Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 6543

Kota Bogor Borong Tiga Penghargaan Bidang Lingkungan Hidup

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memborong tiga penghargaan sekaligus pada peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 23 November 2021, yang diserahkan Sekda Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja dan diterima Kepala DLH Kota Bogor, Deni Wismanto.

Pertama, penghargaan sebagai daerah pembina Program Kampung Iklim (Proklim) Utama Tingkat Nasional tahun 2021 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

RW 13, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor menjadi lokasi Program Kampung Iklim Kategori Utama.

KLHK menilai RW 13 telah aktif melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara terintegrasi, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pengendalian perubahan iklim.

Kedua, penghargaan sertifikat Program Kampung Iklim Kategori Madya yang diberikan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Laksmi Dhewanthi yang berlokasi di RW 10 Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

Ketiga, penghargaan Raksa Prasada penyusunan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD) kategori terbaik kabupaten/kota tingkat provinsi Jawa Barat tahun 2021.

Kepala DLH Kota Bogor, Deni Wismanto menyatakan, berbagai upaya kepedulian terhadap lingkungan dilakukan secara kolaboratif oleh masyarakat setempat dengan pembinaan atau pendampingan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

tiga penghargaan

“Masyarakat lebih kompak dan sadar lingkungan. Proklim kan pembinaan sepanjang tahun alias tidak instan. Tetapi program pembinaan dari awal tahun dilihat, di evaluasi, datanya dikirim ke KLHK termasuk data pendukungnya. Kemudian mereka (KLHK) verifikasi data apa yang sudah dilakukan,” katanya di ruang kerjanya, Rabu 24 November 2021.

Sementara di RW 10, Kelurahan Katulampa merupakan Proklim baru dan masih dalam proses binaan. Ke depan kata Deni, tidak menutup kemungkinan naik menjadi utama.

“Memang prosesnya panjang untuk membangun adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,” sebutnya.

Deni menjelaskan, untuk penghargaan DIKPLHD merupakan kemampuan DLH dalam menyajikan informasi tentang kondisi lingkungan di Kota Bogor, kemudian apa yang dilakukan mulai dari proses kajian seperti pencemaran, limbah, iklim hingga pelaksanaannya kemudian didokumentasikan selama satu tahun sebelumnya.

Adapun penghargaan dari Gubernur Jawa Barat di bidang lingkungan hidup ini diberikan kepada individu/ kelompok masyarakat, lembaga pendidikan dan dunia usaha yang peduli dan telah melaksanakan aksi nyata terhadap lingkungan hidup.

“Dengan penghargaan DIKPLHD tingkat provinsi, Kota Bogor masuk nominasi tingkat nasional,” katanya.***

Bupati Berharap Kampung Herbal di Kabupaten Bogor Jadi Destinasi Wisata

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin meresmikan Kampung Herbal di Villa Permata Mas, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Rabu 24 November 2021. Dalam kesempatan tersebut, Ade Yasin memberikan apresiasi kepada warga setempat yang memiliki tingkat kesadaran yang tinggi dalam memelihara lingkungannya.

Turut hadir pada peresmian tersebut, Ketua PKK Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiyah Iwan Setiawan, perwakilan PT. Bintang Toedjoe, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ketua Ikatan Keluarga Istri Anggota Dewan (IKIAD) beserta jajaran Pemkab Bogor dan Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Ade Yasin mengatakan bahwa hari ini dilaunching Kampung Herbal dan panen perdana jahe merah di Desa Bojong Nangka. Alhamdulillah saya melihat tadi di sekeliling, masyarakat sudah menanam. Jadi masing-masing pekarangan rumahnya ada tanaman herbal seperti jahe merah, sereh, terus ada lengkuas dan lain-lain. Ada sayuran juga, seperti sayuran hidroponik, selada, tomat, cabai, dan lain-lain.

“Ini luar biasa, warga di kampung ini semuanya punya kesadaran yang tinggi dalam memelihara lingkungannya, dengan menanam tanaman yang bermanfaat untuk keluarga maupun bisa bernilai ekonomis,” ungkap Ade Yasin.

Orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu mengungkapkan, jadi ada kerjasama juga dengan PKK Kabupaten Bogor dan PT. Bintang Toedjoe. Mereka berikan support berupa bibit tanaman, lalu ditanam dan dirawat oleh ibu-ibu.

“Nah tanaman ini nantinya setelah jadi, dipanen dan dijual kembali ke PT. Bintang Toedjoe. Ini suatu kolaborasi yang luar biasa menurut saya, jadi ada manfaatnya,” tuturnya.

“Kemudian saya lihat, kampung ini kan rapi, ada warna-warni pagarnya juga, terus ditanam tanaman yang bermanfaat, seperti sayuran dan herbal. Jadi saya kira kampung herbal ini bisa juga jadi destinasi wisata sehat bugar. Karena selain ada tanaman itu, juga ada minuman-minuman khas di sini, dari hasil tanaman pekarangan,” terangnya.

Dia mengungkapkan, tadi ada keripik daun kelor, ada minuman jahe, lemon, sereh dan lain-lain. Menurutnya ini luar biasa, ini bisa jadi objek wisata juga karena kondisi kampungnya juga rapi dan bersih. Jadi kalau di Tamansari ada wisata tanaman hias, di sini juga ada wisata tanaman herbal, sehingga semakin memperkaya pilihan wisata, bahkan bisa menjadi percontohan, orang-orang dari luar Kabupaten Bogor akan datang ke sini untuk studi banding.

“Artinya kita punya tambahan kampung produktif, sehingga ini bisa diduplikasi oleh kampung-kampung lainnya di seluruh Kabupaten Bogor, khususnya di Gunung Putri,” tandasnya.

Selanjutnya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiyah Iwan Setiawan menjelaskan, pada dasarnya proses pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, melainkan seluruh pihak. Salah satunya dilaksanakan melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga atau PKK. Kegiatan-kegiatan PKK secara nyata dan bertahap telah menunjukan keberhasilan, serta pengakuan yang luas dari berbagai kalangan.

“Tim penggerak PKK Kabupaten Bogor bekerja sama dengan PT. Bintang Toedjoe untuk membentuk pembina Kampung Herbal di Kabupaten Bogor. Kami memilih Desa Pamegarsari Kecamatan Parung dan Desa Bojong Nangka kecamatan Gunung Putri sebagai proyek percontohan,” ujar Halimatu Sadiyah.

Ia menerangkan, Program Kampung Herbal yang disponsori oleh PT. Bintang Toedjoe merupakan program yang tepat guna dan berdaya guna di tengah-tengah situasi dan kondisi masyarakat yang sedang menghadapi pandemi Covid-19. Tanaman herbal bukan hanya untuk sekedar koleksi atau penghias halaman rumah kita. Akan tetapi, merupakan alternatif lain dalam hal pengobatan serta memiliki nilai ekonomi yang sangat baik untuk dikembangkan.

“Saya mengajak kepada seluruh kader PKK agar senantiasa menjaga dan memelihara warisan nenek moyang kita dengan memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar kita, sebagai pengobatan alternatif selain penggunaan obat berbahan kimia. Mudah – mudahan kedepan, kerjasama ini bisa berkembang hingga merambah ke desa-desa yang lain yang ada di wilayah Kabupaten Bogor,” ajaknya.***

Wabup Iwan Hadir di Rakornas Investasi Tahun 2021 Secara Virtual

0

Bogordaily.net – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2021 secara virtual di Ruang Sekretariat Satgas Covid-19 Sekretariat Daerah, Cibinong, Rabu 24 November 2021

Pada Rakornas yang bertemakan “Hilirisasi dan Kolaborasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan” tersebut, Wabup Iwan didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor mengikuti arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Rakornas Investasi serta pemberian Anugerah Layanan Investasi 2021 kepada Kementerian/Lembaga, Provinsi, dan Kabupaten/Kota diselenggarakan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Rakornas diikuti secara hybrid oleh Kementerian atau lembaga, Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia.

rakornas investasi

Menurut Presiden Jokowi, selain keberhasilan mengendalikan pandemi, salah satu kunci utama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah investasi.

Investasi menjadi jangkar pemulihan ekonomi karena kalau kita berfokus pada APBN, defisit kita tetap.

“Meskipun saya tahu Ibu Menteri Keuangan sangat prudent, sangat hati-hati dalam mengelola APBN kita. Oleh sebab itu, yang diluar APBN ini harus digerakkan, kembali lagi investasi,” kata Jokowi.

Jokowi mengaku senang ada Kementerian/Lembaga, Provinsi, dan Kabupaten/Kota yang meraih Anugerah Layanan Investasi 2021, baik realisasi investasi, pelayanan, dan perizinan.

Dari sisi pelayanan dan perizinan, Provinsi Jawa Tengah tampil sebagai yang terbaik. Namun, dari sisi realisasi investasi, Provinsi Jawa Barat adalah yang tertinggi.

“Kementerian/lembaga dan pemerintah daerah harus memberikan pelayanan terbaik bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Investor yang sedang layani dengan baik, investor yang besar juga dilayani dengan baik. Investor yang kecil, usaha-usaha kecil dilayani dengan baik. Izin diberikan gratis, diantarkan ke rumah, Itulah pelayanan,” ucap Jokowi.

Selanjutnya Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyebutkan, penyelenggaraan Rakornas Investasi tahun 2021 ini dalam rangka menerjemahkan arah kebijakan Presiden Jokowi di bidang investasi pada tahun 2022.

Presiden Jokowi menetapkan target investasi sebesar Rp 1.200 triliun untuk tahun 2022 mendatang.

“Untuk mewujudkan target realisasi investasi Rp1.200 trilyun pada tahun 2022, Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah juga didorong untuk meningkatkan kolaborasi dan kekompakan demi meningkatkan kinerja. Setiap investor yang masuk ke daerah juga diwajibkan berkolaborasi dengan pengusaha yang ada di daerah dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” kata Bahlil.***

Ade Yasin Gerakkan Tanam Padi Program Makmur

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin bersama Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Kementerian Koodinator Bidang Perekonomian Erdiriyo lakukan Gerakan Tanam Padi Program Makmur di Desa Cibadak Kecamatan Tanjungsari, Kamis 24 November 2021.

Itu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memakmurkan petani Indonesia, terlebih saat ini memasuki puncak penanaman padi untuk wilayah timur yakni: Cariu, Jonggol dan Tanjungsari.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan gerakan tanam bersama memang November-Desember ini merupakan waktu yang tepat untuk menanam padi dan ini adalah salah satu program percontohan makmur yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Tanjungsari.

“Program Makmur ini ternyata mampu menaikkan 40% produktivitas dari hasil petani yang saya kira baik untuk di implementasikan disini dan mudah-mudahahan ini juga dapat memperbaiki dan menambahkan penghasilan petani,” ungkapnya.

Menurutnya, kenaikan 40% merupakan kenaikan dari hasil panen pendampingan yang dilaksankan oleh petani gabungan baik dari BUMN, Kemenko bidang Perekonomian, juga pihak swasta yang dinamakan Program Makmur di tiga Kecamatan Tanjungsari, Jonggol dan Cariu.

“Mudah-mudahan Insyaallah meningkat, tapi jangan lupa setelah ada jangan beli dimana-mana, pokoknya beli di petani Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Selanjutnya, Deputi Keuangan Syariah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Erdiriyo menuturkan, dirinya berharap Kabupaten Bogor menjadi percontohan karena Bupati Bogor memiliki program Bogor Gercep yang melibatkan anak-anak milenial yang langkah dan aksinya sangat cepat. Bahkan di daerah lain belum ada yang mengimplementasikan, di Kabupaten Bogor sangat cepat aksinya.

“Saya sangat berterima kasih, kami ucapkan selamat atas peluncuran Program Makmur, mari kita majukan usaha rakyat,’ pujinya. (Tim Komunikasi Publik/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Resmikan Kampung Herbal, Ade Yasin Apresiasi Kesadaran Warga Pelihara Lingkungannya

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin meresmikan Kampung Herbal di Villa Permata Mas, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Rabu 23 November 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Ade Yasin memberikan apresiasi kepada warga setempat yang memiliki tingkat kesadaran yang tinggi dalam memelihara lingkungannya.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan bahwa hari ini telah launching Kampung Herbal dan panen perdana jahe merah di Desa Bojong Nangka.

kampung herbal
Panen perdana jahe merah di Desa Bojong Nangka. (Istimewa/Bogordaily.net)

“Alhamdulillah saya melihat tadi di sekeliling, masyarakat sudah menanam. Jadi masing-masing pekarangan rumahnya ada tanaman herbal seperti jahe merah, sereh, terus ada lengkuas dan lain-lain. Ada sayuran juga, seperti sayuran hidroponik, selada, tomat, cabai, dan lain-lain,” kata Bupati.

“Ini luar biasa, warga di kampung ini semuanya punya kesadaran yang tinggi dalam memelihara lingkungannya, dengan menanam tanaman yang bermanfaat untuk keluarga maupun bisa bernilai ekonomis,” ungkap Ade.

Ade menerangkan, jadi ada kerjasama juga dengan PKK Kabupaten Bogor dan PT. Bintang Toedjoe. Mereka berikan support berupa bibit tanaman, lalu ditanam dan dirawat oleh ibu-ibu.

Tanaman ini nantinya setelah jadi, dipanen dan dijual kembali ke PT. Bintang Toedjoe. Ini suatu kolaborasi yang luar biasa menurut saya, jadi ada manfaatnya.

“Kemudian saya lihat, kampung ini kan rapi, ada warna-warni pagarnya juga, terus ditanam tanaman yang bermanfaat, seperti sayuran dan herbal. Jadi saya kira kampung herbal ini bisa juga jadi destinasi wisata sehat bugar. Karena selain ada tanaman itu, juga ada minuman-minuman khas disini, dari hasil tanaman pekarangan,” terang Ade.

Ade menjelaskan, tadi ada keripik daun kelor, ada minuman jahe, lemon, sereh dan lain-lain.

“Saya kira ini luar biasa, ini bisa jadi objek wisata juga karena kondisi kampungnya juga rapi dan bersih. Jadi kalau di Tamansari ada wisata tanaman hias, di sini juga ada wisata tanaman herbal, sehingga semakin memperkaya pilihan wisata, bahkan bisa menjadi percontohan, orang-orang dari luar Kabupaten Bogor akan datang ke sini untuk studi banding,” paparnya.

“Artinya kita punya tambahan kampung produktif, sehingga ini bisa diduplikasi oleh kampung-kampung lainnya di seluruh Kabupaten Bogor, khususnya di Gunung Putri,” tandas Ade.

Selanjutnya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiyah Iwan menjelaskan, pada dasarnya proses pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, melainkan seluruh pihak.

Salah satunya dilaksanakan melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga atau PKK. Kegiatan-kegiatan PKK secara nyata dan bertahap telah menunjukan keberhasilan, serta pengakuan yang luas dari berbagai kalangan.

“Tim penggerak PKK Kabupaten Bogor bekerja sama dengan PT. Bintang Toedjoe untuk membentuk pembina dan membina Kampung Herbal di Kabupaten Bogor. Kami memilih Desa Pamekarsari Kecamatan Parung dan Desa Bojong Nangka kecamatan Gunung Putri sebagai proyek percontohan,” ujar Halimatu Sadiyah.

Ia menerangkan, Program Kampung Herbal yang disponsori oleh PT. Bintang Toedjoe merupakan program yang tepat guna dan berdaya guna di tengah-tengah situasi dan kondisi masyarakat yang sedang menghadapi pandemi Covid-19.

kampung herbal

Tanaman herbal bukan hanya untuk sekedar koleksi atau penghias halaman rumah kita. Akan tetapi, merupakan alternatif lain dalam hal pengobatan serta memiliki nilai ekonomi yang sangat baik untuk dikembangkan.

“Saya mengajak kepada seluruh kader PKK agar senantiasa menjaga dan memelihara warisan nenek moyang kita dengan memanfaatkan tanaman herbal yang ada disekitar kita, sebagai pengobatan alternatif selain penggunaan obat berbahan kimia.  Mudah – mudahan kedepan, kerjasama ini bisa berkembang hingga merambah ke desa-desa yang lain yang ada di wilayah Kabupaten Bogor,” ajaknya.

Turut hadir pada peresmian tersebut, Ketua PKK Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiyah Iwan, perwakilan PT. Bintang Toedjoe, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

Lalu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ketua Ikatan Keluarga Istri Anggota Dewan (IKIAD) beserta jajaran Pemkab Bogor dan Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).***

Ikuti Tren “Add Yours” di Instagram, Waspada Jadi Korban Penipuan

0

Bogordaily.net – Tren ‘Add Yours’ di Instagram berujung petaka ketika seseorang tidak berhati-hati ketika menggunakannya. Viral kisah pengguna ‘Add Yours’ menjadi korban penipuan

Media sosial kini sedang ramai dengan tren ‘Add Yours’ yang dirilis Instagram pada 2 November 2021 lalu. Tren ini akhirnya memakan korban ketika pengguna terjebak memberikan data pribadinya di Instagram Story.

Padahal jika data-data yang bersifat pribadi bisa jadi disalahgunakan untuk kejahatan dan resiko lainnya. Sangat disayangkan, karena pasti bukan itu tujuan awal Instagram meluncurkan fitur ini.

Add Yours dibayangkan Instagram sebagai cara baru untuk membuat user generated content (UGC) yang bisa viral dan menguntungkan semua pengguna.

Pengguna bisa menunjukkan sesuatu di IG Story, lalu dia bisa meminta pengguna lainnya untuk menunjukkan hal yang sama.

Di Indonesia, hal itu akhirnya menjadi masalah ketika pertanyaan pada stiker Add Yours adalah data pribadi pengguna. Sebuah tweet dari @ditamoechtar_ viral karena membagikan pengalaman temannya yang jadi korban penipuan.

Teman dari @ditamoechtar_ sedang mengikuti tren ini dan dengan tidak sengaja membagikan nama panggilan pribadi yang hanya diketahui orang-orang terdekat.

Akibatnya korban percaya untuk mengirimkan uang ketika penipu menyapa dengan nama kecilnya.

Di Twitter, kemudian banyak screenshoot foto Add Yours yang menanyakan data-data pribadi terkait perbankan. Hal inilah yang kemudian berbahaya karena sikap netizen yang FOMO, alias latah tidak mau ketinggalan tren.

Ketua Divisi Akses Atas Informasi SAFEnet, Unggul Sagena, mengatakan para pengguna harus tetap memastikan keamanan data pribadi mereka. Jangan memposting data pribadi, apalagi sekadar ikutan tren.

“Yang berbahaya memang dari konten yang dicreate pengguna. Untuk itu, selalu pastikan konten tidak bersifat pribadi dapat dikonsumsi publik (dilihat, dilibatkan, dan sebagainya),” kata dia.

Selain itu, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengingatkan agar para pengguna internet harus lebih teliti dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

“Harus hati-hati dan waspada. Cek lagi jangan mudah ikut-ikutan tren. Harus paham mana yang bisa dishare dan yang tidak,” kata Heru.***

Satpol PP Kota Bogor Bongkar Lapak PKL di Jalan Raya Cilebut-Tugu Wates

0

Bogordaily.net –  Satpol PP Kota Bogor membongkar Pedagang Kali Lima (PKL) di sejumlah titik di Jalan Raya Cilebut-Tugu Wates, RT01/RW01, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu 24 November 2021.

Pantauan Bogordaily dilokasi pukul 10:00 WIB, sekitar 25 petugas Satpol PP Kota Bogor tiba dilokasi menggunakan mobil KR4 dan diiringi oleh 8 personel BKO Satpol PP Kecamatan Tanah Sereal serta petugas Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) Kecamatan Tanah Sareal.

Target pembongkaran pertama adalah pedagang ban bekas dan pedagang buah. Sekitar 3 bulan pedagang di lokasi ini juga telah digusur oleh Satpol PP sebab itu adalah area pinggir sungai sehingga berpotensi membahayakan nyawa.

“Kita tertibkan karena memang mereka melakukan usahanya di bantaran sungai yang sangat membahayakan diri mereka sendiri,” kata Kabid Trantib dan Linmas Satpol PP Kota Bogor, Riki Robiansah, SSTP kepada Bogordaily.net usai pembongkaran.

Untuk sanksi sendiri, Riki Robiansah membeberkan, ada sebagian yang di sita barang-barangnya sekaligus diberikan buku tilang.

“Sementara kita amankan dulu barang buktinya atau barang dagangannya seperti grobak, besi, meja dan lainnya. Ini untuk bukti kita bahwa kedepan mereka tidak melakukan kegiatan ditempat yang dilarang,” bebernya.

Kurang lebih ada 8 pedagang yang dibongkar lapaknya di sepanjang Jalan Raya Cilebut-Tugu Wates.

Riki Robiansah juga mengimbau kepada seluruh stakeholder untuk mensosialisasikan mengenai aturan tentang lokasi berdagang kepada pedagang.

“Tentunya harus bisa kita jaga bersama yang sudah kita tertibkan dan rapihkan. apa lagi tempat para pedagang ini rawan bencana longsor,” ungkapnya.

Ditemukan Obat

 

Pada saat pembongkaran salah satu lapak, petugas menemukan 1 bungkus obat berjenis Tramadol isi 10 tablet tetapi sudah habis dipakai. Namun, saat pembongkaran pemilik warung tidak ada di tempat.

Kemudian petugas langsung mengangkut tempat jualan (grobak) berwarna merah ke mobil Trantib Kecamatan Tanah Sareal untuk di bawa ke Mako Satpol PP Kota Bogor.

“Untuk penemuan bekas obat keras ini nanti kita akan tindaklanjuti ya,” pungaksnya.*

Ciptakan Regenerasi di Dunia Pariwisata, LGE Gelar Kompetisi Tradisional Mocktails

0

Bogordaily.net – Wadahi bakat para pelajar SMK yang berada di wilayah Bogor, Leuweung Geledegan Ecolodge (LGE) menggelar kompetisi Tradisional Mocktails. Kompetisi tersebut diikuti delapan SMK dengan jumlah peserta sebanyak 23 orang.

Kompetisi tersebut berlangsung di Resto B Balekecrakan, Leuweung Geledegan Ecolodge Hotel, Kampung Tamansari No, 17, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, pada Selasa 23 November 2021.

Kompetisi tradisional mocktails merupakan ajang meracik minuman yang bahannya terbuat dari rempah-rempahan seperti kunyit, jahe dan lainnya.

Tradisional Mocktails

Pantauan Bogordaily saat kompetisi berlangsung, para pelajar sangat antusias, seolah-olah ingin menunjukan bakat yang mereka punya melalui minuman tradisional yang diracik.

Sementara itu, Manajer Food dan Beverage sekaligus ketua pelaksana kompetisi tradisional mocktails Dindin Syarifudin memberikan komentarnya bahwa, kegiatan ini juga digelar untuk menyambut milad ke-2 Leuweung Geledegan Ecolodge.

Tradisional Mocktails
Manajer Food dan Beverage sekaligus ketua pelaksana kompetisi tradisional mocktails Dindin Syarifudin. (Irfan/Bogordaily.net)

“Jadi kita wadahi bakat para pelajar khususnya di Bogor, selain itu kegiatan ini juga untuk menyambut milad ke-2 LGE,” ungkap Dindin kepada Bogordaily.net Selasa 23 November 2021.

Tak hanya itu, Dindin juga menyampaikan harapannya bahwa, pihaknya akan terus mendorong generasi muda khususnya yang bersekolah jurusan pariwisata agar kedepannya bisa bersaing dalam dunia kerja.

Tradisional Mocktails

“Kita terus mencari regenerasi agar dunia pariwisata ini terus berkembang dan tentunya kita mencari bakat dan talenta muda lewat kompetisi ini,” pungkasnya.(Irfan Ramadhan)

RS Islam Bogor Gandeng Kitabisa.com Untuk Bantu Dhuafa

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit Islam Bogor pagi tadi Rabu 24 November 2021 kembali melakukan pendatanganan MoU Kerjasama penggalangan donasi dengan Yayasan Kita Bisa untuk membantu pasien dhuafa yang menjalani pengobatan.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan di Rumah Sakit Islam Bogor Jalan Perdana Raya No.22, RT.01/RW.10, Kedungbadak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Rabu 24 November 2021.

Vp of Crowdfunding kitabisa.com, Fahri Amirulllah mengucapkan, terimakasih banyak kepada pihak Rumah Sakit Islam Bogor yang sudah bersedia bekerja sama dengan Yayasan kitabisa.

“Alhamdulillah skema bekerja sama dengan Rumah Sakit ini sudah kita lakukan beberapa tahun kebelakang dan sekali lagi hal kecil yang sudah kita lakukan saat ini sudah berkembang dan sudah bekerjasama dengan lebih dari 200 Rumah Sakit dan menyalurkan lebih dari Rp 100 milyar,” ujarnya kepada Bogordaily.net.

“Harapan kami, melalui kerjasama ini kita bisa lebih banyak lagi menolong orang dan ini inline dengan misi RS Islam Bogor,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan RS Islam Bogor Dr. Ir. H. Dwi Sudharto M.Si menyampaikan bahwa penandatangan MoU ini membuktikan keseriusan RS Islam Bogor untuk terus berkhidmat melayani umat sesuai dengan amanah mulia para pendirinya pada tahun 1982, diantaranya Kyai Soleh Iskandar yang namanya kini diabadikan menjadi jalan besar di Kota Bogor yakni untuk membantu pasien dhuafa dan ulama.

“Memang kebutuhan dana untuk membantu yang dhuafa ini sangat besar dan kita disini punya kebijakan tidak boleh menolak pasien, apalagi yang dhuafa atau ulama. Oleh karena itu, apa yang kita galang bersama Yayasan Kita Bisa insyaallah sangat menolong RS Islam Bogor untuk bisa membantu yang tidak mampu,” ujar Dwi.

Direktur RS Islam Bogor Dr. Djunaidi Ilyas SpPD menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Kita Bisa dan berharap pelaksanaan teknis dan prosedur dari implementasi kerjasama tidak rumit. (Ibnu Galansa Montazerry)

Seorang Pria Tewas Diduga Menabrakkan Diri Ke KRL Jakarta-Bogor

0

Bogordaily.net – Suhendi Wibowo (65) warga Bantarjati, Jalan Kresna Raya No.61, RT001/RW016, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, tewas tertabrak kereta rel listrik relasi Jakarta-Bogor di Jalan Ponduk Rumput, RT04/RW05, Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor pada Rabu 24 November 2021.

Saat dikonfirmasi ke Humas Polresta Bogor Kota, Iptu Rachmat Gumilar membenarkan terjadinya kecelakaan yang menewaskan satu orang akibat tertabrak kereta api.

“Sampai saat ini petugas kepolisian sedang menangani perkaranya di TKP,” ujar Humas Polresta Bogor Kota Iptu Rachmat Gumilar melalui pesan singkat.

Rachmat menjelaskan, Suhendi sudah terlihat mondar mandir di lokasi kejadian sejak pukul 07:00 WIB. Itu ia ketahui berrdasarkan penuturan dua orang saksi, Lasmi dan Abadru Salam,

Namun, saat pukul 08:00 WIB para saksi melihat korban sengaja melompat ke arah kereta api yang sedang melintas dari arah Jakarta menuju Bogor. Benar saja, korban langsung tewas seketika.

“Saat dilihat, korban sudah tergeletak tak bernyawa di tengah-tengah rel kereta api dengan luka dibagian kepala,” kata dia. (IBNU)