Home Blog Page 50

Kim Hawt Siapa? Ini Sosok Manajer Artis yang Viral Usai Diduga Punya Utang hingga Puluhan Juta

0

Bogordaily.net – Nama Kim Hawt kembali menjadi sorotan publik setelah viralnya sebuah unggahan di media sosial Threads yang menyinggung dugaan utang senilai puluhan juta rupiah.

Sosok yang dikenal sebagai manajer artis sekaligus selebgram tersebut mendadak ramai diperbincangkan setelah disebut telah lama menghilang dari media sosial.

Perbincangan mengenai Kim Hawt bermula dari unggahan akun Threads @vdps14 yang mengaku sedang menagih utang kepada dirinya.

Dalam unggahan yang viral itu, akun tersebut juga membagikan foto Kim Hawt saat berada di kabin pesawat business class sambil membawa tas mewah.

Unggahan tersebut kemudian memancing perhatian luas dari warganet karena berisi sindiran terkait dugaan utang yang disebut belum dibayarkan selama hampir satu tahun.

“Hai Kim! Rasanya aku sudah cukup muak dengan segala alasanmu dan mode menghilangmu yang seperti ninja ituh, naik business class, tenteng tas kremes, bisa kau ya. Bayar hutang 30 juta gak bisa kau ya Kimmy. Udah hampir setahun loh, yuk para korban meluncur yuk di utas inih yuk. Keknya kurang viral jadi kurangd uit dia, perlu ku mention semua korbanmu kah Kim?,” tulis akun tersebut, dikutip Kamis 21 Mei 2026.

Viralnya unggahan tersebut membuat banyak pengguna media sosial mulai penasaran mengenai identitas asli Kim Hawt, termasuk biodata, agama, hingga perjalanan kariernya di dunia hiburan Indonesia.

Siapa Sebenarnya Kim Hawt?

Hingga saat ini, identitas lengkap Kim Hawt memang belum banyak dipublikasikan secara terbuka.

Informasi mengenai nama asli, tempat lahir, maupun detail kehidupan pribadinya masih tergolong minim diketahui publik.

Meski begitu, Kim Hawt pernah menjelaskan alasan dirinya tidak menggunakan nama asli saat tampil di publik dalam sebuah video di kanal YouTube Langit Entertainment.

Dalam pernyataannya, ia mengaku pernah mendapat ramalan yang menyebut nama aslinya dianggap tidak membawa keberuntungan dalam hidupnya.

Karena alasan itulah, dirinya memilih menggunakan nama Kim Hawt sebagai identitas publik.

Berdasarkan sejumlah informasi yang beredar, Kim Hawt diketahui lahir pada tahun 1990.

Artinya, pada tahun 2026 usianya diperkirakan sekitar 36 tahun. Selain itu, Kim Hawt juga diketahui menganut agama Islam.

Nama Kim Hawt sebenarnya sudah cukup lama dikenal di industri hiburan Tanah Air. Ia disebut pernah menjadi manajer bagi sejumlah artis ternama Indonesia.

Beberapa nama publik figur yang pernah dikaitkan dengannya antara lain Syahrini, Vanessa Angel, hingga Dewi Sanca.

Selain aktif sebagai manajer artis, Kim Hawt juga dikenal cukup aktif di media sosial sebagai selebgram dan figur hiburan.

Kontennya di media sosial sempat menarik perhatian publik karena gaya hidup dan pergaulannya di dunia entertainment.

Sempat Terseret Beberapa Dugaan Kasus

Dalam beberapa tahun terakhir, nama Kim Hawt juga beberapa kali menjadi sorotan publik karena terseret dugaan kasus yang ramai diperbincangkan.

Pada tahun 2022, ia sempat dikabarkan memiliki kebiasaan berutang kepada sejumlah figur publik dan selebriti.

Kemudian pada tahun 2024, namanya kembali muncul dalam dugaan kasus penipuan terhadap seorang perempuan bernama Siti Marlina.

Dalam kasus tersebut, korban disebut mengalami kerugian hingga Rp7 juta.

Kasus itu pun sempat ramai dibahas di media sosial maupun portal berita hiburan nasional.

Kini, viralnya unggahan terbaru di Threads kembali membuat nama Kim Hawt menjadi perhatian warganet dan memicu berbagai komentar di media sosial.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Kim Hawt terkait unggahan viral mengenai dugaan utang tersebut.***

Detik-Detik Mengerikan! Wanita Muda Dibuang di Jalan Sholeh Iskandar Bogor Terekam CCTV

0

Bogordaily.net – Ada malam yang tak benar-benar tidur di Kota Bogor. Sabtu dini hari (23/5/2026), kamera CCTV lalu lintas merekam sesuatu yang membuat bulu kuduk berdiri: seorang wanita diduga menjadi korban tindak kejahatan, lalu dibuang begitu saja di pinggir jalan.

Lokasinya di kawasan Jalan Sholeh Iskandar, tepat di sekitar Simpang Yasmin arah BCC. Dalam rekaman yang kini beredar luas, tubuh korban dilempar dari atas jalan layang dan tergeletak di tepi jalan, seolah-olah bukan manusia, melainkan barang yang dibuang diam-diam di tengah sepinya malam.

Warga yang melintas menjadi saksi pertama. Mereka bukan hanya kaget, tapi juga spontan bergerak. Korban segera dievakuasi dan dilaporkan kepada pihak berwenang. Di titik itu, malam berubah menjadi kepanikan kecil yang menyebar cepat dari mulut ke mulut.

Korban kemudian diketahui mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuhnya. Ia sempat dilarikan ke RS Hermina Yasmin untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, upaya penyelamatan tidak mampu menahan kondisi yang sudah terlalu parah.

Nyawa korban akhirnya tidak tertolong. Di ruang perawatan rumah sakit itu, kehidupan yang sempat berjuang di antara sirine dan alat medis, harus berhenti lebih cepat dari yang seharusnya.

Tapi kejahatan tidak pernah bertahan lama. Pelakunya langsung tertangkap. Penangkapannya tidak sunyi. Justru dramatis. Ada kejar-kejaran. Ada kepanikan. Dan akhirnya, ada borgol yang mengunci.

Warga hanya bisa menyaksikan. Seperti menonton potongan film yang tiba-tiba menjadi nyata di depan mata.

Pelaku kemudian langsung digelandang petugas.

Di balik peristiwa penangkapan itu, ada kisah yang lebih gelap. Dan dimulai dari satu temuan dini hari.

Peristiwa ini bermula dari sini. Seorang wanita ditemukan tergeletak di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (23/5) dini hari.

Kompol Doddy Rosjadi Kapolsek Tanah Sareal menjelaskan, polisi menerima laporan sekitar pukul 01.15 WIB. Saat itu, korban ditemukan tanpa identitas, tanpa barang pribadi.

“Korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan. Saat ditemukan, tidak ada identitas maupun barang pribadi yang melekat pada korban,” ujarnya.

Polisi bergerak cepat. TKP diperiksa. Tim Inafis Polresta Bogor Kota turun. Sidik jari menjadi kunci. Dari situ, identitas korban akhirnya terungkap: seorang wanita berinisial AAA (52), warga Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Setelah nama ditemukan, alamat keluarga dicari. Dari rumah ketua RT, jejak itu mengarah ke rumah duka yang masih belum percaya.

Keluarga kemudian mengungkap bahwa korban sempat pamit keluar rumah sekitar pukul 22.00 WIB. Katanya mau ngopi. Hanya itu. Bersama seorang teman. Naik mobil Toyota Yaris oranye bernopol B 2903 SKK.

Kini, polisi masih menunggu hasil pendalaman. Motif belum dipastikan. Kronologi lengkap masih disusun satu per satu seperti puzzle yang belum selesai.

Dan di tengah semua itu, satu hal sudah jelas: pelaku sudah tidak lagi bebas di jalan yang sama tempat semuanya bermula.***

BRI bersama Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif di Bali Melalui Akad Massal KUR 1.000 UMKM

0

Bogordaily.net – Pemerintah terus memperkuat dukungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada ribuan pengusaha UMKM ekonomi kreatif di Bali.

Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas kementerian, perbankan, pemerintah daerah hingga perguruan tinggi dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha kreatif di Indonesia.

Kegiatan “Akad Massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Bali 2026” yang digelar di Auditorium Widya Sabha, Universitas Udayana, Jimbaran, Bali pada Rabu (13/05), turut melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri UMKM Republik Indonesia Maman Abdurrahman, Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Teuku Riefky Harsya, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dan Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, serta para pemangku kepentingan dari unsur kementerian/lembaga, perbankan, akademisi, dan pelaku UMKM.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional di tengah tantangan ekonomi global saat ini.

“Melalui BRI dan bank-bank lainnya, pemerintah terus berusaha memberikan akses permodalan dan keuangan kepada para UMKM kita,” ujar Muhaimin.

Muhaimin Iskandar menambahkan bahwa kolaborasi antara kementerian, lembaga keuangan, pemerintah daerah hingga perguruan tinggi perlu terus diperkuat agar pelayanan terhadap UMKM semakin optimal. Menurutnya, Bali menjadi salah satu daerah yang berhasil membangun ekosistem pemberdayaan UMKM yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia.

Selain memperluas akses permodalan, pemerintah juga mendorong pelaku UMKM menjaga kualitas produk dan jasa kreatif agar mampu bersaing di pasar.

“UMKM tidak sekadar difasilitasi, tetapi juga harus tumbuh dengan kemampuan riset. Kampus diharapkan membuka akses riset yang bisa dimanfaatkan UMKM untuk menelusuri langkah sukses,” tambah Muhaimin.

Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan sistem pelayanan terpadu berbasis digital bernama “Sapa UMKM” yang dirancang sebagai layanan satu pintu untuk berbagai kebutuhan pelaku usaha.
“Dalam sistem ini, seluruh UMKM di Indonesia nantinya bisa mendapatkan pelayanan pembiayaan, pemasaran, pelatihan hingga pendampingan usaha dalam satu platform,” ujar Maman Abdurrahman.

Menurutnya, saat ini sistem “Sapa UMKM” telah memasuki tahap uji coba ketiga dan sebagian besar modul layanan telah siap digunakan. Platform tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi layanan dan memperluas akses pemberdayaan UMKM secara nasional.

Di sisi lain, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai program akad massal KUR menjadi bukti nyata kolaborasi berbagai pihak dalam memperluas akses pendanaan bagi pelaku UMKM ekonomi kreatif.

Teuku Riefky menambahkan bahwa saat ini terdapat 13 subsektor ekonomi kreatif yang telah masuk dalam skema pembiayaan KUR dari total 21 subsektor ekonomi kreatif nasional. Selain pembiayaan, pemerintah juga terus mendorong penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku ekonomi kreatif agar mampu meningkatkan daya saing usaha sekaligus mendukung akses pembiayaan.

Sebagai bank dengan fokus pemberdayaan UMKM, Bank Rakyat Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam menyalurkan pembiayaan produktif melalui KUR. Hingga April 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp65,95 triliun kepada sekitar 1,3 juta debitur di seluruh Indonesia. Mayoritas penyaluran tersebut diarahkan ke sektor produksi dengan porsi mencapai 66,47%, meliputi pertanian, perikanan, dan industri pengolahan.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa BRI akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di berbagai sektor produktif.

“BRI terus berkomitmen memperluas akses pembiayaan produktif bagi UMKM agar mampu tumbuh lebih kuat dan naik kelas. Melalui dukungan pada program Akad Massal KUR ini, kami berharap para pelaku usaha, khususnya di sektor ekonomi kreatif, dapat meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pasar, dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Akhmad.

Akhmad Purwakajaya menambahkan bahwa KUR menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.

“KUR merupakan instrumen pembiayaan BRI untuk mendukung sektor usaha mikro dan sektor produktif. BRI senantiasa memperluas akses permodalan yang tidak hanya berdampak pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas usaha serta perputaran ekonomi di berbagai wilayah,” tambah Akhmad Purwakajaya.

Melalui sinergi bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, BRI optimistis UMKM Indonesia mampu semakin kompetitif, inovatif, dan berdaya saing global.***

Dramatis! Resmob Tangkap Pelaku Pembuangan Wanita di Bogor, Penangkapannya Diwarnai Aksi Kejar-kejaran

0

Bogordaily.net – Kadang kejahatan itu seperti meninggalkan jejak yang buru-buru ingin dihapus. Tapi selalu ada yang mengejar. Kali ini Tim Resmob.

Pelaku penganiayaan yang diduga membuang seorang wanita muda di kawasan Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, akhirnya ditangkap.

Penangkapannya tidak sunyi. Justru dramatis. Ada kejar-kejaran. Ada kepanikan. Dan akhirnya, ada borgol yang mengunci.

Warga hanya bisa menyaksikan. Seperti menonton potongan film yang tiba-tiba menjadi nyata di depan mata.

Pelaku kemudian langsung digelandang petugas. Tidak banyak waktu untuk menjawab pertanyaan. Hanya langkah cepat aparat dan wajah tegang yang terlihat sebelum mobil kepolisian melaju.

Di balik peristiwa penangkapan itu, ada kisah yang lebih gelap. Dan dimulai dari satu temuan dini hari.

Sebelumnya, seorang wanita ditemukan tergeletak di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (23/5) dini hari.

Kompol Doddy Rosjadi Kapolsek Tanah Sareal menjelaskan, polisi menerima laporan sekitar pukul 01.15 WIB. Saat itu, korban ditemukan tanpa identitas, tanpa barang pribadi.

“Korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan. Saat ditemukan, tidak ada identitas maupun barang pribadi yang melekat pada korban,” ujarnya.

Polisi bergerak cepat. TKP diperiksa. Tim Inafis Polresta Bogor Kota turun. Sidik jari menjadi kunci. Dari situ, identitas korban akhirnya terungkap: seorang wanita berinisial AAA (52), warga Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Setelah nama ditemukan, alamat keluarga dicari. Dari rumah ketua RT, jejak itu mengarah ke rumah duka yang masih belum percaya.

Keluarga kemudian mengungkap bahwa korban sempat pamit keluar rumah sekitar pukul 22.00 WIB. Katanya mau ngopi. Hanya itu. Bersama seorang teman. Naik mobil Toyota Yaris oranye bernopol B 2903 SKK.

Tapi malam berubah arah.

Korban diduga masih sempat bernapas saat ditemukan. Ia segera dibawa ke RS Hermina yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun nyawa tidak tertolong.

“Korban meninggal di RS Hermina, dan sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi,” kata Doddy.

Kini, polisi masih menunggu hasil pendalaman. Motif belum dipastikan. Kronologi lengkap masih disusun satu per satu seperti puzzle yang belum selesai.

Dan di tengah semua itu, satu hal sudah jelas: pelaku sudah tidak lagi bebas di jalan yang sama tempat semuanya bermula.***

Menteri UMKM dan Menkomdigi Berkolaborasi Perkuat Pelindungan UMKM di Marketplace

0

Bogordaily.net — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman berkolaborasi dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid untuk memperkuat pelindungan ekosistem pengusaha UMKM di platform marketplace dan perdagangan digital.

“Saya sudah menyampaikan seluruh laporan dari pengusaha UMKM di marketplace kepada Ibu Menteri Komdigi. Tentunya Kemenkomdigi akan bertindak sesuai mekanisme dan kewenangannya,” ujar Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Jakarta, Kamis (21/5).

Menteri Maman menjelaskan, pertemuannya yang berlangsung sekitar satu jam dengan Menteri Komdigi membahas berbagai perkembangan dan tantangan yang dihadapi pengusaha UMKM di ranah digital. Beberapa isu yang menjadi perhatian di antaranya kenaikan biaya seller hingga indikasi market abuse atau penyalahgunaan pasar.

“Ekosistem e-commerce ini harus berkeadilan. Yang paling penting, pengusaha UMKM harus dijaga. Jika ada salah satu pihak mengambil langkah tanpa berbicara dengan pihak lain, saya pikir itu sudah bergeser ke arah yang tidak berkeadilan,” katanya.

Menurut Menteri Maman, Kementerian UMKM hadir untuk memastikan pengusaha UMKM tetap terlindungi dan mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi global saat ini dengan pendekatan yang proporsional dan objektif.

“Semua pihak harus memahami apa yang sedang kami lakukan, dan ini merupakan perintah langsung dari Presiden. Presiden Prabowo menegaskan kepada kami agar wajib memberikan pelindungan dan pemberdayaan kepada UMKM,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan kesiapan Kemenkomdigi dalam mendukung penegakan aturan terkait pelindungan UMKM di ruang digital yang tengah disiapkan oleh Kementerian UMKM.

“Jika ditemukan adanya pelanggaran terhadap peraturan pelindungan UMKM di ranah digital, Kemenkomdigi siap bertindak karena hal tersebut memang menjadi tugas kami,” kata Meutya.

Ia juga mengingatkan para aplikator dan platform digital agar mulai menyesuaikan diri dengan regulasi baru yang disiapkan pemerintah demi terciptanya ekosistem digital yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan bagi pengusaha UMKM.

“Mulai saat ini aplikator harus memahami bahwa akan ada aturan baru yang sedang dipersiapkan oleh Kementerian UMKM. Karena itu kami berharap seluruh aplikator dapat segera beradaptasi dan mengikuti aturan tersebut,” katanya.***

Wanita Muda Diduga Dibuang dari Mobil di Simpang Yasmin Bogor, Leher Tersayat dan Mata Ditutup Kain

0

Bogordaily.net – Malam di kawasan Simpang Yasmin arah BCC, Kota Bogor, mendadak berubah mencekam. Seorang wanita muda ditemukan warga dalam kondisi terluka tepat setelah lampu merah, Sabtu dini hari, 23 Mei 2026.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 hingga 01.30 WIB. Dari keterangan sementara warga di lokasi, korban diduga dibuang dari sebuah mobil yang melintas di jalur tersebut. Dugaan itu muncul setelah warga melihat korban berada di tepi jalan dalam kondisi mengenaskan.

Mata korban diketahui tertutup kain. Di bagian leher terdapat luka sayatan yang diduga akibat senjata tajam.

Situasi dini hari yang biasanya lengang mendadak ramai setelah warga sekitar berupaya memberikan pertolongan pertama.

Tanpa menunggu lama, warga langsung mengevakuasi korban ke RS Hermina Yasmin untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Hingga kini kondisi korban masih dalam penanganan tenaga kesehatan.

Belum diketahui identitas wanita tersebut. Polisi juga masih memburu pihak yang diduga terlibat dalam kejadian itu. Aparat dari Polresta Bogor Kota dikabarkan tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap kronologi lengkap kasus tersebut.

Kasus ini cepat menyita perhatian warga Bogor. Apalagi lokasi penemuan berada di jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan menuju kawasan Yasmin dan BCC.

Polisi disebut sedang menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mencari petunjuk tambahan terkait mobil yang diduga digunakan pelaku.***

Kenapa Alfamart Ditutup di Lombok Tengah? 25 Gerai Disegel, 150 Karyawan Terancam PHK

0

Bogordaily.net – Kenapa Alfamart ditutup di Lombok Tengah menjadi pertanyaan yang paling banyak terdengar pekan ini. Bukan hanya dari pelanggan. Tapi juga dari ratusan pegawai yang mendadak cemas.

Mereka datang ke Kantor Bupati Lombok Tengah. Mereka membawa satu harapan: gerai-gerai itu dibuka lagi.

Ada 25 gerai yang kini berhenti beroperasi. Jumlah pegawainya sekitar 150 orang. Sebagian dari mereka sudah bekerja bertahun-tahun. Sebagian lagi baru saja mulai menata hidup. Kini mereka dihantui ancaman PHK.

Supriadi, perwakilan karyawan Alfamart Jelojok, menyampaikan keresahan itu secara terbuka. Banyak pegawai, katanya, masih memiliki cicilan. Ada yang harus membayar kontrakan. Ada pula yang menjadi tulang punggung keluarga.

Mereka merasa penutupan itu terlalu mendadak.

Namun pemerintah daerah punya alasan berbeda. Penjelasan soal kenapa Alfamart ditutup di Lombok Tengah ternyata berkaitan dengan aturan zonasi usaha yang sudah berlaku sejak 2021.

Pemkab Lombok Tengah mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan. Dalam aturan itu, minimarket waralaba wajib memiliki jarak minimal satu kilometer dari pasar rakyat.

Masalahnya ada di situ.

Sejumlah gerai Alfamart disebut berdiri terlalu dekat dengan pasar tradisional. Pemerintah daerah menilai keberadaan minimarket tersebut melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan dalam perda.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Tengah, Dalilah, menegaskan pemerintah hanya menjalankan aturan. Ia menyebut proses penertiban juga tidak dilakukan secara tiba-tiba.

Tahapan administratif sudah dilewati. Mulai dari Surat Peringatan pertama, kedua, hingga penghentian sementara kegiatan usaha.

Tetapi bagi para pegawai, persoalannya bukan sekadar aturan. Mereka melihat ada kehidupan yang ikut berhenti ketika rolling door toko ditutup. Ada pendapatan yang hilang. Ada masa depan yang mendadak buram.

Karena itu, polemik kenapa Alfamart ditutup di Lombok Tengah kini bukan lagi sekadar urusan zonasi minimarket. Ini sudah berubah menjadi persoalan antara penegakan aturan dan nasib para pekerja kecil yang menggantungkan hidup dari toko-toko modern tersebut.***

Pemkab Bogor Raih Rekor MURI Lewat Layanan Publik 100 Jam Tanpa Henti

0

Bogordaily.net – Di bawah kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pelaksanaan Gebyar Pelayanan Publik Non Stop 100 Jam di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bogor.

Piagam penghargaan MURI diterima langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto didampingi Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, di Kantor DPMPTSP Kabupaten Bogor, Cibinong, Jumat (22/5).

Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menginisiasi kegiatan pelayanan publik 100 jam non stop, yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Kegiatan ini sukses menghadirkan pelayanan publik tanpa henti selama empat hari lebih kepada masyarakat.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan, capaian rekor MURI tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi harus menjadi momentum evaluasi dan transformasi pelayanan publik di Kabupaten Bogor.

“Dari 100 jam ini harus menjadi bahan evaluasi kita bersama. Kantor-kantor perizinan tidak bisa beroperasi sama dengan jam kerja perangkat daerah lainnya. Karena Kabupaten Bogor merupakan wilayah penyangga ibu kota, banyak masyarakat yang baru bisa mengurus perizinan pada malam hari setelah pulang bekerja,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, ke depan diperlukan kebijakan khusus terkait penambahan jam operasional layanan perizinan agar pelayanan publik semakin mudah diakses masyarakat. Ia juga meminta sistem operasional pelayanan publik terus dievaluasi agar lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

Selain pelayanan perizinan, Bupati Rudy juga menyoroti pentingnya administrasi kependudukan sebagai hak dasar masyarakat. Ia meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil lebih aktif melakukan jemput bola kepada masyarakat yang belum memiliki dokumen administrasi kependudukan.

“Administrasi kependudukan mungkin terlihat sederhana dari KTP dan KK, tetapi itu menjadi pondasi masyarakat untuk memperoleh hak-haknya sebagai warga negara, baik pendidikan maupun bantuan sosial,” tegasnya.

Rudy berharap momentum HJB ke-544 dan keberhasilan meraih rekor MURI ini menjadi semangat kebangkitan bersama untuk membangun Kabupaten Bogor yang lebih maju, aman, adil, dan makmur.

“Kita ingin ini menjadi momentum kebangkitan orang Bogor untuk membangun daerah lebih maju, aman, adil, dan makmur bersama-sama,” tutup Rudy Susmanto.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Bogor, Agus Ridho melaporkan bahwa kegiatan Gebyar Pelayanan Publik Nonstop 100 Jam dilaksanakan mulai 18 Mei 2026 pukul 10.00 WIB hingga 22 Mei 2026 pukul 14.00 WIB di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Bogor.

Kegiatan tersebut melibatkan 23 tenant pelayanan dari total 31 tenant yang ada di MPP, terdiri dari perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, dan unsur pendukung lainnya.

“Gebyar Pelayanan Publik Nonstop 100 Jam ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, inklusif, responsif, dan berorientasi kepada kepuasan masyarakat,” ujarnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, rata-rata terdapat 169 petugas layanan yang bekerja setiap hari dalam tiga shift pelayanan. Dari hasil pelaksanaan kegiatan, tercatat sebanyak 6.210 layanan berhasil diberikan kepada masyarakat, dengan jumlah pendaftaran perizinan mencapai 574 permohonan.

Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang fleksibel dan dekat dengan kebutuhan warga sangat dibutuhkan, khususnya di wilayah aglomerasi seperti Kabupaten Bogor.***

BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Jakarta, Tawarkan Promo Menarik untuk Hunian, Kendaraan, hingga Liburan

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menghadirkan BRI Consumer Expo 2026 yang akan digelar pada 22–24 Mei 2026 di Hall A & B JICC Senayan Jakarta. Selama tiga hari, masyarakat dapat menikmati penawaran spesial untuk hunian, kendaraan, perjalanan, hingga gaya hidup dalam satu rangkaian expo dengan beragam aktivitas menarik bagi pengunjung.

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menyampaikan bahwa BRI Consumer Expo 2026 menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam memperkuat bisnis konsumer BRI melalui perluasan akses pembiayaan dan penguatan ekosistem layanan yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat.

“BRI Consumer Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk menghadirkan berbagai penawaran dan promo menarik bagi masyarakat, tetapi juga merupakan bagian dari upaya Perseroan memperkuat pertumbuhan bisnis konsumer sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru BRI. Acara ini dirancang agar masyarakat dapat mengakses solusi pembiayaan untuk hunian, kendaraan, hingga kebutuhan perjalanan secara lebih mudah dan praktis dalam satu rangkaian layanan yang terintegrasi. Ke depan, BRI akan terus memperkuat ekosistem layanan konsumer guna menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” ujarnya.

Pengunjung dapat menemukan pilihan hunian dari pengembang properti ternama seperti Ciputra Group, Sinarmas Land, Pakuwon Group, Summarecon, Metland, LippoLand, Agung Sedayu Group, serta sejumlah developer lainnya yang turut meramaikan expo dengan promo menarik bagi masyarakat. Kesempatan memiliki hunian impian pun semakin terbuka melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan suku bunga mulai dari 1,75% fixed satu tahun, didukung proses pengajuan yang semakin praktis melalui platform digital Homespot.id.

Tak hanya hunian, BRI Consumer Expo 2026 juga menghadirkan pilihan kendaraan konvensional maupun listrik dari sejumlah merek otomotif ternama.

Pengunjung dapat melihat langsung sekaligus mengikuti sesi test drive kendaraan unggulan dari merek seperti BMW, Mercedes-Benz, Hyundai, BYD, Toyota, Honda, Mitsubishi, Wuling, serta berbagai merek otomotif lainnya. Melalui Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), pengunjung juga dapat menikmati suku bunga mulai dari 1,59% tenor 1 tahun selama periode expo.

Pengunjung juga dapat merencanakan perjalanan impian melalui Travel Fair bersama sejumlah travel agent terpercaya seperti Traveloka, Bayu Buana Travel Services, Panorama, Golden Rama, Aviatour, Dwidayatour, dan Tiket.com yang menawarkan paket perjalanan domestik maupun internasional dengan promo menarik selama periode acara. BRI menawarkan promo berupa cashback hingga Rp8 juta serta cicilan mulai 0% sampai dengan 36 bulan menggunakan BRI Kartu Kredit.

Selain itu, pengunjung juga berkesempatan memperoleh voucher puluhan juta rupiah selama expo berlangsung.

Pengalaman berkunjung di BRI Consumer Expo 2026 juga semakin lengkap dengan kehadiran merchant home living seperti AZKO, Informa, Electronic City, serta berbagai merchant lainnya yang menawarkan beragam kebutuhan rumah tangga. Sementara itu, area makanan dan minuman turut diramaikan oleh ragam pilihan kuliner yang dapat dinikmati pengunjung.

Berbagai aktivitas interaktif juga turut memeriahkan BRI Consumer Expo 2026, mulai dari talkshow properti bersama Putri Titian dan Junior Liem, talkshow otomotif bersama Om Mobi yang akan membahas tren dan pengalaman seputar dunia otomotif, serta Theo Derick yang akan membahas pengelolaan keuangan dan investasi.

Pengunjung juga dapat mengikuti sejumlah workshop seperti coffee latte art, workshop parfum Blend & Bloom, hingga workshop merangkai buket bunga. Suasana expo pun semakin semarak dengan penampilan musisi papan atas yang akan menghibur pengunjung setiap harinya, mulai dari Mahalini di hari pertama, Maliq & D’Essentials di hari kedua, hingga Ifan Seventeen di hari terakhir acara.***

BRI Hadirkan QRIS Alipay Dinamis Buka Gerbang Transaksi Global bagi Merchant Indonesia

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan solusi pembayaran digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Terbaru, BRI menghadirkan layanan QRIS Alipay Dinamis, yang memungkinkan merchant menerima pembayaran dari pengguna Alipay secara mudah, aman, dan real-time melalui EDC BRI maupun QRIS.

Inovasi ini menjadi langkah strategis BRI dalam mendukung pelaku usaha memperluas jangkauan pasar, khususnya dalam melayani pelanggan internasional, termasuk wisatawan mancanegara dan pelaku bisnis global yang menggunakan Alipay sebagai metode pembayaran utama.

QRIS Alipay BRI merupakan layanan penerimaan pembayaran berbasis kode QR dinamis yang terintegrasi langsung pada perangkat EDC BRI. Dalam setiap transaksi, sistem akan menghasilkan kode QR unik secara real-time, sehingga proses pembayaran menjadi lebih akurat dan efisien, sekaligus meningkatkan keamanan transaksi bagi merchant.

Direktur Network dan Retail Funding BRI Aquarius Rudianto menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari upaya BRI dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan berdaya saing global.

“Akses terhadap metode pembayaran internasional menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha, khususnya di sektor yang memiliki interaksi dengan pelanggan mancanegara. Melalui QRIS Alipay Dinamis, BRI memberikan solusi yang memudahkan merchant dalam menerima pembayaran lintas negara secara praktis, aman, dan real-time,” ujar Aquarius.

Aquarius menambahkan bahwa kehadiran layanan ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan bisnis merchant, sekaligus mendukung peningkatan transaksi di sektor pariwisata dan perdagangan.

Dengan solusi ini, merchant tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam menerima pembayaran lintas negara, tetapi juga memperoleh pengalaman transaksi yang lebih lancer (seamless). Pelanggan cukup memindai kode QR menggunakan aplikasi Alipay, dan sistem akan secara otomatis melakukan verifikasi pembayaran dalam hitungan detik.

Seiring dengan meningkatnya mobilitas global dan pertumbuhan sektor pariwisata, kehadiran QRIS Alipay Dinamis BRI menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing bisnis. Merchant kini dapat menjangkau lebih banyak pelanggan tanpa batasan metode pembayaran, sehingga berpotensi mendorong peningkatan volume transaksi.

Dari sisi keamanan, penggunaan kode QR dinamis memberikan perlindungan ekstra karena setiap kode hanya berlaku untuk satu transaksi. Hal ini membantu meminimalkan risiko duplikasi maupun penyalahgunaan, sekaligus memastikan setiap pembayaran tercatat secara akurat.

Selain itu, proses transaksi yang real-time memungkinkan merchant untuk segera memverifikasi pembayaran dan melanjutkan layanan kepada pelanggan tanpa hambatan. Seluruh transaksi juga diproses melalui jaringan BRI yang andal, sehingga mendukung penerimaan dana yang efisien dan terpercaya.

BRI juga memastikan kenyamanan merchant melalui dukungan layanan bantuan yang tersedia 24 jam setiap hari, guna membantu penanganan kendala transaksi secara cepat dan responsif di lokasi usaha.

Adapun cara menerima pembayaran menggunakan QRIS Alipay Dinamis BRI adalah sebagai berikut:

  1. Merchant memilih menu Generate QR pada perangkat EDC BRI.
  2. Merchant memasukkan nominal transaksi sesuai dengan nilai pembayaran pelanggan.
  3. Sistem EDC secara otomatis menghasilkan kode QR dinamis untuk transaksi tersebut.
  4. Merchant menampilkan kode QR kepada pelanggan untuk dipindai.
  5. Pelanggan melakukan pemindaian menggunakan aplikasi Alipay.
    Sistem akan melakukan verifikasi transaksi secara real-time.
  6. Merchant menerima notifikasi bahwa transaksi berhasil.
  7. EDC BRI mencetak struk sebagai bukti pembayaran yang sah.

    Solusi ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor usaha, mulai dari ritel, hotel, restoran, pusat oleh-oleh, destinasi wisata, hingga rumah sakit dan berbagai jenis usaha lainnya yang ingin memperluas pilihan metode pembayaran bagi pelanggan.***