Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 9076

Razia Kendaraan Diwarnai Adu Mulut, Nih Videonya

BOGOR DAILY– Petugas gabungan dari Polres Bogor Kota bersama Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan razia  kendaraan yang kedapatan parkir sembarangan. Aksi ini diwarnai  protes hingga sejumlah pelanggar terlibat adu mulut di Jalan Pajajaran, belum lama ini.

Sedikitnya ada 30 kendaraan yang sengaja digembok. Empat di antaranya mobil plat merah.

Selain menggembok mobil, petugas juga menggembosi sejumlah sepeda motor yang kedpatan parkir sembarangan. Penindakan parkir liar ini sekaligus dimulainya operasi patuh lodaya serentak yang akan berlangsung selama dua pekan ke depan (bd)

 

Nih videonya

Polisi Bekuk AL, Terduga Penyiram Air Keras Novel Baswedan

BOGOR DAILY– Jajaran penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Mapolda Metro Jaya berhasil mengamankan dan mengonfrontasi seseorang yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman kepada Novel Baswesan. Itu dibenarkan Kepala Bidang Humas (Kabidhumas) Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono tadi malam.

Saat dihubungi Jawa Pos, dia menyatakan, seseorang itu berinisial AL. Polisi mengamankan dan mengonfrontasi AL sejak Rabu sore (10/5).

”Diamankan di Mapolda Metro sejak Rabu sore, sekitar jam 17.00,” ujarnya. ”Polisi punya waktu 2 x 24 jam untuk memeriksa AL,” tambahnya.

Mantan Kabidhumas Polda Jawa Timur itu menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah AL terlibat atau tidak.

Dia mengungkapkan, polisi sedang memeriksanya. ”Tunggu hasil pemeriksaan dulu. AL ini belum bisa saya pastikan tersangka lho ya,” terang dia.

Argo mengungkap kronologi penangkapan AL. Dia ditangkap di kawasan Jakarta. Foto wajah AL didapat penyidik saat menyambangi Novel di Singapura beberapa pekan lalu.

Kemudian, sekitar sepuluh penyidik mengendus keberadaan AL. Dalam mengamankan AL, Argo menyatakan, pihaknya berkoordinasi dengan KPK. ”Akhirnya berhasil terendus Rabu ini (kemarin, Red),” tambah dia.

Argo menuturkan, semua keterangan dari AL tidak ditelan begitu saja. Penyidik akan membuktikan berdasar fakta di lapangan. Misalnya, lanjut Argo, saat kejadian penyiraman 11 April, AL berada di mana.

”Semisal AL bilang, pas tanggal 11 April ada di Surabaya, ya, kami bakal cek. Mana tiketnya, kamu naik apa ke sana, ngapain, ke tempat siapa,” ungkapnya.

Pengamanan AL, menurut pria kelahiran Jogjakarta tersebut, sama dengan dua orang, H dan M, yang juga diduga terlibat.

Kemudian, keduanya diperiksa. Namun, berdasar pemeriksaan penyidik, keduanya tidak terlibat. Keduanya adalah mata elang.

”Nah, si AL ini sama seperti H dan M. Bedanya, H dan M dengan AL ini adalah sumber informan. Kalau H dan M dari saksi tetangga Pak Novel. Tetapi, kalau AL langsung dari foto yang diberikan Pak Novel ke penyidik,” ujar Argo.

Argo meminta masyarakat tenang. Masyarakat tidak diperkenankan menyebarkan informasi bohong.

”Jangan nyebarin foto yang belum tentu benar. Harus dibuktikan dengan fakta di lapangan,” ujarnya.

sumber: Jawa Pos

Imam Masjidil Haram Subuh Berjamaah di Masjid Az-Zikra Sentul

BOGOR DAILY– Masjid Az-Zikra Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/5) dini hari  tadi  kedatangan tamu istimewa. Ia adalah Imam Masjidil Haram  Syekh Adil Alkalbani. Ia didampingi Syekh Anas Almaiman dan Syekh Ali Jabeer.

“Alhamdulillah, Shubuh berjamaah di Masjid Az-Zikra Kamis dini hari tadi  bersama dengan Imam Masjidil Haram Syekh Adil Alkalbani,” kata Pimpinan Majelis Az-Zikra Ustadz Muhammad Arifin Ilham kepada Republika.co.id, Kamis (11/5).

Arifin menambahkan, setidaknya ada 20 alasan mengapa hamba Allah yang beriman bersemangat untuk selalu melaksanakan shalat fardhu berjamaah di masjid, dimulai dengan shalat Shubuh berjamaah.

Pertama, imannya cintanya rindunya kepada Allah. Bukankah kekasih senang selalu berada di rumah kekasihnya. Allah pun menyebut masjid sebagai Rumah-Nya ( QS An-Nur: 36).

Kedua, shalat berjamaah di masjid bukan hanya ibadah ritual jamaah, akan  tetapi membentuk ikatan sosial, persaudaraan dan persatuan sesama Mukmin. Rasulullah bersabda, “Setiap makhluk punya markas, dan markas hamba Allah yang beriman adalah masjid.”

Ketiga, shalat berjamaah di masjid adalah bukti keimanan kepada  Allah. Allah menegaskan,  hanya hamba Allah yang benar imannya dan benar-benar beriman kepada Allah yang memakmurkan masjid-Nya. “Sesungguhnya hanya hamba Allah yang beriman kepada Allah dan hari akhirat sajalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah.”(QS At-Taubah: 18).

Keempat, orang yang shalat berjamaah di masjid lepas dari kemunafikan ibadah.  Rasulullah mengingatkan,  keberatan orang munafik  adalah berjamaah Isya dan Shubuh di masjid. Sahabat Nabi pun berkata, “Kami tahu orang munafik karena mereka malas berjamaah Shubuh di masjid.”

Kelima, shalat berjamaah di masjid adalah kunci keberkahan. Masjid itu berkah.  “Baaroknaa haulahu” (QS Al Isra: 1). Jangankan hamba yang beriman yang datang ke masjid itu, siapa dan apapun yang terdekat dan terkait denganya, Allah berkahi, keluarganya, rezekinya, dan semua aktivitasnya.

Keenam, orang yang shalat Shubuh berjamaah di masjid meraih doa Rasulullah SAW, yang beliau ulang tiga kali, yakni, “Ya Allah berkahilah aktivitas umatku di waktu fajar.”

Ketujuh, orang yang shalat berjamaah di masjid disaksikan para malaikat. (QS Al Isra: 78).

Kedelapan, Rasulullah menjelaskan keutamaan dua rakaat sunnah Fajar lebih baik daripada dunia dengan segala isinya.  “Lantas bagaimana dengan shalat Fajar (Shubuh)  yang ditegakkan dengan  berjamaah di masjid, subhanallah,” tutur Arifin.

Kesembilan, Rasulullah mengkhabarkan gembira bahwa mereka yang Shubuh  gelap berjamaah di masjid “biliqooin hasanin” dijamin meninggal terindah saat wafatnya. “Husnul khatimah, subhanallah,” ujar Arifin.

Kesepuluh, orang yang rajin shalat berjamaah di masjid meraih sukses dunia akhirat. “Hayya ‘alal falaah” mari meraih sukses, demikian doa kumandang adzan,” kata Arifin.

Kesebelas, orang yang pergi shalat berjamaahke  masjid, setiap langkahnya adalah derajat, rahmat dan ampunan dosa. Karena itu Rasulullah mengulang tiga kali, “Beruntung, beruntung, beruntung.” “Siapa mereka ya Rasulullah” tanya sahabat, “Mereka adalah yg rumahnya jauh dari mesjid tetapi tetap berjamaah di masjid.”

Kedua belas, orang yang rajin shalat berjamaah di masjid, kuburannya terang-benderang.

Ketiga belas,  orang yang rajin shalat berjamaah di masjid akan dibangkitkan dengan wajah bercahaya di akhirat nanti. Rasulullah bersabda, “Kabarkan berita gembira bagi Mukmin pejalan kaki Shubuh gelap kelak di akhirat dibangkitkan dengan muka bercahaya sempurna.”

Keempat belas,  orang yang gemar shalat berjamaah kelak akan melewati shirath (pada hari kiamat) seperti kilat menyambar (saking cepatnya).

Kelima belas, di antara tujuh golongan yang dilindungi Allah di akhirat adalah “qolbuhu muallaqun bil masaajidi”, yakni mereka yang hatinya senang sekali berjamaah di masjid.

Keenam belas, orang Yahudi paling takut akan kekuatan jamaah masjid.

Ketujuh belas, Rasulullah dan para sahabat tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah di masjid kecuali sakit, safar, perang dan wafat.

Kedelapan belas, sejarah mencatat ternyata infrastruktur keberkahan kota Madinah — politik, ekonomi, sosial, budaya bahkan militer — semuanya bermuara dari masjid.

Kesembilan belas, shalat berjamaah di masjid merupakan tradisi orang-orang saleh.

Keduapuluh, saat qiyamat, Allah jadikan masjid sebagai kapal besar  yang  akan mencari para pemakmurnya. “Setelah mengetahui sekian banyak keutamaan berjamaah di masjid, pantaslah Rasulullah bersabda, ‘law habwah’,  merangkakpun hamba beriman tetap akan berjamaah di masjid,” pungkas Ustadz Arifin Ilham.

sumber: Republika

Kasus Habib Rizieq Naik ke Kejaksaan, Begini Komentar Pengacara

BOGOR DAILY– Polda Jawa Barat telah melimpahkan berkas kasus penodaan lambang negara dengan tersangka Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Tim Bantuan Hukum FPI mengaku belum mengetahui pelimpahan berkas itu.

Pengacara Rizieq dari Tim Bantuan Hukum FPI, Kiagus Muhamad Choiri, menyayangkan sikap Polda Jawa Barat yang tak memberitahu pihaknya saat melimpahkan kasus tersebut.

“Kami kuasa hukum HRS belum mendapat berita apapun dari pihak Polda Jabar maupun pihak Kejati Jabar‎,” katanya, Kamis (11/5/2017).

Kiagus menyesalkan sikap Polda Jabar yang dinilai tidak koordinatif. “‎Sungguh kami menyesalkan pihak Polda Jabar tak kordinatif dengan kami kuasa hukum tentang hal tersebut‎,” terangnya.

Kiagus berjanji akan ‎mengecek langsung ke Kejati Jabar untuk memastikan apakah berkas kasus Rizieq Shihab sudah di kejaksaan atau belum. “Untuk itu, Jumat 12 Mei 2017 pukul 09.00 WIB kami akan ke Kejati Jabar mengecek kebenaran beritanya,” pungkas dia.

Pajero Maut Terguling, Satu Penumpang Terlempar ke Jalan

BOGOR DAILY– Seorang penumpang Mitsubishi Pajero, Puspaka Suci (32) menjadi korban tewas dalam peristiwa kecelakaan tunggal di Tol Dalam Kota KM 15+800A Jakarta Barat. Puspaka terlempar keluar mobil lalu jatuh dari atas tol ke jalur arteri.
“Korban terlempar keluar, lalu jatuh ke bawah ke jalur arteri. Itu tol layang, ketinggiannya sekitar 8 meter,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Ermayudi,

Peristiwa itu mengakibatkan korban tewas di lokasi kejadian. Korban tewas dengan kondisi kepala terluka.

“Kami masih mendalami bagaimana korban bisa terlempar keluar, kemungkinan karena benturannya keras,” imbuhnya.

Peristiwa terjadi pada pukul 05.30 WIB pagi tadi di Tol Dalam Kota arah Bandara Soekarno-Hatta. Kendaraan melaju dari arah timur ke utara dan sesampainya di KM 15+800A, wilayah Tanjung Duren, Jakbar, mobil tersebut oleng.

Kendaraan oleng ke kanan lalu menabrak gadrail dan tembok pembatas jalan. Akibatnya, mobil terbalik. Mobil tersebut dikemudikan oleh Jai Salam (35) yang tercatat sebagai Warga Negara India.

Polisi telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian pagi tadi. Sementara penyebab kecelakaan masih terus diselidiki polisi.

Menuju ke Puncak, 12 Bus Butut Distop Polisi

BOGOR DAILY– Pihak Polres Bogor melakukan razia terhadap bus yang hendak menuju ke Puncak, Bogor, Jawa Barat. Hasilnya, sebanyak 12 bus dilarang masuk ke Puncak karena kondisi tak laik jalan.

Kasatlantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama mengatakan, razia tersebut dilakukan pihaknya bersama dengan Kementerian Perhubungan, Kamis (12/5/2017).

“Titik razia di Rest Area KM 45. setelah gerbang Tol Ciawi,” kata Hasby, Kamis (12/5/2017).

Dari razia itu, Hasby mengatakan banyak ditemukan bus yang tidak laik jalan. Seperti rem tangan yang tidak berfungsi hingga ban kendaraan yang gundul.

“Ditemukan kendaraan yang tidak ada hand rem. Proses pengereman yang tidak normal. Surat-surat tidak lengkap seperti SIM, STNK dan KIR. Dan ban gundul,” jelas Hasby.

Total, lanjut Hasby, ada 12 bus yang tidak diizinkan untuk masuk ke Puncak. Bus tersebut diminta untuk kembali ke asal. “Jumlahnya 12 bus diputarbalikkan,” katanya. (bd)

Gara-gara Ambil Cacing Hutan, Penjual Jagung Ini Dipenjara

BOGOR DAILY– Didin (48) meringkuk di penjara gara-gara mengambil cacing hutan. Ia dikenakan UU Kehutanan karena memungut hasil hutan tanpa izin.

Ini berawal saat Didin, warga Kampung Rarahan, RT 06 RW 08 Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur mencari cacing Sonari. Cacing hutan untuk dijadikan obat tradisional untuk tipes dan sakit panas. Rupanya cacing yang diambilnya berujung pada masalah hukum, ia dirinya meringkuk di jeruji besi. Tetangga Didin pun dibuat kaget dengan penahanan tersebut.

“Selama ini aman-aman saja, tapi tiba-tiba muncul kasus ini. Kita juga sebagai warga kaget apakah mencari cacing Sonari benar-benar dilarang oleh pemerintah,” kata Heri (31) warga setempat.

Selama ini, Didin dikenal sebagai penjual jagung. Menurut Istri Didin sendiri, Ela Nurhayati (43), suaminya mengambil cacing hutan itu karena mendapat pesanan. Selama ini, suaminya hanya mnegandalkan hasil jualan jagung.

“Karena memang ada orang yang pesan, suami saya menyanggupi. Tapi malah ditangkap seperti itu,” sambung Ela.

Rumah Didin didatangi polisi hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada 23 Maret 2017. Hingga kini ia meringkuk di penjara.

“Rumahnya didatangi sepuluh orang petugas. Sempat dikepung dan digeledah, setelah itu dibawa dan sampai saat ini tidak pulang lagi ke rumahnya, ditahan. Padahal bukan tindak pidana, sifatnya pelanggaran, cukup dibina saja, bukan ditahan seperti ini,” ucap pengacara Didin, Sabang Sirait.

Versi Didin, larangan mengambil cacing hutan belum ada. Pengacara Didin, Sabang Sirait menyebut tidak ada sosialisasi yang dilakukan pihak TNGGP terkait larangan pengambilan Cacing Sonari yang dipersoalkan. Terlebih jika memang ada kesalahan yang dilakukan warga menurutnya itu harusnya bersifat pelanggaran.

TNGGP membantah hal itu. Kepala Seksi Perencanaan Perlindungan dan Pengawetan Balai Besar TNGGP Aden Mahyar menyebut penindakan yang dilakukan lebih kepada status kawasan yang dipersoalkan, bukan terkait aktivitas. Didin dianggap telah melanggar Pasal 78 ayat (5) dan atau ayat (12) Jo Pasal 50 ayat (3) huruf e dan atau huruf m UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Pasal 50 ayat 3 huruf e berbunyi:

Setiap orang dilarang menebang pohon atau memanen atau memungut hasil hutan di dalam hutan tanpa memiliki hak atau izin dari pejabat yang berwenang

Adapun Pasal 50 ayat 3 huruf m berbunyi:

Setiap orang dilarang mengeluarkan, membawa, dan mengangkut tumbuh-tumbuhan dan satwa liar yang tidak dilindungi undang-undang yang berasal dari kawasan hutan tanpa izin dari pejabat yang berwenang

sumber: Detik

Copy Editor: Riyaldi

 

Simak Video Lainnya dan Kunjungi YouTube BogordailyTV

Ada Sepatu Cowok Nongol di Kamar Hotel Bella Shofie. Siapa tuh?

BOGOR DAILY– Bella Shofie kali ini kepergok sedang menunggu seseorang disebuah lobby hotel.

Informasi yang dihimpun, seperti yang lansir dari akun Instagram @lambe_turah,  dalam postingan tersebut, tampak seorang wanita mengenakan baju berwarna putih dengan belt hitam.

Menurut keterangan yang ditulis oleh @lambe_turah, sosok wanita tersebut adalah Bella Shofie. Dari keterangan yang tertulis, lokasi Bella yang sedang duduk tersebut berada dilobby sebuah hotel.

Setelah kepergok sendirian dilobby hotel, kali ini Bella justru mengupdate lewat snapgram kalau dirinya sudah berada didalam kamar.

Lewat unggahannya tersebut, Bella tampak menutup separuh wajahnya menggunakan selimut hotel yang berwarna putih. Mantan istri Suryono ini juga menuliskan keterangan kalau dirinya sedang capek.

Pada video kedua, Bella tampak sedang berbaring sambil menonton tayangan televisi dikamar. Namun ternyata ada yang menjadi sorotan para netizen dari isi kamar Bella.

Tampak sepasang sepatu pria berwarna hitam dilantai hotel. Melihat penampakan sepatu pria tersebut, para netizen memberikan berbagai komentar mereka.

 

@mpok_kepok : “Buka aib sendiri … robby abbas mana robby abbas wkkk.”

@daleahijab : “Ia tu ada sepatu cowo di bawah ama tas cowo.haha… Kurang teliti si tante uplot2 pidionya ni..diberesin dulu donk tan sebelum ngexsist.”

@anna_bq : “Gagal fokus di vidio ada sepatu pria hahaha gr2 julit. siapa tuh”

Tidak terima dengan sindiran tersebut akhirnya Bella pun langsung menanggapi komentar para netter tersebut. Masih melalui instastorynya, wanita kelahiran 4 Februari 1992 ini langsung mengakui jika dirinya tidak sendirian akan tetapi bersama dengan timnya

“Berita basi ga mutu siih kok Cuma fotoin gw sendiri aja shay,, tim2ku gw semua foto juga dong sini ngelamar jadi karyawan2 brand gw aja kalau gak ada kerjaan masih banyak lowongan nih.” Tulis Bella Shofie.

 

Heboh Begal Pocong Gentayangan, Ini Kata Polisi

BOGOR DAILY– Masyarakat di Kota Depok, terutama pengguna Jalan Raya Margonda diresahkan dengan rangkaian postingan yang berasal dari berbagai media sosial.

Dalam postingan tersebut, beredar bahwa ada begal dengan modus pocong gentayangan yang berada di dekat kuburan cina Jalan Raya Margonda.

Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus mengatakan, pihaknya membenarkan telah mendapatkan informasi tersebut. Namun, hingga kini Polresta Depok belum mendapatkan laporan masyarakat terhadap aksi begal dengan modus pocong.

“Belum ada laporan, kami telah berkoordinasi dengan Polsek Beji,” ujar Firdaus.

Firdaus menjelaskan, sepanjang penyelusuran pihaknya bahwa di Jalan Raya Margonda, tidak ada kuburan cina seperti halnya postingan di medsos.

Firdaus mengungkapkan, dalam menerima informasi apapun melalui media sosial, masyarakat harus cerdas. Masyarakat harus mengetahui sumber informasi tersebut dan menelaah isi dari pesan tersebut.

Sehingga masyarakat dapat menilai sendiri apakah berita tersebut benar atau tidak, dan tidak mudah terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

“Beritanya tidak benar atau hoax (bohong),” terang Firdaus.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho menuturkan, perbuatan pencurian kendaraan bermotor dengan disertai kekerasan, dan masyarakat umum menyebutnya begal.

Umumnya, modus begal dengan mendekati korbannya yang tengah mengendari kendaraan. Setelah itu, pelaku begal menyerang korban yang telah di incarnya, baik menggunakan senjata tajam maupun dengan hal lainnya, guna mendapatkan kendaraan korban.

“Kami belum menerima laporan terkait pembegalan dengan modus pocong,” pungkas Teguh.

Ahok Dipenjara, Situs Pengadilan Negeri Negara Dibajak

BOGOR DAILYPendukung Gubernur Jakarta nonaktif tampaknya tidak cukup menjadikan Rutan Cipinang dan Mako Brimob sebagai tempat untuk memberikan dukungan. Kekecewaan terhadap vonis dua tahun yang dijatuhkan pada Ahok juga diarahkan kepada pengadilan negeri. Ada yang menyampaikan kekecewaan dengan meretas situs PN Negara, Bali.

Dari pantauan JawaPos.com, alamat situs www.pn-negara.go.id mendadak tidak bisa diakses dengan lancar dari Rabu (10/5) sampai Kamis (11/5) dini hari. Ketika diakses, situs tersebut menjadi sangat berat. Lantas, muncul pesan pop up yang mengatakan bahwa hukum telah mati! Dalam huruf kapital.

Saat tombol OK di pesan itu ditekan, masuk ke halaman utama web. Background sudah diubah menjadi warna hitam dengan foto Ahok. Ada beberapa pesan yang disampaikan dan terdengar lagu gugur bunga berbentuk instrumental sebagai latar belakang.

“HACKED BY KORSLET & Achon666ju5t,” tulisan pembuka hacker.

Dalam tulisannya, si Hacker dengan jelas ingin menyuarakan dukungan untuk Ahok. Kata-kata selanjutnya, ditulis berisi protes soal hukum yang akhirnya memvonis Ahok dalam Bahasa Inggris.

“Simple explanation: they didn’t know the difference between “eat with spoon” and “eat spoon”. They claimed both are same meaning, and made this governor guilty. the end. (Penjelasan sederhana: mereka tidak tahu perbedaan antara “makan pakai sendok” dan “sendok makan”. Mereka mengklaim keduanya sama artinya, dan membuat gubernur ini bersalah. Selesai.),’’ tulisnya.

“RIP Justice In My Country (Hukum telah mati di negeriku). Indonesian Hacker Rulez. [email protected],” tutupnya.

Menariknya, hacker itu entah kenapa menjadikan PN Negara, Bali sebagai sasaran. Padahal, Ahok divonis dua tahun penjara oleh PN Jakarta Utara. Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi PN Bali terkait ulah hacker tersebut.

Untuk informasi, Negara adalah kecamatan yang juga merupakan ibu kota kabupaten Jembrana, Bali. Kecamatan itu membawahi sebelas kelurahan. Di Negara, terdapat pantai Baluk Rening sebagai andalan wisata. Selain itu, terdapat acara yang bernama Mekepung. Itu adalah perlombaan kendaraan yang ditarik oleh kerbau. Sepintas, seperti karapan sapi.