Tuesday, 7 April 2026
Home Blog Page 944

Efisiensi Anggaran 2025 Kemenkop Menjadi Rp317,48 Miliar, Menkop: Program Harus Tepat Sasaran

0

Bogordaily.net – Pagu Anggaran 2025 Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengalami efisiensi dari semula Rp473,31 miliar menjadi Rp317,48. Meski begitu, Menkop Budi Arie Setiadi memandang efisiensi anggaran tersebut bukanlah sebagai penghambat pelaksanaan program-program ke depan.

“Program-program Kemenkop harus tepat sasaran,” kata Menkop, saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Rabu (12/2).

Bahkan, Menkop menilai langkah efisiensi ini untuk melakukan perencanaan-perencanaan sehingga tidak over budget. “Program tidak terganggu, termasuk dampak ke masyarakat. Tetapi, memang, pencapaiannya perlu kita evaluasi,” ucap Menkop Budi Arie.

Bagi Menkop Budi Arie, efisiensi itu cara, sedangkan untuk tujuan harus tetap efektif. “Jadi, antara efisiensi dan efektifitas itu dua hal yang berbeda. Kalau untuk rakyat harus efektif. Maka, usulannya adalah tepat sasaran,” kata Menkop Budi Arie.

Menkop Budi Arie menambahkan, ada beberapa isu yang ada di koperasi yang harus dihadapi. Pertama, regulasi perkoperasian yang sudah kurang relevan dengan kondisi saat ini.

“UU 25/1992 tentang Perkoperasian sudah harus direvisi. Selain itu, banyak aspek regulasi yang juga harus kita bereskan,” kata Menkop Budi Arie.

Menkop mencatat ada sekitar 22 regulasi yang menghambat pengembangan koperasi di Indonesia. “Akan kita revisi dan advokasi,” imbuh Menkop Budi Arie.

Kedua, koperasi belum menjadi pilihan utama masyatakat Indonesia, di mana belum menjadi mainstream ekonomi.

Ketiga, kompetensi SDM koperasi yang masih perlu regenerasi dalam pengelola koperasi. Keempat, masih rendahnya kemampuan koperasi dalam adaptasi dan inovasi digital

Kelima, terbatasnya akses pendanaan dan nilai tambah produk. Dan keenam, rendahnya kumulatif aset koperasi dan kontribusi koperasi pada perekonomian nasional.

Meski begitu, Menkop Budi Arie melihat masih adanya peluang untuk pengembangan koperasi di Indonesia. Pertama, badan usaha berbentuk koperasi yang berorientasi pada kesejahteraan anggota. Kedua, peningkatan jumlah generasi muda yang berpotensi menjadi tenaga kerja terampil sebagai Bonus Demografi.

Peluang ketiga, pemanfaatan teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi layanan. Keempat, potensi sumber daya alam Indonesia berlimpah, khususnya pada sektor agromaritim.

Kelima, kebijakan pemerintah yang afirmatif mendukung pengembangan koperasi, yakni PP 7 Tahun 2021, Perpres 6 Tahun 2025, dan lain-lain. “Berikutnya, pembinaan koperasi yang diampu oleh satu organisasi Kemenkop,” ucap Menkop Budi Arie.
Tak hanya itu, Menkop pun merujuk dua sasaran yang harus dituju, yaitu
Meningkatnya kinerja usaha koperasi Indonesia, dengan indikator proporsi volume usaha koperasi terhadap PDB nasional.

“Sasaran lainnya, meningkatnya partisipasi masyarakat Indonesia dalam perkoperasian, dengan indikator peningkatan jumlah anggota koperasi di Indonesia,” kata Menkop.

Menurut Menkop, dalam perencanaannya, ada 3 besar isu yang akan diusung. Yaitu, digitalisasi dan penguatan kelembagaan koperasi, serta penyelesaian berbagai permasalahan perkoperasian.

“Ketiga, bagaimana meningkatkan volume usaha koperasi dalam PDB, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berkoperasi. Saat ini, baru 29,8 juta masyarakat Indonesia yang berkoperasi
Kami mentargetkan dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa dua kali lipat,” papar Menkop.

Dalam kesempatan itu, pimpinan sidang Nurdin Halid membacakan kesimpulan Raker yang menyebutkan bahwa Komisi VI DPR RI menyetujui hasil tindak lanjut Instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Komisi VI DPR RI meminta Kemenkop untuk dapat menggunakan pagu anggaran tahun 2025 setelah dilakukan efisiensi secara optimal, tepat sasaran serta tidak menurunkan kualitas layanan publik.

“Untuk mendorong program efisiensi anggaran, Komisi VI DPR mendorong Kementerian Koperasi untuk mendukung percepatan pendirian koperasi-koperasi produktif,” ujar Nurdin.***

Warga Malasari Bogor Menanti Pembangunan Huntap Untuk Korban Bencana Alam

0

Bogordaily.net – Warga Desa Malasari Kecamatan Nanggung korban banjir bandang dan tanah longsor belum memiliki Hunian Tetap (Huntap).

Kepala Desa Malasari, Andi Zaelani Firdaus mempertahankan pemulihan, rehabilitasi dan juga rekonstruksi paksa bencana alam yang menerjang wilayahnya pada 2020, lalu.

Dari enam Desa yang terdampak bencana alam di Kecamatan Nanggung, Desa Malasari yang paling parah .

“Kita mempertanyakan pemulihan, rehabilitasi dan juga rekonstruksi paska bencana. Hingga kini masih menyisakan banyak Pekerjaan Rumah (PR),” ujar Jaro Andi usai menghadiri Musrembang Kecamatan Nanggung, pada Kamis (13/2)

Andi mengungkapkan warga yang rumahnya rusak akibat bencana alam banjir dan longsor, saat ini masih tinggal di rumah saudaranya dan belum memiliki Huntap.

“Yang saat ini kita butuhkan Pembangunan TPT, PSU dan SAB. Termasuk kebutuhan 100 unit Huntap bagi warga yang terdampak bencana alam,” ujar Jaro Andi.

Jaro Andi mengungkapkan pihaknya desa sudah mengusulkan bantuan Huntap, pembangunan TPT dan PSU ke Dinas terkait. Namun, sampai saat ini belum juga teralisasikan.

“Untuk lokasi hibah lahan buatkan Huntap sudah ada di Kampung Nyungcung, tinggal pembangunan rumahnya,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan Kepala Desa Malasari terkait penanganan pasca Bencana alam,
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Fraksi Partai Golkar, Aan Triana al Muharom meminta agar Pemkab Bogor dapat memperioritaskan atau membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.

Saat ini masih banyak masyarakat yang menjadi korban bencana alam di Kecamatan Nanggung dan Sukajaya namun tak mendapatkan perhatian dari Pemkab Bogor.

“Catatan-catatan yang kami berikan kepada pemerintah daerah Kabupaten Bogor antara lain. Yang pertama rekap pasca bencana di wilayah Bogor bagian Barat harus menjadi fokus Pemkab Bogor dari mulai hunian tetap, irigasi-irigasi yang hancur dan infrastruktur lainnya dan Huntap,” tukasnya.***

(Gibran)

RS Azra Turut Meramaikan Festival Cap Go Meh Dengan Partisipasi Layanan Kesehatan Bagi Masyarakat Bogor

0

Bogordaily.net – Pada tanggal 12 Februari 2025 Kota Bogor dimeriahkan dengan adanya Perayaan Cap Go Meh 2025 Bogor Street Festival, dimana perayaan ini diselenggarakan setiap tahun nya setelah tahun baru imlek.

Berbagai macam suguhan menarik didapati, diantaranya yaitu Parade seni budaya Nusantara, Marching band, Ogoh – ogoh dan Liong – Barongsai serta masih banyak lagi acara yang menarik lainnya.

Acara yang di selenggarakan sepanjang jalan Suryakencana sampai Siliwangi ini, dengan durasi waktu cukup lama yang dipadati oleh berbagai lapisan masyarakat Bogor serta turis domestik, tentu akan adanya potensi gangguan kesehatan pada pengunjung, seperti kekurangan oksigen ataupun kecelakaan kecil berupa cidera, terkilir dan lainnya.

Dan Rumah Sakit AZRA menjadi salah satu tim medis yang turut berpartisipasi dalam acara Cap Go Meh 2025 Bogor Street Festival untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ini bukan kali pertama Rumah Sakit AZRA berpartisipasi pada kegiatan publik sebagai tim medis. Beberapa kegiatan publik pun Rumah Sakit AZRA ikut memberikan kontribusinya dalam pelayanan kesehatan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat khususnya kota Bogor.

Pada acara Cap Go Meh 2025 ini, Rumah Sakit AZRA menurunkan tim medisnya dalam memberikan pelayanan berupa pemeriksaan gula darah, asam urat, tanda vital dan stand by ambulance untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Dengan adanya partisipasi layanan kesehatan ini, Rumah Sakit AZRA berharap dapat memberikan yang terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat bogor yang menghadiri kemeriahan Cap Go Meh 2025. Salam sehat keluarga AZRA dimanapun berada.***

Akrobat Naik Meja Sidang, BAS Razman dan Firdaus Dibekukan, Karir Pengacaranya Ambyar!

0

Bogordaily.net – Pengadilan Tinggi (PT) Ambon dan PT Banten resmi membekukan Berita Acara Sumpah (BAS) Razman Arif Nasution dan Firdaus Oiwobo.

Keputusan ini membuat keduanya kehilangan hak untuk beracara sebagai advokat di seluruh pengadilan Indonesia.

Pembekuan BAS Razman tertuang dalam Surat Penetapan Ketua PT Ambon Nomor 44/KPT.W27-U/HM.1.1.1/II/2025.

Sementara itu, BAS Firdaus Oiwobo dicabut berdasarkan ketetapan PT Banten Nomor 52/KPT.W29/HM.1.1.1/II/2025.

Alasan Pembekuan BAS Razman dan Firdaus

Pencabutan BAS keduanya terjadi akibat kegaduhan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 6 Februari 2025.

Dalam sidang tersebut, Razman Arif Nasution yang menjadi terdakwa bersikeras agar sidang dibuka untuk umum. Namun, majelis hakim menolak permintaan tersebut.

Razman tetap ngotot dan menolak melanjutkan sidang jika tidak digelar secara terbuka.

Situasi memanas ketika Firdaus Oiwobo, kuasa hukum Razman, tiba-tiba naik ke meja sidang dan berteriak.

Tindakan Firdaus memicu kericuhan di ruang persidangan. Razman yang terpancing emosi juga sempat mendekati Hotman Paris hingga hampir terjadi bentrokan fisik.

Ketua PT Ambon, Aroziduhu Waruwu, menyebut tindakan Razman telah mencoreng marwah dan wibawa pengadilan.

Sedangkan Ketua PT Banten, Suharjono, menilai Firdaus melanggar sumpah advokat dengan tidak menjaga tingkah laku dan kehormatan profesinya.

Dampak Pencabutan BAS 

Dengan dibekukannya BAS Razman dan Firdaus, keduanya tidak lagi memiliki hak sebagai advokat.

Hal ini sesuai dengan Pasal 9 ayat (1) dan (2) serta Pasal 10 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Selain kehilangan hak beracara, reputasi Razman dan Firdaus di dunia hukum juga ikut tercoreng.

Razman, yang dikenal sebagai pengacara kontroversial, kini tidak lagi bisa menangani kasus di pengadilan.

Sementara itu, Firdaus Oiwobo yang selama ini mendampinginya juga mengalami nasib serupa.

Pembekuan BAS Razman dan Firdaus menjadi pengingat bagi advokat lain untuk menjaga etika dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.

Keputusan ini juga menegaskan bahwa lembaga peradilan tidak akan mentolerir tindakan yang mencoreng kehormatan hukum di Indonesia.***

Spot Rooftop Paling Indah untuk Dinner Romantis di Tengah Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Antimainstream! Dinner romantis di rooftop kafe tertinggi di Kota Bogor hanya di Koersi Sky Cafe. Bigland Bogor Hotel menawarkan pengalaman dinner romantis yang tak terlupakan di rooftop cafe dengan pemandangan indah dan flower bar saat valentine.

“Pengalaman dinner romantis di Koersi Sky Cafe ini tidak akan bisa didapat dari tempat lain. Apalagi saat ada sunset, suasananya bener-bener indah dan terasa magical,” Jelas Ario Prabowo, F&B Director Bigland Bogor Hotel.

Paket romantic dinner ini dapat tamu pesan setiap harinya dengan harga mulai dari Rp699.000,- cocok untuk merayakan anniversarry atau sekedar makan malam spesial dengan pasangan.

Romantic dinner ini sudah termasuk dekorasi, set menu untuk 2 orang, equil botol mineral, dan butler service.

Khusus di tanggal 14 Februari 2025 memperingati valentine, dengan harga yang sama pasangan sudah mendapatkan setangkai mawar, sweet praline dan hasil foto yang memorable.

Tidak hanya dinner romantis, Koersi Sky Cafe berkolaborasi dengan Words Bouquet menghadirkan pengalaman berbeda dengan ‘Flower Bar’ di tanggal 14 sampai 15 Februari 2025 di Koersi Sky Cafe.

Tamu dapat merangkai berbagai bunga dari jam 13.00 – 20.00 WIB. Selain itu, Koersi Sky Cafe juga mengadakan mini workshop “Rangkai Bunga” tanggal 15 November 2025.

Sesi 1 diadakan pukul 15.00-16.00 WIB dan sesi 2 pukul 16.00-17.00 dengan HTM Rp. 50.000,- saja.

“Tidak hanya sekedar merayakan hari kasih sayang, flower bar dan mini workshop Rangkai Bunga ini jadi suatu wadah dalam mengeskpresikan rasa syukur suatu hubungan baik bagi pasangan ataupun anggota keluarga. Pengalaman yang berbeda dan lebih bermakna,” Tutur Dinda Cantika sebagai Asst. Marcom Manager di Bigland Bogor Hotel.

Tentang Bigland Bogor Hotel

Bigland Bogor Hotel merupakan hotel bintang 4 terkemuka di Kota Bogor. Terletak di pusat Kota Bogor yang dapat di jangkau melalui dua akses jalan yaitu Jl. Pakuan/Universitas Pakuan Ciheuleut dan Jl. Malabar.

Informasi lebih lanjut mengenai Bigland Bogor Hotel silahkan kunjungi website www.biglandhotels.com atau Official Instagram @biglandbogorhotel.***

Script Regedit FF Auto Headshot: Cara Kerja, Fitur, dan Risiko Penggunaannya

0

Bogordaily.net – Bagi para pemain Free Fire yang sering mengalami kesulitan dalam menembak tepat sasaran, script Regedit FF auto headshot kini menjadi topik yang banyak dibicarakan.

Script ini diklaim mampu meningkatkan akurasi tembakan secara signifikan, membuat peluru lebih sering mengenai kepala lawan.

Bahkan membantu pemain mendapatkan Booyah dengan lebih mudah.

Dengan fitur seperti peningkatan sensitivitas, aim stabilizer, dan auto aim, banyak survivor tertarik untuk mencobanya.

Dalam permainan Free Fire, keberhasilan dalam pertempuran sangat bergantung pada skill, strategi, dan pengaturan sensitivitas yang tepat.

Namun, tidak semua pemain memiliki waktu untuk mengatur setting secara manual.

Karena itulah, script Regedit FF auto headshot dianggap sebagai solusi instan bagi mereka yang ingin meningkatkan performa dalam game.

Beberapa fitur unggulan yang sering disebutkan dalam berbagai versi script ini termasuk auto aim.

Kemudian pengurangan recoil senjata, serta mode no lag yang membuat permainan lebih lancar.

Dengan bantuan teknologi ini, pemain bisa lebih mudah mengunci target dan menembak dengan lebih presisi, bahkan dalam situasi pertempuran yang intens.

Namun, penggunaan script Regedit FF auto headshot juga memunculkan perdebatan di kalangan komunitas Free Fire.

Meskipun banyak yang mengklaim bahwa script ini aman dan anti-banned, ada juga risiko yang perlu diperhatikan.

Terutama terkait aturan dari Garena selaku pengembang Free Fire.

Penggunaan script atau aplikasi pihak ketiga yang mengubah mekanisme permainan.

Sehingga bisa dianggap sebagai bentuk kecurangan, yang berpotensi membuat akun terkena banned.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menggunakan script ini, pemain sebaiknya mempertimbangkan baik-baik dampaknya terhadap akun dan pengalaman bermain mereka.***

KLH Minta Bupati/Wali Kota Terlibat Dalam Upaya Pengelolaan Sampah di Indonesia

0

Bogordaily.net – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meminta agar Bupati dan Walikota untuk terlibat dalam upaya pengelolaan sampah di Indonesia.

Hal tersebut ia sampaikan langsung saat kunjungan kerja di SMAN 1 Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Kamis 13 Februari 2025.

Menurut Hanif, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mencatat ada sebanyak 343 tempat pembuangan akhir (TPA) yang masih menggunakan sistem sampah hanya ditumpuk atau open dumping.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada pemangku kebijakan untuk dapat turut serta mengawasi terkait pengelolaan sampah, khususnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“343 pengelolaan sampah sedang dalam pengawasan, menteri lingkungan hidup badan pengendalian hidup. Mungkin tidak terlalu lama, kami akan segera mengeluarkan paksaan pemerintah kepada seluruh Bupati dan Walikota di dalam rangka pengelolaan sampahnya,” kata Hanif Faisol kepada wartawan, Kamis 13 Februari 2025.

“Memang di dalam undang 18 2008 kepada Bupati lah kemudian dan walikota pengolahan sampah ini dimandatkan. Kemudian pemerintah menagih mandat itu ke pak Bupati terkait dengan pengolahan sampahnya,” tambahnya.

Lebih lanjut kata dia, pihaknya berharap agar pemangku kebijakan tersebut bisa turut serta dalam melakukan pembenahan pengelolaan sampah di Indonesia.

“Jadi itu yang sedang kita lakukan pembenahan sampah di Indonesia mudah mudahan kita bisa segera akhiri kegiatan yang tidak ramah sampah dan kemudian tidak memicu dan menumbuhkembangkan budaya ramah sampah,” ungkap Hanif Faisol.(Albin Pandita)

Isi Video Viral Ampun Pakde: Kronologi, Fakta, dan Reaksi Warganet

0

Bogordaily.net – Belakangan ini, media sosial dihebohkan dengan kemunculan sebuah video yang dikenal dengan sebutan “Ampun Pakde” video ini dengan cepat menyebar di platform seperti TikTok dan Twitter, menarik perhatian warganet yang penasaran dengan isi video viral Ampun Pakde.

Banyak yang bertanya-tanya mengenai latar belakang kejadian dalam video tersebut, siapa sosok Pakde yang disebut-sebut, dan mengapa rekaman ini bisa menjadi topik hangat di dunia maya.

Awal Mula Video “Ampun Pakde” Viral

Video ini pertama kali muncul di akun TikTok @cctv.kecelakaan.t dan langsung menuai banyak reaksi dari pengguna media sosial.

Meskipun isi video viral Ampun Pakde tidak secara gamblang ditampilkan dalam unggahan tersebut, narasi yang beredar menyebutkan bahwa video ini memperlihatkan adegan seorang pria muda yang tertangkap basah melakukan tindakan tidak senonoh dengan seorang wanita di dalam kamar.

Momen tersebut berujung pada kemarahan seorang pria yang disebut sebagai “Pakde,” yang diduga adalah paman dari pria dalam video tersebut.

Adegan dramatis dalam video ini menunjukkan sosok Pakde yang marah besar setelah mendapati keponakannya dalam situasi yang tidak pantas.

Dengan nada tinggi, Pakde terdengar memarahi pria dalam video dengan bahasa Jawa:

“Hi, Pye to Iki OOO tak tempileng das mu, Pye maksud mu?”
(Artinya: “Hi, gimana ini, ooo tak pukul kepalamu, gimana maksudmu?”)

Sementara itu, sang keponakan terdengar memohon ampun dengan berkata, “Ora Pakde, ampun Pakde.” Ucapan ini menjadi ciri khas video dan menjadi alasan utama mengapa istilah “Ampun Pakde” mendadak viral di TikTok dan Twitter.

Spekulasi dan Reaksi Warganet

Setelah video ini beredar luas, banyak spekulasi yang muncul mengenai isi video viral Ampun Pakde.

Beberapa warganet mengaku sudah melihat cuplikan video, sementara yang lain hanya mendengar narasi yang berkembang. Banyak yang penasaran apakah video ini asli atau hanya rekayasa semata.

Berbagai komentar pun bermunculan di media sosial:

“Baru aja nonton video ampun Pakde di akun TikToknya Pakde zoom.” – @ujajan3
“Herannya kenapa pintu gak dikunci?” – @kata kata hari ini
“BARU AJA NONTON DI YOUTUBE NYA.” – @budiono siregar

Selain itu, muncul juga berbagai link yang mengklaim sebagai tautan asli dari isi video viral Ampun Pakde.

Namun, banyak pengguna yang mengingatkan agar tidak mudah percaya dengan link semacam ini, karena bisa saja berisi phishing atau malware.

Mengapa Video Ini Bisa Viral?

Ada beberapa faktor utama yang membuat video “Ampun Pakde” menjadi fenomena di media sosial:

Narasi yang Dramatis – Momen digerebek oleh Pakde dan permintaan ampun dari keponakan memberikan cerita yang menarik bagi warganet.

Rasa Penasaran yang Tinggi – Banyak yang ingin mengetahui isi video viral Ampun Pakde secara lengkap, sehingga istilah ini menjadi trending di mesin pencari TikTok dan Twitter.

Penyebaran Cepat di Media Sosial – Dengan fitur berbagi yang mudah di TikTok dan Twitter, video semacam ini dapat menyebar dalam hitungan jam.

Namun, di balik viralnya video ini, ada juga kekhawatiran akan dampak negatifnya.

Banyak pihak mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan atau menonton konten semacam ini, terutama karena dapat berdampak buruk bagi anak-anak dan remaja.

Fenomena “Ampun Pakde” menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah video dapat dengan cepat menjadi viral berkat narasi yang unik dan daya tarik sensasional.

Meskipun banyak yang penasaran dengan isi video viral Ampun Pakde, penting bagi warganet untuk lebih bijak dalam mengonsumsi dan menyebarkan konten di media sosial.

Sebab, tidak semua yang viral memiliki dampak positif, dan dalam banyak kasus, fenomena semacam ini bisa membawa konsekuensi yang tidak diinginkan.***

Menteri Hanif Faisol Apresiasi Pengelolaan Sampah SMAN 1 Sukaraja 

0

Bogordaily.net – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, meninjau pengelolaan dan penanganan sampah di SMAN 1 Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis 13 Februari 2025.

Dalam kunjungannya, Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol juga menanam salah satu pohon ketahanan pangan yakni Pohon Sukun di lingkungan sekolah yang telah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Nasional.

Kemudian, Menteri Hanif Faisol menekankan pentingnya komunikasi, informasi, dan edukasi kepada generasi muda terkait isu lingkungan.

“Kegiatan seperti ini harus kita lakukan, karena kita menitipkan ide dan gagasan kita kepada generasi muda untuk keberlanjutan lingkungan. Penting sekali bertemu dengan anak-anak muda, mudah-mudahan ini bermanfaat bagi semua,” kata Hanif Faisol Nurofiq kepada wartawan, Kamis 13 Februari 2025.

Ia juga menyoroti urgensi pengelolaan sampah yang masih menjadi permasalahan di banyak daerah.

Saat ini, KLH/BPLH mengawasi 343 tempat pemrosesan akhir (TPA) di Indonesia dan tengah menyiapkan langkah-langkah tegas untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal di tingkat daerah.

“Kami sedang melakukan pendekatan dalam penanganan sampah di seluruh Indonesia. Dalam waktu dekat, Pemerintah akan mendorong seluruh Bupati dan Wali Kota untuk memenuhi mandat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia berharap, langkah ini dapat mengakhiri praktik-praktik yang tidak ramah lingkungan dan mendorong Budaya Peduli Sampah demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.

“Mudah mudahan bisa segera kita akhiri kegiatan kegiatan yang tidak ramah sampah dan kemudian memicu menumbuh kembangkan budaya ramah sampah karena Indonesia Emas wajib didukung  seperti itu,” ungkap Hanif Faisol.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sukaraja, Emi Rosmiami, menyampaikan rasa terimakasihnya atas kunjungan Menteri Lingkungan Hidup.

Ia menjelaskan bahwa dalam waktu kurang dari dua tahun, SMA Negeri Sukaraja berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional berkat kerja sama seluruh pihak.

“Kehadiran Pak Menteri semakin mendorong kami untuk terus meningkatkan lingkungan sekolah yang asri, bersih, nyaman, dan sehat bagi para siswa. Kami berharap anak-anak kami dapat menjadi duta lingkungan dimanapun mereka berada,” ujar Emi.

Ia juga berharap kesadaran lingkungan yang ditanamkan di sekolah dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam.

‘Semoga mereka menjadi duta lingkungan dan akan menjadi salah satu penyumbang terbaik dalam melestarikan alam. Dan ini akan menjadi motivasi bagi siswa yang lain bahwa peduli lingkungan  merupakan salah satu syarat yang harus dimiliki untuk menjaga kelestarian alam,” tuturnya.(Albin Pandita)

Ragam Budaya Bersatu di Bogor Street Festival Cap Go Meh 2025

0

Bogordaily.net – Masyarakat dari berbagai lapisan tumpah ruah di sepanjang Jalan Suryakencana hingga Jalan Siliwangi. Untuk ke-19 kalinya, perayaan Bogor Street Festival- Cap Go Meh (BSF-CGM) digelar di Kota Bogor dengan mengusung tema ‘A New Beginning’.

Kesenian dari 27 daerah di Indonesia dan internasional serta 77 sanggar budaya ditampilkan dalam parade seni, seperti liong barongsai, marching band, ogoh-ogoh, marawis, kuliner sepanjang jalan, dan masih banyak lagi atraksi yang disajikan.

Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa melalui kegiatan menunjukkan bahwa budaya adalah penghubung yang menyatukan semua.

“Seiring dengan semangat Cap Go Meh, mari kita bangun kebersamaan, toleransi, dan gotong-royong dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” ucap Hery, Rabu (12/2/2025).

Menurut Hery, perayaan ini bukan hanya untuk mengikat tali persaudaraan, tapi juga merupakan cerminan keragaman budaya yang ada di Kota Bogor. Semua bergabung menjadi satu, tidak memandang suku, bangsa, agama, dan kelompok masyarakat.

“Kota yang penuh keragaman, kota penuh toleransi, kota penuh kolaborasi. Mari kita hargai dan rayakan perbedaan melalui acara BSF-CGM Festival ini. Kita berharap dapat semakin mempererat hubungan antara kelompok masyarakat,” ucap Hery.

Hery menambahkan, selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan budaya dan tradisi Indonesia kepada generasi muda.

“Sekaligus memperkenalkan budaya dan tradisi yang kita miliki kepada Generasi Z, Generasi Alpha, dan generasi muda lainnya. Melalui kegiatan ini, kita juga ingin menunjukkan bahwa budaya adalah penghubung yang menyatukan kita semua. Mari kita bangun kebersamaan dan gotong royong dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” ucap Hery.

Di akhir sambutannya, Hery berharap BSF-CGM 2025 menjadi momentum untuk saling mengenal, saling menghargai budaya satu sama lain, serta mempererat hubungan antarumat beragama dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Di lokasi yang sama, Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengakui bahwa kegiatan ini benar-benar mencerminkan keberagaman.

“Ini betul-betul keberagaman dan kebersamaan kita menikmati Bogor Street Festival Cap Go Meh 2025,” ucapnya.

Dirinya pun menutup sambutannya dengan sebuah pantun:

“Ke Bogor Street Festival rame-rame, banyak budaya yang tak terduga.
Selamat menikmati pesta rakyat Cap Go Meh. Semoga berkah dan bahagia menyertai kita semua.”

Ketua Panitia BSF-CGM 2025, Arifin Himawan menyampaikan, melestarikan budaya yang ada di Nusantara melalui BSF-CGM 2025 merupakan satu di antara misi besar terselenggaranya pesta rakyat ini. Ahim sapaannya mengatakan bahwa BSF-CGM punya tiga misi besar.

“Satu, melestarikan budaya yang ada di Nusantara; kedua, untuk meningkatkan UMKM; dan ketiga, meningkatkan PAD. Kegiatan ini selalu diadakan setiap tahunnya di sepanjang Jalan Suryakencana hingga Jalan Siliwangi,” ucap Ahim.

Tahun ini, kata dia, begitu banyak seniman dan budayawan yang ingin turut andil dalam BSF-CGM tahun ini.

“Dan tahun ini diikuti oleh begitu membludaknya para seniman dan budayawan yang ingin bergabung, sehingga kami terpaksa harus membatasi dan mengkurasi. Jumlah peserta yang mengikuti sore ini hingga nanti malam adalah sebanyak 77 sanggar budaya yang akan tampil di sepanjang Jalan Surya Kencana hingga Jalan Siliwangi,” ujarnya.

Festival ini menghadirkan seni dan budaya dari 27 daerah di Indonesia, yang menampilkan ragam tarian, musik tradisional, serta pertunjukan khas dari berbagai suku dan etnis. Tidak hanya itu, penampilan internasional dari Taiwan dan China turut memperkaya nuansa budaya dalam perayaan ini.

Salah satu atraksi utama yang menjadi daya tarik pengunjung adalah rangkaian joli, dengan 18 joli yang diarak dalam prosesi budaya. Selain itu, parade 34 barong dalam rangkaian liong barong menambah kemegahan acara, menarik perhatian masyarakat yang memenuhi sepanjang jalur festival.

Mengusung tema ‘A New Beginning’. Berharap para pemimpin yang baru membawa Indonesia lebih makmur.

“Dengan Presiden yang baru, pemimpin daerah yang baru harapannya dengan para pemimpin baru Indonesia menjadi lebih makmur, lebih sejahtera dan lebih jaya di kancah Internasional,” hara Ahim.

Dalam kesempatan itu, Ahim juga menyematkan selendang kepada istri dari Presiden Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid yakni Sinta Nuriyah sebagai tanda penghormatan.***