Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 6561

Cinderamata Angelia Menembus Ajang Miss World 2021

0

Bogordaily.net – Miss Indonesia 2020 Pricilia Carla Yules segera berangkat ke Puerto Rico untuk bertanding memperebutkan tahta sebagai Miss World 2021. Perempuan kelahiran 8 Juli 1996 akan membawa suvenir atau cinderamata cantik yang rencananya dibagikan ke kontestan Miss World dari berbagai negara.

Suvenir tersebut merupakan hasil karya teman-teman Bina Daksa Budi Bakti, yayasan difabel yang berlokasi di kawasan Cengkareng, Banten. Sedikitnya 10 orang difabel terlibat dalam pembuatan 50 tas suvenir yang bakal dibawa Pricilla Carla Yules ke Puerto Rico.

Adalah Evelyn Angelia Jusri sosok di balik brand tas kulit Eangelia, sekaligus tas suvenir yang bakal menjadi buah tangan Pricilia Carla Yules di ajang Miss World 2021. Evelyn akui senang dan bangga terlibat dalam perjuangan Carla Yules di kancah internasional.

“Miss Indonesia Carla Yules memesan tas suvenir untuk keberangkatannya ke Miss World. Ini adalah tas serbaguna yang bisa dicantel di tas. Tas ini ramah lingkungan dan membawa nuansa Indonesia,” kata Evelyn.

Carla awalnya tertarik dengan tas kulit produksi Eangelia. Malah dia sering tampil menggunakan tas buatan Evelyn di berbagai kesempatan. Belakangan, Carla Yules tertarik dengan kegiatan sosial yang ditekuni oleh Evelyn melalui brand tas kulitnya, termasuk pemberdayaan teman-teman berkebutuhan khusus.

Usai menjuarai ajang kecantikan Miss Indonesia, Carla menemukan Angelia lewat media sosial Instagram lalu memesan beberapa tas kulit.

“Carla ingat kita bukan hanya memproduksi tas kulit tetapi juga gerakan sosial di mana kami mendukung anak difabel dengan mengajarkan mereka keterampilan, membayar keterampilan mereka dan mendukung karya mereka,” tambah Evelyn.

Ada 50 tas suvenir yang dibawa Carla Yules ke Puerto Rico. Ke-50 tas tersebut dibuat oleh sepuluh teman-teman dari Yayasan Bina Daksa Budi Bhakti Cengkareng, Banten

Ke depan, Evelyn berharap dapat menjadikan tas-tas suvenir serbaguna tersebut sebagai cideramata yang dapat dibeli oleh publik Indonesia secara luas.
“Kita akan membuat harganya cukup ekonomis, hanya Rp50 ribu saja berhubung kami menggunakan kain yang berbeda-beda,” tutupnya.***

Seorang Pria Asal Sumedang Hilang Misterius di Cadas Pangeran

0

Bogordaily.netSeorang pria bernama Yana Supriatna, warga Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang dilaporkan hilang secara misterius di Jalan Raya Bandung-Cirebon tepatnya di Cadas Pangeran saat hendak pulang ke Sumedang pada Selasa (16/11/2021) malam.

“Benar, keluarga korban telah membuat laporan kehilangan ke Mapolsek Sumedang Selatan. Hingga kini masih dalam proses pencarian, ” ucap Kapolsek Sumedang Selatan Kompol Buny Yuniar dikutip dari Tribunnews.

Pada awalnya tak ada yang janggal. Yana mengirim pesan suara kepada istrinya, mengaku sedang istirahat sembari salat isya di masjid di wilayah Simpang, Pamulihan. Yana pun mengatakan ia membawa seseorang yang menumpang.

“Ayah solat dulu di Simpang, solat isya. Kebetulan ada orang Sumedang juga eee nebeng ikut sama Ayah,” demikian isi pesan suara Yana.

Namun, situasi berubah jadi mencekam beberapa saat kemudian. Yana kembali mengirim pesan suara, tapi yang kali ini terdengar justru hanya suara tangisan dan racauan yang tidak jelas.

“Aduh Gusti…,” katanya sambil menangis “Kirain yang numpang itu bukan orang jahat,” katanya lagi dalam bahasa Sunda.

Pihak keluarga pun langsung bergerak mencari keberadaan Yana sembari mendatangi Polsek Sumedang Selatan melaporkan hilangnya Yana.

Kejanggalan berikutnya muncul saat keluarga berhasil menemukan motor milik Yana yang bernomor pelat Z 2333 AB terparkir dengan setang terkunci di pinggir Jalan Cadas Pangeran. Jalan Cadas Pangeran sendiri merupakan jalan di tepi jurang dengan banyak pepohonan tinggi.

Pencarian

Sejak menerima laporan, puluhan personel Polres Sumedang, TNI, dan BPBD Sumedang terus melakukan pencarian terhadap korban di jurang Cadas Pangeran. Pada Rabu 17 November 2021 tim gabungan pun terus melakukan pencarian.

Supervisor Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sumedang Rully Surya S pada Rabu 17 November kemarin mengatakan pihaknya telah menyisir tepian bawah sepanjang Jalan Cadas Pangeran, tapi masih belum membuahkan hasil. Terlebih kondisi cuaca tidak mendukung karena hujan dan kabut.

Akhirnya tim memutuskan untuk melanjutkan pencarian keesokan harinya Kamis 18 November 2021.

“Pencarian tadi kita hentikan jam 5 sore karena hujan dan kabut turun, pencarian akan dilanjutkan besok jam 9 pagi,” ungkap Rully kepada detikcom, Rabu (17/11/2021) malam***

Realisasi BPUM 2021 Per November Sebesar Rp15,36 Triliun Kepada 12,8 Juta Usaha Mikro

0

Bogordaily.net – Dalam rangka membantu pelaku usaha mikro, pemerintah menjalankan program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) sejak 2020, dan tetap dilanjutkan pada 2021 ini mengingat masih perlunya bantuan permodalan bagi pelaku usaha mikro pada masa pandemi ini.

BPUM merupakan salah satu program yang dicanangkan pemerintah dalam rangka penanggulangan ekonomi nasional. “Sehingga, program ini diharapkan mampu menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi pada masa pandemi Covid-19,” kata Asisten Deputi Pembiayaan Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Irene Swa Suryani, pada kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), di Lampung, Rabu 1 November 2021.

Irene menjelaskan, BPUM 2021 terbagi menjadi 2 tahap dimana untuk tahap pertama telah terealisasi 100% pada Juli 2021 kepada 9,8 Juta pelaku usaha mikro dengan total anggaran sebesar Rp11,76 triliun.

Dan untuk tahap 2, telah terealisasi 100% pada November 2021 kepada 3 juta pelaku usaha mikro, sebesar Rp3,6 triliun. Sehingga, telah terealisasi seluruhnya sesuai target penyaluran BPUM 2021 kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro, dengan anggaran sebesar Rp15,36 triliun.

“Untuk Provinsi Lampung, pelaku usaha mikro yang telah ditetapkan sebagai penerima BPUM sebanyak 243.873 penerima dengan anggaran sebesar Rp292.6 miliar,” ungkap Irene.

Menurut Irene, dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di daerah menjadi salah satu pendorong suksesnya program BPUM ini dijalankan. Maka dari itu, KemenKopUKM mengapresiasi peran aktif dinas di daerah dan berharap koordinasi yang telah dijalankan selama ini dapat terus berlanjut.

“Sehingga, program ini berjalan secara akuntabel dan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan bertahannya usaha mikro yang merupakan populasi usaha terbesar di Indonesia,” imbuh Irene.

Di samping itu, Irene juga menyampaikan apresiasi kepada bank penyalur atas kerjasama dan koordinasi selama ini. “Kami sangat mengharapkan hal ini dapat terus dijalankan dalam upaya percepatan pencairan BPUM kepada para penerima dengan meningkatkan koordinasi bersama Dinas Provinsi, Kabupaten/Kota,” pungkas Irene.***

KemenkopUKM Dukung Penuh Rencana Pengusaha RentCar Jabodetabek Dirikan Koperasi

0

Bogordaily.net – Asosiasi Pengusaha RentCar Daerah (Asperda) DPD Jabodetabek yang beranggotakan 57 perusahaan (PT dan CV) yang bergerak di bidang bisnis RentCar atau sewa mobil, berencana mendirikan koperasi.

“Cara kerja organisasi itu mirip dengan koperasi, yang mana setiap anggota memiliki hak dan kewajiban yang sama. Tujuannya, untuk kesejahteraan anggota,” kata Ketua Asperda DPD Jabodetabek Bambang H, di sela-sela acara Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) dan Harlah ke-4 Asperda Jabodetabek, di Pantai Mutiara Carita, Pendeglang, Banten, Rabu 17 November 2021.

Bambang menambahkan, organisasi seperti Asperda ini sifatnya non profit.

“Jadi, untuk melakukan suatu unit bisnis, solusinya hanya ada di koperasi,” ungkap Bambang.

Menurut Bambang, banyak sekali unit usaha yang berkaitan erat dengan mobilitas anggota Asperda. Misalkan, dengan perusahaan-perusahaan oli mobil, spareparts, dan sebagainya.

“Kita sulit bekerjasama dengan vendor-vendor penyedia oli mobil dan spareparts karena Asperda tidak memiliki unit usaha yang bisa mewadahi hal itu,” kata Bambang.

Bahkan, koperasi Asperda Jabodetabek ini juga rencananya akan membuka satu unit simpan pinjam sesuai kebutuhan anggota.

“Pokoknya, segala kebutuhan anggota, nantinya akan diurus oleh koperasi yang akan kita dirikan,” tandas Bambang.

Ketua Umum DPP Asperda Didik Prasetyo yang juga hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus DPD Asperda Jabodetabek yang tengah menggalang untuk mendirikan koperasi.

“Itu langkah yang sangat tepat untuk kemajuan Asperda sebagai organisasi dan kesejahteraan anggota,” kata Didik.

Saat ini, lanjut Didik, Asperda sudah memiliki dua koperasi. Yaitu, Koperasi Asperda Jatim (berkantor di Surabaya) dan Koperasi Asperda Semarang untuk wilayah Jawa Tengah.

Didik bercerita, selama ini berkaitan dengan vendor, para anggota Asperda melakukan kerjasama sendiri-sendiri.

“Dengan berkoperasi, maka kerjasama dan transaksi dengan vendor akan dilakukan oleh koperasi. Artinya, kita akan memiliki bargaining position lebih tinggi, ketimbang sendiri-sendiri,” ungkap Didik.

Rentcar

Didik berharap, ada lebih banyak lagi DPD Asperda yang mendirikan koperasi.

“Dengan begitu, Asperda bisa mendirikan Koperasi Sekunder yang beranggotakan koperasi-koperasi Asperda yang ada di daerah,” kata Didik.

Saat ini, lanjut Didik, Asperda yang didirikan di Surabaya pada 2013 silam sudah memiliki anggota sebanyak 600 perusahaan RentCar yang tersebar di 10 provinsi di Indonesia. Diantaranya, DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, NTB, Riau, Sulsel, dan sebagainya.

Melihat tingginya animo dari jajaran pengurus dan anggota DPD Asperda Jabodetabek, Kementerian Koperasi dan UKM bakal mendukung penuh niat berkoperasi tersebut.

“Jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi kami bila mengalami kesulitan dalam mendirikan koperasi,” ucap Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi KemenkopUKM Sahro, saat memberikan pengarahan terkait berkoperasi bagi anggota DPD Asperda Jabodetabek.

Sahro perwakilan dari Deputi Bidang Perkoperasian KemenkopUKM, menjabarkan segala proses yang harus dijalankan untuk mendirikan badan hukum koperasi.

Dari mulai dasar hukum, prinsip-prinsip koperasi, bentuk dan jenis koperasi, Notaris Pembuat Akta Koperasi, hingga permodalan koperasi.

“Kami siap membantu Asperda Jabodetabek untuk mewujudkan koperasinya,” tandas Sahro.

Bagi Sahro, asalkan dikelola dengan baik, benar, dan profesional, koperasi bisa tumbuh dan berkembang menjadi besar.

Pengurus koperasi bisa dipilih dari anggota, sedangkan pengelola koperasi dipilih oleh pengurus sesuai dengan kompetensi yang disyaratkan dan disetujui dalam Rapat Anggota.

“Rekrut pengelola yang paham koperasi dan memiliki kompetensi,” tegas Sahro.

Sahro menambahkan, pengurus bertanggungjawab kepada anggota, sedangkan pengelola bertanggungjawab kepada pengurus koperasi.

“Artinya, pengelola tetap dalam kendali pengurus koperasi,” imbuh Sahro.

Akuntabel dan Transparan

Di tempat terpisah, Deputi Bidang Perkoperasian KemenKopUKM Ahmad Zabadi menegaskan bahwa koperasi harus dikelola layaknya sebuah entitas bisnis, akuntabel, transparan, dan adanya kepercayaan, khususnya dari anggota kepada pengurus.

“Karena itu, peningkatan kapasitas dan kompetensi pengurus koperasi sudah merupakan keharusan dalam pengelolaan koperasi,” kata Zabadi.

Zabadi menekankan, mengurus koperasi adalah mengurus entitas bisnis, jangan lagi memperlakukan koperasi sebagai ormas atau lembaga sosial.

Sebagai entitas bisnis tentunya harus dikelola secara professional dengan strategi bisnis yang feasible.

Untuk itu, papar Zabadi, peran pengurus sangatlah menentukan, dan menjadi kunci keberhasilan koperasi. Pengurus adalah representasi dari anggota yang mempercayakan pengelolaan koperasi kepada pengurus.

“Pengurus harus mempunyai strategi bisnis, terlebih menghadapi era digitaliasasi 4.0. Mau tidak mau, suka tidak suka, untuk menghadapi persaingan bisnis, koperasi harus masuk dalam ekosistem bisnis digital, tidak lagi gaptek,” papar Zabadi.

Oleh karena itu, lanjut Zabadi, pelatihan terhadap pengurus koperasi sangat penting untuk mengembangkan usahanya menuju koperasi modern. Baik itu dari aspek usaha, aspek kelembagan, aspek keuangan, dan teknologi informasi.

“Koperasi adalah solusi menuju demokrasi ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Namun, manajemennya mengikuti manajemen kontemporer seperti pengelolaan perusahaan besar,” pungkas Zabadi.***

Sebelum Tewas Digigit Ular, Mahasiswa IPB Diduga Injak Anak Kobra

0

Bogordaily.net – Mahasiswa IPB University Departemen Agronomi dan Hortikultura (AGH) angkatan 53 berinisial HRP (23) diduga menginjak anak kobra sebelum digigit dan tewas di Kebun Percobaan Cikabayan, Kampus IPB Dramaga, 17 November 2021.

Info tersebut beredar luas di media sosial Twitter, kabarnya mahasiswa HRP sedang melakukan olahraga dan digigit ular di kaki sebelah kanan.

“Kronologisnya mungkin almarhum tidak sengaja menginjak anak kobra, dan digigit,” dugaan warga IPB.

Pada pukul 15.00 HRP ditemukan oleh warga sekitar di Kebun Percobaan Cikabayan dengan kondisi tidak bernyawa.

Jenazah akhirnya dibawa ke rumah sakit, dan akan dimakamkan di makam kembar Desa Cikarawang.

Menanggapi kejadian ini, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Dr Drajat Martianto turut prihatin dan menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban.

“Innalillahi wa innailaihi roojiuun. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan mendapatkan tempat terbaik di sisiNya. Semoga keluarga diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa, mahasiswa yang sedang melakukan penelitian maupun praktikum di lapangan diharapkan untuk lebih berhati-hati dan menerapkan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), dengan menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai.***

GM Leuweung Geledegan Ecolodge Wadahi Bakat Pelajar SMK Pariwisata

0

Bogordaily.net – Sebagai bentuk apresiasi dan menampung bakat terhadap para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pariwisata khususnya di Bogor. General Manajer  (GM) Leuweung Geledegan Ecolodge, Jamaludin Rukmana memberikan kesempatan kepada para pelajar yang ingin berkiprah di dunia pariwisata.

Kesempatan tersebut diberikan melalui perlombaan Making Bed Competition yang berlangsung pada Rabu 17 November 2021 bertempat di aula riung ageung Leuweung Geledegan Ecolodge, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Jamaludin menjelaskan bahwa, para pelajar memang sudah seharusnya mendapatkan wadah dari bakat yang mereka punya sesuai dengan jurusan sekolah.

Tak menutup kemungkinan bahwa para pelajar yang sekarang mengikuti lomba adalah regenerasi untuk masa yang akan datang di Dunia pariwisata.

“Saya sangat mengapresiasi respon para pelajar mengikuti kegiatan ini, itu berarti mereka ingin menunjukan bakat mereka,” kata General Manajer Leuweung Geledegan Ecolodge, Jamaludin Rukmana kepada Bogordaily.net, Rabu 17 November 2021.

Tak hanya itu, seolah ingin terus mencari regenerasi untuk dunia pariwisata di masa yang akan mendatang, Jamaludin akan terus mendorong para pelajar pada lomba-lomba berikutnya yang akan diadakan di Leuweung Geledegan Ecolodge.

Gm leuweung
Making Bed Competition bertempat di aula riung ageung Leuweung Geledegan Ecolodge, pada Rabu 17 November 2021. (Irfan/Bogordaily.net)

“Saya juga dulunya seperti mereka ada proses untuk menjadi GM seperti sekarang, jadi saya sangat peduli untuk generasi penerus,” tambahnya.

Bahkan menurut Jamaludin saat dibukanya pendaftaran perlombaan Making Bed Competition antusias para pelajar dari berbagai SMK yang ada di Bogor tak terbendung, sehingga ia melakukan pembatasan.

“Kita batasi, karena mengingat situasi pandemi, kita patuhi peraturan pengurangan mobilitas,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sangat istimewa tersebut Jamaludin berharap ke depannya para pelajar terus mengembangkan bakatnya di dunia pariwisata agar regenerasi tidak habis.

“Menurut saya dunia pariwisata ini harus ada regenerasinya, pajak dari dunia pariwisata juga kan besar. Artinya kan dunia pariwisata ini harus terus berkembang,” pungkasnya. (Irfan Ramadhan)

Pemerintah Tetapkan UMP 2022 Naik 1,09 Persen

0

Bogordaily.net – Pemerintah menetapkan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2022 sebesar rata-rata 1,09%. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, simulasi kenaikan rata-rata UMP 2022 didasarkan pada PP Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan.

“Setelah melakukan simulasi, nilanya berdasarkan data BPS, rata-rata kenaikan upah minimum 1,09 persen. Ini rata-rata nasional,” kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam pernyataan resmi, Selasa 16 November 2021.

Dia menjelaskan, angka UMP akan ditetapkan oleh gubernur dengan mempertimbangkan kondisi di masing-masing wilayah. Para gubernur diberikan waktu untuk menetapkan UMP 2022 hingga 21 November 2021.

Namun karena tanggal tersebut merupakan hari libur, penetapan UMP harus dilakukan paling lambat pada 20 November 2021.

Sementara itu, tenggat waktu penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) jatuh pada 30 November 2021.

“Seluruh kepala daerah dapat menetapkan UMP/UMK,” kata Ida.

Dia menjelaskan, penetapan upah dilakukan sesuai aturan perundang-undangan agar tak berpotensi menurunkan daya saing. Bila penetapan upah minimum terlalu tinggi, kata Ida, akan menurunkan kesempatan kerja.

Selain itu, dalam situasi saat ini yang masih berada pada masa pandemi, penetapan upah minimum yang terlalu tinggi dikhawatirkan memicu pemutusan hubungan kerja.

Penetapan UMP yang didasarkan pada PP Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan, mengacu pada UU Cipta Kerja. Penetapannya hanya dilakukan berdasarkan wilayah, yaitu UMP dan UMK.

“Tidak ada lagi penetapan upah minimum berdasarkan sektor (UMS). Namun, UMS yang berlaku sebelum 2 November 2020 masih tetap berlaku,” kata Ida.***

Mahasiswanya Tewas Digigit Ular, Wakil Rektor IPB Angkat Suara

0

Bogordaily.net – Mahasiswa IPB University ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Kebun Percobaan Cikabayan, Kampus IPB Dramaga, 17 November 2021.

Setelah mendapatkan laporan, pihak kampus dan kepolisian sektor Dramaga langsung membawa korban ke RSUD Ciawi untuk dilakukan autopsi. Dugaan sementara, korban meninggal akibat gigitan ular berbisa.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Dr Drajat Martianto turut prihatin atas kejadian ini dan menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban.

“Innalillahi wa innailaihi roojiuun. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan mendapatkan tempat terbaik di sisiNya. Semoga keluarga diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” ujar Wakil Rektor IPB University.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa yang sedang melakukan penelitian maupun praktikum di lapangan, diharapkan untuk lebih berhati-hati dan menerapkan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai.

Sebelumnya, warga sekitar menemukan mahasiswa tersebut sekitar pukul 15.00 WIB. Menanggapi hal itu Kepala Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Sehu Syam membenarkan bahwa adanya informasi mahasiswa yang diduga di gigit ular di Kebon Cikabayan hingga meninggal dunia.

“Saya mendapatkan informasi tersebut dari Babinsa Babakan, ada mahasiswa yang diduga digigit ular dibagikan kaki,” ujarnya.

Informasi yang diterima, korban atas nama HRP (23) seorang mahasiswa AGH angkatarn 53 dan pertama kali ditemukan oleh pekerja kampus tersebut.***

Keren! Raisa Borong 4 Penghargaan AMI Awards 2021

0

Bogordaily.net – Penyanyi Raisa Andriana salah satu penyanyi yang mendapat nominasi di malam Anugerah Musik Awards 2021 (AMI) yang diselenggarakan pada Senin, 15 November 202.1.

Raisa Andriana berhasil memborong empat piala sekaligus dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2021, Senin 15 November 2021.

Raisa mengaku sangat luar biasa bahagianya. Sebab, ia terakhir kali mendapat penghargaan album pada tahun 2016.

Dalam AMI Award 2021 Raisa berhasil memenangkan beberapa kategori, yaitu:

1. Karya Produksi Terbaik
Bahasa Kalbu – Raisa, Andi Rianto

2. Album Terbaik
It’s Personal – Raisa

3. Artis Solo Wanita Pop Terbaik
Raisa – Tentang Dirimu

4. Penata Musik Pop Terbaik
Andi Rianto – Bahasa Kalbu

Dalam unggahan di akun Instagram miliknya, Raisa mengunggah foto kemenangannya mengenakan dress berwarna merah dengan empat piala yang diraihnya.

Pada keterangan di unggahan tersebut, Raisa meyampaikan rasa syukur dan perasaan bahagianya mendapatkan penghargaan di AMI Awards 2021.

“Alhamdulillah.. walaupun ga pernah bikin karya yang diniatkan untuk mendapatkan penghargaan, tetap aja rasanya luar biasa,” tulis Raisa.

Raisa juga menyampaikan terima kasihnya kepada sang suami, Hamish Daud, kepada seluruh penikmat musik, serta rekan-rekannya dalam bermusik.

“Thank you buat semua dukungan teman2 penikmat musik yang bikin aku selalu semangat belajar, nulis lagu, dan terus berkarya. Thank you,” tulis Raisa pada keterangan unggahannya.

“Special thanks untuk @musicbyseek temen perjuanganku on and off stage, para produser album “It’s Personal” buat selalu mempercayai visi aku, and always encouraging me to always ALWAYS be myself. I’m proud of how far we’ve come,” tulis Raisa.

“Last but not least thank you to my core @hamishdw & Zawi for being my inspiration, thank you for letting me learn so much about love & life, and for supporting me and my long nights in the studio,” tulisnya.***

Heboh! Mahasiswa IPB Ditemukan Tewas di Kebun

0

Bogordaily.net – Diduga digigit ular seorang mahasiswa IPB University ditemukan warga tewas di Kebun Cikabayan Atas, Desa Babakan, Dramaga pada Rabu, 17 November 2021 sekitar pukul 15.00 WIB.

Menanggapi hal itu Kepala Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Sehu Syam membenarkan bahwa adanya informasi mahasiswa yang diduga di gigit ular di Kebun Cikabayan hingga meninggal dunia.

“Saya mendapatkan informasi tersebut dari Babinsa Babakan, ada Mahasiswa yang diduga digigit ular dibagikan kaki,” ujarnya.

Informasi yang diterima, Korban atas nama HRP(23) seorang mahasiswa dan pertama kali ditemukan oleh pekerja kampus tersebut.

Usai mendapat laporan, petugas kepolisian didampingi pihak kampus dan Bhabinsa setempat langsung menuju ke lokasi korban ditemukan.

Meskipun diduga kematiannya disebabkan bisa ular, namun belum ada keterangan resmi dari pihak IPB.

“Infonya korban setelah di bawah ke rumah sakit. Rencana jenazah korban mau di makamkan di makam kembar Desa Cikarawang,” pungkasnya. (Ruslan)