Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 2673

EFF 2023, KemenkopUKM Tingkatkan Akses Pembiayaan Berbasis Ekosistem Klaster Wirausaha

0

Bogordaily.net– KemenKopUKM kembali menggelar Entrepreneur Financial Fiesta (EFF) tahun 2023. Kali ini fokus pada pengembangan ekosistem kewirausahaan dengan meningkatkan akses pembiayaan berbasis ekosistem klaster wirausaha.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) Siti Azizah menjelaskan terkait EFF 2023.

Azizah mengatakan EFF 2023 KemenKopUKM bakal memperkuat akselerasi wirausaha dan start-up. Khususnya dalam mendapatkan akses pembiayaan dan permodalan.

“Kami memiliki beberapa inovasi dari tahun sebelumnya. Dengan bekerja sama empat Corporate Akselerator (CA) yang berpengalaman dan memiliki latar belakang sebagai akselerator untuk para wirausaha dan start-up,” ujar Deputi Bidang Kewirausahaan Siti Azizah, pada acara EFF 2023 dengan tema Acceleration Day: Akselerasi Percepatan Pembiayaan Wirausaha, di Jakarta, Senin, 17 Juli 2023.

KemenkopUKM EFF 2023
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) Siti Azizah. (Foto: Humas KemenKopUKM)

Upaya tersebut menurut Azizah, diharapkan dapat mengakselerasi lebih cepat lagi akses pembiayaan dan permodalan bagi para wirausaha.

Keempat CA tersebut yakni LBS Urun Dana, Arqam, Siger Hub, dan MBN Consulting. Detailnya, program akselerasi wirausaha dari LBS Urun Dana melalui unit bisnis bisnismaaliyyah dan advicee ini merupakan upaya untuk meningkatkan kelayakan bisnis wirausaha.

Tujuannya agar dapat diminati investor crowd-funding dalam bentuk pendanaan sukuk maupun saham. Dengan tahapan akselerasi berupa open call, webinar, bootcamp, mentoring, dan listing pendanaan dalam platform.

Lalu Arqam yang merupakan lembaga akselerator dari Hijra Group yang mendukung UMKM Indonesia melalui pembinaan, pelatihan keterampilan bisnis yang sistematis. Dan berbagai dukungan dan bimbingan lainnya bagi UMKM terpilih.

Sementara itu Siger Innovation Hub merupakan lembaga inkubator berbasis koperasi pertama di  Indonesia, yang berkantor pusat di Lampung. Siger Hub menginkubasi start-up, koperasi, dan UMKM yang menjadi wadah pengembangan bisnis.

UMKM Naik Kelas

CA berikutnya yakni MBN Academy. Merupakan program yang dirilis untuk membantu para pelaku UMKM dalam tahapan naik kelas bisnis. Tujuannya dapat melakukan ekspansi bisnis lebih meluas lagi serta berkesinambungan.

Program MBN ini memiliki visi untuk menaikkan kelas UMKM melalui digitalisasi bisnis. Sehingga,  mempermudah transisi UMKM dalam proses  pengembangan usaha.

Inovasi lainnya, kata Azizah dalam percepatan pertumbuhan rasio kewirausahaan nasional, EFF 2023 difokuskan kepada ekosistem klaster wirausaha yang saling terintegrasi dalam supply chain dan telah memiliki offtaker sebagai konsolidator ekosistem klaster wirausaha.

“Proses scouting ekosistem klaster wirausaha EFF 2023, telah dimulai sejak Januari 2023 dengan pendekatan 2 metode,” kata Azizah.

Pertama, menurutnya, fasilitasi dengan pola jemput bola langsung kepada wirausaha atau start-up yang potensial. Metode kedua, open call (walk in) untuk menjaring ekosistem klaster wirausaha baru.

Dari proses scouting terjaring kurang lebih 22 ekosistem klaster wirausaha potensial. Keberhasilan dari kegiatan ini mencakup proses fase scouting, fase akselerasi, dan sampai kepada fase deals (penyerahan pembiayaan dan permodalan).

Ia berharap ini akan menjadi momentum semakin banyaknya wirausaha potensial yang terintegrasi ke dalam ekosistem klaster yang meningkat kapasitas bisnisnya melalui peningkatan akses pembiayaan dari lembaga perbankan atau non-bank.

“Kami berkomitmen melakukan akselerasi dengan bank penyalur KUR untuk mendanai ekosistem klaster mitra binaan. Pembiayaan KUR klaster, akan menjadi insentif lebih untuk para pelaku start-up dan wirausaha pemula dalam mengembangkan ekosistemnya,” paparnya.

Dengan tingkat suku bunga yang rendah sebesar 6 persen, kata Azizah diharapkan terjadi peningkatan kapasitas bisnis dari para pelaku usaha.

Untuk equity fund, Azizah tidak membatasi jenis usahanya. Namun, ia berharap akan tetap terjadi kesepakatan dalam penyertaan saham yang bertujuan untuk akselerasi pelaku usaha itu sendiri.

Azizah menyebut rata-rata pelaku usaha di start-up atau wirausaha belum memiliki aset yang cukup untuk menjadi agunan dalam pengajuan pendanaan ke perbankan.***

Djan Faridz dan Gandi Sulistiyanto Dilantik Jadi Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

0

Bogordaily.net–  Djan Faridz dan Gandi Sulistiyanto Soeherman dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Berdasarkan laman resmi Setgab, pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Senin, 17 Juli 2023. Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 63/P Tahun 2023 tentang Pengangkatan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

Gandi Sulistiyanto sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia (Dubes LBBP RI) untuk Republik Korea. Sedangkan Djan Faridz pernah menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat pada Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2009-2014 atau di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Profil Djan Faridz

Djan Faridz lahir di Jakarta 5 Agustus 1950 dari pasangan Mohammad Djan dan Aisha Djan. Ia menempuh pendidikan pada sekolah SD St. Fransiskus, SMP Kanisius dan SMA Negeri 2 Jakarta.

Djan Faridz kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Tarumanagara dan lulus sebagai sarjana arsitektur.

Ia juga pernah menjalani usaha bengkel las hingga menjual barang untuk bangunan. Tahun 1996 Faridz ia mendirikan PT Dizamatra Powerindo, sebuah kontraktor swasta yang pernah digunakan Pertamina.

Selain itu Djan Faridz pernah bermain dalam usaha spekulasi tanah, dan pernah menjadi anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia.

Pada tahun 2004 Faridz menjadi anggota Nahdlatul Ulama (NU), dengan menjadi bendahara NU cabang Jakarta pada tahun 2009.

Berdasarkan laman Wikipedia, pada tahun 2009, Faridz terpilih sebagai wakil Jakarta di Dewan Perwakilan Daerah dengan mengumpulkan suara sebanyak 200.000. Raihan suara ini membuatnya menjadi kandidat nomor tiga.

Sebagai anggota DPD, Djan Faridz mengutamakan pelestarian budaya Betawi dan meningkatkan kemampuan ekonomi Jakarta dengan mengutamakan pasar tradisional.

Pada 17 Oktober 2011 ia terpilih menjadi Menteri Perumahan Rakyat era Presiden SBY. Hal ini membuatnya mengundurkan diri dari pemilihan Gubernur Jakarta. Pada 2011 ia terpilih sebagai kepala cabang NU di Jakarta sampai dengan tahun 2014.

Profil Gandi Sulistiyanto

Sementara itu Gandi Sulistiyanto Soeherman dikenal sebagai diplomat dan pengusaha. Ia juga merupakan Duta Besar Indonesia untuk Republik Korea sejak tahun 2021.

Gandi Sulistiyanto lahir di Pekalongan, Jawa Tengah. Lulus dari SMA Masehi Pekalongan, ia melanjutkan studi ke Diploma (D-3) Perkapalan yang saat itu bernama PAT (Pendidikan Ahli Teknologi) Universitas Diponegoro di tahun 1978.

Awal kariernya dicurahkan untuk perusahaan otomotif Astra International. Ia lalu bergabung ke Sinar Mas pada tahun 1992 sebagai CEO PT Asuransi Jiwa Eka Life (kini dikenal sebagai Sinar Mas MSIG Life).

Gandi pernah mengenyam pendidikan dengan mengikuti Top Management Program di Asia Institute of Management, Manila, Filipina pada 1999. Lalu pada 2011 menimba ilmu di Harvard Business School mengambil jurusan Advanced Management Program (AMP).

Setelah menjalani berbagai penugasan dan jabatan di sejumlah pilar bisnis Sinar Mas, pada tahun 2001 Sulistiyanto dipercaya menjadi Managing Director. Ia dipercaya memimpin Sinar Mas Debt Restructuring Task Force Team.

Berkarier selama 30 tahun di Sinar Mas, dengan jabatan terakhirnya Managing Director ia lalu menjadi Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan.***

Soal Merger Sekolah, Disdik Kota Bogor Buat Pemetaan

Bogordaily.net  Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor terus melakukan pemetaan terkait rencana merger sekolah dari SD menjadi SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengatakan, saat ini bidang terkait memang tengah melakukan pemetaan dan survei.

Survei itu dilakukan terhadap sekolah-sekolah tingkat SD yang kemungkinan akan digabungkan atau dimerger.

“Pemetaan yang dilakukan oleh Disdik Kota Bogor dilakukan secara mendalam. Diperkirakan pelaksanaan merger akan dilakukan tahun depan,” kata Kepala Disdik Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto.

Namun, Sujatmiko belum bisa memastikan berapa dan di mana saja sekolah yang akan dimerger. Kemudian, kata Sujatmiko, untuk sekolah yang dimungkinkan bertambah, prosesnya panjang. Hal tersebut sedang dianalisis terlebih dahulu.

“Saat ini masih mapping (pemetaan), survei, yang dimungkinkan untuk merger. Lagi proses mapping, kan jumlahnya belum dapat,” jelas Sujatmiko

Ia menerangkan, perihal penambahan jumlah sekolah negeri, pemetaan juga dilakukan terhadap sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan. Khususnya, sekolah yang memerlukan tambahan kelas.

“Jujur, saat ini menilai kondisi eksisting dulu yang rusak, tidak rusak. Mana sekolah yang perlu tambahan kelas, mana yang akan revitalisasi, baru ke situ (penambahan),” tutup Sujatmiko.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menambah lima sekolah negeri baru untuk tingkat SMP dan SMA, 2024 mendatang.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pihaknya sejak satu tahun lalu sebenarnya sudah melakukan kajian.

Hasilnya, kata Dedie menunjukkan beberapa SD yang muridnya sudah berkurang dan bakal diajukan menjadi tingkat SMP

“Kemudian untuk pelaksanaannya Insya Allah di tahun depan (pendirian SMP baru). Termasuk ada SD SMP Terpadu di Kayumanis, dan ada juga beberapa SD yang sudah di merger akan kita launching di tahun depan (jadi SMP),” kata Dedie.(Muhammad Irfan Ramadan)

Ingat Lagu ‘Go the Distance’, Tulus: Hati Bang RR untuk Membangun Negeri

0

Bogordaily.net – Para pengguna internet yang lahir di era digital mungkin pernah mendengar lagu yang berjudul “Menaklukkan Jarak” (Go The Distance).

Lagu ini diaransemen ulang oleh One Voice Children’s Choir dan dirilis pada awal tahun 2023 dengan jumlah penonton yang mencapai jutaan orang.

Sebenarnya, lagu ini adalah lagu tema dari film Hercules dan pertama kali dinyanyikan oleh Michael Bolton pada tahun 1997.

Go The Distance bercerita tentang pahlawan dalam hidup. Namun, ada kata-kata kuat dari Lirik lagu ini berupa i’ll be there someday, I can go the distance.

Pengamat Geopolitik Tulus Sugiharto mengatakan, suatu saat seseorang akan pergi mengembara untuk menentukan jalan hidup masing-masing agar menjadi kuat. Semua itu membutuhkan proses. Tak bisa instan.

Ia kemudian teringat sosok Dr Rizal Ramli. Tokoh nasional sekaligus begawan ekonomi yang disegani oleh dunia internasional.

Tak jauh beda dengan lirik Go The Distance. Rizal menjalani kehidupan masa muda penuh liku. Mengarungi dunia kampus pada tahun 1970-an di Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Masuknya sulit, bokek, nggak punya duit banyak, maka cepat lulus dan kerja adalah yang seharusnya ditempuh. Eh dia malah pimpin gerakan pro demokrasi dan akhirnya dia dan kawan-kawan harus mendekam di penjara selama 1,5 tahun pada tahun 1978. Anehnya dia bilang, ini adalah pelengkap hidup selain kuliah. Bangga dia dipenjara karena bela rakyat dan demokrasi,” kata Tulus, Minggu (16/7/2023).

Usai menempuh pendidikan di ITB dan merasakan asam garam dunia aktivis pergerakan, Rizal Ramli kemudian go the distance. Pergi ke Amerika dan berkuliah di Boston. Ia bertahan dengan hidup sederhana.

“Bukan mencari mencari hero, menghindari kenyataan karena dipenjara, dia pergi jauh dan bilang and I’ll stay on track, no, I won’t accept defeat,” kisah Tulus menirukan ucapan Rizal Ramli kala itu.

Tulus yakin, hero itu akan datang kembali jika punya tekad yang kuat untuk membela kaumnya dan terbukti.

“Bang RR nggak tinggal di Amerika, bukan nggak bisa dapet kerja di sana, tapi memang panggilan hati membawanya harus balik ke Jakarta. Kalau dia tinggal di sana itu artinya accept defeat,” ujarnya.

Ia kemudian terbahak. Mengingat rentetan peristiwa di era Presiden Soeharto sampai Presiden Jokowi. Ada yang bergelar profesor atau doktor berteriak soal demokrasi dan lain-lain.

“Tapi anjirlah teriak dari luar negeri. Australia tepatnya,” sentil Tulus dengan gaya khas.

Kembali pada momentum saat Rizal Ramli memutuskan kembali ke Indonesia. Ia memilih tidak bekerja di perusahaan besar, tidak menjadi eksekutif dan hidup dengan gaya hedon.

Namun justru mendirikan lembaga kajian Econit dan tetap kritis pada pemerintah. Rizal berhasil menjadi leader.

Pada 1997 ia mengumumkan sebuah prediksi mengejutkan. Bahwa tahun berikutnya (1998) pemerintah dalam bahaya dan bahkan akan jatuh.

Tulus mengungkapkan, jika memang awalnya prediksi ini dibantah habis. Bahkan banyak kalangan pesimis.
Mereka merasa Presiden Soeharto kuat, didukung semua kalangan, rakyat, tentara, polisi maupun pengusaha.

“Semua dukung, nggak bakalan, nggak mungkin Pak Harto jatuh. Tetapi ternyata setahun kemudian Mei 1998 (reformasi),” tandasnya.

Ia mengingatkan, jika saat ini Dr Rizal Ramli mulai melakukan warning yang sama. Lantas, apa yang sebenarnya akan terjadi?

Tulus menjelaskan, BuzzerRp blingsatan. Mengatakan kalimat-kalimat seragam untuk menyerang Rizal Ramli. Antara lain seperti umpatan bloon, sakit hati, nggak bermutu dan lain sebagainya.

Jika melihat ke belakang, saat Rizal Ramli menyalakan tanda peringatan pada 1997 dan reformasi besar terjadi pada 1998 artinya hanya dalam waktu satu tahun prediksi itu terbukti.

“Warningnya tahun 1997 jadi kenyataan setahun kemudian. And now? Warning itu kini Bang RR hidupkan lagi,” ucapnya.

Mengapa Rizal Ramli menghidupkan lagi sebuah tanda peringatan seperti yang ia lakukan 26 tahun silam?

Tulus kemudian terngiang sebuah lirik lagu Go The Distance. Like a shooting star, I will search the world, i will face its harms.

Dunia seperti apa yang diidamkan RR?

“Dunia dia adalah membawa rakyat Indonesia sejahtera dan makmur. Dia sempat bilang, kalau gue jadi presiden, pertama tak turunkan dulu harga BBM dan listrik, genjot ekonomi rakyat, sejahterakan petani, nelayan dan lain-lain baru kemudian kita bikin kebijakan lain,” terang Tulus.

Demikianlah dunia yang dicari Rizal Ramli. Meski yang ada di depannya adalah ancaman bahaya bagi hidupnya.

“Dear gen native digital, dia bukan sosok hero seperti Hercules, dia manusia yang hatinya luar biasa untuk membangun Indonesia, Rizal Ramli,” pungkas Tulus.***

BRI dan BEI Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Pasar Modal, Dorong Nasabah untuk IPO

0

Bogordaily.net – Mengembangkan ekosistem pasar modal, BRI dan BEI berkolaborasi mendorong nasabah untuk melakukan IPO.

Tren aktivitas pasar modal di Indonesia terus berkembang. Hal ini seiring dengan semakin meningkatnya jumlah investor milenial yang terlibat. Keuntungannya, perusahaan-perusahaan berpeluang besar dalam mengembangkan bisnisnya melalui pendanaan dari pasar modal.

Untuk menyambut peluang tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berkolaborasi dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). BRI dan BEI menyelenggarakan seminar terbuka yang mengambil tema “Optimum Financing Synergy with Initial Public Offering (IPO)” pada 6 Juli 2023 di Main Hall Bursa Efek Indonesia.

BRI dan BEI

Tujuannya yakni untuk mendukung perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam hal ini nasabah korporasi BRI untuk dapat berkembang melalui pendanaan di pasar modal, dengan melakukan IPO dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

Kegiatan seminar dihadiri mulai dari C-Level Officers, Directors hingga Senior Executive yang merupakan nasabah korporasi BRI. Mereka memiliki potensi untuk mengembangkan bisnisnya melalui pasar modal.

Harapannya, melalui kegiatan ini nasabah korporasi BRI mendapatkan akses ke pasar modal serta pemahaman lebih dalam mengenai optimalisasi potensi keuntungan perusahaan dari IPO atau Go Big with Go Public.

BRI dan BEI

Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan BRI Agus Noorsanto berharap nasabah korporasi BRI dapat memanfaatkan momentum serta keuntungan dari mendapatkan pendanaan baru di pasar modal untuk mengembangkan usahanya.

Dengan menjadi perusahaan terdaftar, kata Agus perusahaan memiliki akses langsung ke pasar modal untuk mendapatkan pendanaan tambahan di masa depan melalui penerbitan saham atau obligasi.

“Hal ini memberikan fleksibilitas dalam manajemen keuangan perusahaan dan memperluas sumber pendanaan yang tersedia,” ujar Agus dalam siaran pers yang diterima Bogordaily.net.

Tren Positif Pasar Modal

Agus menjelaskan melalui program kolaborasi BRI dan BEI ini merupakan respons dari tren positif yang ditunjukkan Pasar Modal Indonesia di tengah gejolak perekonomian dunia yang dinamis.

Tercatat peningkatan nilai kapitalisasi pasar menunjukkan pertumbuhan rata-rata sebesar 10% selama 5 tahun terakhir. Ditambah lagi pertumbuhan jumlah investor yang signifikan, hingga masuknya perusahaan-perusahaan rintisan (start-up) sebagai Emiten di Bursa Efek Indonesia yang menjadi simbol dari new engine of growth bagi perekonomian nasional.

Hal sama juga diungkapkan Direktur Utama BEI, Iman Rachman. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh stakeholders untuk tumbuh dan sukses bersama pasar modal Indonesia.

Menurut Iman harapan dari pelaksanakan kegiatan ini adalah untuk dapat mengakselerasi pertumbuhan perusahaan.

“Hal ini melalui penguatan modal lewat Initial Public Offering (IPO) dan juga cara memanfaatkan pasar modal sebagai house of growth,” ujar Iman.

Sementara itu kegiatan tersebut juga mengundang Head of Equity Research PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Helmy Kristanto yang memberikan pemaparan seputar update equity market.

BRIDS merupakan anak perusahaan BRI yang berpengalaman luas dalam menangani transaksi pasar modal, baik sebagai penjamin emisi efek, pialang perdagangan efek maupun penasehat keuangan.

Hadir pula Investor Relations BRI Bret Matthew Ginesky, SEVP BEI Saptono Adi Junarso, Chief Investment Officer Hendra Purnama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL). Kemudian Direktur Investment Banking Capital Market Kevin Praharyawan dan SEVP Retail & Information Technology Fifi Virgantria pada sesi diskusi panel.***

 

FDK UIN Bandung Sukses Gelar Orasi Ilmiah 4 Guru Besar

0

Bogordaily.net – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung membuat sejarah dengan menyelenggarakan acara orasi ilmiah yang melibatkan empat guru besar.

Acara yang berlangsung pada Senin, 17 Juli 2023, ini merupakan bagian dari rangkaian pengukuhan 20 Guru Besar UIN SGD Bandung yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2023.

Memperkaya Peradaban Dakwah

Dalam orasi ilmiah dengan tema “Peradaban Dakwah: Memperkokoh Pijakan Memperjauh Lompatan,” dua guru besar bidang Sosiologi Islam dan dua guru besar Ilmu Komunikasi turut berbicara.

Acara tersebut dilangsungkan di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi lantai 4. Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag., MMC, Dekan FDK UIN SGD Bandung, menyampaikan harapannya agar orasi ilmiah ini dapat menghubungkan ide-ide para guru besar dalam pengembangan Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, sehingga dapat diadopsi oleh dosen dan mahasiswa serta membantu memperkaya peradaban Islam dalam berbagai era.

Setiap guru besar menyampaikan orasi ilmiahnya, dimulai oleh Prof. Dr. H. Enjang AS, M.Si., M.Ag., CICS., guru besar Bidang Ilmu Komunikasi, dengan judul orasi ilmiah “Membangun Budaya Komunikasi Mempersatukan.”

Prof. Enjang menggarisbawahi pentingnya mengembangkan budaya komunikasi yang mengurangi orientasi dan tendensi komunikasi yang ingin “mempengaruhi” atau “mengalahkan” orang lain.

Selanjutnya, Prof. Dr. H. Zaenal Mukarom, M.Si., CICS., guru besar Bidang Ilmu Komunikasi, menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Menggagas Komunikasi Profetik sebagai Konstruksi Dasar Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Ilmu Dakwah.”

Ia menekankan bahwa komunikasi profetik berkontribusi sebagai solusi atas perkembangan peradaban manusia dan membantu memahami fenomena masyarakat dan dunia spiritual.

Mualaf Tionghoa dan Islam

Orasi ilmiah ketiga disampaikan oleh Prof. Dr. H. Yusuf Zaenal Abidin, MM., Guru Besar Bidang Sosiologi Islam, dengan judul “Upaya Organisasi Muslim Tionghoa dalam Meningkatkan Pemahaman Keislaman Para Mualaf.”

Prof. Yusuf mengidentifikasi tantangan yang dihadapi mualaf Tionghoa dalam dua kategori, yakni domestik dan sosial.

Ia menyatakan bahwa asimilasi antara Muslim Tionghoa dan Muslim pribumi belum sepenuhnya tercapai.

Ulama Milenial sebagai Juru Syiar

Terakhir, Prof. Dr. H. Agus Ahmad Safei, M.Ag., guru besar Bidang Sosiologi Islam, menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Ulama Milenial sebagai Juru Syiar Islam Moderat ke Komunitas Global.”

Ia menyoroti Program EFU sebagai diplomasi baru Indonesia yang bertujuan menyebarkan Islam moderat ke seluruh dunia.

Acara ini dihadiri oleh tamu undangan dari senat tingkat universitas, senat tingkat fakultas, dosen, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi, tokoh, para pendiri Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi, serta keluarga para guru besar.

Orasi ilmiah tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube FDK UIN Bandung dengan tautan: https://youtube.com/live/DAS6_V6m-RE?feature=sharen.***

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Minta Pemkab Tambah Jumlah SMP Negeri dan RKB

0

Bogordaily.net – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Bogor telah rampung pada 14 Juli 2023.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menambah jumlah sekolah dan ruang kelas baru (RKB).

Menurut Rudy, pihaknya telah melakukan monitoring ke sejumlah SMPN di Kabupaten Bogor selama proses PPDB itu menyebutkan, banyak menerima keluhan terkait PPDB 2023.

“Ada banyak anak-anak lulusan sekolah dasar yang menginginkan melanjutkan pendidikan di SMPN. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar PPDB yang jauh lebih banyak dari kuota yang tersedia di setiap sekolah,” kata Rudy Susmanto, Senin 17 Juli 2023.

“Bahkan, ada beberapa orang tua murid yang sampai menangis karena tidak bisa mendaftarkan anaknya ke salah satu sekolah negeri,” sambungnya.

Ia mengatakan, lantaran jumlah pendaftar jauh di atas kuota yang tersedia di setiap sekolah. Maka, DPRD Kabupaten Bogor akan mendorong penambahan jumlah SMPN di Kabupaten Bogor, termasuk penambahan RKB.

“Untuk mengatasi persoalan ini, penambahan SMP Negeri penting untuk mewujudkan pelayanan pendidikan di Kabupaten Bogor, khususnya di Kecamatan yang hanya memiliki satu SMP Negeri. Termasuk penambahan ruang-ruang kelas baru di SMP Negeri yang sudah ada di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Rudy menilai perlu ada evaluasi pelaksanaan PPDB agar semua masyarakat bisa mendapatkan pelayanan Pendidikan dan terfasilitasi dengan baik.

“Semoga setelah kita menerima keluhan dan kendala dari masyarakat dan sekolah, kita bisa mengevaluasi masalah ini terutama di PPDB dan peningkatan infrastruktur sekolah,” ujar Rudy.***

Albin Pandita

Kampung Tertib, Berhasil Tekan Perkelahian Tarkam

Bogordaily.net – Hidup guyub, aman, nyaman di lingkungan yang bersih adalah dambaan semua orang. Tak hanya itu warganya sudah menghidupkan lagi budaya gotong royong membereskan permasalahan di wilayah. Nah. Satpol PP Kota Bogor sedang berikhtiar menciptakan kampung seperti itu yakni kampung Tertib Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) sejak 2021 silam. Bagaimana perkembangannya?

Sebuah kampung yang sehat cirinya sangat mudah. Di kampung tersebut sudah bebas perkelahian pemuda antar kampung, tak ada lagi warga yang terbiasa mabuk karena konsumsi minuman keras, narkoba. Tak ada lagi tetangga yang selalu ribut bertengkar, atau ada tempat kos yang penghuninya selalu bermasalah atau tingkat pencurian yang tinggi.

Masalah-masalah sosial tersebut bisa hilang bila masyarakatnya kompak dan satu visi untuk mewujudkan kampung yang tenang, tentram, tertib dengan lingkungan yang bersih, teratur, rapi dan indah.

Beruntung hidup di Kota Bogor, karena pemerintah daerahnya juga memperhatikan masyarakatnya untuk hidup tertib dan teratur tersebut.

Pemkot Bogor melalui Satpol PP sejak November 2021 silam, sudah mendorong mewujudkan kehidupan kampung Tertib Trantibum ini, melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat.

Merujuk pada perda tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, ikut mendorong terwujudnya Kampung Tertib Trantibum.

Hingga medio 2023 ini, sudah empat wilayah yakni di Kelurahan Baranangsiang Kecamatan Bogor Timur, Kelurahan Bojongkerta Kecamatan Bogor Selatan, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, dan Kelurahan Kayumanis Kecamatan Tanahsareal.

‘’Saat ini baru empat kelurahan, target kami di 68 kelurahan ada satu kampung Tertib Trantibumnya,’’ kata Kabid Pembinaan Masyarakat dan Anggota (PMA) Satpol PP Kota Bogor, Islahudin didampingi Subkor Ahli Madya Satpol PP Kota Bogor, Apit Budiman.

Menurut Islahudin, gagasan mendorong terwujudnya Kampung Tertib Trantibum adalah pandangan, bahwa perilaku tertib di tengah warga dapat dimulai dari warga di lingkungan terbatas seperti RT dan RW.

“Dari lingkungan kecil itulah warga memahami serta menyadari tentang pentingnya bersama-sama mewujudkan kondisi kehidupan yang lebih tertib di lingkungan yang lebih luas seperti kota,” jelasnya.

Menurut dia, ketertiban umum adalah sebagaimana yang tertuang di dalam ketentuan Perda Kota Bogor No. 1 tahun 2021. Pada Perda tersebut terdapat 13 kondisi tertib yang didorong terwujud.

Masing-masing tertib jalan trotoar, taman dan fasilitas umum lainnya, tertib usaha tertentu, tertib lingkungan, tertib sungai, saluran air dan sumberdaya air, tertib penghuni bangunan, tertib KTR, tertib sosial, tertib kesusilaan dan tertib minuman beralkohol, tertib pelihara ternak, tertib kesehatan, tertib peserta didik, tertib tempat kos dan rumah kontrakan, serta tertib tempat hiburan dan penyampaian pendapat.

Apit Budiman menjelaskan, upaya mewujudkan Kampung Tertib Trantibum tentu sangat memerlukan partisipasi masyarakat setempat. Makanya di setiap kampung yang dibina, Satpol PP membentuk Satuan Tugas Trantibum. Mereka terdiri dari warga setempat, termasuk Ketua RT dan RW dan jumlahnya 25 orang.

Satgas inilah yang diharapkan bisa mendeteksi secara dini potensi gangguan trantibum di kehidupan masyarakat setempat. Misalnya peredaran narkoba, tawuran antar pemuda, cek-cok antar tetangga, tempat kos yang tidak sesuai peruntukannya.

“Termasuk mereka dapat segera melapor bencana alam atau kebakaran atau masalah-masalah lain yang terjadi di kampung,” tambah Aip.

Tugas Satgas ini meredam gejolak dan melaporkan kepada Satpol PP Kota Bogor. Jadi warga tidak perlu lagi panik dan bingung ketika membutuhkan bantuan untuk mengatasi bencana dan masalah sosial yang terjadi di wilayahnya.

Masing-masing wilayah, potensi gangguan tantribum itu berbeda-beda. Makanya, rujukan Satgas Tertib Trantibum adalah kepada ketentuan tentang 13 jenis ketertiban umum. “Jadi termasuk menjaga kebersihan lingkungan, seperti menjaga aliran sungai di wilayahnya tetap bersih tidak menjadi tempat warga buang sampah,” lanjutnya.

Dia berharap Satgas dapat mengimbau, mengajak dan mengingatkan warga untuk ikut bersama-sama mewujudkan dan memelihara lingkungan pemukiman yang bersih, sehat dan nyaman. Satgas Trantibum ini mendapatkan rompi Satgas dan Satpol PP membantu membuatkan posko atau sekretariat Satgas Tertib Trantibum yang bersumber dari swadaya masyarakat.

Namun karena anggaran untuk Kampung Tertib Trantibum ini hanya 25 juta/tahun, sementara saat ini baru empat kampung tertib trantibum di Kota Bogor. Dirinya berharap anggaran untuk kampung tertib Trantibum ini bertambah sehingga cita-cita jajaran Satpol PP Kota Bogor mewujudkan satu kampung Tertib Trantibum di 68 kelurahan dapat terwujud.

Sementara itu, Ketua RT 4/6 Kelurahan Kayumanis Kecamatan Tanahsareal, Jaenudin mengapresiasi upaya Satpol PP Kota Bogor dalam membentun kampung Tertib Trantibum di wilayahnya.

‘’Ini bentuk perhatian Pemkot kepada warganya yang ingin menciptakan kampung aman, nyaman, tertib dan bersih,’’ kata Jaenudin yang diamini Ketua RT 1 Amat dan Ketua RT 5, Imin.

Terlebih perhatian Pemkot ini membantu dirinya dalam memecahkan masalah yang ada di kampungnya. Misalnya saja soal kebersihan, masih ada warganya yang membuang sampah ke sungai. Adanya grup Whatsapp (WA) memudahkan dirinya berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melaporkan setiap kejadian di lingkungannya.

‘’Saya baru tahu tugas Satpol PP ini tak hanya membongkar lapak pedagang kaki lima (PKL) di trotoar jalan, tapi menyentuh warga yang mendambakan hidup nyaman aman dan bersih lingkungannya,’’ tegas Jaenudin.

Sejak terbentuk empat bulan lalu, Satgas Tertib Trantibum di Kayumanis ini, pihaknya sangat terbantu. Dirinya berharap Pemkot dalam hal ini Satpol PP Kota Bogor terus mendampinginya setiap ada permasalahan di lingkungannya.***

Perumda Pasar Tohaga Gandeng BRI Tingkatkan Digitalisasi di Pasar Tradisional

0

Bogordaily.netPerumda Pasar Tohaga gandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk meningkatkan program digitalisasi di pasar tradisional Kabupaten Bogor.

Direktur Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan mengatakan, kerja sama dengan BRI tersebut dilakukan untuk dapat meningkatkan program digitalisasi pasar yang sudah lama dicanangkan oleh Perumda Pasar Tohaga agar dapat berjalan secara maksimal.

“Kami di pasar tohaga menggandeng BRI untuk membantu kami merealisasikan atau mengimplementasi digitalisasi pasar dan cashles melalui Qris di BRI,” kata Haris Setiawan, Senin 17 Juli 2023.

Menurut Haris, dengan metode pembayaran yang kini diterapkan oleh Perumda Pasar Tohaga yakni menggunakan pembayaran melalui aplikasi Qris, tentunya untuk meminimalisir terjadinya peredaran uang palsu di pasar tradisional.

“Maka program cashles ataupun uang digital termasuk didalamnya penggunaan qris mutlak diperlukan. Untuk menghindari peredaran uang palsu dimanapun itu berada termasuk dalam transaksi di pasar tradisional,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Manager Bisnis Mikro BRI, Jhun Freddy T.N mengatakan, pihaknya akan terus mendukung program digitalisasi dengan mngnunjungi setiap pasar.

Tentunya dengan melakukan sosialisasi kepada para pedagang dan pembeli tentang penggunaan metode pembayaran digital melalui Qris.

“BRI mendukung dengan hadir di pasar, contohnya disini di pasar Citeureup kami menerapkan program digitalisasi secara society. Jadi semua pedagang disini kita pasang Qris,” ujar Jhun Freddy.

Ia mengatakan, hal tersebut juga dilakukan untuk mengurangi terjadinya peredaran uang palsu di pasar tradisional. Serta akan terus mensuport beragam program yang dijalankam oleh Perumda Pasar Tohaga.

“Sehingga untuk mengantisipasi terjadinya peredaran uang palsu, salah satunya dengan metode pembayaran melalui digital tadi. Jadi kami BRI akan selalu mendukung berbagai program yang dilakukan oleh Perumda Pasar Tohaga,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk saat ini sudah ada di beberapa pasar yang menerapkan pembayaran dengan Qris, salah satunya di Pasar Citeureup, Kabupaten Bogor.

Tentu hal tersebut merupakan upaya dari Perumda Pasar Tohaga untuk menginisiasi delapan dari 30 pasar rakyat tradisional untuk menerapkan digitalisasi tanpa menghilangkan kearifan lokalnya.

Delapan pasar tersebut antara lain adalah pasar Cibinong, Ciawi, Cariu, Cisarua, Cigombong , Leuwiliang, Ciluar dan Ciseeng.***

Albin Pandita

HUT PPJ Ke 14 Tahun, Dedie Puji-puji Kinerja Direksi

0

Bogordaily.net – Di hari jadi alias HUT ke 14 tahun, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menilai, Direksi Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) mampu membuktikan pengelolaan pasar jauh lebih baik.

“Pada dasarnya pemerintah support, tetapi juga harus di buktikan dengan kinerja, dan direksi yang sekarang ini berhasil membuktikan kepada kita semua pengelola dan penanganan pasar lebih jauh lebih baik dari sebelumnya,” kata Dedie usai menghadiri perayaan HUT ke 14 PPJ yang digelar di Blok F Pasar Kebon Kembang, Senin 17 Juli 2023.

Dedie menyebut, dalam hal penanganan perpajakan, penanganan aset, pemberlakuan sistem pembayaran digital.

Ia pun akan terus mendorong dan mensukseskan program revitalisasi yang ada di lima pasar.

“Tentunya revitalisasi ini membutuhkan energi, pemikiran, kebersamaan. Nanti selesainya revitalisasi lima pasar ini masyarakat dan pedagang akan merasakan manfaatnya,” ungkap Dedie.

Lima pasar tersebut diantaranya, Pasar jambu dua dan pasar Sukasari, Pasar Pamoyanan, Pasar Sukasari dan Pasar Jambu Dua.

“Kalau untuk pasar Bogor masih tahap proses, mungkin nanti masuk beauty contes baik untuk pembongkaran maupun pembangunan. Untuk pasar tanah baru dan pasar pamoyanan insyaallah segera selesai,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasae Pakuan Jaya (PPJ), Muzakkir berharap di sisa akhir masa periodenya, pihaknya mampu memaksimalkan kinerja, serta memaksimalkan target revitalisasi Pasar – pasar.

“Masih ada 6 Bulan yang akan kami maksimalkan dan kita tingkatkan revitalisasinya. Misalkan pasar merdeka sedang kita upayakan beauty Contes dalam bulan ini. Kemudian pasar jambu dua, pasar Sukasari dan pamoyanan dan pasar tanah baru sudah berjalan,” ungkapnya.

“Untuk yang on progres kita upayakan tahun ini tetap berjalan. Contohnya plaza Bogor yang persiapan beauty Contes paling telat pada Agustus. Nantinya beauty Contes ini akan di gabungkan dengan pembongkaran. Jadi bisa menghemat waktu 3 bulan. Dan pemenangnya pun satu perusahaan,” tandasnya.***

Ibnu Galansa