Home Blog Page 163

Ekosistem Ultra Mikro BRI Group Dorong Kinerja PNM Melesat Signifikan

0

Bogordaily.net – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menunjukkan kinerja yang semakin solid dan berkelanjutan dalam lima tahun terakhir, seiring dengan bergabungnya Perseroan dalam ekosistem Holding Ultra Mikro BRI Group. Holding Ultra Mikro sendiri resmi terbentuk pada tahun 2021, yang menandai integrasi strategis antara BRI, Pegadaian, dan PNM dalam memperkuat layanan keuangan bagi segmen ultra mikro di Indonesia.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan signifikan pada berbagai indikator keuangan utama PNM sepanjang periode 2020 hingga 2025.

Dari sisi aset, PNM mencatatkan lonjakan yang kuat dari Rp31,7 triliun pada 2020 menjadi Rp57,0 triliun pada 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi bisnis yang semakin agresif namun tetap terjaga kualitasnya. Sejalan dengan itu, total liabilitas meningkat dari Rp26,1 triliun pada 2020 menjadi Rp45,3 triliun pada 2025, menunjukkan meningkatnya kapasitas intermediasi Perseroan dalam menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat prasejahtera produktif.

Di sisi permodalan, fundamental PNM juga semakin kuat dengan total ekuitas yang tumbuh lebih dari dua kali lipat, dari Rp5,6 triliun pada 2020 menjadi Rp11,7 triliun pada 2025. Penguatan struktur permodalan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan ketahanan Perseroan dalam menghadapi dinamika ekonomi.

Kinerja profitabilitas pun menunjukkan peningkatan yang signifikan. Laba PNM melonjak dari Rp359 miliar pada 2020 menjadi Rp1,14 triliun pada 2025. Pertumbuhan laba ini tidak hanya mencerminkan ekspansi usaha, tetapi juga kualitas pengelolaan risiko yang semakin matang.

Pencapaian tersebut merupakan hasil nyata dari sinergi dalam ekosistem Holding Ultra Mikro yang mengintegrasikan kekuatan BRI, Pegadaian, dan PNM. Melalui sinergi ini, PNM mampu memperluas jangkauan layanan, meningkatkan skala ekonomi, serta memperkuat kapabilitas bisnis melalui dukungan digitalisasi dan integrasi sistem yang semakin mendorong efisiensi.

Group CEO BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa perseroan melihat Holding Ultra Mikro sebagai platform strategis untuk menciptakan sinergi lintas entitas yang mampu meningkatkan skala bisnis, efisiensi operasional, serta kualitas pertumbuhan. “Kinerja PNM yang terus membaik menjadi refleksi bahwa pendekatan ekosistem ini efektif dalam menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Hery.

Ekosistem Ultra Mikro juga mendorong peningkatan akses pembiayaan bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pelaku usaha ultra mikro, sehingga tidak hanya berdampak pada kinerja keuangan Perseroan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan inklusi keuangan nasional.

“Ke depan, Holding Ultra Mikro akan terus kami dorong sebagai enabler utama dalam membangun ekosistem keuangan yang terintegrasi. Dengan sinergi yang semakin kuat antara BRI, Pegadaian, dan PNM, kami optimistis dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus mendorong inklusi keuangan yang relevan bagi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia,” pungkas Hery.***

Dari Kartini untuk Bumi: BRI Berdayakan Perempuan Lewat Urban Farming Program BRInita

0

Bogordaily.net – Perempuan memiliki kontribusi yang besar dalam berbagai lini kehidupan, mulai dari ranah keluarga hingga peran aktif dalam menggerakkan perekonomian.

Di era modern, perempuan hadir sebagai mitra setara yang berperan aktif dalam membangun keluarga, memperkuat masyarakat, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

BRI melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli mengambil peran dalam mendukung partisipasi perempuan melalui berbagai program pemberdayaan yang secara nyata mampu mendorong kesejahteraan perempuan Indonesia. Salah satunya melalui penyelenggaraan Program BRInita (BRI Bertani di Kota).

Dalam program ini, BRI Peduli secara khusus menyalurkan bantuan urban farming berupa pembangunan fisik seperti rumah tanaman atau greenhouse yang dapat diaplikasikan dalam tiga model urban farming seperti metode vertikultur, metode hidroponik, dan metode wall gardening.

Metode vertikultur merupakan budidaya menanam secara vertikal menggunakan paralon atau botol secara bertingkat di ruang yang sempit. Adapun metode hidroponik merupakan budidaya menanam dengan menggunakan air tanpa tanah serta memperhatikan unsur hara. Sementara itu, metode wall gardening merupakan metode vertikultur, namun menggunakan dinding sebagai media tanam.

Ketiga model urban farming tersebut dapat menjadi wadah bagi tanaman hortikultura yang bernilai ekonomi seperti sayur-sayuran, buah-buahan, bunga, serta tanaman obat keluarga.

Tidak hanya itu, BRI Peduli juga melakukan pembinaan bagi anggota kelompok berupa pelatihan pengelolaan urban farming dengan menggandeng tenaga ahli/instansi terkait serta melakukan monitoring kegiatan dan pengembangan hasil sehingga mampu menambah nilai ekonomi.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan, BRInita merupakan sebuah inisiatif yang berfokus pada pengelolaan kebun di perkotaan yang bertujuan mendorong peran aktif masyarakat, khususnya perempuan, dalam penguatan ketahanan pangan keluarga dan komunitas melalui pendampingan pemanfaatan lahan terbatas, pengembangan budidaya pangan produktif, serta pengelolaan hasil panen bernilai tambah.

Lebih dari itu, program ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian BRI yang tidak hanya mendorong perempuan untuk lebih aktif, produktif, dan inovatif melalui kegiatan urban farming, tetapi juga mendukung kelestarian dan keseimbangan ekosistem lingkungan, khususnya lingkungan yang padat penduduk.

Program ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan) dan Tujuan 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta mendukung Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat pembangunan manusia dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sejak diluncurkan pada 2022, program BRInita telah memberdayakan 40 kelompok di 40 titik ruang terbuka hijau di berbagai wilayah di Indonesia dan melibatkan 1.351 jiwa. Program ini secara nyata berkontribusi 47% dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya bagi perempuan yang terlibat dalam program BRInita.

Selain itu, program ini juga telah berkontribusi bagi lingkungan dengan menghasilkan 25.828 tanaman sayuran, 12.120 liter pupuk organik cair, 2.315 liter eco enzyme, 70 produk olahan pupuk, 100 kg maggot BSF, dan 645,7 kg CO2-eq yang berkontribusi bagi efisiensi emisi gas rumah kaca dari penanaman sayuran hidroponik.

“Ini menjadi wadah positif, terutama beberapa pelatihan dan program pemberdayaan di dalamnya yang diharapkan dapat mendorong kesejahteraan kaum perempuan” ujar Dhanny.

Dhanny juga menambahkan, Program BRInita menjadi wujud nyata semangat pemberdayaan perempuan di era modern, sejalan dengan nilai perjuangan R.A Kartini. Melalui pemanfaatan lahan terbatas menjadi ruang produktif, program ini tidak hanya mendorong swasembada ekonomi dan ketahanan pangan, tetapi juga membuka ruang bagi perempuan untuk berkembang, berdaya, dan menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.***

Ketua DPRD Kota Bogor Raih Penghargaan Tokoh Peduli Pendidikan 2026 dari JSIT

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menerima penghargaan Tokoh Peduli Pendidikan 2026 dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia Daerah Kota Bogor, Rabu 22 April 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 JSIT Kota Bogor sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Adityawarman dalam mendorong pendidikan inklusif dan berkualitas di Kota Bogor.

JSIT menilai Adityawarman memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan anggaran serta regulasi yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan. Selain itu, kepemimpinannya dinilai mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memajukan sekolah-sekolah di Kota Hujan.

Adityawarman menegaskan, penghargaan yang diterimanya merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, bukan semata pencapaian pribadi.

“Penghargaan ini adalah amanah untuk terus memperkuat komitmen dalam memajukan dunia pendidikan di Kota Bogor,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa sektor pendidikan menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi unggul. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

“Pendidikan harus mampu membentuk nilai moral sekaligus meningkatkan daya saing. Kita pastikan seluruh anak di Kota Bogor mendapatkan akses pendidikan yang merata,” tegasnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kang Adit itu mendorong organisasi pendidikan, termasuk JSIT, untuk terus berinovasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci menghadapi tantangan global.

“Inklusivitas dan pemerataan akses menjadi prioritas. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga siap bersaing di tingkat internasional,” pungkasnya.

(Muhammad Irfan Ramadan)

BRI Kembali Raih Pengakuan Global, Masuk Daftar Bank Terbaik Dunia Versi Forbes World’s Best Banks 2026

0

Bogordaily.net – Forbes merilis daftar Bank Terbaik Dunia atau World’s Best Banks 2026 pada Rabu (15/04). Dalam daftar tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk masuk menjadi satu di antara 410 jajaran bank terbaik di dunia.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan pengakuan dari Forbes ini merupakan refleksi dari keberhasilan Perseroan dalam menyeimbangkan antara transformasi BRIvolution Reignite yang sedang dijalankan dengan fundamental kinerja keuangan yang sehat.

“Perseroan secara konsisten mendorong transformasi menyeluruh, baik dari sisi bisnis, operasional, maupun penguatan kapabilitas digital, dengan tetap menjaga disiplin dalam pengelolaan risiko dan kualitas aset. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap langkah ekspansi yang dilakukan tetap didukung oleh struktur permodalan yang kuat serta kinerja keuangan yang berkelanjutan,” ujar Hery.

Lebih lanjut, Hery menambahkan bahwa transformasi yang dijalankan BRI tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan dan pengalaman nasabah.

“Dalam transformasi yang kami jalankan, BRI tidak hanya berfokus pada akselerasi digital, tetapi juga memastikan bahwa kualitas layanan kepada nasabah tetap terjaga secara menyeluruh. Hal ini menjadi kunci dalam membangun kepercayaan dan loyalitas nasabah secara berkelanjutan,” imbuh Hery.

Dalam menyusun daftar World’s Best Banks 2026 tersebut, Forbes bekerja sama dengan firma riset Statista melakukan survei kepada lebih dari 54 ribu responden yang tersebar di 34 negara dan 17 bahasa yang berbeda. Survei dilakukan pada Oktober 2025 hingga November 2025, di mana para responden diminta menyampaikan tingkat kepuasan mereka terhadap masing-masing bank, serta kemungkinan merekomendasikan bank tersebut kepada orang lain.

Selain itu, responden juga menilai bank berdasarkan lima kriteria utama, yaitu tingkat kepercayaan (keyakinan terhadap kinerja bank), syarat dan ketentuan (biaya dan suku bunga), layanan nasabah (waktu tunggu antrean dan kemampuan pekerja dalam menyelesaikan masalah), layanan digital (kemudahan penggunaan platform online), serta kualitas rekomendasi keuangan.

Dalam konteks penilaian tersebut, capaian BRI dalam daftar ini menunjukkan bahwa Perseroan dinilai mampu menjaga tingkat kepercayaan nasabah melalui kinerja yang solid dan fundamental yang kuat.

Di sisi lain, BRI juga terus memastikan produk dan layanan yang kompetitif dengan struktur biaya dan suku bunga yang transparan, sejalan dengan kebutuhan nasabah yang semakin dinamis.

Dari sisi layanan, BRI secara konsisten memperkuat kualitas layanan kepada nasabah melalui peningkatan kapabilitas sumber daya manusia serta penyederhanaan proses layanan guna menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih cepat dan responsif.

Hal ini didukung oleh transformasi digital yang terus diakselerasi melalui berbagai platform, seperti BRImo dan QLola by BRI, yang memberikan kemudahan akses layanan keuangan secara end-to-end.

Lebih lanjut, BRI juga terus mengembangkan kemampuan dalam memberikan solusi dan rekomendasi keuangan yang relevan bagi nasabah, baik di segmen ritel, UMKM, wholesale maupun korporasi.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam tidak hanya menyediakan layanan perbankan, tetapi juga menjadi mitra finansial yang mampu mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha nasabah sejalan dengan semangat “Satu Bank untuk Semua”.***

Pemkot Bogor Dorong Pemerataan Akses Pendidikan Melalui Program Beasiswa SMP

0

 

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendorong pemerataan akses pendidikan melalui program beasiswa SMP swasta sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan belajar yang lebih setara.

Langkah tersebut menjadi salah satu fokus kebijakan pendidikan daerah yang tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan mutu, tetapi juga pemerataan layanan pendidikan di tingkat menengah pertama.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor, Eko Prabowo, menyampaikan bahwa penguatan sektor pendidikan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak serta kebijakan yang inklusif bagi seluruh peserta didik.

“Di Kota Bogor, tidak ada yang berjalan sendiri. Semua bergerak dalam satu tujuan, yaitu kemajuan pendidikan,” kata Eko

Ia menegaskan peran tenaga pendidik sebagai ujung tombak dalam pembentukan karakter dan peningkatan kompetensi siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menyampaikan bahwa Pemkot Bogor menyiapkan beasiswa bagi 2.000 siswa SMP yang bersekolah di swasta. Program tersebut disebut sebagai salah satu upaya mengurangi kesenjangan akses pendidikan.

Selain beasiswa, pemerintah daerah juga menyiapkan rencana pembangunan SMAN 11 di Kayumanis dan SMAN 12 di Kertamaya, serta mendukung program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat.

Pemkot Bogor menilai pemerataan pendidikan hanya dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat.***

Dedie Rachim Kembali Tinjau Jalan Pedati, Pastikan Steril dari PKL

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, kembali melakukan peninjauan ke Jalan Pedati, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, untuk memastikan tidak ada lagi PKL yang berjualan di atas pedestrian dan saluran air.

“Saya larang (aktivitas PKL di Jalan Pedati). Intinya, Pemkot tidak melarang berjualan selama memenuhi aturan dan ketentuan, tidak melanggar, serta sampahnya tidak dibuang sembarangan dan ketertiban serta kebersihan dijaga,” ujarnya, Rabu 22 April 2026

Jalan Pedati yang berada di kawasan Jalan Surya Kencana kini sudah jauh lebih bersih. Pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di atas pedestrian, berjualan di atas drainase kini sudah jauh berkurang.

Para pembeli pun diminta untuk berbelanja di pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Bogor dan tidak lagi berbelanja di PKL atau pasar tumpah.

Saat ini, timbulan sampah di Jalan Pedati yang semula 20 ton kini berkurang menjadi 8 ton.

“PKL yang sebelumnya ada telah kami ajak untuk menempati Pasar Jambu, dan mereka setuju. Secara bertahap, kami juga memberikan insentif,” ujarnya.

Pekerjaan rumah selanjutnya yang akan dilakukan Perumda Pasar Pakuan Jaya bersama Dinas Perhubungan Kota Bogor adalah memberikan kemudahan akses bagi angkutan kota untuk dapat menaikkan dan menurunkan penumpang di area pasar, sehingga memudahkan para konsumen dan membuat para pedagang dapat berjualan dengan nyaman.

(Muhammad Irfan Ramadan)

 

Dua Remaja di Parung Panjang Bogor Disiram Air Keras oleh OTK, Polisi Dalami Motif Pelaku

Bogordaily.net – Dua remaja RA dan MD (16) di Desa Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor menjadi korban penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK).

Kapolsek Parungpanjang Kompol M Taufiq menjelaskan bahwa, peristiwa itu terjadi pada Selasa 21 April 2026 malam sekitar pukul 20.00 WIB.

“Betul, jadi pada suatu hari di hari senin malam Selasa sekira pukul 20.00 WIB kami mendapatkan informasi dari masyarakat perihal tersebut dan kami cek ke lokasi sudah tdk ada kegiatan tersebut,” kata Kompol M Taufiq, Rabu 22 April 2026.

Kemudian, kata Taufiq, pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dari keluarga korban.

“Kemudian, pada besok paginya korban sama keluarga melaporkan hal tersebut kepada kami karena korbannya dua orang itu masuk kategori belum dewasa masih anak anak maka penanganan perkara tersebut ke PPA Polres Bogor,” jelasnya.

Sementara itu, untuk saat ini kasus penyiraman tersebut ditangani oleh unit PPA Polres Bogor

“Ditangani PPA Polres Bogor,” ungkap Kompol M Taufiq.

(Albin)

Ilustrasi kekerasan. (Istimewa/Bogordaily.net).

Target Juara Umum, Tim Damkar Kabupaten Bogor Siap Adu Skill Lomba Tingkat Nasional di Palembang

Bogordaily.net – Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelataman (Damkar) Kabupaten Bogor siap beradu skill dalam perlombaan tingkat nasional yang berlangsung di Palembang pada 27-29 April 2026.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bogor, Yudi Santosa menjelaskan bahwa, pihaknya mengirimkan dua tim yang terdiri dari delapan orang petugas laki laki Damkar Kabupaten Bogor.

“Skill kompetisi damkar tim pemadam kebakaran tingkat nasional yang dilaksanakan tanggal 27 – 29 April di Palembang. Kabupaten Bogor mengirimkan 2 tim,” kata Yudi, Rabu 22 April 2026.

Menurut Yudi, berbagai persiapan menjelang lomba telah dilakukan mulai dari penampilan di acara Car Free Day (CFD) hingga latihan lainya.

Oleh karena itu, Yudi meminta dukungan kepada masyarakat agar para petugas Damkar nantinya dapat mengharumkan nama Kabupaten Bogor.

“Kita sudah menyiapkan persiapan² pelatihan² selama bulan kemarin, terakhir di cfd kemarin kita tampilkan persiapan mereka sebagai bagian kita dari satu adalah kita minta doa restu dari masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, kata Yudi, pada tahun 2026 ini pihaknya menargetkan raihan juara umum, setelah sebelumnya pada tahun 2023 lalu meraih juara umum.

“Kita menguji kesiapan mental mereka tampil di depan publik. Kita target tahun ini juara umum, salah satu tim yg kita turunkan harus jadi juara umum bawa piala tingkat nasional,” ungkap Yudi

(Albin)

Himpunan Humas Hotel Indonesia Cabang Bogor Kunjungi Bogordaily, Sepakat Buka Peluang Kolaborasi

0

Bogordaily.net – Himpunan Humas Hotel (H3) Indonesia Cabang Bogor. Kalimat itu seperti sederhana. Tapi di baliknya, ada kegelisahan yang lama dipendam: bagaimana hotel-hotel di Bogor bicara kepada publiknya sendiri.

Rabu siang, 22 April 2026. Mereka datang. Tidak banyak. Tapi cukup mewakili. Dari bendahara, sekretaris, sampai para praktisi humas hotel.

Tujuannya satu: bertemu redaksi Bogordaily di Ruko Kemang Valley Residence, Jalan Raya Kemang, Bogor.

Ada Citra. Bendahara. Ada Aldilla, sang sekretaris. Juga Raymon di lini Public Relations. Ditambah lima anggota lain—mereka bukan sekadar tamu. Mereka adalah wajah hotel-hotel Bogor di ruang publik.

Di ruangan itu, obrolan tidak kaku. Justru cair. Tapi isinya serius.

Himpunan Humas Hotel (H3) Indonesia Cabang Bogor ternyata bukan sekadar organisasi. Ia lahir dari kebutuhan. Dari kesadaran bahwa hotel tidak cukup hanya berdiri megah, tapi juga harus pandai bercerita.

Aldilla mengatakannya lugas. Tidak berputar-putar.

“H3 Indonesia sebagai upaya kami untuk penguatan kehumasan di hotel. Dan diskusi antara sesama humas hotel,”

Kalimat pendek. Tapi dalam. Karena selama ini, banyak hotel sibuk pada kamar, pada okupansi, pada angka. Tapi lupa satu hal: komunikasi.

Citra menambahkan. Nada bicaranya lebih hangat. Kunjungan ini, katanya, bukan hanya soal kerja sama. Tapi juga silaturahmi.

Media, bagi mereka, bukan sekadar alat publikasi. Tapi jembatan ke masyarakat.

Bogordaily, menurutnya, sudah menjadi referensi warga Bogor. Tempat orang mencari informasi. Termasuk soal hotel.

“Kami berharap bisa memperkuat awareness mengenai hotel di Bogor,” katanya.

Awareness. Kata yang sering terdengar. Tapi sulit dikerjakan. Butuh strategi. Butuh konsistensi. Dan tentu, butuh mitra.

Di sisi lain, Direktur Bogordaily.net, Rully Abdul Karim, mendengarkan. Tidak banyak memotong. Tapi saat bicara, pesannya jelas.

Kerja sama? Silakan.

Tapi ada syarat yang tidak tertulis.

Hotel itu harus beres dulu dengan dirinya sendiri.

“Kami sangat terbuka untuk kerja sama. Yang pasti hotel itu harus memberikan pelayanan yang sempurna agar tidak ada komplain,” ujarnya.

Itu inti dari semuanya.

Publikasi bisa dibantu. Pemberitaan bisa dibantu. Tapi pengalaman tamu—itu yang menentukan segalanya.

Himpunan Humas Hotel (H3) Indonesia Cabang Bogor tampaknya paham betul ke arah mana mereka akan melangkah. Mereka tidak lagi sekadar menjadi penyambung lidah hotel.

Mereka ingin menjadi pengarah cerita.

Dan mungkin, dari ruang kecil di Kemang itu, langkah besar sedang dimulai.***

Inflasi Kota Bogor Tetap Terkendali, Program Pangan Murah Dinilai Efektif Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok

0

Bogordaily.net – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DinKopUKMDagin), Firdaus, terus berupaya menekan inflasi di Kota Bogor.

Kepala DinKopUKMDagin, Firdaus, menjelaskan bahwa, inflasi terkendali salah satunya melalui program pangan murah yang ada.

“Soal kondisi inflasi di Kota Bogor yang terkendali akibat adanya program pangan murah itu,” jelasnya

Menurutnya, operasi pasar dan juga bazar pangan murah yang selama ini dilakukan di Kota Bogor, menjadi alasan mengapa hingga kini, inflasi terkendali.

Program ini melibatkan kerja sama dengan pihak-pihak pemasok dan sudah dilakukan sejak sebelum bulan ini.

“Kami selalu bekerja sama dengan pihak-pihak pemasok. Bahkan, sebelum bulan ini, kami sudah melakukan bazar pangan murah,” sebutnya.

Gerakan pangan murah saat ini telah berlangsung di 20 kelurahan di Kota Bogor dan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan sistem rotasi.

Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu dengan menyediakan pangan yang lebih terjangkau.

“Salah satu tujuan utama program ini adalah untuk menjaga inflasi tetap terkendali, dengan memantau ketersediaan barang, kebutuhan masyarakat, serta kestabilan harga,” jelasnya.

Sementara itu, data di lapangan, tingkat inflasi bulanan di Kota Bogor rata-rata berada di angka 0,0 persen. Ini berada di bawah target nasional 2,5 persen sehingga inflasi dapat terkendali.

Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor, Gandari Adianti, menegaskan bahwa BPS berperan sebagai lembaga yang melakukan pencatatan dan penghitungan inflasi.

Sementara itu, kebijakan pengendalian sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah. Data yang dihasilkan BPS menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan.

“BPS hanya memotret kondisi di lapangan dan menghitung inflasi. Sementara langkah pengendalian dilakukan oleh pemerintah daerah melalui TPID. Data yang kami rilis menjadi dasar dalam menentukan kebijakan yang tepat.” ujarnya

Salah satu strategi yang dilakukan adalah menggelar pasar murah dan gerakan pangan murah secara rutin.

Program ini dilaksanakan di berbagai titik setiap minggu untuk mendekatkan kebutuhan pokok kepada masyarakat. Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga kestabilan harga.

“Pasar murah membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Selain itu, program ini juga dapat menekan harga di pasar tradisional. Ketika permintaan di pasar berkurang, maka harga cenderung ikut stabil.” katanya.***