Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 6939

Potret Proses Evakuasi WNI dari Afghanistan

0

Bogordaily.net – Pemerintah Indonesia telah mengevakuasi 26 warga negara Indonesia (WNI) dari Afghanistan. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membenarkan foto tersebut adalah potret proses evakuasi WNI dari Afghanistan.

“Kalau lihat registrasi pesawat A-7305 sudah sesuai,” kata Hadi saat dikonfirmasi detikcom, Jumat 20 Agustus 2021.

Foto pertama menunjukkan pesawat TNI Angkatan Udara (AU) tengah parkir dengan pintu terbuka dan tangga menjulur ke bawah di sebuah landasan. Tampak beberapa pria mengenakan seragam TNI AU dan pria lainnya berpakaian sipil.

Foto kedua memperlihatkan situasi para WNI di dalam pesawat. Ada yang mengenakan masker, ada pula yang mengenakan masker oksigen.

Sebelumnya, Menlu Retno LP Marsudi, melalui akun Twitter-nya, mengumumkan pemerintah berhasil mengevakuasi 26 WNI yang berada di Kabul, ibu kota Afghanistan. Puluhan WNI yang dievakuasi termasuk staf KBRI setempat.

Selain itu, dalam potret proses evakuasi ada 5 WN Filipina dan 2 WN Afghanistan yang ikut dievakuasi pemerintah. Retno menjelaskan 2 WN Afghanistan tersebut merupakan suami dari WNI dan staf lokal KBRI.

Evakuasi dilakukan hari ini dengan menggunakan pesawat TNI AU. Retno mengatakan pesawat yang mengevakuasi WNI dari Kabul itu saat ini sudah berada di Islamabad dan akan menuju Indonesia.

“Alhamdulillah, pemerintah Indonesia telah berhasil mengevakuasi WNI dari Kabul, Afghanistan, dengan pesawat TNI AU,” kata Retno.

“Pesawat saat ini sudah berada di Islamabad untuk melanjutkan penerbangan ke Indonesia,” lanjutnya.

 

Simak Kata Kadisdik Kota Bogor Soal Pembelajaran Tatap Muka

0

Bogordaily.net – Menyikapi rencana pembelajaran tatap muka (PTM), Dinas Pendidikan Kota Bogor, menegaskan pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan sesuai SKB 4 Menteri yaitu jika wilayah sudah level 2.

“Jika Kota Bogor sudah level 2, serta lain semua tenaga pendidikan sudah tervaksin PTM bisa dilaksanakan, Itu juga pelaksanaannya terbatas,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi, Jumat 20 Agustus 2021.

Saat ini Kota Bogor berada dalam level 3, jadi Dinas Pendidikan bersama Dinas Kesehatan sedang berupaya melalui kegiatan vaksinasi agar Kota Bogor masuk di level 2.

Aturan yang tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, setiap sekolah wajib memberikan layanan pembelajaran tatap muka terbatas setelah semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan beserta siswa sudah divaksin covid19.

SKB tersebut ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

“Kita terus berupaya agar semua tenaga pendidikan dan siswa sudah tervaksin sampai batas bulan september,” kata Hanafi.

Hanafi menambahkan, secara keseluruhan Kota Bogor kurang lebih mencapai 46 persen untuk vaksin, termasuk para pelajar dan tenaga pendidikan.

“Namu, untuk mencapai target 100 persen yang menjadi persoalannya, vaksinnya ada atau tidak, kalau ada kita terus berupaya untuk memvaksin,” ujarnya.

Kemudian Hanafi menjelaskan, jenis vaksin untuk para pelajar dari mulai SMP, SMA/SMK yaitu vaksin sinovac.

“Kita Dinas Pendidikan telah bekerja sama dengan Kominfo untuk membuat suatu sistem yang dimana PTM ini berjalan terbatas dan dibagi dua, 50 persen di sekolah, 50 persen dirumah. Namun tetap mendapatkan materi dihari yang sama,” pungkasnya.*

Fakta Terbaru Pembuhunan Ibu dan Anak di Subang

0

Bogordaily.net – Polisi mengungkap fakta baru dari kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang. Berdasarkan hasil autopsi, diketahui sang ibu, Tuti (55) lebih dulu dibunuh ketimbang Amelia Mustika Ratu (23).

“Ibunya duluan,” ucap Kasat Reskrim Polres Subang AKP M Zulkarnaen, Jumat 20 Agustus 2021.

Dari hasil autopsi juga diketahui ada perbedaan waktu lima jam antara pembunuhan terhadap ibu dan anak. Amelia diketahui meninggal sekitar pukul 05.00 WIB sedangkan ibunya lima jam sebelumnya.

“Iya ada perbedaan waktu lima jam,” kata dia.

Kapolres Subang AKBP Sumarni menambahkan perbedaan waktu tersebut diketahui dari kondisi mayat ibunya. Kondisi kaku mayat keduanya berbeda.

“Kemudian dari kaku mayat diperkirakan korban pertama ibu itu meninggalnya 5 jam sebelum ditemukan itu, ya dini hari lah ya, kemudian yang anak 23 tahun remaja itu diperkirakan kematiannya jam 4-5 subuh, karena kaku mayatnya beda,” tuturnya.

Warga Kabupaten Subang digegerkan dengan temuan mayat ibu dan anak bersimbah darah di dalam bagasi mobil. Polisi memastikan mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

Dua jasad ibu dan anak itu ditemukan di bagasi mobil jenis Alphard di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang pada Rabu 18 Agustus 2021.

Identitas keduanya diketahui merupakan Tuti (55) dan anaknya Amelia Mustika Ratu (23).***

Target 15 Ribu Orang Sehari, Vaksinasi di Kota Bogor Capai 51,22%

0

Bogordaily.net – Program vaksinasi di Kota Bogor telah mencapai 51,22 persen dari total penduduk. Pasokan vaksin diharapkan lancar agar target vaksinasi tahap 1 bisa tercapai dalam 27 hari ke depan.

“Sampai Kamis 19 Agustus 2021, capaian vaksin kita sudah 51,22 persen, atau 419,757 orang sudah divaksinasi dosis pertama,” kata Kadinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno kepada detikcom, Jumat 20 Agustus 2021.

Ia menyebut, target vaksinasi Kota Bogor kini tersisa 399.687 orang. Untuk mencapai target sasaran vaksinasi, Pemkot Bogor kini menarget 15 ribu orang bisa divaksinasi dalam sehari

“Target kita total 819.444 sasaran vaksinasi, yang sudah divaksinasi 419.757, berarti sisa 399.687. Artinya kalau pasokan vaksin lancar, target 15 ribu per hari yang divaksin bisa kita lakukan, artinya yang 399.687 itu bisa tercapai sampai 27 hari ke depan,” beber Sri Nowo.

“Kita ajukan (vaksin) terus tiap pekan, mudah-mudah selalu terpenuhi ya. Hari ini saja kita terima pasokan vaksin lagi dari Kemenkes, jenis Pfizer, total yang kita terima hari ini 10.725 dosis, ini untuk dua dosis. Langsung kita distribusikan ke Puskesmas Bogor Timur dan Puskesmas Tanah Sareal,” katanya.

Untuk mencapai target vaksinasi dosis pertama, lanjut Sri Nowo, Satgas Kota Bogor memaksimalkan 18 titik sentra vaksinasi di Kota Bogor. Vaksinasi keliling juga dilakukan agar lebih menjangkau dan dekat ke pemukiman warga.

“Selain itu, kita lakukan vaksinasi keliling agar sentra vaksinasi lebih dekat ke pemukiman warga. Pemkot juga sediakan sarana antar jemput untuk warga yang bersedia divaksin tapi tidak bisa datang ke lokasi karena alasan tertentu,” sebut Sri Nowo.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan vaksinasi untuk 819.444 orang warganya ditargetkan bisa rampung sebelum Oktober 2021. Namun, menurut Bima, hal itu tergantung lancar atau tidaknya suplai vaksin dari pemerintah pusat.

“Kalau suplai vaksinnya lancar, nggak putus, saya yakin sebelum Oktober, (vaksinasi) Kota Bogor sudah tuntas, kalau vaksinnya lancar. Jadi kalau lebih dari Oktober, berarti suplai vaksinnya nggak lancar,” kata Bima saat meninjau vaksinasi pelajar di SMP Negeri 5 Kota Bogor, Jalan Dadali Kota Bogor, Sabtu 31 Juli 2021.

Guna mendukung percepatan vaksinasi, kata Bima, Pemkot Bogor telah menyediakan 16 titik sentra vaksinasi gratis untuk warga. Bima terus berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar terus mendapat suplai vaksin.

“Sekarang titik sentra vaksinasi sudah kita tambah jadi 16 titik sudah kita siapkan. Jadi sistemnya siap, nakesnya cukup, tempatnya juga ada, ya tinggal suplai vaksinnya saja,” ucapnya.

“Saya terus berkomunikasi dengan Menkes, kemarin dapat vaksin sebanyak 60 ribu, yaitu lah setiap kita habis akan ditambah lagi, habis ditambah lagi,” ujar Bima menambahkan.

Kang Emil Luncurkan Super Apps Pramuka, Pertama Kali di Indonesia

0

Bogordaily.net – Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Barat meluncurkan Super Apps Pramuka Jabar Juara yang merupakan aplikasi Pramuka pertama di Indonesia.

Aplikasi diluncurkan langsung Ketua Mabida Pramuka Jabar yang juga Gubernur Jabar, Ridwan Kamil bersama Ketua Kwarda Jabar, Atalia Praratya Ridwan Kamil dalam upacara Peringatan Hari Pramuka ke-60 Tingkat Provinsi Jabar di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (20 Agustus 2021).

Ridwan Kamil mengatakan, Super Apps Pramuka Jabar Juara diluncurkan agar gerakan Pramuka Jabar mampu mengembangkan pengetahuan dan teknologi serta memiliki karakter disiplin yang penuh dengan keilmuan dan inovasi.

“Saya mengapresiasi diluncurkannya aplikasi Pramuka Jabar ini sebagai sebuah adaptasi zaman yang sudah berubah,” katanya, seperti dilansir dari okezone.

Aplikasi Pramuka Jabar dilengkapi berbagai fitur untuk pengembangan anggota Pramuka yang kekinian, mulai dari buku saku, laporan kegiatan, sampai ruang interaksi.

Aplikasi tersebut juga memuat rencana program, pendaftaran relawan kebencanaan, dan semua urusan kepramukaan yang bisa diakses oleh semua orang.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menyatakan, inovasi kepramukaan ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Dia berharap, Super Apps Pramuka Jabar Juara dapat menjadi inspirasi dan bisa direplikasi oleh Kwarda Pramuka lainnya di Indonesia.

“Saya kira inovasi ini yang pertama di Indonesia dan semoga menjadi inspirasi bagi Kwarda lain,” kata Kang Emil.***

Begini Rupa-rupa Modus Pinjaman Online Agar Targetnya Teperdaya

0

Bogordaily.net – Mabes Polri mencatat setidaknya 14 kasus pinjaman online diungkap sepanjang tahun 2018-2021. Para pelaku menggunakan berbagai modus agar targetnya teperdaya.

“Modusnya memberikan penawaran terhadap calon nasabah dengan persyaratan yang mudah tanpa harus bertemu ataupun bertatap muka. Memiliki syarat kepada para nasabah untuk mengikuti kebijakan dan ketentuan dalam aplikasi pinjol,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jumat 20 Agustus 2021.

Setelah ada kesepakatan soal pinjaman yang diajukan, nantinya data kontak yang ada di ponsel nasabah dapat dibuka oleh pemberi pinjaman

Terkait proses penagihannya, dipastikan tidak sesuai dengan tata cara penagihan sesuai dengan ketentuan peraturan OJK nomor 77/pojk.01/2016 tentang penyelenggara jasa pelayanan pinjam meminjam berbasis teknologi.

Apalagi terjadi keterlambatan pembayaran, pemberi pinjaman bisa melakukan penagihan pada nama-nama yang terdapat pada kontak handphone milik nasabah.

“Kontak dan kantor aplikasi kantor penyelenggara peminjaman aplikasi online yang tidak jelas, peminjam sudah membayar pinjamannya, namun pinjamannya tidak dihapus dengan alasan tidak masuk dalam sistem,” ujarnya.

“Data KTP dipakai oleh penyelenggara aplikasi pinjam online untuk mengajukan pinjaman di aplikasi lain,” tambahnya.

Kapolri berharap kerja sama pihak terkait untuk memberantas pinjol ilegal.

“Kerjasama dalam rangka melindungi masyarakat dari pinjol ilegal dan memperkuat upaya pemberantasan pinjol ilegal, dan sinergitas perlindungan masyarakat dari penawaran pinjaman online ilegal dan upaya pemberantasan pinjaman online ilegal,” ungkapnya

RW Ini Sungguh Naas, Melerai Tawuran Malah Kena Bacok

0

Bogordaily.net – Naas betul nasib ketua RW di daerah Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Karena hendak melerai aksi tawuran antarkelompok remaja ketua RW tersebut kena bacok.

Tawuran dan pembacokan itu diketahui terjadi di daerah Desa Segaramakmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi pada Rabu 18 Agustus 2021 sekitar pukul 02.30 WIB.

“Itu sama-sama kelompok anak mudah udah ejek-ejekan,” kata Kapolsek Tarumajaya AKP Edy Suprayitno saat dihubungi, Jumat 20 Agustus 2021.

Edy menjelaskan saat mencoba melerai, salah satu pelaku tawuran mengira ketua RW itu adalah musuh. Alhasil, pelaku langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bacok di bagian tangan. Saat ini, kata Edy, korban juga masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Ketika melerai malah dikira musuhnya. Jatuh ketua RW dan dibacok lah itu,” ujarnya.

Diungkapkan Edy, sejauh ini pihaknya telah menangkap satu pelaku berinisial R (18) dan terus mengejar para pelaku lainnya.

Edy menuturkan sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk mengusut aksi tawuran dan pembacokan tersebut.

“Baru kita amankan satu yang bacok karena ada dua (pelaku), satunya lagi kita kejar,” ucap Edy.***

 

Taliban Kuasai Kekayaan Mineral Afghanistan Senilai US$ 1 triliun, Apa Saja?

0

Bogordaily.net – Taliban akan menguasai kekayaan mineral yang belum dimanfaatkan, bernilai hampir US$ 1 triliun atau setara dengan Rp 14.400 triliun (kurs Rp 14.400) di Afghanistan.

Kekayaan mineral itu terungkap pada 2010. Pejabat militer dan pakar keamanan Ecological Futures Group Rod Schoonover, mengungkapkan di Afghanistan terdapat kandungan mineral terdiri dari besi, tembaga sampai emas tersebar di seluruh wilayah Afghanistan.

Bahkan ada kandungan lithium terbesar di dunia. Lithium merupakan komponen penting yang bisa digunakan untuk baterai isi ulang dan teknologi lain untuk mengatasi krisis iklim. Afghanistan adalah salah satu wilayah yang kaya dengan logam mulia murni.

Dia menyebutkan memang kondisi keamanan, infrastruktur yang minim hingga kondisi kekeringan parah membuat proses ekstraksi mineral ini menjadi sulit. Menurut dia, kondisi ini tidak akan berubah dengan cepat di bawah kendali Taliban.

“Tapi ada minat dari negara-negara lain seperti China, Pakistan dan India yang berupaya untuk ikut campur, ini menjadi tanda tanya besar,” jelasnya dikutip dari CNN, Jumat 20 Agustus 2021.

Pada 2020, 90% warga Afghanistan diprediksi hidup di bawah garis kemiskinan. Laporan US Congressional Research Service mengungkapkan pengembangan dan diversifikasi sektor swasta ini terhambat kondisi keamanan, politik yang tidak stabil, institusi yang tidak kokoh, infrastruktur yang tidak memadai, korupsi yang merajalela, hingga lingkungan bisnis yang tidak mendukung.

Memang banyak negara yang pemerintahannya tak mampu untuk mengelola terjebak dalam ‘kutukan sumber daya’. Karena mereka gagal mengeksploitasi sumber daya alam untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Namun berita harta karun Afghanistan ini menawarkan janji besar. Apalagi permintaan logam seperti lithium dan kobalt, elemen neodymium melonjak signifikan ketika banyak negara ingin beralih ke mobil listrik dan sumber energi bersih untuk memangkas emisi karbon.

 

Boleh Utang! Ada Syarat dan Etika dalam Prosesnya

Bogordaily.net – Islam tidak melarang umatnya untuk melakukan utang piutang. Tetapi ada syarat dan etika sebelum melakukan proses utang piutang tersebut. Utang dalam agama Islam adalah hal yang wajib dibayar.

Sebagaimana dikutip dari tausiah Ustadz Munawir Ngacir di Cahaya Hati Indonesia, di dalam hati manusia pasti terbesik mempunyai utang, semua itu pun sudah dijelaskan oleh Allah di Surah Al Baqarah ayat 282.

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar.”

“Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun daripadanya.”

“Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki di antara kamu.”

“Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada), agar jika yang seorang lupa, maka yang seorang lagi mengingatkannya.”

“Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apa-bila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan menuliskannya, untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya.”

“Dan ambillah saksi apabila kamu berjual beli, dan janganlah penulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

“Di dalam hidup manusia, pasti terbesik mempunyai utang, Allah SWT menjelaskan di dalam surah Al Baqarah ayat 282,” ucap Ustadz Munawir Ngacir yang dikutip dari YouTube Official.

Adapun Surah Al Baqarah ayat 282 itu menjelaskan bahwa apabila manusia mempunyai utang piutang sampai batas waktunya, maka perjanjiannya harus ditulis, agar hidup tenang dan jika berutang harus ada etikanya.

“Wahai orang yang beriman, apabila kalian mempunyai utang piutang sampai batas waktunya, maka perjanjiannya kudu ditulis. Biar hidupnya tenang dan setiap berutang harus ada etikanya,” ujar Ustadz Munawir.***

Berharap Voucher Pulsa Rp500 Ribu, Pria Ini Malah Kehilangan Uang Rp36 Juta

0

Bogordaily.net – Muhammad Kholil (31) warga Desa Menampu Kecamatan Gumukmas, Jember, tak menyangka kehilangan uang Rp 36 juta dalam sekejap, setelah dia menerima telepon. Penelepon bisa meyakinkan Kholil hingga berhasil memintanya untuk melakukan sejumlah perintah.

“Dia meyakinkan saya dengan menyebut identitas, pekerjaan saya hingga alamat detail,” papar Kholil melalui telepon, Kamis 19 Agustus 2021.

Bermula dapat kabar hadiah voucer pulsa, penelepon mengaku dari sebuah bank Kholil menceritakan pada Selasa 17 Agustus 2021, dia ditelepon orang tak dikenal yang mengaku dari sebuah bank.

Penelepon lalu mengatakan Kholil mendapatkan hadiah voucer pulsa senilai Rp 500.000 sebagai hadiah hari kemerdekaan RI.

Kholil sempat tak percaya dan menutup telepon tersebut karena menganggap penipuan.

Namun orang tak dikenal itu sekali lagi meneleponnya mulai meyakinkan dengan menyebutkan identitas lengkap Kholil.

Kholil pun kemudian percaya hadiah itu bukan penipuan. Penelepon lalu memintanya menyebutkan kode rahasia yang dikirim melalui SMS.

Setelah proses dilalui, Kholil pun menantikan pesan masuk terkait notifikasi voucer pulsa Rp 500.000.

Bukan voucer pulsa yang masuk, tetapi yang diperoleh Kholil justru SMS banking adanya penarikan tunai sebesar Rp 36 juta. Ia malah kehilangan uang.

Dia pun segera mengecek saldo tabungannya dan benar, uang puluhan juta Kholil raib dalam sekejap.

“Ketika saya cek rekening, ternyata hanya tersisa Rp 98.000,” ujar dia.

Kholil lalu menyadari dirinya menjadi korban penipuan. Dia juga berusaha menelepon pelaku, tetapi nomornya sudah tidak aktif.

Kemudian Kholil melaporkan kejadian itu kr Polres Jember. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna belum bisa dimintai keterangan atas kasus ini. Kompas.com mencoba menghubungi via telepon dan pesan WhatsApp, namun belum ada tanggapan.