Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 95

Kabupaten Bogor Jadi Episentrum Wisata Religi Ramadan 2026, 75 Artefak Peninggalan Nabi Muhammad SAW Dipamerkan

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto membuka secara resmi kegiatan untuk pertama kalinya, sebanyak 75 artefak peninggalan Nabi Besar Muhammad SAW beserta para kerabatnya dipamerkan kepada publik di kawasan laga tangkas gelora pakansari, pada Jumat (20/2/16).

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyebut kehadiran pameran ini sebagai keberkahan besar bagi Kabupaten Bogor, sekaligus peneguhan posisi daerah sebagai simpul kebudayaan dan religiusitas di Jawa Barat.

“Tentu kita bersyukur kepada Allah SWT, tahun 2025 kita diberikan keberkahan dengan hadirnya Mahkota Binokasih untuk pertama kalinya setelah Kerajaan Pajajaran terpecah. Tahun 2026 ini, kita kembali diberikan keberkahan luar biasa dengan terbangunnya Masjid Raya Nurul Waton serta terselenggaranya pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.

Tak sekadar pameran artefak, kegiatan ini diproyeksikan menjadi magnet wisata religi yang berdampak pada pergerakan ekonomi lokal, khususnya pelaku UMKM di sekitar lokasi acara.

Rudy menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor mempersiapkan momentum ini secara matang bersama para ulama, organisasi Islam, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pengamanan juga melibatkan Polres Bogor, Kodim, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, hingga BNN Kabupaten Bogor.

“Kalau Allah tidak mentakdirkan peninggalan ini hadir di sini, tentu tidak akan terjadi. Maka ini harus kita maknai sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, memperbanyak doa, dan membangun Bogor dengan nilai-nilai spiritual,” tambahnya.

Sebanyak 75 artefak dipamerkan, termasuk beberapa benda yang menurut Rudy belum pernah ia lihat secara langsung sebelumnya, seperti penutup kepala, rambut, hingga ekstrak keringat Rasulullah SAW

“Banyak yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Ini menjadi pengingat bagi kita untuk bermunajat kepada Allah dan memperbanyak puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Area khusus juga disiapkan bagi masyarakat yang ingin berdoa dan bermunajat, termasuk fasilitas kursi di kawasan Laga Satria untuk menunjang kenyamanan jamaah.

Pameran ini dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial Ramadan, tetapi bagian dari upaya membangun identitas Kabupaten Bogor sebagai daerah yang memadukan pembangunan fisik dengan penguatan nilai-nilai spiritual dan sejarah.

“Kita berharap momentum Ramadan ini semakin mendekatkan masyarakat pada kegiatan religius. Semoga kehadiran peninggalan ini membawa keberkahan bagi Kabupaten Bogor dan bangsa Indonesia,” tutup Rudy.

Dengan konsep terbuka untuk umum dan tanpa biaya masuk, pameran ini dibuka setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB secara gratis yang diharapkan menjadi ruang edukasi sejarah Islam sekaligus penguatan batin masyarakat di bulan suci.***

Kemnaker Siapkan Penguatan Hubungan Industrial 2026: Kerja Tenang, Usaha Pasti

0

Bogordaily.net — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan tahun 2026 sebagai momentum penguatan sistem hubungan industrial nasional guna mencegah potensi perselisihan sejak dini, melindungi pekerja, sekaligus menjaga kepastian bagi dunia usaha.

Arah kebijakan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI dan Jamsos), Indah Anggoro Putri, dalam Town Hall Meeting Kemnaker di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Indah menyatakan bahwa program strategis Ditjen PHI dan Jamsos tahun 2026 diarahkan untuk mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan, adaptif, dan transformatif dengan target yang terukur.

“Kami ingin membangun sistem hubungan industrial yang tidak reaktif terhadap konflik, tetapi mampu mencegah potensi perselisihan sejak awal. Hubungan industrial harus memberikan rasa aman bagi pekerja sekaligus kepastian bagi dunia usaha,” ujar Indah.

Pada aspek regulasi da n tata kelola perusahaan, Ditjen PHI dan Jamsos menargetkan peningkatan kapasitas penyusunan Peraturan Perusahaan (PP) dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di 1.744 perusahaan serta penerapan struktur dan skala upah di 1.459 perusahaan. Selain itu, diseminasi pola hubungan kerja baru dilakukan kepada 1.200 orang, penerapan prinsip non-diskriminasi didorong di 700 tempat kerja, dan fasilitasi Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) terus diperkuat.

“Penguatan regulasi di tingkat perusahaan menjadi kunci. Perusahaan harus memiliki aturan kerja yang adil, transparan, dan tidak diskriminatif agar hubungan industrial berjalan sehat,” tegasnya.

Di bidang jaminan sosial ketenagakerjaan, Ditjen PHI dan Jamsos menargetkan peningkatan kepesertaan 416.000 pekerja Penerima Upah (PU) dan 2.751.400 pekerja Bukan Penerima Upah (BPU). Upaya tersebut disertai pemberian fasilitas kesejahteraan bagi 830 pekerja serta sosialisasi program rumah murah bersubsidi kepada 10.000 pekerja/buruh.

Penguatan kelembagaan hubungan industrial juga menjadi prioritas melalui pembentukan Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit di 5.256 perusahaan, edukasi pencatatan dan verifikasi serikat pekerja kepada 220 orang, serta pembinaan dialog sosial inovatif dan produktif bagi 300 orang.

Sebagai langkah preventif, Kemnaker melakukan pemetaan kerawanan hubungan industrial dan penguatan sistem peringatan dini di 787 perusahaan guna menekan potensi konflik sebelum berkembang menjadi perselisihan yang merugikan pekerja maupun kegiatan usaha.

Dalam aspek penyelesaian perselisihan, Ditjen PHI dan Jamsos menargetkan pembinaan teknis kepada 500 orang serta penguatan kompetensi 707 mediator hubungan industrial. Selain itu, ditargetkan penyelesaian 140 perkara di luar pengadilan, peningkatan kompetensi bagi 920 mediator, pelaksanaan uji kompetensi sebanyak tiga kali, serta penyusunan instrumen penilaian kinerja mediator.

“Angka-angka ini menunjukkan keseriusan kami. Tahun 2026 adal ah tahun penguatan sistem agar pekerja terlindungi, dialog sosial semakin kokoh, dan potensi konflik dapat ditekan. Ini adalah bentuk nyata keberpihakan negara kepada pekerja,” ujar Indah.***

Menaker Imbau Mitra Pemagangan Fasilitasi Uji Kompetensi Peserta Maganghub

0

Bogordaily.net — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengimbau perusahaan dan instansi pemerintah (mitra penyelenggara pemagangan) untuk memfasilitasi peserta Program Pemagangan Nasional (Maganghub) Tahun 2025 mengikuti uji kompetensi. Tujuannya, peserta pemagangan nasional tidak hanya pulang membawa sertifikat magang, tetapi juga sertifikat kompetensi/keahlian yang dapat dipakai saat melamar kerja. Imbauan ini disampaikan saat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pemagangan Nasional di Transmedia, Jakarta, Jumat (20/02/2026).

“Saya berharap peserta magang nasional tidak hanya membawa pengalaman, tapi juga bukti kompetensi. Minimal ada dua sertifikat yang jadi bukti. Sertifikat ma gang dari mitra penyelenggara dan sertifikat kompetensi yang diterbitkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Oleh karena itu, kami mengimbau mitra penyelenggara mendaftarkan peserta pemagangan di perusahaan/instansi masing-masing untuk mengikuti uji kompetensi,” kata Yassierli.

Menurut Menaker, sertifikat kompetensi penting karena menjadi pengakuan formal atas kemampuan yang dipelajari selama magang. Dengan pengakuan tersebut, peserta memiliki bekal yang lebih kuat memasuki pasar kerja dan lebih siap bersaing saat melamar pekerjaan sesuai minat dan kemampuannya.

Dalam peninjauan di Transmedia, Yassierli menyebut terdapat sekitar 450 peserta magang nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang dinilai mendapatkan pengalaman kerja nyata, termasuk hal-hal yang belum mereka temui saat masih kuliah.

Menaker Imbau Mitra Pemagangan Fasilitasi Uji Kompetensi Peserta Maganghub

“Sekitar 450 peserta magang ada di sini, dan antusiasmenya luar biasa. Mereka bukan sekadar hadir, mereka belajar hal-hal baru. Harapannya, itu berubah jadi kompetensi nyata, supaya mereka lebih siap bekerja sesuai passion mereka,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas program, Kemnaker menjalankan monev secara komprehensif. Menaker menjelaskan, Kemnaker rutin berkoordinasi dengan para mentor di lokasi magang, sekaligus menerapkan sistem monitoring yang mewajibkan peserta mengisi logbook.

“Kami terus melakukan monev agar program magang nasional berjalan efektif. Dua kunci monevnya yaitu mentor kami konsolidasikan dan koordinasikan secara rutin, lalu peserta diminta mengisi logbook melalui sistem monitoring magang,” ucapnya.

Yassierli menambahkan, pembayaran uang saku mengacu pada hasil verifikasi logbook. Ia juga menyampaikan bahwa pada Februari ini uang saku mengikuti upah minimum kabupaten/kota/provinsi 2026, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Uang saku peserta pemagangan nasional sudah mengacu pada kebijakan kenaikan UM 2026, sehingga Februari ini naik. Saya titip, manfaatkan sebaik mungkin untuk hal-hal yang positif,” pesan Yassierli.

Kunjungan ke Transmedia menjadi kali pertama Menaker melakukan monev pemagangan di sektor media, setelah sebelumnya pemantauan dilakukan di sektor manufaktur, jasa, dan transportasi. Menaker menilai monev lintas sektor penting agar standar mutu pemagangan tetap terjaga dan kebutuhan kompetensi dunia kerja bisa dipetakan lebih tepat.

Yassierli juga menilai sektor media memberi gambaran nyata tentang transformasi teknologi di industri. Menurutnya, dunia kerja terus bergeser menuju cara kerja baru dengan teknologi baru, sehingga peserta magang perlu dipersiapkan sejak dini agar siap menghadapi perubahan.

“Saya belajar banyak di sini. Perubahan cara kerja dan teknologi itu nyata. Kita tidak boleh tertinggal dan harus terus mempersiapkan diri,” ujarnya.***

Adityawarman: Puasa Merupakan Proses Pendidikan yang Berkesinambungan

0

Bogordaily.net – Puasa merupakan proses pendidikan yang berkesinambungan bagi orang-orang yang beriman. Pendidikan berkesinambungan yang mengantarkan umat Islam mencapai indikator yang paling mulia yaitu takwa. Manusia yang paling mulia disisi Allah yaitu yang paling takwa.

Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil mengungkapkan hal tersebut dalam ceramahnya dihadapan jamaah usai Salat Tarawih di Masjid Al-Hidayah, Komplek Bukit Cimanggu City, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (19/2/2026) malam.

“Kita optimalkan kesempatan puasa di Bulan Ramadhan ini untuk beribadah mendekatkan diri pada Allah, berbakti kepada orang tua, lebih dekat dan peduli kepada tetangga”, tutur Adityawarman.

Lebih jauh Adityawarman mengajak jamaah untuk memadatkan aktivitas di Bulan Ramadhan dengan salat wajib maupun sunah, berinteraksi bersama Al-Qur’an, sedekah, dzikir, doa dan amal salih lainnya. Ia berharap beragam aktivitas ibadah tersebut menjadi kebiasaan yang terus dilanjutkan pasca Ramadhan nanti.

“Jika istiqomah dengan kebiasaan ini, nanti umat akan memiliki aqidah dan tauhid yang selamat. Akidah ini sangat penting dalam menopang ibadah dan muamalah sehingga masyarakat akan terdorong untuk mencari rezeki yang halal dan menjauhi hal-hal yang haram”, papar Adityawarman.

Melalui pendidikan di Bulan Ramadhan ini, menurut Adityawarman, umat Islam akan bisa melaksanakan ibadah secara teratur dengan kesungguhan jiwa yang berdampak pada perbaikan perilaku.

“Dengan perilaku yang lebih baik ini maka dapat meminimalisir bahkan menegasikan konflik di tengah masyarakat”, pungkas legislator dari Partai Keadilan Sejahtera ini.***

Pemkot Bogor dan PMI Kota Bogor Perkuat Sinergi Kemanusiaan

0

Bogordaily.net-Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyerahkan dana hasil kegiatan Bulan Dana kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor.

Dana yang terkumpul sebesar Rp483 juta ini menandai kepedulian masyarakat untuk berkontribusi mendukung kegiatan sosial kemanusiaan, tidak hanya di Kota Bogor, namun juga di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa untuk mengoptimalkan hasil, perlu ada perluasan kegiatan di berbagai sektor yang memiliki potensi.

Penyadaran juga harus terus dilakukan agar semua pihak dapat saling membantu dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

“Agar kegiatan sosial kemanusiaan ini bisa terus terlaksana, kegiatan ini juga harus terus didukung dan ditopang oleh keberadaan pemerintah, baik secara kebijakan maupun regulasi,” ucap Dedie di Balai Kota Bogor,

Ketua PMI Kota Bogor, Edgar Suratman, menyampaikan bahwa hasil yang didapat dari Bulan Dana ini sebesar Rp483 juta.

“Setiap tahun memang jumlahnya fluktuatif, tetapi apa pun hasilnya, hal ini akan terus memberikan semangat yang terpelihara untuk melaksanakan peran dan fungsi PMI di bidang sosial kemanusiaan di Kota Bogor dan wilayah sekitarnya,” ujarnya.

Edgar melanjutkan bahwa seluruh dana yang terkumpul dipastikan digunakan untuk kegiatan sosial kemanusiaan, seperti penanganan bencana.

Kemudian promosi kesehatan, peningkatan kapasitas relawan, pelatihan relawan, membantu korban bencana, serta penguatan sistem kesiapsiagaan darurat, termasuk peningkatan kapasitas dan pengumpulan darah.***

Muhammad Irfan Ramadan

Layangkan Somasi Kedua, Sengketa Investasi Ratusan Juta di Bogor Memanas

0

Bogordaily.net – Korban wan prestasi kerja sama pembiayaan usaha di Bogor resmi melayangkan somasi kedua setelah tuntutan pengembalian dana investasi senilai Rp155 juta diabaikan pihak terlapor.

Kuasa hukum dari Kantor Hukum MHS & Co., M. Hasoloan Sinaga, menyampaikan somasi kedua tersebut diajukan atas nama kliennya, EM, seorang wartawan di Jakarta.

“Langkah hukum ini terkait dugaan wanprestasi yang mengarah penipuan dalam kerja sama pendanaan usaha dengan (LD) dan (RW), pasutri warga Villa Bogor Indah 6,” ujarnya.

Menurut kuasa hukum, kerja sama investasi bermula pada 20 Juni 2025 di kawasan Bogor, ketika klien menyetujui pemberian dana talangan tahap awal Rp50 juta dan tahap kedua Rp40 juta.

Dalam kesepakatan tersebut, pihak penerima dana menjanjikan imbal hasil bulanan dengan jaminan satu unit kendaraan.

Namun, sejak September 2025, pembayaran profit terhenti tanpa alasan yang jelas.

Hingga Januari 2026, total kewajiban yang ditagihkan mencapai Rp155 juta, terdiri dari pokok investasi Rp90 juta dan akumulasi profit bulanan yang dijanjikan.

“Korban berulang kali meminta pengembalian dana, namun hingga somasi kedua belum ada itikad baik LD (dan RW),” ujar Hasoloan.

Kuasa hukum juga mengungkapkan dugaan praktek tipu gelap dengan cara kendaraan yang dijaminkan ternyata bukan milik pihak terlapor. Tapi kendaraan sewaan pihak ketiga. Menurut Sinaga, kondisi ini menimbulkan risiko tambahan bagi klien sebagai pemegang unit jaminan.

Melalui somasi kedua, Kuasa Hukum Sinaga memberikan batas waktu penyelesaian kewajiban secara tunai dan sekaligus. Apabila tidak dipenuhi, akan ditempuh langkah hukum melalui jalur perdata maupun pidana.

Orang Tua RW Tuding LD Jerumuskan Anak Kandungnya

Sementara orang tua RW saat ditemui di rumahnya perumahan Taman Yasmin Cemara Boelevard Kota Bogor, menuding LD sengaja menjerumuskan anaknya, RW.

Sesuai bukti yang ada, RW terseret dalam kasus penipuan dana talangan, karena menerima transfer uang untuk pengadaan katering di Bank Mandiri pada bulan Juni 2025.

“Memang benar anak saya RW bekerja di Bank Mandiri, bisa jadi dijerumuskan suaminya (LD) terkait dana talangan untuk usaha suaminya,” ujar EG kepada Bogordaily.net.***

(Gibran)

Pameran Artefak Rasulullah di GOR Pakansari Bogor, Ada Tongkat Rasulullah SAW hingga Pedang Muhammad Al Fatih

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar pameran artefak Rasulullah SAW, para keluarga dan sahabatnya di Gor Laga Tangkas, Pakansari, Cibinong.

Adapun, pelaksanaan pameran artefak tersebut berlangsung sejak 19 Februari hingga 18 Maret 2026 mendatang.

Berdasarkan pantauan Bogordaily.net dilokasi terlihat sejumlah peninggalan Rasulullah dan para sahabatnya terdapat disini, seperti tongkat, pedang, baju perang, kiswah hingga replika kunci kabah.

Bupati Bogor Rudy Susmanto telah membuka langsung pelaksanaan pameran Artefak tersebut. Pameran tersebut kata Rudy, menjadi momentum yang baik bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya.

“Kita disinggahi untuk melakukan pameran artefak dan barang-barang peninggalan Nabi besar Muhammad SAW dan para kerabatnya,” kata Rudy kepada wartawan, Jum’at 20 Februari 2026.

“Tentu di momentum bulan suci Ramadhan ini, menjadi sebuah momentum yang sangat berharga, berarti bagi umat muslim. Baik yang di Bogor maupun di luar Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Menurut Rudy, ada sebanyak 75 benda peninggalan seperti baju, pedang, kiswah, hingga benda lainya peninggalan Rasulullah dan para Sahabatnya.

“Total ada 75, dan kami mengucapkan terima kasih, acara ini dapat terselenggara baik, karena didukung oleh para kiai, para ulama, organisasi Islam di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Tak lupa, Rudy turut mengajak masyarakat untung datang langsung melihat peninggalan Rasulullah dan para sahabatnya tanpa dipungut biaya alias gratis.

“Kita berharap bahwa ini momentum bulan suci Ramadan, kita ingin mendekatkan masyarakat dengan kegiatan-kegiatan yang religius, salah satunya kita melihat ada benda-benda peninggalan maupun artefak dari peninggalan Nabi Muhammad SAW dan juga para kerabatnya,” ungkap Rudy.***

Albin

Direktur Utama BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

0

Bogordaily.net – Industri perbankan nasional masih memiliki ruang yang solid untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan dengan kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat dan memadai. Namun demikian, akselerasi penyaluran kredit saat ini menghadapi tantangan, terutama dari sisi permintaan (demand) seiring sikap wait and see dunia usaha serta daya beli yang belum sepenuhnya pulih di seluruh segmen.

Pandangan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi dalam acara Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada Kamis (19/2). Acara tersebut turut dihadiri oleh Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, serta Chief Executive Officer Standard Chartered Donny Donosepoetro.

Dalam pemaparannya, Hery menjelaskan bahwa secara fundamental, industri perbankan memiliki ruang yang memadai untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan secara prudent dan berkelanjutan. Dari sisi likuiditas, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) menguat hingga 11,4% YoY, dengan rasio Loan-to-Deposit Ratio (LDR) yang terjaga di kisaran 84% YoY. Permodalan industri juga tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 26%, jauh di atas ambang batas ketentuan minimum regulator.

“Namun demikian, pertumbuhan kredit secara year-on-year hingga Desember 2025 masih berada pada level single digit. Menurut Bank Indonesia, salah satu faktor terjadinya perlambatan kredit saat ini adalah dipengaruhi faktor demand,” ucap Hery.

Mengacu data Bank Indonesia tercatat bahwa permintaan kredit baru menurun di sebagian besar segmen, terutama pada kredit konsumsi yang turun dari 62,9% menjadi 13,4%, serta segmen UMKM yang semula 78,4% menjadi 58,8%. Sedangkan, undisbursed loan pun meningkat secara rata-rata menjadi 10,22%.

“Artinya, fasilitas kredit yang telah disetujui oleh bank serta likuiditas yang tersedia sebenarnya masih memadai, namun realisasi penarikan tertahan. Kondisi ini mencerminkan sikap kehati-hatian (wait and see) dari dunia usaha maupun rumah tangga, sebagai nasabah individu. Jadi tantangannya bukan pada supply dana, tetapi pada kepercayaan dan prospek usaha ke depan. Adapun, yang dibutuhkan bukan sekedar likuiditas tambahan, tetapi penguatan keyakinan pelaku usaha agar ekspansi kembali berjalan,” papar Hery.

Di saat yang sama, rasio kredit bermasalah alias nonperforming loan (NPL) pada UMKM mulai meningkat sejak Desember 2024 dan bertahan di level yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan tekanan arus kas pelaku UMKM belum sepenuhnya pulih. Kombinasi pertumbuhan yang melemah dan risiko kredit yang naik menuntut pendekatan yang lebih selektif berbasis mitigasi risiko.

Hery juga menyoroti bahwa pelemahan pertumbuhan kredit tidak terlepas dari perlambatan tiga sektor utama penyumbang PDB, yakni manufaktur, perdagangan, dan pertanian. Ketiga sektor ini tidak hanya memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, tetapi juga menjadi penyerap tenaga kerja dalam skala luas, sehingga setiap perlambatan langsung berdampak pada aktivitas usaha dan kebutuhan pembiayaan.

Manufaktur, yang berkontribusi hampir 20% terhadap PDB, sangat menentukan kebutuhan modal kerja dan investasi. Di sisi lain, perdagangan sangat bergantung pada daya beli masyarakat, di mana ketika konsumsi melemah, perputaran stok melambat dan permintaan kredit ikut tertahan. Sementara itu, sektor pertanian sebagai basis penyerapan tenaga kerja terbesar memiliki keterkaitan langsung dengan segmen mikro dan UMKM, sehingga tekanan di sektor ini cepat tercermin pada permintaan kredit di level usaha kecil.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sensitivitas pertumbuhan kredit terhadap siklus ekonomi masih cukup tinggi, sejalan dengan struktur kredit nasional yang didominasi sektor padat karya seperti manufaktur, perdagangan, dan pertanian.

“Artinya, moderasi kredit saat ini bukan semata karena faktor likuiditas. Walaupun sudah diguyur dari pemerintah Rp200 triliun sebagai likuiditas tambahan tetapi kondisi ini sangat dipengaruhi oleh struktur sektoral ekonomi kita. Ke depan diversifikasi dan peningkatan pembiayaan di sektor bernilai tambah tinggi menjadi kunci untuk mengurangi sensitivitas siklus,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hery menilai kebijakan fiskal dan moneter saat ini pun berada pada arah yang kredibel dan pro-growth, sehingga mayoritas pelaku usaha menunjukkan optimisme terhadap prospek ekonomi. Namun demikian, optimisme tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam percepatan ekspansi riil di tingkat perusahaan.

Sejumlah pelaku usaha masih bersikap hati-hati dan belum berada pada level keyakinan yang cukup kuat untuk mempercepat investasi maupun ekspansi. “Ke depan, fokus perlu bergeser dari narasi optimisme menuju akselerasi implementasi yang benar-benar dirasakan oleh dunia usaha,” papar Hery.

Sejalan dengan hal tersebut, perbankan, khususnya Himbara termasuk BRI, akan tetap berperan aktif dalam mendukung berbagai program strategis nasional yang terarah pada aktivitas produktif. Program Makan Bergizi Gratis, Program 3 Juta Rumah, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai mampu mendorong pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga, sekaligus menciptakan multiplier effect terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan daya beli masyarakat.

“Didukung policy mix yang akomodatif, moneter dan fiskal berjalan selaras, ruang ekspansi ekonomi terbuka lebih luas. Di sinilah perbankan berperan bukan sekadar menyalurkan kredit, melainkan membiayai ekosistem pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” tutup Hery Gunardi.***

Pakar Termal Ungkap Alasan Insinerator Mini atau Tungku Bakar Berbahaya Bagi Kesehatan

Bogordaily.net – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) resmi mengeluarkan kebijakan pelarangan penggunaan insinerator mini dalam penanganan sampah.

Kebijakan ini diambil karena metode pembakaran tersebut dinilai berpotensi menimbulkan emisi berbahaya yang berdampak serius terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Pakar Ilmu dan Rekayasa Termal, Prof Pandji Prawisudha, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah aspek teknis yang harus dipenuhi agar sebuah insinerator dapat beroperasi dengan aman. Namun, pada praktiknya, insinerator mini yang beredar saat ini banyak yang tidak memenuhi persyaratan tersebut.

Menurut Prof Pandji, aspek pertama yang harus diperhatikan adalah prinsip 3T, yakni temperature, time, dan turbulence. Ia menegaskan, proses pembakaran sampah harus berlangsung pada suhu tertentu, dalam waktu yang cukup, serta dengan tingkat turbulensi yang memadai agar pembakaran berlangsung sempurna.

“Kita bicara soal 3T, temperature, time, dan turbulence. Apakah itu sudah tercapai atau tidak,” ujar Prof Pandji, Jumat 20 Februari 2026.

Selain itu, aspek kedua yang tak kalah penting adalah pemenuhan baku mutu emisi. Prof Pandji menyebut, setiap unsur gas buang hasil pembakaran memiliki ambang batas konsentrasi yang telah ditetapkan dan didukung oleh berbagai studi ilmiah.

“Masing-masing punya angkanya, dan itu sebetulnya sudah banyak studi yang dilakukan untuk mendukung baku mutu tersebut,” jelasnya.

Aspek ketiga adalah kaidah teknis dan standar industri. Ia menilai banyak insinerator mini yang dibuat tanpa perencanaan teknis yang matang, bahkan cenderung dibuat secara manual tanpa gambar teknis, perhitungan computational fluid dynamics, maupun analisis reaksi kimia.

“Kalau itu tidak ada, gambarnya pun tidak ada, gambar teknisnya tidak ada, mungkin itu menunjukkan bahwa tungku bakar ini atau insinerator ini memang belum memenuhi kaidah-kaidah teknis,” tegasnya.***

Aman atau Tidak Air Sumur yang Direbus? Ini Penjelasan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Masih banyak masyarakat yang meyakini bahwa air sumur cukup direbus agar aman untuk diminum. Anggapan tersebut memang tidak sepenuhnya salah.

Proses perebusan terbukti efektif membunuh bakteri dan mikroorganisme penyebab penyakit.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa perebusan air tidak serta-merta menjamin keamanan air secara menyeluruh. Hal ini dijelaskan oleh Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dalam edukasi terbarunya kepada masyarakat.

Direktur dan jajaran teknis Perumda Tirta Pakuan menyampaikan bahwa meskipun proses perebusan dapat menghilangkan bakteri dan kuman, metode tersebut tidak mampu menghilangkan kandungan logam berat, bahan kimia, maupun polutan berbahaya yang mungkin terdapat di dalam air sumur.

Zat-zat tersebut tetap dapat tertinggal meskipun air sudah dimasak hingga mendidih.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam memilih sumber air minum.

Perumda Tirta Pakuan menyarankan penggunaan air bersih yang telah melalui proses pengolahan dan pengujian kualitas secara ketat guna memastikan keamanan konsumsi jangka panjang.

Air produksi Perumda Tirta Pakuan disebut telah melalui uji kualitas secara klinis dan memenuhi standar mutu sesuai peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kualitas Air Minum.

Standar ini mencakup parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi guna menjamin air layak dan aman dikonsumsi.

Melalui edukasi ini, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor juga mengajak masyarakat untuk lebih hemat dalam penggunaan air serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kualitas sumber air minum bagi kesehatan keluarga.

Dengan pemilihan sumber air yang tepat dan pengelolaan yang bijak, risiko gangguan kesehatan akibat air tercemar dapat diminimalkan.