Wednesday, 8 April 2026
Home Blog Page 6597

Kelenjar Prostat Membesar? Ini Penyebab dan Gejalanya

0

Bogordaily.net – Pembesaran prostat jinak atau Benign Prostat Hyperplasia (BPH) merupakan salah satu kondisi ketika kelenjar prostat membesar.

Akibatnya aliran urine menjadi tidak lancar dan buang air kecil terasa tidak tuntas. Kelenjar prostat hanya dimiliki oleh pria, oleh karena itu penyakit ini hanya dialami oleh pria saja.

Penyakit ini biasanya ditemukan pada sekitar 20% laki-laki dengan usia 40 tahun menungkat 70%, pada usia 60 tahun dan 90% pada usia 70 tahun.

Adapun gejala iriatif yang timbul biasanya, adanya peningkatan frekuensi berkemih, nokturia atau terbangun pada malam hari untuk berkemih, lalu perasaan inin berkemih tidak dapat ditunda, dan terasa nyeri pada saat berkemih.

Kemudian gejala obstruktif yang timbul yakni, pancaran urin melemah, rasa tidak puas setelah berkemih, jika ingin berkemih harus menunggu lama, volume urin menurun dan harus mengendan jika berkemih, dan aliran urin tidak lancar.

Kelenjar
Dokter spesialis urologi Rumah Sakit Khusus Bedah RSOP Ciamis yaitu, dr Dian Kurniasari, Sp. U . (Istimewa/Bogordaily.net)

Rumah Sakit Khusus Bedah RSOP Ciamis saat ini telah memiliki dokter spesialis urologi yaitu, dr Dian Kurniasari, Sp. U yang dapat menangani berbagai penyakit pada saluran kencing sampai ginjal, seperti batu buli, batu ginjal maupun infeksi.

Selain itu juga bisa menangani kasus pada pembesaran kelenjar prostat atau benign Prostat Hyperplasia (BPH).

Jika terdapat pertanyaan mengenai penyakit urologi, konsultasikan keluhan ke www.rsop.co.id/ciamis atau datang ke Rumah Sakit Khusus Bedah RSOP Ciamis di Jalan Raya Ciamis-Banjar No. 341 Cijeungjing, Ciamis.***

Aset Tommy Soeharto Disita Satgas BLBI

0

Bogordaily.net – Aset tanah seluas 120-124 hektar di Karawang milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto disita Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) hari ini.

Kasus ini berawal ketika PT Timor Putra Nasional (TPN) yang merupakan proyek Mobil Nasional Timor. Proyek itu jatuh ke tangan Tommy pada 1996. Timor kemudian mendatangkan mobil dari Korea Selatan dan melabelinya sebagai mobil nasional.

Setelah Soeharto lengser, bisnis mobnas itu terbongkar. Ternyata Timor menunggak pajak triliunan rupiah. Dirjen Pajak kemudian menyita aset Timor di beberapa bank yang kini berubah menjadi Bank Mandiri.

Timor tidak terima dan mengajukan keberatan. Di tingkat kasasi, MA memenangkan Timor. Atas hal itu, Dirjen Pajak cq Kemenkeu dan Bank Mandiri mengajukan PK dan menang.

“Menolak gugatan penggugat (PT Timor Putra Nasional) untuk seluruhnya,” demikian bunyi putusan PK Nomor 539 PK/PDT/2009 yang dikutip detikcom, Senin 23 Juli 2018.

Berikut pertimbangan MA:

1. Atas utang-utang tersebut oleh Hutomo Mandala Putra (Komisaris Utama) dan Moedjiono (Direktur Utama) telah diterbitkan surat sanggup (aksep/promes) dan berjanji tanpa syarat untuk membayar kepada PT Bank Bumi Daya sebesar US$ 260.112.095 pada tanggal 21 September 1999.
­
2. Utang-utang tersebut oleh Penggugat telah diberikan jaminan bank berupa jaminan fiducia.

3. Seharusnya, apabila Penggugat akan mencairkan dana rekening dan deposito atas nama miliknya, terlebih dahulu ia harus membuktikan utang-utangnya tersebut sudah tidak ada lagi.
­
4. Namun ternyata Penggugat sama sekali tidak dapat membuktikan dalil bantahan terhadap klaim dari Tergugat I (Bank Mandiri-red) dan Tergugat (Kemenkeu-red) yang menyatakan Penggugat masih mempunyai utang.

“Bahwa dengan demikian dana rekening dan deposito yang dituntut oleh Penggugat dalam perkara a quo harus ditolak karena kewajibannya kepada Tergugat I (Bank Mandiri-red) dan atau Tergugat II (Kemenkeu-red) masih ada atau belum lunas,” kata majelis hakim.

Lalu berapa utang Timor ke Kemenkeu/negara? Yaitu sebesar Rp 1,027 triliun dan giro USD 3,974.64.

Setelah lama terkatung-katung tak dieksekusi, hari ini negara mengeksekusinya.

“Benar, hari ini Satgas BLBI menyita tanah seluas sekitar 120 hektare di Karawang beserta seluruh aset industri yang ada di dalamnya. Ini adalah kawasan industri yang dulu dijaminkan oleh Tommy Soeharto kepada negara. Kita punya dokumen hukum untuk melakukan itu,” kata Menko Polhukam Mahfud Md kepada wartawan.(dtk/sh)

 

Leuwihejo Tutup, Banyak Oknum Jual Tiket Ilegal

Bogordaily.net – Wisata Leuwihejo masih tutup, pasca viralnya harga tiket yang cukup mahal. Tapi di tengah wisata tersebut yang masih tutup, ternyata banyak oknum yang menjual tiket ilegal masuk ke sejumlah wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Bogor Deni Humaedi mengatakan, tiket masuk yang dijual sejumlah oknum itu ilegal karena Wisata Leuwihejo sendiri masih ditutup.

“Ilegal itu, bisa dinamakan pungli, padahal pemerintah sudah memerintahkan untuk ditutup dahulu,”tegasnya.

Tutupnya wisata leuwihejo Riverside, imbas viralnya harga tiket yang cukup mahal, padahal tiket masuk hanya senilai Rp.15 ribu kemudian naik menjadi Rp.40 ribu. “Pemerintah sendiri tidak mengetahui kenaikan tersebut, walaupun itu ranah pengelola, tapi kan ada pajak-pajak wisata yang harus dibayarkan, kalau tidak ada pemberitahuan juga salah,”jelasnya.

Walaupun sudah memiliki Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) (CHSE) namun di Kabupaten Bogor masih masuk PPKM level tiga, melarang semua wahana Curug yang ada lingkungan Leuwihejo buka. “Ketentuan level tiga belum boleh keseluruhan dibuka, apalagi di Leuwihejo ada enam curuh yang berdampak keramaian nantinya, “ungkapnya.

Dirinyapun menghimbau kepada pengelola adanya bahasan terkait naiknya harga tiket tersebut. “Coba dimusyarawakan dengan beberapa pihak, pengelola, Perhutani, dan pemerintah desa, agar menemukan titik temu harga tiketnya,”tutupnya.(csc/sh)

Peringati HCPSN, KLHK Edukasi Masyarakat untuk Cinta Puspa dan Satwa Nasional

0

Bogordaily.net – Memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2021, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Taman Nasional Halimun Salak, menyelenggarakan Podcast Edukasi Cinta Puspa dan Satwa sekaligus Pameran Fotografi Satwa Liar di area Mall Boxies 123, Bogor, dari tanggal 3 sampai 5 November 2021.

Tema Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa tahun 2021 ini adalah “Keanekaragaman Puspa dan Satwa: Aset Dasar Pemulihan Ekonomi Nasional”.

Tema ini mencerminkan keinginan menjadikan perlindungan dan pelestarian puspa dan satwa, sebagai salah satu jalan memulihkan ekonomi nasional dimasa-masa Pandemi Covid-19.

Podcast edukasi ini merupakan rangkaian peringatan HCPSN tahun 2021 yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 5 November.

Dengan podcast dan pameran fotografi puspa dan satwa Taman Nasional Gunung Halimun Salak, diharapkan semakin meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat pada flora dan fauna di Indonesia.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Wiratno menyambut positif penyelenggaraan Podcast Edukasi dan Pameran Fotografi ini. Kegiatan seperti ini disebutnya bisa merefresh kembali ingatan masyarakat terkait flora dan fauna.

“Saya kira acara seperti ini sangat bagus, apalagi diselenggarakan di Mall untuk semakin mendekati ke generasi milenial perkotaan akan isu-isu pelestarian alam khususnya satwa dan puspa,” tutur Wiratno.

Tujuan penetapan tanggal 5 November sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional adalah agar dapat meningkatkan kepedulian masyarakat atas perlindungan, dan pelestarian puspa dan satwa nasional.

HCPSN pertama kali diprakarsai oleh Presiden Soeharto pada tahun 1993 dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional.

Balai Taman Nasional Halimun Salak sebagai penyelenggara kegiatan, merupakan salah satu kawasan konservasi alam yang letaknya paling dekat dengan Ibukota Jakarta.

Keberadaannya melindungi hutan yang berada di sekitar Gunung Halim dan Gunung Salak turut berkontribusi dalam menjaga keseimbangan alam hingga ke Ibukota Jakarta.

Kondisi hutan di wilayah pengelolaan Balai Taman Nasional Halimun Salak terus dijaga melalui kerja-kerja kolaborasi bersama para mitra dan masyarakat.

Kawasan hutan disana juga menjadi sumber kehidupan banyak masyarakat adat kasepuhan Sunda, Banten juga Masyarakat Baduy.

“Kita menyelamatkan hutan di Halimun Salak ini berarti kita juga menyelamatkan masyarakat. Salah satu contohnya adalah hutan yang terjaga di Halimun Salak akan menyelamatkan macan tutul yang merupakan top predator di situ, terkait rantai makanan yang terjaga sehingga sampai mikroba pun akan terjaga. Mikroba di Halimun Salak ternyata punya manfaat membantu pertanian masyarakat seperti untuk mempercepat pertumbuhan akar tanaman pertanian, jadi keberadaan hutan yang lestari ini banyak sekali manfaatnya,” jelas Wiratno.

Selanjutnya Wiratno juga menjelaskan tentang kontribusi kawasan konservasi dalam pengendalian perubahan iklim.

Indonesia yang telah mentargetkan “FoLU Net Sink Carbon” selambat-lambatnya tahun 2030 dan “Net Zero Emission” di tahun 2060 atau lebih cepat harus dikerjakan bersama-sama oleh multipihak dan multisektor.

Kawasan konservasi juga menjadi salah satu yang mendukung pencapaian target tersebut. Kondisi hutan konservasi yang terjaga dengan baik, akan mendorong penyerapan dan penyimpanan karbon, juga panas bumi yang terdapat di dalam kawasan konservasi menjadi energi bersih yang penting dalam pengendalian perubahan iklim.

Sementara itu Kepala Balai Taman Nasional Halimun Salak Ahmad Munawir berharap, kerjasama yang semakin baik antar semua pihak dalam bentuk kolaborasi harus terus ditingkatkan, untuk menjaga kelestarian hutan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

“Mari kita jadikan tidak hanya momentum HCPSN tetapi pada setiap kesempatan untuk menjadikan kita lebih baik dalam konservasi puspa dan satwa. Kolaborasi mitra dan masyarakat penting untuk keberhasilan kerja kita disini. Saya harap kedepannya kerja kita semua akan lebih baik lagi, dan semoga penyelenggaraan acara ini bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.***

Penyebab Kematian Vanessa Angel Menurut Hasil Outopsi

0

Bogordaily.net – Jenazah Vanessa Angel dan Bibi sudah dilakukan autopsi. Dari hasil autopsi terungkap apa penyebab keduanya meninggal di lokasi kejadian.
Tim Forensik RS Bhayangkara sudah mendapatkan hasil yang menjadi penyebab meninggalnya pasangan itu. Vanessa meninggal karena mengalami benturan pada daerah vital di tubuhnya.

“Dari hasil autopsi diketahui penyebab meninggalnya Vanessa dikarenakan benturan keras di bagian dada, kepala, serta leher. Sementara suaminya Febri mengalami luka cukup parah di bagian kepala dan lengan sebelah kiri,” jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko kepada wartawan.

Diketahui, Vanessa Angel saat kejadian kondisinya berada di luar mobil. Vanessa l terpental sejauh 3 meter dari mobil.

Dari hasil olah TKP, polisi menyebut mobil Pajero yang ditumpangi Vanessa Angel oleng ke kiri sebelum menabrak pembatas tol.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Latif Usman mengatakan, setelah menabrak pembatas jalan, mobil tersebut terlempar sejauh 30 meter.

“Dari hasil di TKP, kendaraan ini melaju dari arah Jakarta menuju Surabaya di KM 672-400A, kendaraan ini mengalami oleng ke kiri setelah itu menabrak pembatas jalan berupa beton sehingga kendaraan terlempar ke jalur cepat sejauh 30 meter,” jelas Kombes Latif.

“Pada saat terakhir di TKP, jenazah yang ditemukan di luar mobil (adalah) Vanessa Angel sekitar 3 meter dari kendaraan tersebut. Untuk suami berada di dalam karena mengenakan seat belt, yang Vanessa Angel tidak mengenakan seat belt,” bebernya.

Saat kecelakaan, Bibi duduk di kursi samping pengemudi. Sedangkan Vanessa duduk di kursi tengah. Dari Instagram Stories terakhir Bibi, terlihat Vanessa yang sedang tertidur. Kemudian, Bibi sempat memperlihatkan mereka berhenti di sebuah tempat makan sebelum kecelakaan.

Sumber: detikcom

Ridwan Kamil Berpeluang Besar Maju di Pilpres 2024, Wakil dari Jawa Barat

0

Bogordaily.net – Nama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil selalu muncul dalam survei bursa calon presiden (capres) dan wakil presiden Pilpres 2024. Peluang Kang Emil, terbilang besar.

Dalam sejumlah jajak pendapat atau survei publik dalam beberapa waktu terakhir, kadar popularitas dan elektabilitasnya hampir selalu masuk dalam peringkat lima besar.

Bersama sosok-sosok kandidat populer lainnya seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, nama Ridwan Kamil menunjukan tren peningkatan.

Popularitas Ridwan Kamil juga mengungguli kandidat lainnya di antaranya seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menparekraf Sandiaga Uno, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian yang sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Mensos Tri Rismaharani, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudoyono hingga Ketua DPR RI Puan Maharani.

Dari hasil survei publik yang dikeluarkan oleh lembaga survei Poltracking Indonesia, yang dirilis pada 25 Oktober lalu dengan 1.200 responden elektabilitas Ridwan Kamil sebesar 4,1 persen.

Di bawah Ganjar Pranowo (22,9 persen), Prabowo Subianto (20 persen) dan Anies Baswedan (13,5 persen).

Sementara survei eksperimental yang digelar Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 15-21 September 2021 menyebutkan adanya tingkat popularitas atau kedikenalan (popularity) Ridwan Kamil, yang mencapai 66 persen dan tingkat kedisukaan (likeability) sebesar 82 persen.

Memang semuanya masih sebatas angka atau statistik. Namun dari sisi tabungan sosial dan politik, sebagai kepala daerah dengan populasi penduduk terbesar di Indonesia, potensi untuk menaikkan daya saing (competitiveness) seorang Ridwan Kamil sangat dimungkinkan.

Apalagi ketika hingga saat ini, Ridwan Kamil identik dengan satu-satunya kandidat yang merepresentasikan Jawa Barat.

Ditambah lagi dengan konstelasi politik di mana aktivitas dan figur Ridwan Kamil relatif sepi dari “dinamika politik”.

Sebagian besar diisi oleh publikasi atau ekspose dari media yang cenderung positif sehingga berpotensi besar menaikkan kadar likeability atau afeksi publik terhadap dirinya.

Sebab, dalam politik kontemporer, imaji yang positif cenderung beriringan atau ekuivalen dengan elektabilitas.

Jadi bisa saja ada sosok yang popularitasnya tinggi, namun karena tidak disukai menjadi faktor ketidakterpilihannya.

Untuk itu, jika dalam beberapa waktu menjelang Pilpres 2024 ada rangkaian hasil kerja pembangunan dan pelayanan publik di Jawa Barat yang cukup signifikan, maka keniscayaan tingkat keterpilihan dan penerimaan akan terus meningkat.

Penulis teringat pada momen beberapa pekan setelah terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat pada Pilgub 2018 silam, ketika wacana Ridwan Kamil yang akan “menyulap” sungai Kalimalang di wilayah Bekasi menjadi seperti Sungai Cheyonggyecheon di Seoul, Korea Selatan.

Stetment itu, terekspose luas di publik nasional. Rencana untuk mempercantik dan merevitalisasi Kalimalang dengan konsep menata ulang tata ruang sepanjang sungai dan mengembalikan ruang terbuka hijau (RTH), sepanjang bantaran Kalimalang itu dipaparkannya di akun media sosial pribadinya dan menjadi viral.

Salah satu contoh kecil contoh pemberitaan positif yang cukup strategis dan masif, sehingga namanya kian dikenal oleh publik di seluruh Indonesia yang sedang mengalami euforia penggunaan media sosial.

Pada era disrupsi media digital saat ini, nama Ridwan Kamil pun boleh dibilang kian tenar di kalangan milenial yang sangat padat aktivitasnya di dunia media sosial.

Bagitu juga dengan sejumlah pemberitaan terkait upaya Ridwan Kamil dan jajarannya kunjungan ke sejumlah negara untuk menarik investor-investor asing untuk memutar modalnya di wilayah Jawa Barat.

Misalnya saja menggelar pertemuan dengan beberapa mitra kerja di Amsterdam, Belanda untuk bekerja sama dalam penanaman investasi di kawasan industri baru Rebana sebagai sebuah zona terintegrasi atau saling terkoneksi untuk tempat tinggal, wisata, bisnis dan industri dengan potensi pembukaan 3-5 juta lapangan kerja baru.

Di masa pandemi Covid-19, Provinsi Jawa Barat masih menjadi destinasi investasi terbaik di Indonesia, sebagaimana tercatat pada semester 1 2021, di mana Jawa Barat memuncaki realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Indonesia dengan nilai sebesar Rp 72,5 triliun.

Begitu juga dengan keunggulan keberadaan 700 universitas serta responsivitas layanan investasi digital yang pernah dilontarkannya sebagai penunjang kelebihan lain Jawa Barat.

Realitas politik yang harus menjadi catatan adalah meskipun Jawa Barat memiliki “seabrek” kelebihan sebagai modal politik Ridwan Kamil, namun suara pemilih di Jawa Barat belum sepenuhnya milik Kang Emil.

Polaritas sosial politik yang terjadi selama ini menunjukkan bahwa publik Jawa Barat masih terbelah dalam referensi politik figur yang berbeda.

Taruhlah Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, boleh dibilang memiliki basis jaringan massa yang kuat juga di Jawa Barat. Ini artinya, daftar pemilik suara Jawa Barat yang mencapai sekitar 32,6 juta orang pada Pemilu 2019, belum aman di genggaman Kang Emil.

Perlu faktor-faktor lain untuk merawat dan merengkuh daftar Pemilih Tetap (DPT) terbesar dari seluruh provinsi di Indonesia itu, melalui posisinya sebagai kepala daerah Jawa Barat.

Formulasi untuk merawat dan melejitkan tingkat keterkenalan atau pengetahuan publik serta afeksi terhadap figur dan kinerja serta kepemimpinannya memang masih terbuka lebar.

Masih ada sekitar 3 tahun lagi untuk merealisasikan setiap konsep dan program pembangunan serta pelayanan publik yang sudah disusunnya sehingga, secara tidak langsung akan memoles citranya sebagai seorang pemimpin yang kompeten, kreatif dan inovatif, sekaligus disukai publik Jawa Barat.

Dengan begitu,rekam jejak kepemimpinannya akan terekam di benak publik luas Indonesia. Terlebih, panggung kerja dan prestasi sebagai kepala daerah termasuk etalase sekaligus modal yang paling mudah untuk dirawat, demi menjaga stabilitas popularitas dan elektabilitas serta akseptabilitasnya.

Jika memang Kang Emil berencana melenggang dan bertarung dalam kontestasi politik 2024, tentunya sebagai simbolisasi dari representasi masyarakat Jawa Barat.***

Di Korea Utara Belajar Matematika Gurunya Robot

0

Bogordaily.net – Robot bermata biru, berbendera Korea Utara di dadanya, berkeliaran di sekitar ruang kelas di sebuah sekolah di Pyongyang. Robot ini sedang mengajar murid-murid belajar matematika dasar, musik dan Bahasa Inggris.

Dalam rekaman yang disiarkan oleh televisi pemerintah Korea Utara KRT itu juga ditampilkan dua robot plastik yang lebih besar, masing-masing dengan penampilan samar-samar seperti manusia.

Kehadiran robot ini, seperti dikutip dari Reuters, merupakan bagian dari upaya Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam mendorong reformasi pendidikan dalam beberapa tahun terakhir, yakni dengan memacu inovasi teknologi dan sains.

“Saya membantu mengajarkan teknologi pendidikan yang meningkatkan kecerdasan anak-anak,” kata robot setinggi 80 cm bersuara perempuan sambil melambaikan tangannya.

Sedangkan robot kedua, menampilkan wajah tersenyum di layar yang tertanam di dalam kepala bundar putih, sementara yang lainnya mengenakan ‘setelan’ plastik biru dan kacamata berbingkai putih.

Park Kum Hee, seorang profesor di sebuah universitas di Pyongyang, mengatakan kepada KRT bahwa pengembangan robot pendidikan pada awalnya memiliki tantangan. Salah satu kendalanya, robot sering menggelengkan kepala ketika ditanyai dalam bahasa Korea dan bahasa asing.

“Meningkatkan kecerdasan robot ini sulit bagi saya sebagai seseorang yang mengambil jurusan psikologi,” kata Park.

Rekaman KRT menunjukkan siswa sekolah dasar yang mengenakan masker belajar di kelas musik, matematika, dan bahasa Inggris.

“Halo? Senang bertemu denganmu. Senang bertemu denganmu juga. Siapa namamu?,” kata dua anak dalam bahasa Inggris di depan kelas.

Korea Utara membuka kembali sekolah pada Juni tahun lalu, tetapi mewajibkan anak-anak untuk selalu memakai masker di kelas dan rajin mencuci tangan.

Negara tertutup itu belum secara resmi melaporkan satu pun kasus virus Corona, namun telah memberlakukan tindakan anti-virus yang ketat, termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik.

Sumber: detikcom

Lewat Sudden Deat, SSB Garuda Bogor Juarai Piala Soeratin U13 Kota Bogor

0

Bogordaily.net – SSB Garuda Bogor berhasil menjuarai Kompetisi Piala Seoratin U13 Kota Bogor tahun 2021. Team besutan Ferdy Nurdiansyah, sukses menghentikan laju Putra Pakuan lewat Sudden Death dengan skor 5-4, di Stadion GOR Pajajaran, Jumat 5 November 2021.

Kedua tim mempertontonkan permainan menarik. Kedua kesebelasan saling terbuka menyerang, berusaha menggetarkan gawang lawan dimenit-menit awal. Sejumlah peluang sempat tercipta, namun belum satupun yang dapat membuahkan hasil.

Sehingga 20 menit babak pertama tercatat tiga kali tim Garuda Bogor berhasil mendapat peluang emas.

Pada menit ke 9, gelandang SSB Garuda Bogor no punggung 23 Aksan, membuat jantung penonton berdebar kencang. Ia berhasil melakukan soro run, mengiring bola ke jantung pertahanan Putra Pakuan. Tanpa pikir panjang, Aksan menyodorkan umpan silang ke Ganesh.

Team Sepak Bola Putra Pakuan.

Mendapat umpan silang dari rekan timnya, Ganes melesat melewati dua pemain belakang. Sayang ia gagal mengkonversi peluang emas itu menjadi gol. Bola melesat tepat dipelukan kiper lawan.

Usai turun minum, kedua tim tetap memainkan tempo tinggi. Saling jual beli serangan kembali terjadi, guyuran air hujan tidak menyurutkan semangat para pemain dalam meraih kemenangan.

Pada menit ke 20 babak ke dua, giliran Putra Pakuan mendapat peluang emas. Tendangan jarak jauh pemain tim Putra Pakuan gagal dihalau penjaga gawang tim Garuda Bogor. Sayang bola masih membentur tiang gawang dan bola rebound gagal di manfaatkan, berkat antisipasi penjaga gawang tim SSB Garuda Bogor dalam mengamankan bola liar.

Beberapa kali Garuda Bogor nyaris menggetarkan gawang lawan. Namun sayang, lagi-lagi penjaga gawang Putra Pakuan berhasil menjinakkan tendangan-tendangan keras yang mengarah ke gawang.

Hingga peluit terakhir berbunyi, kedudukan imbang dengan skor 0-0. Selanjutnya, pertandingan dilanjutkan dengan adu pinalti.

Sebelum tendangan penalti dilakukan, pelatih dari kedua tim memberikan arahan kepada para pemain.

Tendangan pinalti pertama dilakukan pemain Putra Pakuan dengan punggung nomor 11. Tendangannya berhasil mengetarkan gawan SSB Garuda Bogor. Skor berubah 0-1 untuk Putra Pakuan.

Pada tendangan penalti berikutnya giliran SSB Garuda Bogor. Dengan mudah bola melesat menggetarkan gawang lawan. Kedudukan imbang 1-1.

Memakai seragam biru Putra Pakuan, kembali berhasil menyarangkan bola ke gawang SSB Garuda Bogor. Skor kembali berubah 2-1.

Skor 2-1, tidak berlangsung lama, pemain SSB Garuda Bogor yang memakai seragam hijau juga berhasil mencetak gol. Kedudukan kembali imbang, skor 2-2.

Kedudukan imbang pada adu pinalti membuat penonton tegang, tak henti penonton ibu-ibu terus berteriak menyemangati tim kesayangannya.

Tendangan penalti selanjutnya dilakukan pemain Putra Pakuan. Sayang bola melambung tinggi melewati mistar gawang. Hal yang sama terjadi pada tendangan penalti yang dilakukan pemain  Garuda Bogor, bola melesat nelintasi mistar gawang.

Adu pinalti dengan kedudukan sama kuat membuat ketengangan penonton memuncak. Teriakan dukungan menggema dari kedua kubu.

Karena dari 5 penendang masing-masing tim skor tetep imbang 4-4. Lalu pertandingan dilakukan dengan suddent death. Cukup satu penendang mewakili tim. Jika tim yang mendapatkan kesempatan menendang berhasil. Maka langsung dinyatakan pemenang.

Tendangan terakhir dari  Garuda Bogor yang di tendang oleh punggung nomor 17 adalah sang kapten, dirinya berhasil merobek gawang yang dijaga kiper Putra Pakuan. Skor berubah 5-4 untuk kemenangan SSB Garuda Bogor.***

(Ibnu Galansa/Diki Sudrajat)

Buat Instagram Story Sebelum Kecelakaan Maut, Polisi akan Periksa Sopir Vanessa Angel

0

Bogordaily.net – Polisi akan memeriksa Tubagus Muhammad Joddy Pramas Setya sopir yang membawa Vanessa Angel dan Febri Ardiansyah mengalami kecelakaan maut di Tol Jombang, Kamis 4 November 2021.

Kini viral sebuah postingan yang memperlihatkan sang sopir ngebut di jalan tol, usai kecelaaan maut Vanessa Angel.

Sopir yang juga asisten Vanessa, bahkan sempat membuat instagram story sebelum terjadinya kecelakaan maut itu.

Pada instagram story itu sang sopir terlihat mengebut dan tidak terkontrol sebelum terjadinya kecelakaan maut tersebut.

Ada beberapa netizen yang berhasil merekam video kejadian tersebut dan membagikan ulang di medsos.

“Sesaat sblm nabrak, KM di tol kan hampir mendekati itu,” kata netizen lain dikutip dari Instagram @dunianeti.

“Sumpah nyesek banget kalo sampe kecelakaan karena kelalaian dalam mengemudi,” ujar seorang netizen.

“Intinya lalai. Lu mau ngapus sampe ke kerak neraka tu bukti gak bakal ilang. 2 nyawa cuy, mana ninggalin baby, terima resikonya dengan bijak,” ujar netizen lainnya.

Atas kecelakaan tunggal itu, sang sopir mobil, Tubagus Muhammad Joddy Pramas Setya diperiksa polisi.***

 

Sopir Selamat, Mertua Vanessa Angel Serahkan ke Proses Hukum

0

Bogordaily.net – Mertua Vanessa Angel, M Faisal menyerahkan sopir yang membawa menantu dan anaknya yang mengalami kecelakaan Tubagus Joddy ke proses hukum.

“Kita lihat saja proses hukum dulu,” kata Faisal kepada wartawan di rumah duka, Jakarta Barat, Jumat 5 November 2021.

Ia mengaku menyayangkan jika benar kecelakaan maut tersebut karena kelalaian Joddy dalam mengemudi.

“Kita lihat apa benar seperti yang kita dengar berita yg diceritakan ini terjadi apa banyak kelalaiannya. Ini kan anak, menantu, cucu,” ungkapnya.

“Iya, saya serahkan ke pihak hukum. Kalau tidak hal-hal seperti ini kan bisa juga terjadi di orang lain jadi ini sangat berguna juga bagi orang lain agar seorang driver itu bisa mengontrol diri ketika bawa mobil,” sambungnya.

Faisal belum berbicara banyak soal memaafkan Joddy karena peristiwa maut terlibat anak dan menantunya. Dia masih akan melihat proses hukum yang berlaku.

“Kita belum sampai di situ (memaafkan). Kita lihat dulu,” kata Faisal

Ia mengaku sudah kenal lama dengan Joddy. Dia mengungkap sosok Joddy yang sudah lama dia kenal.

“Kita udah kenal lama saya. Saya kenal baik, dia udah kerja dua tahun lebih,” ungkapnya.

Dia juga mengungkap percakapannya soal Tubagus Joddy yang mengemudikan mobil saat perjalanan jarak jauh. Faisal mengaku sempat mengingatkan anaknya.

“Ya ini anak muda, saya pernah kritik juga dulu, kamu percayakan anak muda perjalanan jauh nggak ngeri? Saya sempat ngomong waktu itu. Sempat gantian, nggak dilepaskan aja waktu itu. Tapi dia bawa mobil,” ujar Faisal.

Seperti diketahui, Tubagus Joddy, sopir Vanessa Angel-Bibi yang selamat dalam kecelakaan tragis di Tol Jombang, kini masih di rumah sakit. Joddy di rumah sakit dalam penjagaan polisi.

“Ya pasti kita jaga,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Latif Usman.(dtk/sh)