Home Blog Page 329

Jasa Anti Rayap Bandung Fumida Beri Perlindungan dari Hama

0

Bogordaily.net – Semua orang sepakat bahwa rayap merupakan ancaman serius untuk tempat tinggal ataupun bangunan komersil, terutama jika didominasi dengan bahan kayu.

Tanpa jasa anti rayap bandung terpercaya, masalah tersebut bisa berkembang menjadi lebih parah dan menggerogoti material kayu dari dalam tanpa disadari dan tiba-tiba menjadi rapuh atau kopong.

Tentu saja Anda tidak ingin mengalami masalah tersebut bukan? Oleh sebab itu, penting untuk menemukan layanan pembasmi rayap yang benar-benar terpercaya dan terbukti kualitasnya. Akan tetapi, jangan khawatir karena berikut ini akan dibahas beberapa ciri-ciri untuk dijadikan landasan.

Fumida Jasa Anti Rayap Bandung Terpercaya dan Berkualitas

Di luar sana ada cukup banyak jasa anti rayap bandung akan Anda temui. Hanya saja, tidak semuanya bagus kualitasnya. Oleh sebab itu, penting untuk selalu cermat sebelum menentukan.

1. Memiliki beberapa cabang

Banyaknya cabang sebuah layanan bisa menjadi indikasi seberapa bagus jasa tersebut, salah satu contohnya adalah Fumida. Fumida sudah mempunyai cukup banyak cabang di berbagai kota seperti Makassar, Medan, Bali, Semarang, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta.

Selain itu, dengan adanya banyak cabang, tentu saja konsumen akan semakin mudah menjangkau. Sebagai contoh, customer yang berada di wilayah Yogyakarta tidak perlu repot memesan layanan pusat dari Jakarta karena sudah tersedia di
kota tersebut.

2. Pemilihan metode dengan tepat

Cara konvensional untuk membasmi rayap adalah dengan menyingkirkan perabotan terlebih dahulu, kemudian menyemprotkan obat anti hama, lalu menunggu hingga mati. Hal tersebut dinilai kurang efektif untuk saat ini. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan metode yang lebih efektif dan efisien.

Fumida menawarkan metode drill injection, yakni dengan menyuntikkan obat ke tanah atau area rawan untuk rayap hidup. Dengan metode ini, maka hama bisa dibasmi sampai ke akar-akar sehingga benar-benar tuntas.

Tak berhenti sampai di situ, Fumida juga memberikan layanan lanjutan. Tujuannya adalah supaya mencegah hama kembali muncul sehingga Anda tidak perlu lagi melakukan pembasmian. Tentu saja ini akan jauh menghemat pengeluaran.

3. Berani memberikan garansi

Salah satu yang menjadi bahan pertimbangan saat memilih jasa pembasmi rayap adalah apakah hama tersebut benar-benar bisa tuntas. Bagaimana tidak, semua pasti kecewa jika uang yang sudah dikeluarkan ternyata tidak membuahkan hasil secara maksimal.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu khawatir ketika memutuskan menggunakan jasa dari Fumida. Pasalnya, Fumida memberikan garansi kepada pelanggan selama 3 hingga 5 tahun. Dengan garansi tersebut, customer tidak perlu khawatir jika mendapat hasil tidak sesuai karena bisa langsung ditindaklanjuti.

4. Survei gratis

Terakhir, survei gratis juga menjadi hal penting untuk dipertimbangkan. Kasus hama di setiap tempat tentu berbeda-beda tergantung dari banyak faktor. Oleh karena itu, sebelum eksekusi dilakukan, penting untuk survei tempat terlebih dahulu. Fumida memberikan layanan survei lokasi secara gratis sehingga Anda tidak perlu khawatir mengeluarkan uang sebelum tindakan dilakukan.

Harga Layanan Fumida

Secara garis besar, layanan penanganan rayap terbagi menjadi tiga kategori, yakni pasca konstruksi, pra konstruksi, dan pipanisasi. Untuk layanan pasca konstruksi, biaya dimulai dari Rp35.000 per meter persegi.

Sementara itu, layanan pra konstruksi berada di kisaran Rp50.000 sampai dengan Rp60.000 per meter persegi. Terakhir, layanan pipanisasi di angka mulai dari Rp75.000 per meter persegi.

Permasalahan rayap sering dianggap sepele, namun bisa fatal jika dibiarkan terlalu lama. Perabotan atau material kayu lainnya akan dirusak dari dalam tanpa disadari dan baru terlihat ketika sudah parah.

Oleh sebab itu, pastikan Anda memilih jasa anti rayap bandung berkualitas untuk membasmi sekaligus melakukan pencegahan. Hubungi Fumida di 0812-8866-8855 Customer Service 24 Jam

FTSE Russell Hentikan Sementara Perubahan Indeks Saham Indonesia, Ada Apa?

0

Bogordaily.net – FTSE Russell menunda peninjauan indeks saham Indonesia periode Maret 2026 di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait penentuan free float serta potensi gangguan perdagangan seiring berlangsungnya proses reformasi pasar modal nasional.

Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell menyatakan, keputusan penundaan tersebut diambil setelah menerima masukan dari Komite Penasihat Eksternal sekaligus mencermati rencana reformasi pasar modal yang diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak akhir Januari 2026.

Penundaan ini mengacu pada Aturan 2.4 Exceptional Market Disruption dalam kebijakan indeks FTSE Russell, yang diberlakukan apabila klien dinilai tidak dapat memperdagangkan pasar atau efek tertentu secara optimal akibat kondisi khusus.

Sejalan dengan keputusan tersebut, FTSE Russell menghentikan sementara implementasi penambahan maupun penghapusan saham Indonesia dalam indeks global, termasuk perubahan klasifikasi segmen kapitalisasi besar, menengah, dan kecil.

Tak hanya itu, penyesuaian bobot investability, perubahan jumlah saham beredar, hingga penerapan aksi korporasi seperti right issue juga tidak akan diberlakukan sampai proses reformasi pasar modal dinilai lebih jelas dan stabil.

Meski demikian, FTSE Russell menegaskan tetap akan memberlakukan penghapusan konstituen indeks yang disebabkan oleh aksi merger, suspensi perdagangan, kebangkrutan, delisting, serta distribusi dividen, baik dividen reguler maupun dividen khusus.

Ke depan, FTSE Russell menyatakan akan terus memantau perkembangan reformasi pasar modal Indonesia dan berkomitmen memberikan pembaruan menjelang pengumuman peninjauan kuartalan indeks global.

“Pembaruan akan disampaikan menjelang pengumuman peninjauan kuartalan FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Juni 2026 yang dijadwalkan pada Jumat, 22 Mei 2026,” tulis FTSE Russell dalam pengumuman resminya, dikutip Selasa (10/2/2026).***

Green Media Network Dideklarasikan: Kolaborasi Media Lokal dan Nasional untuk Mengawal Isu Lingkungan

0

Bogordaily.net – Sejumlah media yang punya perhatian pada isu lingkungan resmi mendeklarasikan Green Media Network (GMN) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Inisiatif ini hadir sebagai jawaban atas tantangan krisis iklim yang menuntut pengawalan informasi yang kuat, namun sering kali terkendala oleh fragmentasi isu dan keterbatasan sumber daya media.

GMN dirancang sebagai hub (penghubung) yang mengintegrasikan tiga pilar utama: kolaborasi konten, akses teknologi, dan model bisnis kolektif. Tujuannya adalah membangun ekosistem jurnalisme yang independen dan berdampak, serta memastikan isu lingkungan tidak lagi dianggap “sepi” pembaca.

Asep Saefullah, CEO Ekuatorial dan salah satu inisiator, menjelaskan bahwa GMN adalah langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur media.

“Dari pengalaman kolaborasi Ekuatorial dengan beberapa media, perlu ditingkatkan bukan pada aspek konten saja, tapi juga terkait teknologi dan bisnisnya. Dan yang tak kalah penting juga soal memahami serta mengembangkan audiens bersama-sama yang punya minat pada isu lingkungan,” papar Asep.

Pentingnya jejaring ini bagi media di daerah ditegaskan oleh Findamorina Muhtar dari VivaSulut. Ia memandang GMN sebagai jembatan krusial untuk mengatasi kesenjangan akses dan perhatian publik terhadap isu di wilayah terluar.

“Bagi kami di daerah Green Media Network sangat penting. Dengan ini kami yang jauh dari Jakarta bisa belajar dan memperoleh akses untuk mengembangkan jaringan,” kata Findamorina.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini akan mencegah isu-isu krusial di daerah tenggelam begitu saja. “Selain itu, banyak kasus lingkungan di daerah yang tidak menjadi perhatian nasional karena hanya dipublikasikan oleh media lokal dengan audiens yang terbatas. Dengan Green Media Network, kasus lingkungan di Miangas misalnya, akan tersebar lebih luas dan menarik perhatian berbagai pihak, termasuk pengambil kebijakan,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Dedek Hendry dari LiveBengkulu mengungkapkan keberhasilan kolaborasi sebelumnya dalam mengangkat isu lokal ke panggung yang lebih luas, khususnya terkait kelompok rentan.

“Dengan kolaborasi itu, konten-konten tentang petani perempuan adat di Bengkulu dengan inisiatif kopi tangguh iklim bisa tersebar lebih luas. Bahkan dengan kemasan gaya anak muda, konten tentang kearifan lokal masyarakat adat bisa tersebar lebih luas di kalangan anak muda,” ungkap Dedek.

Green Media Network berdiri di atas semangat untuk mengakhiri kompetisi ego sektoral dan menggantinya dengan kolaborasi yang memartabatkan. Melalui sindikasi konten, berbagi infrastruktur teknologi, dan collective bargaining dalam bisnis, GMN bertekad menjadikan isu lingkungan sebagai arus utama.

 

NASKAH DEKLARASI

Berikut adalah naskah deklarasi yang dibacakan dan disepakati oleh para inisiator:

DEKLARASI JURNALISME UNTUK BUMI

Bahwa krisis iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan hari ini yang merenggut hak hidup, merusak keanekaragaman hayati, dan mengancam keberlanjutan peradaban di Nusantara.

Bahwa informasi yang jernih, berbasis sains dan kearifan lokal masyarakat ada, dan berpihak pada kebenaran adalah garis pertahanan terakhir untuk menyelamatkan sisa-sisa kekayaan alam Indonesia.

Bahwa kami menyadari, kerja-kerja jurnalistik dalam mengawal isu lingkungan tidak dapat lagi dilakukan dalam kesunyian dan keterpisahan.

Era kompetisi ego sektoral harus diakhiri, digantikan oleh era kolaborasi yang memartabatkan.

Maka, pada hari ini, Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, kami para inisiator media independen dengan ini menyatakan berhimpun dalam: GREEN MEDIA NETWORK Sebagai wadah persaudaraan dan perjuangan untuk:

  1. Menjadikan Isu Lingkungan Sebagai Arus Utama: Kami berkomitmen menempatkan krisis ekologis sebagai prioritas redaksi, melampaui kepentingan politik sesaat dan profit semata.
  2. Berbagi Sumber Daya dan Teknologi: Kami bersepakat menyatukan kekuatan teknologi, data, dan pengetahuan demi memperkuat benteng jurnalisme dari segala bentuk pelemahan.
  3. Membangun Kemandirian Ekonomi Media: Kami berikhtiar menciptakan ekosistem bisnis media yang sehat, etis, dan berkelanjutan, agar independensi ruang redaksi tetap terjaga.

Kami percaya, menyelamatkan bumi adalah menyelamatkan kemanusiaan. Dan jurnalisme adalah nyala apinya. Semoga semesta merestui langkah kolaborasi i

Sambut Bulan Suci Ramadan, RT Gen Z Taman Tirta Cimanggu Gelar Kerja Bakti

0

Bogordaily.net – Menjelang bulan suci Ramadan, warga RT 01/RW 13 Kelurahan Mekarwangi, Kota Bogor, menggelar kerja bakti lingkungan yang dirangkai dengan kegiatan cucurak pada Minggu, 8 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi agenda bersama warga sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadan.

Kerja bakti dimulai sejak pagi dengan membersihkan saluran air, menyapu dan merapikan jalan lingkungan, serta membersihkan area sekitar rumah dan fasilitas umum.

Warga terlibat secara langsung dalam penataan lingkungan guna memastikan kondisi yang bersih dan tertata menjelang pelaksanaan ibadah Ramadan.

Ketua RT 01, Muhammad Diaz Yudhistyan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari komitmen warga dalam menjaga kebersihan dan memperkuat solidaritas.

“Kerja bakti ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga soal kebersamaan. Menyambut Ramadan, kami ingin lingkungan bersih dan hubungan antarwarga semakin erat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga memiliki makna spiritual bagi warga.

“Bagi saya, kerja bakti ini memiliki makna lebih dari sekadar membersihkan lingkungan, secara spiritual justru ini menjadi momen ibadah horisontal” tuturnya.

Setelah kerja bakti, warga melanjutkan kegiatan dengan cucurak atau makan bersama secara sederhana. Kegiatan ini diikuti oleh warga dari berbagai kalangan dan berlangsung dalam suasana tertib dan penuh kebersamaan.

Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan, ketertiban, dan keharmonisan lingkungan.

(Muhamad Fikri Haikal)

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Dominasi Penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) dengan Porsi 49% dari Total Nasional

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan capaian positif dalam memperluas akses pembiayaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP).

Sebagai mitra strategis pemerintah, langkah tersebut sejalan dengan dukungan BRI terhadap Asta Cita serta target Program 3 Juta Rumah dalam memperkuat sektor perumahan yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati dalam pertemuan bersama Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian PKP, pada Senin (9/2).

Dalam kesempatan tersebut, Sri Haryati menyampaikan bahwa realisasi penyaluran KPP secara nasional sepanjang 2026 telah mencapai Rp3.547 triliun. Dari total tersebut, BRI berkontribusi sebesar Rp1.774 triliun, atau setara 49% dari total penyaluran KUR Perumahan nasional.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa perseroan menargetkan penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp8 triliun sepanjang tahun 2026.

“Target tersebut didukung oleh kekuatan BRI yang memiliki basis nasabah besar serta jaringan layanan yang menjangkau hingga pelosok Indonesia, sehingga penyaluran KPR Subsidi dapat dilakukan secara lebih merata dan efektif, khususnya bagi MBR,” ujar Hery.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi BRI dalam mendukung pembiayaan rumah subsidi. Ia mencatat adanya peningkatan signifikan dalam penyaluran pembiayaan oleh BRI dari tahun ke tahun.

“Tahun 2024 ada sekitar 16 ribu unit rumah subsidi yang dibiayai oleh BRI. Pada 2025, realisasinya meningkat menjadi 32 ribu unit. Tahun 2026, BRI menargetkan penyaluran hingga 60 ribu unit rumah subsidi. Terima kasih sekali untuk BRI. Artinya, 60 ribu rakyat akan dapat menikmati rumah,” pungkas Maruarar.***

 

Sakura Iftar di Aki No Koen Cijeruk Bogor, Sensasi Buka Puasa ala Jepang

BOGORDAILY.NET – Restoran eksklusif Aki No Koen yang berlokasi di Jalan Kawung Luwuk RT 01 RW 07, Cijeruk, Kabupaten Bogor, menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang unik selama Ramadan tahun ini.

Mengusung atmosfer khas Jepang, Aki No Koen menawarkan sensasi iftar yang membawa pengunjung seolah berada di Negeri Sakura.

Dikenal dengan perpaduan keindahan alam pegunungan dan arsitektur tradisional Jepang, Aki No Koen resmi meluncurkan program “Sakura Iftar – Saatnya Kuliner Ramadan”.

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman berbuka puasa yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga meninggalkan kesan eksklusif dan berkelas.

General Manager Aki No Koen, Imam Hanafi, menjelaskan bahwa Sakura Iftar merupakan bagian dari komitmen manajemen dalam menghadirkan konsep Ramadan yang berbeda dari biasanya.

“Melalui Sakura Iftar, kami ingin menghadirkan momen berbuka puasa yang istimewa—lezat, nyaman, dan penuh kesan dalam balutan suasana Jepang,” ujarnya.

Konsep Sakura Iftar menggabungkan kekayaan kuliner Nusantara dengan sentuhan cita rasa Jepang.

Beragam pilihan menu disajikan dalam format buffet, mulai dari hidangan utama, aneka takjil khas Ramadan, live cooking, hingga pilihan dessert tradisional dan modern.

Seluruh sajian dapat dinikmati dalam suasana resort bernuansa Jepang yang dikelilingi udara pegunungan yang sejuk dan lingkungan yang asri, menciptakan pengalaman berbuka puasa yang tenang dan berkesan.

Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat, Aki No Koen juga menghadirkan promo Early Bird dengan harga spesial Rp99.000 per pax dari harga normal Rp150.000. Promo ini berlaku hingga 20 Februari 2026.

“Ramadan di Aki No Koen kami rancang lebih dari sekadar momen berbuka. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang menyatukan kuliner, suasana, budaya, dan nilai kebersamaan. Sakura Iftar menjadi simbol kehangatan, keindahan, serta keberkahan Ramadan,” tambah Imam.

Melalui peluncuran Sakura Iftar, Aki No Koen semakin menegaskan posisinya sebagai destinasi hospitality di Bogor yang tidak hanya menawarkan penginapan dan kuliner, tetapi juga pengalaman tematik yang kuat, berkarakter, dan berkelas.

Cegah Akta Cerai Palsu, PA Balikpapan Luncurkan Aplikasi Siduda

0

Bogordaily.net – Pengadilan Agama (PA) Balikpapan meluncurkan sebuah inovasi digital berupa aplikasi Sistem Informasi Duda dan Janda (Siduda).

Aplikasi ini dikembangkan untuk membantu masyarakat memastikan keaslian akta cerai dengan memanfaatkan data kependudukan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Melalui Siduda, masyarakat cukup memasukkan NIK untuk mengetahui apakah sebuah akta cerai tercatat secara resmi atau tidak.

Pasalnya, seluruh perkara perceraian yang ditangani Pengadilan Agama telah terdokumentasi menggunakan NIK, termasuk data yang tercantum dalam akta cerai.

Ketua Pengadilan Agama Balikpapan, Ahmad Fanani, menjelaskan bahwa peluncuran aplikasi ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran pihaknya terhadap maraknya peredaran akta cerai palsu yang dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Ini untuk memvalidasi akta cerai. Biasanya ada akta cerai yang masih diragukan apakah ini asli atau palsu. Nah ini bisa dideteksi dengan Siduda ini,” kata Ahmad Fanani.

Ia menambahkan, penggunaan NIK menjadi kunci utama dalam proses verifikasi keabsahan dokumen perceraian tersebut.

“Karena kan setiap perkara itu menggunakan NIK, dengan NIK inilah maka orang itu bisa terdeteksi,” pungkasnya.

Dengan hadirnya aplikasi Siduda, berharap masyarakat dapat lebih mudah melakukan pengecekan mandiri sekaligus meminimalkan penyalahgunaan dokumen hukum yang berpotensi merugikan banyak pihak.***

Respon Gerakan Indonesia ASRI, Adityawarman: Kota Bogor dari Dulu Terkenal Indah dan Nyaman

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil merespon positif Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kota Bogor dan Bogor Raya dari dulu terkenal dengan keindahan dan kenyamanannya. Kita bisa tindaklanjuti arahan beliau terkait dengan estetika dengan menata kembali ruang informasi publik dari spanduk, baliho maupun bilboard”, papar Adityawarman kepada wartawan di Kantor DPRD Kota Bogor, Rabu (4/2/2026).

Gerakan Indonesia ASRI dikenalkan Prabowo dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Prabowo mengatakan spanduk iklan berukuran besar hampir selalu dilihatnya terlalu banyak di daerah-daerah. Ia meminta Pemerintah Daerah agar menertibkannya.

“Apa yang disampaikan bapak presiden menjadi perhatian kita bersama”, ucap Adityawarman.

Adityawarman bertekad mengembalikan Kota Bogor sebagai kota yang nyaman untuk beristirahat. “Kita bisa menata dengan baik Kota Bogor sehingga bisa mengembalikan statusnya sebagai kota tempat peristirahatan yang nyaman”, pungkas legislator dari Partai Keadilan Sejahtera ini.***

Walid Lombok Divonis 16 Tahun Penjara atas Kasus Kekerasan Seksual

0

Bogordaily.net – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Mataram menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 16 tahun kepada Ahmad Faisal alias Walid Lombok.

Pimpinan yayasan salah satu pondok pesantren di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pencabulan serta persetubuhan terhadap sejumlah santriwati.

“Iya benar, terdakwa divonis pidana penjara selama 16 tahun,” ujar Humas PN Mataram, Kelik Trimargo, Jumat 6 Februari 2026.

Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Mataram, putusan tersebut merupakan akumulasi dari dua perkara terpisah yang ditangani majelis hakim, masing-masing tercatat dengan nomor 643/Pid.Sus/2025/PN Mtr dan 631/Pid.Sus/2025/PN Mtr.

Dalam perkara nomor 643/Pid.Sus/2025/PN Mtr terkait tindak pidana pencabulan, majelis hakim menyatakan Ahmad Faisal terbukti melakukan perbuatan cabul terhadap lebih dari satu korban.

Atas perbuatan tersebut, terdakwa dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara serta denda sebesar Rp10 juta subsider tiga bulan kurungan.

Selain pidana pokok, terdakwa juga diwajibkan membayar restitusi kepada empat korban dengan nominal yang berbeda-beda, yakni Rp9,85 juta, Rp10,77 juta, Rp9 juta, dan Rp5,37 juta.

Apabila kewajiban restitusi tersebut tidak dipenuhi, maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Sementara itu, dalam perkara nomor 631/Pid.Sus/2025/PN Mtr yang berkaitan dengan tindak pidana persetubuhan, Ahmad Faisal dinyatakan terbukti menggunakan tipu muslihat dan bujuk rayu terhadap anak untuk melakukan persetubuhan, dengan jumlah korban lebih dari satu orang.

Dalam perkara ini, majelis hakim menjatuhkan hukuman sembilan tahun penjara serta denda Rp10 juta subsider 10 hari kurungan.

Tak hanya itu, terdakwa juga dibebankan kewajiban membayar restitusi kepada lima korban sebagaimana perhitungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) tertanggal 7 Oktober 2025.

Rinciannya masing-masing sebesar Rp120,6 juta, Rp120,65 juta, Rp120,38 juta, Rp120,33 juta, dan Rp123 juta.

Jika tidak dibayarkan, kewajiban tersebut diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Fakta persidangan mengungkap, perbuatan keji yang dilakukan Walid Lombok berlangsung dalam rentang waktu panjang, yakni sejak 2016 hingga 2023.

Pelaku memanfaatkan posisinya sebagai tokoh agama yang disegani di lingkungan pondok pesantren untuk melancarkan aksinya.

Berbagai modus digunakan, mulai dari mendatangi korban saat berada di kamar tidur, melakukan sentuhan pada bagian tubuh sensitif, hingga menggunakan dalih mistis dengan mengaku melihat “bayangan putih” di tubuh korban.

Sejumlah korban juga mengaku dipaksa meminum ludah pelaku dengan alasan agar kelak memiliki keturunan yang membawa penerangan bagi lingkungan tempat tinggal mereka.

Sebelumnya, perwakilan Koalisi Stop Kekerasan Seksual, Joko Jumadi, mengungkapkan bahwa jumlah korban dalam kasus ini diduga mencapai puluhan orang dan sebagian besar merupakan alumni pondok pesantren tersebut.

Menurutnya, keberanian para korban untuk mengungkapkan pengalaman mereka muncul setelah menonton serial asal Malaysia berjudul Bidah.***

Eva Rudy Susmanto Tekankan Pentingnya Peran PKK di Era Digital dan Sinergi Sukseskan Program PKK

0

Bogordaily.net – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto menekankan kepada seluruh jajarannya agar bijak menghadapi era digital, serta berperan aktif menciptakan sinergi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya pada Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Manajemen Pengurus serta Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Bogor yang digelar di Cibinong, Senin 9 Februari 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para Ketua TP PKK Kecamatan, pengurus, serta perwakilan PKK dari seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Hadir Ketua IKIAD Kabupaten Bogor, Ketua Kadin Kabupaten Bogor, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, dan perwakilan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bogor.

Kegiatan diisi materi dari narasumber, Dr. Yane Ardian Bima Arya. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kepemimpinan serta manajemen pengurus PKK di seluruh kecamatan se-Kabupaten Bogor

Ketua TP PKK Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto menekankan bahwa di era digital saat ini, para pengurus PKK harus semakin bijak dalam menyikapi arus informasi yang begitu terbuka.

Ia mengingatkan pentingnya memilah dan memilih konten yang layak dibagikan kepada publik, agar tidak menimbulkan dampak negatif dan tetap sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung PKK.

“Keberhasilan pelaksanaan program-program PKK tidak hanya ditentukan oleh ketua atau pengurus inti saja, tetapi oleh seluruh unsur, mulai dari pengurus, kader, hingga para penyuluh di lapangan,” ujar Eva.

Eva juga menegaskan bahwa gerakan PKK membutuhkan pribadi-pribadi yang memiliki jiwa kerelawanan dan bekerja dengan tulus untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Bogor tanpa pamrih.

Menurutnya, apa yang ditanam hari ini dalam bentuk kebaikan, kelak akan kembali sebagai kebaikan pula.

“Saya mengajak seluruh pengurus untuk terus berjalan bersama demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” tandas Eva.

Eva berharap kegiatan tidak berhenti sebagai seremonial semata, melainkan mampu memberikan dampak nyata.

Para peserta diminta untuk menularkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh kepada PKK di tingkat desa, sehingga sinergi antara desa, kecamatan, dan kabupaten dapat terus terjaga dengan baik.

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan pengurus PKK di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa yang terus konsisten mendukung program-program PKK,” ungkap Eva.

Ia menambahkan, Ketua TP PKK Kecamatan harus mampu mengayomi, menenangkan, dan menghadirkan solusi bagi anggotanya.

Komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan program-program PKK.***