Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 6542

MenKopUKM: Lewat Garda Transfumi, Usaha Mikro Harus Bisa Bikin Business Plan

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan bahwa transformasi usaha mikro dari informal ke formal merupakan program strategis, yang akan terus dilanjutkan dan dikembangkan lewat Garda Transfumi (Transformasi Formal Usaha Mikro).

Dimana dalam waktu empat bulan, Garda Transfumi telah menerbitkan lebih dari 17 ribu Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha mikro.

“Dengan memiliki NIB, usaha mikro sudah bisa mengakses untuk mendapatkan sertifikat halal, ijin edar (BPOM), akses pembiayaan, dan sebagainya. Bahkan, bisa juga meraih akses pasar sebagai vendor pemerintah,” kata Teten, pada acara Hari Apresiasi Garda Transfumi di Jakarta, Rabu 24 November 2021.

Saat ini, lanjut MenKopUKM, belanja pemerintah baik pusat dan daerah, sebanyak 40% diperuntukkan bagi produk-produk yang dihasilkan pelaku koperasi dan UMKM.

Namun, untuk pengembangan bisnis, pelaku UMKM, tidak hanya harus memiliki NIB saja. Lebih dari itu, mereka harus sudah mulai membuat business plan.

“Tentunya, sesuai dengan skala usahanya, yaitu mikro, kecil, dan menengah. Kita akan siapkan aplikasinya,” kata MenKopUKM.

Garda transfumi

Dengan memiliki business plan, lanjut Teten, akan memudahkan kalangan investor dan perbankan dalam membantu pengembangan usaha mereka.

“Bagi UMKM sendiri, mereka mengetahui secara pasti kapasitas usaha yang dimiliki dan tahu bagaimana meningkatkannya,” ulas MenKopUKM.

Dari sisi lain, pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan menyangkut UMKM, bisa lebih presisi lagi. Termasuk regulasi pembiayaan.

“Di banyak negara, hal ini menjadi suatu yang fundamental dilakukan agar UMKM berkembang,” tandas Teten.

Apalagi, Teten terus mendorong agar kredit UMKM dari perbankan bakal didorong hingga level 30% hingga 2024 mendatang.

Tak hanya itu, Teten juga meminta perbankan mengubah mindset dalam penyaluran kredit UMKM, tidak lagi mengedepankan besar kecilnya agunan dan aset yang dimiliki UMKM, melainkan lebih melihat dari sisi kelayakan usahanya.

MenKopUKM juga mengajak para pelaku UMKM, khususnya usaha mikro dan kecil, untuk memanfaatkan teknologi digital tidak hanya untuk meluaskan pasar.

“Dari sisi keuangan, manajemen usaha, dan sebagainya, juga harus sudah menerapkan teknologi digital,” kata Teten.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Mikro, KemenKopUKM Eddy Satriya menjabarkan, pembentukan program Transformasi Formal Usaha Mikro (Transfumi) sebagai implementasi PP 7/2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan KUMKM.

Implementasinya, KemenKopUKM bersama Mercy Corps Indonesia menyediakan akses kemudahan berusaha bagi pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia melalui peran pendampingan dengan membentuk lebih dari 200 relawan Garda Transfumi di 5 wilayah utama. Yaitu, Jadetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Eddy menjelaskan, Garda Transfumi membantu mendorong percepatan transformasi informal ke formal usaha mikro dengan memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui platform Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).

“Termasuk akses terhadap mentoring bisnis digital melalui platform MicroMentor Indonesia,” ucap Eddy.

Para pendamping Garda Transfumi berperan menjemput bola, mendampingi pelaku usaha mikro informal yang terkendala sulitnya mengajukan perizinan karena gagap teknologi dan informasi.

“Atau, tidak terjangkau layanan perizinan berusaha,” ungkap Eddy.

Garda transfumi

Dalam waktu empat bulan sejak diluncurkannya OSS-RBA pada Agustus 2021, Garda Transfumi telah menerbitkan lebih dari 17 ribu NIB dan berhasil melakukan mentoring bisnis kepada 12.823 pelaku usaha mikro.

“Pencapaian ini melebihi target reguler KemenKopUKM sebanyak 5.000 penerbitan NIB di tahun 2021,” tukas Eddy.

Berdampak Luas

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, secara virtual, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para relawan Garda Transfumi yang telah membantu mendampingi penerbitan perizinan berusaha bagi usaha mikro.

“Saya optimis jumlah perizinan yang akan diterbitkan akan terus bertambah dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” tandas Bahlil.

Sementara Country Manager Mastercard Indonesia Navin Jain mengungkapkan bahwa, pihaknya turut mendukung rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan berkontribusi terhadap transformasi digital 30 juta UMKM sampai dengan 2024.

Sejak 2019, kerjasama Mastercard dengan Mercy Corps Indonesia telah membantu 38 ribu UMKM mendapatkan akses kepada para mentor dan ke perangkat-perangkat keamanan siber.

President Director Bank Commonwealth Lauren Sulistiawati juga menyambut baik sinergi dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam mendukung UMKM Indonesia, untuk terus bertahan dan berkembang melalui transformasi digital di SIGAP UMKM yang terus berlanjut melalui Garda Transfumi dan telah menjangkau banyak usaha mikro di Indonesia.

Melalui program MicroMentor Indonesia bersama Mastercard dan Mercy Corps Indonesia yang telah dimulai sejak 2019 lalu, Lauren berharap dapat terus mendorong pertumbuhan bisnis UMKM melalui pendampingan digital.

“Ini sejalan dengan purpose kami, Building a Brighter Future for All,” pungkas Lauren.***

Bersama Direksi PT. BRI, Elly Yasin Bahasa Program BRIlian Preneur

0

Bogordaily.net – Pada laman facebooknya, Anggota Komisi VI dari dari Fraksi PPP Elly Rahmat Yasin, memposting kegiatan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI saat melakukan pertemuan dengan Eselon I Kementerian BUMN dan Direksi PT BRI (Persero) Tbk dan jajarannya. Pertemuan dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung.

Pada kesempatan Komisi VI mendukung langkah BRI terhadap UMKM melalui Program BRIlian Preneur di D.I. Yogyakarta, Selasa, 23 November 2021.

Elly juga memposting anggota Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI. Tampak terlihat Debora Tampobolon, Martin Manuruno serta Hj. Melani Leimena Suharli.

Monika Leader PROWDMON Tuai Kritikan Setelah Salah Sampaikan Informasi di “Knowing Brother”

0

Bogordaily.net – Monika dari ‘Street Woman Fighter’ dikritik oleh penari lain karena informasi yang dia bagikan tentang tarian “Popping.”

Monika muncul di hiburan JTBC dengan para leader kru tari lainnya dari acara kompetisi tari populer Mnet ‘Street Woman Fighter.’

Saat itu, dia memberikan penjelasan tentang berbagai gerakan tari dan menjelaskan bahwa ‘Popping’ adalah gerakan tarian di mana tubuh ‘pops’.

“Semua gerakan yang pop disebut popping. ‘g’ dihilangkan dari ‘ing’ dan hanya disebut ‘Poppin’. Genre house diklasifikasikan sebagai street dance dan merupakan genre yang berkembang dari musik elektronik,” ucap Monika.

Usai acara tersebut, banyak dancer yang mengkritik penjelasan Monika yang tidak tepat. Tak sedikit dancer memposting berbagai posting di media sosial yang membantah pernyataan Monika.

“Ketika kamu mengatakan nama gerakan Popping, itu disebut ‘POPPING,’ bukan ‘POPPIN’ dan semua musik elektronik bukan musik house,” kritik dancer lain.

monika
Monika Leader PROWDMON Salah Sampaikan Informasi di “Knowing Brother”. (Istimewa/Bogordaily.net)

“Tepatnya nama gaya tariannya adalah ‘POPPING.’ Inti dari house dance adalah club dance,” jelas netizen.

“Tolong perbaiki informasi yang salah dengan cepat. Aku yakin Kamu tahu bahwa banyak penari memiliki banyak afeksi dalam hal street dance,” pinta dancer lain.

“Sayang sekali penari profesional seperti Monika tidak dapat menjelaskan dengan lancar. Menjadi menghibur itu penting, tetapi juga merupakan tanggung jawab seorang penari untuk menjelaskan dan membagikan informasi yang lebih tepat,” papar dancer lainnya.

Sementara itu, Ia mendapatkan popularitas dengan tampil sebagai leader kru dance PROWDMON di ‘Street Woman Fighter’ Mnet.

Dia juga dikenal sebagai profesor practical dance dan street dance di Seoul Hoseo Arts College.***

YG Entertainment Umumkan Lisa BLACKPINK Positif Covid-19

0

Bogordaily.net – Anggota BLACKPINK, Lisa didiagnosis dengan Covid-19. Hal itu diungkapkan agensi YG Entertainment, Rabu 24 November 2021.

YG mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi “Lisa telah didiagnosis dengan COVID-19.”

“Tiga anggota BLACKPINK lainnya belum diklasifikasikan sebagai kontak dekat, tetapi setelah menerima tes positif Lisa untuk Covid-19, mereka segera melanjutkan tes PCR, dan saat ini sedang menunggu hasilnya. Kami akan mengambil tindakan pencegahan intensif dalam pedoman otoritas kesehatan.” papar YG.***

Pimpinan DPRD Panen Raya Bersama Warga

0

Bogordaily.net – Pemandangan langka terjadi saat Pimpinan DPRD Kota Bogor melakukan panen raya padi bersama Kelompok Tani Subur Makmur pada Rabu 17 November 2021. Panen padi menjadi hal langka karena semakin sempitnya luasan lahan sawah di Kota Bogor.

Hadir dalam panen raya di lahan sawah yang berada di Saung Sadulur JM, Sindangsari Bogor Timur ini antara lain Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin dan Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata.

Hadir pula Anggota DPRD Fraksi Gerindra Said Mohan, Mahpudi Ismail dan Azis Muslim, Kepala Dinas Ketahanan Pertanian Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor Anas Rasmana, Camat Bogor Timur Rena Da Frina, Lurah Sindang Rasa Dede Sugandi hingga Lurah Curug Kecamatan Bogor Barat Irwansyah.

Dalam acara panen raya, Atang mengapresiasi langkah JM dalan memanfaatkan lahan perkotaan untuk dijadikan sawah dan pertanian.

“Jadi ini merupakan sebuah kegiatan yang sangat positif dan sebagai contoh bahwa upaya untuk menghadirkan ketahanan pangan ini masih ada di Kota Bogor,” ujar Atang.

Kehadiran Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kota Bogor, diharapkan oleh Atang mampu menjaga jumlah luasan sawah di Kota Bogor.

Sebab, sejak 2009 hingga saat ini, lahan pertanian dan persawahan di Kota Bogor sudah berkurang sebanyak 850 hektare.

“Kita bisa mempertahankan sekian puluh hektare dari LP2B yang diatur oleh Perda jika kita serius menggarapnya dan ada insentif bagi pemilik lahan. Dinas Pertanian Pangan, bisa menggulirkan program pertanian organik yang memang memiliki nilai tambah yang lebih bagus dibanding pertanian biasa. Baik dalam konteks tanaman pangan, sayuran, atau holtikultura. Sehingga dengan demikian nilai manfaat dari lahan itu akan terasa bagi pemilik lahan,” jelas Atang.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, bahwa panen raya ini memang bagian dari rutinitas kelompok tani Subur Makmur setiap empat bulan.

Kegiatan ini pun dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT, yang masih memberikan nikmat rezeki berupa hasil panen yang melimpah.

“Jadi ini sebagai rasa syukur kita setiap panen raya dan kedua momentum ini kita manfaat silaturahmi juga dengan teman-teman di DPRD dan juga aparat serta warga sekitar,” kata Jenal Mutaqin.

Politisi Gerindra yang akrab disapa kang JM ini menambahkan, panen padi kali ini didapat dari lahan sawah seluas 7000 meter, namun untuk hasilnya belum terlihat karena masih proses panen.

Tetapi pada panen sebelumnya, hampir mencapai 12 ton gabah dari lahan seluas 18 ribu meter. “Kalau untuk total lahan ada 2 hektare lebih ya, tapi untuk yang sekarang seluas 7000 meter itu kita belum kelihatan hasilnya berapa. Kalau dilihat dari hasil jenis benih dan jumlah hama, Mudah-mudahan bisa lebih meningkat hasilnya,” pungkasnya.

Memajukan Dunia Kesehatan, Yuk Gabung bersama Bogor Senior Hospital

0

Bogordaily.net – Bogor Senior Hospital (BSH) kini membuka kesempatan kepada professional terbaik, untuk bergabung menjadi bagian dari BSH dalam memajukan dunia kesehatan.

Ada 3 posisi yakni Dokter Spesialis Jantung, Dokter Spesialis Paru-paru, dan Koordinator K3 Rumah Sakit.

Persyaratan yang harus dipenuhi yaitu, pelamar pria atau wanita, pendidikan dokter spesialis sesuai posisi, memiliki STR aktif sesuai spesialisnya, bersedia bekerja full time atau part time.

Kemudian, mampu bekerja sama dengan team, serta memiliki kemampuan interpersonal dan komunikasi yang baik.

Untuk Koordinator K3, syaratnya pelamar pria atau wanita, usia maksimal 35 tahun, pendidikan minimal D3/S1 Kesling atau SKM, memiliki sertifikat K3 dan STR aktif, dan memiliki pengalaman minimal 2 tahun dibidangnya, berpenampilan menarik, jujur, dan disiplin, terakhir mampu beradaptasi serta bekerja sama dengan team.

Kirimkan CV ke alamat email [email protected] dan telfon ke +62-251-7556-777.***

Belum Lama Ditutup, Kini Jalan Bomang Dibuka Lagi. Siapa Ya yang Buka?

0

Bogordaily.net — Jalan Bojonggede – Kemang (Bomang) sebelumnya dilakukan penutupan oleh petugas Satpol PP Kabupaten Bogor, Pemerintah Kecamatan Kemang dan Tajurhalang dibantun Dinas Perhubungan, TNI dan Polri. Tapi tidak berlangsung lama, jalan tersebut dibuka lagi untuk kendaraan roda empat, sehingga truk-truk besar bisa kembali lewat.

Menanggapi hal Itu, Kepala Satuan Unit Pol PP Kecamatan Kemang Yazidil Bustomi mengatakan pihaknya belum mengetahui jalan itu siapa yang buka, padahal jalan itu sudah ditutup dan hanya kendaraan roda dua yang bisa lewat.

“Sudah ditutup pakai pembatas jalan beton beberapa waktu lalu bahkan dua kecamatan turut hadir Kecamatan Kemang dan Tajurhalang,”kata Kanit Pol PP Kecamatan Kemang Yazidil Bustomi saat dikonfirmasi, Rabu 24 November 2021.

Untuk diketahui ditutup jalan itu memang untuk mengurangi kemacetan karena terdapat persimpangan yang hampir setiap hari terjadi kemacetan, ditambah belum adanya rambu rambu lalu lintas.

Kata Kanit Pol PP Kemang berjanji pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan pemerintah Kecamatan Tajurhalang.

“Nanti akan berkomunikasi lagi, soal jalan dibuka lagi, soalnya dalam penutupan tertuang bahwa Pol PP Kemang meminta tidak ada galian yang keluar hingga mengotori jalan raya yang menyebabkan terjadinya kecelakaan,”katanya.

Sementara Camat Tajurhalang Fikri Ihsani ditutupnya jalan tersebut dari pintu depan di Kemang dan di Tajurhalang itu untuk mengurangi kemacetan dan untuk mencegah terjadinya aksi pencurian tanah di area Bomang.

“Soal dibukanya kembali saya belum tahu nanti kita akan suruh Pol PP untuk mengecek kembali,”pungkasnya. (Ruslan)

Susuri Perkampungan, Atang Trisnanto Ajak Warga Jaga Kebersihan dan Lingkungan

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto seharian blusukan ke kampung-kampung di enam kelurahan di Kota Bogor. Kedatangan Atang tersebut untuk melakukan penilaian terhadap lingkungan dalam perlombaan Bogorku Bersih 2021.

Dari enam wilayah yang disambangi oleh Atang dan tim juri, Atang menilai kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sudah cukup baik.

Hal itu terlihat dari sudah berjalannya sistem pengelolaan sampah, penggunaan pekarangan rumah untuk pertanian, dan pemanfaatan air bagi lingkungan.

“Kesadaran masyarakat sudah baik dalam menjaga lingkungan. Lingkungan cukup bersih dan nyaman. Lahan yang terbatas pun dimanfaatkan untuk tanaman. Termasuk pemanfaatan air untuk budidaya ikan ataupun keperluan lain ,” kata Atang.

Menurut mahasiswa S3 lingkungan IPB ini, perlombaan Bogorku Bersih yang sudah memasuki tahun ke enam ini merupakan sebuah afirmasi positif untuk menghadirkan Bogor, kota yang bersih, sehat dan nyaman.

“Bogorku Bersih menjadi salah satu pendorong untuk mengajak warga terbiasa hidup bersih menjaga lingkungan. Semoga budaya ini terus terpelihara dan dapat ditingkatkan”, harap Atang.

Budaya hidup bersih, sehat, dan lingkungan lestari ini perlu terus digalakkan. Untuk itu, politisi PKS ini berharap kontinuitas program warga yang telah berhasil dapat dipertahankan.

“PR berikutnya adalah terus mempertahankan budaya yang sudah berjalan baik ini. Serta, menduplikasi dan mereplikasi di berbagai wilayah di Kota Bogor. Insya Allah DPRD akan terus support program pelestarian lingkungan di sekitar kita”, imbuhnya.

Selain melakukan penilaian di enam lokasi, Atang juga memberikan penghargaan kepada para pemenang Bogorku Bersih 2021 di Graha Pakuan Siliwangi bersama Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata.

Timbulkan Kecelakaan, AGJT Desak Pemberlakuan Jam Operasional di Kecamatan Ciseeng

0

Bogordaily.net – Persoalan ekploitasi tambang dan distribusi material tambang dengan segala turunan masalah yang ditimbulkan dari akibatnya seperti kerusakan lingkungan, kerusakan infrastruktur jalan, kecelakaan, pungli, kemacetan dan pelibatan anak dibawah umur belum terselesaikan.

Aliansi Gerakan Jalur Tambang (AGJT) melayangkan surat nomor 025/Agjt/Srt/2021 kepada Kepala Dinas Perhubungan dan Pemkab Kabupaten Bogor, untuk segera membuat peraturan jam operasional truk tambang di Kecamatan Ciseeng, Rabu 24 November 2021.

Berikut adalah 5 dasar penyesuaian:

1. Undang undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan

2. Tingginya angka kecelakaan yang melibatkan truk tambang/tronton diwilayah hukum Kecamatan Ciseeng

3. Kerusakan infrastruktur jalan yang diakibatkan oleh truk tambang dengan muatan lebih/overload

4. PERBUB Tangerang Nomor 46,47/2018 tentang waktu operasional angkutan barang/tambang (tanah,pasir,batu)

5. Surat Keputusan Bersama (SKB) Gunung Sindur, antara masyarakat, transforter/armada, dan Muspika tahun 2019 dan tahun 2020

Sebagai mana diketahui bersama, bahwa di Kabupaten Bogor belum ada satupun peraturan yang berpihak kepada masyarakat ataupun yang melindungi masyarakatnya dari ancaman mobilisasi truk tambang

Dari 5 dasar tersebut, masyarakat Ciseeng melalui Aliansi Gerakan Jalur Tambang mendesak Dinas Perhubungan dan Pemerintah /Pemkab Kabupaten Bogor untuk segera membuat peraturan dan solusi yang berpihak kepada masyarakat Rumpin, Gunung Sindur, Parungpanjang dan Ciseeng, yang selama ini masih dihadapkan pada persoalan mobilisasi truk tambang serta untuk mencegah korban jiwa berikutnya.***

Jalankan Fungsi Pengawasan, Komisi III Sidak Tiga Lokasi Pembangunan Strategis

0

Bogordaily.net – Komisi III DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga lokasi pembangunan di Kota Bogor pada Kamis 18 November 2021. Sebagai bentuk pengawasan, DPRD ingin memastikan bahwa proyek pembangunan alun-alun Kota Bogor, Masjid Agung dan Pasar Tanah Baru dapat selesai sesuai batas waktu dan kualitas yang telah ditentukan.

Sidak dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Zaenul Mutaqin dan diikuti oleh Wakil Ketua Komisi III Edi Darmawansyah, serta Anggota Komisi III Dodi setiawan, R. Laniasari, Iwan Iswanto, Sopian, Karnain Asyhar, Oyok Sukardi dan Sendhy Pratama.

Rombongan Komisi III pertama menyambangi proyek Masjid Agung dan memantau langsung proses pengerjaan tiang penyangga untuk bagian atap.

Hasil pantauan Komisi III DPRD Kota Bogor, progres pengerjaan rumah tuhan ini baru mencapai 65 persen. Sehingga jajaran legislatif pesimis proyek yang sudah dijalankan selama bertahun-tahun ini bisa selesai tepat waktu pada akhir tahun nanti.

“Opsi memperpanjang waktu pengerjaan bisa saja dilakukan, namun ada konsekuensi berupa denda yang harus dibayar oleh kontraktor. Kami menekankan agar jumlah pekerja dan proses pengerjaan dipercepat,” kata Zaenul.

Untuk pembangunan Alun-alun Kota Bogor, jika melihat kontrak pengerjaan, maka ditargetkan harus rampung pada 8 Desember 2021.

Dari informasi yang disampaikan pihak kontraktor, Zaenul mengungkapkan proyek pengerjaan sudah mencapai 74 persen.

Ia pun meminta agar pihak kontraktor bekerja sesuai time schedule agar bisa selesai sesuai target yang ditentukan.

“Walaupun bekerja, kejar-kejaran dengan waktu pengerjaan harus sesuai dengan kontrak, dengan perencanaan dengan gambar yang ada, tidak bisa karena waktu mepet kerja asal asalan, itu nanti berurusan dengan hukum, jadi walaupun waktu mepet, kerja harus sesuai dengan gambar yang ada,” jelas Zaenul.

Sedangkan untuk proyek Pasar Tanah Baru, Zaenul meminta agar pihak kontraktor menambah jumlah pegawai. Mengingat curah hujan semakin meningkat di akhir tahun.

”Saya lihat pengerjaan ini tidak terlalu rumit, tinggal mekanikal dan elektrikal. Se­lain itu, tinggal penyelesaian lantai dan dinding, saya rasa terkejar,” pungkasnya.

Masjid Agung Mendesak Diselesaikan

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto bersama seluruh Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Bogor turut menyambangi proyek Masjid Agung. Saat inspeksi di akhir Oktober, progress pembangunan masih mencapai 40 persen. Atang meminta agar Masjid Agung ini menjadi prioritas pertama Pemkot Bogor.

“Masjid Agung ini sudah mangkrak hampir 6 tahun. Maka, penyelesaiannya harus menjadi prioritas pertama dan uatama Pemkot. Insya Allah DPRD Kota Bogor akan kawal serius penyelesaiannya melalui penganggaran dan pengawasan. Bahwa ada indikasi masalah pada proses sebelumnya, saya kira aparat hukum bisa menindaklanjutinya. Kami akan kawal terus agar Masjid ini kembali berdiri dan dapat digunakan segera untuk beribadah,” tutup Atang.