Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Soroti Aktivitas Pembakaran Ban Bekas

Ketua Komisi III DPRD Kab. Bogor, Wawan Haikal Kurdi.

 

BOGOR DAILY – Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, menyoroti aktivitas pembakaran ban bekas di tempat terbuka di Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Aktivitas tersebut dinilai menjadi penyumbang polusi udara serta sangat membahayakan bagi kesehatan manusia.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Wawan Haikal Kurdi mengatakan, pelaku usaha yang dengan sengaja melakukan pembakaran dan membuat polusi udara harus ditindak tegas.

“Bersama Dinas terkait kami akan bertindak tegas terhadap pengusaha yang nakal karena  tidak mengelola limbah nya dengan benar. Limbah harus dikelola secara benar, hal ini juga menyangkut pencemaran udara yang dampaknya sangat terasa bagi kesehatan manusia,” kata Wawan.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, meskipun lokasi pembakaran ban bekas tersebut jauh dari pemukiman, tetap saja limbah harus dikelola secara baik dan benar. “Terlepas jauh dari pemukiman penduduk, namanya limbah tetap saja harus dikelola dengan baik. Meskipun telah mempunyai ijin, pengusaha semestinya secara berkala melaporkan ke dinas,” imbuhnya.

Ia menegaskan, jika terbukti para pengusaha ini abai, maka harus di tutup segala aktivitas nya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandji Ksyatriaji ketika dikonfirmasi menuturkan, bahwa pihaknya tengah menangani persoalan pencemaran udara akibat pembakaran ban bekas tersebut. “Sedang dalam penanganan,” kata Pandji singkat.

Sebelumnya, Ketua LSM Peduli Lingkungan Siswanto mendesak, agar Pemerintah Kabupaten Bogor segera menutup aktivitas pembakaran ban bekas yang diduga menimbulkan pencemaran udara.

“Meskipun lokasi nya jauh dari pemukiman penduduk, tapi polusi udara nya menyebar kemana-mana dan hal ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia,” kata Siswanto.

Menurutnya, selama pembakaran, partikel hidrokarbon aromatik polisiklik akan dilepaskan. Dalam kadar yang banyak, partikel ini dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan saraf, kanker, dan jantung.

Kepala Desa Klapanunggal, Tini Prihatini ketika dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, bahwa di wilayah nya memang merupakan suatu kawasan industri, sehingga dirinya tidak begitu khawatir akan dampak yang ditimbulkan.

“Klapanunggal memang kawasan industri kok, disini ada pabrik pengolahan keramik yang pembakaran nya menggunakan batu bara dan pabrik lainnya. Kalau masalah bau ini bau itu kami tidak tahu sumber nya,” kata Tini.

Menurutnya, di Klapanunggal ada dua lokasi penyulingan ban bekas, yakni di bawah dan di atas pegunungan. “Memang kemarin yang di bawah ada kebocoran, tapi sekarang sedang berhenti beroperasi karena sedang diperbaiki,” ujarnya.

Ia mengaku, jika yang berbahaya merupakan limbah cair, sedangkan di Klapanunggal sendiri tidak ada limbah cair. “Saya sudah koordinasi dengan DLH terkait dengan limbah udara dan sudah ditanggulangi dengan konsultan, dan setiap enam bulan sekali sudah melakukan uji sampling yang sekarang sedang ditangani,” tukasnya. (eft/adi/bdn)

 

Bagaimana Komentar Kamu?