Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 6664

Gelora Talk, APBN di antara Himpitan Pajak dan Utang Negara

0

Bogordaily.net – Pemerintah diminta membatalkan dua megaproyek besar, yakni pemindahan ibukota baru dan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Proyek tersebut dianggap membebani keuangan negara dan memperburuk fiskal yang tengah defisit akibat penanganan pandemi Covd-19.

Hal itu disampaikan ekonom senior Rizal Ramli dalam Gelora Talk bertajuk ‘APBN di antara Himpitan Pajak dan Utang Negara’ yang disiarkan live streaming di Channel YouTube Gelora TV, Rabu (20 Oktober 2021).

“Kita enggak punya uang untuk membangun ibu kota baru, atau proyek ini atau proyek itu. Tapi mereka paksakan juga, bikin Ibukota baru misalnya,” kata Rizal Ramli.

Menurut dia, pemindahan ibukota baru dan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, bukan prioritas untuk saat ini dan tidak perlu dipaksakan kelanjutan pembangunannya.

Rizal Ramli mengatakan bahwa selain kondisi APBN yang tergerus sangat dalam, utang Indonesia juga semakin membengkak.

Rizal Ramli melanjutkan bahwa untuk membayar pokok pinjaman saja, negara harus menggelontorkan dana Rp 400 triliun.

“Kemudian membayar bunga pinjaman sebesar Rp 370 triliun, sehingga total utang yang harus dibayar negara tahun ini  Rp 730 triliun,” katanya.

Sementara Menteri Keuangan tahun 1998 Fuad Bawazier mengatakan, pemerintah dinilai telah salah jalan mengeluarkan Perppu 1/2020 ditambah lagi dengan adanya UU Pajak baru (HPP).

Sebab, hal tersebut ternyata tidak bisa meningkatkan pendapatan negara.

Saat akan membuat UU tentang perpajakan, lanjutnya, bisa diketahui berapa target yang akan diperoleh.

Karena, pajak adalah soal angka dan detail. Namun meski UU sudah diubah, narasinya tetap propaganda dan retorika politik belaka  tanpa ada angka.

Fuad Bawazier juga menilai bahwa pemerintah berlaku tidak adil dalam pengenaan pajak.

Dimana negara kembali memberikan tax amnesty jilid II kepada orang-orang yang melakukan korupsi, sementara rakyat diberikan kenaikan PPn sebesar 11-12 persen.

“Negara negara lain tidak ada yang seperti itu. Saya dari pertama sudah haqqul yakin ini ada unsur kekuatan eksternal yang nitipin,” ujarnya.

Karena itu, mengingatkan agar pemerintah menaikkan penerimaan dan menekan belanja.

Khususnya untuk hal-hal yang tidak terlalu perlu dan tidak ada urgensinya.

“Jika diteruskan, maka keuangan negara akan terpuruk semakin dalam. Dimana ancaman krisis fiskal sudah terlihat semakin nyata,” katanya.

Sedangkan Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menilai kebijakan pemindahan ibukota baru dan proyek kereta cepat Jakarta Bandung sudah ditetapkan jauh hari sebelum pandemi Covid-19 berlangsung.

“Sekarang kelanjutannya. Ada perubahan yang berubah dari skenario awal. Bila ada situasi berubah, maka upaya yang dilakukan juga berubah. Apalagi,  perubahan situasinya sangat serius. Siapa yang bisa menguji kedalaman pandemi? Tiga bulan lalu, siapa yang bisa memperkirakan saat ini konfirmasi kasus positif di bawah 1000,” kata Misbakhun.

Misbakhun menganggap wajar jika semasa awal pandemi pemerintah menarik utang dari berbagai sumber karena mengalami defisit APBN, yang juga dialami negara lain selama masa pandemi.

Namun, utang yang menumpuk itu bisa diimbingi dengan belanja yang berkualitas dan dirasakan langsung oleh rakyat sampai pada hal-hal yang utama seperti peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.

“Fungsinya pajak disitu, dipungut itu untuk kepentingan rakyat. Bagi saya mari kita awasi bersama upaya pemerintah memungut pajak dan upaya kualitas belanja ini. Disitulah kita bisa mengukur manfaat dari APBN,” katanya.

Menurut Misbakhun, perencanaan APBN itu direncanakan tidak hanya dari sisi penerimaan saja, tetapi juga belanja.

Untuk mengatasi utang itu, maka penerimaan pajak harus digenjot. Sehingga jika tax ratio rendah, bukan untuk diratapi, tetapi dicarikan jalan keluarnya.

Anggota Komisi XI DPR RI ini menegaskan, siapa pun menteri ataupun presidennya, maka ketika menghadapi situasi pandemi seperti saat ini bukan tidak mungkin akan mengambil langkah taktis.

Sebagai langkah antisipatif mengatasi penyebaran wabah dan dampak perekonomian di dalam negeri.

“Pandemi ini juga menjadi ujian bagi para pemimpin, mengenal kelas ujiannya, leadership-nya, dan bagaimana mencari langkah antisipasi terhadap situasi dan keadaan yang ada,” katanya.

Ketua Bidang Kebijakan Publik DPN Partai Gelora Indonesia Achmad Nur Hidayat mengatakan, pemerintah diminta tidak sembrono dalam mengelola APBN, karena akan berpengaruh pada generasi berikutnya.

“Mengelola APBN saya kira jangan sembrono. Ini menjadi konsen Partai Gelora untuk kita saling berdiskusi melihat masa depan APBN kita. Kalau APBN sembrono, gimana untuk generasi berikutnya,” kata Achmad Nur Hidayat.

Ia mengungkapkan, Partai Gelora sempat mendapat kritik ketika mengundang Rizal Ramli, Fuad Bawazier dan Mukhamad Misbkahun.

Namun, ketiga narasumber tersebut telah menjelaskan berbagai persoalan APBN dan pajak secara lugas, detil dan indah.

Untuk menjadi masukan bagi pemerintah agar lebih baik lagi dalam mengelola negara.

Sehingga diskusi menjadi lebih menarik dan memberikan pencerahan dan pengetahuan (knowledge).

Dimana diskusi tidak hanya sekedar mengkritik, tetapi juga memberikan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa saat ini.

“Mari bersama-sama membangun bangsa dan negara Indonesia menuju lima besar dunia,” pungkas Achmad Nur Hidayat.***

(Gibran)

Jaga Kesehatan Tulang untuk Hindari Penyakit Ini..

0

Bogordaily.net – Setiap manusia harus menjaga semaksimal mungkin kesehatan tubuhnya. Salah satu anggota tubuh yang penting yakni tulang.

Hal ini merupakan organ yang penting di dalam tubuh, jika tidak dirawat dan dijaga dengan baik, kemungkinan akan menginap penyakit osteoporosis.

Yuk simak dan kenali gejala penyakit osteoporosis bersama dr Made Wirabhawa, M.Biomed, Sp.OT dari Bogor Senior Hospital.

Osteoporosis adalah berkurangnya kepadatan tulang yang menyebabkan tulang keropos dan mudah patah.

Tulang
Cek kesehatan tulang bersama dr Made Wirabhawa, M.Biomed, Sp.OT di Bogor Senior Hospital. (Istimewa/Bogordaily.net)

Penyakit ini tidak hanya dialami oleh lansia, tapi bisa terjadi kepada anak-anak juga orang dewasa.

Ada 6 faktor reskio osteoporosis, yakni :

1. Penurunan kadar hormon estrogen dan testosteron

2. Wanita menjelang menopause

3. Gaya hidup kurang aktif dan jarang bergerak

4. Kurang asupan Vitamin D dan Kalsium

5. Kebiasaan merokok

6. Kecandual minuman alkohol

“Agar tidak mudah mengalami patah, lakukan pemeriksaan dini dengan Bone Mineral Densitometry secara berkala di Bogor Senior Hospital,” ucap dr Made.***

Tirta Pakuan Kota Bogor Sambut Baik Tirta Satria Kabupaten Banyumas

0

Bogordaily.net – Kunjungan kerja (Kunker) Pemkab dan Perumda Tirta Satria Kabupaten Banyumas ke Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Kamis 21 Oktober 2021.

Kunjungan ini dalam menjalin silaturahmi sekaligus sharing informasi terkait penanganan Non Revenue Water (NRW) dan air siap minum oleh Tirta Pakuan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Banyumas, Purwadi Santoso mengatakan, kunjungan ini juga sebagai bahan komparasi dalam peningkatan Perumda Tirta Satria.

“Saya berharap pelayanan air bersih di wilayah Banyumas bisa semakin baik setelah pertemuan ini,” ujarnya.

 Banyumas
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Banyumas, Purwadi Santoso bersama Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf. (Istimewa/Bogordaily.net)

Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf yang menyambut rombongan menyampaikan, Tirta Pakuan terus berupaya meningkatkan pelayanan air bersih ke seluruh pelanggan secara kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan (4K).

“Salah satunya dengan menekan tingkat kehilangan air atau NWR,” katanya.

Kemudian Ardani menerangkan, setidaknya ada empat strategi pengendalian kehilangan fisik berkelanjutan. Diantaranya kecepatan dan kualitas perbaikan, peraturan tekanan, manajemen asset dan Active Leakage Control (ALC).***

Atang Trisnanto Minta PTM Terbatas Dilaksanakan Secara Matang dan Maksimal

0

Bogorrdaily.net – Dalam merayakan hari jadi ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menghadiri acara Diskusi Panel, yang digelar di Executive Lounge RSJMM Heritage Golf Field, Kamis 21 Oktober 2021.

Acara yang digelar oleh PGRI Kota Bogor ini dibuka oleh Walikota Bima Arya dan mengusung tema ‘Pentingnya Pendampingan Psikologis dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada Era Normal Baru’.

Sebagai narasumber dalam diskusi, Atang mengungkapkan bahwa PTM Terbatas merupakan salah satu hal yang sangat dinantikan oleh siswa-siswi.

Karena hampir dua tahun, anak-anak kehilangan momen bercengkerama dengan teman-teman sekolah dan gurunya. Selama itu pula mereka lebih banyak berinteraksi dengan gadget.

Sehingga penting untuk menjaga psikologis anak agar bisa menjalani PTM Terbatas secara maksimal.

“Kan sudah hampir dua tahun tidak masuk ke sekolah, kemudian mereka merasakan kehilangan ketika tidak bertemu gurunya, teman-temannya. Maka ketika masa itu tiba (PTM Terbatas, red) tentu pelaksanaannya harus maksimal dan matang agar anak-anak terimpresi dengan baik,” ujar Atang.

Sebagai orang tua yang memiliki empat orang anak, Atang mengaku merasakan momen dimana anak-anaknya merasa sangat antusias menyambut PTM Terbatas.

Hanya saja, Atang menilai terdapat perbedaan respon psikologis diantara anaknya yang duduk di bangku SMA, SMP dan SD dalam menyambut PTM Terbatas.

 Atang trisnanto
Hari jadi ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menghadiri acara Diskusi Panel, yang digelar di Executive Lounge RSJMM Heritage Golf Field, Kamis 21 Oktober 2021. (Istimewa/Bogordaily.net)

“Sehingga memang perlu penanganan dan perlakuan yang berbeda terhadap anak-anak tergantung jenjang pendidikannya,. Pendampingan psikologis dan relasi sosial ini penting, apalagi pendidikan ke depan perlu memperkuat pembinaan jiwa kepribadian anak didik”, ungkap Atang.

Lebih lanjut, Atang menilai PTM Terbatas menjadi momentum untuk menggapai Indonesia Emas 2045.

Meski pandemi Covid-19 menjadi akar masalah sektor pendidikan saat ini, namun ia yakin setiap masalah pasti ada solusinya.

“Maka, apabila kita ingin Indonesia emas 2045 benar-benar terjadi, maka PTM saat ini menjadi milestone pendidikan calon pemimpin masa depan. Ada hikmah dari pandemi. Semoga pendidikan ke depan jauh lebih baik dengan sinergi dan kolaborasi,” tegasnya.

Dalam acara tersebut, Atang dan narasumber lain mendapatkan pin perlindungan anak dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor.***

Resmi Cerai, maell Lee Wajib Bayar Nafkah 280 Juta

0

Bogordaily.net– Intan Ratna Juwita dan Maell Lee resmi bercerai. Putusan cerai tersebut dikeluarkan majelis hakim Pengadilan Agama Batam, Senin (18 Oktober 2021).

“Iya udah putus cerai di Pengadilan Agama Batam. Iya tanggal 18 Senin itu,” tutur Intan Ratna Juwita saat dihubungi awak media baru-baru ini.

Pedangdut 30 tahun ini mengatakan Maell Lee diwajibkan membayar uang nafkah sebesar Rp280 juta. Menurut pengakuannya, Maell Lee belum membayar nafkah tersebut kepada sang istri.

“Dan dia dihukum harus membayar nafkah iddah, nafkah mut’ah, semuanya dia disuruh bayar. Jadi kita itu resmi cerai cuma kalau mau ketuk palu harus ikrar talak. Tapi dia harus bayar dulu baru bisa ikrar talak gitu,” ujarnya lagi.

Intan lantas menjelaskan dirinya masih menunggu pemberian nafkah dari sang suami, seperti mengutip okezone.

“Kalau dia belum bayar nggak bisa ikrar talak. Jadi sekarang ini kita nunggu hukuman dia harus bayar itu dulu dari hakim,” kata Intan Ratna Juwita.

Intan mengaku bakal menerima uang sebesar Rp280 Juta dari Maell Lee. Kabarnya, jumlah tersebut belum termasuk harta gana-gini yang akan diajukan.

Tak hanya itu, Intan mengaku youtuber kondang tersebut tidak memberikan nafkah selama enam bulan terakhir.

“Itu masih nafkah aja sih 280 juta total semuanya. Dia kan ada juga enam bulan nggak bayar nafkah, tapi belum termasuk harta gono gini dalam Pengadilan Agama kan nggak boleh disitu mungkin harus ajukan ulang,” jelas Intan Ratna Juwita.

Mantap, Omzet Rata-Rata Ekspor Tanaman Hias Se-Kabupaten Bogor Capai 300 Juta Per Hari

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin mengungkapkan omzet rata-rata per hari dari pelaku usaha ekspor tanaman hias se-Kabupaten Bogor adalah sebanyak 200 juta sampai dengan 300 juta, ini jumlah yang cukup besar dan tentunya juga menyumbang devisa untuk negara.

Hal tersebut diungkapkannya pada Workshop Akselerasi Ekspor Tanaman Hias, di The Espemia Convention Hall & Villas, Ciawi, Kamis 21 Oktober 2021.

Ade Yasin mengatakan, keberhasilan ekspor adalah prestasi yang membanggakan dan hendaknya menjadi contoh dan motivasi, bagi para petani atau pelaku usaha tanaman hias lainnya untuk meningkatkan produksi tanaman hias.

“Saya sangat mengapresiasi, bahwa di tengah kondisi pandemi Covid 19, para petani dan pelaku usaha ekspor tanaman hias, mampu bekerja keras dan meraih peluang dalam berusaha tani. Pemerintah Kabupaten Bogor menaruh perhatian kepada petani dan pelaku usaha tanaman hias melalui pemberian bantuan berupa green house, pipanisasi, sarana pasca panen dan alat kultur jaringan,” kata Ade Yasin.

Ade menerangkan, jika melihat kerja keras para petani dan pelaku usaha ekspor tanaman hias Kabupaten Bogor, ia optimis ekspor tanaman hias Kabupaten Bogor, akan semakin berkembang.

Usaha keras yang dilakukan oleh petani bupati kira patut kita hargai, dan tentunya kita juga ingin, selain memenuhi kebutuhan tanaman tetapi pada intinya meningkatkan perekonomian dan menyejahterakan petani.

Rata-rata

“Saya kira banyak ekspor tetapi kalau kita tidak sejahtera atau harga yang ditekankan terlalu rendah, saya kira juga itu tidak ada manfaatnya untuk petani jadi hanya dapat capeknya aja,” ujar Ade.

Jadi, lanjut Ade, pemerintah pusat harus mengawal harga yang menguntungkan petani. Jangan sampai sudah kerja keras, pesanan banyak, begitu sudah siap dikirim harganya turun, ini yang dikhawatirkan.

Akhirnya modal mereka tidak balik tetapi mereka harus tetap mengirim tanaman tersebut. Ia mengajak untuk bersemangat, bekerja keras dan terus berinovasi untuk memacu dan mempertahankan produksi.

Sementara itu, Direktur Buah dan Florikultur, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementrian Pertanian, Liferdi Lukman menjelaskan, bicara tanam hias selama pandemi ini memang ada pergeseran yang semula tanaman hias didominasi tanaman bunga potong tetapi selama pandemi ini terlaih berubah ke tanaman hias daun.

“Tanam hias daun muncul mengambil peran begitu besar dan kita bersyukur Indonesia negara terbesar pengekspor tanaman hias kedua setelah Brazil. Tanaman hias yang dieskpor asli dari Indonesia sangat original,” papar Liferdi.

Ia mengatakan, pandemi ini tidak dijadikan sia-sia bagi petani tanaman hias daun, sehingga bisa hadir di pasar internasional.

Kementerian pertanian berupaya untuk menggencarkan apa yang kita miliki. Bulan November nanti ada acara di sepuluh negara jadi kita akan gencar mempromosikan.

“Masing-masing pejabat eselon diberi tanggung jawab mempromosikan komoditas kita, berbagai upaya terus kita lakukan untuk menggarap potensi tanaman hias, salah satunya di Kabupaten Bogor,” katanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Siti Nurianty memaparkan, terdapat 33 perusahaan ekspor tanaman hias yang melibatkan lebih dari 251 orang petani mitra.

“Kami ingin menjadikan Kecamatan Tamansari sebagai kampung florikultura dengan dilengkapi instalasi karantina mandiri, sehingga dapat mempermudah eskpor tanaman hias,” paparnya.

Ia menuturkan, terima kasih kepada Bank BNI tentang bantuan pembiayaan dan dukungan ekspor untuk tanaman hias.

Ia juga sampaikan terima kasih tim jajaran BNI baik BNI pusat maupun Bogor yang telah memberikan dukungan penuh, demi terlaksananya acara ini.

Pelaku Usaha Tanaman Hias Daun Kecamatan Ciseeng, Cici Melita Rahmawati, menuturkan, kami baru berjalan tujuh bulan, dengan memberdayakan masyarakat di wilayahnya.

Ada sekitar 200 petani binaan untuk memproduksi tanaman berstandar ekspor, yang akan diekspor ke seluruh dunia, untuk menguasai pasar global.

“Rata-rata pendapatan petani binaan kami bisa mencapai 10 sampai 15 juta untuk satu petani dari memproduksi 200 sampai 500 tanaman per bulan. Sejauh ini yang kami produksi massal ada 70 jenis tanaman yang asli indonesia,” ujar Cici.

Cici menyampaikan, mereka juga pernah mengingkuti kegiatan expo berskala internasional. Mempersiapkan sistem dengan membuat aplikasi inventory, sehingga petani-petani dapat menginput ketersediaan produksi mereka, yang juga bisa diakses oleh seluruh eksportir.

“Saya yakin dengan kita berkolaborasi, semua saling mengambil peran, semua saling mensupport, kita dapat bangkit dan kita dapat mencapai target menguasai pasar global tanaman hias. Apalagi dari kalangan milenial dengan segala kemudahan akses informasi, teknologi dan sebagainya. Saya yakin para petani milenial dapat mengambil peran yang penting untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.***

Habis Gowes, Makan Ramen di Oishii Yakiniku Bogor Yuk!

0

Bogordaily.net – Akhir pekan banyak orang yang menghabiskan waktu untuk berolahraga, salah satunya bersepeda. Habis gowes, biasanya perut akan terasa lapar dan butuh asupan.

Pas banget jika kamu gowes di Jalan Kantor pos no 1, Baranangsiang, Kota Bogor, Oishii Yakiniku punya promo “Gowmen” Habis Gowes Makan Ramen!

Marketing Oishii Yakiniku Bogor, Sannie Dewi mengatakan, Gowmen hadir untuk para pesepeda di Kota Bogor.

“Promo ini kami hadirkan untuk mengajak para pesepeda menikmati ramen dan kedepannya Oishii juga akan berkolaborasi dengan para pesepeda,” ucapnya kepada Bogordaily.net Kamis 21 Oktober 2021.

Denga harga Rp 35 ribu aja, pesepeda bisa menikmati ramen ala Oishii Yakiniku yang pastinya otentik dan enak.

“Khusus untuk Gowmen, promo ini berlaku setiap hari Sabtu dan Minggu,” paparnya.

Habis gowes
Variant Ramen di Oishii Yakiniku Bogor. (Istimewa/Bogordaily.net)

Oishii juga memiliki banyak variant untuk menu ramennya loh! Ada Ramen chicken curry, Chicken tan tan, Seafood ramen, Karage ramen dan Gyoza ramen.

Selain itu, kamu juga bisa menikmati menu Bento set, atau bahkan sushi yang dijamin fresh.

Habis gowes
Sushi Salmon Cheese Roll. (Istimewa/Bogordaily.net)

Yuk habis gowes jangan lupa datang ke Oishii Yakiniku Bogor ya! Jangan lupa untuk follow Instagram untuk promo lainnya @oishiiyakiniku.bogor.***

Wabup Bogor Hadiri The 3rd West Java Investment Summit 2021

0

Bogordaily.net – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan didampingi Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, dan Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor, menghadiri forum The 3rd West Java Investment Summit 2021 secara virtual, di Ruang Rapat I, Sekretariat Daerah, Cibinong, Kamis 21 Oktober 2021.

Forum tersebut mengusung tema “Menavigasi Dunia Pasca-Covid: Pertumbuhan Investasi untuk Jawa Barat yang Tangguh”.

Pada forum tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjelaskan, Jawa Barat adalah daerah tujuan investasi terbaik di Indonesia. Dari segi kualitas infrastruktur, punya bandara terbaik, selanjutnya punya Pelabuhan Patimban di Subang, yang besar dan paling canggih.

Lanjutnya, kita akan punya kereta berkecepatan tinggi pertama di Indonesia. Selanjutnya, kami sedang membangun lebih banyak jalan kota, dan banyak lagi kualitas infrastruktur lainnya.

“Jawa barat punya sumber daya manusia yang paling produktif di Indonesia. Jawa Barat, manusianya paling produktif. Kemudian layanan investasi berkualitas, kita memenangkan penghargaan dari banyak institusi, termasuk dari KPK yakni salah satu kualitas dan integritas terbaik dalam layanan investasi,” jelas Kang Emil.

Ia rasa Jawa Barat akan lebih sempurna untuk tujuan investasi, di wilayah utara ada Industri, pariwisata dan agrikultur ada di wilayah selatan, karena memiliki pemandangan yang bagus.

Ia sudah menandatangani proyek dengan pendiri panel surya di Abu Dhabi, nantinya di Asia yang terbesar akan ada di Jawa Barat.

Produksi baterai untuk kendaraan listrik juga akan ada di Jawa Barat. Jadi saya pikir itu akan menjadi masa depan yang baik, untuk investasi.

“Jadi, ini adalah alasan kenapa Jawa Barat selalu menjadi nomor satu di bidang investasi. Untuk menciptakan ekosistem investasi yang baik, kita sedang meningkatkan pengembangan kapasitas. Saya harap ini akan menjadi kekuatan perekonomian Jawa Barat,” tandas Kang Emil.***

Beredar Telur Tak Layak Konsumsi, Disperdagin Sidak Pasar Leuwiliang

0

Bogordaily.net – Terkait adanya dugaan telur tidak layak konsumsi yang diperjualbelikan bebas di Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) dan Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, Kamis siang 21 Oktober 2021 menyidak pedagang telur rebus matang yang dijual di Pasar Tradisional Leuwiliang.

Menanggapi hal itu Pengadministrasi umum Disperdagin Kabupaten Bogor, Sobar mengatakan, pihaknya akan membawa telur tersebut untuk di cek ke laboratorium untuk di tindaklanjuti.

“Kami dari disperdagin akan membawa sampel untuk ditindaklanjuti sehingga harus di cek kebenarannya melalui laboratorium, secepatnya kita akan cek,” ungkap Sobar kepada wartawan, Kamis 21 Oktober 2021.

Sobar menjelaskan, setelah mengetahui adanya hal tersebut, pihaknya langsung datang ke lokasi guna mencari kebenaran terkait informasi dugaan adanya peredaran telur diduga tidak layak konsumsi tersebut.

Ia pun menjelaskan bahwa setelah mendapat kabar tersebut pihaknya langsung terjun ke lokasi untuk mencari tau kebenaran terkait telur infertil.

“Ya, pada intinya kita berharap tidak ada spekulasi di sini, apapun nanti yang muncul setelah di cross check kebenarannya itu kan butuh pembuktian uji lab terlebih dahulu,” bebernya.

Menurutnya, ini baru dugaan tidak layak konsumsi dan dirinya tidak tau yang layak dikonsumsi itu seperti apa, karena hal itu dikatakan bukan diranahnya.

“Hanya ada baru ada di pasar Leuwliang saja, kita tau bahwa pasar Leuwliang baru terindikasi ya, Undang-Undang No 23 tahun 2014 tentang perlindungan konsumen, Disdagin hanya sebatas membantu jadi itu kewenangan dari provinsi,” jelasnya.

Ia pun menegaskan, dengan dugaan hal tersebut akan ditindaklanjuti sehingga bekerjasama dengan dinas kesehatan untuk di cross check lebih lanjut.

“Mangkanya kita akan cek ke lab terlebih dahulu agar hasilnya valid gitu, tadi pun para pedagang sepakat kalo tidak layak ya tidak akan di perjual belikan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala tata usaha UPT peternakan dan perikanan wilayah V, Arif mengatakan, setelah konfirmasi terkait tentang dugaan adanya telur tidak layak konsumsi diperjualbelikan di pasar Leuwiliang, maka hari ini kami mengecek ke lapangan.

“Dinas perdagangan setelah itu kita akan mengecek layak atau tidak untuk dikonsumsi, mudah-mudahan ada kesimpulan sehingga bisa memberikan solusi yang terbaik buat masyarakat secara umum agar layak tidaknya untuk dikonsumsi, kalo tidak layak sudah ada surat pernyataan untuk tidak di peredaran luaskan, kalo mereka sepakat akan menjual belikan telur yang layak,” pungkasnya.***

(Ruslan)

Bantuan Nakes TNI Akan Diterjunkan ke Pelosok Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net – Bantuan Tenaga Kesehatan (Nakes) dari Markas Besar TNI tiba di Kabupaten Bogor, sebanyak 110 orang yang berasal dari Puskes TNI diterima Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Kabupaten Bogor, Hadijana, beserta Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Achmad Fauzi, di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kamis 21 Oktober 2021.

Para Nakes langsung diterjunkan ke pelosok-pelosok wilayah Kabupaten Bogor untuk melaksanakan percepatan vaksinasi.

Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Achmad Fauzi mengatakan, hari ini kita menerima sebanyak 110 tenaga kesehatan dari Puskes TNI.

Memang ada petunjuk langsung dari Panglima TNI dan Kapolri, untuk mengingatkan serbuan vaksinasi di Kabupaten Bogor. Kedatangan mereka untuk menggantikan Nakes dari wisma atlet yang sudah berakhir masa tugasnya.

Nakes Tni
Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Achmad Fauzi. (Istimewa/Bogordaily.net)

“Kami berterima kasih, ada pengganti Nakes untuk bertugas di Kabupaten Bogor melaksanakan percepatan vaksinasi. Ini adalah kekuatan dari Mabes TNI, kami pun menerima bantuan sejumlah 88 resimen mahasiswa dari Bandung. Mereka nantinya akan masuk ke pelosok-pelosok, ke desa-desa, jadi bukan lagi bertugas di sentra-sentra vaksinasi,” terang Danrem.

Danrem menambahkan, perlu diketahui bahwa Kabupaten Bogor itu sangat luas sekali, ada titik-titik desa harus menempuh perjalanan 7 jam perjalanan, ada yang 4-5 jam.

Agar lebih optimal melaksanakan vaksinasi, kita tempatkan mereka terutama 110 Nakes dari Angkatan Laut dan resimen mahasiswa ini masuk ke pelosok-pelosok di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

“Kita harus masuk ke desa-desa, ke kampung-kampung. Kabupaten Bogor bukan hanya penduduknya yang banyak, tapi daerahnya juga luas. Kita harus mendatangi mereka, dan layani mereka dengan sebaik-baiknya. Semua harus diberikan pelayanan yang sama, kita berikan vaksinasi yang sama,” tandas Danrem.

Danrem Brigjen TNI Achmad Fauzi berharap, jika bekerja maksimal untuk NKRI. Ia berharap mencapai target 70 ribu per hari dengan masa kerja dua minggu.

Tapi ia akan selalu evaluasi perkembangan di lapangan, karena pasti banyak dinamika. ini adalah tugas bersama.***