Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 94

Longsor Terjang Belakang Rumah Warga di Tanah Sareal Bogor, BPBD Lakukan Penanganan Darurat dan Evakuasi Huntara

0

Bogordaily.net – Pergeseran tanah disertai longsor terjadi di bagian belakang rumah warga RT 02 RW 03, Kelurahan Tanah Sareal, Kota Bogor pada hari ini Sabtu, 21 Februari 2026.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, bersama instansi terkait langsung melakukan penanganan untuk mencegah kerusakan lebih parah di Kelurahan Tanah Sareal tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dinding penahan tanah terlihat retak dan menggantung di sisi tangga akses warga.

Struktur bangunan di bagian atas juga mengalami kerusakan pada dinding bata, sementara sebagian atap mulai dibongkar sebagai langkah antisipasi ambruk susulan.

Lurah Tanah Sareal, Irfan Kurniawan, mengatakan kejadian bermula dari laporan warga terkait pergeseran tanah di wilayah perbatasan RT 02, RT 03, dan RT 04. Namun, titik utama longsoran berada di RT 02 RW 03.

“Kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan berkoordinasi bersama BPBD dan Disperumkim yang sudah melakukan pengecekan ke lokasi,” ujarnya.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, warga terdampak telah diusulkan untuk dipindahkan ke hunian sementara (huntara) melalui program Bantuan Stimulan Tempat Tinggal (BSTT).

“Proses administrasinya saat ini sedang kami teruskan ke Dinas Sosial. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” katanya.

Sementara itu, penanganan teknis darurat dilakukan BPBD dengan membongkar bagian atap dan dinding yang menggantung.

Area sisi kiri bangunan rencananya akan dikosongkan dan diratakan untuk mengurangi beban tanah.

“Kami juga dibantu warga untuk mengangkut puing-puing bangunan agar tidak menumpuk di area rawan. Sementara itu, area di sisi kanan bangunan masih relatif aman,” jelas Irfan.

Ia menambahkan, tingkat kerusakan bangunan diperkirakan sekitar 20 persen dari keseluruhan rumah. Bagian yang terdampak paling parah berada di sisi belakang, meliputi dapur dan kamar mandi yang telah ambruk.

Menurutnya, curah hujan tinggi dari malam hingga subuh menjadi pemicu utama longsor. Kondisi diperparah oleh saluran air di area tangga yang tertutup bangunan warga sehingga aliran air tidak berjalan normal.

“Karena air tidak mengalir dengan benar, akhirnya meresap dan menggerus tanah di bawah konstruksi. Padahal secara fisik bangunan ini masih cukup kuat karena memiliki penahan,” tuturnya.

Pemerintah kelurahan mengimbau warga untuk sementara mengosongkan area rawan serta tidak menutup saluran air dengan bangunan pribadi.

“Kami harap ke depan tidak ada lagi penutupan saluran air oleh konstruksi rumah pribadi, karena air yang tertahan bisa masuk ke struktur tanah dan membahayakan bangunan itu sendiri,” pungkasnya.

( Abizar)

Meneguhkan Ekonomi Rakyat dari Desa

0

Bogordaily.net – Desa adalah akar kehidupan ekonomi Indonesia. Dari sawah, ladang, pasar kecil, hingga warung sederhana, denyut ekonomi rakyat sesungguhnya berawal dari sana.

Karena itu, ketika pemerintah mendorong penguatan koperasi desa, langkah tersebut bukan sekadar program administratif, melainkan ikhtiar strategis membangun kemandirian dari bawah.

Belakangan, publik ramai membicarakan pernyataan pejabat pemerintah mengenai pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) dan hubungannya dengan ritel modern. Perbincangan itu memunculkan pro dan kontra, seolah-olah koperasi harus “berhadapan” dengan minimarket besar. Padahal, semangat dasarnya adalah memberi ruang tumbuh bagi ekonomi lokal.

Koperasi desa sejatinya bukan pesaing siapa pun. Ia adalah rumah bersama warga. Di sanalah petani menitip hasil panen, ibu-ibu membeli kebutuhan pokok, dan pemuda desa belajar berwirausaha. Koperasi hadir dengan semangat gotong royong — nilai asli bangsa yang telah hidup jauh sebelum ritel modern berdiri.

Arah Kebijakan Pemerintah yang Berpihak

Dalam sejumlah pernyataan resmi, Ferry Juliantono menegaskan bahwa pemerintah tidak berniat menutup atau mematikan ritel modern. Klarifikasi ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Yang disampaikan pemerintah lebih pada pengaturan ekspansi gerai baru di wilayah desa, supaya koperasi yang sedang tumbuh tidak langsung tersisih oleh kekuatan modal besar. Kebijakan ini adalah bentuk afirmasi — keberpihakan sementara — agar pelaku ekonomi kecil punya kesempatan berkembang.

Dengan kata lain, koperasi desa ingin diberi “napas” terlebih dahulu. Ketika fondasinya kuat, stok barang rapi, harga bersaing, manajemen profesional barulah persaingan berlangsung sehat. Prinsipnya bukan melarang, melainkan menyeimbangkan.

Langkah ini juga selaras dengan visi pemerataan pembangunan. Desa tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk kota. Desa harus menjadi produsen, pengelola, sekaligus penikmat keuntungan ekonominya sendiri.

Kopdes dan Ritel Modern: Bukan Lawan, Tapi Ruang Tumbuh

Kehadiran Indomaret dan Alfamart selama ini memang membantu distribusi barang dan membuka lapangan kerja. Kontribusi itu tidak bisa diabaikan. Namun di desa-desa kecil, dominasi ritel besar kadang membuat usaha lokal sulit bernapas.

Di sinilah koperasi mengambil peran berbeda. Ia tidak semata mengejar laba, tetapi juga kesejahteraan anggota. Keuntungan kembali ke warga dalam bentuk sisa hasil usaha, modal bergulir, dan harga yang lebih ramah bagi masyarakat sekitar.

Jika dikelola profesional, koperasi desa bahkan bisa meniru sistem minimarket modern: rak tertata, pencatatan digital, pelayanan cepat. Bedanya, kepemilikannya kolektif. Setiap warga adalah pemilik, bukan sekadar pembeli.

Membangun Optimisme Ekonomi Gotong Royong

Karena itu, dukungan terhadap koperasi desa bukan hanya dukungan pada lembaga, tetapi pada masa depan ekonomi rakyat. Ketika koperasi kuat, uang berputar di desa, lapangan kerja tercipta di kampung sendiri, dan urbanisasi bisa ditekan.

Tantangannya tentu ada: tata kelola harus transparan, pengurus harus jujur, dan pelayanan harus profesional. Tanpa itu, koperasi sulit dipercaya. Maka pembinaan, pelatihan, dan pendampingan menjadi kunci keberhasilan program Kopdes.

Pada akhirnya, pilihan kita sederhana: membiarkan desa hanya menjadi konsumen, atau mendorongnya menjadi pelaku utama ekonomi. Mendukung koperasi desa berarti memilih kemandirian, gotong royong, dan keadilan sosial. Dari desa yang berdaya, Indonesia yang kuat akan lahir.

Oleh : Ari Supit

Ketua DPRD Apresiasi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto – Jaro Ade

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, memberikan apresiasinya terhadap kinerja satu tahun Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade dalam memimpin Kabupaten Bogor.

Menurut Sastra, selama tahun pertama masa jabatan, pasangan Rudy–Jaro Ade telah menunjukkan progres pembangunan yang nyata, khususnya di sektor infrastruktur.

Ia menilai, perubahan tersebut sudah dapat dirasakan masyarakat, mulai dari kawasan ibu kota kabupaten hingga wilayah barat Kabupaten Bogor.

“Dalam satu tahun pemerintahan Pak Rudy Susmanto dan Pak Jaro Ade, sudah terlihat pembangunannya. Dari ibu kota Cibinong hingga ke ujung barat Kabupaten Bogor, progresnya nyata,” kata Sastra, Sabtu, 21 Februari 2026.

Menurut Sastra, penataan kawasan Cibinong Raya sebagai salah satu indikator keseriusan pemerintah daerah dalam memperbaiki wajah pusat pemerintahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.

Ia menambahkan, pasangan kepala daerah tersebut masih memiliki waktu empat tahun ke depan untuk merealisasikan berbagai program prioritas yang menjadi harapan masyarakat.

Karena itu, ia berharap pembangunan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur, tetapi juga diperkuat di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Mudah-mudahan hingga akhir masa jabatan nanti dapat terus berbakti untuk Kabupaten Bogor. Penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur harus kita dukung bersama agar bisa diselesaikan dengan optimal,” jelasnya.

Sementara itu, pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah daerah guna memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

(Albin)

Kick Off Rencana Bisnis 2026, Wali Kota Bogor Tekankan Integritas Bank Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Integritas menjadi faktor penting dalam menjalankan rencana bisnis Bank Kota Bogor. Hal tersebut disampaikan oleh Dedie A. Rachim selaku Kuasa Pemilik Modal Bank Kota Bogor saat menghadiri Kick Off Meeting Rencana Bisnis 2026 yang digelar sebagai langkah awal penyusunan strategi perusahaan untuk tahun mendatang.

Dalam paparannya, Dedie A. Rachim menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama bagi lembaga keuangan daerah dalam menjalankan operasional maupun mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Ia juga menilai bahwa perencanaan bisnis yang matang sangat diperlukan agar Bank Kota Bogor mampu terus tumbuh menjadi lembaga perbankan yang profesional, sehat, serta memiliki daya saing.

Kehadiran Wali Kota Bogor dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata dari Pemerintah Kota Bogor terhadap penguatan kinerja Bank Kota Bogor. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong seluruh jajaran manajemen untuk menyusun strategi yang tepat dalam mencapai target kinerja tahun 2026.

Selain memberikan arahan, kehadiran Dedie A. Rachim juga menjadi motivasi dan dorongan moral bagi seluruh jajaran Bank Kota Bogor dalam memperkuat tata kelola serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Kota Bogor, Tommy Indira Gunawan, menyampaikan bahwa sinergi dan dukungan dari Pemerintah Kota Bogor menjadi penguat komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja, tata kelola perusahaan yang baik, serta pelayanan kepada masyarakat Kota Bogor.

Melalui Kick Off Meeting Rencana Bisnis 2026 ini, Bank Kota Bogor menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai bank daerah yang berintegritas, profesional, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.***

Hari Peduli Sampah Nasional 2026, BRI Tegaskan Komitmen Peduli Sampah dan Wujudkan Astacita Lingkungan melalui ”BRI Peduli Yok Kita Gas”

0

Bogordaily.net – BRI terus melakukan berbagai inisiatif dalam mengatasi persoalan sampah melalui program-program yang secara nyata membantu penanganan masalah sampah di berbagai wilayah Indonesia. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, BRI kembali menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah serta menjaga kelestarian lingkungan melalui program BRI Peduli “Yok Kita Gas”.

Kali ini, BRI Peduli “Yok Kita Gas” dilaksanakan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah di Bank Sampah Cantik Resik yang terletak di Kelurahan Jatikramat, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan ini sekaligus dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh setiap tanggal 21 Februari dan melibatkan ratusan masyarakat yang terdiri atas pengurus Bank Sampah Cantik Resik, siswa/i SMPN 23 Kota Bekasi, serta masyarakat Kelurahan Jatikramat.

Kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah dilaksanakan melalui pemaparan materi tentang inovasi produk. Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengenalkan berbagai inovasi pengelolaan sampah berkelanjutan yang diharapkan dapat diadaptasi dan dijalankan di Kelurahan Jatikramat, Kota Bekasi.

Dalam sesi edukasi pilah sampah, masyarakat diberikan pemahaman tentang pengelolaan sampah yang baik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, terutama sampah yang bersumber dari rumah tangga.

Para peserta juga diajak untuk melakukan kampanye lingkungan melalui lomba inovasi produk. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman nyata dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle.
Untuk mendukung pelaksanaan program BRI Peduli “Yok Kita Gas” di Bank Sampah Cantik Resik, BRI Peduli memberikan bantuan berupa dua unit komposter yang diharapkan dapat membantu mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk padat maupun cair, sehingga dapat mengurangi limbah yang dibuang ke TPA. Selain itu, diberikan pula keranjang sampah anorganik dan peralatan lainnya.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengungkapkan bahwa sejalan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, BRI menegaskan komitmen nyata dalam membantu mengatasi permasalahan sampah di berbagai daerah, terutama di kota-kota besar.

“Pelaksanaan Program BRI Peduli ‘Yok Kita Gas’ di Bank Sampah Cantik Resik dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional merupakan bentuk nyata kepedulian BRI dalam membantu mengatasi permasalahan sampah dan menjaga keseimbangan lingkungan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Program ‘BRI Peduli Yok Kita Gas’ juga merupakan wujud kontribusi BRI dalam Gerakan Indonesia ASRI merupakan inisiatif strategis yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perbaikan lingkungan serta penguatan partisipasi social.

Hasilnya, program BRI Peduli “Yok Kita Gas” di Bank Sampah Cantik Resik berhasil mengumpulkan 95,7 kg sampah yang terdiri dari 8,18 kg sampah organik dan 87,52 kg sampah anorganik. Selain itu, kegiatan inovasi produk sampah juga menghasilkan empat produk olahan sampah anorganik dan satu produk olahan sampah organik.

Dhanny menambahkan bahwa BRI Peduli “Yok Kita Gas” secara nyata telah memberikan dampak bagi masyarakat di berbagai wilayah, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen BRI dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang tersirat dalam Pilar Pembangunan Sosial, Pilar Pembangunan Ekonomi, dan Pilar Pembangunan Lingkungan.

Sejak digulirkan pada 2021, program BRI Peduli “Yok Kita Gas” telah dilaksanakan di 117 lokasi di Indonesia yang tersebar di 45 bank sampah, 5 pasar tradisional, 44 kelurahan, 91 sekolah, 44 titik sungai, dan 25 titik penyebaran Collection Point Vending Machine.

Hasilnya, BRI Peduli “Yok Kita Gas” berhasil mengumpulkan 519,98 juta kg sampah anorganik, 779,74 juta kg sampah organik, menghasilkan 1.003 liter pupuk organik cair, 24.025 unit pupuk kompos, 777 liter eco enzyme, serta potensi reduksi emisi gas rumah kaca sebesar 2.366.226,88 kg CO2e.

Program ini juga telah menyalurkan 12 jenis pelatihan manajemen sampah, 45 unit mesin pengolahan sampah, 43 jenis peralatan penunjang bank sampah, 44 unit kendaraan penunjang bank sampah, 3 unit rumah maggot, 249 unit tempat sampah, 50 unit komposter, 1.960 unit kantong pilah, serta menghasilkan 5 inovasi produk pengelolaan sampah.

“Masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia, terutama di wilayah padat pemukiman atau wilayah perkotaan, mendapatkan manfaat dari program ini, antara lain wawasan tentang kondisi pengelolaan sampah yang meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan, serta keterampilan dalam memilah sampah dari rumah sehingga mampu mengatasi persoalan sampah rumah tangga,” imbuhnya.***

Hujan Lebat Diprediksi Berlanjut, BMKG Wanti-wanti Jawa–Bali Sepekan ke Depan

0

Bogordaily.net — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih akan mendominasi wilayah Jawa–Bali dalam sepekan ke depan, seiring penguatan dinamika atmosfer regional.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi, Andri Ramdhani, menyatakan hujan berintensitas lebat hingga ekstrem telah terpantau di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Jabodetabek. Dalam periode 24 jam terakhir, curah hujan tercatat mencapai 179 mm di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, serta 168 mm di Atang Sanjaya, Kabupaten Bogor, dengan durasi hujan berlangsung dari malam hingga pagi hari.

Di luar Jawa, BMKG juga mencatat hujan lebat di Sulawesi Utara (80,8 mm/hari), Jawa Barat (78,9 mm/hari), dan Kepulauan Riau (55,0 mm/hari).

Menurut BMKG, peningkatan intensitas hujan dipicu penguatan Monsun Asia yang membawa angin baratan kuat dan mempercepat pembentukan awan konvektif, terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di Samudra Hindia bagian barat Indonesia turut memperkuat potensi hujan di Sumatra, Jawa bagian barat, Kalimantan, dan Sulawesi utara.

Ke depan, BMKG menilai dinamika atmosfer tersebut masih akan berdampak signifikan terhadap kondisi cuaca nasional. Secara umum, hujan ringan hingga sedang diperkirakan mendominasi, namun masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah, termasuk Banten, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.

BMKG menegaskan pemantauan atmosfer dilakukan secara intensif, dengan pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini disampaikan secara berkala guna mendukung kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat terhadap potensi cuaca ekstrem.***

OJK Selidiki 32 Influencer atas Dugaan Manipulasi Saham

0

Bogordaily.net — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif kepada influencer pasar modal Belvin Tannadi berupa denda Rp5,35 miliar atas pelanggaran manipulasi harga saham. Regulator juga tengah menyelidiki 32 influencer lain yang diduga terlibat praktik serupa.

Anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi, mengatakan proses pendalaman masih berlangsung dan belum menghasilkan kesimpulan akhir.

Ia menegaskan berbagai bentuk pelanggaran di pasar modal—mulai dari manipulasi harga, penyebaran informasi menyesatkan, insider trading hingga perdagangan semu—menjadi dasar potensi sanksi pidana.

“Proses pemeriksaan dilakukan secara hati-hati dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah,” ujarnya di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

OJK Tegaskan Penegakan Hukum Tidak Tebang Pilih

OJK membuka ruang pelaporan publik terhadap dugaan pelanggaran influencer investasi. Terkait sorotan publik mengenai aktivitas media sosial Yudo Achilles Sadewa, putra Wakil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Hasan menyatakan belum ada pemeriksaan karena belum ditemukan keterkaitan langsung dengan pergerakan pasar.

Menurut OJK, penyelidikan terhadap 32 influencer dilakukan berdasarkan indikasi awal pelanggaran, bukan pertimbangan selektif.

Modus Manipulasi Saham

Dalam kasus Belvin Tannadi, OJK menemukan pola transaksi menggunakan beberapa rekening efek untuk menciptakan pergerakan harga yang tidak mencerminkan kondisi permintaan dan penawaran riil. Aktivitas tersebut menimbulkan persepsi semu di pasar dan berpotensi memengaruhi keputusan investor.

Selain itu, yang bersangkutan disebut menyampaikan rekomendasi atau rencana transaksi saham melalui media sosial, lalu mengambil posisi jual atau beli dengan memanfaatkan respons pengikutnya.

Pelanggaran tersebut terjadi dalam perdagangan saham:

* PT Agro Yasa Lestari Tbk
* PT MD Pictures Tbk
* PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk

Regulator: Influencer Boleh, Asal Patuh Aturan

OJK menegaskan influencer investasi memiliki peran penting dalam edukasi publik, namun harus mematuhi ketentuan pasar modal. Regulator menekankan batas tegas antara edukasi dan manipulasi pasar.

“Selama aktivitasnya untuk literasi dan edukasi yang benar, tentu kami dukung. Namun ada rambu-rambu yang wajib dipatuhi,” kata Hasan.

Langkah OJK ini menandai penguatan pengawasan terhadap aktivitas promosi investasi di media sosial di tengah meningkatnya partisipasi investor ritel di pasar saham domestik.***

Dedie-Jenal Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan. Apa Hasilnya?

0

Bogordaily.net – Berbagai indikator capaian kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor Tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bogor mengalami peningkatan.

Tak hanya itu, tingkat inflasi juga mengalami penurunan. Angka kemiskinan di Kota Bogor turut menurun, termasuk tingkat pengangguran yang juga menunjukkan tren penurunan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa capaian tersebut harus terus ditingkatkan pada tahun berikutnya agar tetap berada pada tren positif.

“Harus terus dikuatkan, jadi tidak boleh kendor. Ini baru tahun pertama dan ada rencana-rencana kegiatan yang akan mengakselerasi penurunan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, termasuk pembangunan infrastruktur, serta bidang pendidikan dan sosial,” ujarnya usai melaksanakan rapat pimpinan di Bumi Ageung Batutulis, Jumat (20/2/2026).

Sehingga, sambungnya, indikator tersebut akan menjadi pondasi untuk melangkah lebih baik ke depannya.

“Dan kita akan membuka lapangan kerja sebagai salah satu prioritas ke depan. Peningkatan lowongan pekerjaan ini harus diikuti dengan kemudahan perizinan, jadi memang ada keterkaitan satu dengan yang lain. Makanya tadi kami kumpulkan dan semua sepakat untuk terus menggelorakan semangat untuk Bogor yang lebih baik lagi ke depan,” ucap Dedie Rachim.

Ia menambahkan, berkaca dari tahun 2025, pada tahun 2026 ini akan dilakukan perbaikan data terpadu untuk mengakselerasi peningkatan kesejahteraan.

Pasalnya, selama ini telah banyak bantuan yang diberikan kepada masyarakat, baik dari pemerintah pusat, provinsi, hingga pemerintah daerah. Namun, bantuan tersebut masih terpecah-pecah, sehingga satu keluarga hanya menerima satu jenis bantuan.

“Contohnya, program PKH, kalau datanya tidak sinkron maka penerima PKH adalah keluarga A, kemudian penerima PBI keluarga B, kemudian Kartu Indonesia Pintar keluarga C, kemudian bantuan beras keluarga D. Nah, kita inginnya kalau datanya betul, bisa dipertanggungjawabkan dan valid, maka yang akan diintervensi adalah satu keluarga, sehingga dalam kurun waktu tertentu dia bisa terdegradasi, bisa keluar dari prasejahtera ke sejahtera,” ujarnya.***

BSI Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah di Kampung Ramadhan Tazkia 1447 H Lewat Dukungan Digital dan UMKM

0

Bogordaily.net – Kampung Ramadhan Tazkia 1447 Hijriah resmi digelar di Masjid Tazkia Islamic Center, Sentul City, Bogor, pada Jumat, 20 Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 20 Februari hingga 15 Maret 2026 di kawasan Tazkia Islamic Center Sentul City menghadirkan beragam aktivitas religi, edukasi, dan bazaar UMKM yang semarak setiap harinya mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB.

Selain itu kehadiran Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai sponsor utama dalam kegiatan Kampung Ramadhan Tazkia 1447 Hijriah menjadi bukti komitmen nyata perbankan syariah dalam mendukung syiar dan pemberdayaan ekonomi umat.

Dukungan BSI tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi syariah di momentum bulan suci Ramadan.

Area Manager BSI area Bogor Safira menyampaikan bahwa Bank Syariah Indonesia menyerahkan penyerahan layar digital informasi kepada Masjid Tazkia Ini adalah salah satu bentuk wujud kita sebagai sahabat sosial.

“Jadi kita dari Bank Syariah Indonesia selain sebagai sahabat finansial, yaitu melayani transaksi keuangan juga sebagai sahabat sosial melayani kebutuhan dari ekosistem kita sendiri. Nah, hari ini kita menyerahkan layar informasi digital untuk kebutuhan mesjid tazkia Semoga dengan kerjasama ini kita makin erat lagi dan kemudian kita bisa berkolaborasi kembali,”ujar syafira

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memanfaatkan ajang ini untuk semakin mendekatkan layanan keuangan syariah kepada masyarakat melalui partisipasi aktif di area acara.

BSI menghadirkan edukasi literasi keuangan, kemudahan transaksi digital, serta berbagai program promo Ramadan yang memudahkan pengunjung dan tenant bazaar dalam bertransaksi secara aman dan sesuai prinsip syariah.

Dukungan BSI diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM lokal yang terlibat dalam bazaar sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Melalui sinergi ini, Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga penguatan ekonomi umat yang berkelanjutan.***

“Goreng Saham” OJK Denda Influencer Berinisial BVN Rp5,35 M. Siapa Dia?

0

Bogordaily.net – OJK denda influencer menjadi kabar yang mengiris sunyi sore Jakarta. Di tengah riuh layar gawai dan janji cuan instan, pengawas pasar modal akhirnya mengetuk meja: praktik “menggoreng” saham tak lagi dibiarkan menjadi bisik-bisik.

Di gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat petang, Hasan Fawzi dari Otoritas Jasa Keuangan menjelaskan duduk perkara itu dengan nada tenang, tetapi tegas.

Influencer keuangan berinisial BVN dijatuhi sanksi Rp5,35 miliar setelah terbukti menyampaikan informasi yang tidak benar kepada publik melalui media sosial—sembari melakukan transaksi yang justru berlawanan dengan rekomendasinya sendiri.

Kasusnya bukan perkara satu hari. Pemeriksaan regulator menemukan jejak transaksi pada saham PT Agro Yasa Lestari Tbk, PT MD Pictures Tbk, dan PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk dalam rentang 2021 hingga 2022. Modusnya klasik, namun dikemas modern: menggunakan beberapa rekening efek nominee untuk membentuk harga yang tampak hidup, padahal tidak ditopang kekuatan beli-jual yang wajar.

Di titik itulah pasar berubah menjadi panggung ilusi. Informasi yang tampak meyakinkan berfungsi sebagai umpan, sementara arah transaksi bergerak ke sisi sebaliknya. Regulator menyebutnya manipulasi perdagangan—menciptakan gambaran semu atas aktivitas pasar.

Selain denda, pembatasan aktivitas media sosial BVN tengah dipertimbangkan. Rekening nominee yang terlibat juga dibuka kemungkinan untuk penelitian lebih lanjut terkait kelayakan akun investasinya. Landasan hukumnya jelas: pelanggaran terhadap ketentuan Undang-Undang Pasar Modal sebagaimana diperbarui dalam rezim P2SK.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa OJK denda influencer bukan sekadar penegakan aturan, melainkan pesan tentang disiplin pasar. Pasar modal membutuhkan kepercayaan; kepercayaan menuntut kejujuran. Ketika rekomendasi berubah menjadi alat permainan, publiklah yang pertama menanggung akibat.

Di tengah arus konten finansial yang kian deras, pengawasan dituntut lebih tajam, dan literasi investor harus lebih dalam. Sebab pada akhirnya, OJK denda influencer adalah penanda: ruang digital tak kebal hukum, dan setiap opini yang menggerakkan uang orang banyak memikul tanggung jawab yang tak bisa dinegosiasikan.***