Saturday, 25 April 2026
Home Blog Page 8826

KPK Usut Tim BPK Karaokean Bareng 13 Wanita

0

BOGOR DAILY-KPK mencermati fakta soal pemberian fasilitas karaoke dan 13 wanita pendamping kepada tim auditor BPK. Fakta itu terungkap saat sidang lanjutan terdakwa General Manager PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Setia Budi yang menghadirkan sejumlah saksi.

“Fakta persidangan itu nanti dicermati tentu jaksa akan membuat laporan perkembangan penanganan perkara atau pas terakhir jaksa itu akan mengusulkan kalau menemukan fakta-fakta kebutuhan pengembangan atau hal lain. Sejauh ini kita fokus ke persidangan,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (19/1/2018).

Febri juga menyebut BPK bisa melakukan pemeriksaan internal soal fakta-fakta yang terungkap di persidangan. Saat ini, KPK memang baru menetapkan auditor BPK Sigit Yugoharto sebagai tersangka yang diduga menerima suap berupa motor Harley-Davidson terkait audit PT Jasa Marga.

“Yang pasti kita baru proses 1 orang ya. Karena memang dugaan penerimaan yang kita peroleh di situ adalah salah satu kendaraan pada saat itu. Kalau pun nanti ada proses pemeriksaan internal juga yang dilakukan BPK setelah melihat proses persidangan ini, itu bisa dilakukan tentu menjadi kewenangan Badan Pemeriksa Keuangan,” ucapnya.

Sebelumnya, Jaksa pada KPK mencari tahu tentang fasilitas karaoke yang didapatkan tim auditor BPK berkaitan dengan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) terhadap PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi. Fasilitas itu menghabiskan dana hingga puluhan juta rupiah.

Seorang saksi, Totong Heriyana (GM PT 3M), mengaku pernah mendengar tentang ‘rapat malam’ yang diminta auditor BPK. Dia pun menyiapkan dana untuk ‘rapat malam’ yang sebenarnya adalah karaoke.

Totong kemudian menyebut karaoke itu pun dilakukan di Las Vegas, Semanggi. Saat itu sudah ada 20 perempuan. Mereka kemudian memilih satu per satu perempuan itu untuk menemani karaoke dari pukul 20.00 WIB hingga 00.30 WIB.

Dia kemudian menyebut akhirnya ada 13 perempuan yang menemani. Fasilitas karaoke itu diartikannya sebagai arahan untuk backup full tim BPK. “Biaya?” tanya jaksa.

“Rp 32 juta sekian, saya laporkan,” sebut Totong saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (18/1) kemarin.

Dalam kasus tersebut, Setia Budi didakwa memberi suap motor Harley-Davidson kepada auditor BPK Sigit Yugoharto. Suap tersebut terkait pemeriksaan dengan tujuan tertentu terhadap PT Jasa Marga Persero pada 2017.

Maju di Pilwakot, Dedie Minta Bima Arya Tak Kuras Modal Besar

0

BOGOR DAILY-Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar-Komisi dan Instansi KPK Dedie A Rachim memutuskan terjun ke politik dengan maju mendampingi bakal calon Wali Kota Bogor Bima Arya di Pilkada Bogor 2018.

Pada hari ini, Jumat (19/1/2018), Dedie mengikuti acara perpisahan bersama belasan alumni pegawai KPK lainnya, yang dihadiri Pimpinan KPK di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Acara tersebut berlangsung tertutup bagi awak media.

Seusai acara, Dedie mengatakan, Pimpinan KPK berpesan agar dia dan para mantan pegawai KPK tetap menjaga marwah KPK di mana pun kini berkarya.

“Saya menangkap pesan dari pimpinan di manapun kita berkarya tetap membawa nilai, membawa marwah, membawa martabat kehormatan KPK. Jangan sampai semua itu kemudian diciderai teman-teman yang kemudian sudah keluar dari KPK,” kata Dedie.

Jika mendapatkan amanah dari warga untuk memimpin Bogor bersama Bima, dia menganggap hal ini akan menjadi PR baginya untuk menciptakan pemerintahan di Bogor yang bersih korupsi.

“Saya kan ingin yang namanya pemerintah daerah selain melayani, tetapi juga lebih transparan dan memberikan suatu kemungkinan untuk menjadikan birokrasi lebih baik lagi, lebih bersih,” ujar Dedie.

“Memang menjadi suatu langkah yang kita kejar ke sana. Jadi jangan diragukanlah ke-KPK-an saya,” tambah Dedie.

Dalam kontestasi pilkada, Dedie mengatakan, ia dan Bima sudah sepakat untuk tak melakukan kampanye dengan modal besar.

“Model kampanye kami lebih disederhanakan menyesuaikan dengan budget yang ada. Pak Bima tahu saya enggak bawa modal besar untuk kampanye,” ujar Dedie.

sumber: Kompas.com

Polisi Bongkar Praktik Gandakan Duit di Cijeruk

BOGOR DAILY Jajaran Polisi berhasil meringkus tiga pelaku dugaan tindak pidana penipuan di Kampung Maseng, Desa Ciadeg, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Kasus tersebut terjadi pada Selasa (12/12/2017) lalu di Kampung Maseng Desa Ciadeg Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor.

Kabid Humas Polda Jabar AKBP Hari Suprapto, mengatakan awal kejadiannya, pelaku berinisial UP, HP, dan EM menggandakan uang dengan menyuruh korban bernama Kurniawan Hari Mulyanto mencari dana dari sponsor yaitu, sebesar Rp 150 juta.

Kurniawan pun dijanjikan apabila mendapatkan dana sponsor tersebut, maka korban akan mendapatkan dana sebesar Rp 10 miliar.

Selanjutnya, katanya, Kurniawan berminat dan sepakat akan menyiapkan dana sponsor tersebut. Dia pun menemui pelaku dan menyerahkan dana sponsor tersebut kepada pelaku.

Setelah dana diserahkan, uang sebesar 10 miliar yang dijanjikan tidak diberikan oleh pelaku kepada korban dana, malah memberikan uang dolar china yang diduga palsu sebanyak 1 lembar pecahan $5M.

Barang bukti yang polisi amankan berupa satu lembar surat pernyataan dan satu lembar uang dolar China pecahan 5M,” pungkasnya

Datangi KPK, Bima Arya Jamin tak Ada Mahar Politik

0

Calon Walikota Bogor Bima Arya mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didampingi Calon wakilnya, Dedie A Rachim, Jumat (19/1/18).  Kedatangannya tak lain untuk mengecek kembali Laporan Harta Kekayaan Penyelengga Negara (LHKPN) di lembaga antirasuah.

“Karena saya ingin memastikan semua yang diinput benar, tidak ada kesalahan teknis. Saya sudah kirimkan lewat elektronik, tapi saya cek lagi satu persatu supaya disesuaikan dengan yang paling mutakhir,” ujar Bima yang saat ini masih berstatus Walikota Bogor.

Di lihat dari LHKPN yang dirilis KPK, diketahui kalau harta kekayaan calon petahana ini naik dari saat terakhir kali dilaporkan ke KPK.  Jika pada 2014 total hartanya di angka Rp 3,2 miliar, kali ini kekayaan Bima meningkat  menjadi Rp 5,5 miliar.

“ Harta kekayaan secara keseluruhan memang naik dari 2,3 di 2014 menjadi 5,3. Di 2018. Tapi ini karena nilai aset tanah dan rumah yang memang naik menyesuaikan NJOP,”ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Namun, untuk harta bergerak yakni kendaraan, Bima menyebut asetnya berkurang dibanding 2014 lalu. Saat itu nilai asetnya Rp 438 juta, namun sekarang tinggal Rp 135 juta. “Kalau 2014, mobil saya dua sekarang tinggal 1,” ujar Bima.

Kemudian pada 2014 dia menyebut memiliki kas atau setara kas atau tabungan sekitar Rp 470 juta. Jumlah itu turun Rp 100 juta sehingga menurut dia sekarang tersisa sekitar Rp 340 juta. “Jadi aset naik karena NJOP, tapi harta bergerak termasuk tabungan turun,” ujar Bima.

Disinggung soal mahar politik, Bima menyatakan kalau pencalonannya sebagai F1 Kota Bogor bebas dari praktik tersebut

“Alhamdulillah kami tidak mengeluarkan mahar politik satu peser pun. Enam partai pendukung insya Allah mendukung ikhtiar kami untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, mengabdi dan melayani,”tandasnya

Ojek Online Versus Ojek Pangkalan Rebutan Penumpang di Ciomas

0

BOGOR DAILY- Driver ojek online dengan ojek pangkalan nyaris saja bentrok di Ciomas, Kabupaten Bogor, Jumat (19/1/2018). Informasi yang dihimpun ratusan driver ojek online ini mengontrog pangkalan ojek di Perumahan Ciomas Permai, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Ciomas, Kompol Rony Mardiatun menjelaskan, saat ini situasi sudah kembali kondusif setelah pihak kepolisian melakukan mediasi dengan kedua kelompok tersebut. “Sudah kondusif, mereka sudah membubarkan diri semua,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kejadian itu bermula ketika ada seorang driver ojek online yang membawa penumpang dari luar menuju kedalam perumahan.

Namun, di depan perumahan itu ada pangkalan ojek warga sehingga driver ojek online itu ditegur oleh ojek pangkalan. “Hanya salah paham, karena sempat ditegur. Tapi semua saat ini sudah kembali berdamai,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, kedatangan teman-teman ojek online itu bukan untuk melakukan penyerangan namun untuk memastikan permasalahan yang terjadi dilapangan.

“Iya mereka memang datang, tapi tidak sampai ada keributan karena tujuannya hanya ingin memastikan saja,” tukasnya.

Catat! Februari Jadi Bulan Suntik Difteri

BOGOR DAILY-Penyebaran penyakit difteri di Kabupaten Bogor kian membahayakan. Hingga 2018 sudah ada 26 orang yang terjangkit penyakit difteri. Wabah ini meningkat 17 orang dari tahun lalu yang hanya sembilan orang. Pasien yang terkena difteri hampir 70 persen diakibatkan belum mendapatkan vaksin difteri.

Dari 26 laporan itu, hanya tiga diantaranya positif difteri setelah diperiksa dalam laboratorium dan dua diantaranya telah meninggal dunia dan satu orang lainnya dalam kondisi membaik dengan diagnosis akhir komplikasi myocarditis. Sekretaris Dinkes Kabupaten Bogor Erwin Suriana menuturkan, di tahun 2018 kasus difteri  di Kabupaten Bogor mengalami peningkatan sebanyak 17 orang, sedangkan total keseluruhan ada 26 kasus berasal dari 23 desa di 13 kecamatan se-Kabupaten Bogor.  Namun,  meninkatnya kasus tersebut untuk Kabupaten Bogor belum masuk kedalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) karna masih batas -batas normal di bandingkan wilayah lain.  “Tahun meningkat 17 orang dan rata-rata dewasa untuk pasiennya sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit Ciawi,”ujarnya.

Erwin mengungkapkan, guna mengatisifasi peningkatan kasus difteri, Dinkes sudah mengumpulkan para tenaga medis di Kabupaten Bogor guna diberi pelatihan khusus untuk menangani pasien dengan gejala-gejala difteri, termasuk kesiapan stok vaksin difteri. “Supaya bisa memeriksa dengan tepat. Jadi dokter Pemeriksa diberi pemahaman yang sama tentang menentukan suspect difteri,” kata Erwin.

Kepala Seksi Surveilans Dinkes Kabupaten Bogor dr Adang Mulyana menjelaskan, selama ini banyak dokter pemeriksa langsung mendiagnosa pasien terjangkit difteri jika ditemuka gejala tenggorokan bengkak, deman dan sulit menelan.  Difteri sebenarnya merupakan penyakit lama yang sudah ada vaksin penangkalnya yang disebut vaksin DPT. Idealnya, vaksin ini diberikan minimal tiga kali seumur hidup sejak berusia dua tahun. Vaksin ini akan efektif jika diberikan setiap 10 tahun.  “Jadi sebenarnya bukan penyakit baru, penyakit lama yang harusnya sudah hilang dengan vaksinasi. Kurang lebih 128 dokter Pemeriksa dari semua rumah sakit di Kabupaten Bogor sudah diberi pemahanan agar mendapat pemahaman yang sama dalam melakukan pemeriksaan awal jika ada pasien dengan gejala difteri,” kata dia.

Kabupaten Bogor memang bukan daerah yang termasuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) dalam kasus difteri. Namun, kata Adang, Kementerian Kesehatan menetapkan Bumi Tegar Beriman untuk menggelar imunisasi Outbreak Response Imunization (ORI) difteri.  Sasarannya adalah semua anak usia 1-19 wajib diberikan vaksin difteri. Namun, kapan program itu berjalan, Pemkab Bogor masih menunggu vaksin itu disebar kemenkes ke daerah-daerah. “Belum tahun kapan. Karena masih menunggu. Yang pasti, di setiap puskesmas akan membuka posko. Vaksin pun gratis,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Adang Suptandar mengimbau orang tua, mengantar anak-anaknya untuk mendapatkan vaksin difteri. Rencananya, dinkes akan ada  Imunisasi ORI Difteri digelar Februari mendatang. Sedangkan untuk pencegahan, dinkes trus melakukan penyuluhan, sosialisasi dan penguatan imunisasi dengan sweeping ke rumah warga yang belum divaksin.

“Sesuai edaran kemenkes terbaru, Kabupaten Bogor tahun ini akan melaksanakan ORI. Hasil rapat di Bandung belum lama ini, ORI dilakukan pada Februari setelah logistik dari kemenkes sudah dikirim,” tukasnya.

Jalur Khusus Bus di Kota Bogor Tunggu Anggaran 2018 Cair

0

BOGOR DAILY-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor akan membuat jalur khusus bus guna menunjang program konversi angkot ke bus sedang. Nantinya, jalur ini akan mengisi rute Transpakuan Koridor (TPK) atau rute yang biasa dilewati transpakuan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bogor, Theofilio Patrocinio Freitas, berharap, program ini bisa sejalan dengan rencana rerouting dan konversi angkutan umum yang menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Intinya, demi memudahkan dan melancarkan layanan angkutan umum masal yang bebas hambatan,” ujar Theofilio

Rencana, Theo menambahkan, jalur khusus bus ini akan dibuat menyerupai jalur Transjakarta di ibu kota. Jalur diberi cat merah sebagai pembeda antara lajur untuk bus sedang dan Transpakuan dengan lajur umum.

Hanya saja tidak ada pembatas atau median permanen untuk jalur di Kota Bogor ini. Dishub akan menerapkan marka atau garis putih putus-putus.

“Soalnya, masyarakat nanti masih bisa akses jalur. Sifatnya fleksibel, meski diutamakan bus sedang dan Transpakuan,” ujar Theo.

Hanya saja sampai saat ini pelaksanaan pembuatan jalur “karpet merah” masih belum berjalan. Sebab, dana yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 belum ditetapkan.

Setelah anggaran ini sudah ditetapkan secara rinci, Theo mengatakan, pihaknya baru bisa bicara terkait teknis. “Jumlahnya berapa, ditempatkan di mana saja, itu semua baru bisa direncanakan dan diaplikasikan setelah selesai penetapan anggaran,” ucapnya.

Sembari menunggu kepastian besaran anggaran, Dishub Kota Bogor tetap melakukan sosialisasi terkait rencana pembuatan jalur khusus ke staf maupun pihak terkait. Rencana penempatan petugas-petugas di jalur tersebut pun juga sudah disiapkan untuk antisipasi apabila ada angkutan lain yang masuk jalur atau menertibkan lalu lintas ketika dibutuhkan.

Theo menjelaskan, kebijakan karpet merah ini diharapkan dapat membuat warga Kota Bogor lebih nyaman dalam menggunakan angkutan umum masal. Tidak hanya dari segi kondisi kendaraannya, juga ditunjang jalur khusus yang mumpuni, sehingga menjadi solusi mobilisasi warga.

Jangka panjangnya, karpet merah bisa menjadi dorongan awal agar penggunaan kendaraan pribadi berkurang dan beralih ke angkutan masal. Kalau angkutan umum massalnya bagus, kan masyarakat bakal beralih dengan sendirinya, ujar Theo.

Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman, mengatakan, pembuatan karpet merah merupakan langkah besar yang dilakukan dalam rangka konversi angkot ke bus sedang. Terlebih, transportasi merupakan poin prioritas Pemkot Bogor, di samping pendidikan dan kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Karena prioritas, Usmar berharap, pengawasan tidak sekadar dilakukan saat pembangunan, melainkan saat sudah diterapkan. Pastikan, tidak ada pelanggaran. Meski fleksibel, jalur itu diutamakan untuk bus sedang maupun Transpakuan, tuturnya.

Ada Mayat Pemuda di Kontrakan, Warga Bojongkerta Gempar

BOGOR DAILY- Ditemukan jasad seorang laki-laki bernama Bayu Respati Purnomo (28) di rumah kontrakan di Kampung Bojong Kidul RT 01 RW 02, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor selatan Kota Bogor, Kamis (18/01/2018).

Saat ditemukan kondisi korban telah membusuk dan terbujur kaku. Penghuni kontrakan pun langsung melaporkan penemuan tersebut kepada pemilik sehingga nantinya dilanjutkan ke RT, RW dan polisi.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Bogor Selatan Kompol Rianto mengatakan kondisi korban diperkirakan sekitar 2-3 hari

“Korban pertama kali ditemukan oleh warga, saat itu warga curiga karena disekitaran kontrakan korban dipenuhi lalat, ternyata pas dibuka warga kaget ada mayat didalamnya,” ujarnya.

Kini korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangakara Polwil untuk dilakukan otopsi lebih lanjut.

“Saat ini sedang dilakukan idenfikasi oleh Polres Bogor Kota dan Polsek Bogor Selatan untuk mengumpulkan bukti motif penemuan mayat tersebut,” pungkasnya.

2018, Polri Disuntik Anggaran Capai Rp95 Triliun

0

BOGOR DAILY-Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mendapatkan anggaran sebesar Rp 95 triliun di 2018 ini. Polri merupakan lembaga negara ketiga yang mendapat anggaran tertinggi dibanding kementerian/lembaga (KL) lainnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan ruang fiskal yang diterima Polri selama 4 tahun sejak 2014 berturut-turut ini mengalami peningkatan cukup signifikan hingga dua kali lipat.

“Di tahun 2014 anggaran Polri lebih kurang Rp 43 triliun sebagian besar untuk gaji. Tahun 2015 naik jadi Rp 57 triliun, kemudian tahun 2006 naik Rp 73 triliun dan 2017 kemarin naik menjadi Rp 98 triliun. Tahun ini kita KL ketiga terbesar, yang pertama adalah Kementerian Pertahanan Rp 105 T, KemenPUPERA Rp 105 triliun dan Polri Rp 95 triliun,” kata Tito saat meresmikan Gedung Promoter di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (19/1/2018).

Meningkatnya anggaran Polri ini kata Tito bukan datang dengan tiba-tiba. Selain karena jasa-jasa para Kapolri terdahulu, meningkatnya keuangan Polri karena ada mekanisme penilaian dalam sistem reward and punishment yang ditetapkan oleh pemerintah terhadap kinerja kementerian/lembaga dalam mengelola institusi.

“Di Kemenkeu dan Bappenas sekarang memberlakukan reward and punishment, ini juga kita berlakukan di internal, bagi KL yang indikator-indikator perubahannya baik maka akan didapatkan reward, bisa mengelola anggaran dengan baik maka diberikan reward. Sebaliknya yang Indikator reformasi dan indikator pengelolaan anggaran kurang baik maka akan diberikan punishment, pengajuannya tidak akan dipenuhi 100 persen,” papar Tito.

Polri sendiri mendapatkan asumsi prediket Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam 4 tahun berturut-turut. Peningkatan pengelolaan keuangan yang baik di Polri ini, lanjut Tito, dicapai setelah Polri terlepas dari ABRI.

“Dulu menggunakan sistem anggaran otorisasi. Di mana semua anggaran diberikan ke Mabes Polri setelah itu dari kewilayahan Polres-Polres baru mengajukan, setelah itu per tiga bulan sekali baru dicairkan, itu pun mungkin dipotong-potong,” sambungnya.

Namun, setelah Polri lepas dari ABRI, Polri menggunakan anggaran sistem DIPA sendiri. Kapolri sebagai Pengguna Anggaran (PA), langsung mendelegasikan kepada seluruh Kasatker, Kapolda, Kapolres, Direktur hingga Kepala Biro yang seluruhnya terdapat 1.300 KPA (Kuasa Pengguna Anggaran).

“Dana anggaran tersebut langsung didistribusikan Kemenkeu melalui KPPN masing-masing daerha, langsung kepada seluruh Kapolres, Kapolda, dan Kepala Biro dan masing-masing punya anggaran dan langsung mengelola hingga pertangungjawabannya lebih mudah dan kami menjadi sangat transparan dalam penggunaan anggaran,” tuturnya.

Hal inilah yang mampu membuat Polri mempertahankan predikat WTP selama 4 tahun berturut-turut mulai 2014-2017. Sehingga, Polri pun dipercaya untuk mengelola anggaran yang cukup tinggi dari pemerintah.

Di sisi lain, Polri juga mendapatkan opini BB (B plus) dari Kementerian Pemberdayaan Apratur Negara-Reformasi dan Birokrasi (Kemenpan-RB). Predikat B plus ini diperoleh karena Polri melaksanakan reformasi di internal hingga indikator kerja utama (IKU) yang baik.

“Dari semua predikat inilah kita mendapatkan kepercayaan dari Bappenas, Kemenkeu di samping kinerja yang mungkin langsung diawasi oleh Bapak Presiden. Sehingga ruang fiskal kita langsung dipenuhi sebanyak tahun kemarin kita dapatkan Rp 98 triliun, ini cukup besar dan sebagian besar banyak digunakan di belanja modal dan barang,” urainya.

Dengan adanya ruang fiskal yang cukup tinggi ini, Polri mampu melakukan perubahan ke arah modernisasi. Salah satunya dengan membuat gedung ‘Promoter’ yang sejalan dengan program Kapolri agar Polri lebih profesional, modern dan terpercaya.

Mulai Besok, Ridwan Kamil Sekeluarga Tinggalkan Pendopo

0

BOGOR DAILY- Mulai Sabtu 20 Januari besok, Ridwan Kamil beserta keluarga akan pindah dari Pendopo Kota Bandung ke rumah kontrakannya yang berada di Jalan Cipaganti, Kota Bandung.

Kepindahan pria yang akrab disapa Emil itu tak lain sebagai persiapan cuti jelang Pilgub Jabar 2018. Selama mengikuti pesta demokrasi, Emil yang mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Gubernur Jabar diharuskan cuti sebagai Wali Kota Bandung.

Jumat (19/1/2018), istri Emil, Atalia Kamil, sedang melakukan pengemasan pada barang-barang yang selama ini berada di Pendopo Kota Bandung.

“Besok harus pindah. Karena kami Rabu mau umroh. Jadi hari ini beres-beres,” ujar Atalia.

Atalia mengatakan, sejauh ini sedikitnya sudah dua truk yang mengangkut barang-barang pribadi dari Pendopo ke Cipaganti. “Barang-barang milik pemerintah tetap ada di sini, tidak akan dibawa,” katanya.

Agar tidak tercecer, ibu dua anak itu memisahkan barang-barang dengan dus yang sudah diberi label. Bahkan Atalia jauh sebelumnya telah membuat list barang mana saja yang diprioritaskan untuk dibawa dan mana yang tidak boleh dibawa.

Menurutnya proses pindahan tersebut akan memakan waktu cukup lama. Bahkan barang-barang kecil seperti buku, lukisan dan pernak-pernik baru akan dipindahkan setelah pulang umroh.

“Kemungkinan nanti kita setelah cuti tidak akan pindah lagi ke sini. Kalau pun pindah lagi (ke Pendopo) paling hanya bawa baju-baju saja,” ucapnya.

Saat ini Emil sudah mengontrak dua rumah di Jalan Cipaganti yang satu sama lain saling berseberangan. Nantinya satu rumah akan digunakan sebagai tempat pribadi, sementara satu lagi akan digunakan sebagai posko relawan.

Sebelum menemukan dua rumah tersebut, Atalia mengaku sempat ditawari rumah lain seperti di Jalan Riau. Namun karena tidak cocok Atalia akhirnya memilih untuk mengontrak dua rumah di Cipaganti.

“Ini mah udah cocok aja. Deket ke masjid, ke pasar, ke Ciwalk juga,” ujar Atalia.

Pantauan detikcom Atalia dibantu sejumlah pekerja di Pendopo sudah mulai mengemas barang-barang. Beberapa barang dimasukan ke dalam kardus, ada juga yang menggunakan koper. Setiap kardus atau koper akan diberi tulisan mengenai informasi isi di dalamnya.

Terlihat barang-barang milik anak-anak Emil dan Atalia sudah lebih dahulu dikemas. Bahkan dua kamar yang digunakan kedua anaknya selama ini, sudah terlihat kosong dan hanya menyisakan dus atau koper berisi barang-barang.