Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 6644

Dispatch Ungkap Perilaku Sebenarnya Eks Kim Seon Ho yang Ngaku Dipaksa Aborsi

0

Bogordaily.net – Dispatch mengungkap fakta hubungan Kim Seon Ho dan Choi Young Ah, mantan pacarnya yang membuat tuduhan gaslighting dan pemaksaan aborsi.
Sebelumnya, penggemar masih menerka-nerka Choi Young Ah adalah mantan pacar Kim Seon Ho. Namun, Dispatch membenarkan mantan penyiar cuaca KBS itu adalah orang yang membuat postingan di forum online yang menyeret Kim Seon Ho.

Dispatch mengungkap isi obrolan chat Kim Seon Ho dengan Choi Young Ah. Media Korea itu pun berhasil meminta keterangan teman dekat Kim Seon Ho (aktor B) dan dua teman Choi Young Ah (C dan D), yang meluruskan kontroversi sang aktor.

Menutip dari detik.com. berikut 3 fakta hubungan Kim Seon Ho dan Choi Young Ah yang diungkap Dispatch:

1. Awal Mula Hubungan Kim Seon Ho dan Choi Young Ah
Menurut Dispatch, Kim Seon Ho dan Choi Young Ah bertemu untuk pertama kalinya pada akhir tahun 2019 saat menghadiri acara gathering bersama teman-temannya. Keduanya pun mulai berkencan pada awal Maret 2020.

Pada pertengahan Maret 2020, Choi Young Ah mengaku kepada Kim Seon Ho bahwa dirinya telah bercerai, dan hal itu membuat Kim Seon Ho agak bingung. Namun, setelah berkonsultasi dengan temannya, Kim Seon Ho memilih untuk berkencan dengannya.

“Aku hanya akan berpacaran dengannya. Aku telah bertemu dengannya dan aku menyukainya. Tentu saja, orang tuaku khawatir. Tapi bagiku, tidak ada bedanya dengan wanita yang sudah bercerai,” tulis Kim Seon Ho dalam obrolan chat kepada temannya.

2. Kim Seon Ho dan Choi Young Ah Masih Pacaran Setelah Aborsi
Dalam laporannya, Dispatch mengungkap Kim Seon Ho ingin selalu berada di dekat Choi Young Ah. Dia sering pergi ke Busan dan Gapyeong untuk menemuinya. Keduanya sering berkencan dengan mendatangi kebun binatang, taman hiburan, dan pinggiran kota Seoul.

Namun, dalam postingannya yang viral, Choi Young Ah mengatakan ia dan Kim Seon Ho harus bersembunyi dan tidak bisa berpengangan tangan di depan umum.

Dispatch juga mempertanyakan alasan Choi Young Ah menyembunyikan momen bahagianya dengan Kim Seon Ho. Dalam postingannya, mantan penyiar cuaca itu mengatakan Kim Seon Ho berubah setelah aborsi. Namun, mereka mendatangi pet cafe beberapa hari setelah Choi Young Ah melakukan aborsi.

3. Kim Seon Ho Tak Paksa Mantan Pacar Lakukan Aborsi
Dalam postingannya, Choi Young Ah mengatakan Kim Seon Ho memaksanya melakukan aborsi karena memikirkan kariernya. Namun, Dispatch menghubungi teman dekat Kim Seon Ho yang membantah tudingan tersebut bahkan berada di rumah sakit saat Choi Young Ah melakukan aborsi.

Choi Young Ah mengabarkan bahwa dirinya hamil pada 24 Juli 2020. Wanita itu menelpon Kim Seon Ho sambil menangis dan mengirimkan pesan lewat chat.

“Awalnya, aku mengucapkan selamat padanya (Kim Seon Ho) untuk hal yang begitu baik. Namun, pada kenyataannya, dia sebenarnya takut. Dia banyak memikirkannya. Sayangnya, keduanya setuju untuk melepaskan bayi itu, dan dia sangat berhati-hati saat membicarakannya denganku,” ungkap teman Kim Seon Ho.

Pada 27 Juli 2020, aktor B menunggu Kim Seon Ho di tempat parkir, tetapi dia datang terlambat. Tak seperti pernyataan Choi Young Ah yang mengatakan Kim Seon Ho menunggu di mobil, sang aktor membeli bahan untuk memasak sup rumput laut.

“Keduanya turun dengan mata bengkak. Keputusan itu pasti tidak mudah diambil. Saat aku pergi ke rumah sakit dengan (Choi Young Ah), (Kim Seon Ho) pergi membeli bahan untuk sup rumput laut. Dia bukan seseorang yang hebat memasak, tapi…” kenang aktor B.

Dispatch juga mengungkap pernyataan dua teman Choi Young Ah yang meluruskan kontroversi Kim Seon Ho. Kelanjutan rilis Dispatch dapat dibaca pada artikel kedua.

Curug Cigamea, Asik Buat Main Air

0

Bogordaily.net – Kabupaten Bogor tak hanya sejuk, tapi juga punya banyak curug alias air terjun. Salah satunya adalah curug Cigamea di kaki Gunung Salak yang asyik buat main air.

Apabila traveler mampir ke kaki Gunung Salak, tak ada salahnya mampir juga ke Curug Cigamea. Curug ini ada 2 lho! Makanya sering disebut juga sebagai curug kembar, Cigamea 1 dan Cigamea 2.

Dua air terjun itu terletak bersebelahan dan sangat cantik. Curug Cigamea terletak di Kawasan Wisata Gunung Salak Endah di dalam Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Perjalanan menuju Curug Cigamea berjarak kurang lebih 38 km dari pusat Kota Bogor. Buat traveler yang mau berkunjung ke curug Cigamea menggunakan kendaraan umum, bisa naik angkot 03 jurusan Bubulak, kemudian disambung angkot jurusan Leuwiliang.

Turunlah di pertigaan Cibatok atau Cibungbulang, lalu naik angkot lagi ke jurusan Gunung Picung hingga perhentian terakhir. Kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki.

Sesampainya di depan pintu gerbang curug, pengunjung sudah dapat melihat Curug Cigamea. Tapi kalau mau lebih jelas, Anda perlu trekking sekitar 15 menit ke bawah.

Sesampainya di bawah, Anda akan dihadapkan pada dua buah air terjun yang terletak bersebelahan, kurang lebih 30 meter jaraknya satu sama lain. Kedua air terjun itu memang terlihat serupa dan sama-sama indah, namun beda tinggi.

“Cigamea artinya gemuruh,” ujar pengelola Curug Cigamea yang bernama Asep, seperti dikutip detik.com.

Saat musim hujan, debit air memang tinggi dan sesekali dapat membawa batu dari aliran sungai. Untuk itu, traveler harus ekstra hati-hati bila berkunjung ke curug ini saat musim hujan.

Di kawasan air terjun ini terdapat juga fasilitas flying fox yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Wahana flying fox dibuka pada hari Minggu saja, dengan tarif Rp 20 ribu sekali naik.

Objek wisata Curug Cigamea buka dari pukul 07.00-17.30 WIB setiap harinya. Harga tiket masuknya adalah Rp 10.000 per orang.

Dikuasai Taliban, Warga Afghanistan Makin Nelangsa

0

Bogordaily.net – Seorang pejabat senior WFP PBB memperingatkan bahwa jutaan warga Afghanistan, termasuk anak-anak, terancam mati kelaparan kecuali tindakan segera dilakukan. Ia juga menyerukan agar dana segera dicairkan untuk bantuan kemanusiaan.

Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia PBB (WFP) David Beasley seperti dikutip dari Reuters, Selasa 26 Oktober 2021, menjelaskan bahwa 22,8 juta warga dari 39 juta populasi Afghanistan menghadapi kerawanan pangan akut.

Kerawanan pangan tersebut membuat Afghanistan dilanda bencana kelaparan yang semakin buruk dibandingkan dengan bencana kelaparan dua bulan lalu yang mencapai 14 juta orang.

Beasley mengatakan kepada Reuters di Dubai, “anak-anak akan mati. Orang-orang akan kelaparan. Keadaan akan menjadi jauh lebih buruk.”

Afghanistan terjerumus ke dalam krisis pada Agustus 2021 setelah Taliban mengusir pemerintah yang didukung oleh negara Barat.

Hal tersebut mendorong para penyumbang untuk menahan miliaran dolar bantuan untuk ekonomi yang bergantung pada bantuan.

Krisis pangan yang diperburuk oleh perubahan iklim sangat mengerikan di Afghanistan, bahkan sebelum Taliban mengambil alih kekuasaan.

“Apa yang kami prediksi akan menjadi kenyataan jauh lebih cepat dari yang kami perkirakan. Kabul jatuh lebih cepat dari yang diperkirakan siapa pun dan ekonomi jatuh lebih cepat dari itu,” kata Beasley.

Beasley mengatakan dollar yang dialokasikan untuk bantuan pembangunan harus digunakan kembali untuk bantuan kemanusiaan.

“Anda harus mencairkan dana ini sehingga orang dapat bertahan hidup,” ucap Beasley.

Banyak warga Afghanistan yang menjual harta benda untuk membeli makanan karena Taliban yang tidak mampu membayar upah kepada pegawai negeri sipil.

Masyarakat perkotaan di Afghanistan kini menghadapi kerawanan pangan pada tingkat yang mirip dengan daerah pedesaan untuk pertama kalinya. (Jacinta Aura Maharani)

Wow! OJK Ungkap Potensi Ekonomi Halal Indonesia Tembus Rp4.375 Triliun

0

Bogordaily.net – Kondisi Perekonomian Indonesia mulai mengalami pertumbuhan positif akibat pandemi Covid-19, menggeliatnya ekonomi nasional itu patut disyukuri.

Demikian disampaikan Peneliti Eksekutif Anggota Satgas Pengembangan Keuangan Syariah dan Ekosistem UMKM Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Setiawan Budi Santoso dalam Webinar KPE MUI yang bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dilansir mui, Minggu (24 Oktober 2021).

Webinar itu bertemakan Ekonomi Syariah dan Literasi Digital di Era Pandemi untuk mendorong kebangkitan Ekonomi di Bangka Belitung.

“Kita bersyukur pada Allah SWT bahwa kita bangsa yang dirahmati dan dikasihi Allah SWT, sehingga nampak pertumbuhan ekonomi di masyarakat mulai terlihat kembali menuju normal,” ujarnya.

Dijelaskan Setiawan, di tengah pandemi Covid-19 ini tidak hanya membawa masalah di bidang kesehatan dan sosial, melainkan masalah ekonomi yang memiliki pengaruh yang cukup signifikan.

Dia mengungkapkan, saat ini konsumsi dan investasi yang dilakukan oleh pemerintah, serta ekspor dan impor menunjukan grafik yang positif.

“Ini tidak direkayasa dan fakta, kita wajib syukuri bersama, dan meningkatkan optimisme bagaimana kita bisa bangkit dari dampak covid-19,” tambahnya.

Setiawan juga mengungkapkan bahwa potensi ekonomi halal di Indonesia menurut data Global State of Islamic Economy Report 2020/2021 sangat besar yaitu Rp 4.375 triliun.

“Terdiri dari makanan dan minuman halal Rp 2.088 triliun, pariwisata muslim Rp 162 triliun, fashion muslim Rp 232 triliun, kosmetik halal RP 58 triliun, media dan rekreasi halal Rp 319 triliun, asset keuangan syariah Rp 1.438 trilun,” demikian penjelasan Setiawan.

Melihat data pertumbuhan PDB Lapangan usaha menunjukan, berbagai sektor mengalami peningkatan seperti transportasi 25,10 persen, akomodasi dan makanan 21,58 persen.

Selain itu, dia menuturkan juga sisi perbankan Syariah menunjukan residensi yang juga positif.

“Aset perbankan Syariah naik 15,4 persen Mei 2021, industri perbankan Syariah asetnya tumbuh menjadi RP 613 triliun, (serta) Kredit pembiayaan ini 7,32 persen dengan total pembiayaan Rp 401 triliun,” paparnya.

Menurutnya, perbankan nasional pun mengalami peningkatan yang cukup positif.

Namun demikian, yang membuatnya bersyukur dan bahagia, perbankan syariah mengalami peningkatan dalam bentuk giro, tabungan dan deposito.

Selain itu, dia mengulas data mengenai aset perbankan syariah yang saat ini memiliki 12 Bank Umum Syariah (BUS).

20 Unit Usaha Syariah (UUS), 163 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), 6.260 tenaga kerja, dan 3.044 outlet network.

Meski begitu, dia mengungkapkan bahwa market share perbankan syariah hanya 6,5 persen.

Menurutnya, ada dua tantangan dalam mengembangkan perbankan syariah yaitu, daya saing dan jaringan jangkauan.

“Total penduduk 270.2 juta, outlet perbankan nasional 30.733 sedangkan outlet perbankan syariah hanya 2.426, artinya share outlet perbankan syariah terhadap perbankan nasional 7,2 persen saja,” pungkasnya.***

BMKG: Sejumlah Wilayah Jakarta Bakal Diguyur Hujan

0

Bogordaily.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan beberapa wilayah di DKI Jakarta pada Selasa, (26 Oktober 2021) akan diguyur hujan.Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan beberapa wilayah di DKI Jakarta pada Selasa, (26 Oktober 2021) akan diguyur hujan.

Dikutip dari laman resmi BMKG, Selasa, seluruh wilayah di Jakarta pada pagi hari diprakirakan cerah berawan.

Hujan akan terjadi pada siang hari, yakni hujan ringan di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, serta hujan petir di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Sedangkan dua wilayah administratif, yakni Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diperkirakan berawan.

Memasuki malam hari, sejumlah wilayah masih diguyur hujan, seperti Jakbar, Jaktim, Jakut, dan Kepulauan Seribu, namun Jakpus dan Jaksel diperkirakan berawan.

Sementara pada Rabu (27 Oktober 2021) dini hari, seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan dan cerah berawan.

Memasuki malam hari, sejumlah wilayah masih diguyur hujan, seperti Jakbar, Jaktim, Jakut, dan Kepulauan Seribu, namun Jakpus dan Jaksel diperkirakan berawan.

Sementara pada Rabu (27 Oktober 2021) dini hari, seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan dan cerah berawan.

Suhu udara diperkirakan berkisar 23-31 derajat Celsius meliputi tiga wilayah di Jakarta, yakni Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Suhu udara di Jakarta Pusat berkisar 25-29 derajat Celsius, sama dengan Jakarta Utara, sementara Kepulauan Seribu 27-28 derajat Celsius.

Kelembapan udara bervariasi di seluruh wilayah DKI Jakarta, yakni terendah mencapai 70 persen dan tertinggi 95 persen, dengan kecepatan angin rata-rata 10-20 kilometer/jam.***

Haru! Brimob Ini Azani Anaknya yang Baru Lahir Pakai Handpone Saat di Medan Perang

0

Bogordaily.net – Anggota Brimob Polda Lampung Ipda Rano Aprilianto (33) masih dalam tugas Operasi Madago Raya di Sulawesi Tengah (Sulteng) saat anak ketiganya lahir.

Video Ipda Rano harus mengazani putrinya lewat handpone di tengah hutan belantara mengundang haru. Videonya pun viral di media sosial.

Walaupun Ipda Rano tengah menjalankan misi berbahaya yakni mengejar sisa-sisa kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dirinya masih sempat mengazani anaknya.

“Halo assalamualaikum. Ini Pipi, Yang,” kata Ipda Rano mengawali percakapan dengan istrinya.

Sudah lahiran ya?” tanya Rano lagi.

“Alhamdulillah sudah lahir, Pi. Perempuan,” jawab sang istri.

“Pipi azanin ya,” kata Rano.

Tak lama kemudian Rano melantunkan azan. Sementara temannya di belakangnya dalam posisi merunduk siaga mengamankan lokasi.

Azan yang dikumandangkannya terdengar bergetar. Rano tampak sempat menyeka air mata haru bahagianya.

Kabar tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad. Rano tengah menjalani tugas Operasi Satgas Madago Raya tahap 3 dan 4 yakni periode Juli-Desember 2021.

“Anggota ini memang benar Anggota Satuan Brimob Polda Lampung yang saat ini tengah melaksanakan Tugas Operasi Mandago Raya di Sulawesi Tengah,” kata Pandra, Senin 25 Oktober 2021.

Kombes Zahwani mengungkapkan selain fisik, setiap personel Polri dibina spiritualnya agar terus melekat nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Salah satu nilai yang ditanamkan ialah cinta terhadap keluarga.

“Program pembinaan rohani yang diinisiasi Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno ditindaklanjuti Dansat Brimob Polda Lampung Kombes Wahyu, adalah suatu bentuk pembekalan mental spritual kepada seluruh anggota Polda Lampung, apalagi yang akan berangkat melaksanakan tugas operasi dan meninggalkan keluarga tercinta,” jelasnya.(Saleh Hermawan)

 

Berita Duka! Sudi Silalahi, Mensesneg Era SBY Meninggal Dunia

0

Bogordaily.net – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) periode 2009-2014 Letjen Purn Sudi Silalahi dikabarkan wafat di Rumah Sakit Gatot Soebroto (RSPAD) Jakarta Pusat, pada Senin (25 Oktober 2021) malam.

Kabar duka itu disampaikan oleh Sekretaris Kabinet periode 2009-2014 Dipo Alam dalam akun Twitternya @dipoalam49 yang terpantau, di Jakarta, Selasa.

“Innalillahi Wainna illaihi roji’un, kami sekeluarga turut berduka cita dan belasungkawa sedalam2nya atas berpulangnya Bapak Letjen TNI (Purn) Sudi Silalahi jam 23.50 di RSPAD,” tulis Dipo Alam, seperti dikutip dari umma.

“Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni segala kesalahan dan kekhilafan. Saya bersaksi bahwa Pak Sudi adalah orang yang baik, ramah, penuh perhatian dan persahabatan. Kiranya Allah SWT akan memberi tempat terbaik disisiNya bagi Pak Sudi. Aamiin,” tambah Dipo.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD juga mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Sudi Silalahi.

“Innalillah wa inna ilaihi raji’un. Allah SWT telah memanggil Sudi Silalahi ke haribaan-Nya Senin malam (25 Oktober 2021). Semoga husnul khatimah. Almarhum adalah teman baik saya sejak almarhum menjadi Pangdam V di Jatim, kemudian Sesmenko Polhukam, Seskab, dan Mensesneg. Almarhum adalah sahabat yang baik,” kata Mahfud dalam akun Twitternya, @mohmahfudmd.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra juga mengabarkan bahwa mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letjen TNI Purn Sudi Silalahi telah berpulang ke hadirat Allah SWT.

“Telah berpulang ke hadirat Allah SWT Letjen Purn TNI Sudi Silalahi di RSPAD dinihari tadi. Beliau mantan Sekretaris Kabinet dan mantan Mensesneg. Semoga segala kebajikannya diterima Allah SWT dan segala kekhilafannya diampuni. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu,” kata Yusril dalam akun Twitternya, @Yusrilihza_Mhd.

Sudi merupakan perwira lulusan Akademi Militer (Akmil) 1972 atau setahun lebih dulu dibandingkan SBY.

Di TNI AD, jabatan tertinggi yang pernah diemban Sudi adalah Pangdam V/Brawijaya pada 1999-2001.

Sesudah itu, Sudi menjadi Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan periode 2001-2004 yang dijabat SBY.***

Inovasi Monalisa: Kinerja DAK Fisik dan Dana Desa Tetap Terjaga

0

Bogordaily.net – Perkembangan  teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat saat ini, membawa pengaruh begitu besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk organisasi pemerintah.

Perkembangan teknologi informasi ini memaksa organisasi pemerintah  melakukan transformasi besar-besaran agar selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Perubahan ini tidak hanya menyangkut manajemen dan struktur organisasi, tetapi juga berupa produk layanan. Sehingga bermunculanlah berbagai inovasi berbasis IT.

Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 30/2014, inovasi pelayanan publik adalah terobosan jenis pelayanan publik baik yang merupakan gagasan/ide kreatif orisinal dan/atau adaptasi/modifikasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Inovasi ini tidak melulu harus berupa suatu penemuan baru, tetapi dapat pula mencakup pendekatan baru, perluasan maupun peningkatan kualitas pada inovasi pelayanan publik yang sudah ada.

Motivasi untuk melakukan inovasi tidak harus sekedar mengikuti kompetisi. Motivasi ini dapat pula berupa pengembangan dari pola yang sudah ada.

Misalkan sebelumnya bekerja dengan standar pelayanan ataupun SOP, maka dikembangkan lagi dengan melalui inovasi pelayanan.

Kondisi yang sama, dialami pula oleh KPPN Sukabumi. Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada para mitra kerja, berbagai inovasi telah diluncurkan.

Diantaranya adalah aplikasi Mochi, Three Pas, dan lainnya. Terbaru adalah inovasi bernama MONALISA.

Apabila kita mendengar kata Monalisa, yang terbayang dalam benak kita adalah sebuah lukisan perempuan cantik karya Leonardo Da Vinci.

Demikian pula dengan inovasi yang dikembangkan oleh KPPN Sukabumi ini.

Aplikasi ini dibuat secantik mungkin agar sedap dipandang dan tidak menjemukan melalui infografis yang memanjakan mata sebagaimana halnya wajah Monalisa.

DAK Fisik sendiri digunakan untuk mendanai kegiatan khusus fisik yang merupakan prioritas nasional yang meliputi kegiatan (1) air minum, (2) industri kecil dan menengah, (3) irigasi, (4) jalan, (5) perikanan, (6) lingkungan hidup dan kehutanan, (7) pariwisata, (8) pendikan, (9) pertanian, (10) perumahan dan permukiman, (10) transportasi dan pedesaan, (11) transportasi dan perairan, (12) sanitasi, dan (13) kesehatan dan KB.

Sedangkan untuk Dana Desa tahun ini, terdapat tiga fokus prioritas. Pertama, pemulihan ekonomi nasional (PEN) sesuai kewenangan desa.

Ini terdiri dari pembentukan, pengembangan dan revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)/BUMDes Bersama (BUMDesma), penyediaan listrik desa, dan pengembangan usaha ekonomi produktif.

Kedua, program prioritas nasional sesuai kewenangan desa yang meliputi pendataan desa, pemetaan potensi dan sumber daya.

Pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, pengembangan desa wisata, penguatan ketahanan pangan dan pencegahan stunting di desa serta desa inklusif.

Sedangkan yang terakhir adalah adaptasi kebiasaan baru, yaitu Desa Aman Covid-19.

Inovasi Monalisa merupakan akronim dari Monitoring dan Analisa DAK Fisik dan Dana Desa.

Inovasi ini dikembangkan guna membantu dalam memantau perkembangan realisasi DAK Fisik dan Dana Desa dalam wilayah kerja KPPN Sukabumi yang meliputi Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur.

Data dalam aplikasi dimaksud akan selalu  dilakukan update sesuai dengan perkembangan realisasi DAK Fisik dan Dana Desa dari masing-masing pemerintah daerah.

Aplikasi dimaksud dapat diakses melalui alamat https://s.id/DASHBOARD-DAKFDD-SMI. Data yang digunakan untuk keperluan updating realisasi DAK Fisik dan Desa berasal dari aplikasi OMSPAN.

Melalui OMSPAN, setiap Pemda merekam dokumen-dokumen tiap tahapan yang dibutuhkan guna penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa di masing-masing Pemda.

Aplikasi ini terdiri dari delapan menu yang dengan informasi seputar DAK Fisik dan Dana Desa, yang diurai lebih rinci dan disertai infografis.

Dalam dashboard ini terdapat informasi perbandingan antara DIPA DAK Fisik dan Nilai Kegiatan, Nilai Kegiatan dan Nilai Kontrak, Nilai Kontrak dengan Rupiah BUN, dan Rupiah BUN dengan Rupiah BUD.

Adapun delapan menu tersebut, yaitu (1) Menu DAK Fisik, (2) Menu DAK Fisik per bidang, (3) Realisasi BUN untuk DAK Fisik, (4) Realisasi DAK Fisik BUD, (5) Infografis DAK Fisik, (6) Penyaluran Dana Desa, (7) Dana Desa BLT per bulan, dan (8) Penyaluran BLT dan infografis.

Melalui inovasi ini diharapkan dapat membantu pimpinan daerah dalam merumuskan kebijakan terkait penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

(Tulisan ini merupakan opini pribadi, tidak mencerminkan kebijakan organisasi)

(Rahmattullah)

<• Penulis adalah Kepala Seksi Bank pada KPPN Sukabumi.

Bima Arya: Wisata Edukasi Glow Kebun Raya Bogor Dikaji Cepat dan Kembali ke Data

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa langkah terbaik terkait polemik pembukaan wisata edukasi Glow Kebun Raya Bogor, yakni melakukan kajian cepat.

Hal ini untuk mendapatkan data mengenai dampaknya terhadap ekosistem lingkungan.

Bima Arya mengatakan, kajian cepat akan dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan peneliti dari IPB.

Bima Arya mengatakan, kajian cepat ini akan memastikan bisnis wisata malam hari dengan menggunakan lampu warna warni tidak berdampak kepada ekosistem lingkungan.

“Untuk Glow, kita kembalikan ke data. Saya sudah bertemu dengan BRIN, sudah berkoordinasi tim IPB, ya, masih fokus kepada mencocokan data-data yang didapat, kajian yang didapat,” kata Bima, dikutip dari repjabar, Senin (25 Oktober 2021).

Karena itu, ia menambahkan, rumor bahwa wisata glow telah dibuka kemungkinan terkait kegiatan kajian cepat itu.

“Itu pasti uji coba internal, karena saya minta jangan dibuka dulu, disetop dulu,” katanya.

Setelah kajian cepat menghasilkan temuan, BRIN yang menaungi konservasi di Kebun Raya Bogor itu akan memutuskan mengenai pembukaan wisata Glow.

Kendati demikian, Bima menegaskan, Pemerintah Kota Bogor akan memberikan masukan atas kajian tersebut kepada BRIN karena Kebun Raya Bogor masih masuk ke dalam wilayahnya.

Bima mengatakan bahwa Pemerintah Kota Bogor merekomendasikan agar pihak terkait tidak gegabah membuka wisata malam di Kebun Raya.

“Jadi, keputusan Glow itu kita akan memberikan masukkan, semuanya akan kita berikan masukkan kepada BRIN, memang di dalam Kebun Raya itu otoritas BRIN, tapi Kebun Raya bagian dari Pemerintah Kota Bogor, ya,” kata Bima.

Sebelumnya, Bima Arya memberikan tiga tanggapan soal program wisata edukasi Glow.

Yakni, kewenangan konservasi di Kebun Raya Bogor ada di BRIN, Kota Bogor belum masuk PPKM level 2.

Pemerintah Kota Bogor menunggu hasil kajian dari penelitian IPB untuk memberi masukan kepada BRIN.

Rencana pembukaan wisata edukasi Glow sempat mengalami penolakan dari empat mantan petingginya.

Mantan kepala Kebun Raya Bogor Usep Soetisna (periode 1983-1987), Suhirman (periode 1990-1997), Dedy Darnaedi (periode 1997-2003), dan Irawati (periode 2003-2008) menyampaikan surat terbuka bahwa wisata edukasi Glow bisa mengganggu ekosistem.

Budayawan Jawa Barat juga menganggap wisata edukasi Glow tidak menghormati budaya Sunda.

Sementara, dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Melani Abdulkadir Sunito mengatakan bahwa rencana pemasangan lampu sorot (glow) untuk atraksi wisata malam akan memberikan tambahan tekanan lingkungan bagi Kebun Raya Bogor.

Ia mengatakan, Kebun Raya Bogor merupakan ekosistem yang sudah terbentuk selama lebih dari 200 tahun.

Dalam proses itu, Kebun Raya Bogor telah mengelola diri dengan sangat luar biasa ketika menghadapi berbagai tekanan dari luar.

Untuk itu, dia berharap semua pihak tidak menambah tekanan pada kebun raya itu.***

Duh, Puluhan Warga Sagaranten Keracunan Nasi Kotak

0

Bogordaily.net – Puluhan warga di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, harus dilarikan ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat.

Puluhan warga tersebut diduga keracunan makanan berupa nasi kotak yang dibagikan panitia saat kegiatan keagamaan.

“Data sementara, ada 42 warga Kampung Babakansirna, Desa Cibaregbeg yang diduga mengalami keracunan usai menyantap paket nasi kotak yang dibagikan panitia acara keagamaan pada Minggu (24/10),” kata Kepala Puskesmas Sagaranten Sudarna kepada wartawan di Sukabumi, seperti dilansir dari repjabar, Senin (25 Oktober 2021).

Informasi yang dihimpun, awalnya puluhan warga yang menyantap hidangan nasi kotak yang berisi nasi, mi telor dan daging ayam tidak mengalami gejala keracunan.

Namun pada Senin (25 Oktober 2021) pagi mulai satu persatu dari mereka mengeluh mual-mual, pusing hingga muntah-muntah.

Bahkan jumlah warga yang mengalami gejala keracunan pun terus bertambah hingga saat ini yang totalnya mencapai 42 orang.

Warga yang tidak mengalami keracunan tanpa dikomandoi memberikan bantuan kepada korban dengan mengevakuasinya ke puskemas.

Dari 42 korban keracunan sebanyak 28 orang mengalami gejala ringan dan sudah diizinkan untuk pulang atau rawat jalan.

Namun jika gejalanya kembali meningkat agar segera datang lagi ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sementara 14 orang lainnya harus diinfus dan menjalani rawat inap di Puskesmas Sagaranten karena kondisi badannya lemah.

Karena banyak kehilangan cairan tubuh serta masih mengalami mual, pusing hingga muntah-muntah.

“Kami masih berkoordinasi dengan petugas lainnya baik dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi maupun kepolisian dari Polsek Sagaranten untuk mencari tahu penyebab keracunan massal ini. Namun, dugaan sementara puluhan warga yang mengalami keracunan akibat menyantap nasi kotak yang dibagikan saat mengikuti acara keagamaan,” tutur Sudarna menambahkan.

Sementara Kepala Seksi Kerja sama dan Humas Dinas Polisi Pamong Praja Kabupaten Sukabumi Okih Fajri mengatakan seluruh korban sudah mendapatkan penanganan medis.

Okih menyatakan seluruh korban sudah mendapatkan pemeriksaan serta perawatan dari tenaga kesehatan.

Tetapi, tidak menutup kemungkinan hingga Senin malam ini jumlah warga yang mengalami gejala keracunan akan bertambah karena korban tidak datang bersamaan.***