Thursday, 23 April 2026
Home Blog Page 6456

Waduh! Bank Ini, Tak Sengaja Bagi-bagi Uang Jelang Nataru

0

Bogordaily.net – Bank Santander di Inggris secara tidak sengaja ‘memberikan’ sejumlah Tunjangan Hari Raya (THR) Natal dan tahun baru (Nataru).

Pihak bank secara keliru menyetorkan 130 juta pound sterling atau setara dengan Rp 2,49 triliun (dengan kurs Rp 19.200/pound sterling) ke 75.000 rekening pada tanggal 25 Desember Lalu.

Melansir dari BBC, Jumat 31 Desember 2021, sekarang ini staf Santander masih berusaha untuk mendapatkan kembali ‘THR’ yang secara tidak sengaja dibagi-bagikan itu.

Meski demikian, mengumpulkan kembali uang-uang tersebut bukanlah perkara yang mudah, terlebih karena sebagian besar uang tersebut disimpan di rekening di bank saingan.

Peristiwa ini terjadi akibat adanya masalah teknis pada sistem perbankan Santander. Saat itu pembayaran dari 2.000 akun bisnis dilakukan dua kali.

Dengan kata lain, sekitar 2.000 rekening pada dasarnya menerima biaya dua kali dari yang dikirimkan, meskipun pembayaran kedua didanai oleh Santander.

“Kami mohon maaf karena masalah teknis, beberapa pembayaran dari klien korporat kami salah digandakan di rekening penerima,” kata bank dalam sebuah pernyataan.

Di sisi lain, mereka yang secara tidak sengaja ‘menerima’ THR tersebut merasa kesal karena uang tersebut diminta kembali oleh pihak bank.

“Itu merusak masa liburan saya karena saya pikir saya telah membayar ratusan ribu karena kesalahan – saya pikir saya telah melakukan sesuatu yang salah,” kata mereka kepada BBC.

Mereka mengatakan bahwa pihak Santander tidak memberikan informasi apa pun tentang bagaimana mereka harus mengembalikan uang tersebut.

“Ini benar-benar berantakan,” kata orang tersebut.

“Bagaimana mereka akan memulihkannya, saya tidak tahu,” jelasnya lagi.***

 

Jelang Tahun Baru Pantai Karang Hawu Ditutup, Ini Penyebabnya

0

Bogordaily.net – Menjelang tahun baru, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, menutup obyek wisata Pantai Karang Hawu di Palabuhanratu. Penutupan tersebut bukan karena ancaman varian baru Omicron melainkan obyek wisata tersebut ditutup karena dalam perbaikan.

“Objek wisata yang masih dalam tahap pembangunan tersebut akan dijaga secara ketat oleh anggota dari berbagai unsur.Ada kekhawatiran yang akan timbul jika tiga objek wisata itu kami buka, karena masih dalam tahap pemeliharaan,”kata Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi, Gandi Lesmana kepada wartawan, Jumat 31 Desember 2021.

“Maka dari itu kami tutup sementara, sampai tahap pemeliharaan tuntas baru kami buka. Jangan sampai objek wisata itu belum dibuka, malah rusak kembali dan menjadi beban pemerintah,” sambung dia.

Selain objek wisata tersebut, pengawasan secara menyeluruh juga akan dilakukan di lokasi wisata lainnya di Kabupaten Sukabumi penjagaan secara ketat oleh personel dari berbagai unsur.

“Pengawasan ketat objek wisata di Sukabumi, termasuk hotel, baik di wilayah Utara maupun Selatan. Bahkan dari Dinas Pariwisata akan mengerahkan semua pegawai kami dari mulai, Jumat 31 Desember 2021, hingga Minggu, 2 Januari 2022,” ungkap Gandi.

Hasil evaluasi pada libur natal 2021, kunjungan wisata termasuk ke hotel-hotel yang ada di Kabupaten Sukabumi, hanya mencapai angka 35 persen. Hal itu ditegaskan Gandi sudah sesuai dengan Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri), bahwa kunjungan tidak lebih dari 50 persen.

“Kami imbau untuk warga Kabupaten Sukabumi, agar tetap tinggal di rumah, tidak harus ke luar kota, cukup di Sukabumi saja. Hal itu untuk menghindari kerumunan dan mobilitas agar tidak terpapar virus varian baru yakni Omicron19. Untuk para pelaku usaha pariwisata juga agar wajib menerapkan prinsip 5M dan menggunakan aplikasi “PeduliLindungi,” pungkas Gandi.

 

Sri Mulyani Ungkap Pansel Tidak Boleh Jadi Dewan Komisioner OJK

0

Bogordaily.net – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan panitia seleksi dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan atau DK OJK tidak boleh menjadi dewan komisioner OJK.

“Tidak dong, kalo Pansel tidak boleh (jadi DK OJK),” kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat, 31 Desember 2021.

Adapun Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 24 Desember 2021 telah menetapkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2021 tentang Pembentukan Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa
Keuangan Periode 2022–2027.

Sesuai Pasal 11 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan beserta penjelasannya, Panitia Seleksi berjumlah 9 (sembilan) orang dan keanggotaannya terdiri atas unsur pemerintah, Bank Indonesia, dan masyarakat.

Adapun unsur masyarakat adalah akademisi di sektor jasa keuangan, masyarakat industri perbankan, industri Pasar Modal, dan/atau industri Keuangan Non-Bank yang meliputi perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya.

Susunan Panitia Seleksi sesuai Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2021 adalah sebagai berikut:
1. Sri Mulyani Indrawati sebagai ketua merangkap anggota mewakili pemerintah,
2. Perry Warjiyo sebagai anggota mewakili Bank Indonesia,
3. Kartika Wirjoatmodjo sebagai anggota mewakili pemerintah,
4. Suahasil Nazara sebagai anggota mewakili pemerintah,
5. Dody Budi Waluyo sebagai anggota mewakili Bank Indonesia,
6. Agustinus Prasetyantoko sebagai anggota mewakili masyarakat akademisi,
7. Muhamad Chatib Basri sebagai Anggota mewakili masyarakat industri perbankan,
8. Ito Warsito sebagai anggota mewakili masyarakat industri Pasar Modal, dan
9. Julian Noor sebagai anggota mewakili masyarakat Industri Keuangan Non-Bank.

Sri Mulyani mengatakan panitia seleksi dibentuk dalam rangka mendapatkan pimpinan Otoritas Jasa Keuangan yang tepat melalui mekanisme seleksi yang transparan, akuntabel, dan melibatkan partisipasi publik.***

JTBC Keluarkan Ultimatum Terhadap Komentar Jahat “Snowdrop”

0

Bogordaily.net, – JTBC mengeluarkan pemberitahuan tindakan hukum kepada setiap komunitas di tengah meningkatnya kontroversi atas drama Sabtu-Minggu JTBC “ Snowdrop ” yang ditulis oleh Yoo Hyun-mi, disutradarai oleh Jo Hyun-tak.

Saluran tersebut mengancam akan merespons secara hukum jika drama tersebut terpengaruh oleh informasi yang dibuat-buat dan terfragmentasi.

“Kami berusaha untuk menanggapi dengan tegas untuk melindungi pencipta, penyiar, dan hak konten dari kerusakan besar yang disebabkan oleh penyebaran informasi palsu tentang drama ‘Snowdrop’. Kami mengejar kebebasan berkreasi dan kemandirian dalam produksi konten dan organisasi sebagai nilai inti. Kami juga menghormati hak konsumen konten kami, seperti mengungkapkan kritik secara wajar dan menafsirkan konten kami,” dalam keterangan resmi JTBC.

Lanjutnya, informasi palsu dan kritik tak berdasar yang tidak benar terhadap konten sebenarnya dari ‘Snowdrop’ telah tersebar terus menerus dan berulang kali di mana-mana. Dari tahap awal produksi, sinopsis bocor, dan interpretasi jahat dari plot didistribusikan.

“Sampai sekarang, banyak orang masih membuat opini publik yang menyesatkan yang menyimpulkan fakta palsu seolah-olah itu benar. Kami telah merencanakan untuk menanggapi dengan keras fitnah yang tidak berdasar dan fakta yang dibuat-buat yang tidak terkait dengan latar ‘Snowdrop’. Selain itu, kami harap kalian bisa menahan diri dari serangan pribadi yang berlebihan terhadap tim produksi ‘Snowdrop’ dan para pemeran,” paparnya.

Melihat pernyataan tersebut, komunitas online menanggapi pernyataan JTBC dengan intens. Sebagian besar netizen berpendapat bahwa ini bahkan menghalangi kebebasan orang untuk memposting pendapat mereka. Oleh karena itu, konflik antara pengguna di komunitas online dan JTBC diperkirakan akan terus berlanjut.***

Asik! Bisa Main Air sambil Cegah Banjir di Wetland Park Cisurupan

0

Bogordaily.net – Bandung tak ada habisnya menyediakan objek wisata, kali ini cocok buat kamu yang suka main air atau berenang yakni Wetland Park Cisurupan berlokasi di Bandung Timur, Kecamatan Cibiru.

Berdiri di lahan seluas 10 hektar, tempat ini punya 19 kolam retensi yang jernih, gazebo, sejumlah spot foto Instagramable warna warni, serta warung dan toilet yang bersih. Sesungguhnya Wetland Park ini berfungsi sebagai kolam retensi.

FYI, kolam retensi merupakan salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir. Konsep dari kolam ini adalah menampung volume air ketika debit maksimum di sungai datang, dan kemudian perlahan mengalirkannya kembali saat debit sungai sudah normal.

Kolam retensi dibuat untuk menggantikan lahan resapan yang enggak bisa berfungsi secara maksimal.

Saat musim hujan, Wetland Park Cisurupan bakal jadi tempat penampungan air dari Sungai Ciloa kalau meluap. Sehingga di wilayah Gedebage dan sekitarnya terhindar dari banjir.

Sementara saat kemarau, taman wisata air ini berfungsi jadi tempat cadangan air.

Selain di sini, rencananya Pemkot Bandung bakal membuat wisata air serupa di Ciraga, Cibiru, Bandung, Jawa Barat.***

Tiru Gubernur Anies, Kebijakan Kang Emil Malah Disebut KSPI Berbahaya

0

Bogordaily.net – Alih-alih ingin meniru Gubernur DKI Anies Baswedan, menaikkan upah buruh, kebijakan Gubernur Jawa Barat malah mendapatkan kritikan dari Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Pasalnya kebijakan Kang Emil -sapaanya- Ridwan Kamil, itu menaikkan upah bagi buruh yang bekerja sudah satu tahun dengan rentang 3,17-5 persen di 2022.

Menurut Presiden KSPI Said Iqbal kalau kebijakan tersebut berbahaya. Dia pun mengaku heran karena katanya Kang Emil tidak mau melanggar PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan sehingga UMP Jabar tetap mengacu aturan tersebut. Sebagai jalan tengahnya ditetapkan kenaikan upah buruh dengan masa kerja di atas satu tahun hingga 5%. Menurut Said itu juga melanggar hukum.

“Tawarannya justru melanggar hukum, yaitu tawarannya bagaimana kalau nanti ditetapkan upah minimum (pekerja) di atas 1 tahun, nggak ada dasar hukumnya. Saya ini ILO Governing Body, pengurus Pusat Badan PBB, berkantor di Jenewa. Di seluruh dunia, upah minimum mengikuti Konvensi ILO Nomor 133. Itu adalah diberikan untuk masa kerja 1 tahun ke bawah,” katanya dalam konferensi pers, Jumat 31 Desember 2021.

Rencana Kang Emil menurutnya berbahaya jika direalisasikan karena akan menghilangkan hak berunding antara buruh dan perusahaan dalam menetapkan kelayakan upah bagi pekerja yang sudah mengabdi lebih dari 1 tahun.

“Kalau itu ditetapkan oleh Gubernur, upah minimum yang bermasa kerja di atas 1 tahun, itu menghilangkan hak berunding daripada serikat pekerja, (melanggar) Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000, Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 dan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja,” tuturnya.

Menurutnya hak berunding antara pekerja dan perusahaan tidak boleh dirampas. Dia pun mencontohkan jika Kang Emil jadi menetapkan kenaikan upah pekerja di atas 1 tahun sebesar 3,17-5% di 2022, bisa-bisa perusahaan akan mengambil angka terkecil, yaitu 3,17%. Said pun mempertanyakan hitung-hitungannya dari mana diperoleh angka tersebut.

“Semua pengusaha kalau udah keluar keputusan pemerintah diambil yang minimalnya karena nggak melanggar undang-undang, dia nggak usah berunding lagi, misal katakanlah pengusaha menaikkan (upah) 3% (untuk pekerja) yang di atas 1 tahun, ‘oh bisa lebih dari 3%’, nggak mau pengusaha, sudah ada yang minimal dia pakai yang minimal. Anda bikin ribut di perusahaan saja itu Gubernur Jawa Barat,” jelasnya.

“Itu berbahaya walaupun sudah diundang beberapa serikat (pekerja) tapi terjebak serikat itu, ada yang setuju dan tidak setuju memang, terbelah,” tambah Said.***

 

 

Berlaku Malam Ini! Berikut 6 Titik Jalan Crowd Free Night di Kota Bogor

0

Bogordaily.net, – Untuk mencegah kerumunan pada malam tahun baru, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan memberlakukan Crowd Free Night atau malam bebas kerumunan menjelang tahun baru 2022 dan berlaku mulai malam hari ini, Jumat 31 Desember 2021.

Crowd free night di Kota Bogor akan berlangsung malam ini 31 Desember 2021 pukul 22.00 WIB. Dan dikecualikan apabila kendaraan darurat seperti Ambulance.

Berikut adalah 6 titik pemberlakukan malam bebas kerumunan di Kota Bogor :

  1. Simpang Jambu Dua
  2. Simpang McDonald Padjadjaran
  3. Bundaran Air Mancur
  4. Irama Nusantara
  5. Baranang Siang
  6. Simpang Empang

Alasannya diberlakukan ini untuk mencegah kerumunan, khususnya saat malam pergantian tahun. Di mana kondisi masih dalam pandemi Covid-19, ditambah kemunculan varian Omicron.

Bagi kegiatan preemtif dan preventif kepada warga masyarakat, harus melibatkan Pemerintah serta TNI juga Polri.***

Viral, Pelaku Begal Telanjangi Korban di Pinggir Jalan

0

Bogordaily.net – Viral begal telanjangi korban di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat. Aksi sadis para pelaku terekam lewat CCTV dan heboh di media sosial (Medsos).

Awalnya, tampak dua orang pejalan kaki dihadang oleh pelaku. Saat menjalankan aksinya itu, pelaku juga menelanjangi korban di pinggir jalan pada malam hari.

Mulanya terlihat dua laki-laki berjalan di pinggir jalan yang sepi pada malam hari. Tak berapa lama, datang dua orang berboncengan sepeda motor. Pengendara itu menghentikan korban.

Penumpang motor langsung turun, dan menghampiri kedua pejalan kaki sambil membawa senjata tajam celurit. Satu pejalan kaki lain mencoba menghindar, namun langsung dipegang oleh pengendara motor.

Kedua pelaku tampak mengancam kedua korban hingga korban terlihat ketakutan. Di sana, korban langsung membuka celana, diduga atas perintah oleh pelaku. Setelah ditelanjangi, pelaku mengambil handphone korban.

Usai memeras korban, kedua pelaku langsung kabur dengan motor mereka. Beruntung, dua korban selamat dari tebasan celurit.***

Fasha Maulana Terpilih Sebagai Duta Bela Negara Provinsi Jawa Barat

0

Bogordaily.net, – Ajudan Millenial Gubernur, Fasha Maulana terpilih sebagai Duta Bela Negara Provinsi Jawa Barat saat Kegiatan Camp Duta Bela Negara tingkat Provinsi Jawa Barat diadakan di Kawasan Konservasi Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi, Kabupaten Bandung, tanggal 20 Desember hingga 23 Desember 2021.

Kegiatan Pemilihan Duta Bela Negara diikuti oleh pelajar dan mahasiswa yang merupakan perwakilan dari seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Barat.

Duta Bela Negara Provinsi Jawa Barat Fasha Maulana mengucapkan bersyukur diberikan mandat oleh Provinsi Jawa barat menjadi pionir pemuda yang menebarkan nilai-nilai dan pengamalan Pancasila kepada masyarakat.

Fasha Maulana
Kegiatan Camp Duta Bela Negara tingkat Provinsi Jawa Barat diadakan di Kawasan Konservasi Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi, Kabupaten Bandung, tanggal 20 Desember hingga 23 Desember 2021. (Istimewa/Bogordaily.net)

“Ini suatu anugerah yang diberikan Allah untuk saya terus maju dan berkarya bermanfaat bagi lingkungan sekitar khususnya warga Bogor,” kata Duta Bela Negara Provinsi Jawa Barat Fasha Maulana kepada Bogordaily.net melalui pesan singkat Whatshapp, Jumat 31 Desember 2021.

Dirinya berharap, sebagai Duta Bela Negara ini ia mampu menjadi pemuda yang menerapkan prinsip kolaborasi Pentahelix Collaboration yang terdiri dari ABCGM yakni Akademisi, Bussines, Community, Government dan media mendukung program Pemerintah dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kedepannya.

“Saya yakin bahwasanya Pemuda Kota Bogor bisa terus bertumbuh dan maju membawa kemajuan bagi daerahnya bahkan ke tingkat provinsi hingga Nasional bahkan Internasional,” ungkapnya.

Diketahui proses pentahapan Pemilihan Duta Bela Negara tingkat Provinsi Jawa Barat dimulai dari pendaftaran peserta, seleksi administratif, pengumuman hasil seleksi Kabupaten dan Kota, kegiatan webinar, dan puncak acara adalah kegiatan Camp Duta Bela Negara Tingkat Provinsi Jawa Barat sekaligus pengukuhan Duta Bela Negara Tingkat Provinsi Jawa Barat oleh Gubernur Jawa Barat.

Fasha Maulana
Fasha Maulana Duta Bela Negara Provinsi Jawa Barat. (Istimewa/Bogordaily.net)

Program Camp Duta Bela Negara Tingkat Provinsi Jawa Barat, dilaksanakan oleh Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Yayasan Wanadri.

Selama pelaksanaan acara, peserta Duta Bela Negara akan diberikan materi yang terkait Wawasan Kebangsaan, Nasionalisme, Bela Negara, Lingkungan Hidup, serta Kepemimpinan.

Setelah mengikuti kegiatan Camp Duta Bela Negara, para peserta akan kembali ke daerah asal dengan membawa bekal nilai-nilai bela negara untuk di sosialisasikan kepada para generasi muda.***

Plt. Camat Lumbis Pansiangan: Ini Sejarah Kata Sisingal

0

Bogordaily.net – Plt. Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis Pangkayungon menjelaskan tentang Sisingal, Kosa Kata “Sisingal” adalah Kosa Kata dari Lingustic Murutic (bahasa suku-suku Dayak Rumpun Murutic).

Menurut Lumbis, semua Dayak rumpun Murutic menyebut penutup kepala yang terbuat dari kain atau dulunya dari kulit Kayu Puutul yang diikat di kepala.

menyebut kata Sisingal baik itu Tidung (Ulun Pagun), Dayak Agabag, Dayak Tahol, Dayak Okolod, Dayak Abai, Dayak Bulusu, Dayak Nabai, Dayak, Baukan, Dayak Paluan, Dayak Timugon, Dayak Tanggara yang berasal dan berperadaban di sungai Kinabatangan Sabah.

“Baik Rumpun Dayak Murutic yang ada di Indonesia maupun di Sabah Malaysia menyebutnya Sisingal, ada juga sebagian yang menyebutnya Singal saja, karena dipengaruhi bahasa serapan oleh suku sekitarnya,” kata mantan Ketua Umum Dewan Adat Dayak Agabag tahun 2005 ini dalam keterangan tertulis di akun Facebooknya, Jumat 31 Desember 2021.

Dirinya juga menjelaskan, tentang perspektif Lingua Franca Lingustic Murutic adalah satu model bahasa secara umum digunakan sebagai bahasa pengantar antar sub suku Dayak yang berumpun Murutic yang berperadaban di Kalimantan Utara Indonesia dan Sabah Malaysia, sebagai Kecil di Brunai dan Sarawak yang secara lingua Franca tadi overall sama dan saling mengerti dalam berkomunikasi.

“Kesamaan bahasa tersebut adalah satu fakta yang tidak bisa sangkal dan menjadi peta budaya (peradaban) yang menjelaskan masa lalu untuk masa sekarang walaupun pada zaman sekarang ini terdapat perbedaan dari segi agama dan keyakinan,” jelasnya.

Lebih lanjut, banyak generasi yang tidak paham asal peradabannya karena pengaruh asimilasi dan akulturasi dari suku disekitarnya.

Seperti dengan Asimilasi dan Akulturasi dengan Melayu atau Asimilasi dan Akultuiasi dengan Rumpun Dayak Kenyah-Kayan, Lundayeh, Rumpun Ibanic dan Rumpun Punan.

“Karena eratnya kontak pergaulan baik melalui perkawinan, Syiar Agama dan kontak Budaya lainnya sehingga pada tahapan ini saya sependapat dengan Abang saya Marx Mahin , P.hd (Seorang akademisi Antropolog Dayak lulusan Doktoral Universitas Lie den Belanda) bahwa dalam budaya itu “Serapan” atau ditiru tetapi tak mirip tetapi memiliki unsur kesamaan,” paparnya.

Pada rumpun Dayak Dusunic di Sabah Malaysia, sambungnya, mereka menyebutnya Sigar dan Kadazan menyebutnya Sigah tetapi secara umum mereka menyebut Sigar yang kemudian Sigar mejadi ikonic Bandar Penampang Kota Kinabalu Sabah.

“Tetapi dari segi bentuk Sisingal atau Singal dan Sigar modelnya berbeda tetapi dari Lingustic ada kemiripan (Lingua Franca),” ucapnya.

Tak hanya itu, ada beberapa Antropolog yang mengatakan Dusun-Kadazan merupakan bagian dari pada Dayak rumpun Murutic karena ada kemiripan dari segi bahasa jika mereka bisa bahasa Dusun-Kadazan, bahwa 80 persen hampir sama dengan Lingustic Murutic, tetapi ada juga yang mengatakan Dusun rupun tersendiri.

Dalam masyarakat Melayu di Pulau Sumatera dan Seminajung Malaysia Sisingal disebut Tanjak yang juga merupakan penutup kepala adat Melayu yang berbentuk runcing ke atas.

Tanjak yang disebut juga mahkota kain tau tengkolok yang dipakai oleh bangsawan dan tokoh masyarakat.

Menurut Herolint, kata Lumbis, Tanjak atau Tengkolok sudah digunakan oleh masyarakat adat sejak masa Kesultanan, bukti keberadaan Tanjak atau Tengkolok bisa dilihat di beberapa sketsa atau lukisan Perang Palembang (1819-1821), peristiwa, Perang Jati (Lahat) tahun 1840-an, Perang Gunung Merakso (Lintang) tahun 1845, Perang Mutir Alam (Besemah) tahun 1860, dan beberapa sketsa yang lain.

“Kita kembali ke Sisingal, jika kita membuka beberapa dokumen kuno dan melihat foto-foto zaman bahula (dahulu) rata-rata leluhur kita. Terutama dari rumpun Murutic menggunakan Sisingal yang awalnya dari kulit kayu Puutul atau yang sejenisnya dan ketika masuk ke peradaban kain,” jelasnya.

Maka mereka menggunakan kain yang pada saat yang sama mereka memiliki kontak pedagang-pedagang Melayu dan ada juga pedagang yang dari Arab yang dalam bahasa Dayak Agabag mereka dipanggil “Ulun Alob”.

Kontak pedagang itu kemudian berikutnya dikuti dengan Syiar Agama Islam oleh beberepa Habib di wilayah pesisir yang kemudian saat ini kita kenal saudara-saudara Tidung yang secara bahasa (Lingua Franca) menggunakan Lingustik Murutic secara bahasa Tidung.

Camat Lumbis Pansiangan

“Penggunakan Lingustic Murutic tentunya pada masa lalu dipastikan memiliki akar budaya yang sama hanya berbeda keyakinan saat ini. Dab tentunya kita berharap hal tersebut bukan menjadi penghalang untuk bisa saling menghormati dan bersatu dalam satu peradaban masa lalu,” imbuhnya.

Lumbis menjelaskan juga tentang penggunaan Sisingal pada masyarakat Dayak Rumpun Murutic. Sebelumnya dalam buku Schwaner tahun 1843-1847 dan dalam buku Groeneveldt 1876 orang Dayak itu sudah pernah kontak dengan pedangang dari luar seperti tertuang dalam Hikayat Cina Dinasti Ming (1368-1643) yang ditulis dalam huruf dan lafal Hokkian.

Kenapa para leluhur rumpun Murutic pada zaman dulu senang menggunakan lebih senang menggunakan Sisingal karena dapat berguna untuk beberapa hal sebagai berikut:

1. Sebagai penyerap keringat untuk turun ke mata/ke muka sehingga tidak mengganggu aktivitas kerja atau pada saat berjalan jauh dihutan.

2. Dapat berfungsi sebagai “Kantong” (penyipan) atau penyimpanan beberapa “barang” tertentu seperti Todok Tikan (sejenis kapas yang berasal “bulu” pohon polod, pohon sejenis buah arena yang tumbuh dihutan belantara), tempat menyimpan jimat ketika berenang disungai karena takut basa.

3. Bisa merupakan asisoris yang menanyakan drajat seorang yang bisa diliat dari warna dan cara lilitannya (dalam satra sunsunudon/siangon ada lilitan Sisingal yang terkenal yaitu Sisingal Tulu Tibuku, Sisingal Pinandilit)

4. Pada masa dulu yang menggunakan Sisiangl ingin menunjukkan kepada pihak lain sesuatu yang ditinggikan bukan direndahkan karena dalam tubuh manusia kepala adalah tempat tertinggi dan dimuliakan.

“Sisingal begitu dipopulerkan oleh masyarakat Tidung Tarakan yang sebelumnya dipertahankan oleh Dayak Bulusu dalam pakaian adat mereka sontak mendapat respon yang positif dan dapat diterima oleh semua kalangan terutama suku-suku Dayak Rumpun Murutic yang dengan senang menggunakannya termasuk saya,” katanya.

Sisingal telah menjadi usulan yang digunakan sebagai penutup kepala pada Ilau Dayak Agabag (Kongres Adat) di Desa Kunyit Sebuku tahun 2009.

Tetapi pengunanan topi kopiah bermanik lebih muda diperoleh dan penggunaan rotan dan dsn asesoris dari paru burung enggang dsn sejenisnya dinilai lebih kren mungkin sehingga penggunaan Sisingal tidak masif.***