Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 5976

Uniknya Tradisi Suku Baduy yang Berjalan Kaki Ratusan Kilometer Demi Ritual Seba

0

Bogordaily.net–Sebagaimana diketahui Suku Baduy tak mudah tergoda dan terusik dengan rayuan perkembangan zaman serta teknologi. Melestarikan tradisi kuno warisan leluhur, ketangguhan Urang Kanekes atau Suku Baduy ini bahkan sering mencuri perhatian. Dikenal dengan kesederhanaan mereka, beberapa orang masih awam akan fakta-fakta unik Suku Baduy.

Dihimpun Suara.com dari laman Hops.id, Suku Baduy tinggal di Pegunungan Kendeng Banten. Perkampungan adat masyarakat Baduy berjumlah 56, luasnya 5.000 hektar-an. 53 kampung itu dihuni masyarakat Baduy Luar, dan selebihnya Baduy Dalam.

Lalu, soal rumah, mereka menyebutnya sulah nyanda, sebuah tempat tinggal berukuran tidak terlalu besar. Bentuknya pun masih mempertahankan tradisi dengan empat persegi panjang, julang ngapak namanya, dan tanpa jendela pula.

Sulah nyanda dibangun menggunakan bahan ramah lingkungan. Tiang dari kayu, dan dinding anyaman bambu. Atapnya cuma ditutupi ijuk di atas kerangka dari bambu. Keunikan lain rumah Baduy Dalam yaitu tempat berdirinya disesuaikan dengan kontur tanah.

Tak heran, tiang-tiang rumah tersebut tingginya beda-beda. Jadi jelasnya, sulah nyanda adalah rumah panggung ditopang bebatuan sebagai fondasi. Lalu, rumah mereka biasanya dibangun saling berhadapan, mengarah utara atau selatan. Dan, sering juga dilengkapi hiasan pada bagian atapnya.

Ruang dalam sulah nyanda dirancang simpel banget. Ada ruang depan atau sosoro, difungsikan buat ruang tamu, nyantai, atau kegiatan menenun.

Kemudian tepas atau ruang tengah untuk tidur dan kumpul keluarga. Terakhir, ipah, atau dapur. Selain buat memasak, ipah difungsikan untuk menyimpan beras plus hasil ladang.

Yang juga unik, ada lubang di lantai yang terbuat dari anyaman bambu, dan lubang itu merupakan saluran udara atau ventilasi. Berbeda dengan rumah pada umumnya yang ventilasi di bagian atas rumah.

Model rumah itu sudah menunjukkan kalau Suku Baduy tak silau godaan modernisasi. Mereka tetap menyatu dengan ritme kehidupan dalam frame tradisi masa silam yang tak lekang oleh waktu. Yang juga tak terpisahkan dalam hidup mereka tak ada sentuhan teknologi pada peralatan rumah tangga.

Tak ada yang lampu listrik. Untuk penerangan, mereka memakai pelita. Lalu masak dengan tungku kayu bakar. Tentang alat makan-minum, Suku Baduy memakai somong, potongan bambu yang dijadikan gelas. Sendoknya dari batok kelapa dan piring dari keramik disebut panjang.

Untuk mencari nafkah dilakukan kaum lelaki, dengan berladang atau bertani. Peralatannya pun terbilang sederhana seperti koret (arit), kayu buat bikin lubang dan etem (ani-ani). Dan, tanpa bantuan lainnya, termasuk hewan kerbau atau sapi.

Jenis tanamannya selain kopi, ada juga umbi-umbian serta padi. Dan, hasil panennya tak hanya buat mereka saja melainkan sebagian diberikan juga ke penguasa setempat lewat ritual Seba.

Seba merupakan tradisi yang dihelat pasca panen, yang didahului tradisi kawalu, atau puasa selama tiga bulan. Tujuannya untuk menghormati plus menjalin silaturahmi dengan penguasa.

Demi mentaati tradisi itu, masyarakat Suku Baduy, termasuk Baduy Luar berduyun-duyun menuju kantor pusat pemerintahan. Khusus Baduy Dalam, mereka melakoni dengan berjalan kaki ratusan kilometer dari kampung mereka, Cibeo, Cikertawana dan Cikeusik.***

Tren Liburan Selama Pandemi, Wisatawan Lebih Pilih Tempat Privat

0

Bogordaily.net–Tren berlibur wisatawan Indonesia berubah sejak pandemi Covid-19.  Menurut data Traveloka, masyarakat Indonesia kini lebih lelbih akomodasi privat, seperti vila, resort, apartemen, glamping, hingga private homes.

“Kami juga mencatat adanya peningkatan tren pencarian dan pemesanan untuk tipe properti akomodasi vila dan private homes hingga tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan kuartal pertama 2021,” ujar Chief Marketing Officer Traveloka Shirley Lesmana dalam keterangannya, dilansir Suara.com, Kamis, 10 Maret 2022.

Sementara itu, daerah yang menjadi favorit antara lain masih didominasi di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bali, Bandung, Malang, dan Yogyakarta.

“Kami senantiasa mengamati tren yang terjadi di masyarakat, khususnya terkait kebutuhan perjalanan dan gaya hidup. Kami melihat animo konsumen pada tren gaya hidup baru terus mengalami peningkatan, mulai dari staycation dan workcation, serta pilihan untuk berlibur di akomodasi privat,” jelasnya.

Tren ini kemudian mendorong pada peningkatan pemesanan layanan Traveloka Holiday Stays. Shirley pun optimistis tren terhadap akomodasi privat akan terus meningkat kedepannya seiring dengan bertumbuhnya pilihan akomodasi privat milik pengusaha lokal.

“Kami berharap ini tidak hanya membantu konsumen dalam menentukan akomodasi privat yang sesuai kebutuhan, tapi juga membantu para mitra kami untuk memperluas jangkauannya kepada konsumen sehingga dapat turut mendukung perkembangan bisnis dan percepatan pemulihan ekosistem pariwisata di Indonesia,” katanya.

Untuk memperluas opsi akomodasi privat yang disediakan dalam layanan Traveloka Holiday Stays, Shirley mengatakan bahwa pihaknya terus mengembangkan kemitraan dengan mitra properti akomodasi yang menyediakan tipe akomodasi privat dengan harga terjangkau hingga properti premium.

Kota Bandung menjadi destinasi terfavorit pengguna dalam mencari akomodasi vila premium yang menawarkan fasilitas lengkap, mewah, serta kapasitas ruangan yang lebih besar.

Salah satu mitra terbaru Traveloka Holiday Stays yang menawarkan fasilitas menginap premium adalah Rumah Gautama, bagian dari Maja Family yang mengelola beberapa hotel dan vila dengan desain kekinian di Kota Bandung.***

Mau Bikin Akta Kelahiran, Berikut Langkah dan Syaratnya

0

Bogordaily.net–Bagi orang dewasa yang belum memiliki akta kelahiran sebaiknya segera membuatnya. Sebab akta kelahiran berguna untuk keperluan administrasi kependudukan. Pasalnya, setiap penduduk Indonesia diharuskan memiliki akta kelahiran baik anak-anak maupun orang dewasa.

Membuat akta kelahiran saat ini sangat mudah, dapat mendatangi langsung kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di mana saja, terutama bagi yang tinggal di Kota Bogor.

Berikut langkah-langkah dan dokumen yang harus dipersiapkan bagi orang dewasa yang akan membuat akta kelahiran. Pertama, mengisi formulir F-2.01, fotokopi Kartu Keluarga (KK) yang terdapat nama orang yang akan dibuat akta kelahirannya.

Kemudian tidak perlu menggunakan surat pengantar dari RT maupun RW. Fotokopi surat keterangan kelahiran dapat dari rumah sakit, puskesmas, bidan, ataupun lainnya yang menyatakan kelahirannya.

Namun, apabila tidak memilikinya dapat membuat Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) atau formulir F-2.03 yang disertai dua orang saksi dan fotokopi buku nikah, atau dapat berupa kutipan akta perkawinan, atau bukti lainnya yang sah.

Selanjutnya penduduk dapat membuat SPTJM kebenaran sebagai pasangan suami istri atau formulir F-2.04 yang disertai dua orang saksi. Kemudian semua berkas difotokopi rangkap tiga hingga empat.

Saat persyaratannya sudah lengkap, datanglah langsung ke kantor Disdukcapil. Saat sampai di kantor Disdukcapil harus mengambil nomor antrean di loket yang sudah tersedia.

Setelah selesai, Anda harus mengisi formulir kemudian serahkan semua dokumen pada petugas yang ada di loket. Tunggulah sejenak hingga permohonan akta kelahiran selesai. Sebenarnya, selain mengurus akta kelahiran secara offline, masyarakat juga dapat membuatnya secara online.

Namun, itu tergantung dari laman resmi Disdukcapil di domisili masing-masing. Demikian informasi pembuatan akta kelahiran bagi orang yang sudah dewasa.(Ibnu Galansa Montazery)

Kolaborasi KemenKopUKM dan Bappenas Perkuat Usaha Rotan Trangsan

0

Bogordaily.net–Indonesia merupakan salah satu negara penghasil rotan terbesar di dunia. Ada sekitar 40 jenis rotan komersial yang dihasilkan di Indonesia. Sebagian besar rotan Indonesia dijual untuk pasar ekspor dalam bentuk kerajinan, yang umumnya dilakukan pelaku usaha besar/eksportir.

Pemerintah mengharapkan agar Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat memegang peranan yang lebih besar dalam produksi dan pemasaran produk rotan, termasuk pelaku UMKM rotan dari Desa Trangsan. Desa tersebut telah lama menjadi sentra kerajinan rotan terbesar di Jawa Tengah. Sebagian besar warga disana mengandalkan pembuatan kerajinan rotan sebagai mata pencaharian utama.

Hal tersebut disampaikan Asisten Deputi Pengembangan Rantai Pasok Usaha Mikro, Deputi Bidang Usaha Mikro, Kementerian Koperasi dan UKM Sutarmo, pada pembukaan acara Bimbingan Peningkatan Mutu Produk dan Perluasan Jaringan Pemasaran Usaha Mikro pada Komoditas/Klaster Rotan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis, 10 Maret 2022.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sukoharjo Iwan Setiyono, Direktur Pengembangan Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi Bappenas Ahmad Dading yang hadir secara daring, serta 60 orang pengrajin rotan yang tergabung dalam KSU Trangsan Manunggal.

Acara Bimbingan Peningkatan Mutu Produk dan Perluasan Jaringan Pemasaran Usaha Mikro pada Komoditas/Klaster Rotan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis, 10 Maret 2022.(Istimewa/Bogordaily.net)

Sutarmo mengakui, pandemi Covid-19 berdampak terhadap kelangsungan perekonomian Indonesia, termasuk pelaku UMKM komoditas rotan di Desa Trangsan.

“Berkurangnya aktifitas masyarakat yang menyebabkan turunnya daya beli. Sehingga, omset para pelaku UMKM juga menurun drastis, selain itu terdapat penghentian aktivitas operasional pelabuhan di negara tujuan ekspor rotan juga menjadi salah satu kendala UMKM furniture dan kerajinan,” ujar Sutarmo dalam rilis yang diterima Bogordaily.net.

Sudah saatnya, lanjut Sutarmo, para pengrajin rotan harus melek digital, salah satunya melalui pencatatan laporan keuangan yang baik dan benar melalui platform digital, yaitu melalui aplikasi LAMIKRO.

“Dalam hal pembiayaan untuk pengembangan usaha saja, banyak UMKM kita yang masih terkendala dalam pencatatan laporan keuangan, sehingga kesulitan dalam proses pembiayaannya. Selain itu, diperlukan juga inovasi produk yang dihasilkan yang sesuai dengan minat pasar saat ini sehingga produk kerajinan kita harus selalu mengikuti tren pasar yang sedang diminati,” papar Sutarmo.

Dengan mulai dibuka kembali perdagangan luar negeri, perhelatan internasional di Indonesia seperti moto GP Mandalika dan kegiatan G20, menurutnya ini merupakan peluang dan pangsa pasar yang sangat besar bagi para pelaku usaha.

Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen untuk mempercepat akselerasi tingkat adopsi digital bagi UMKM dalam hal pemasaran dan terus mendukung dalam penciptaan inovasi produk khususnya berbahan baku Rotan.

“Ini tentu tidaklah mudah, maka dirasa sangatlah perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak. Melalui program Pengelolaan Terpadu UMK yang diinisiasi oleh Bappenas,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Ahmad Dading menjelaskan melalui Major Project (MP) Pengelolaan Terpadu UMK akan dibangun Rumah Produksi Bersama (Factory Sharing) Rotan di Sukoharjo.

Major Project ini diharapkan dapat mengatasi beragam permasalahan UMKM pengrajin rotan, seperti masalah bahan baku furniture dan kerajinan. Melalui Major Project diharapkan dapat menguatkan UMKM dari sisi hulu, produksi dan sisi pemasaran, pembiayaan serta kelembagaan.

“Major Project ini merupakan kombinasi sempurna pengelolaan UMK yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM, yang didukung oleh beberapa kedeputian didalamnya juga dari Kementerian/Lembaga lainnya,” ujar Ahmad Dading.

Untuk tahun 2022 MP Pengelolaan Terpadu UMK akan difokuskan pada pengembangan Komoditas Rotan (Jawa Tengah), Nilam (Aceh), Biofarmaka (Kalimantan Timur), Sapi (NTT) dan Kelapa (Sulut).

“Untuk tahun depan juga akan ditambah lagi lokus Major Project ini, diharapkan dapat merata sesuai dengan kebutuhan,” ungkap  Ahmad Dading.

Iwan Setiyono selaku Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sukoharjo menyampaikan apresiasi atas kolaborasi program Pengelolaan Terpadu UMK, antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Bappenas.

“Karena di masa yang sulit ini, dengan adanya program ini, membantu bagi masyarakat khususnya UMKM di Kabupaten Sukoharjo,” ujar Iwan Setiyono.(Gibran)

Id.FoodWatch: Tangkap Penimbun dan Penyelundup Minyak Goreng!

0

Bogordaily.net–Temuan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait kebocoran minyak goreng murah yang diduga dijual ke luar negeri mengejutkan banyak pihak. Termasuk Id.FoodWatch. Untuk itu, Koordinator Id.FoodWatch Wawan Leak mendesak pemerintah mengusut tuntas kasus tersebut.

“Usut tuntas dan tangkap pelaku penimbunan dan penyelundup minyak goreng,” kata Wawan dalam keterangan pers yang diterima Bogordaily.net, Kamis, 10 Maret 2022.

Koordinator Id.FoodWatch Wawan Leak. (Istimewa/Bogordaily.net)

Inisiator Gerakan Kedaulatan Pangan Nusantara itu menilai polemik minyak goreng yang telah menyengsarakan rakyat.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan terjadi kebocoran minyak goreng murah hasil domestic market obligation atau DMO di tingkat distributor yang menyebabkan harga tertahan tinggi hingga pekan ini.

Kebocoran distribusi itu, kata Lutfi, disebabkan karena minyak goreng harga murah itu sebagian disalurkan ke industri dan diselundupkan ke luar negeri mengikuti harga internasional yang relatif tinggi ketimbang harga jual domestik.

Selain itu, kebocoran distribusi itu juga terjadi pada alur distribusi di tingkat D1 dan D2. Menurut Lutfi masih ada sejumlah spekulan di dalam negeri yang menahan pasokan sembari menunggu pemerintah bakal mencabut kebijakan harga eceran tertinggi atau HET minyak goreng hasil DMO tersebut.

Ada yang menimbun di D1 dan D2 dijual di industri dan menyelundupkan ke luar negeri karena mereka beli murah, ada spekulasi bahwa HET ini akan dicabut .

Kementerian Perdagangan juga melaporkan minyak goreng murah hasil kebijakan DMO sudah mencapai 415 juta liter sejak implementasi 14 Februari 2022. Artinya, ketersediaan minyak goreng murah itu  semestinya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 1,5 bulan ke depan.

Tak hanya soal minyak goreng, Id.FoodWatch juga menyoroti ekspor sawit.

Mengutip pernyataan dan keterangan Dirut Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Eddy Abdurrachman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Senin 17 Januari 2022 lalu, melaporkan bahwa perolehan dana pungutan eskpor mulai Juli 2015 hingga akhir tahun 2021 total mencapai sekitar Rp139,2 triliun. Artinya, sebagian besar dana sawit 79,04 persen  digunakan untuk kepentingan biodiesel.

Hal menarik adalah pada 2017, menurut Wawan, pungutan ekspor yang diberikan oleh Wilmar Group kepada negara dan dikumpulkan melalui BPDPKS hanya sebesar Rp1,32 trilun, tetapi Wilmar Group menerima subsidi dana sawit sebesar Rp4,16 triliun atau lebih dari 3 kali lipat.

“Ironis, justru negara yang memberikan subsidi kepada perusahaan sebesar Wilmar Group. Yang lebih menarik lagi adalah alokasi subsidi biodiesel pada tahun 2020 naik sembilan kali lipat yakni Rp28 triliun dibandingkan tahun 2019 Rp3,07 triliun. Sedangkan 2021 kembali naik hampir dua kali lipat Rp51,86 triliun,” sambungnya.

Artinya menurut Wawan, sepanjang dua tahun terakhir antara 2020 sampai 2021 subsidi biodiesel dari dana sawit kepada perusahaan biodiesel mencapai sekitar Rp79,86 triliun atau lebih dari 71,6 persen dari total subsidi biodiesel yang telah diberikan pemerintah sepanjang 2015-2021.

“Sebagaimana diketahui, penetapan alokasi penyaluran dana sawit melalui BPDPKS ditetapkan oleh Komite Pengarah yang diketuai oleh Menko Perekonomian RI. Mengapa Pemerintah melalui BPDPKS memberikan alokasi begitu besar kepada perusahaan Biodiesel yang sebenarnya merupakan bagian dari Group perusahaan perkebunan sawit swasta? Apakah ada praktek kongkalikong antara BPDPKS, pengusaha sektor sawit, dan pejabat pemerintah? Tanyakan kepada rumput yang bergoyang,” papar Wawan.

Oleh karena itu pihaknya mendesak adanya transparansi terkait dengan pengumpulan pungutan ekspor sawit bagi group perusahaan biodiesel penerima subsidi dana sawit.

“Usut tuntas adanya dugaan praktek Kongkalikong antara BPDPKS, Pengusaha Sektor Sawit, dan pejabat pemerintah,” pintanya.(Gibran)

Batu Bara Masih Jadi Energi Paling Murah di Dunia, Kok Bisa? 

0

Bogordaily.net–Di tengah upaya pengembangan pembangkit energi terbarukan, batu bara menjadi salah satu energi penting. Komoditas ini masih menjadi sumber energi yang paling murah dibandingkan sumber energi lainnya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menerangkan sejauh ini batu bara masih terbukti menjadi sumber energi paling murah alias affordable di dunia. Batu bara juga mampu memenuhi unsur untuk ketahanan energi nasional.

“Ketersediaan batu bara ini relatif masih cukup banyak dan dapat diterima. Apalagi dengan perkembangan teknologi pembangkit yang rendah emisi,” ujar Hendra kepada wartawan belum lama ini.

Lebih lanjut, dia menuturkan saat ini batu bara menjadi incaran dunia seiring dengan ketidakpastian pasokan minyak dan gas bumi akibat invasi Rusia dan Ukraina. Bahkan, sejumlah negara pengguna gas alam sebagai sumber energi utama mulai mengambil ancang-ancang kembali memakai batu bara sebagai energi.

Beberapa di antaranya adalah Italia dan Jerman. Kedua negara ini dikenal menggunakan memilih menggunakan gas sebagai sumber energi bagi pembangkit listrik. Tingginya harga gas membuat negara itu memilih kembali mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara.

Hendra menilai situasi ini memberikan dampak positif bagi Indonesia. Indonesia kata dia, menjadi salah satu negara penghasil batu bara termal terbesar di dunia. Jenis batu bara ini digunakan oleh dunia sebagai sumber energi bagi pembangkit listrik.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, produksi batu bara dalam negeri telah mencapai 74,02 juta ton hingga 4 Maret 2022. Jumlah ini setara dengan 11,16 persen dari target yang telah ditetapkan pemerintah yakni 663 juta ton hingga akhir tahun nanti.

Dari jumlah tersebut, batu bara Tanah Air yang telah dijual ke pasar diekspor sebesar 11,14 juta ton dan 18,24 juta ton lainnya diperuntukan bagi industri dalam negeri. Baik bagi pembangkit listrik maupun kebutuhan industri seperti pupuk dan semen.  Sementara sisanya masih dalam proses penjualan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menerangkan pertumbuhan industri batu bara akan meningkatkan kebutuhan pada tenaga kerja. Artinya keberadaan pertambangan fosil ini mampu mengurangi jumlah pengangguran di dalam negeri.

“Kenaikan ini juga akan kembali menghidupkan perekonomian masyarakat dan Pemda, di mana lokasi pertambangan batu bara berada,” katanya.

Sejauh ini, batu bara terus menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar pada subsektor mineral dan batu bara. Tahun lalu, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) pada sektor ini mencapai Rp 75,15 triliun atau 192% dari target. Sedangkan tahun ini diproyeksi sumbangan devisa bagi negara bisa melebihi target tahun lalu.

Adapun terhadap upaya transisi energi, batu bara menjadi salah satu penopang energi terbesar di dalam negeri. Pasalnya transisi energi atau peralihan penggunaan pada pembangkit energi bersih masih pada tahap pengembangan.

Di samping itu, biaya investasi untuk pengembangan energi baru terbarukan terbilang cukup mahal. Kementerian ESDM dalam beberapa kesempatan sempat menyebutkan bahwa investasi yang diperlukan untuk pengembangan EBT mencapai Rp400 triliun dalam 10 tahun ke depan. Asumsi ini mempertimbangkan setelah RUU EBT rampung.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Dadan Kusdiana. (Istimewa/Bogordaily.net)

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi KESDM Dadan Kusdiana sempat menerangkan energi terbarukan pada sektor kelistrikan masih cukup tinggi mencapai US$1 – US$2 juta per Megawatt (MW) EBT.(Gibran)

DPRD Kabupaten Bogor: Sanksi Penegakan Perbup Bagi Truk Tambang Kurang Tegas

Bogordaily.net–Komisi III DPRD Kabupaten Bogor menilai sanksi bagi pengemudi truk tambang yang melanggar pengaturan jam operasional truk tambang hanya putar arah atau balik terkesan kurang tegas.

Bahkan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Aan Triana Al-Muharrom, bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP akan melakukan evaluasi penegakkan Perbup Bogor Nomor 120 Tahun 2021 tentang Pembatasan Waktu Operasional Kendaraan Angkutan Barang Khusus Tambang Pada Ruas Jalan di Wilayah Kabupaten Bogor.

“Sanksi bagi pengemudi truk tambang yang melanggar Perbup bak macan ompong. Hingga kami meminta Dishub dan Satpol PP berkordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan tindakan sanksi tilang atau penyegelan kendaraan truk tambang,” ujar Aan, Kamis, 10 Maret 2022.

Menurut Aan, pemberian sanksi tilang atau penyegelan kendaraan truk tambang oleh pihak kepolisian bertujuan agar para pelanggar Perbup tentang jam operasional truk tambang tidak lagi melakukan pelanggaran.

“Biar ada efek jera, hingga pengemudi yang membandel dan tetap melakukan pelanggaran harus dikenakan sanksi tilang atau penyegelan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dishub Kabupaten Bogor Muslim Akbar menuturkan usulan Komisi III DPRD Kabupaten Bogor untuk meningkatkan sanksu bagi pelanggar Perbup Bogor Nomor 120 Tahun 2021 tentang pengaturan jam operasional truk tambang akan ditampung.

“Kami akan berkordinasi dengan kepolisian untuk memberikan sanksi tilang atau penyegelan truk tambang, apabila pengemudinya tetap bandel atau melakukan pelanggaran lagi,” ujarnya.

Selain itu terkait penertiban jam operasional truk tambang, juga akan diawasi oleh pihak Satpol PP agar dapat terkoodinir dengan baik seperti yang di sampaikan langsung oleh Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Iman Wahyu Budiana, dalam wawancara selepas agenda rapat.

“Terkait penertiban, kalau seandainya menganggu kemacetan atau nanti yang berjalan kemudian kita kumpulkan kemudian berada di area parkir dari dishub maka akan dilakukan tempat-tempat parkir, di situlah Satpol PP yang mengamankan segala tindakan itu,” tutupnya.(Muhammad Irfan Ramadan)

KSP Soal Kepala Otorita IKN: Bambang-Dhony Kombinasi yang Baik

0

Bogordaily.net–Bambang Susantono baru saja dilantik sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara bersama wakilnya Dhony Rahajoe oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Kamis, 10 Maret 2022, sore.

Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Wandy Tuturoong mengungkap pertimbangan Presiden Jokowi yang memilih Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe memimpin Otorita IKN Nusantara.

“Kalau lihat pengalamannya, mereka kombinasi yang cukup baik dari segi profesionalisme. Pak Bambang punya keahlian di bidang transportasi, infrastruktur dan perhubungan. Lalu punya pengalaman di bidang manajemen dan lembaga internasional. Belum lagi pengalaman di pemerintahan,” ujar Wandy Tuturoong kepada Bogordaily.net, Kamis, 10 Maret 2022.

Kepala Otorita IKN Nusantara Bambang Susantono dan wakilnya, Dhony Rahajoe usai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 10 Maret 2022, sore. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden/Suara.com)

Sementara itu, lanjut Wandy, Dhony Rahajoe yang menjadi wakil Bambang memiliki pengalaman dalam pengelolaan BSD. Kota Satelit bisa dikatakan cukup sukses. Maka, duet Bambang dan Dhony pun diyakini bisa memimpin Otorita IKN Nusantara dengan baik.

Sebelumnya diberitakan Preseidn Joko Widodo melantik Bambang Susantono sebagai Kepala Otorita IKN Nusantara dan wakilnya Dhony Rahajoe di Istana Negara, Kamis, 10 Maret 2022, sore.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 9 M Tahun 2022 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara. Keduanya resmi mengemban jabatan baru usai mengucap sumpah jabatan di hadapan Presiden Jokowi.

Sementara itu Bambang merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) di bidang sipil infrastruktur serta di bidang urban planning dan memiliki pengalaman di bidang transportasi. Bambang juga merupakan Wakil Menteri Perhubungan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebelum dilantik, Bambang merupakan wakil presiden di Asian Development Bank (ADB), sebuah lembaga keuangan yang berpusat di Manila, Filipina. Sedangkan Dhony merupakan Managing Director President Office Sinar Mas Land dan berpengalaman di bidang properti.(Muhammad Irfan Ramadan)

Gelar Rakor, Ini yang Dibahas Katar Bhakti Muda Pamoyanan  

0

Bogordaily.net–Karang Taruna (Katar) Bhakti Muda Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan stakeholder di wilayah Kelurahan Pamoyanan, Kamis 10 Maret 2022.

Rakor dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari rapat kerja internal Karang Taruna Kelurahan Pamoyanan sebelumnya. Rakor juga membahas program kerja yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan seperti Gebyar Ramadhan, Sekolah Bisnis atau Inkubasi Usaha, Porseni Pamoyanan dan Pelatihan se-Kecamatan Bogor Selatan.

Bertempat di Villa Erika, RW 08 Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, turut hadir Lurah Pamoyanan Taufik Hidayat, Ketua LPM Pamoyanan, PKK Pamoyanan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, MPKT, Ketua Karang Taruna Kecamatan Bogor Selatan, IWAPI Bogor Selatan dan seluruh Ketua RW se-Kelurahan Pamoyanan.

Ketua Katar Bhakti Muda Pamoyanan Rismal Hardian mengatakan, pihaknya ingin bersinergi untuk mencapai satu tujuan yang diibaratkan sapu lidi ketika hanya satu lidi tidak berguna untuk apa-apa maupun ketika banyak lidi tapi berserakan tidak berguna malah menjadi sampah yang akan menimbulkan masalah.

“Tetapi ketika banyak lidi dan diikat dalam satu ikatan, maka akan sangat bermanfaat dan akan berguna untuk membersihkan yang berserakan, dari pada itu mari kita bersama-sama dalam satu ikatan yang kuat dalam satu tujuan untuk memajukan pamoyanan,” ujarnya.

Rismal mengungkapkan, tujuan rakor untuk mengkoordinasikan program Katar agar bisa bersinergi dengan kelurahan, LPM, dan RW sehingga bisa tercapai tujuan yang diinginkan.

“Harapannya bisa berjalan program-program KATAR ini sesuai schedule, dan mendapat dukungan dari semua pihak dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Pamoyanan dan LPM mendukung Katar Kelurahan Pamoyanan dan mendorong program kerja supaya terlaksana, termasuk Ketua KATAR Bogor Selatan Amirudin Rahayu Ningrat yang turut mengapresiasi.

Menurutnya, di bawah kepemimpian Kang Rismal ini Karang Taruna Bhakti Muda jauh lebih baik dan berkembang. Salah satu contoh, tepatnya di bulan Januari Katar Bhakti Muda baru dilantik dan langsung mempunyai prestasi yang sangat luar biasa yakni meraih Juara 1 dalam lomba video se-Kota Bogor.

“Kami meminta kepada seluruh elemen pemerintah dapat mendukung penuh kegiatan-kegiatan kepemudaan di wilayah dan meminta elemen pemerintah selalu libatkan karang taruna dalam kegiatan apa pun yang ada di kelurahan,” harapnya.

Karang taruna, lanjutnya, bukanlah organisasi kepemudaan yang hanya gebyar saat Agustusan.

“Saya mendukung penuh program-program yang akan di laksanakan oleh teman-teman Katar Bhakti Muda. Program terdepan kami pun di Katar kecamatan adalah seni budaya, UMKM dan pendidikan,” ujarnya. (Ibnu Galansa Montazery)

Dishub Kabupaten Bogor Evaluasi Penerapan Jam Operasional Truk Tambang

Bogordaily.net–Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan rapat evaluasi terkait Perbup Bogor Nomor 120 Tahun 2021 tentang Pembatasan Waktu Operasional Kendaraan Angkutan Barang Khusus Tambang Pada Ruas Jalan di Wilayah Kabupaten Bogor.

“Intinya kita telah melaksanakan Perbup Nomor 120 tentang jam operasional truk tambang dan memang di sana ada kegiatan yang sangat signifikan yang tadinya sering terjadi kemacetan panjang dan juga tingkat kecelakaan semakin berkurang,” ujar Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Muslim Akbar kepada wartawan, Kamis, 10 Maret 2022.

Muslim mengatakan saat ini prioritas pertamanya adalah wilayah barat Kabupaten Bogor. Setelah itu ke wilayah skala prioritas kedua, ketiga, dan seterusnya. Sehingga kata dia, Perbup tersebut nantinya berlaku di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Selain itu lanjut Muslim, terkait penertiban jam operasional truk tambang juga akan diawasi oleh Satpol PP Kabupayen Bogor agar terkoordinir dengan baik.

“Terkait penertiban, kalau seandainya menganggu kemacetan, atau pada saat nanti yang berjalan kemudian kita kumpulkan kemudian berada di area parkir dari Dishub maka akan dilakukan di tempat-tempat parkir, di situlah Satpol PP yang mengamankan segala tindakan itu. Khawatir nanti ada yang mengambil barang-barang dan sebagainya. Akan tetapi dengan keterbatasan tenaga kami yang ada di wilayah mungkin itu juga yang menjadi suatu hambatan,” kata Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Iman Wahyu Budiana.

Seperti diketahui Bupati Bogor mengeluarkan aturan melalui Perbup Bogor Nomor 120 Tahun 2021 tentang Pembatasan Waktu Operasional Kendaraan Angkutan Barang Khusus Tambang Pada Ruas Jalan di Wilayah Kabupaten Bogor. Pada Perbup diatur jam operasional truk tambang yang melintas mulai pukul 20.00 WIB hingga 05.00 WIB.

Pembatasan waktu operasional kendaraan angkutan barang khusus tambang ini berlaku untuk semua kendaraan angkutan baik yang mengangkut tanah, pasir, batu, gamping ataupun batu kapur di wilayah Kabupaten Bogor.

Namun beberapa waktu lalu, sejumlah truk tambang masih melintas di luar jam operasional sehingga menimbulkan kemacetan. Para pengendara pun mengeluhkan kondisi tersebut. Petugas gabungan dari kepolisian, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP kemudian turun tangan dan melakukan sosialisasi serta penyekatan truk yang melintas di luar jam operasional beberapa waktu lalu.(Albin Pandita Febriyantama)