Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 53

Harga Pangan di Pasar Jambu Dua Relatif Stabil, Cabai Rawit Masih Tinggi

0

Bogordaily.net – Daftar harga kebutuhan pangan di Pasar Jambu Dua menunjukkan kondisi yang relatif stabil pada Kamis, 12 Maret 2026. Informasi ini bersumber dari Enumerator Perumda Pasar Pakuan Jaya sebagai bagian dari pemantauan rutin harga di pasar rakyat.

Sejumlah komoditas utama tercatat masih berada pada kisaran harga yang terjangkau. Beras medium dijual Rp14.000 per kilogram, sementara daging sapi berada di angka Rp135.000 per kilogram. Untuk protein hewani lainnya, daging ayam broiler dibanderol Rp42.000 per kilogram dan telur ayam broiler Rp30.000 per kilogram.

Pada komoditas bumbu dapur, bawang merah tercatat Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai menunjukkan variasi cukup signifikan. Cabai merah teropong berada di harga Rp26.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah masih tergolong tinggi, mencapai Rp105.000 per kilogram. Untuk cabai rawit hijau, harganya berada di angka Rp35.000 per kilogram.

Di sektor minyak goreng, minyak curah dijual Rp20.000 per kilogram, sementara Minyakita berada di harga Rp18.000 per liter.

Secara umum, ketersediaan bahan pangan di Pasar Jambu Dua terpantau aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Pemerintah melalui pengelola pasar terus mengimbau masyarakat untuk berbelanja di pasar rakyat guna mendukung perputaran ekonomi lokal.

Dengan kondisi pasar yang bersih dan tertata, masyarakat diharapkan dapat berbelanja dengan nyaman sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan para pedagang.***

Wamenkop Farida Jelaskan Tahapan Pembangunan Kopdes Hingga Operasionalisasi

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengatakan proses pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui beberapa tahapan. Setelah pembentukan legalitas sebanyak 83 ribu KDKMP selesai, saat ini sedang berjalan proses menuju tahap operasionalisasi. Tahap ini ditandai dengan pembangunan fisik gerai, gudang, serta sarana kelengkapan lainnya sesuai dengan Inpres No. 17 Tahun 2025.

“Saat ini sudah ada 2200 KDKMP yang pembangunan fisik gerai dan gudang selesai 100 persen, ada 31 ribuan titik yang masih terus berjalan pembangunannya. Setelah pembangunan fisik rampung, dilanjutkan dengan pengisian kelengkapan rak-rak, alat transportasi mobil dan motor,” kata Wamenkop, dalam keterangannya persnya.

Wamenkop menjelaskan gedung baru beserta sarana kelengkapannya akan diserahterimakan kepada Kepala Desa dan pengurus KDKMP setelah melalui proses verifikasi. Verifikasi dilakukan untuk memastikan bangunan telah memenuhi standar yang ditetapkan.

Setelah semuanya lengkap, serah terima dilakukan, barulah pengurus dapat menjalankan operasional koperasi.

“Beberapa KDKMP yang kita kunjungi dengan simbolisasi gunting pita itu sebagai ekpresi syukur tahap pembangunan gerai sudah 100%, dan persiapan menuju operasionalisasi”, tegas Wamenkop Farida.

Diketahui, beberapa waktu lalu viral berita yang menyatakan bahwa ada bangunan KDKMP di Bojonegoro, Jawa Timur setelah diresmikan ternyata malah tutup, mendapat respons beragam dari masyarakat di media sosial. Berita tersebut juga sampai dan dibaca oleh Wamenkop Farida.

Namun demikian, Wamenkop Farida mengapresiasi antusiasme tersebut sebagai bentuk perhatian yang tinggi dari masyarakat terhadap pembangunan KDKMP. “kami terbuka dengan masukan dan kritik, mari bersama-sama kita sukseskan KDKMP agar benar-benar sesuai tujuan yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa”. ajak Wamenkop Farida.

*Penjelasan Wagub Emil*

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak juga mengatakan tidak ada peresmian Kopdes di Desa Ngraseh, Dander, Bojonegoro. “Itu bukan launching, tapi tonggak progress yang disyukuri karena bangunannya sudah selesai. Di Jatim ada 774 yang sudah selesai pembangunannya dan sudah berjalan 64% untuk progress operasionalisasi. Wajar, bangun rumah saja, atapnya selesai sudah tumpengan,” kata Emil.

Menurutnya, perhatian publik terhadap progres pembangunan KDKMP menunjukkan tingginya harapan masyarakat agar program ini benar-benar memberi manfaat secara berkelanjutan.

Dikatakan Emil, atensi dari masyarakat juga terbukti dengan adanya minat menjadi anggota koperasi dari penerima Bansos Kemensos. Masuknya penerima bansos sebagai anggota Kopdes untuk memberdayakan mereka karena langsung punya usaha. Tujuan akhirnya berdaya selamanya, bansos cuma sementara.

Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur Endy Alim juga mengatakan untuk operasional KDKMP perlu lebih dulu proses serah terima bangunan dan kelengkapannya. Saat ini ada 997 koperasi yang sudah beroperasi di Jawa Timur tapi masih dibangunan yang lama. Setelah ada serah terima akan dipindahkan ke gedung baru yang telah dibangun.***

5 Ribu Personel Gabungan Disiagakan Pantau Arus Mudik Lebaran di Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net – Sebanyak 5 ribu personel gabungan disiagakan untuk memantau arus mudik lebaran di wilayah Kabupaten Bogor sejak 13 hingga 25 Maret 2026.

Hal itu ditandai dengan Apel gelar pasukan yang dilaksanakan di Area Stadion Gelora Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis 12 Maret 2026.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan bahwa, sebanyak 5 ribu personel gabungan tersebut meliputi Polres Bogor, Kodim, Dishub, Satpol PP dan lain sebagainya.

“Personil keseluruhan kita ada lebih dari 5.000 personil yang terdiri dari 1.099 personil dari Polres Bogor dibantu dengan 4.000 lebih personil dari instansi terkait baik dari Dinas Perhubungan. Kemudian Satpol PP dari Kodim juga ada dari seluruh lapisan masyarakat yang ikut serta dalam mengamankan mudik dan arus balik ke Lebaran 2026,” kata AKBP Wikha Ardilestanto, Kamis 12 Maret 2026.

Wikha mengatakan, pihaknya akan turut menyediakan pos pengamanan lalu lintas yang tersebar di 14 titik.

“Kita juga sudah menyiapkan beberapa pos terdapat 14 pos pengamanan yang sudah kita siapkan untuk lokasinya pos pengamanan tersebar di seluruh wilayah di Kabupaten Bogor di 14 titik,” jelasnya.

Sementara itu, Polres Bogor turut menyediakan satu pos terpadu yang terletak di Simpang Gadog, tentunya untuk memberikan berbagai pelayanan, dan juga tempat istirahat bagi masyarakat yang melaksanakan mudik lebaran.

“Kemudian ada satu lagi yaitu pos terpadu yang ditempatkan di pos Hoegeng di Gadog di pos terpadu nanti posnya kita bentuk agak unik posnya tematik, yang kita pergunakan untuk melayani masyarakat yang melaksanakan mudik,” ungkap Wikha.***

Albin

Kementerian UMKM Kawal Relaksasi KUR Pascabencana, Percepat Pemulihan UMKM di Sumatera

0

Bogordaily.net — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan implementasi regulasi baru terkait relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pengusaha UMKM yang terdampak bencana di wilayah Sumatera berjalan efektif dan tepat sasaran.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR Pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Pemulihan ekonomi di tiga provinsi yang terdampak bencana dilakukan melalui pemberian kemudahan akses pembiayaan, pemulihan kemampuan produksi, serta perluasan akses pasar bagi pengusaha UMKM,” ujar Menteri Maman saat memimpin Rapat Koordinasi Penyaluran KUR Pascabencana Sumatera di Medan, Rabu (11/3).

Kementerian UMKM bersama lembaga penyalur KUR telah memetakan sebanyak 193.708 debitur KUR dari kalangan pengusaha UMKM yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut, dengan total outstanding mencapai Rp11,23 triliun per 10 Maret 2026.

Provinsi Aceh tercatat sebagai wilayah dengan dampak terbesar, yakni sebanyak 121.984 debitur dengan outstanding Rp7,15 triliun. Di Sumatera Utara terdapat 44.049 debitur terdampak dengan outstanding Rp2,43 triliun, sementara di Sumatera Barat tercatat 27.640 debitur dengan outstanding Rp1,64 triliun.

Menteri Maman menjelaskan pengusaha UMKM penerima KUR yang terdampak bencana akan memperoleh perlakuan khusus yang dibagi ke dalam tiga periode hingga usaha mereka pulih kembali.

Periode pertama adalah tahap pemetaan dampak bencana yang berlangsung sejak 24 November 2025 hingga 31 Maret 2026. Pada tahap ini, pemerintah memberikan sejumlah keringanan berupa pengaturan status kolektibilitas kredit sesuai posisi 31 Desember 2025 serta pemberian grace period untuk pembayaran pokok dan bunga kredit.

Bagi pengusaha UMKM yang tidak mampu membayar, penundaan kewajiban pembayaran berlaku sejak 24 November 2025 hingga 31 Desember 2026. Sementara bagi yang masih memiliki kemampuan membayar, penyesuaian dilakukan pada periode 13 Januari hingga 31 Maret 2026.

Periode kedua merupakan tahap relaksasi yang berlangsung mulai 1 April 2026 hingga 31 Desember 2027 bagi penerima KUR terdampak bencana. Dalam tahap ini, pemerintah memberikan berbagai kemudahan antara lain grace period angsuran pokok KUR, perpanjangan jangka waktu pembiayaan, kemudahan administrasi pengajuan restrukturisasi KUR, keringanan suku bunga sebesar 0 persen pada 2026 dan 3 persen pada 2027, relaksasi persyaratan agunan, serta usulan hapus buku dan/atau hapus tagihan KUR.

Periode ketiga adalah tahap percepatan pemulihan yang berlangsung sejak 13 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027 melalui penyaluran KUR baru. Dalam tahap ini, pengusaha UMKM dapat memperoleh berbagai kemudahan, antara lain pemberian grace period bagi debitur baru, penyederhanaan persyaratan pengajuan KUR, relaksasi agunan tambahan, relaksasi kewajiban kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, serta keringanan suku bunga KUR.

Menteri Maman meminta seluruh lembaga penyalur KUR segera menyelesaikan proses pemetaan pengusaha UMKM yang terdampak bencana sekaligus menyiapkan petunjuk teknis pelaksanaan penyaluran kemudahan KUR pascabencana.

“Saya berharap lembaga penyalur KUR segera menuntaskan pemetaan pengusaha UMKM terdampak bencana dan memastikan mekanisme penyaluran kemudahan KUR dapat berjalan secara cepat dan tepat sasaran,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar proses penyaluran KUR tidak semata-mata mengedepankan aspek administratif, tetapi juga mempertimbangkan faktor kemanusiaan dan empati terhadap kondisi pengusaha UMKM yang sedang berjuang memulihkan usahanya.

“Jangan hanya mengedepankan sisi administrasi. Perhatikan pula aspek kemanusiaan dan empati agar pengusaha UMKM yang terdampak bencana dapat segera bangkit dan kembali sejahtera,” ujar Maman.

Lembaga penyalur KUR di tiga provinsi terdampak meliputi BSI, BRI, Bank Mandiri, Bank Aceh Syariah, Bank Sumut, BNI, Bank Nagari, BTN, serta Pegadaian Syariah.

Selain melalui relaksasi pembiayaan, pemerintah juga menjalankan berbagai langkah pemulihan ekonomi lainnya, antara lain melalui distribusi alat-alat produksi bagi pengusaha UMKM, pengaktifan kembali warung, toko, restoran, dan kafe, serta rehabilitasi pasar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kementerian UMKM juga melakukan intervensi pasar dengan menggandeng sejumlah platform e-commerce untuk menghadirkan laman khusus bertajuk UMKM Bangkit, yang mempromosikan dan memasarkan produk-produk dari tiga provinsi terdampak bencana.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan bahwa bencana yang terjadi telah menimbulkan kerugian sekitar Rp20,86 triliun di provinsi tersebut. Sektor UMKM termasuk yang paling terdampak karena banyak tempat usaha dan alat produksi mengalami kerusakan, disertai penurunan omzet yang signifikan.

“Masyarakat juga menghadapi kesulitan dalam membayar cicilan kredit dan sebagian masih berada di pengungsian. Karena itu, upaya pemulihan ekonomi serta perhatian terhadap pengusaha UMKM terus menjadi prioritas kami,” ujar Bobby.

Pemerintah Daerah Sumatera Barat bersama perbankan saat ini juga tengah melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap dampak bencana guna mempercepat proses pemulihan UMKM. Program perlakuan khusus serta berbagai bentuk bantuan terus disalurkan agar kegiatan ekonomi masyarakat dapat kembali pulih.

Sementara itu, Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana secara efektif sehingga berbagai permasalahan yang dihadapi pengusaha UMKM dapat segera diatasi dan aktivitas ekonomi masyarakat kembali bergerak.***

Satu Tahun Danantara Indonesia: Memperkuat Fondasi untuk Masa Depan Generasi Indonesia

0

Bogordaily.net – Danantara Indonesia menandai satu tahun perjalanan kelembagaannya melalui kegiatan refleksi bersama yang diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, pada Selasa (11/3). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, para Menteri Kabinet, serta pimpinan dan seluruh insan Danantara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan kepada seluruh insan Danantara Indonesia mengenai pentingnya menjaga integritas, disiplin tata kelola, serta orientasi jangka panjang dalam pengelolaan aset negara guna memperkuat fondasi pembangunan ekonomi nasional.

Presiden menegaskan bahwa Danantara Indonesia dibentuk untuk memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita bersyukur Indonesia kini memiliki sebuah lembaga pengelola investasi negara yang dapat disejajarkan dengan sovereign wealth fund di tingkat global. Dalam satu tahun ini sudah terlihat bahwa dengan manajemen yang baik, tata kelola yang disiplin, serta komitmen yang kuat, kinerja pengelolaan aset negara dapat meningkat secara signifikan. Namun capaian ini baru awal. Ke depan kita harus terus memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja agar pengelolaan aset negara benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.”

Syukuran satu tahun ini mengusung tema “Satu Danantara”, yang mencerminkan semangat seluruh BUMN untuk bergerak dalam satu langkah bersama dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi generasi yang mendatang.

Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia, menyampaikan bahwa tahun pertama perjalanan Danantara difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan dan tata kelola yang kuat, sekaligus memastikan bahwa arah pengelolaan investasi negara tetap berpijak pada penciptaan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Pengelolaan aset negara pada akhirnya harus memberikan dampak nyata bagi masa depan bangsa. Karena itu, komitmen terhadap pembangunan generasi masa depan juga menjadi bagian penting dari perjalanan Danantara Indonesia,” ujarnya.

Komitmen tersebut tercermin tidak hanya dalam penguatan tata kelola dan struktur pengelolaan aset negara, tetapi juga dalam berbagai inisiatif yang menegaskan bahwa hasil pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk bagi generasi muda Indonesia.

Sebagai simbol komitmen terhadap masa depan anak bangsa, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis 88.000 paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak di seluruh Indonesia. Program ini dilaksanakan secara serentak oleh BUMN di berbagai daerah sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan dan persiapan Generasi Emas Indonesia.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia terus memberikan dukungan nyata bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Dukungan ini ditunjukkan melalui pemberian 5.500 Paket Sekolah bagi siswa-siswi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Barat dan Papua Barat Daya.
Driektur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan, kegiatan ini bukan sekedar penyaluran bantuan paket sekolah, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab BRI dalam mendukung kemajuan pendidkan di Indonesia khususnya di wilayah NTT, Sumatera Barat dan Papua Barat Daya.
“BRI turut memperkuat fondasi masa depan generasi Indonesia melalui pemberian 5.500 Paket Sekolah di berbagai wilayah. Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat bagi siswa-siswi serta dapat menjadi motivasi dan pemantik semangat untuk terus belajar dan mewujudkan cita-cita. Program ini juga diharapkan mampu menciptakan generasi unggul dari wilayah NTT, Sumatera Barat dan Papua Barat Daya” imbuh Hery.
Hery menambahkan, pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk karakter, membuka pintu kesempatan, serta memberikan keterampilan yang diperlukan untuk sukses menghadapi persaingan global. Pemberian Paket Sekolah dari BRI diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar yang diikuti para siswa-siswi dan pada akhirnya mendukung kemajuan pendidikan generasi bangsa.

Melalui momentum satu tahun perjalanan ini, Danantara Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk terus memperkuat fondasi tata kelola, meningkatkan kualitas pengelolaan aset negara, serta mendorong investasi strategis yang memberikan dampak ekonomi dan sosial jangka panjang bagi Indonesia.

“Satu tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Ke depan, fokus kami adalah memastikan fondasi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja yang nyata, melalui tata kelola yang kuat, pengelolaan aset negara yang profesional, serta investasi strategis yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional dan masa depan generasi Indonesia.” tutup Rosan.

—SELESAI—

Tentang Danantara Indonesia

Danantara Indonesia, dikenal sebagai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), adalah badan pengelola investasi strategis yang dibentuk melalui Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2025. Sebagai lembaga independen di bawah Presiden, Danantara Indonesia memiliki mandat untuk mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah serta aset BUMN guna mendukung pencapaian misi Asta Cita, rencana strategis nasional, serta program pemerintah dalam mempercepat industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi. Dengan pendekatan yang profesional, transparan, dan akuntabel, Danantara Indonesia bertujuan untuk memperkuat tata kelola aset negara, menciptakan nilai tambah bagi perekonomian, serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.***

Bupati Bogor Ajak Masyarakat Shalat Idul Fitri dan Silaturahmi di Lapangan Utama Stadion Pakansari

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto, mengajak masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama di Lapangan Utama Stadion Pakansari.

Selain menjadi momentum ibadah bersama, kegiatan tersebut juga direncanakan sebagai ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Menurut Rudy, pelaksanaan shalat Idul Fitri di Lapangan Utama Stadion Pakansari merupakan momentum pertama kalinya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Kemudian, masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri secara bersama-sama.

“Ini momentum pertama kali kita melaksanakan salat Idul Fitri di Lapangan Utama Stadion Pakansari. Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk melaksanakan shalat Ied bersama dan merayakan lebaran bersama Pemerintah Kabupaten Bogor,” kata Rudy Susmanto kepada wartawan, Kamis 12 Maret 2026.

Rudy mengatakan, pelaksanaan Salat Idul Fitri, akan digelar kegiatan open house di lokasi yang sama. Kegiatan tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin bersilaturahmi dan merayakan suasana Lebaran bersama pemerintah daerah.

“Selain shalat Idul Fitri, kita juga akan melaksanakan open house di Stadion Pakansari. Ini adalah lebarannya warga Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Kemudian, dari sisi kesiapan infrastruktur, Stadion Pakansari dinilai aman dan siap digunakan. Meski sebelumnya sempat terdampak angin puting beliung di beberapa titik, pemerintah daerah telah melakukan perapihan dan penataan area stadion.

“Pelaksanaan salat Idul Fitri akan dilakukan di area terbuka, yakni di lapangan utama yang biasa digunakan untuk pertandingan sepak bola,” ujarnya.

Sementara itu, momentum tersebut juga menjadi kesempatan bagi masyarakat Kabupaten Bogor untuk merasakan suasana beribadah bersama di stadion yang selama ini dikenal sebagai fasilitas olahraga terbesar di daerah tersebut.

“Berdasarkan perhitungan sementara, Lapangan Utama Stadion Pakansari diperkirakan dapat menampung minimal sekitar 5.000 jamaah,” ungkap Rudy.

“Bahkan jika jumlah jamaah melebihi angka tersebut, area stadion dinilai masih memungkinkan untuk menampung lebih banyak masyarakat yang ingin melaksanakan shalat Idul Fitri bersama,” tambahnya.

(Albin)

Diduga Tangki Bensin Bocor, Mobil Sedan di Jalan Raya Jakarta-Bogor Hangus Terbakar

Bogordaily.net – Mobil sedan di Jalan Raya Jakarta-Bogor Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor hangus terbakar pada Kamis 12 Maret 2026.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor Yudi Santosa menjelaskan bahwa, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.38 WIB

Awalnya, mobil sedan tersebut datang dari arah Bogor menuju Jakarta, Namun saat berada di tengah perjalanan mobil tersebut secara tiba tiba terbakar.

Yudi menduga bahwa, kebakaran tersebut diakibatkan oleh tangki mobil yang terisi bensin tersebut bocor.

“Diduga kebakaran berawal dari kebocoran bensin mobil,” kata Yudi Santosa, Kamis 12 Maret 2026.

Kemudian, pihak Damkar yang mendapatkan laporan langsung melakukan penanganan dengan menerjunkan satu unit mobil Damkar. Adapun api berhasil dipadamkan.

“Api berhasil dipadamkan dengan metode Cooling sistem,” jelasnya.

Sementara itu, dirinya memastikan akibat kebakaran tersebut tidak mengalami korban jiwa, dan tidak berdampak terhadap bangunan lainya.

“Penanganan cepat oleh regu yang bertugas berhasil membatasi perluasan api dan mencegah kebakaran menjalar ke bangunan lainnya,” ungkap Yudi.

(Albin)

Peringati World Kidney Day, RS Islam Bogor Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan Ginjal

0

bogordaily.net – Dalam rangka memperingati World Kidney Day, RS Islam Bogor mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini.

Ginjal memiliki peran vital dalam tubuh, di antaranya menyaring racun, menjaga keseimbangan cairan, serta mengatur tekanan darah.

Namun, penyakit ginjal kerap berkembang tanpa menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga sering kali baru terdeteksi saat kondisi sudah cukup serius.

Melalui momentum ini, RS Islam Bogor mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain dengan mencukupi kebutuhan air putih, membatasi konsumsi garam dan makanan olahan, rutin berolahraga, serta mengontrol tekanan darah dan gula darah secara berkala.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin juga menjadi hal penting guna mendeteksi gangguan ginjal sejak dini.

Masyarakat juga diingatkan untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti pembengkakan pada kaki, mudah lelah, atau perubahan pada urine.

Pihak RS Islam Bogor menegaskan bahwa menjaga kesehatan ginjal merupakan investasi penting untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Dengan kesadaran dan langkah preventif yang tepat, risiko penyakit ginjal dapat diminimalkan.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin melakukan pemeriksaan, dapat menghubungi Customer Service Officer di nomor 0899 8278 777.***

Menkop: Bazaar Ramadan Buka Akses Pasar Produk Koperasi dan Pelaku Usaha

0

Bogordaily.net  – Kementerian Koperasi (Kemenkop) memberikan akses pasar kepada koperasi dan pelaku usaha melalui kegiatan bazaar bertajuk “Harmoni Ramadan Bersama Koperasi” sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Lebaran Idul Fitri 2026/1447 Hijriah.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan, bazaar Ramadan ini diselenggarakan bersinergi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi.

“Bazaar Ramadan ini adalah inisiasi dari DWP Kementerian Koperasi dengan menampilkan produk-produk hasil binaan koperasi di seluruh Indonesia. Tapi, ini masih awalan karena tahun depan saya berharap ini bisa lebih besar dan lebih masif lagi,” ucap Menkop.

Menkop berharap kegiatan tersebut dapat terus dilakukan secara masif di seluruh Indonesia demi memberikan akses pasar bagi produk-produk pelaku usaha binaan koperasi.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi tradisi terus-menerus, yang akan kita selenggarakan,” imbuh Menkop.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenkop Sita Komaladewi Juliantono menyampaikan bahwa acara Bazaar Ramadan dilaksanakan sebagai kolaborasi antara Kemenkop dan DWP Kemenkop.

Kegiatan itu dilaksanakan bertujuan untuk mendukung pemberdayaan koperasi dan pelaku usaha, serta memberikan akses pasar yang lebih luas bagi mereka di bulan Ramadhan. Kegiatan itu dilaksanakan selama tiga hari mulai 11-13 Maret 2025.

“Tiga hari dilaksanakan sampai hari Jumat 13 Maret, semua yang ikut pelaku usaha binaan koperasi, termasuk pelaku usaha yang belum masuk koperasi,” jelas Sita.

Sita menegaskan kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan daya saing koperasi dan pelaku usaha. Melalui kegiatan itu, diharapkan koperasi dan pelaku usaha dapat lebih dikenal masyarakat dan memperluas jaringan pasarnya, sehingga mampu berkembang lebih pesat dan berkelanjutan.

“Ini dalam rangka majukan dan menyediakan akses pasar koperasi sehingga meningkatkan daya saing mereka. Diharapkan koperasi semakin berkembang, tumbuh dan menunjukkan kualitas dan daya saingnya,” kata Sita.

Kegiatan itu melibatkan banyak koperasi dan pelaku usaha. Para pelaku usaha itu memamerkan berbagai produk mereka yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran, mulai dari makanan hingga berbagai produk lainnya. Kegiatan itu dilakukan di halaman depan Kantor Kemenkop.

Dengan adanya kegiatan itu, Sita berharap dapat lebih memperkuat eksistensi koperasi di Indonesia serta meningkatkan daya saing produk-produk lokal.

Menteri UMKM Percepat Pemulihan UMKM Inklusif Terdampak Bencana di Sumut

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan usaha bagi pengusaha UMKM inklusif, khususnya penyandang disabilitas dan perempuan, yang terdampak bencana di wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Menteri Maman saat memberikan motivasi dan penguatan kepada para pelaku usaha inklusif di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Provinsi Sumatera Utara di Kota Medan, Rabu (11/3), mengatakan Pemerintah berkomitmen memperkuat UMKM inklusif melalui pendampingan ekosistem usaha yang berkeadilan.

“Bentuknya antara lain pemberian legalitas usaha, peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, pemasaran, hingga kemitraan dalam rantai pasok,” kata Menteri Maman.

Berdasarkan data Kementerian UMKM, jumlah pengusaha disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 4,76 persen dari total pelaku UMKM atau setara dengan sekitar 1,3 juta pengusaha. Sementara itu, sebesar 64,5 persen usaha di Indonesia dimiliki oleh perempuan.

Menteri Maman menjelaskan pascabencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025, kelompok pengusaha ultramikro yang tergolong miskin dan rentan, termasuk penyandang disabilitas serta perempuan kepala keluarga, menjadi kelompok yang paling terdampak terhadap keberlangsungan usahanya.

Karena itu, pemulihan usaha bagi kelompok tersebut memerlukan peningkatan kapasitas usaha yang terintegrasi dengan ekosistem kewirausahaan serta didukung oleh pemanfaatan teknologi digital.

“Perempuan di Indonesia memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya sebagai pilar keluarga, tetapi juga sebagai fondasi kekuatan ekonomi nasional,” kata Menteri Maman.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian UMKM bersama UMKMIndonesia.id menyelenggarakan pelatihan literasi keuangan, kewirausahaan, serta manajemen usaha bagi 300 pengusaha mikro inklusif yang berasal dari Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan Kota Binjai. Pelatihan ini dilaksanakan di PLUT KUMKM Kota Medan.

Setelah mengikuti pelatihan, para peserta akan melalui proses kurasi untuk mendapatkan pendampingan intensif sekaligus peluang terhubung dengan mitra usaha yang lebih besar dalam ekosistem bisnis nasional.

Selain program pelatihan, Kementerian UMKM juga menyalurkan bantuan melalui program #KitaJagaUsaha kepada 100 pelaku UMKM yang tergolong miskin atau berada pada kelompok desil 1–2 serta penyandang disabilitas.

Setiap penerima memperoleh bantuan usaha sebesar Rp1 juta serta paket sembako. Penyaluran bantuan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

“Kegiatan ini juga akan dilaksanakan di Aceh dan Sumatera Barat yang turut terdampak bencana. Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan diberikan pendampingan tambahan bagi UMKM yang dinilai masih membutuhkan dukungan,” kata Menteri Maman.

Lebih lanjut, Menteri Maman menyampaikan Kementerian UMKM terus menghadirkan berbagai program untuk mempercepat perlindungan dan pemulihan UMKM terdampak bencana.

Salah satunya melalui operasional Klinik UMKM Bangkit, yang memberikan pendampingan kepada pelaku usaha untuk memperoleh akses pembiayaan, memperbaiki proses produksi, serta memperluas pemasaran agar aktivitas ekonomi mereka dapat kembali pulih.

Selain itu, pemerintah juga mengimplementasikan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 2 Tahun 2026 yang memberikan kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan usaha para pelaku UMKM.

“Kami berharap para pengusaha mikro dapat diringankan bebannya, bangkit kembali, dan mengembangkan usahanya seperti sebelum bencana terjadi,” ujar Menteri Maman.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu penerima manfaat, Uhwaina Lubis, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah kepada pengusaha UMKM disabilitas.

“Saya berterima kasih kepada Menteri UMKM atas terselenggaranya kegiatan ini. Saya merasa sangat bahagia karena UMKM disabilitas semakin diperhatikan,” ujarnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Dewi Natadiningrat, pendiri Rumah Difabel Sharaswaty yang menginisiasi program Difabelpreneur. Ia menilai bantuan yang diberikan akan sangat membantu para pelaku UMKM difabel untuk kembali mengembangkan usahanya.

“Alhamdulillah, kami sangat senang dengan kegiatan ini. Bantuan yang disalurkan tentu sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM difabel yang tergabung dalam komunitas kami,” tutur Dewi.