Home Blog Page 138

Kabupaten Bogor Raih Juara Pertama Kartini Challenge, Bukti Semangat Perempuan Terus Berkarya

Bogordaily.net – Kabupaten Bogor kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara pertama pada ajang Kartini Challenge 2026, lomba video narasi pendek, yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Mewakili Bupati Bogor, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Sussy Rahayu Agustini menerima penghargaan secara langsung dari Menteri PPPA, Arifah Fauzi, di Jakarta, Kamis (30/4).

Kartini Challenge 2026 oleh KemenPPPA adalah ajang lomba esai dan video pendek untuk menyoroti peran serta isu perempuan Indonesia. Serta mengusung tema-tema seputar semangat Kartini modern.

Kemenangan tersebut berkat arahan dan bimbingan Bupati Bogor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana membuat karya yang menggambarkan potret perempuan Kabupaten Bogor dengan semangat Kartini masa kini maupun perjalanan perjuangan perempuan di masa lalu.

Kepala (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustini menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini berkat atas arahan dan bimbingan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dan tentunya, hasil kolaborasi dan dukungan semua pihak.

Ia menjelaskan, semangat Kartini menjadi pengingat penting bagi perempuan untuk terus membuka akses di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, hingga pengembangan kapasitas diri.

“Perempuan juga didorong untuk semakin aktif berpartisipasi dalam berbagai sektor pembangunan,” tandas Sussy.

Sussy melanjutkan, Kartini memberikan semangat kepada kita semuanya untuk membuka akses dari bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan juga untuk memberdayakan diri melalui kontrol diri, kemudian juga untuk memperluas partisipasi di dalam berbagai sektor, dan juga mengetahui kemanfaatan dari partisipasi perempuan.

“Prestasi yang diraih ini diharapkan menjadi motivasi bagi perempuan-perempuan di Kabupaten Bogor untuk terus berkarya, berdaya, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Kartini kepada seluruh perempuan Kabupaten Bogor. Ia menegaskan bahwa semangat Kartini harus terus hidup dan menjadi inspirasi dalam mewujudkan perempuan yang tangguh, mandiri, dan berprestasi.

“Selamat Hari Kartini. Semangat Kartini terus ada di dalam perempuan Kabupaten Bogor,” tutupnya.***

Semangat Kartini Bersama BRI: Kisah Inspiratif Cokelatin, UMKM Lokal Menembus Pasar Global

0

Bogordaily.net – Semangat Kartini di masa kini tak pernah padam. Justru, nyalanya terus hidup melalui langkah berani para perempuan yang memperjuangkan mimpi, kemandirian, dan karyanya di berbagai bidang. Semangat itulah yang terasa kuat dalam gelaran Bazaar Srikandi Pertiwi, sebuah ajang yang diselenggarakan BRI dengan menghadirkan karya-karya perempuan pelaku UMKM yang terus tumbuh dan berdaya.

Momentum ini dihadirkan oleh BRI melalui program Rumah BUMN yang menyelenggarakan Bazar UMKM bertajuk “Srikandi Pertiwi”. Bazar tersebut menjadi ruang apresiasi bagi produk unggulan dari para pengusaha perempuan, sekaligus wujud nyata komitmen BRI dalam mendorong pemberdayaan ekonomi lokal agar mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Di tengah kemeriahan bazar, kisah Cokelatin sukses mencuri perhatian. Bisnis cokelat artisan ini membuktikan bahwa dengan inovasi, kreativitas, serta dukungan pendampingan yang tepat, usaha skala kecil pun memiliki peluang untuk menembus pasar global.

Berdiri pada tahun 2016, Cokelatin didirikan oleh Irene Farriha. Menariknya, nama “Cokelatin” adalah perpaduan manis dari nama Irene dan Nugi, sang suami. Layaknya merawat anak sendiri, bisnis ini lahir dari rasa cinta dan harapan besar untuk memajukan potensi cokelat Nusantara.
Perjalanan Irene bermula dari sebuah ketidaksengajaan. Saat masih berkarier di Event Organizer (EO), ia sering bersinggungan dengan para pelaku UMKM. Interaksi tersebut memantiknya untuk mencoba meracik minuman cokelat sendiri dan membawanya ke kantor. Tak disangka, racikan tersebut disukai banyak rekan kerjanya, hingga memantapkan keberanian Irene untuk menyeriusi dunia bisnis.

Demi menciptakan cokelat berkualitas premium dengan rasa yang pas, Irene sangat selektif dalam memilih bahan baku. Pilihan utamanya jatuh pada biji kakao Premium Grade 1 yang difermentasi secara ketat. Namun, yang membuat cokelat artisan ini istimewa adalah penggunaan varietas kakao langka bernama Javakrioyo asal Jawa Timur.

“Itu adalah salah satu varietas kakao langka yang jumlahnya cuma ada 5% di dunia,” jelas Irene dengan bangga. Konsistensi dalam menjaga kualitas baku dan Quality Control (QC) yang ketat membuat Cokelatin sukses menembus standar perhotelan bintang lima, membuktikan daya saing produk lokal yang sejajar dengan produk internasional lainnya.

Dalam menjalankan bisnis cokelat artisan ini, tantangan terbesar yang dihadapi Irene justru datang dari sisi edukasi pasar. Banyak konsumen perempuan menolak cokelat karena khawatir akan kenaikan berat badan. Irene secara konsisten mematahkan mitos tersebut melalui edukasi produk.

Perjalanan Cokelatin untuk “naik kelas” dimulai saat Irene bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta di bawah naungan BRI sejak 2018. Sebelumnya, ia hanya mengandalkan pemasaran melalui jaringan agen dan reseller dari kalangan ibu rumah tangga.

Tahun 2020 menjadi ujian terberat sekaligus titik balik. “Dulu dari awal berdiri saya tuh termasuk UMKM yang kurang melek teknologi. Kita tidak go online pada saat itu, makanya kita kehajar di COVID 2020,” aku Irene jujur.

Di tengah krisis tersebut, ia memutuskan untuk bangkit kembali dengan membenahi sistem bisnisnya secara total dengan bimbingan Rumah BUMN. Mulai dari membangun website resmi, mengoptimalkan Instagram, hingga merambah platform e-commerce.

“Dukungannya nyata, kami tidak hanya diajarkan upgrade ilmu, tapi juga benar-benar dibimbing dan didengarkan apa yang kami butuhkan,” tambahnya.
Dukungan BRI lebih dari sekadar teori digital. Cokelatin dilibatkan secara aktif dalam berbagai program BRI, seperti pelatihan BRI UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur setiap tahunnya.

Pendampingan ini juga mencakup pameran rutin di BRI Pusat yang membantu memperkuat branding di pasar lokal.
Puncaknya terjadi pada tahun 2022, saat BRI memfasilitasi Cokelatin untuk tampil di pameran internasional Specialty Coffee Expo di Boston, Amerika Serikat. “Momen itu jadi batu loncatan luar biasa. Di sana kami berhasil mendapatkan pembeli dan mulai mengirim barang ekspor,” jelas Irene bangga.

Keberhasilan di kancah internasional ini tidak hanya mendongkrak omzet, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen lokal. Bagi Irene, pengalaman ekspor ini bukan sekadar soal angka penjualan, melainkan bukti bahwa produk lokal memiliki tempat di panggung dunia berkat pembinaan yang tepat.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa kehadiran Rumah BUMN bertujuan menjadi wadah kolaboratif bagi pelaku usaha agar mampu meningkatkan kapasitas sekaligus daya saing bisnis.
Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang untuk membantu UMKM memperluas jaringan serta menangkap peluang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Hingga saat ini, BRI telah membina 54 Rumah BUMN dan menyelenggarakan lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

“Banyak pelaku usaha yang semula hanya menjual produk di pasar lokal, kini telah memasarkan produknya secara daring bahkan menembus pasar ekspor. Ini menunjukkan bahwa pendampingan yang berkelanjutan dan akses ekosistem digital mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha” ujarnya.***

RSUD Kota Bogor Bagikan Tips Hindari Hipertensi, Simak!

0

Bogordaily.net-RSUD Kota Bogor membagikan tips bagi para pasien untuk menghindari penyakit atau gejala hipertensi.

Tips tersebut dibagikan langsung melalui konten edukasi kesehatan yang diposting di akun sosial media instagram @rsud_kotabogor.

Ada empat tips untuk menghindari hipertensi :

Pertama, kamu harus berhenti mengkonsumsi rasa asin berlebih pada makanan secara drastis.

Kedua, khususnya bagi lelaki harus berhenti merokok, karena nikotin memicu penyempitan pembuluh darah.

Ketiga, kurangi gorengan dan makanan bersantan yang berlebihan karena bisa menambah lemak tubuh.

Keempat, jangan malas olahraga (stop kurang gerak).

Itulah tips atau info musuh utama hipertensi, untuk info lebih lanjutnya kamu bisa melihat langsung instagram @rsud_kotabogor.

Seperti yang diketahui, Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di angka 130/80 mmHg atau lebih.

Jika tidak segera ditangani, hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menyebabkan berbagai penyakit serius yang mengancam nyawa, seperti gagal jantung, penyakit ginjal, dan stroke.

Tekanan darah terdiri dari dua jenis, yaitu tekanan sistolik dan tekanan diastolik. Tekanan sistolik merupakan tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan tekanan diastolik merupakan tekanan saat jantung berelaksasi sebelum kembali memompa darah.

Hipertensi terjadi ketika tekanan sistolik melebihi 130 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg. Kondisi ini perlu diwaspadai karena sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat berdampak serius jika tidak ditangani dengan baik.***

Muhammad Irfan Ramadan

Kemenkop Pastikan Transformasi Tata Kelola Kopdes Merah Putih di Kep.Meranti Berjalan Sesuai Prinsip Koperasi

0

Bogordaily.net – Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisai Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop) Henra Saragih menegaskan bahwa keberlanjutan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak hanya bergantụng pada modal finansial, tetapi pada kekuatan tata kelola dan integritas para pengelolanya.

“Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan organisasi tetap relevan dan tangguh. Pentingnya menghadirkan figur yang memiliki kompetensi teknis sekaligus integritas untuk memastikan koperasi tetap relevan, tangguh, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” ucap Henra Saragih dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (30/04/2026).

Menyikapi pemberitaan terkait pengunduran diri pengurus KDKMP di Kepulauan Meranti, perlu disampaikan bahwa dinamika tersebut merupakan bagian dari proses penyesuaian organisasi yang wajar dan tetap berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip perkoperasian.

Henra memaparkan pemerintah menghadirkan pendekatan baru dengan mendorong profesionalisme pengelolaan melalui penunjukan manajer koperasi. Kehadiran manajer diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan, termasuk stagnasi operasional, dengan tetap mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang selaras dengan nilai-nilai perkoperasian.

Namun kehadiran manajer tidak mengurangi peran strategis Pengurus sebagai organ utama koperasi. Sebaliknya, manajer berfungsi sebagai mitra kerja yang membantu pelaksanaan operasional sehari-hari. Pengurus tetap memegang kendali kebijakan dan arah koperasi, termasuk dalam menjalin kerja sama maupun pengelolaan usaha.

Dalam hal ini, anggota tetap menjadi pemilik utama koperasi yang memberikan mandat pengelolaan kepada Pengurus.

“Sementara itu, kontribusi Pengurus sebagai bagian dari anggota akan tetap dihargai melalui mekanisme pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU), bukan dalam bentuk gaji bulanan. Kemenkop juga menegaskan pentingnya soliditas dan komitmen Pengurus dalam menjalankan amanah hingga akhir masa jabatan,” ucap Henra.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM Provinsi Riau Taufiq Oesman Hamid menyampaikan bahwa pengunduran diri pengurus koperasi pada prinsipnya merupakan hal yang wajar dan sah secara hukum, sepanjang dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.

“Hal ini telah diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, yang menempatkan Rapat Anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi, termasuk dalam hal pengangkatan dan pemberhentian pengurus,” ucap Taufiq.

Dengan demikian, Taufiq menambahkan setiap pengunduran diri tidak serta-merta berdampak pada terganggunya legalitas koperasi, selama tetap diproses melalui mekanisme resmi, yakni pengajuan tertulis, pembahasan dalam rapat internal, serta pengesahan melalui Rapat Anggota atau Rapat Anggota Luar Biasa (RALB).

Sementara itu Plt.Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kepulauan Meranti, Eko Priyono menjelaskan bahwa pengunduran diri pengurus koperasi telah terjadi secara bertahap sejak 2025.

“Umumnya hal ini dilatarbelakangi karena faktor pekerjaan, kesiapan individu, hingga persepsi risiko yang berkembang di masyarakat,” ucap Eko.

Eko menegaskan bahwa koperasi tidak mengenal unsur paksaan, meskipun pemerintah telah memberikan pelatihan dan pendampingan, keputusan tersebut tetap kembali pada pertimbangan pribadi masing-masing pengurus.

“Sehingga pengurus yang mengundurkan diri tidak dapat ditahan. Namun demikian, Dinas terkait tetap memberikan masukan dan pendampingan sebelum keputusan tersebut diambil,” tegas Eko.***

Akibat Hujan Deras, Banjir Genangi Jalan Alternatif Sentul hingga Tugu Pancakarsa Bogor

Bogordaily.net – Banjir menggenangi Jalan Alternatif Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Kamis 30 April 2026 sore.


Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani menjelaskan bahwa, banjir tersebut menggenangi terowongan Tugu Pancakarsa dan Tugu Singkong.

Dikarenakan hujan deras dengan intensitas tinggi & adanya penyumbatan sampah pada saluran pembuangan air.

“Dari jalan menuju drainase menyebabkan jalan tersebut banjir dengan ketinggian ±25 cm,” kata Adam, Kamis 30 April 2026.

Kemudian, kata Adam, pihaknya melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi sekitar 1,5 jam lamanya.

“Penanganan sekitar 1,5 jam, tim sudah melakukan evakuasi,” jelasnya.

Dirinya memastikan bahwa, penyebab banjir tersebut akibat cuaca ekstrim yang terjadi di kabupaten Bogor.

Serta banyaknya tumpukan sampah yang menyumbat pembuangan air dari jalan menuju drainase menyebabkan jalan tersebut banjir.

Sementara itu, untuk saat ini banjir sudah berangsur surut. Namun, masih diperlukan penanganan lebih lanjut.

“Perlu penanganan lebih lanjut dari instansi terkait banjir sudah surut,” ungkap Adam.

(Albin)

Kecelakaan di Jalan Raya Karadenan, Satu Mobil Terguling dan Lainnya Rusak Parah

0

Bogordaily.net – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Karadenan pada Kamis pagi, 30 April 2025. Insiden ini melibatkan dua kendaraan roda empat dan sempat mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Berdasarkan informasi awal, salah satu mobil dilaporkan terguling hingga melintang di badan jalan.

Sementara itu, kendaraan lain yang terlibat mengalami kerusakan cukup parah di bagian belakang akibat benturan keras.

Kondisi di lokasi menunjukkan adanya dampak signifikan dari tabrakan tersebut, meski belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan.

Petugas di lapangan masih melakukan penanganan dan pengaturan lalu lintas untuk mencegah kemacetan lebih panjang.

Hingga saat ini, belum diketahui kronologi lengkap kejadian maupun ada tidaknya korban dalam insiden tersebut.

Pihak berwenang diperkirakan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kecelakaan.***

Detik-Detik BMW E36 Terbakar di Depan Rumah Makan Padang di Bogor, Terekam CCTV

0

Bogordaily.net – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di depan Rumah Makan Padang Payakumbuah ketika sebuah mobil BMW E36 dilaporkan meledak dan terbakar. Peristiwa ini sontak menarik perhatian setelah rekamannya tersebar luas di media sosial.

Video kejadian dibagikan oleh pemilik rumah makan melalui akun Instagram Instagram @ariefmuhammad.

Dalam rekaman CCTV tersebut, terlihat mobil berwarna gelap sedang terparkir di area depan restoran dalam kondisi normal.

Namun, situasi berubah dalam hitungan detik. Percikan api tiba-tiba muncul dari bagian bawah kendaraan.

Api yang awalnya kecil dengan cepat membesar dan mulai melahap bagian mobil, menciptakan kepanikan di sekitar lokasi.

Berdasarkan dugaan awal, kebakaran tersebut dipicu oleh kebocoran bahan bakar yang kemudian tersulut api.

Meski demikian, penyebab pasti masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pihak keamanan restoran bertindak cepat dengan melakukan penanganan awal untuk mencegah api menyebar ke area lain, termasuk bangunan dan kendaraan di sekitarnya.

Respons sigap tersebut berhasil mengendalikan situasi sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

Meski begitu, insiden ini menjadi pengingat penting bagi pemilik kendaraan untuk rutin melakukan pengecekan, terutama pada sistem bahan bakar, guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.***

Menag Usul Soal Kurban Lewat BAZNAS Picu Pro Kontra

0

Bogordaily.net – Pernyataan Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, langsung menyita perhatian publik setelah menyarankan masyarakat mempertimbangkan penyaluran dana akikah dan kurban melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) atau pengelolaan pemerintah.

Gagasan tersebut muncul sebagai upaya menghadirkan sistem distribusi yang lebih praktis dan merata.

Dengan pengelolaan terpusat, diharapkan penyaluran daging kurban tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah terpencil yang membutuhkan, termasuk wilayah dengan tingkat stunting dan kemiskinan ekstrem.

Dalam pernyataan yang beredar luas, Menag menyoroti efisiensi proses kurban jika dikelola oleh lembaga yang memiliki sistem dan jaringan distribusi yang matang.

Ia juga menyinggung aspek kebersihan serta ketepatan sasaran sebagai keunggulan dari pengelolaan terpusat.

“Daripada repot-repot memotong kambing sendiri, masyarakat bisa menyetor uangnya ke lembaga yang kompeten agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan higienis,” ungkap Menag dalam kutipan yang viral tersebut.

Selain Badan Amil Zakat Nasional, nama Masjid Istiqlal juga disebut sebagai salah satu pihak yang dinilai mampu mengelola distribusi secara luas dan terorganisir.

Namun, wacana ini tidak lepas dari perdebatan. Di media sosial, sebagian masyarakat menyambut baik ide tersebut karena dianggap lebih efisien dan modern.

Di sisi lain, muncul pula kekhawatiran terkait transparansi dan akuntabilitas jika pengelolaan dilakukan secara terpusat dalam skala besar.

Isu ini sekaligus membuka kembali diskusi lama tentang kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana sosial keagamaan oleh lembaga resmi.

Banyak warganet menilai, kejelasan mekanisme dan laporan distribusi akan menjadi faktor kunci dalam menentukan tingkat penerimaan masyarakat.

Hingga saat ini, topik terkait “kurban” dan Menteri Agama masih ramai diperbincangkan dan masuk dalam jajaran trending topic di berbagai platform media sosial.

Publik pun menunggu penjelasan lebih rinci serta panduan teknis terkait usulan tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.***

Unhas Jadi Kampus Pertama Punya Dapur MBG

0

Bogordaily.net – Langkah baru dalam penguatan program gizi nasional resmi dimulai dari Universitas Hasanuddin (Unhas) yang berlokasi di Sulawesi Selatan. Kampus ini kini menjadi perguruan tinggi negeri pertama di Indonesia yang memiliki dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peresmian fasilitas tersebut dilakukan oleh Brian Yuliarto selaku Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Kehadiran dapur MBG di lingkungan kampus menjadi penanda bahwa perguruan tinggi mulai mengambil peran lebih aktif dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pemenuhan gizi masyarakat.

Tak hanya sekadar fasilitas pendukung, dapur MBG di Unhas dirancang sebagai bagian dari ekosistem akademik.

Kampus diharapkan tidak hanya menjadi pengamat, tetapi ikut terlibat langsung dalam implementasi program melalui pendekatan berbasis riset dan inovasi.

“SPPG yang dibentuk di kampus tidak hanya mendukung program, tetapi juga dapat menjadi teaching factory. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat praktik mahasiswa, penelitian, serta pengembangan lebih lanjut program MBG di masyarakat,” katanya di SPPG Unhas Makassar, Selasa 28 April 2026.

Konsep teaching factory yang diusung membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung melalui praktik di lapangan.

Selain itu, fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium hidup untuk mengembangkan berbagai inovasi di bidang pangan dan gizi.

Lebih jauh, keterlibatan perguruan tinggi dinilai sangat strategis karena memiliki sumber daya yang lengkap, mulai dari teknologi, tenaga ahli, hingga kemampuan riset yang mumpuni.

“Perguruan tinggi memiliki teknologi, SDM, dan inovasi yang sangat bermanfaat untuk pengembangan program Makan Bergizi, mulai dari pengembangan peralatan, keamanan pangan, hingga pelatihan dan bimbingan teknis,” tambahnya.

Sementara itu, Dadan menyebut bahwa keberadaan SPPG di Unhas juga menjadi tonggak penting bagi kawasan Indonesia Timur. F

asilitas ini tercatat sebagai yang pertama di lingkungan perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) di wilayah tersebut.

“Ini yang pertama di perguruan tinggi negeri di Indonesia Timur,” pungkasnya.

Dengan hadirnya dapur MBG ini, Unhas tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan kebijakan publik.

Model ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi kampus lain di Indonesia untuk turut berperan aktif dalam program-program strategis nasional.***

Menteri Koperasi Resmikan SPBU Nelayan Berbasis Koperasi di Aceh Selatan

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan kehadiran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di kawasan pesisir menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para nelayan.

Upaya tersebut juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi pesisir melalui akses BBM yang lebih mudah, terjangkau, dan tepat sasaran bagi nelayan.

SPBUN berbasis koperasi ini dinilai mampu menekan biaya operasional, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta mendorong pengelolaan potensi kelautan secara modern dan berkelanjutan, dengan koperasi sebagai pilar utama penguatan ekonomi rakyat.

“Kehadiran negara (melalui pendirian SPBUN) ini Insyallah dapat mengubah tatanan ekonomi yang ada di sini dan harapannya nanti bisa mengubah fakta-fakta yang menyedihkan sebelumnya,” kata Menkop Ferry saat meresmikan SPBUN Koperasi Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) di Kecamatan Bakongan Timur, Aceh Selatan, Selasa (28/04).

Turut menghadiri Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Didit Herdiawan Ashaf, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS. Menkop menegaskan bahwa SPBUN akan terus diupayakan untuk diperbanyak pendiriannya terutama di wilayah-wilayah pantai atau pesisir yang banyak nelayan.

“Kelompok masyarakat nelayan yang tinggal di pesisir pantai itu merupakan kelompok masyarakat yang relatif miskin sehingga lebih butuh dukungan, butuh bantuan dari semua pihak termasuk dari pemerintah (melalui pembangunan SPBUN),” katanya.

Selain itu, Menkop Ferry juga menyoroti pentingnya sinergi antara program Kampung Nelayan Merah Putih dengan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Keduanya diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus penyangga distribusi kebutuhan pokok dan hasil produksi masyarakat.

Menkop Ferry mengapresiasi atas kolaborasi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta PT Pertamina (Persero) melalui entitas usahanya PT Pertamina Patra Niaga. Ia memastikan bahwa konsep pembangunan SPBUN yang disatukan di dalam ekosistem KDKMP akan direplikasi lebih banyak untuk berbagai wilayah lainnya di Indonesia.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menjelaskan peresmian SPBU Nelayan di Aceh Selatan tersebut adalah langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan keadilan energi bagi masyarakat khususnya para nelayan.

“SPBUN ini hadir untuk memberikan keadilan energi, menurunkan biaya operasional, dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir di wilayah Aceh Selatan,” kata Didit.

Sementara itu Bupati Aceh Selatan H. Mirwan menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki potensi yang luar biasa di sektor kelautan dan perikanan dimana terdapat 71 desa pesisir dengan jumlah nelayan sekitar 7.000 orang. Besarnya jumlah nelayan tersebut menjadi salah satu urat nadi bagi perekonomian Aceh Selatan dalam hal pemenuhan pangan berupa produk perikanan dan kelautan.

Oleh sebab itu dibutuhkan keberpihakan dan dukungan dari pemerintah agar kehidupan para nelayan dapat turut meningkat sejalan dengan besarnya kontribusi mereka terhadap perekonomian daerah dan nasional.***