Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 6863

Sasar Rumah Ibadah dan Pesantren Polres Bogor Kota Targetkan 1000 Vaksinasi

0

Bogordaily.net – Polresta Bogor Kota melaksanakan vaksinasi di rumah ibadah dan pesantren dengan target 1000 orang. Nantinya pada Rabu 8 September 2021, akan melaksanakan vaksin di Gereja dengan target 500 orang.

Hal itu diungkapkan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Jalan Raya Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, Senin 6 September 2021.

“Semoga dengan Vaksinasi ini, pertemuan-pertemuan dan kegiatan pesantren bisa terlaksana kembali, tentunya dengan melakukan protokol kesehatan yang ketat,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Ia menambahkan, setelah dilakukan suntikan dosis pertama ini, peserta vaksin nantinya akan melaksanakan vaksinasi dosis kedua bisa di lokasi yang sama ataupun di sentra sentra vaksin yang ada.

“Hari ini dosis pertama dilaksanakan selama tiga hari nanti untuk dosis keduanya bisa disini atau disentra vaksinasi Polresta Bogor Kota,” pungkasnya.*

Stasiun Depok Terpantau Padat Saat Uji Coba Aplikasi PeduliLindungi

0

Bogordaily.net – Stasiun Depok menerapkan uji coba aplikasi PeduliLindungi kepada setiap penumpang yang hendak melakukan perjalanan menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL).

Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (6 September 2021), terjadi kepadatan penumpang akibat uji coba di hari pertama penggunaan aplikasi tersebut.

Seperti dilansir dari okezone, sejumlah warga yang masuk ke Stasiun Depok dihentikan sejumlah petugas yang berada di sana.

Para penumpang itu pun sudah menyiapkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) menunjukkan ke petugas.

Padahal, petugas menanyakan soal penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Penumpang yang belum melakukan regestrasi diminta mendownload PeduliLindungi agar bisa melakukan regestrasi.

Hanya sedikit penumpang yang sudah mengetahui aturan tersebut langsung melakukan scan barcode yang tempat sudah disiapkan.

Sementara itu, banyak masyarakat yang tidak mengetahui penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Sehingga banyak pengguna KRL yang baru mendownload PeduliLindungi di sekitar parkir sambil menghabiskan rokok yang ada di tangannya.

Ada juga sejumlah calon penumpang yang melakukan download di motor dibantu dengan keluarga yang menghantarkan.

Mereka yang baru mendownload aplikasi PeduliLindungi langsung mengambil KTP yang ada di dompet untuk melakukan regestrasi.

Di sisi lain ada masyarakat yang diajari oleh petugas untuk mendownload dan memasukkan data pribadi.

Sejumlah orang dengan usia lanjut yang memiliki STRP namun handphonenya tidak memadai langsung dipersilahkan masuk.

Seperti diketahui, PT KAI Commuter melakukan uji coba aplikasi PeduliLindungi di beberapa Stasiun mulai hari ini, Senin (6 September 2021). Salah satu yang melakukan uji coba adalah stasiun Depok.***

Kantah Kota Bogor Tinjau Lokasi Cagar Budaya Batu Tulis

0

Bogordaily.net – Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bogor, Rahmat meninjau lokasi cagar budaya di Batu Tulis pada Senin, 6 September 2021.

Dilansir dari akun resmi @kantahkotabogor, peninjauan dilakukan bersama tim dan didampingi oleh Wakil wali Kota Bogor, Dedie A Rachim.

 Budaya
Rapat koordinasi revitasisasi area prasasti Batu Tulis pada Senin, 6 September 2021. (Istimew/Bogordaily.net)

Selain itu, lebih lanjut keduanya melakukan rapat koordinasi revitasisasi area prasasti Batu Tulis.

Setelah selesai, keduanya mengunjungi prasasti Batu Tulis sambil melihat-lihat, dan mengobrol bersama. Adv

Simpel! Begini Amalan Dahsyat Agar Rezeki Mengejar Kita

0

Bogordaily.net – Banyak yang banting tulang memforsir tenaga untuk mendapatkan rezeki. Hasilnya, terkadang tidak sesuai dengan pengorbanan.

Bahkan, lelah melanda karena terlalu mati-matian mengejarnya. Ternyata, Allah Ta’ala menjanjikan satu hal yang rasanya dianggap mustahil. Yakni, rezeki bisa mengejar kita.

Caranya hanya satu, yakni menjadi orang yang bertakwa. Allah Ta’ala memang menjanjikan jaminan harta yang mencukupi untuk mereka yang senantiasa menjaga ketakwaan.

Golongan orang-orang yang bertakwa akan mendapat jaminan rezeki dari Allah Subhanahu wa Taala hingga berlimpah.

Bahkan, rezeki tersebut akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Hal itu dijelaskan Allah Subhanahu wa Taala dalam Surat Ath-Thalaq ayat 2-3,

“Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, Dia akan memberikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, Dia akan memberikan kecukupan baginya.”

Tawakal berarti berserah diri dan menyandarkan hati hanya kepada Allah.

Golongan ini yakin hanya Allah saja yang dapat memberi, mencegah serta memberikan keburukan dan manfaat.

Sebagaimana dikatakan dari Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Seandainya kalian sungguh-sungguh bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang,” (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al Hakim. Imam Tirmidzi berkata hasan sahih).

Dalam hadis tersebut terlihat bahwa sikap tawakal yang benar harus disertai dengan mengambil sebab yang diisyaratkan.

Namun mengambil suatu sebab bukan berarti menafikan atau meniadakan tawakal.

Pada saat Rasulullah memasuki Kota Mekkah pada saat peristiwa Fathul Mekah, Nabi terakhir ini tetap menggunakan pelindung kepala.

Ini menunjukkan bahwa beliau mengambil sebab untuk melindungi diri beliau.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga telah memberi petunjuk untuk menggabungkan antara mengambil sebab dan bersandar kepada Allah. Sebagaimana beliau bersabda,

“Semangatlah kalian terhadap hal-hal yang bermanfaat bagi kalian dan mohonlah pertolongan kepada Allah,” (HR. Muslim 2664).***

Ditanya Perceraiannya, Suami Tyas Mirasih Bilang Begini

0

Bogordaily.net – Suami Tyas Mirasih, Raiden Soedjono, menghadiri sidang cerainya di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Raiden Soedjono tampak enggan menanggapi pertanyaan wartawan.

Raiden Soedjono sempat berbicara singkat mengenai rumah tangganya dengan Tyas Mirasih. Ia menegaskan rumah tangganya ini bukan konsumsi publik.

Raiden Soedjono saat itu tak mau menjelaskan kegiatannya hari ini dalam persidangan. Ia mengaku tak mau memberikan komentar apa pun mengenai rumah tangganya.

“Pada dasarnya gini, dari dulu rumah tangga kami nggak pernah jadi konsumsi publik,” tegas Raiden Soedjono saat ditemui usai persidangan, Senin 6 September 2021.

“Begitupun sekarang itu, sekian dari komen saya,” lanjut Raiden Soedjono.

Lebih lanjut, ditanya mengenai isu orang ketiga, Raiden Soedjono masih enggan menjawab pertanyaan. Ia tampak sangat menghindari awak media dan segera masuk ke mobilnya.

Namun, Raiden Soedjono sempat menegaskan lagi dan tak ingin berkomentar apa pun mengenai rumah tangganya ini.

“No comment,” tegas Raiden Soedjono.

Diketahui, sidang gugatan cerai hari ini beragendakan mediasi ke tiga. Seharusnya Tyas Mirasih selaku tergugat hadir dalam persidangan untuk ditemukan dengan suaminya, Raiden Soedjono.

Namun tak terlihat kehadiran Tyas Mirasih pada persidangan. Tyas Mirasih juga tak mengirim kuasa hukumnya untuk mewakili persidangan.

Sebagai tambahan informasi, Raiden Soedjono dalam gugatan ini sebagai penggugat cerai. Raiden Soedjono juga tak hanya melayangkan gugatan cerai saja, ia turut menggugat harta gono-gini pada Tyas Mirasih.

Raiden Soedjono mendaftarkan gugatan secara online pada Selasa, 3 Agustus 2021. Perkara gugatannya terdaftar dengan nomor 2663/PDT.G/2021/PA.JS.

Tyas Mirasih menikah dengan Raiden Soedjono pada 8 Juli 2017. Hingga kini pernikahan mereka belum dikaruniai buah hati.***

PMII Kabupaten Bogor Gelar PKL Ke-3 Se-Jawa Barat

0

Bogordaily.net – Pengurus Cabang PMII Kabupaten Bogor menggelar Pelatihan Kader Lanjut (PKL) Ke-3 Se-Jawa Barat, di Auditorium UNUSIA Kemang Kabupaten Bogor, Rabu 1 – Minggu 5 September 2021.

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Mempertajam Kemampuan Analisis Kader Mujtahid dalam Mengawal Pembangunan Daerah Perspektif Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah’ ini, pesertanya berasal dari anggota PMII dari berbagai wilayah Se-Jawa Barat, yang terdiri dari Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kabupaten Indramayu, Garut, Sumedang dan lain-lain.

Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Kabupaten Bogor Imam Shodiqul Wa’di mengatakan,bahwa tantangan warga pergerakan sudah berbeda pada era reformasi, tidak harus selalu di luar sistem, tapi harus mampu berada dalam sistem dan memberikan sumbangsih dalam segala aspek pembangunan.

Ia mengungkapkan, PKL merupakan kegiatan yang akan menciptakan kader penggerak serta pengembangan terhadap organisasi, disetiap elemen penting, bisa di dalam PMII maupun di luar PMII.

“Kegiatan-kegiatan kaderisasi di PMII sepenuhnya dalam rangka mewujudkan konsistensi kaderisasi. Orang yang telah dibaiat menjadi kader mujahid maupun mujtahid secara otomatis memiliki tanggung jawab yang berat kaitannya dengan implementasi nilai,” pungkasnya.***

Toxic People, Tipe yang Harus Dihindari di Tempat Kerja

0

Bogordaily.net – Kata toxic people kini sering didengar. Setidaknya ada beberapa tipe toxic people yang harus dihindari di tempat kerja.

Dalam lingkungan kerja tentu ada berbagai macam watak, kepribadian, dan karakter yang bisa ditemui pada setiap harinya.

Tapi rekan kerja yang toxic akan membuat lingkungan kerja kurang nyaman.

Pengertian toxic sendiri adalah orang-orang yang “beracun” atau kepribadian negatif yang menyusahkan dan merugikan orang lain.

Berikut  tipe rekan kerja yang toxic dan patut diketahui dan harus dihindari seperti dikutip akun Instagram Ketenagakerjaan @kemnaker, Jakarta, Kamis (2 September 2021).

<• Si playing victim: rasa kasihan digunakan orang tersebut sebagai senjata untuk kabur dari tanggung jawab.

<• Si tukang gosip : tipe ini mengacu pada perasaan puas ketika sedang membicarakan keburukan orang lain.

<• Si egois: kamu akan dianggap sebagai ‘alat’nya untuk meraih tujuan yang mereka inginkan.

<• Si manipulative: orang seperti ini memiliki maksud tersembunyi yang dinginkan dari dirimu.

<• Si pemutar balik fakta: orang tipe ini senang membuat orang lain merasa bersalah atas setiap permasalahan yang sebenarnya terjadi akibat ulahnya.

<• Si hakim palsu: orang tipe ini akan memberikan penghakiman atas apa yang kamu lakukan.

<• Si temperamental: orang toxic sering kali tidak bisa mengendalikan emosinya.

<• Si tukang ngeluh: hal sekecil apapun akan selalu dikeluhkan.

<• Si tukang kritik: ia hanya mengkritik tanpa mengakui sisi positifmu dan akan membuatmu jadi tindak percaya diri.***

Naik Terus, Harga Daging Ayam Tembus Rp57.500 per Kg

0

Bogordaily.net – Harga daging ayam di pasar tradisional di seluruh Indonesia naik 0,88 persen ke Rp34.250 per Kilogram (Kg) pada awal pekan ini.

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), Senin 6 September 2021, harga daging ayam tertinggi mencapai Rp57.500 per Kg di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara, harga terendah Rp23 ribu per Kg tercatat di Kota Mamuju, Sulawesi Barat.

Kenaikan harga juga terjadi pada daging sapi kualitas 1 sebesar 0,08 persen menjadi Rp127.700 per Kg. Harga paling tinggi, Rp150 ribu per Kg, tercatat di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Sedangkan harga terendah tercatat di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebesar Rp98 ribu per Kg.

Di sisi lain, sebagian besar harga pangan turun pada awal pekan ini. Penurunan terbesar dialami oleh komoditas cabai rawit. Tercatat, cabai rawit merah turun sebesar 16,58 persen ke Rp30.950 per Kg dan cabai rawit hijau merosot 11,74 persen ke Rp30.450 per Kg.

Kemudian, bawang merah ukuran sedang merosot 11,23 persen ke Rp28.050 per Kg. Lalu, cabai merah keriting turun 9,54 persen ke Rp25.600 per Kg, cabai merah besar minus 9,95 persen ke Rp26.250 per Kg.

Lebih lanjut, penurunan harga juga terjadi pada minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, bawang putih, dan beras.

 

Kepergian Puan Maharani ke Austria Tuai Kritik

0

Bogordaily.net – Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mengkritik Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang terbang ke Austria untuk menghadiri Fifth World Conference of Speakers of Parliament (WCSP). Formappi menilai kehadiran Puan secara langsung bukan hal yang urgen.

“Dari sisi urgensi, saya tak melihat kehadiran Puan di Forum IPU itu juga sangat-sangat krusial. Jika untuk membuka jejaring saja, saya kira kehadiran fisik bukan pilihan satu-satunya di situasi PPKM seperti sekarang. Jejaring justru mungkin akan lebih efektif di masa seperti ini menggunakan instrumen tekonologi informasi. Diplomasi juga bisa kok dilakukan secara virtual di tengah situasi seperti ini,” ujar Peneliti Formappi, Lucius Karus, kepada wartawan, Senin 6 September 2021.

Lucius mengatakan DPR sebenarnya sudah bersikap dengan bijak saat menangguhkan kunjungan kerja di tengah pandemi Corona. Namun, keberangkatan Puan ke Austria dinilai memberikan pesan kunjungan kerja kembali dilakukan dan memberi peluang anggota DPR lainnya melakukan hal serupa.

“Kunjungan Puan ke Austria untuk menghadiri rapat Pimpinan Parlemen dunia memberikan pesan bahwa kunker ke luar negeri yang dibatasi selama ini sudah kembali bisa dilakukan. Tentu saja ini contoh yang kurang baik dari Ketua DPR, yang justru memberikan peluang bagi agenda kunjungan serupa yang dilakukan anggota DPR,” tuturnya.

Misi Puan dalam agenda tersebut dinilai terlambat. Pasalnya, menurut Lucius, pemerintah telah cukup berhasil dalam vaksinasi COVID-19.

“Apalagi disebutkan misi Puan salah satunya adalah mendorong akses vaksin yang adil dan merata dari negara maju. Perjuangan ini tentu terlihat mulia walau harus dikatakan sangat terlambat sih. Pemerintah sudah cukup berhasil dalam hal diplomasi vaksin ini. Kenapa Ketua DPR tak mendukung kerja pemerintah ini saja?,” tuturnya.

“Lagipula jika melihat kinerja DPR di bawah kepemimpinan Puan saat ini yang nampak kedodoran. Bayangkan mereka hanya mampu mengesahkan empat RUU Prioritas selama 2 tahun. Tahun 2021 ini baru satu RUU Prioritas yang disahkan. Catatan ini terlampau buruk jika melihat jumlah keseluruhan RUU Prolegnas 2020-2024 yang berjumlah 246 RUU. Artinya mereka baru mengurangi jumlah itu menjadi 242 RUU tersisa. Untuk tahun ini dari 33 RUU Prioritas, baru 1 diantaranya yang bisa disahkan. Padahal waktu menuju akhir tahun tersisa kurang lebih 3 bulan masa kerja lagi,” sambungnya.

Lucius menilai tak ada legitimasi yang cukup bagi Puan untuk berbicara di forum internasional. Hal ini dikarenakan belum adanya sumbangsih nyata dari kepemimpinan Puan bagi perubahan bangsa.

“Dengan catatan itu sesungguhnya tak ada legitimasi yang cukup bagi Ketua DPR untuk berbicara dengan lantang di forum internasional. Kinerja lembaga yang dipimpinnya belum cukup memperlihatkan sumbangsih nyata dari pelaksanaan fungsi mereka bagi perubahan bangsa ke arah yang lebih baik. Dengan bekal kinerja lembaga yang buruk itu tentu tak ada alasan untuk menunjukkan diri pada dunia. Kecuali kalau mau bicara mimpi-mimpi dan jargon-jargon saja sih,” tuturnya.

MAKI Bandingkan Puan Dengan Malaysia
Senada dengan Lucius, Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menilai banyak cara yang dilakukan untuk menghadiri kunjungan tersebut. Salah satunya dengan hadir secara virtual.
Boyamin mengatakan kehadiran secara virtual dilakukan oleh perwakilan parlemen di Malaysia. Menurutnya, Puan perlu memperhatikan masyarakat yang menilai belum saatnya untuk melakukan kunjungan secara langsung.

“Sebenarnya, masih memungkinkan kegiatan ini dengan cara-cara yang sifatnya online, karena setau saya Malaysia juga karena masa pandeminya masih sangat tinggi maka setau saya perwakilan parlemen Malaysia melakukan dengan cara online, jadi ini banyak pilihan, online atau datang langsung. Kalau masyarakat nilai belum waktunya, ya ini seharusnya diperhatikan,” kata Boyamin kepada wartawan.

Dia juga meminta kunjungan kerja Puan bisa membuahkan hasil. Sehingga kunjungan ini disebut dapat bermanfaat.

“Saya minta kunjungan Ibu Puan itu betul-betul bermanfaat, dan berhasil sesuai dengan yang telah disampaikan yaitu mengenai keadilan vaksin. Jadi ini nantinya berharap betul itu bisa dilakukan, saya akan cermati apakah rencana-rencana itu berhasil dilakukan Bu Puan dan mestinya bisa dilaksanakan dengan baik, itu kita tunggu,” tuturnya.

Puan Terbang ke Austria
Puan Maharani akan menghadiri secara fisik Fifth World Conference of Speakers of Parliament (WCSP) di Wina, Austria. Puan terbang ke Wina untuk mengikuti pertemuan yang membahas berbagai isu, salah satunya vaksinasi COVID-19.

Forum tersebut bakal digelar pada 6-8 September 2021. Fifth WCSP digelar oleh Inter-Parliamentary Union (IPU), organisasi internasional beranggotakan parlemen-parlemen dari negara-negara berdaulat, yang bekerja sama dengan Austria National Council.

“Forum ini tepat untuk mendorong akses vaksin yang adil dan merata dari negara maju kepada negara berkembang karena semua negara maju produsen vaksin hadir di sini,” kata Sekjen DPR RI, Indra Iskandar, seperti dilihat dari situs resmi DPR RI, Jumat 3 September 2021.

Puan juga diagendakan mengikuti sejumlah pertemuan bilateral di sela-sela kunjungannya ke Wina. Pertemuan bilateral itu antara lain dengan ketua parlemen Timor Leste, Vietnam, Republik Korea Selatan, dan Presiden IPU.

Puan akan membahas sejumlah isu dengan ketua parlemen Timor Leste, Vietnam, Korea Selatan, dan Presiden IPU, Duarte Pacheco. Antara lain kerja sama ekonomi, kerja sama penanganan dan pencegahan COVID-19, pengembangan teknologi vaksin, serta berbagai isu kawasan.

RSIA Nuraida Bogor Buka Lowongan Loh, Cek Ketentuannya Disini!

0

Bogordaily.net – Mau cari kerja? Kamu ada di bidang kesehatan dan keperawatan? Pas banget Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nuraida Bogor lagi ada lowongan.

Dilansir dari akun resminya @rsianuraida, RSIA Nuraida sedang lowongan untuk tiga posisi yakni, Dokter Umum, Manajer Keperawatan, dan Perawat Pelaksana.

Menjadi salah satu Rumah Sakit di Kota Bogor, RSIA Nuraida memiliki unggulan pelayanan fertilitas dengan visi ‘Menjadikan RS Kesehatan Reproduksi dan Kesuburan (KRK) masa depan, modern, pilihan terbaik bagi Ibu yang ingin prograk punya anak, ibu hamil, persalinan aman, serta tumbuh kembang anak, yang dapat diakses dari mana saja di Indonesia berdasarkan prinsip-prinsip Islam.’

Berikut adalah kualifikasi dari setiap posisi:

Dokter Umum

1. Pendidikan mininal S1 Profesi Kedokteran
2. Wanita/Pria maksimal umur 35 tahun
3. Memiliki pengalaman kerja di Rumah Sakit satu tahun
4. Memiliki STR aktif
5. Diutamakan memiliki sertifikat pelatihan yang mendukung
6. Bersikap ramah, sopan, santun, empati, welas asih, dan antusias belajar meningkatkan kualitas diri
7. Terampil meggunakan komputer
8. Berorientasi pada pelayanan dan pada sukses pasien

Manajer Keperawatan

1. Pendidikan mininal S1 Ners
2. Wanita maksimal umur 40 tahun
3. Berpengalaman di bidang yang sama minimal 3 tahun
4. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) aktif
5. Memiliki sertifikat pelatihan yang mendukung
6. Bersikap ramah, sopan, santun, empati, welas asih, dan antusias belajar meningkatkan kualitas diri
7. Terampil meggunakan komputer
8. Berorientasi pada pelayanan dan pada sukses pasien
9. Mempunyai kemampuan membina skill, pengetahuan, dan sikap dari tim kerja

Perawat Pelaksana

1. Pendidikan mininal D3 Keperawatan
2. Diutamakan wanita maksimal umur 35 tahun
3. Diutamakan berpengalaman kerja, fresh graduated are walcone
4. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) aktif
5. Memiliki sertifikat pelatihan yang mendukung
6. Bersikap ramah, sopan, santun, empati, welas asih, dan antusias belajar meningkatkan kualitas diri
7. Terampil meggunakan komputer
8. Berorientasi pada pelayanan dan pada sukses pasien
9. Mampu bekerja sama tim dan individual

Jika tertarik, silahkan kirimkan berkas lamaran dan CV ke e-mail [email protected]. Adv