Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 43

Pesan Dedie untuk Pemudik : Jangan Kembali Bawa Sanak Keluarga ke Bogor, Heurin!

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, memberikan pesan pentingnya kepada para peserta mudik gratis di Alun-Alun Kota Bogor, Senin 16 Maret 2026.

Ia mengatakan dalam sambutannya, para pemudik yang berangkat ke kampung halamannya, agar tidak membawa sanak saudara saat kembali ke Kota Bogor.

“Mudah-mudahan kembali ke Bogor jangan bawa sanak keluarga ya, nanti Bogor tambah padet tambah heurin (sempit),” ujar Dedie disambut gelak tawa para peserta mudik.

Dedie menambahkan, jika para pemudik kembali ke Bogor membawa sanak keluarga mereka, nantinya akan membuat bingung untuk menempatkan warga yang datang.

Yang terpenting, kata Dedie, warga yang mudik ke kampung halaman masing-masing, sampai tujuan dengan selamat dan sehat.

“Bapak- ibu yang mudik mudah-mudahan kembali ke Bogor dengan selamat,” kata Dedie

Dedie juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif Polresta Bogor Kota yang mengadakan mudik gratis.

Menurutnya, kepedulian Polri kali ini sangat komprehensif, mencakup aspek keberangkatan hingga pengamanan aset warga yang ditinggal mudik.

“Fasilitas ini adalah bukti nyata kepedulian Polri. Bukan hanya menyiapkan kendaraan mudik, tetapi Polresta Bogor Kota juga menyiapkan tempat penitipan kendaraan roda dua dan roda empat di seluruh fasilitas milik Polri bagi warga yang pulang kampung,” jelas Dedie.***

Muhammad Irfan Ramadan

Siaga Lebaran 2026, PLN UID Jawa Barat Kerahkan 4.993 Personel Jaga Keandalan Pasokan Listrik

0

Bogordaily.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat melaksanakan Siaga Idulfitri 1447 Hijriah pada periode 16–31 Maret 2026 dengan mengerahkan ribuan personel dan berbagai peralatan pendukung guna memastikan keandalan pasokan listrik selama masa mudik dan perayaan Lebaran.

Selama periode siaga tersebut, PLN UID Jawa Barat memastikan sistem kelistrikan dalam kondisi aman dengan daya mampu pasok sebesar 16.106 megawatt (MW). Beban puncak tertinggi diproyeksikan terjadi pada 30 Maret 2026 sebesar 8.085 MW, sehingga masih tersedia cadangan daya sekitar 8.021 MW.

Sementara itu, pada Hari Raya Idulfitri yang diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026, beban puncak diproyeksikan mencapai 5.139 MW dengan cadangan daya sebesar 10.967 MW. Dengan kondisi tersebut, PLN memastikan pasokan listrik di wilayah Jawa Barat berada dalam kondisi cukup dan andal.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyampaikan bahwa PLN telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan selama masyarakat menjalankan ibadah Ramadan hingga merayakan Idulfitri.

“PLN UID Jawa Barat menggelar Siaga Idulfitri dengan mengerahkan seluruh sumber daya terbaik. Kami berkomitmen memastikan pasokan listrik tetap andal dan berkualitas agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idulfitri dengan nyaman,” ujar Sugeng.

Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, PLN UID Jawa Barat menyiagakan 4.993 personel yang akan bertugas selama 24 jam. Personel tersebut didukung 437 unit mobil operasional serta 247 unit sepeda motor guna mempercepat respons penanganan apabila terjadi gangguan kelistrikan.

Selain itu, PLN juga menyiagakan berbagai peralatan pendukung, di antaranya 112 unit genset, 124 unit Unit Gardu Bergerak (UGB), 10 unit Unit Kabel Bergerak (UKB), 32 unit UPS, serta 23 unit crane untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan.

Sebagai pusat koordinasi selama periode siaga, PLN UID Jawa Barat juga mendirikan 289 posko siaga yang tersebar di seluruh wilayah kerja.

Pengamanan pasokan listrik turut difokuskan pada 545 lokasi prioritas, yang meliputi 132 lokasi tempat ibadah, 205 instansi dan objek vital, 67 titik transportasi, 114 lokasi wisata, serta 27 rest area yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas selama arus mudik dan libur Lebaran.

Sugeng menambahkan bahwa seluruh personel PLN bersiaga penuh selama 24 jam guna memastikan sistem kelistrikan tetap andal sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang.

“Momentum Lebaran adalah saat yang sangat penting bagi masyarakat. Karena itu seluruh petugas PLN bersiaga penuh untuk menjaga listrik tetap andal selama periode Siaga Idulfitri,” tutup Sugeng.***

Direktur Distribusi PLN Tinjau SPKLU di Jalur Mudik Tol Trans Jawa, Pastikan Pemudik Kendaraan Listrik Aman hingga Tujuan

0

Bogordaily.net – Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, melakukan peninjauan langsung kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur Tol Trans Jawa, tepatnya di Rest Area KM 102A dan Rest Area KM 228A pada Senin (16/3).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik bagi para pemudik pengguna electric vehicle (EV) yang diprediksi meningkat selama periode mudik Lebaran tahun ini. Dalam peninjauan tersebut, Arsyadany memeriksa langsung kesiapan peralatan SPKLU, sistem operasional, hingga kesiapsiagaan petugas di lapangan.

Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri menegaskan bahwa PLN terus memperkuat kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di jalur strategis mudik guna memastikan perjalanan pengguna kendaraan listrik berlangsung aman dan nyaman.

“PLN memastikan SPKLU di jalur tol dan rest area yang menjadi lintasan utama pemudik siap beroperasi dengan optimal. Kami ingin memastikan pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan mudik dengan tenang tanpa kekhawatiran terkait ketersediaan fasilitas pengisian daya,” ujar Arsyadany.

Selain memperkuat infrastruktur, PLN juga meningkatkan dukungan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Salah satunya melalui fitur Trip Planner yang membantu pengguna kendaraan listrik merencanakan perjalanan dengan menampilkan lokasi SPKLU terdekat, estimasi jarak tempuh, serta rekomendasi titik pengisian daya di sepanjang rute perjalanan.

PLN Mobile juga dilengkapi fitur Antreev yang memungkinkan pengguna kendaraan listrik memantau kondisi antrean di SPKLU secara real time. Dengan fitur ini, pemudik dapat mengetahui ketersediaan charger di suatu lokasi dan memilih SPKLU yang lebih sepi sehingga perjalanan menjadi lebih efisien dan nyaman.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, yang turut mendampingi kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kesiapan SPKLU di Jawa Barat terus ditingkatkan untuk mengantisipasi lonjakan perjalanan kendaraan listrik saat mudik Lebaran.

“Jumlah SPKLU di Jawa Barat saat ini meningkat sekitar 1,4 kali lipat dibandingkan periode mudik Lebaran 2025. Dengan penambahan infrastruktur tersebut, jarak antar SPKLU juga semakin dekat sehingga memudahkan pengguna kendaraan listrik saat melakukan perjalanan jarak jauh,” ujar Sugeng.

Ia menjelaskan bahwa pada periode mudik Lebaran tahun 2025, jarak rata-rata antar SPKLU di jalur strategis mencapai sekitar 29 kilometer, sedangkan pada tahun ini jaraknya menjadi lebih dekat, yaitu sekitar 28 kilometer.

Selain memastikan kesiapan infrastruktur, PLN juga menyiagakan petugas selama 24 jam di berbagai titik SPKLU untuk memastikan layanan pengisian kendaraan listrik berjalan lancar selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kesiapan fasilitas ini turut dirasakan langsung oleh pengguna kendaraan listrik. Salah satu pemilik kendaraan listrik, Rizky Pranata, yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Jawa Tengah mengaku semakin percaya diri melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan listrik.

“Sekarang perjalanan jauh dengan mobil listrik jauh lebih nyaman karena SPKLU sudah banyak tersedia di rest area. Dengan bantuan fitur Trip Planner dan Antreev di PLN Mobile, saya bisa merencanakan titik pengisian dan melihat kondisi antrean sebelum tiba di lokasi,” ujarnya.

PLN terus memperkuat infrastruktur kendaraan listrik di berbagai jalur utama untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Dengan kesiapan SPKLU yang semakin luas dan terintegrasi dengan layanan digital, PLN optimistis perjalanan mudik pengguna kendaraan listrik pada Idulfitri tahun ini dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar.***

Forkopimda Kota Bogor Lepas 300 Pemudik Tujuan Semarang dan Cilacap

0

Bogordaily.net-Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) Kota Bogor, melepas sebanyak 300 pemudik di Jalan Dewi Sartika, Alun-Alun Kota Bogor, pada Senin 16 Maret 2026.

Para pemudik tersebut berangkat menggunakan enam bus yang bertujuan ke wilayah Semarang dan Cilacap, Jawa Tengah.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa, mudik gratis tersebut diadakan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada warga yang hendak pulang ke kampung halaman.

“Tentunya mudik gratis ini merupakan bentuk nyata kepedulian forkopimda Kota Bogor terhadap warga,” kata Dedie A. Rachim

Dedie juga berpesan kepada para sopir bus yang membawa para pemudik, agar mengemudikan kendaraan mereka dengan tertib dan taat peraturan lalu-lintas di jalanan.

“Para sopir yang mengemudikan kendaraan, selalu waspada dan hati-hati di jalan. Jangan sampai warga Kota Bogor ini tersakiti oleh cara mengemudi yang kurang baik,” jelas Dedie

Ia berharap program mudik gratis yang diadakan Polresta Bogor Kota tersebut bisa mengurangi beban masyarakat, terlebih dalam hal ongkos kendaraan untuk pulang ke kampung halaman.

Sementara itu Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, menambahkan, program mudik gratis yang diadakan untuk warga, merupakan bentuk pengabdian bahwa polri selalu hadir untuk masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan transportasi, melainkan langkah mitigasi untuk memberikan kemudahan dan keselamatan bagi masyarakat.

“Ini adalah langkah mitigasi untuk memudahkan keberangkatan warga ke kampung halaman, sekaligus mencegah hal-hal yang tidak kita harapkan selama di perjalanan,” ujar Rio Wahyu Anggoro dalam sambutannya.

Ia menambahkan, persiapan teknis telah dilakukan secara matang, termasuk pemeriksaan kesehatan bagi para pengemudi bus.

“Kami juga menyiapkan takjil dan makanan yang disiapkan oleh Ibu Ketua Bhayangkari agar masyarakat bisa langsung berangkat dengan nyaman. Ini adalah wujud cinta dan kasih sayang pemerintah serta kepolisian kepada masyarakat Kota Bogor,” tutup Rio.***

Muhammad Irfan Ramadan

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadhan bersama 400 Pekerja Layanan Publik

0

Bogordaily.net – BAZNAS Kota Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor dan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggelar kegiatan Berbagi Ramadhan bagi para pekerja layanan publik di lingkungan Kota Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid At-Taqwa Balaikota Bogor pada Senin, 16 Maret 2026.

Sebanyak 400 orang penerima manfaat hadir dalam kegiatan tersebut yang terdiri dari para pekerja yang selama ini berperan penting menjaga kebersihan dan pelayanan dasar kota, yaitu:
100 orang Penyapu Jalanan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Bogor.
100 orang Penjaga Taman dan Petugas Kebersihan dari Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor.
200 orang Pekerja Harian Lepas dari PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi dan kepedulian kepada para pekerja yang setiap hari berkontribusi menjaga kebersihan serta pelayanan publik di Kota Bogor.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ibu Wali Kota Bogor, Yantie Rachim, Ketua BAZNAS Kota Bogor Subhan Murtadla, Wakil Ketua BAZNAS Romdoni, Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan, serta Plt Kabag Kesra Kota Bogor Saefullah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Bogor Subhan Murtadla menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan yang bertujuan menghadirkan kebahagiaan bagi para pekerja yang selama ini berkontribusi menjaga wajah Kota Bogor.

“Kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Kota Bogor, dan PDAM Tirta Pakuan untuk memberikan perhatian kepada para pekerja yang memiliki peran besar dalam menjaga kebersihan dan pelayanan kota. Semoga bantuan ini dapat memberikan kebahagiaan serta keberkahan di bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Sementara itu, Istri Wali Kota Bogor Yantie Rachim mengapresiasi sinergi antara BAZNAS, Pemerintah Kota Bogor, dan PDAM Tirta Pakuan dalam menghadirkan program sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bentuk penghargaan kepada para pekerja lapangan yang selama ini bekerja keras menjaga kebersihan, taman kota, serta pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Program Berbagi Ramadhan ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan suci Ramadhan, sebagai wujud kepedulian dan semangat gotong royong dalam membantu masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di Kota Bogor.***

Bupati Bogor Minta Masyarakat Kabupaten Bogor Lapor RT atau RW saat Hendak Pergi Mudik

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto meminta kepada masyarakat Kabupaten Bogor untuk melapor kepada RT atau RW saat hendak pergi mudik.

Hal tersebut kata Rudy, dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminal yang kerap terjadi saat rumah ditinggal mudik.

“Bagi masyarakat Kabupaten Bogor yang mudik ke kampung halaman untuk menyampaikan informasi melaporkan kepada RT RW setempat,” kata Rudy Susmanto, Senin 16 Maret 2026.

Kemudian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan berkoordinasi dengan Forkopimda akan senantiasa melaksanakan patroli di wilayah.

“Sehingga seluruh warga masyarakat yang meninggalkan tempat tinggalnya terdata di wilayah masing-masing dan kami dengan forum koordinasi pimpinan daerah melakukan patroli,” jelasnya.

Patroli tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, saat ditinggal ke kampung halaman.

“Patroli baik di tingkat Kabupaten Bogor tingkat Kecamatan maupun tingkat pemerintah desa sehingga warga yang pulang ke kampung halaman untuk mudik Insya Allah kita sama-sama menjaga rumah dan barang-barang yang ditinggalkan,” ungkap Rudy.

(Albin)

Jelang Mudik Lebaran, Polres Bogor Ramp Check 15 Bus di Cibinong hingga Periksa Kesehatan Sopir

Bogordaily.net – Polres Bogor melaksankaan ramp check 15 kendaraan bus jelang mudik lebaran di PO Medal Jaya, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Senin 16 Maret 2026.

Kasat Lantas Polres Bogor Iptu Afif Widhi Ananto menjelaskan bahwa pihaknya, bersama Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan Jasa Raharja mengecek berbagai komponen dan kesiapan kendaraan jelang mudik lebaran.

“Hari ini yang dilakukan ramcek ada 15 kendaraan (bus). Tadi kita temukan salah satu hasil pengecekannya, kita temukan ada beberapa kendaraan yang belum melengkapi komponen-komponen yang seharusnya dilengkapi,” kata Iptu Afif, Senin 16 Maret 2026.

Menurut Afif, dalam ramp check tersebut beberapa kendaraan belum memiliki beberapa kelengkapan apar dan keamanan untuk pengemudi yang belum terpasang dengan baik.

“Contohnya belum ada alat pemadam kebakaran ringan, seatbelt di tempat pengemudi belum terpasang dengan baik,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya bersama Dishub meminta para pengemudi atau sopir untuk melengkapi berbagai persyaratan terlebih dahulu, sebelum berangkat mudik.

“Untuk itu kendaraan yang belum memenuhi persyaratan kita perintahkan untuk melengkapi dulu baru setelah itu mendapatkan stiker layak dari Dinas Perhubungan,” ujar Afif.

Selain cek kendaraan, pihaknya juga turut melaksanakan tes urine dan juga cek kesehatan secara gratis kepada sejumlah pengemudi bus.

“Selain kepada kendaraan, kita juga melakukan pengecekan kepada pengemudi berupa pengecekan kesehatan yaitu tensi, gula dan juga pengecekan narkoba supaya untuk menjamin bahwa kendaraan siap, pengemudi siap dalam rangka untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat dalam mudik lebaran tahun 2026 ini,” ungkapnya.

(Albin)

Tebar Keberkahan Ramadhan, Srikandi PLN UP3 Bogor Berbagi Bingkisan untuk Masyarakat

0

Bogordaily.net – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 H, Srikandi PLN UP3 Bogor menggelar kegiatan sosial dengan menyalurkan bingkisan Ramadhan kepada warga di sekitar kantor PLN UP3 Bogor, 16 Maret 2026.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen PLN untuk hadir tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan manfaat nyata.

Bingkisan Ramadhan yang disalurkan berisi kebutuhan pokok yang diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama menjalankan ibadah puasa.

Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara PLN dengan masyarakat sekitar, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah, memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat, serta meningkatkan rasa empati dan kepedulian insan PLN terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam membantu pemenuhan kebutuhan sehari-hari selama Ramadhan.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan nilai lebih bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan Srikandi PLN berbagi ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat dan turut merasakan kebahagiaan di bulan Ramadhan. Semoga bingkisan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan kebutuhan warga,” ujar Gumelar.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Sugeng Widodo, mengapresiasi inisiatif Srikandi PLN UP3 Bogor dalam menyelenggarakan kegiatan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Kegiatan ini mencerminkan nilai kepedulian dan semangat berbagi yang menjadi bagian dari budaya PLN. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di momen Ramadhan yang penuh berkah,” ungkap Sugeng.

Melalui kegiatan ini, PLN berharap dapat terus mempererat hubungan dengan masyarakat serta memberikan kontribusi positif dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh kepedulian.

PLN berkomitmen untuk tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga memberikan dampak sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.***

Cetak Wirausaha Muda di Bogor, Masuda Rukost Lahirkan Produk Inovasi “BataGoals” di Ramadhan Fest 2026

Bogordaily.net – Gelaran Ramadhan Fest 2026 yang diselenggarakan Masuda Rukost tidak hanya menjadi ajang berbagi sembako, tetapi juga menjadi saksi lahirnya bibit-bibit pengusaha baru dari kalangan mahasiswa.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah kemunculan produk kuliner inovatif bernama “BataGoals”.

Berbeda dengan batagor pada umumnya, BataGoals menawarkan konsep unik berupa batagor dengan siraman kuah creamy keju dan tambahan topping ayam suwir di dalamnya.

Produk kreatif ini digawangi oleh empat penghuni Masuda, yakni Rayana, Mumtaz, Mayra, dan Galuh.

Kehadiran BataGoals di tengah festival menjadi simbol bahwa Masuda Rukost bertransformasi menjadi wadah pengembangan ide dan keberanian bagi para penghuninya, atau yang akrab disapa MASUDAwan dan MASUDAwati.

Latihan Mental Kewirausahaan Bagi para kreatornya, momen Ramadan ini bukan sekadar ajang mencari keuntungan musiman. Ramadhan Fest menjadi laboratorium hidup untuk menguji mentalitas kewirausahaan mereka di lapangan.

“Ini bukan hanya soal jualan, tapi latihan mental. Kami belajar berani memulai, menawarkan produk, hingga menerima kritik langsung dari pasar,” ujar salah satu tim perumus BataGoals, Senin 16 Maret 2026.

Di Masuda, para mahasiswa didorong untuk tidak hanya terpaku pada teori kewirausahaan di bangku kuliah, melainkan langsung mempraktikkannya dalam ekosistem hunian yang suportif.

Ekosistem Kreatif di Bogor Manajemen Masuda Land melalui Ramadhan Fest ingin membuktikan bahwa hunian mahasiswa bisa menjadi tempat lahirnya inovasi.

Dengan memberikan ruang bagi produk seperti BataGoals, Masuda berupaya menciptakan lingkungan yang membantu mahasiswa bertumbuh secara finansial dan mental.

Sementara itu, kesuksesan BataGoals dalam menyita perhatian pengunjung festival diharapkan mampu memicu semangat penghuni lain untuk mulai berani mengeksekusi ide bisnis mereka sendiri, menjadikan Masuda Rukost sebagai rumah bagi para calon pengusaha muda di Bogor.

(Albin)

Arus Mudik Lebaran 2026, Dinkes Kota Bogor Siapkan Puluhan Fasilitas Kesehatan dan Posko Medis

0

Bogordaily.net – Menyambut periode arus mudik hingga arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal bagi masyarakat.

Kesiapan ini mencakup penyediaan fasilitas kesehatan siaga, pembentukan pos pelayanan kesehatan sementara di titik keramaian, hingga penguatan sistem penanganan gawat darurat selama masa libur Lebaran.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan layanan kesehatan akibat tingginya mobilitas masyarakat selama masa mudik.

Puluhan Rumah Sakit dan Puskesmas Disiagakan

Selama periode arus mudik, hari H Lebaran, hingga arus balik, Dinas Kesehatan Kota Bogor memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di berbagai wilayah kota.

Sebanyak 22 rumah sakit dan 25 puskesmas disiagakan untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.

Selain itu, layanan Public Safety Center (PSC) 119 juga diaktifkan guna mempercepat penanganan kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat.

Dalam operasionalnya, sedikitnya 212 tenaga kesehatan dikerahkan untuk mendukung pelayanan di berbagai titik.

Dukungan armada juga disiapkan berupa:

  • 25 unit ambulans di puskesmas
  • 4 unit ambulans di PSC
  • 6 ambulans motor

Armada tersebut diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi maupun rujukan pasien ke fasilitas kesehatan terdekat.

Pos Kesehatan Didirikan di Titik Strategis

Selain memaksimalkan fasilitas kesehatan yang sudah ada, Dinas Kesehatan juga mendirikan sejumlah pos pelayanan kesehatan sementara yang disesuaikan dengan lokasi posko kepolisian.

Pos kesehatan tersebut ditempatkan di beberapa titik strategis yang diprediksi menjadi pusat aktivitas masyarakat selama masa mudik, antara lain:

  • Pos Terminal Baranangsiang (wilayah Bogor Timur)
  • Pos Simpang Yasmin (wilayah Tanah Sareal)
  • Pos Simpang Bubulak (wilayah Bogor Barat)
  • Pos Simpang BORR (wilayah Bogor Utara)
  • Pos Eks Bogor Plaza (wilayah Bogor Tengah)
  • Pos PDAM (wilayah Bogor Timur)
  • Pos Simpang Empang (wilayah Bogor Selatan)

Setiap pos kesehatan dilengkapi tenaga medis yang terdiri dari satu perawat, satu pengemudi ambulans, serta dokter yang bersiaga secara on call.

Adapun jam operasional pos kesehatan dibagi menjadi dua shift, yaitu:

  • Shift pertama: pukul 08.00 – 14.00 WIB
  • Shift kedua: pukul 14.00 – 21.00 WIB

Dinas Kesehatan juga menyiapkan sistem rujukan berjenjang untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan sesuai tingkat keparahan kondisi medis.

Pasien dengan kondisi cedera berat atau kegawatdaruratan, seperti perdarahan hebat, patah tulang terbuka, cedera kepala, luka bakar berat, hingga trauma akibat kecelakaan lalu lintas akan dirujuk langsung ke rumah sakit.

Sementara itu, pasien dengan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti tes laboratorium sederhana, observasi medis, atau kebutuhan resep obat tertentu akan dirujuk ke puskesmas.

Puskesmas dengan UGD 24 Jam

Beberapa puskesmas di Kota Bogor juga disiagakan dengan layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam, yaitu:

  • Puskesmas Pasir Mulya (Korwil Bogor Barat)
  • Puskesmas Tanah Sareal (Korwil Tanah Sareal)
  • Puskesmas Bogor Timur (Korwil Bogor Timur)
  • Puskesmas Bogor Utara (Korwil Bogor Utara)
  • Puskesmas Bogor Tengah (Korwil Bogor Tengah)
  • Puskesmas Cipaku (Korwil Bogor Selatan)

Selain itu, 21 puskesmas juga disiapkan untuk memberikan layanan persalinan selama 24 jam.

Sementara untuk pelayanan puskesmas reguler selama masa cuti bersama tetap berjalan dengan sistem piket.

Meski pelayanan administratif di kantor Dinas Kesehatan Kota Bogor akan ditutup pada 18 hingga 24 Maret 2026, layanan pembiayaan kesehatan tetap tersedia secara daring.

Dinas Kesehatan juga memastikan keberlanjutan pembiayaan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui koordinasi dengan BPJS Kesehatan serta fasilitas kesehatan terkait.

Program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) juga tetap memberikan perlindungan bagi masyarakat miskin Kota Bogor, termasuk dalam kasus tertentu seperti:

  • Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)
  • Korban kekerasan
  • Korban bencana
  • Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)
  • Kejadian luar biasa penyakit tertentu

Selama masa libur Lebaran, penanganan korban kecelakaan lalu lintas juga memiliki mekanisme pembiayaan khusus.

Untuk kecelakaan yang melibatkan lebih dari satu kendaraan, penjamin utama adalah Jasa Raharja dengan plafon maksimal Rp20 juta, sementara BPJS Kesehatan menjadi penjamin lanjutan.

Adapun kecelakaan tunggal dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan dengan syarat kepesertaan aktif serta adanya surat keterangan dari kepolisian.

Selama masa libur Lebaran, Dinas Kesehatan juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) maupun wabah penyakit.

Beberapa penyakit yang menjadi fokus pengawasan antara lain:

  • Keracunan makanan
  • Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
  • Infeksi emerging

Pemantauan dilakukan melalui penguatan sistem surveilans di puskesmas dan rumah sakit serta pelaporan harian kasus suspek penyakit seperti campak.

Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi Bus

Untuk meningkatkan keselamatan perjalanan mudik, Dinas Kesehatan Kota Bogor juga menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi bus.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (KLLAJ).

Skrining kesehatan dilakukan di beberapa pool bus seperti:

  • Pool Bus Lorena
  • Pool Bus Murnijaya Bubulak
  • Pool Bus Sinar Jaya
  • Pool Bus Gunung Harta
  • Selain itu, pemeriksaan kelaikan berkendara juga dilakukan di:
  • Terminal Baranangsiang
  • Terminal Bubulak
  • Pemeriksaan tersebut meliputi:
  • Pengukuran tekanan darah
  • Pemeriksaan gula darah
  • Tes alkohol
  • Tes narkotika melalui urin
  • Pemeriksaan kadar kolesterol

Hasil pemeriksaan akan menentukan apakah pengemudi layak berkendara, layak dengan catatan, atau tidak layak berkendara.

Imbauan untuk Masyarakat

Dinas Kesehatan Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan selama masa mudik Lebaran.

Apabila terjadi keadaan darurat atau kecelakaan, masyarakat dapat segera menghubungi PSC 119 untuk mendapatkan pertolongan cepat.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh selama perjalanan dengan cara:

  • Beristirahat secara berkala
  • Mengonsumsi makanan bergizi
  • Minum air putih yang cukup
  • Tidak memaksakan diri mengemudi saat lelah atau mengantuk

Masyarakat juga diingatkan untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mencegah penularan penyakit selama masa libur Lebaran.

Dengan kesiapan fasilitas kesehatan dan dukungan berbagai pihak, diharapkan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dan aktivitas Lebaran dengan aman serta tetap menjaga kesehatan.