kurang lebih satu setengah meter diatas kepala saya. Intinya, didalam terowongan ini terdapat ruangan,” bebernya.

Bule Cantik Jadi Mualaf Demi Menikah dengan Pemuda Desa Ini

BOGOR DAILY– Perjalanan cinta bule Italia Ilaria Montebianco dan Dzulfikar, pemuda Desa Tragung Kandeman, Batang, memasuki babak baru yang indah. Mereka resmi menikah kemarin (11/5). Sejak pagi, rumah sederhana Dzulfikar di depan SDN 01 Tragung dikerumuni tamu yang ingin menjadi saksi pernikahan insan lintas benua yang dipertemukan lewat facebook tersebut.

Para bocah di dekat rumah pun tak ingin ketinggalan momen itu. Membawa ponsel pintar milik orang tua, mereka berharap bisa mencuri-curi foto paras bule cantik asal Kota Bari yang menabung sampai dua tahun agar bisa terbang ke Indonesia itu.

Sekitar pukul 09.00, akad nikah dimulai dengan dipimpin KH Nakhrowi dari Pekalongan. Prosesi dilakukan tertutup lantaran pihak keluarga ingin menjaga privasi. Dengan mantap, Fikar –sapaan Dzulfikar– mengucapkan ijab kabul.

Tamu undangan pun dengan sigap mengeluarkan ponsel dan mengabadikan sosok Ilaria. Meski sempat dilarang, mereka tetap nekat mengabadikan momen langka tersebut. Apalagi, Ilaria yang menjadi mualaf sejak 1 Mei lalu tampil anggun dengan balutan gamis putih dengan hijab beruntai melati.

Setelah prosesi akad dan penyematan cincin di dua jari mempelai, Fikar yang didampingi ibunya, Ismoyowati, dan pakdenya, Zaenal Arifin, menemui awak media. Seperti sebelumnya, Ilaria belum bisa turut serta menemui para pemburu berita.

’Today is full of God grace (Hari ini penuh dengan rahmat Tuhan, Red),’ ujar Fikar mencurahkan perasaannya setelah akad nikah. Fikar yang mengenakan kemeja putih, jas hitam, sarung batik, serta peci hitam berhias mawar merah merasa lega setelah sah secara agama menghalalkan pujaan hatinya.

Kendati tak tampak satu pun anggota keluarga Ilaria, Fikar dan keluarga mengaku sudah mengantongi izin dari keluarga mempelai perempuan. Baik untuk menikah maupun untuk pindah agama. Ilaria mengucapkan dua kalimat syahadat di bawah bimbingan pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Tragung KH Zainul Iroki Lc.

’’Yang jelas, kami bahagia sudah bisa meresmikan hubungan kami. Kami belum memikirkan soal keturunan ataupun bulan madu,’’ imbuhnya.

Ke depan, pihak keluarga berfokus mengurus pernikahan itu sesuai dengan perundang-undangan, baik di Indonesia maupun Italia. Setelah itu, keluarga mempertimbangkan masalah pindah kewarganegaraan Ilaria.

Keluarga Fikar membenarkan bahwa pernikahan tersebut terkesan tergesa-gesa. Hal itu dilakukan demi menghindari anggapan-anggapan negatif dari sekitar. Terlebih, sudah hampir dua bulan Ilaria menetap di Tragung.

Ismoyowati menyatakan senang Ilaria sudah resmi menjadi menantunya. ’’Terharu sekali, semua sudah terwujud. Dia sudah saya anggap anak saya sendiri. Dia tidak pilih-pilih kalau makan. Oseng-oseng tempe, opor ayam, sayur bayam, semua suka. Sedikit-sedikit sudah bisa bahasa sini, nopo Bu?, dalem Bu?, ora popo. Alhamdulillah.” tandasnya (Jawa Pos)

Duel Monster di Liga Europa

BOGOR DAILY– Manchester United akan menghadapi AFC Ajax pada final Liga Europa 2016-2017 di Stockholm, Swedia, pada 24 Mei. Manajer Manchester United, Jose Mourinho, menyebutnya sebagai duel antara dua monster di Eropa.

Pernyataan Mourinho dilatari status keduanya sebagai klub tradisional di Eropa. Manchester United dan Ajax memang punya sejarah panjang di kompetisi garapan UEFA dengan sederet titel yang mengisi lemari gelar mereka masing-masing.

Manchester United tercatat sudah mengoleksi tiga gelar juara Liga Champions dan masing-masing satu Piala Winners serta Piala Super Eropa. Ini menjadi final pertama mereka di ajang Liga Europa (sebelumnya bernama Piala UEFA).

Sementara Ajax, pernah berjaya pada periode 1970-an dengan meraih empat titel Liga Champions, ditambah masing-masing satu gelar Piala Winners dan Piala UEFA, serta dua gelar Piala Super Eropa.

“Pertama, ini adalah (final antara) dua monster. Sejarah Manchester United dan Ajax sangat luar biasa. Jika menjuarai (Liga Europa), kami akan ada di Liga Champions musim depan. Final selalu menyenangkan, dan Liga Europa adalah kompetisi besar dan indah,” ujar Mourinho di laman resmi klub.

Mourinho juga bisa mengusung dada karena dalam kariernya melatih, selalu memenangi pertemuan melawan Ajax. “Itu tak berarti apa-apa. Final adalah final dan saya menghadapi Ajax bersama Real Madrid di semua keenam pertemuan itu. Ini akan menjadi laga sulit. Mereka tim muda, kuat, dan akan menuntaskan Eredivisie pada pekan ini,” sebut Mourinho.

Dengan berakhirnya Eredivisie musim ini pada akhir pekan nanti, berarti Ajax punya waktu beristirahat lebih lama dari Manchester United yang masih punya tiga pertandingan sisa Premier League. Hal itu diakui Mourinho bisa menjadi kendala.

“Mereka punya waktu 12 hari mempersiapkan diri untuk final dan kami harus melakoni tiga pertandingan Premier League dengan 15-16 pemain setelah menjalani musim yang gila dengan begitu banyak pertandingan,” urai pria asal Portugal itu.

“Kami memainkan banyak laga karena lolos ke dua final (Liga Europa dan Piala Liga Inggris) serta sampai babak 16-besar PIala FA. Terima kasih kepada wasit Michael Oliver yang memberi kartu merah kepada Ander Herrera sehingga kami tak melaju jauh di Piala FA. Jadi, mari persiapkan tim sebaik mungkin!” tegas Mourinho. (bd)

Niat Menyalip, Tubuh Pemuda Tergilas Truk di Pasir Muncang

BOGOR DAILY– Gagal menyalip, seorang pengendara sepeda motor Sulaeman (20) tewas terlindas truk di Jalan Raya Pasir Muncang, Desa Pasir Muncang, Kecamatan Caringin, Bogor, Jawa Barat.

Kanit Laka Lantas Polres Bogor Iptu Asep Saepudin, mengatakan saat itu korban tengah mengendarai motor F 2503 LO melaju dari arah Ciawi menuju Sukabumi sekira pukul 09.30 WIB.

Setibanya di lokasi, korban berusaha menyalip truk tronton bermuatan pasir D 9475 GR dari kiri. Nahas, saat menyalip terdapat mobil yang tengah terparkir di pinggir jalan dan menghalangi korban.

“Kendaraan korban oleng dan terjatuh. Korban masuk ke kolong truk yang mau disalipnya,” katanya, Kamis (11/5/2017).

Korban pun tewas di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala karena terlindas ban truk. Polisi yang datang ke lokasi kemudian membawa jasad korban ke rumah sakit terdekat.

“Korban meninggal di lokasi kejadian. Kecelakaanya sudah ditangani Unit Laka Lantas Ciawi,” tutup Asep.