Home Blog Page 945

It’s Family Time! Mulai Besok Ada Petualang Cantik Yang Ajak Kamu Bertualang Jelajahi Surga Tersembunyi Di GTV!

0

Bogordaily.net – Pernah kebayang nggak, jalan-jalan ke surga tersembunyi di Indonesia sambil nyobain makanan khas daerah setempat yang otentik? Sekarang bukan cuma bisa dibayangin aja, GTV sebagai home of entertainment siap ajak kamu seru-seruan lewat program terbaru +62 FO.MO (Food and Moving) yang tayang perdana mulai 3 Mei 2025, setiap Sabtu pukul 19.00 WIB.

Bareng petualang cantik, Vebby Hananto dan Amelya Tambunan, siap-siap diajak traveling dan kulineran, serta menjelajahi berbagai sudut Nusantara dengan cara yang beda dari biasanya.

Perjalanan seru petualang cantik akan dimulai dari Tanjung Lesung, sebuah destinasi indah di ujung barat Pulau Jawa yang menawarkan panorama pantai eksotis dan kearifan lokal yang masih sangat kental. Serta destinasi yang siap bikin kamu bernostalgia, Anyer yang menyimpan keindahan alam dan budaya yang sering kali dilewati. Di sini, Vebby dan Amelya akan mengeksplor budaya masyarakat pesisir!

Di setiap episodenya, mereka bukan sekadar jalan-jalan ke berbagai surga yang tersembunyi. Di tiap destinasi, Vebby dan Amelya akan ditemani petualang lokal lain mencari bahan makanan khas lokal, dan memasaknya langsung, bikin cita rasanya makin otentik!

Bukan cuma bikin momen kumpul keluarga makin seru, +62 FO.MO (Food and Moving) juga bakal bikin kamu makin cinta sama Indonesia. Dari satu tempat ke tempat lain, kamu akan diajak mengenal budaya, makanan, dan cerita dari masyarakat lokal yang jarang tersorot.

Makanya, jangan sampai kelewatan +62 FO.MO (Food and Moving), mulai 3 Mei 2025, setiap Sabtu pukul 19.00 WIB, cuma di GTV! Biar pengalaman nontonnya makin maksimal, pastikan siaran digital GTV di rumah kamu udah jernih. Kalau masih belum oke, coba scan ulang set top box atau atur posisi antenanya. Kalau tetap belum berhasil, tinggal chat aja ke WhatsApp Solusi TV Digital di 0856-9003-900 (Senin–Jumat, pukul 09.00–18.00 WIB).

Dan biar kamu selalu up-to-date sama bocoran destinasi, keseruan di balik layar, dan konten seru lainnya, langsung follow Instagram @officialgtvid sekarang juga, ya! ***

Pendidikan Indonesia di Persimpangan Jalan: Ketidakkonsistenan Kurikulum, Arah Pendidikan Tak Kunjung Jelas

0

Bogordaily.net – Pendidikan sejatinya bukan hanya soal menyampaikan pengetahuan dari guru ke murid. Ia adalah denyut nadi peradaban, yang menentukan arah bangsa dalam menapaki masa depan. Namun di Indonesia, dunia pendidikan seakan terus berjalan dalam lingkaran. Kita seolah bergerak, tetapi tak kunjung sampai pada tujuan yang diharapkan: pendidikan yang merata, berkualitas, dan relevan dengan zaman.

Salah satu titik lemah terbesar kita adalah kegemaran berganti kurikulum setiap kali kursi Menteri Pendidikan berpindah tangan. Fenomena ini sudah berlangsung selama puluhan tahun, dan kini, pada tahun 2025, pola tersebut kembali terulang. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekarang Abdul Mu’ti belum lama ini kembali melempar gagasan tentang “reformasi besar” kurikulum. Alih-alih memperkuat pondasi Kurikulum yang tengah berjalan dan belum selesai dievaluasi, ia justru merancang perubahan signifikan yang belum jelas arah dan basis akademiknya.

Pendidikan seharusnya menjadi pondasi masa depan bangsa, bukan panggung percobaan kebijakan. Namun, di Indonesia, setiap pergantian Menteri Pendidikan hampir selalu disertai dengan perubahan kurikulum. Siklus ini terus berulang, meninggalkan kebingungan di tingkat sekolah dan ketidakpastian di tengah para guru.

Data dari PISA 2022 menunjukkan bahwa Indonesia masih tertinggal dalam capaian literasi, numerasi, dan sains. Siswa Indonesia menempati posisi ke-65 dari 81 negara dalam aspek membaca. Ini seharusnya menjadi alarm bahwa perubahan kurikulum selama ini belum menyentuh akar persoalan pendidikan kita: kualitas guru, pemerataan akses, dan relevansi pembelajaran.

Kebijakan-kebijakan yang sempat ditiadakan kini kembali dihidupkan. Sistem penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA yang sempat dihapus oleh Kurikulum Merdeka kini diberlakukan kembali. Ujian nasional juga muncul kembali dengan nama baru: Tes Kemampuan Akademik (TKA). Semua ini menunjukkan bahwa pendidikan kita tidak memiliki arah jangka panjang yang konsisten.

Yang paling terdampak dari kebijakan zig-zag ini adalah para guru. Banyak dari mereka kini harus kembali menyusun ulang perangkat ajar, RPP, dan sistem asesmen. Mereka baru saja mulai menyesuaikan diri dengan Kurikulum Merdeka, dan kini harus beradaptasi lagi dengan kebijakan baru.

Laporan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) tahun 2024 menunjukkan bahwa 62% guru merasa tidak dilibatkan dalam proses perumusan kurikulum, dan hanya 28% yang memahami arah kebijakan pendidikan nasional secara menyeluruh. Ini bukti nyata bahwa sistem pendidikan kita masih sangat elitis dan top-down.

Pendidikan Bukan Alat Politik

Pendidikan tidak bisa terus-menerus dijadikan ajang pencitraan pejabat. Setiap menteri datang dengan konsep dan istilah baru, seakan pendidikan adalah proyek pribadi yang harus diberi label. Padahal yang dibutuhkan dunia pendidikan adalah keberlanjutan dan keteguhan arah. Menteri Pendidikan seharusnya menjadi pengawal kesinambungan, bukan pembuat kejut kebijakan.

Jika ingin perubahan, lakukan dengan pendekatan bertahap, evaluatif, dan berbasis bukti. Libatkan guru yang mengajar langsung dalam ruang kelas, kepala sekolah, akademisi, serta komunitas pendidikan dalam setiap tahapan pengambilan keputusan. Pendidikan tidak akan maju jika terus dijalankan secara eksklusif dari pusat kekuasaan.

Sudah saatnya kita menata ulang pola pikir kita terhadap pendidikan. Kurikulum tidak seharusnya berganti hanya karena berganti menteri. Pendidikan harus dirancang lintas pemerintahan, dengan visi jangka panjang yang dijaga bersama. Jika kita sungguh-sungguh ingin membangun bangsa, maka pendidikan harus menjadi ruang pembangunan manusia bukan arena politik dan proyek sementara. ***

Penulis: Ketua PC PMII Kota Bogor Abdullah Nuruz Zaini, S. Pd

Tangani Rendahnya Angka Rata-Rata Lama Sekolah di Bogor, Ini Langkah Rudy Susmanto

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto terus melakukan langkah  untuk mengatasi rendahnya angka rata-rata lama sekolah atau RLS di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025.

“Memang banyak yang harus kami kejar yang harus kami selesaikan, dari sisi infrastruktur pun kami akui masih banyak kekurangan. Tapi kepemimpinan kami masuk bulan ke tiga, kami akan berupaya mengejar lima tahun ke depan,” kata Rudy Susmanto.

Adapun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka RLS Kabupaten Bogor pada tahun 2024 yaitu usia 8,39 tahun. Angka tersebut berada jauh di bawah angka  Provinsi Jawa Barat yang tercatat 9,24 tahun, dan angka nasional 9,22 tahun.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto menyusun beberapa sistem pendidikan, salah satunya kejar paket yang terdapat di beberapa tempat, serta pemetaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Bupati Rudy memastikan Pemerintah Kabupaten Bogor akan memprioritaskan wilayah barat, timur, utara, dan selatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

“Kita ingin meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor, tidak hanya di pusat kota,” kata Rudy Susmanto.

Kemudian, Pemerintah Kabupaten Bogor juga segera membentuk sekolah percontohan di SD dan SMP, dengan prioritas di SD terlebih dahulu.

“Kita harus segera memiliki blueprint pendidikan untuk lima tahun ke depan, salah satunya di tahun ini kita membuat sekolah percontohan di SD dan SMP, tapi mungkin di tahun 2025 kita prioritas di SD terlebih dahulu, tempatnya di Muara Beres,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rudy menambahkan, kurikulum yang digunakan di sekolah percontohan tersebut akan mengikuti kebijakan dari Kementerian Pendidikan, dengan tambahan muatan lokal dari Kabupaten Bogor.

“Kurikulumnya kita mengikuti kebijakan dari Kementerian Pendidikan, tetapi nanti mungkin ada tambahan-tambahan tersendiri, muatan lokal dari Kabupaten Bogor,” ungkap Rudy.***

Albin Pandita

Bupati Bogor Serius Atasi Kasus HIV/AIDS

0

Bogordaily.net — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan keseriusannya dalam mengatasi Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Kabupaten Bogor.

“Bupati Bogor menyampaikan bahwa penanggulangan HIV/AIDS adalah salah satu program prioritas di bidang kesehatan selain stunting, anak jalanan, dan disabilitas,” kata Direktur Yayasan Lembaga Kajian Sosial (Lekas) Bogor, Muksin Zaenal Abidin, usai melakukan audiensi dengan Bupati Bogor belum lama ini.

Muksin mengatakan, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bogor adalah tertinggi kedua di Jawa Barat setelah Kota Bandung. Data pada tahun 2024, jumlah ODHA (orang yang telah terdiagnosis positif HIV/AIDS) sebanyak 817 kasus. “Mengalami kenaikan 700 kasus dibanding tahun 2023,” ucapnya, Jumat, 2 Mei 2025.

“Karenanya kami dari Lekas mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya atas respons cepat Bupati Bogor agar penanggulangan kasus HIV/AIDS menjadi program prioritas dan wajib menjadi perhatian serius semua pihak utamanya dinas-dinas terkait,” ungkapnya.

Bahkan secara spesifik, lanjut Muksin, Bupati Bogor juga menginstruksikan agar Pemkab Bogor mulai mengalokasikan anggaran untuk penanganan HIV/AIDS, Lekas sebagai yayasan yang fokus pada penanganan HIV/AIDS mendapatkan kendaraan ambulance untuk operasional serta fasilitas sekretariat.

Dijelaskannya, penanganan HIV/AIDS harus secara komprehensif dan harus melibatkan lintas unsur dan masyarakat.

“Setiap tahun terus meningkat bahkan sudah menyasar ibu hamil, balita, serta usia produktif. Data tahun 2024-2025 bahkan trennya menjangkit usia 25 tahun ke bawah. Maka ini bahaya laten atau bom waktu bagi generasi muda.

Jauh sebelumnya, Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Adang Mulyana, pernah menyebut diperlukan rencana yang terpadu, program HIV/AIDS yang efektif, tepat sasaran, dan dukungan anggaran yang memadai dan berkesinambungan untuk penanggulangan HIV/AIDS.

Dijelaskannya, masalah HIV-AIDS merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS dan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka Penanggulangan HIV/AIDS di daerah.

Berdasarkan Permendagri Nomor 100 Tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM), pelayanan HIV/AIDS termasuk ke dalam SPM untuk mengukur kinerja bupati/walikota. Sedangkan menurut Permendagri Nomor 84 tahun 2022 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2023 disebutkan bahwa Pemda dapat menyediakan alokasi anggaran dalam APBD 2023.

(Acep Mulyana)

Patroli Satpol PP Kabupaten Bogor di Pakansari, 77 Botol Miras Disita 

0

Bogordaily.net – Sebanyak 77 botol minuman keras (miras) berhasil disita oleh Satpol PP Kabupaten Bogor di kawasan Lingkar GOR Stadion Pakansari, Cibinong, Kamis, 1 Mei 2025.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor, Anwar Anggana mengatakan bahwa, penyitaan puluhan botol miras itu dilakukan dalam kegiatan patroli dari pukul 09.00 WIB hingga 23.00 WIB.

“Melaksanakan kegiatan patroli rutin di lingkar GOR Stadion Pakansari, serta menindak tegas pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan dan diatas trotoar,” kata Anwar Anggana Jumat, 2 Mei 2025.

Kemudian, dalam pelaksanaan penertiban para PKL, Anwar menemukan sebanyak 77 botol miras yang dijual di salah satu lapak.

“Melakukan penyitaan barang kepada PKL yang masih berjualan di bahu jalan dan pedestrian, total minuman keras yang disita berjumlah 77 botol yang lokasinya di samping Tenis Indoor atau Motocross,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, sejumlah PKL saat ini masih membandel untuk berjualan di pedestrian yang sudah dilarang.

“Beberapa PKL masih saja melakukan pelanggaran-pelanggaran,” ungkap Anwar Anggana.(Albin Pandita)

Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Masuki Tahap Finalisasi, Menkop: Program ini Harus Kredibel

0

Bogordaily.net – Tahap pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sudah memasuki tahap akhir. Dalam Rapat Finalisasi dipaparkan bahwa skema pendanaan berasal dari pinjaman perbankan (Himbara) dengan plafon Rp4-5 miliar per koperasi sesuai dengan kebutuhan.

Sementara terkait bentuk kelembagaan Kopdes, bisa bentuk koperasi baru, bisa yang sudah ada, atau bisa juga gabungan antar koperasi.

“Sudah tercatat ada 4.459 desa yang sudah melakukan musyawarah desa khusus, dan 70 Kopdes yang tercatat di Sistem Administrasi Badan Hukum atau SABH,” ungkap Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie, usai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) pembentukan Kopdes Merah Putih, di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Jumat (2/5).

Menkop menambahkan, hingga awal Juli 2025 merupakan tahap pembentukan badan hukum Kopdes/Kel Merah Putih. Setelah itu, secara profesional, perbankan melakukan verifikasi secara sungguh-sungguh.

Dalam tahap itu, Kopdesnya akan diperiksa betul, dan skema pendanaan Kopdes/Kel itu bukan diberikan dalam bentuk uang tapi plafon. Misalnya, akan membeli truk, bank akan bayar ke perusahaan truknya, dan sebagainya.

“Jadi, kita ingin program Kopdes ini kredibel, yakni terjaga kredibilitas program juga kredibilitas koperasinya. Makanya, untuk itu, kita sangat prudent,” ucap Menkop.

Bahkan, Menkop Budi Arie memastikan bahwa Himbara sudah memiliki sistem dalam hal pemberian kredit ke Kopdes/Kel Merah Putih, akan diperiksa semua, termasuk bagaimana para pengurusnya.

“Bukan dalam arti Kopdes dikasih semua uangnya, tidak begitu. Tapi, sama seperti proses kredit perbankan pada umumnya,” ucap Menkop.

Terkait penggunaan APBN/APBD, Menkop menjelaskan, itu menjadi semacam penjamin (jaminan). Selama Kopdes Merah Putih bisa mengembalikan pinjamannya ke perbankan, semua akan berjalan tanpa melibatkan dana APBN.

Bahkan, Menkop menjamin bahwa Kopdes/Kel Merah Putih bisa berpotensi untung minimal Rp1 miliar setahun sejak pertama beroperasi. “Bagaimana tidak untung, yang dijual itu barang-barang bersubsidi semua. Karena hakekatnya barang milik kebutuhan publik, maka harus disalurkan melalui lembaga milik publik. Yakni, melalui Kopdes/Kel Merah Putih, sebuah lembaga bisnis berwatak sosial,” imbuh Menkop.

Bagi Menkop, Kopdes/Kel Merah Putih bisa memasuki semua sektor bisnis yang ada di seluruh pedesaan di Indonesia. Termasuk pembangunan perumahan untuk masyarakat desa, harus melalui Kopdes/Kel Merah Putih.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan memastikan bahwa Kopdes tidak akan mengganggu BUMDes

“Karena Kopdes dibentuk oleh musyawarah desa, terserah bagaimana keputusannya. Apakah nanti BUMDes menjadi Kopdes, atau BUMDes menjadi bagian dari Kopdes, tapi intinya saling melengkapi. Nanti Juklaknya akan kita buat,”kata Zulkifli.

Menko Pangan menambahkan, nantinya Kopdes/Kel akan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2 juta orang di pedesaan. Manfaat Kopdes lainnya, akan memotong rantai pasok yang panjang, seperti sembako.

“Juga, akan memutus tengkulak-tengkulak dan menghapus para rentenir. Kopdes/Kel juga akan menjadi agen dari BRI Link sehingga bisa mempermudah akses dari pusat ke pedesaan,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli berharap langkah ini mendapat dukungan dari seluruh Kementerian/Lembaga untuk mempercepat desa menjadi desa yang kuat, tangguh, dan mandiri. “Sehingga, dapat memberikan kontribusi yang tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menko Pangan. ***

Gelar Pertunjukan Seni, Rumah Budaya Peringati Hari Buruh

Bogordaily.net – Para pegiat seni budaya berkumpul, berekspresi dan mencoba berempati kepada sesama anak bangsa khususnya kaum buruh, tani, nelayan, seniman jalanan dan kaum pinggiran lainnya dengan melaksanakan kegiatan Hari Buruh Internasional di Rumah Budaya HMA pada Kamis, 1 Mei 2025.

Rumah Budaya HMA yang berlokasi di Jalan Pakancikan, Desa Kuta, Sukagalih, Megamendung, Bogor menjadi lokasi peringatan hari buruh ini, dipilihnya lokasi tersebut menurut Tohir Kulikulo yang bertindak sebagai koordinator kegiatan karena adanya keinginan kalangan seniman dan budayawan untuk memberi alternatif bentuk apresiasi dan empati terhadap kaum buruh.

“Melalui seni kita bisa menyuarakan kegelisahan terhadap nasib buruh secara kreatif dan edukatif, kebetulan Rumah Budaya HMA berkenan menyediakan tempat untuk digelarnya acara tersebut,” ucap Tohir seraya berterimakasih pada Ibu Halimah Munawir owner Rumah Budaya.

Pada kegiatan hari buruh ditampilkan beragam bentuk seni tematik khususnya pertunjukan happening art dari Jangkar Jiwa yang melibatkan para seniman juga pengamen jalanan, guru, penyanyi anak dan pimpinan Jangkar Jiwa Heri Cokro.
Selain itu tampil membacakan puisi, Ketua Federasi Serikat Buruh Indonesia (FSBI), M.Yusro Kadzim yang juga menyampaikan prolog tentang aktifitas gerakan buruh dalam memperjuangkan kesejahteraannya, menyampaikan kerentanan hidup buruh kita yang masih banyak termarjinalkan, juga harapan pada pemerintah untuk lebih berpihak dalam setiap kebijakan yang dilahirkannya.

Tampil memukau, tokoh senior sastrawan kita yang mendeklamasikan sajaknya dengan eksentrik, Boyke Sulaeman dan putrinya, tampil pula team seni Tulang Bajing, tari dan pencak silat dari Bujangga Manik Society, juga tari kelompok oleh Bogor Wanita Berkebaya (BWB), KPJ Merdeka Bogor dan komunitas Sambu Street yang menampilkan lagu-lagu balada dalam format orkestra musik jalanan.

Semua ini adalah wujud dari kepedulian para seniman dan budayawan dalam menyuarakan keberpihakan kepada kaum buruh pada Hari Buruh Internasional ini.
Seperti yang disampaikan Halimah Munawir Anwar, Owner Rumah Budaya HMA yang juga adalah sastrawan penulis novel dan puisi, dirinya menyatakan bahwa kita adalah manusia yang hidupnya dimudahkan oleh kinerja para buruh, mulai dari kebutuhan pangan, sandang hingga papan tidak lepas dari jasa buruh, baik itu buruh tani, buruh pabrik, buruh rumah tangga, perkantoran dan lain sebagainya.

“Maka dengan ini Rumah budaya membuka ruang untuk berekspresi dan berkreasi bagi khususnya para seniman yang ingin mengucapkan kepeduliannya pada kegiatan hari buruh ini,” ungkap Halimah bersemangat.

Halimah Munawir juga menyampaikan bantuan rak dan sejumlah buku kepada Taman Baca Putra Bangsa, yang disampaikan kepada Isti Wuryanti sebagai pembina Taman Baca tersebut.

Acara semakin guyub dan karib dengan kegiatan makan siang bersama menu nasi liwet yang disambut antusias oleh para seniman dan budayawan yang hadir dalam kegiatan hari buruh ini.

“Selamat Hari Buruh bagi semua kaum buruh tercinta, terus berjuang dan berkarya untuk kesejahteraan dan kebaikan nasib bangsa,” ucap semua dalam sesi foto bersama. ***

Bupati Rudy Susmanto Bakal Buat Sekolah Percontohan di Kabupaten Bogor

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan segera memiliki cetak biru (blueprint) pendidikan untuk lima tahun ke depan, salah satunya membuat sekolah percontohan di tingkat SD dan SMP.

Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto usai memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2025, di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Jumat 2 Mei 2025.

Rudy Susmanto menjelaskan bahwa, upacara ini merupakan momentum penting untuk memacu semangat dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bogor.

Menurutnya, Pemkab Bogor akan segera memiliki blueprint pendidikan untuk 5 tahun ke depan. Salah satunya di tahun ini kita membuat sekolah percontohan untuk tingkat SD maupun SMP.

“Tapi mungkin 2025 kita prioritaskan di tingkat SD terlebih dahulu. Nanti kita akan tunjukkan pada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor bagaimana standarisasi SD dan SMP percontohan. Dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia para pengajarnya,” kata Rudy.

Ia mengungkapkan, kurikulum tersebut nantinya mengikuti kebijakan dari Kementerian Pendidikan. Namun, akan ada tambahan-tambahan tersendiri muatan lokal dari Kabupaten Bogor.

Kemudian dari sisi infrastruktur, pihaknya memastikan sekolah dasar negeri walaupun gratis, tapi kualitasnya tidak kalah dan bahkan lebih baik daripada sekolah-sekolah berbayar yang mahal.

“Tahun ini baru tahapan pertama, kita akan melakukan tahapan pembangunan. Bukan membangun dari awal, tapi merevitalisasi sekolah yang ada. Kita buat percontohan tahun ini satu sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut, nantinya ia akan membuat beberapa sistem pendidikan, salah satunya kejar paket di beberapa tempat. Kedua, yang membuat pemetaan di wilayah Kabupaten Bogor, yang jumlah fasilitas pendidikannya masih terbatas.

“Inilah yang harus kita kejar, jadi supaya pembangunan infrastruktur pendidikan tidak hanya tersentral di satu wilayah. Contoh tidak tersentral hanya di Cibinong Raya. Tapi kita prioritas wilayah barat, timur, utara, dan selatan,” ungkap Rudy Susmanto.

Sementara itu, dalam sambutan Menteri Dikdasmen RI, Abdul Mu’ti yang dibacakan oleh Bupati Bogor, menyebutkan bahwa Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita meneguhkan dan meningkatkan dedikasi.

Kemudian, komitmen dan semangat untuk memenuhi amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan layanan pendidikan yang terbaik bermutu dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa.

“Sesuai amanat konstitusi tidak boleh ada diskriminasi atas dasar agama, fisik, suku, bahasa, ekonomi, jenis kelamin, domisili dan sebab-sebab lain yang menyebabkan seseorang kehilangan kesempatan memperoleh Pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti menuturkan, pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang melekat dalam diri setiap insan baik sebagai pribadi maupun warga negara. Pada hakikatnya pendidikan adalah proses membangun kepribadian yang utama, akhlak mulia dan peradaban bangsa.

Presiden Prabowo Subianto berkomitmen membangun sumber daya manusia yang kuat sebagai aktor dan agen perubahan yang mengantarkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang adil dan makmur.

“Melalui pendidikan, Presiden berkomitmen memutus mata rantai kemiskinan. Presiden bertekad memajukan pendidikan melalui revitalisasi sarana prasarana pendidikan, pembelajaran digital, dan peningkatan kualitas, kualifikasi, dan kinerja guru melalui pemenuhan kualifikasi, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan,” tuturnya.***

Albin Pandita

Penuhi Stok Darah, RS Islam Bogor Gelar Donor Darah

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) kembali menggelar kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Senin, 26 Mei 2025, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB bertempat di Klinik MCU & Vaksin RS Islam Bogor.

RSIB mengajak masyarakat yang memenuhi syarat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan ini.

Adapun syarat menjadi pendonor darah adalah dalam kondisi sehat jasmani dan rohani, berusia antara 17 hingga 60 tahun, dan memiliki berat badan minimal 50 kilogram.

Selain itu, tekanan darah calon pendonor harus dalam kondisi normal yakni 120/80 mmHg.

Kadar hemoglobin (Hb) untuk perempuan minimal 12,5 gram/dl dan untuk laki-laki minimal 13 gram/dl.

Pendonor juga disarankan tidak sedang mengonsumsi antibiotik, memiliki waktu istirahat yang cukup minimal 6 jam sebelum donor, dan sudah sarapan terlebih dahulu agar tubuh tetap bugar selama proses donor darah berlangsung.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, masyarakat dapat menghubungi nomor 0878-8181-6169 atau 0851-5754-5542.

Dengan mendonorkan darah, setiap tetesnya bisa menjadi harapan hidup bagi yang membutuhkan. Mari bersama RS Islam Bogor, berbagi dan peduli melalui aksi donor darah.(Ibnu Galansa)

Camat Cibinong Buka Suara soal Tingginya Pengangguran di Wilayahnya

0

Bogordaily.net – Kecamatan Cibinong tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pengangguran terbanyak, dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Pemkab Bogor beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor tahun 2024, menunjukkan bahwa angka pengangguran tertinggi berada di Kecamatan Cibinong dengan 6.518 orang.

Kemudian, disusul Jasinga 3.397 orang, Sukaraja 3.176 orang, Cileungsi 3.074 orang, dan Nanggung 2.963 orang.

Menanggapi hal itu, Camat Cibinong Acep Sajidin mengatakan bahwa, pihaknya akan melakukan berbagai langkah untuk mengatasi angka pengangguran tersebut.

Salah satunya dengan program padat karya atau pengangkatan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) khususnya di wilayah Kecamatan Cibinong.

“Kami juga sudah mengusulkan terkait dengan ini (angka pengangguran tinggi) dengan program padat karya, salah satunya di kelurahan itu diangkat para pesapon “ kata  Acep Sajidin kepada wartawan, Jum’at 2 Mei 2025.

Adapun, usulan tersebut melihat wilayah DKI Jakarta yang saat ini telah membuka banyak lapangan kerja bagi petugas PPSU yang dinilai sebagai salah satu upaya mengurangi angka pengangguran.

“Karena saya mencontoh di jakarta yg disebutnya PPSU, itu kan adanya di DLH tapi hanya di sekitaran pemda kan kerjanya nah kami mengusulkan salah satunya ya untuk mengurangi pengangguran dengan di kelurahan itu dibentuk atau diangkat para petugas kebersihan,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) untuk terus menyerap tenaga kerja yang ada di wilayah Kecamatan Cibinong.

“Selain menyerap tenaga kerja, itu tugasnya yaitu kebersihan, itu salah satu nya, yang kedua, kegiatan yang memang bisa dilaksanakan oleh LPM swa pengelola jangan dengan pendorong karena lpm kan pasti menggunakan tenaga kerja di wilayah Cibinong jadi untuk menyerap tenaga kerja,” ungkap Acep.(Albin Pandita)