Saturday, 25 April 2026
Home Blog Page 7170

Pastikan Ketersediaan Oksigen Aman, Bupati Bogor bersama Danrem Tinjau Posko

0

Bogordaily.net – Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana Brigjen TNI Achmad Fauzi bersama Bupati Bogor Ade Yasin tinjau posko, Pengendalian Oksigen di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupten Bogor, Sabtu 17 Juli 2021.

Kehadirannya tinjau posko kali ini untuk memastikan ketersediaan oksigen di Kabupaten Bogor lancar dan aman.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan peninjauan ke Posko PPKM Darurat di Kabupaten Bogor. Berdasarkan hasil peninjauan, ternyata proses untuk kebutuhan oksigen di Kabupaten Bogor berjalan lancar, dan hari ini juga mereka memberangkatkan pengambilan 110 tabung oksigen,” terang Brigjen TNI Achmad Fauzi.

Ia menambahkan, untuk rumah sakit, mereka mempunyai alat untuk bisa memproses hidrogennya, jadi untuk kebutuhan oksigen Kabupaten Bogor

“Alhamdulliah lancar dan aman. Saya bersama Bupati Bogor, Wakil Ketua DPRD, Dandim dan Kapolres memastikan kebutuhan oksigen ini aman,” paparnya.

Lanjutnya, Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Achmad Fauzi mengatakan, terdapat beberapa kendala saat meninjau posko.

“Hanya tadi ada beberapa kendala, diantaranya untuk tim pemulasan jenazah yang masih kekurangan Alat Pelindung Diri (APD). Untuk hal ini kita akan berupaya mencari dan memberikan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan APD termasuk untuk penggali makam. Mudah-mudahan kita bisa dukung sepenuhnya,” tandas Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Achmad Fauzi.

Dalam kunjungan tersebut didampingi pula oleh Kapolres Bogor, Dandim 0621 dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor.***

Astagfirullah, Niat Bantu Anak yang Jatuh ke Sumur Sedalam 15 Meter, 30 Orang Tercebur dan Tewas

0

Bogordaily.net – Mencoba menolong anak yang lebih dulu jatuh ke dalam sumur 15 meter, 30 orang tercebur dan sebanyak 11 orang tewas.

Peristiwa nahas tersebut terjadi di Desa Lal Patar, Distrik Vidisha, Madhya Pradesh, India, Selasa malam 13 Juli 2021.

Saat itu sejumlah orang berusaha untuk menyelamatkan anak yang terjatuh ke sumur sedalam 15 meter, sementara yang lain berdiri di tembok pembatas untuk membantu mereka.

Dikutip dari NDTV, menurut penduduk setempat tembok pembatas itu runtuh karena beban orang-orang tersebut. Akhirnya mereka pun jatuh ke dalam sumur yang masih terisi air.

Dari 30 orang yang terjatuh, 19 berhasil diselamatkan. Sedangkan 11 lainnya ditarik dalam keadaan tewas.

Kantor Perdana Menteri India mengungkapkan belasungkawa mereka atas korban tewas.

“Sedih dengan tragedi di Vidisha, Madhya Pradesh. Belasungkawa saya untuk keluarga yang ditinggalkan,” cuit Modi lewat akun Twitter Resmi Kantor Perdana Menteri.

Perdana Menteri Narendra Modi juga menegaskan akan memberi bantuan 200.000 rupee atau setara Rp 38,8 juta bagi keluarga yang tewas.

“Sebuah bantuan masing-masing 2 lakh (200.000 rupee), dari PMNRF akan diberikan kepada kerabat terdekat dari mereka yang kehilangan nyawa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Madhya Pradesh, Shivraj Singh Chouhan akan memberikan kompensasi 500.000 rupee atau Rp 97 juta bagi keluarga korban tewas.

Sedangkan bagi korban luka, negara bagian akan memberikan bantuan 50.000 rupee Rp9,7 juta untuk pengobatan.

Chouhan juga menegaskan pihak pemerintah akan membantu keluarga yang terdampak di masa mendatang.***

Menag Larang Shalat Idul Adha di Masjid atau di Lapangan Tahun Ini

0

Bogordaily.net – Tahun ini, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas melarang bahwa, tidak boleh ada pelaksanaan shalat Idul Adha di masjid maupun di lapangan.

Hal tersebut dilakukan karena, Indonesia tengah menghadapi lonjakan Covid-19 dan sedang dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Shalat Idul Adha hanya bisa dilakukan di rumah, bisa dilakukan di rumah. Tidak ada shalat Idul Adha di masjid atau di lapangan dalam masa PPKM Darurat ini,” kata Yaqut dalam konferensi pers usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri, Jumat 16 Juli 2021.

Peniadaan shalat Idul Adha di masjid atau lapangan diatur dalam Surat Edaran (SE) Menag Nomor 17 Tahun 2021.

Peniadaan shalat Idul Adha di masjid atau lapangan diatur dalam Surat Edaran (SE) Menag Nomor 17 Tahun 2021.

Selain itu, sebagaimana bunyi aturan PPKM Darurat yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 19 Tahun 2021, tidak ada kegiatan peribadatan yang boleh digelar di rumah-rumah ibadah selama masa PPKM Darurat.

Yaqut meminta umat Islam memaklumi aturan tersebut. Hal itu dilakukan semata-mata untuk melindungi jiwa dan keselamatan seluruh warga.

“Jadi sama sekali tidak ada pemerintah melarang orang beribadah tidak ada,” ujarnya.

Tak hanya shalat, pemerintah juga melarang kegiatan takbir keliling pada malam jelang Idul Adha. Baik takbir keliling yang menggunakan kendaraan atau arak-arakan jalan kaki tidak diperbolehkan.

Selain itu, takbiran di dalam masjid yang menimbulkan kerumunan juga tidak diperkenankan. Umat Islam dianjurkan untuk melakukan takbiran di dalam rumah.

Yaqut juga mengingatkan agar penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan disiplin protokol kesehatan. Hewan kurban dapat disembelih di rumah pemotongan hewan atau di lapangan terbuka, yang tidak menimbulkan kerumunan.

Sementara, pembagian hewan kurban dianjurkan untuk diantar langsung oleh panitia ke rumah-rumah warga demi mencegah keramaian.

“Tidak boleh lagi ada kerumunan seperti tahun-tahun sebelum ada pandemi, membagi kupon kemudian masyarakat datang, tapi kita mengatur supaya hewan kurban diantarkan langsung kepada yang berhak,” ucap Yaqut.

Terakhir, Yaqut meminta warga untuk tidak mudik jelang Idul Adha. Ia menyarankan umat Islam banyak berdoa untuk keselamatan bangsa dan dunia dari pandemi virus corona.

“Saya kira umat Islam harus mengerti ini bahwa semua yang dilakukan pemerintah ini semata-mata untuk melindungi jiwa masyarakat, terutama masyarakat muslim karena menjelang Idul Adha,” pungkasnya.***

Bentuk Kepedulian, DPS Beri Bantuan Kepada Petugas TPU Situ Gede

0

Bogordaily.net – Anggota DPRD Kota Bogor Komisi lV Fraksi Partai Nasdem, Devie Prihartini Sultani mendatangi TPU Situ Gede, sebagai bentuk kepedulian terhadap petugas TPU pemulasaran jenazah Covid-19.

“Hari ini saya mengunjungi petugas TPU Situ Gede yang memang merupakan TPU untuk pasien meninggal karena Covid-19. Guna memberikan bantuan masker, herbal, APD, vitamin dan sembako berupa beras, telor dan ayam untuk teman-tema petugas pemulasaran jenazah Covid-19,” ujar Anggota DPRD Kota Bogor Komisi lV Fraksi Partai Nasdem, Devie Prihartini Sultani, Sabtu 17 Juli 2021.

Wanita yang akrab di panggil DPS ini menyampaikan, bantuan ini kolaborasi dari DPP Partai Nasdem, Garnita Nasdem Kota Bogor.

“Dimana saya selain anggota DPRD Kota Bogor juga Pembina Garnita Malahayati Kota Bogor, yang merasa perlu ada sedikit perhatian kepada kawan petugas pemulasaran jenazah di Kota Bogor,” katanya.

Menurut DPS, bantuan ini untuk pejuang-pejuang kemanusiaan yang perlu diapresiasi setinggi-tingginya, tanpa kenal lelah dalam melakukan tugasnya.

“Saya di temui oleh kepala UPTD TPU Situ Gede Yuyu, bahwa cukup banyak yang dimakam kan disini per-hari sekitar 7 hingga 10 jenazah, bahkan di hari minggu kemarin sampai 16 jenazah,” ucapnya.

Warga Kota Bogor, lanjut DPS, dirinya akan terus mengingatkan untuk disiplin dan ketat menjaga prokes, tidak perlu untuk keluar rumah kecuali memang penting dan perlu. Kalau harus keluar rumah, jangan lupa memakai double masker, jaga jarak dan mencuci tangan.

“Semoga Pandemi ini segera dapat kita lewati bersama tentunya harus bersama-bersama warga masyarakat Kota Bogor khususnya dan Pemkot Bogor,” pungkasnya. Adv

Tirta Pakuan Bayar Zakat Perusahaan Rp 1 Miliar melalui BAZNAS

0

Bogordaily.net – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menyalurkan Zakat Perusahaan Tahun Buku 2020, melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor sebesar Rp 1.027.417.700, Sabtu 17 Juli 2021.

Dana tersebut diserahkan dalam dua termin, Bulan Juli sebesar Rp 513.708.850 dan rencananya Agustus dengan nilai sama.

Penyerahan termin pertama dilaksanakan di ruang rapat utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Jumat 16 Juli 2021, oleh Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan kepada Ketua BAZNAS Kota Bogor K.H Chotib Malik.

Rino Indira mengatakan, Perumda Tirta Pakuan pada 2020 mencatatkan Laba Bersih sebesar Rp 41.096.707.908,74, sehingga sesuai ketentuan 2,5% -nya sebesar Rp 1.027.417.700 menjadi Zakat Perusahaan.

“Alhamdulillah pada tahun ini Tirta Pakuan kembali menunaikan Zakat Perusahaan yang disalurkan melalui BAZNAS Kota Bogor, sebagai kewajiban muslim kepada mustahik. Zakat ini pada hakekatnya berasal dari umat dan dikembalikan lagi kepada umat,” ujar Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan.

Rino berharap Baznas bisa mengelola dana zakat ini secara professional, dengan menitikberatkan penyalurannya pada penanganan Covid-19.

Tidak hanya diimplementasikan pada program yang selama ini berjalan, seperti pengelolaan Klinik Dhuafa yang beroperasi di area kantor Perumda Tirta Pakuan.

“Jadi implementasinya bukan hanya berbentuk charity, tapi capacity building, yaitu dalam bentuk membangun masyarakat yang terdampak Covid-19. Kedua, Baznas Kota Bogor bisa membantu memperbaiki fasilitas-fasilitas masjid dan mushola. Ketiga, bantuan kepada pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Hendra Setiawan mengucapkan terima kasih kepada Direksi Tirta Pakuan yang telah menunaikan Zakat Perusahaan.

“Mudah-mudahan zakat perusahaan ini bisa membawa keberkahan kepada perusahaan dalam melayani kebutuhan air bersih kepada masyarakat Kota Bogor,” ujar Manager Satuan Pengawasan Intern Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

Kemudian Ketua BAZNAS Kota Bogor K.H Chotib Malik juga menyampaikan, terima kasih dan apresiasi kepada Perumda Tirta Pakuan yang secara rutin menyalurkan Zakat Perusahannnya melalui BAZNAS Kota Bogor.

“Kami memahami apa yang diharapkan Perumda Tirta Pakuan dalam pengelolaan Zakat Perusahaan ini. Insya Allah kami kelola dengan baik untuk kepentingan penanganan Covid-19 di Kota Bogor,” pungkasnya.

Dalam penyerahan ini turut hadir Direktur Umum Perumda Tirta Pakuan Rivelino Rizky dan Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Bogor Rusli Saimun. Kegiatan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Adv

Rayakan Idul Adha bersama Keluarga di Grand Savero Hotel

0

Bogordaily.net – Bagi kamu yang punya rencana rayakan Idul Adha bareng keluarga, di Grand Savero Hotel sudah menyiapkan promo Idul Adha Package.

Marketing Communication (Marcomm) Grand Savero Bogor Jovi, mengatakan bahwa promo ini bisa dipesan hanya 4 hari.

“Idul Adha Package bisa dipesan dari tanggal 17 sampai 20 Juli 2021. Jadi cuma 4 hari aja,” ucapnya.

Khusus promo ini, para tamu sudah bisa mendapatkan gratis 2 box Adha Bento, yang bisa dipilih sesuai dengan selera masing-masing.

“Jadi nanti tamu yang menginap dapat free Adha Bento, dan ada 4 pilihan yang pastinya bisa disesuaikan dengan kesukaan atau favorite tamu,” paparnya.

Bento pertama ada sate ayam yang terdiri dari lontong, beberapa tusuk sate ayam, acar dan juga sambal.

Di grand
Adha Bento di Grand Savero Hotel. (Istimewa/Bogordaily.net)

Lalu bento kedua ada gulai, beserta nasi, sambal juga acar, kemudian bento ketiga ada tongseng daging, dengan lontong, acar juga sambal.

Yang terakhir ada bento tengkleng, nasi, sambal, juga acar. Keempat menu bento tersebut bisa dipilih secara gratis, sesuai selera tamu.

“Dengan promo ini, tamu hanya membayar Rp 858 ribu rupiah, satu kamar superior, sarapan pagi untuk dua orang,” jelas Jovi.

Walau keadaan sedang pandemi, tamu jangan khawatir karena Grand Severo Hotel sudah memiliki sertifikat CHSE dari pemerintah, yang dijamin aman dan menjaga protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Yuk booking sekarang! Untuk reservasi hubungi lewat WhatsApp di 0878-9778-8543, atau +62-251 835-8888. Adv

Ini Wajah Pelaku yang Ditarik-tarik dan Ditabrak Polisi Saat Penyekatan

0

BOGORDAILY- Video polisi ditarik-tarik dan ditabrak pengendara Pajero viral di media sosial. Kendaraan Pajero memaksa masuk ke jalur yang ditutup petugas lalu lintas.

Video diunggah oleh akun Instagram @cetull.22, Sabtu (17/7) siang. “Seorang pengendara Pajero nekat menerobos palang jalan yang ditutup petugas…,” tulis cetull.22.

Dalam unggahannya itu ada dua potongan video pendek. Dalam video tersebut terlihat mobil Pajero sedang berhenti di depan palang penutup jalan. Ada pria berkaos kuning dan berambut cepak sudah berdiri di depan pajero.

Ia sedang memberikan aba-aba ke pengendara Pajero agar mobilnya masuk menerabas palang penutup jalan yang ia sudah geser.

“Ayo maju, gua bilang maju, maju,” teriak pria ini langsung kembali ke mobilnya dan naik di bangku depan di samping sopir.

Namun, setelah ia naik, polisi mencoba menghalang mobil ini maju dengan berdiri di depan Pajero agar mobilnya mundur. Tapi, pria berkaos kuning turun lagi dari mobilnya dan menggeser dan menjatuhkan palang penutup jalan.

Aksi ini dihalangi oleh polisi. Polisi lalu berinisiatif berdiri depan Pajero. Lagi-lagi, pria berkaos kuning ini menarik perut polisi agar menjauhi dari Pajero.

Namun, polisi kembali berdiri di depan Pajero. Tiba-tiba perutnya ditabrak oleh Pajero. Tidak terlalu kencang, tapi cukup membuat badan nyesek.

Aksi ini belum diketahui pasti tempatnya berada di mana. Apakah sedang razia PPKM di tengah malam atau kegiatan lainnya. “Ditutup Ini,” terdengar suara dalam video tersebut. “Gak adil, gak adil,” jawab suara pria lainnya. (viva)

Ini Alasan Kenapa Pengendara Ojol di Jakarta Bisa Bernafas Lega

0

Bogordaily.net – Para pengendara ojek onle sepertinya bisa bernafas lega, setelah pada 17 Juli 2021, pukul 15.42 WIB Polri membolehkan mereka melintasi titik penyekatan tanpa harus menunjukkan STRP.

Dari akun twitter TMC Polda Metro Jaya, para pengendara Ojol bisa melewati penyekatan tanpa harus menunjukan STRP. Berbeda dengan pengendara umum lainnya, para pengemudi Ojol dilewati jalar khusu untuk melintas.

Sejumlah akun melontarkan komentarnya akun @gilangwage Biasanya di cek aplikasi bener ada orderan apa ga, kaya kita masuk plaza indonesia di cek app ojol, bener dapet order disini atau ga, cetusnya.

Ada juga akun yang melontarkan candaan seperti akun milik @gilangwage kalau ada yang pinjem jaket sama helm ojol gimana hehe…..

Gitu donk pak……!!! toreh akun @onediatwa

Kelonggaran yang diberikan kepada pengendara Ojol, membuat mereka sedikit bernafas lega saat mencari nafkah.***

 

Wow..Karta Putri Ungkap Keinginan Ibunya Meninggal karena Covid-19

0

Bogordaily.net – Artis Kartika Putri harus merelakan kepergian sang ibunda, Masayu Puspita Diana Putri, yang meninggal dunia 10 Juli lalu. Ibunda Kartika mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit Covid-19.

Kendati demikian, Kartika mengaku bersyukur masih bisa mendampingi sang ibunda di momen terakhir hidupnya. Ya, melalui sambungan video, dia dan keluarga dipersilakan melihat momen terakhir sang ibunda.

“Sebelum berpulang, kami sekeluarga diberi kesempatan bisa membimbing ibu kami, melihat ibu kami dengan prosesnya,” tutur Kartika Putri, dalam program Brownis yang tayang baru-baru ini.

Tak cuma itu, Kartika juga diberikan dokumentasi terakhir sang ibunda. Kartika mengaku amat bersyukur tak ketinggalan momen tersebut meski hanya melalui sambungan video.

“Semuanya luar biasa kita masih bisa lihat walaupun gak berjumpa dan juga kami dikirimkan foto almarhumah kami sangat bersyukur sekali terima kasih,” ujar Kartika.

Sebelum meninggal dunia, sikap dan perkataan ibunda juga seolah menunjukkan pertanda. Istri dari Habib Usman itu baru menyadarinya belakangan ini.

“Selalu ngirim video yang menyejukkan. Almarhumah selalu minta maaf, ‘Maaf, ya, nak, kalau mama punya salah’, mendoakan aku, Habib, cucu-cucunya, indah banget kenangan yang mama berikan,” ujar Kartika.

“Mama bahkan juga sudah banyak berikan tanda. Mama juga sering ngobrol sama anak mantunya beliau bilang ‘Mama mau meninggal karena covid soalnya syahid, masuk surga tanpa hisab, enak banget’, anak mantunya, bilang ‘mama apaan sih’,” tambahnya.***

PPKM Darurat Dinilai Menyulitkan Masyarakat Kecil. Ini Penjelasannya…

Bogordaily.net – Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat dinilai menyulitkan masyarakat kecil. PPKM Darurat membatasi gerak masyarakat, tetapi di sisi lain, tanggungan hidup masyarakat tak sepenuhnya dicukupi pemerintah.

Sebagian besar masyarakat yang bergantung pada sektor informal, menjerit akibat kesulitan bekerja dan mencari sumber penghidupan. Kini, ada lagi rencana PPKM Darurat Jawa-Bali akan diperpanjang hingga akhir Juli 2021 Apa yang harus dibenahi pemerintah agar kebijakan PPKM Darurat dalam mengendalikan pandemi ini tak menyulitkan warga kecil?

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebut ada beberapa hal yang harus dibenahi, khususnya dalam pengadaan bantuan sosial.

Pertama adalah pembaruan data penerima bansos juga program yang digagas. “Beberapa program bansos masih gunakan data lama dan programnya cenderung repetisi atau pengulangan dari program sebelum masa pandemi,” kata Bhima saat dihubungi Sabtu 17 Juli 2021.

Kedua, adalah memperluas jangkauan bantuan sosial. Bhima menyebut, jumlah penerima bansos yang ada saat ini masih jauh dari jumlah penduduk rentan miskin yang ada di Indonesia, yakni sebanyak 115 juta orang.

“Kapasitas bansos masih terbatas kepada 18,8 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) program sembako dan 10 juta bansos tunai. Jadi kecil sekali kapasitas bansos, padahal banyak kelompok rentan miskin yang jatuh di bawah garis kemiskinan karena Covid-19,” ujar dia.

Yang ketiga adalah waktu penyaluran bansos yang masih terlampau lama, sehingga baru dapat dinikmati penerima di waktu yang terlambat. “Evaluasi perlu dilakukan soal mekanisme penyaluran bansos yang terbilang lama. PPKM Darurat diumumkan tapi bansos tunainya belum disalurkan. Ini berdampak pada PPKM yang kurang efektif, karena masyarakat terpaksa mencari penghasilan di luar rumah,” jelas dia.

Permasalahan ini membuat pembatasan sosial yang digagas dan direncanakan dengan sedemikian rupa mustahil berjalan efektif.

“Misalnya anggaran infrastruktur Rp.417 triliun, sebaiknya sebagian ditunda dulu dan dialihkan ke penanganan pandemi serta perlindungan sosial,” tuturnya.

Cara lain, menurutnya pemerintah juga bisa mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang-Undang revisi UU Ketentuam Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) untuk menambah bracket PPh orang kaya di atas Rp5 miliar dengan tarif sebesar 40-45 persen. Pemerintah juga bisa menegosiasi ulang pembayaran bunga utang pada kreditur hingga 2023.

“Peluang lakukan negosiasi ulang kewajiban utang terbuka di tengah situasi pandemi, apalagi Indonesia turun kelas menjadi negara berpendapatan menengah ke bawah,” pungkasnya.***