Home Blog Page 22

Rektor UIB dan UNIDA Gontor Teken MoU, Perluas Jaringan Akademik dan Tingkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia

0

Bogordaily.net – Universitas Islam Bogor (UIB) terus memperluas jejaring kemitraan akademiknya dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Salah satu langkah strategis terbaru diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Islam Bogor dan Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) yang berlangsung di Kampus UNIDA Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (3/6/2026).

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Rektor Universitas Islam Bogor bersama Dewan Pengawas Universitas Islam Bogor, Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Ummul Quro Al-Islami Bogor, serta Rektor Universitas Darussalam Gontor.

Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperluas ruang kolaborasi antara kedua institusi pendidikan tinggi berbasis Islam.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat ukhuwah akademik ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, serta perwakilan sivitas akademika dari kedua institusi.

Melalui MoU tersebut, UIB dan UNIDA Gontor berkomitmen untuk membangun kerja sama yang produktif dan berkelanjutan guna mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIB menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya UIB untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jaringan kemitraan dengan perguruan tinggi yang memiliki rekam jejak baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi Islam.

Sementara itu, Rektor Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) menyambut baik terjalinnya kerja sama dengan Universitas Islam Bogor.

Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi Islam merupakan langkah penting dalam memperkuat kontribusi dunia akademik terhadap kemajuan umat dan bangsa.

Melalui nota kesepahaman ini, kedua institusi sepakat untuk mengembangkan berbagai program kerja sama, mulai dari pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik, pengembangan penelitian bersama, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, hingga pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Penandatanganan MoU antara Rektor UIB dan Rektor UNIDA Gontor ini diharapkan menjadi awal dari sinergi yang semakin erat antara kedua institusi. D

engan mengedepankan semangat kolaborasi, inovasi, dan nilai-nilai keislaman, UIB dan UNIDA Gontor berkomitmen untuk bersama-sama berkontribusi dalam mencetak generasi unggul serta meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam di Indonesia.***

Menteri Maman Tegaskan Tarif PPh Final UMKM Tidak Berubah

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final bagi UMKM tetap sebesar 0,5 persen dan tidak mengalami kenaikan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2026 yang diundangkan pada 22 April 2026 sebagai penyempurnaan atas PP Nomor 55 Tahun 2022.

“Bagi UMKM, tidak ada perubahan ataupun kenaikan pajak. Insentif pajak untuk UMKM tetap sebesar 0,5 persen. Yang membedakan, jika sebelumnya ada batasan waktu pemanfaatan fasilitas tersebut, kini tidak lagi dibatasi,” kata Menteri Maman di Jakarta, Rabu (3/6).

PP Nomor 20 Tahun 2026 mengatur bahwa fasilitas PPh Final sebesar 0,5 persen diberikan kepada Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi, Perseroan Terbatas (PT) Perorangan, dan koperasi yang berusia paling lama empat tahun pajak dengan omzet maksimal Rp4,8 miliar per tahun.

Pada aturan sebelumnya, yaitu PP Nomor 55 Tahun 2022, fasilitas PPh Final UMKM juga dapat dimanfaatkan oleh CV, firma, PT non-perorangan, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Namun, menurut Menteri Maman, ketentuan tersebut dalam praktiknya kerap disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu yang memecah usaha menjadi beberapa badan usaha kecil untuk memperoleh fasilitas perpajakan yang seharusnya diperuntukkan bagi UMKM.

“Belajar dari pengalaman, banyak pihak memanfaatkan aturan ini padahal tidak berhak menggunakan tarif PPh Final UMKM. Perusahaan sering dipecah-pecah menjadi puluhan CV dan PT kecil agar tetap menikmati insentif pajak. Ini tidak adil. Usaha dengan omzet besar tidak seharusnya menikmati fasilitas yang diperuntukkan bagi UMKM dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar,” katanya.

Melalui ketentuan baru tersebut, fasilitas PPh Final UMKM 0,5 persen diprioritaskan bagi pelaku usaha yang benar-benar memenuhi kriteria UMKM. Sementara itu, CV, firma, PT non-perorangan, dan BUMDes akan dikenakan tarif pajak normal sebesar 22 persen.

Meski demikian, pemerintah memberikan masa transisi bagi badan usaha yang saat ini masih memanfaatkan fasilitas PPh Final UMKM berdasarkan ketentuan lama.

Mereka tetap dapat menggunakan tarif 0,5 persen hingga masa berlaku fasilitas tersebut berakhir sesuai ketentuan yang berlaku sebelumnya.

“Tetap dibuka ruang transisi agar ada waktu untuk melakukan penyesuaian administratif. Pemerintah tidak serta-merta memberlakukan aturan baru tanpa memberikan kesempatan kepada seluruh pihak untuk bersiap. Terkait implementasi masa transisi, hal tersebut menjadi kewenangan Direktorat Jenderal Pajak,” ujar Menteri Maman.

Lebih lanjut, Menteri Maman menjelaskan bahwa badan usaha seperti CV, firma, dan PT non-perorangan dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar tetap memperoleh kemudahan perpajakan berupa pengurangan tarif sebesar 50 persen dari tarif normal sehingga efektif hanya membayar PPh sebesar 11 persen.

Selain itu, pemerintah juga tetap memberikan perlindungan bagi usaha mikro dan kecil yang dijalankan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi dengan omzet hingga Rp500 juta per tahun tidak dikenakan pajak atau berlaku tarif efektif 0 persen.

Menteri Maman menambahkan salah satu terobosan penting dalam PP Nomor 20 Tahun 2026 adalah pemberian kepastian jangka panjang bagi UMKM. Jika sebelumnya tarif PPh Final 0,5 persen hanya dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu tertentu, kini fasilitas tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan selama persyaratan tetap terpenuhi.

Sebelumnya, PP Nomor 55 Tahun 2022 membatasi penggunaan tarif PPh Final 0,5 persen selama tujuh tahun sejak Wajib Pajak terdaftar. Melalui regulasi baru, pembatasan waktu tersebut dihapus untuk memberikan kepastian usaha yang lebih kuat bagi UMKM.

“Petunjuk Presiden sangat jelas, yaitu menghadirkan kemudahan perpajakan yang bersifat permanen agar UMKM memiliki kepastian dan jaminan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang,” kata Menteri Maman.

Selain mendorong keadilan perpajakan, PP Nomor 20 Tahun 2026 memperkuat tata kelola usaha yang sehat dan berintegritas. Regulasi ini menegaskan bahwa seluruh pengeluaran yang berasal dari tindakan melawan hukum, termasuk suap, gratifikasi, dan korupsi, tidak dapat dijadikan pengurang penghasilan bruto dalam perhitungan pajak.

Menteri Maman menegaskan Kementerian UMKM akan terus mengawal implementasi PP Nomor 20 Tahun 2026 melalui berbagai program edukasi, pendampingan, serta peningkatan kapasitas usaha, khususnya dalam aspek pembukuan dan administrasi perpajakan.

“Pemerintah akan terus mendampingi UMKM agar mampu menjalankan kewajiban perpajakan dengan baik sekaligus memanfaatkan berbagai kemudahan yang telah disediakan. Jika terdapat kendala, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan melalui kanal Direktorat Jenderal Pajak maupun melalui platform SAPA UMKM yang sedang kami siapkan,” kata Menteri Maman.***

Di HJB ke-544, Bupati Bogor Fokuskan Pembangunan Infrastruktur, Sarana Pendidikan hingga Kesehatan di Malasari

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto akan memfokuskan pembangunan infrastruktur, sarana pendidikan hingga kesehatan di Desa Malasari.

Hal tersebut ia sampaikan usai pelaksanaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Rabu 3 Juni 2026.

“Kita membangun jalan sepanjang hampir 20 km, tujuannya untuk membuka aksesibilitas masyarakat di Desa Malasari. Tetapi dibalik itu, infrastruktur pendidikan juga harus dikejar,” kata Rudy kepada wartawan.

Menurut Rudy, ada beberapa sarana pendidikan yang harus dibangun untuk masyarakat, seperti bangunan sekolah SD, SMP hingga SMA.

“Masyarakat bertemu dengan kami, kami ajak berdiskusi, salah satunya adalah butuh sekolah SMP, SMA, yang kedua SD pun kurang optimal baik toilet dan lain sebagainya, lalu puskesmas pembantu,” jelasnya.

Kemudian, beberapa pembangunan lainya seperti pusat layanan kesehatan (Puskesmas) hingga penerangan jalan umum (PJU) akan terus dimaksimalkan.

“Selain puskesmas pembantu, di dalamnya butuh dokter, butuh bidan, lalu infrastruktur jalan yang harus kita lanjutkan, baik PJU-nya dan lain sebagainya,” ujar Rudy.

Ia mengatakan, pembangunan tersebut akan segera dibangun dengan target pembangunan selama 5 bulan kedepan.

“Kalau membutuhkan anggarannya tidak terlalu besar dan dapat selesai dalam kurun waktu 4 sampai 5 bulan, dan di rencana kerja perangkat daerahnya ada, maka ini kami akan tindak lanjuti tahun ini.” kata dia.

Namun, jika nantinya terkendala dalam hal pelelangan Rudy memastikan pembangunan akan tetap dilanjutkan dengan target selesai mencapai Desember 2026.

“Tetapi kalau mekanismenya membutuhkan lelang sedangkan ini sudah mau masuk bulan Juni, Juni, Juli, Agustus, kalau tidak memungkinkan selesai di bulan Desember maka kami akan kerjakan di tahun berikutnya, tetapi apa yang bisa kita intervensi di tahun 2026 kita akan laksanakan 2026,” ungkap Rudy.

(Albin)

Dentuman Senjata dan Manuver Rantis Warnai Puncak HJB ke-544, Aksi Prajurit TNI Jadi Magnet Warga di Malasari

Bogordaily.net – Sejumlah prajurit TNI Batalion 3 Kopassus menampilkan atraksi dalam momen Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Rabu 3 Juni 2026.

Pantauan di lokasi terlihat atraksi tersebut dimulai setelah pelaksanaan upacara HJB berlangsung. Tak lama, sejumlah prajurit TNI datang membawa senjata hingga Rantis menampilkan atraksi menyandera salah satu warga.

Kemudian, aksi tersebut disambut antusias ribuan warga yang hadir menyaksikan dengan dentuman keras amunisi para prajurit TNI.

Adapun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melaksankan peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Rabu 3 Juni 2026.

Dalam pelaksanaan HJB tahun ini berlangsung meriah dengan dengan beragam kegiatan seperti Upacara, rapat paripurna Istimewa hingga berbagai penampilan lainya.

Turut dihadiri langsung, Bupati Bogor Rudy Susmanto, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi beserta jajaran Forkopimda, serta mantan Bupati Bogor terdahulu.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut tujuan dilaksanakannya perayaan HJB di Malasari dikarenakan desa Malasari menjadi awal mula Bogor berdiri.

“Hari Jadi Bogor 544 tahun kita melaksanakan HJB di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung. Mungkin menjadi sesuatu hal yang baru, Hari Jadi Bogor dilaksanakan di luar kantor Pemerintah Kabupaten Bogor,” ungkap Rudy Susmanto.

(Albin)

Antusiasme Warga Jadi Penentu, Museum Pajajaran Batutulis Mulai Layani Kunjungan Terbatas Satu Hari dalam Sepekan

Bogordaily.net– Aktivasi Museum Pajajaran Batutulis yang diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 mulai memasuki tahap implementasi.

Setelah resmi diperkenalkan kepada publik pada Rabu, 3 Juni 2026, museum yang menjadi pusat edukasi sejarah Pajajaran tersebut kini mulai menerima kunjungan masyarakat secara terbatas.

Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor akan terlebih dahulu melihat respons dan antusiasme pengunjung sebelum menambah jadwal operasional museum.

Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus, mengatakan bahwa untuk tahap awal Museum Pajajaran Batutulis hanya akan dibuka satu kali dalam sepekan dengan waktu kunjungan yang masih terbatas.

“Ya, sementara ini kita hanya mencoba untuk membuka seminggu sekali rencananya. Hari Rabu dan jamnya pun hanya dibatasi, hanya dua jam,” ujar Firdaus usai peluncuran Museum Pajajaran Batutulis.

Menurutnya, pembatasan waktu operasional tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi awal sekaligus memberikan ruang bagi pengelola untuk terus menata koleksi dan artefak yang ada di dalam museum.

“Dua jam untuk supaya nanti kita lihat animo dari masyarakat, sambil kita juga nanti menata kembali artefak-artefaknya. Sehingga nanti tidak mengganggu juga tata kelola kita di museum,” jelasnya.

Firdaus menambahkan, ke depan operasional museum akan terus dikembangkan seiring dengan bertambahnya koleksi sejarah yang dimiliki.

Saat ini Pemerintah Kota Bogor masih melakukan penataan dan pengembangan konten museum agar semakin menarik serta memberikan edukasi sejarah yang lebih lengkap kepada masyarakat.

“Insyaallah nanti kalau sudah koleksinya banyak, terus museumnya sudah bertambah, mungkin bisa seminggu jadi dua kali, tiga kali. Kalau sudah betul-betul menjadi museum yang penuh dengan sejarahnya, bisa setiap hari,”katanya.

Museum Pajajaran Batutulis diharapkan menjadi salah satu pusat edukasi sejarah dan budaya Sunda di Kota Bogor.

Kehadirannya juga menjadi upaya pemerintah dalam melestarikan warisan sejarah Kerajaan Pajajaran sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tengah perkembangan kota yang semakin pesat.

Peluncuran museum tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HJB ke-544 yang mengusung semangat pelestarian sejarah, budaya, dan penguatan jati diri Kota Bogor sebagai kota pusaka yang kaya akan nilai-nilai historis.

(Fikri)

HJB ke-544 Jadi Momentum Apresiasi, Dedie Rachim Serahkan Penghargaan untuk Tokoh Inspiratif hingga Mitra Pembangunan Kota Bogor

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi wakilnya Jenal Mutaqin dan Sekda Denny Mulyadi, menyerahkan penghargaan kepada masyarakat yang telah berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan di Bogor.

Penghargaan diserahkan pada akhir Upacara Peringatan HUT ke-544 Kota Bogor di Plaza Balai Kota, Rabu 3 Juni 2026

Dedie Rachim mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi Pemkot Bogor kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi bagi kemajuan daerah.

“Terima kasih atas sinergi, dedikasi, dan komitmen dalam memberikan karya terbaik bagi kemajuan Kota Bogor,” ujarnya.

Penghargaan diberikan kepada pelajar, tokoh masyarakat, pengurus wilayah, mitra kolaborasi strategis pemerintah daerah dalam percepatan pengentasan kemiskinan, mitra kolaborasi strategis pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting, tokoh inspiratif Kota Bogor, serta penerima penghargaan Akreditasi Gugus Depan Pramuka tingkat nasional.

Pada momen tersebut juga dilaksanakan pemberian kacamata gratis bagi lansia dengan target penerima manfaat sebanyak 350 hingga 500 orang per kecamatan di Kota Bogor oleh Lansia Aktif Peduli Indonesia (LANTIP) Kota Bogor. Selain itu, dilakukan pula penyerahan simbolis lima unit CCTV outdoor.

Apresiasi juga diberikan kepada para mitra yang bersinergi dalam mengawal program pembangunan serta menjaga kondusivitas wilayah, yakni Ketua DPRD Kota Bogor, Komandan Kodim 0606/Kota Bogor, Kapolresta Bogor Kota, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Ketua Pengadilan Negeri Kota Bogor, dan Komandan Detasemen Polisi Militer III/1 Bogor.

Dedie Rachim mengatakan bahwa Hari Jadi Bogor harus dimaknai sebagai momentum untuk terus memperkuat komitmen dalam memajukan Kota Bogor.

“Saya yakin bahwa Forkopimda, seluruh ASN betul-betul terus berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan mimpi-mimpi masyarakat,” ucap Dedie.

Ia menambahkan, dalam proses pembangunan masih diperlukan berbagai penyempurnaan terhadap program dan kebijakan Pemkot Bogor, terutama yang berkaitan dengan ketersediaan anggaran dan sumber daya. Menurutnya, pembangunan memiliki dua prioritas utama, yakni pembangunan infrastruktur dan pembangunan sumber daya manusia.

“Sumber daya manusia Bogor harus memiliki daya saing. Masyarakat Bogor harus mampu melakukan langkah-langkah yang inovatif dan kreatif, sehingga tidak semua kegiatan dan pergerakan ekonomi ditopang oleh APBD semata,” ungkapnya.

Ia berharap peringatan HUT ke-544 menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergi, kolaborasi, dan kebersamaan dalam melahirkan inovasi serta ide-ide kreatif menuju Bogor Maju.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Museum Pajajaran Batutulis Diresmikan di Hari Jadi Bogor ke-544, Jadi Pusat Edukasi Sejarah dan Warisan Budaya Sunda

Bogordaily.net – Pemerintah Kota Bogor resmi meluncurkan Aktivasi Museum Pajajaran Batutulis sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Rabu, 3 Juni 2026.

Kegiatan yang digelar di kawasan Museum Pajajaran Batutulis ini dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, budayawan, serta tokoh adat yang turut memberikan dukungan terhadap pelestarian sejarah dan budaya Bogor.

Peluncuran aktivasi museum ini menjadi langkah penting dalam menghadirkan ruang edukasi sejarah yang lebih hidup dan mudah diakses masyarakat.

Museum Pajajaran Batutulis diharapkan menjadi pusat informasi mengenai perjalanan Kerajaan Pajajaran dan warisan budaya Sunda yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa saat ini museum telah memiliki puluhan koleksi bersejarah yang berasal dari berbagai pihak.

Salah satu kontribusi terbesar datang dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang menyumbangkan sejumlah benda bersejarah terkait perjalanan Pajajaran dan Pasundan.

“Sementara ini koleksi utamanya adalah sumbangan dari Menteri Kebudayaan Pak Fadli Zon. Ada 33 benda yang ada kaitan dengan sejarah yang disumbangkan oleh beliau. Kemudian ada dari GPSN yang menyumbangkan 37 benda pusaka,” ujar Dedie A. Rachim.

Selain koleksi benda pusaka, museum juga mendapat dukungan akademik dari Universitas Padjadjaran yang melakukan kajian kesejarahan terkait Kerajaan Pajajaran.

Dukungan juga datang dari Kementerian Kebudayaan, Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang terus mendorong percepatan pengembangan museum tersebut.

Dedie menambahkan, hingga saat ini jumlah koleksi yang telah terkumpul mencapai sekitar 80 benda bersejarah, belum termasuk berbagai materi display dan storyline perjalanan sejarah yang disusun bersama Universitas Padjadjaran.

Museum juga dilengkapi sejumlah koleksi budaya seperti perangkat gamelan serta berbagai referensi sejarah penting.

“Total koleksinya sekitar 80-an benda, ditambah materi display perjalanan sejarah dan storyline yang dikerjasamakan dengan Universitas Padjadjaran. Ada juga gamelan dan salah satunya buku History of Pasundan yang sangat langka dan disumbangkan oleh Pak Fadli Zon,” jelasnya.

Menurut Dedie, dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga sangat besar. Gubernur Jawa Barat bahkan telah beberapa kali meninjau langsung lokasi Museum Pajajaran Batutulis sebagai bentuk komitmen dalam mendorong aktivasi museum dan penguatan identitas sejarah Bogor.

Melalui aktivasi Museum Pajajaran Batutulis, Pemerintah Kota Bogor berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih mengenal sejarah, budaya, dan peradaban Pajajaran yang menjadi bagian penting dari identitas Kota Bogor.

Museum ini juga diharapkan menjadi destinasi edukasi sejarah sekaligus wisata budaya yang mampu menarik minat masyarakat luas.

(Fikri)

Peringati Hari Jadi Kota Bogor ke-544, RS Islam Bogor Selenggarakan Pemeriksaan Kesehatan Lansia Gratis

Bogordaily.net – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang jatuh pada hari ini, 3 Juni 2026, RS. Islam Bogor secara resmi menyelenggarakan program Pemeriksaan Kesehatan Lansia Gratis.

Kegiatan bakti sosial ini mengusung semangat kebersamaan dan gotong royong sesuai dengan tema hari jadi kota Bogor, sekaligus wujud nyata kontribusi rumah sakit Islam Bogor dalam membangun masyarakat Bogor yang lebih sehat, sejahtera, dan berdaya saing.

Kegiatan ini akan berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026, di Gedung Medical Check Up (MCU) RS Islam Bogor, Jalan Perdana Raya No. 22, Kedung Badak, Kota Bogor.

RS Islam Bogor sebagai fasilitas kesehatan yang berkomitmen pada pelayanan umat, dalam memperingati HJB Kota Bogor kali ini memfokuskan perhatian kepada kelompok lanjut usia (lansia).

Hal ini dikarenakan kelompok usia ini memerlukan pemantauan medis secara berkala untuk mengantisipasi potensi penyakit tidak menular (PTM) yang kerap muncul di usia senja.

Fasilitas Layanan Medis Gratis yang Diberikan:

1. Pemeriksaan Tanda Vital: Pengukuran tekanan darah untuk deteksi dini risiko hipertensi.
2. Cek Darah Sederhana: Pemeriksaan kadar gula darah (glukosa) untuk memantau risiko diabetes.
3. Skrining Asam Urat & Kolesterol: Evaluasi dini guna menghindari nyeri sendi dan menjaga kesehatan jantung.
4. Konsultasi Medis: Sesi tanya jawab langsung bersama tim dokter umum dan tenaga medis profesional RS Islam Bogor.

Saptono Raharjo, dr., MARS, Direktur RS Islam Bogor mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi rumah sakit dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kota Bogor sekaligus menyambut Hari Jadi Bogor ke-544.

“Melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini, kami ingin memberikan layanan preventif kepada masyarakat warga Bogor khususnya usia 45 tahun ke atas dan lolos lima puluh tahun (Lolita)” ujarnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting untuk mendeteksi berbagai risiko penyakit seperti diabetes, kolesterol tinggi, maupun gangguan metabolisme lainnya yang kerap muncul pada usia lanjut.

“Harapannya, warga dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,”ujarnya. Dan terselengaranya kegiatan ini RS Islam Bogor ingin warga Bogor selalu menjaga kesehatan karena mencegah itu lebih baik dari pada mengobati.

Dengan mengusung semangat “Sehat Syariah, Lancar Ibadah, Kuat Akidah”, RS Islam Bogor berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan warga Kota Bogor yang sehat dan sejahtera.

Syarat dan Ketentuan Pendaftaran:

– Peserta wajib membawa KTP asli untuk kebutuhan integrasi data pasien.
– Pendaftaran dilakukan secara langsung (on the spot) di lokasi Gedung Medical Check Up
– Peserta disarankan tetap menerapkan protokol kenyamanan bersama selama berada di lingkungan rumah sakit.

Melalui sinergi ini, RS Islam Bogor berharap momentum Hari Jadi Kota Bogor tidak hanya menjadi selebrasi budaya, namun juga menjadi titik balik penguatan kesehatan masyarakat secara menyeluruh demi mewujudkan motto “Bogor Nanjeur” di RS Islam Bogor.

(Fikri)

Momentum HJB ke-544 Berlangsung Meriah di Malasari, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Dukung Pemerataan Pembangunan

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melaksanakan peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Rabu 3 Juni 2026.

Dalam pelaksanaan HJB tahun ini berlangsung meriah dengan dengan beragam kegiatan seperti Upacara, rapat paripurna Istimewa hingga berbagai penampilan lainya.

Turut dihadiri langsung, Bupati Bogor Rudy Susmanto, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi beserta jajaran Forkopimda, serta mantan Bupati Bogor terdahulu.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut tujuan dilaksanakannya perayaan HJB di Malasari dikarenakan desa Malasari menjadi awal mula Bogor berdiri.

“Hari Jadi Bogor 544 tahun kita melaksanakan HJB di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung. Mungkin menjadi sesuatu hal yang baru, Hari Jadi Bogor dilaksanakan di luar kantor Pemerintah Kabupaten Bogor,” kata Rudy Susmanto.

Menurut Rudy, kegiatan HJB tahun ini dilaksanakan untuk memberikan kesan kepada masyarakat khususnya di Kecamatan Nanggung, sebagai bentuk pemerataan pembangunan.

“Kita ingin Bogor di ulang tahun yang ke-544 tahun kami pun berupaya bagaimana membuat sebuah acara yang berkesan bagi masyarakat, kita menggelontorkan anggaran biaya tapi anggaran biaya tersebut langsung digunakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Rudy menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam perayaan HJB tahun ini. Sekaligus mengajak untuk senantiasa dapat membangun Bogor secara bersama sama.

“Tapi tentunya ini menjadi sebuah momentum kita bersama, pada saat ingin melihat Kabupaten Bogor berubah, kita butuh kebersamaan dan persatuan bersama-sama,” ungkap Rudy.

(Albin)

Semangat Bogor Nanjeur Menggema di HJB ke-544, Dedie Rachim Ajak Masyarakat Bangun Kota yang Tumbuh Kuat

Bogordaily.net– Pemerintah Kota Bogor menggelar upacara peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di Plaza Balai Kota Bogor, Rabu, 3 Juni 2026.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Wali Kota, unsur Forkopimda, jajaran ASN, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga Kota Bogor.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Bogor tahun ini mengusung tema “Bogor Nanjeur”. Dalam bahasa Sunda, nanjeur memiliki makna tumbuh, bersemi, berakar kuat, kokoh, dan lestari.

“Tema ini mencerminkan harapan sekaligus tekad kita bersama agar Bogor terus maju dan berkembang, baik secara fisik, sosial, ekonomi, maupun budaya,” ujar Dedie A. Rachim.

Ia menegaskan, selama 544 tahun perjalanan sejarahnya, Kota Bogor telah menunjukkan ketangguhan sebagai daerah yang memiliki akar sejarah kuat serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan zaman.

“Dari masa ke masa, Bogor terus hidup beradaptasi dengan perubahan zaman dan melahirkan berbagai karya serta inovasi. Akar sejarah yang kokoh inilah yang menjadi fondasi bagi pertumbuhan dan kemajuan Kota Bogor hari ini, sekaligus bekal untuk menghadapi tantangan masa depan,” lanjutnya

Dedie menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir Pemerintah Kota Bogor terus mendorong pembangunan di berbagai sektor. Pada sektor infrastruktur, pemerintah melakukan perbaikan jalan, penataan ruang publik, hingga pengembangan sistem transportasi massal yang lebih baik bagi masyarakat.

Sementara pada sektor pelayanan publik, Pemkot Bogor terus meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, pendidikan, serta memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan administrasi agar lebih cepat, mudah, dan transparan.

Di bidang ekonomi, pemerintah terus memberikan dukungan kepada pelaku UMKM, memperkuat pasar rakyat, serta mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan potensi lokal sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Sedangkan pada sektor lingkungan hidup, berbagai program penghijauan, konservasi sumber daya alam, dan pengelolaan sampah terus didorong sebagai bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan Kota Bogor.

Lebih lanjut, Dedie menekankan bahwa semangat “Bogor Nanjeur” harus menjadi semangat pembangunan yang dilakukan secara bersama-sama dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh masyarakat.

“Bogor harus tumbuh secara inklusif, adil, dan berkelanjutan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan sebagai identitas utama Kota Bogor.

“Pertumbuhan ekonomi yang kita dorong harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Kemajuan tidak boleh dicapai dengan mengorbankan kualitas alam yang menjadi kekuatan dan identitas Kota Bogor,” ungkap Dedie.

Selain itu, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga budaya dan kearifan lokal yang menjadi akar identitas Kota Bogor.

“Kita harus menjaga serta memelihara budaya dan kearifan lokal sebagai akar identitas yang memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Nilai-nilai budaya yang diwariskan para pendahulu merupakan fondasi penting dalam pembangunan karakter kota yang berdaya saing namun tetap berkepribadian,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Dedie menegaskan bahwa pembangunan Kota Bogor bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Pembangunan Kota Bogor bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini adalah kewajiban bersama. Pemerintah bertugas memfasilitasi, masyarakat berpartisipasi aktif untuk mewujudkan Bogor yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

(Fikri)