Sunday, 26 April 2026
Home Blog Page 5518

Grand Final, Berikut Juara Puteri Otonomi Daerah Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar grand final Pemilihan Puteri Otonomi Daerah Kabupaten Bogor tahun 2022 di Auditorium Setda.

Terpilih tiga Putri Otonomi Daerah Kabupaten Bogor tahun 2022, yakni Juara 1 Destika Meilani Almusyarofah dari Kecamatan Cariu.

Lalu, Runner up 1 Sanggia Nur Amaliana Anggraeni dari Kecamatan Cibinong dan Runner up 2 Inta Permata Muliani dari Kecamatan Cisarua.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bogor ingin melahirkan puteri terbaik yang mampu mengharumkan dan mewakili Bumi Tegar Beriman.

“Ini luar biasa, bagi tiga besar pemenang  mudah-mudahan bisa terus berprestasi hingga jenjang yang lebih tinggi. Pembinaan para finalis ini diharapkan tidak hanya sampai di sini, tapi terus berlanjut untuk bisa memberdayakan puteri-puteri terbaik Kabupaten Bogor kedepannya,” kata Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan Kamis, 19 Mei 2022.

Iwan Setiawan menuturkan, kegiatan Pemilihan Puteri Otonomi Daerah, adalah bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor hadir dari berbagai bidang dan ragam kegiatan yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat.

“Harus berbangga bisa masuk 10 besar di antara 5 juta penduduk. Saya juga berterima kasih kepada dewan juri dan tim pendukung yang sudah bekerja keras untuk melahirkan Puteri Otonomi Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2022,” tambahnya.

Iwan juga mengingatkan kepada Puteri Otonomi Daerah Kabupaten Bogor tahun 2022 yang terpilih secara otomatis menjadi duta Kabupaten Bogor.

Sambung Iwan, agar mempersiapkan diri untuk mewakili Kabupaten Bogor ke tingkat Pemilihan Puteri Otonomi Indonesia yang akan digelar pada saat Hari Jadi APKASI ke-22 mendatang.

“Kita sebagai tuan rumah, tentu jadi kebanggaan. Tunjukkan kualitas, percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki semoga bisa membawa nama baik Kabupaten Bogor dengan prestasi yang membanggakan,” pungkasnya.*

(Muhammad Irfan Ramadan)

Awas! Kebanyakan Minum Kopi Bisa Bikin Rambut Rontok

0

Bogordaily.net–  Kopi dan teh menjadi minuman populer yang banyak disukai masyarakat. Namun, mulai sekarang sebaiknya lebih waspada  dalam konsumsinya  Sebab, kandungan di balik dua minuman tadi bisa bikin rambut rontok.

Dilansir Suara.com dari NY Post, bahan-bahan dalam teh hitam dan kopi dapat membebani kadar zat besi yang dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Sara Kayat menjelaskan kehilangan sekitar 100 hingga 150 helai rambut sehari adalah normal tetapi beberapa orang dapat kehilangan lebih banyak karena stres.

Sebagian besar waktu kerontokan rambut akan berhenti setelah tingkat stres mereda. Dengan pemikiran tersebut, Dr. Kayat, yang bekerja dengan Viviscal mengatakan bahwa seseorang harus menghindari konsumsi kafein yang dapat menyebabkan rambut rontok.

“Tahukah kamu tanin dalam teh hitam dapat menghalangi penyerapan zat besi, yang dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi dan pada gilirannya menyebabkan kerontokan rambut?

“Jika Anda seorang peminum teh hitam – cobalah dan kurangi asupan Anda, atau bahkan lebih baik – tetaplah dengan teh hijau, sebagai alternatif,” ujarnya.

Kopi mengandung sekitar 4,6 persen tanin, sedangkan teh memiliki sekitar 11,2 persen tanin. Tanin adalah molekul yang menempel pada protein dan ditemukan di kayu pohon dan kulit kayu, buah-buahan mentah dan daun tanaman.

Sementara itu menyadur dari Halodoc dan berbagai jurnal, berikut adalah beberapa tips mengurangi rambut rontok:

Pakai sampo yang ramah di kulit kepala

Sebagian orang mempunyai kulit kepala yang sangat sensitif dan alargi terhadap beberapa kandungan di dalam sampo yang biasa digunakan. Pilihlah sampo yang ramah untuk kulit kepala dengan bahan-bahan alami tanpa mengandung SLS, paraben, palm, animal fat, fragrace maupun silikon.

Minum air putih yang cukup

Minum cukup air putih dapat membuat kulit kepala rambut menjadi lebih sehat sehingga rambut dapat tumbuh lebih baik dan kuat. Selain itu dengan mengkonsumsi cukup air putih dapat membantu mencegah kulih kepala kering.

Rajin memijat kulit kepala

Bisa juga melakukan pijatan pada kulit kepala secara mandiri setiap hari, terutama sebelum berkeramas. Hal ini dikarenakan pemijatan kulit kepala secara rutin dapat membantu memperlancar peredaran darah sehingga menstimulus kekuatan akar dan pertumbuhan rambut. Namun, jangan terlalu menekan kulit kepala terlalu keras karena dapat menambah kerontokan dan membuat kulit kepala sakit. Lakukanlah secara perlahan.

Tidak menyisir rambut ketika basah

Menyisir rambut dalam keadaan basah membuat rambut lebih mudah rontok karena rambut sedang dalam keadaan yang sangat rentan untuk rapuh.

Pola hidup sehat

Menjaga pola hidup sehat selain baik untuk tubuh juga dapat mencegah rambut rontok antara lain tidak merokok, mengurangi stres, mengurangi penggunaan produk-produk dengan bahan kimia berlebih untuk rambut.***

Keren! Taylor Swift Dapat Gelar Doktor Kehormatan, Ini Pesan Inspiratifnya

0

Bogordaily.net Taylor Swift tak hanya memiliki suara emas tetapi juga kecerdasan yang berlimpah. Hal tersebut terungkap usai musisi pop ini meraih gelar doktor kehormatan yang diberikan kepadanya oleh New York University (NYU) pada Rabu, 18 Mei 2022.

Pemilik nama lengkap Taylor Alison Swift itu pun menghadiri upacara wisuda dan memakai toga serta gaun wisudawan lengkap dengan warna ungu kebanggaan NYU. Ia juga berkesempatan untuk memberikan pidato kelulusan di depan alumni 2022. Banyak pesan-pesan inspiratif yang diberikan oleh Taylor Swift kepada rekan-rekan wisudawannya. Ia kini mendapatkan gelar Doctor of Fine Arts.  Berikut pesan pidato kelulusan Swift yang dirangkum dari Suara.com.

Menghargai pengorbanan dan jasa keluarga

Taylor Swift mengucapkan terima kasih atas jasa keluarganya dalam mendukung kariernya menjadi seorang musisi yang sukses. Dalam pidato tersebut, ia berterimakasih kepada keluarganya karena telah mengantarnya menjadi seorang musisi dan dapat memberikan pidato kehormatan dalam acara wisuda tersebut.

“Aku tahu kalau merangkai kata-kata harusnya menjadi keahlianku, tapi aku hingga sekarang belum menemukan kata-kata yang pas untuk berterimakasih kepada ayah, ibu, dan adik laki-lakiku Austin atas pengorbanan mereka setiap hari demi aku bisa berdiri di depan kalian dari sebelumnya hanya menyanyi di toko-toko kopi,” ucapnya dalam pidato tersebut.

Kita adalah tambalan sulam bagi sesama

Memakai analogi sebuah sulaman yang perlu ditambal, Swift menunjukkan bahwa kita perlu satu sama lain untuk berjuang. Pesannya yang satu ini juga tidak terlepas dari rasa terima kasihnya terhadap dukungan orang-orang tercintanya yang ia sampaikan sebelumnya.

“Kita adalah bagaikan tambalan sulam bagi sesama, yakni bagi mereka yang yakin pada masa depan kita, mereka yang memberikan empati dan kebaikan,” ucap Swift dengan nada haru.

Taylor Swift saat pidato kelulusan (Shannon Stapleton/Reuters/Suara.com/Bogordaily.net)

Belajar melepaskan

Swift memberi nasihat pada para wisudawan untuk belajar melepaskan hal-hal yang buruk. Bahwa kita tidak bisa selamanya membawa berbagai dendam dan kesedihan yang membebani kita. Maka ia berpesan untuk para wisudawan dapat melepaskan semua itu.

“Tumbuh dan masuk ke tahapan baru itu berarti kita harus bisa belajar menangkap dan melepas. Maksudku demikian adalah sadar akan apa yang harus disimpan, dan mana yang harus dilepas. Kita tidak bisa membawa semuanya,” ucap Swift.

Jangan takut jadi aneh

Kekasih Joe Alwyn ini juga memaklumi bahwa terkadang orang tidak bisa terlepas dari menjadi aneh di mata orang lain, baik saat mengekspresikan diri kita maupun mengikuti tren yang kekinian.

“Aku yakin bahwa tren pakaian atau tindakan yang ikuti akan aneh di mata orang pada kemudian hari. Pasti itu akan terjadi. Maka, tak perlu menjauhi hal-hal demikian,” lanjut Swift.

Taylor Swift. (Instagram/@taylorswift/Bogordaily.net)

Perjuangan tanpa usaha adalah mitos

Meski hidup penuh kesuksesan, Swift tidak setuju dengan adanya perjuangan tanpa usaha.

“Percayalah padaku, jangan pernah takut mencoba. Perjuangan tanpa usaha hanyalah mitos,” ujarnya.

Kesalahan bukan berarti kegagalan

Swift juga memaklumi bahwa di setiap tahapan hidup pasti kita akan membuat kesalahan. Ia berpesan bahwa kesalahan yang kita buat tidak membuat kita menjadi orang gagal.

“Kehilangan sesuatu bukan berarti kita kalah. Kadang saat kita kehilangan sesuatu, kita mendapatkan hal-hal baik sebagai gantinya,” tegasnya.

Belajar dari kegagalan

Taylor Swift. (Instagram/@taylorswift/Bogordaily.net)

Meski telah menjadi orang yang sukses, Swift mengakhiri pidato dengan berpesan pada para wisudawan untuk belajar dari kegagalan.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa hal-hal buruk akan menimpa kita. Tapi kita harus belajar dari kegagalan dan menjadi lebih tangguh,” pungkasnya.

Jadi Pemimpin Rombongan Ziarah, Ini Pesan Dandim 0621 Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net – Komandan Kodim (Dandim) 0621/Kabupaten Bogor Letkol Kav. Gan Gan Rusgandara, jadi pemimpin rombongan ziarah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor bersama Forkopimda.

Ia memimpin rombongan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg, jelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

“Kita tidak bisa melupakan jasa para pahlawan. Oleh karena itu, kita melaksanakan ziarah ke tempat ini, kita sebagai penerus bangsa tidak memperjuangkan lagi, tapi kita mengisi dengan hal-hal positif. Berkaitan dengan HUT Kodam dan Kebangkitan Nasional, saya harap kami dari TNI beserta Pemda dapat terus bersinergi untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang tentunya positif,” kata Gan Gan, Kamis 19 Mei 2022.

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), sambung Gan Gan, adalah peristiwa sejarah dan peristiwa nasional yang harus tetap dijaga dan dilestarikan bahkan tidak boleh dilupakan.

Ia menambahkan, kegiatan ziarah rombongan hari ini selain memperingati Hari Kebangkitan Nasional juga dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun Kodam.

Selain itu, kata Gan Gan, berkaitan dengan kebijakan PPKM Level 2 dirinya tidak henti-hentinya bersama TNI dan POLRI beserta pemda untuk tetap menegakkan apa yang ditentukan di dalam PPKM level 2.

“Kami juga berharap dari pandemi ini segera cepat menjadi endemi agar roda perekonomian berputar dengan baik, sehingga Pancakarsa yang dicanangkan oleh Bupati Bogor tetap dalam berjalan dengan baik,” pungkasnya.*

(Muhammad Irfan Ramadan)

Jelang Hari Kebangkitan Nasional, Burhanudin Lakukan Ziarah dan Tabur Bunga

0

Bogordaily.net – Jelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin bersama unsur Forkopimda, melakukan ziarah dan tabur bunga pada Kamis 19 Mei 2022.

Ziarah dan tabur bunga tersebut berlangsung di Taman Makan Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Rombongan ziarah dipimpin oleh Komandan Kodim (Dandim) 0621/Kabupaten Bogor Letkol Kav. Gan Gan Rusgandara.

“Dikaitkan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional, mudah-mudahan masyarakyat Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor betul-betul bisa bangkit dari keterpurukan karena pandemi dan kita kembali bisa menatap untuk membangun Kabupaten Bogor lebih baik kedepan untuk anak cucu kita,” kata Sekda Kabupaten Bogor, Burhanudin, Kamis 19 Mei 2022.

Lanjutnya ia mengatakan, Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) adalah peristiwa sejarah dan peristiwa nasional yang harus tetap dijaga dan dilestarikan.

Hari kebangkitan nasional ini, kata Burhanudin, jadi momentum Kabupaten Bogor untuk bangkit dan membangun secara bersama-sama antara Pemerintah Daerah dengan seluruh lapisan masyarakat, demi mewujudkan Kabupaten Bogor yang lebih baik ke depan.

“Alhamdulillah secara umum kita sudah sangat melandai. Kalau di laporan, paling tinggi 5 orang yang positif, tapi tingkat kesembuhannya juga cepat karena omicron ini tidak terlalu mengkhawatirkan dibanding varian terdahulu. Oleh sebab itu, semoga pandemi ini segera berlalu dan segera beralih dari pandemi menjadi endemi. Mudah-mudahan nanti ada pedoman dan aturan dari pimpinan dan dari Satgas Covid-19 disesuaikan,” jelasnya.

Selain itu, kata Burhanudin, kaitan dengan situasi Covid-19 saat ini, ia selaku ketua harian yang diketuai Bupati Bogor, dan para wakil ketuanya Forkopimda. Hingga hari ini Kabupaten Bogor masih berada di level 2.

“Artinya masih ada beberapa hal yang harus dilakukan, termasuk pemakaian masker dan juga membatasi berkerumun orang di tempat-tempat tertentu, ada kriterianya,” pungkasnya.*

(Muhammad Irfan Ramadan)

Rifdah Farnidah, Perempuan Asal Sumedang Kalahkan Arab Saudi di Lomba Hafalan Al-Qur’an

0

Bogordaily.net– Seorang perempuan asal Sumedang, Jawa Barat mengharumkan nama Indonesia. Dia adalah Rifdah Farnidah yang berhasil mengalahkan Arab Saudi dan negara-negara lain dalam Musabaqoh Hifzhil Quran (MHQ) kategori 30 juz pada ajang 107’s Family Quranic Competition di Nigeria.

Rifdah Farnidah merupakan dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta. Sebagaimana dilansir dari Suara.com, ia berhasil menyisihkan 87 peserta lainnya dari berbagai negara, seperti Ghana, Liberia, Amerika Serikat, India, Arab Saudi, hingga Turki pada ajang yang berlangsung 8-26 April 2022.

Sebelumnya Rifdah juga pernah meraih juara 2 MHQ di Yordania pada tahun 2018. Beberapa prestasi juara yang pernah diraih Rifdah adalah juara 2 MHQ di Yordania pada tahun 2018. Sementara di tingkat nasional, ia telah langganan juara.

Rifdah juga pernah menjadi terbaik 1 pada MTQ Nasional cabang MHQ 5 juz Jamiyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) tahun 2012 di Kalimantan Barat, juara 1 MTQ Nasional cabang MHQ 10 juz tahun 2016 di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan juara 1 MTQ Nasional cabang 30 juz di Kalimantan Barat pada tahun 2017.

Atas capaian prestasinya itu Rifdah Farnidah pun mengaku terharu dan bersyukur.

“Alhamdulillah saya bersyukur masih diberikan kesempatan mengikuti musabaqah di tingkat internasional dan bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Indonesia. Tentunya apa yang saya raih saat ini tidak lepas dari do’a dan bimbingan dari guru-guru saya di Pondok Pesantren al-Hikamussalafiyyah Sumedang dan Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta,” ujarnya di Jakarta, dikutip dari TimesIndonesia.

Sementara itu Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Muhammad Ali Ramdhani, memberikan apresiasi dan rasa bangga yang mendalam.

“Ditjen Pendidikan Islam tentu turut bangga dan berterima kasih atas capaian ini. Musabaqah Hifzh Al_Qur’an 30 juz tingkat dunia diraih oleh Indonesia melalui perguruan tinggi di bawah binaan Kementerian Agama,” ujarnya.

Meski secara teritori menurutnya, Indonesia jauh dari pusat kelahiran Islam di Timur Tengah, tetapi secara faktual Indonesia mampu menjadi peraih yang terbaik di ajang internasional.***

Pemkab Bogor Gencar Lakukan Tingkatkan Turis Mancanegara

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berupaya untuk meningkatkan kembali kunjungan wisatawan atau turis mancanegara untuk berlibur khususnya ke kawasan Puncak.

Hal itu dilakukan mengingat kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan Puncak, anjlok akibat pandemi Covid-19 dua tahun lalu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kunjungan wisatawan mancanegara di Kabupaten Bogor menyusut selama dua tahun pandemi.

Pada tahun 2020, dari total 5.117.889 orang, hanya 60.552 di antaranya merupakan wisatawan mancanegara.

Untuk itu, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan terus menyusun strategi, guna menggeliatkan kembali sektor wisata, khususnya di kawasan Puncak, Bogor.

“Kunjungan ke tempat wisata memberikan kontribusi cukup signifikan pada pendapatan asli daerah (PAD), yaitu sebesar Rp282 miliar atau 7,61 persen dari PAD tahun 2021 yang senilai Rp3,7 triliun,” kata Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan, kepada wartawan Kamis, 19 Mei 2022.

Lanjutnya ia mengatakan, sebelum pandemi, tercatat ada sebanyak 287.681 wisatawan mancanegara dari total 9.484.957 wisatawan di Kabupaten Bogor selama tahun 2019.

Namun akibat dihantam pandemi pada dua tahun lalu, kunjungan turis mancanegara anjlok sangat pesat.

“Upaya telah kami lakukan untuk menjadikan Kawasan Puncak sebagai kawasan wisata yang ramah, aman, nyaman dan berkelanjutan semoga bisa terwujud dengan baik,” tambahnya.

Selain itu, Iwan juga menambahkan, Pemkab Bogor juga sedang memperbanyak desa wisata melalui program Karsa Bogor Maju.

Jumlah desa wisata yang semula ada 25 desa pada tahun 2019, kemudian bertambah jadi 35 desa wisata pada tahun 2020, dan menjadi 40 desa wisata pada tahun 2021.

“Kabupaten Bogor ini daerah yang berdekatan dengan ibu kota negara dan berbatasan langsung dengan 10 kabupaten/kota dan dua provinsi yang dikelilingi sekitar 70 juta populasi, sehingga potensi wisata Puncak ini sangat besar, bahkan kawasan Puncak menjadi wisata favorit warga Jabodetabek,” pungkasnya.*

(Muhammad Irfan Ramadan)

Plt Bupati Iwan Setiawan Tanggapi Soal Pelonggaran Masker

0

Bogordaily.net – Pelonggaran penggunaan masker yang disampaikan Presiden RI, Joko Widodo belum lama ini, diapresiasi oleh Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan.

Menurut Iwan, ekonomi masyarakat akan mendekati normal seiring pelonggaran penggunaan masker, khusunya roda ekonomi di Kabupaten Bogor.

Namun meski demikian, menurut politisi partai Gerindra tersebut, para pelaku usaha khususnya di Kabupaten Bogor harus mempersiapkan semuanya.

Hal itu, kata Iwan, masa pandemi dan di masa pelonggaran masker yang telah disampaikan Presiden, tentunya akan berbeda.

“Dengan pelonggaran penggunaan masker berarti banyak kegiatan yang bisa dilakukan seperti pertandingan sepakbola, event-event musik dan lainnya yang bisa berorientasi ke peningkatan ekonomi,” kata Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan, Kamis 19 Mei 2022.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk melonggarkan kebijakan penggunaan masker di luar ruangan. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan sejumlah aspek.

Hal tersebut ditegaskan Jokowi dalam konferensi pers terkait pelonggaran penggunaan masker di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa 17 Mei 2022.

Jokowi mengemukakan keputusan tersebut diambil sejalan dengan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang semakin terkendali dalam beberapa waktu terakhir.

Lalu, RI 1 juga menekankan masyarakat yang masuk kategori rentan dan lanjut usia dan memiliki komorbid disarankan untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas baik di dalam atau luar ruangan.

“Dengan memperhatikan kondisi saat ini di mana penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia semakin terkendali maka perlu saya menyampaikan beberapa hal, yang pertama pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker,” terangnya dalam konferensi pers Selasa, 17 Mei 2022.*

(Muhammad Irfan Ramadan)

Keluhan Cakra Buana dan Rizal Ramli Soal Jokowi Tak Mampu Urus Rakyat

0

Bogordaily.net – Publik belum lupa bahwa Cakra Buana, Organisasi sayap PDIP pernah keluhkan kelemahan Jokowi yang meninggalkan Nawacita, tidak pro rakyat, tidak pro poor, tak pro job.

Padahal, organisasi sayap ini berkontribusi besar terhadap pemenangan Joko Widodo baik menjadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden RI mendatangi ekonom senior Rizal Ramli (RR).

Kepala Satgasus Cakra Buana PDIP, Kadiman Sutedy menyampaikan kepada RR, pihaknya mengaku kecewa kepada Jokowi yang pada pemerintahan keduanya ini tidak mampu mengurus rakyat.

Sebagai informasi, Organisasi sayap PDIP keluhkan Jokowi ini adalah Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Cakra Buana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang bertandang ke kantor RR di Jalan Tebet Barat Dalam IV, Jakarta Selatan, Senin 3 Agustus 2020.

Ia menyatakan, kepala negara sekaligus kepala pemerintahan yang sudah menjabat dua periode itu sudah tidak lagi jujur dan punya hati memimpin rakyat Indonesia.

“Saya lihat tidak jujur. Tidak ada lagi hati. Urus rakyat bukan hanya cukup pintar saja, tapi harus pakai hati,” tegas sosok yang akrab disapa Yongki ini di hadapan RR.

Di tengah krisis kesehatan pandemik virus corona baru (Covid-19) saat ini, lanjut Yongki, pemerintah tidak lagi mendahulukan kepentingan rakyat kecil yang sudah mulai terdampak ekonominya. Sebab Jokowi beserta jajarannya hanya memberikan sembako yang praktiknya tidak merata.

“Hari ini rakyat butuh diurus pakai hati, bukan sembako aja dikasih yang enggak bisa makan. Bahkan yang sangat menyedihkan masyarakat datang ke saya, sedih saya. Kenapa bangsa ini jadi begini,” tukasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Yongki membawa puluhan personel Satgas Cakra Buana PDIP, yang juga menyampaikan keluh kesahnya kepada Rizal Ramli terkait penanganan Covid-19 yang dikerjakan pemerintah hingga hari ini.

Bahkan dalam pertemuan tersebut, hadir pula Laskar Betawi yang juga merasakan dan menyampaikan hal yang serupa dengan Satgas Cakra Buana PDIP. Ada pertanyaan publik: Pasca-Jokowi apakah Indonesia akan lebih rusak, rakyat lebih susah ?

Banyak yg bertanya, apakah jika Jokowi berhenti, mundur atau diundurkan, Indonesia akan lebih baik ? Bukannya akan makin hancur, makin susah ?

Justru sebaliknya, Indonesia akan lebih baik, lebih damai (krn tidak ada lagi islam-phobia berbayar), ekonomi rakyat akan lebih baik

Indonesia akan lebih baik, damai & makmur pasca-Jokowi, krn 1) Islam-Phobia berbayar akan dihapuskan, 2) Penegakkan hukum anti-KKN akan lebih tegas, 3) Harga kebutuhan pokok akan diturunkan spt minyak goreng, listrik, LPG agar di kantong rakyat ada uang, 4) Pemilu Jujur Adil

Ekonomi Rakyat pasti akan lebih baik pasca-Jokowi:

1) Kredit UKM ditingkatkan dari 18% kredit nasional jadi 30%, sehingga lapangan kerja akan naik

2) Cicilan Utang akan dikurangi dari Rp770 trilliun menjadi setengahnya. Penghematan cicilan untuk Internet gratis dll

Pasca Jokowi, wibawa dan pengaruh internasional Indonesia akan meningkat. Pemimpin pasca-Jkw ngerti geopolitik, diplomasi international dan teguh dalam prinsip bebas-aktif dan berjuang untuk perdamaian dunia

Indonesia pasca-Jokowi akan sangat berpengaruh dan dihormati di ASEAN 10, diperhitungkan di Asia, dan jadi salah satu pemimpin penting Gerakan Non-Blok dengan memperjuangkan aspirasi perlunya tatanan dunia baru yg lebih adil dan manusiawi.***

Sumber : Konfrontasi

Waspadai Hepatitis Akut, Tingkatkan PHBS dan Galakan Germas

0

Bogordaily.net – Memasuki Mei 2022, masyarakat dunia kembali menghadapi ancaman wabah global. Kali ini ancaman itu berupa hepatitis akut misterius (Acute Hepatitis Of Ungknown Aetiology), yang menyerang anak-anak.

Di beberapa negara Eropa, kasus Hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya itu sudah merebak dan ditetapkan sebagai Kejadian Luar biasa (KLB) oleh WHO pada 15 April 2022.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI, merilis informasi adanya 18 kasus yang diduga hepatitis akut yang sudah terdeteksi. DKI Jakarta menjadi yang terbanyak dengan 12 kasus yang dialami anak usia 0 hingga 16 tahun.

Selain di Jakarta, kasus hepatitis akut juga ditemukan di Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bangka Belitung, dan Kalimantan Timur.

Ada enam kasus yang ditemukan pada anak-anak usia 5–9 tahun. Lalu, pada anak usia 0 sampai 4 tahun ditemukan empat kasus hepatitis. Sementara itu, pada usia 10–14 tahun dan 15–20 tahun, masing-masing terdapat empat kasus.

Gejala yang kerap muncul adalah demam. Sebanyak 72,2 persen dari 18 orang mengalami gejala tersebut. Gejala lainnya adalah mual, muntah, tidak nafsu makan, diare akut, lemah, lesu, nyeri perut, kembung, nyeri sendi, mata kuning, dan gatal. Penyakit itu dapat disembuhkan, asalkan penderita tidak terlambat untuk segera ditangani.

Sampai dengan 15 Mei 2022 di Kota Bogor belum ada laporan warga yang terkena penyakit tersebut. Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengungkapkan, sempat ada laporan yang diterimanya, kasus Hepatitis misterius sudah masuk ke Kota Bogor.

Namun, setelah dicek ke RSUD Kota Bogor kasus itu bukan hepatitis misterius. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno juga menegaskan, berdasarkan data yang masuk, belum ada warga Kota Bogor yang terindikasi hepatitis akut misterius.

“Saya sudah konfirmasi ke direktur RSUD, bukan kasus Hepatitis akut,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Medik RSUD Kota Bogor, dr. Andy Aprianto mengungkapkan, data RSUD menunjukkan, kematian yang tercatat berasal dari penyakit lainnya. Bukan Hepatitis akut.

“Di RSUD Kota Bogor ada tiga anak meninggal dengan diagnosis bukan Hepatitis. Diagnosisnya yakni Meningoencephalitis dan malnutrisi di ICU umum, asfiksi pada bayi berusia 5 hari, dan Meningitis TB,” terangnya.

Pihaknya memang sempat mendapati satu suspek (terduga) hepatitis akut pada pasien anak-anak. Akan tetapi, setelah diperiksa lebih lanjut, diagnosisnya ternyata hanya gangguan pencernaan biasa.

Pasien juga sudah dipindahkan dari ruang rawat inap isolasi ke ruang rawat inap biasa. Jadi di RSUD Kota Bogor belum terdeteksi adanya pasien kasus hepatitis akut.

Meskipun demikan Dinas Kesehatan Kota Bogor telah melakukan berbagai antisipasi. Selain mempelajarinya, juga melakukan pengawasan terhadap pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit terkait dengan keluhan hepatitis pada anak.

“Dinkes, rumah sakit dan Puskesmas sudah mendapatkan sosialisasi penyakit tersebut dari Kemenkes dan Dinkes Provinsi,” kata Sri Nowo Retno.

Lebih lanjut Retno menjelaskan, penyakit ini menyerang anak-anak usia di bawah 16 tahun. Progresivitas penyakit sangat cepat dan menimbulkan kematian.

“Gejalanya mirip dengan hepatitis akut, tetapi penyebabnya bukan hepatitis A,B,C, D, E. Gejala umumnya adalah demam, mual, muntah, diare, ikterus, nyeri perut (syndrome jaundice) dan penurunan kesadaran,” katanya.

Penyakit ini juga dalam pemeriksaan penunjang laboratorium menunjukkan peningkatan SGPT SGOT > 500 atau di atas 500.

hepatitis akut

“Diduga penyebabnya adalah Adenovirus, dan penularan secara orofecal atau melalui mulut dan saluran pencernaan,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, seperti penyiapan faskes primer dan rumah sakit terkait penegakan diagnosis dan tatalaksana hepatitis akut berat, termasuk alur rujukan.

Demikan juga penyiapan laboratorium, labkesda dan laboratorium rujukan. Sosialisasi, edukasi dan informasi penyakit hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya ke masyarakat melalui berbagai kanal media, forum komunikasi dan sebagainya, termasuk upaya promotif dan preventif.

Retno juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan menggalakkan Germas, termasuk hygiene sanitasi makanan.

Langkah antisipasi lain adalah meningkatkan surveilans penyakit, memantau dan melaporkan secara dini penemuan kasus ke SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon). Koordinasi lintas program dan lintas sektoral dengan semua stakeholder.***