Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 7181

Petugas Patroli PPKM Darurat, Tak Sengaja Pergoki ‘Mobil Bergoyang’

Bogordaily.net – Ada-ada saja yang terjadi di masa PPKM darurat. Alih-alih petugas gelar patroli penegakkan PPKM Darurat, tak sengaja malah mendapatkan mobil bergoyang.

Akhirnya ulah pasangan kekasih yang sedang dimabuk asmara bikin heboh petugas PPKM Darurat yang sedang melakukan patroli.

Pasangan kekasih yang baru menjalin hubungan asamara selama tiga minggu ini nekat melakukan hal tak senonoh di dalam mobil.

Keduanya yakni berinisial TAA (19) dan kekasihnya DP (19).

Awalnya, petugas gabungan tengah melakukan patroli PPKM Darurat dan menggelar razia di sejumlah lokasi.

Namun, mata para petugas langsung terperangah ketika melihat mobil goyang terparkir di pinggir waduk.

Peristiwa ini terjadi di sekitaran Waduk Bojongsari, Indramayu, Jawa Barat.

Di lokasi itu petugas menaruh curiga setelah melihat 1 unit mobil dalam keadaan mati terparkir di pinggir Waduk Bojongsari.

Mobil tersebut diam saat petugas patroli datang, berbeda dengan kendaraan lainnya yang langsung membubarkan diri.

Ketika mobil itu didatangi, petugas langsung terperangah.

Petugas menemukan pasangan anak muda yang tengah melakukan perbuatan tak senonoh di dalam mobil.

Petugas lebih kaget ketika mengintip dari jendela.

Sebab, keduanya tengah berusaha mengenakan celana ketika didatangi petugas.

Polisi sudah melakukan pemeriksaan dan memanggil kedua orang tua pasangan remaja tersebut.

Keluarga TAA (19) dan DP (19) sepakat akan menikahkan keduanya.

Tak hanya itu, pasangan ini juga menyampaikan permohonan maaf melalui video.

“DP dan TAA beserta keluarga juga sudah membuat video permohonan maaf atas perbuatan asusila yang dilakukan di tempat umum dalam masa PPKM Darurat,” ujarnya.

Mereka diketahui berasal dari Kecamatan Indramayu.Keduanya tak bisa mengelak saat tepergok oleh petugas yang sedang melakukan razia PPKM Darurat.

TAA dan kekasihnya, DP kepergok melakukan tindakan asusila di pinggir Waduk Bojongsari, Kelurahan Bojongsari, Kabupaten Indramayu, Sabtu 10 Juli 2021 malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Keduanya pun langsung dibawa ke Mapolres Indramayu. Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kasat Reskrim AKP Luthfi Olot Gigantara, mengatakan dari hasil wawancara yang dilakukan polisi, keduanya diketahui baru menjalin hubungan pada 19 Juni 2021.

Pada 10 Juli 2021, keduanya akhirnya keluar untuk jalan-jalan malam mingguan.***

 

 

Akhirnya, BPOM Izinkan Ivermectin Jadi Obat Covid-19

Bogordaily.net – Obat cacing Ivermectin kini disetujui sebagai obat Covid-19 dalam keadaan darurat.

Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) mengizinkan itu sesuai Surat Edaran No PW.01.10.3.34.07.21.07 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Distribusi Obat dengan Persetujuan Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization).

Kementerian BUMN berharap masuknya Ivermectin sebagai salah satu obat yang mendapatkan izin penggunaan darurat atau EUA sebagai obat terapi Covid dapat menjadi terobosan baru.

Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan bahwa Kementerian BUMN selalu sepakat proses harus dilalui termasuk untuk obat terapi ini.

Di samping itu, Menteri BUMN Erick Thohir sempat mengirimkan surat untuk meminta EUA dari BPOM secara resmi.

Dan setelah itu juga bersama-sama dengan BPOM, Menteri BUMN mengajukan juga EUA ini untuk Ivermectin.

“Jadi sekarang setelah keluar hasilnya, semoga ini bisa memberikan terobosan-terobosan baru untuk pengobatan terapi Covid-19,” ujar Arya Sinulingga dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 14 Juli 2021.

Menurut Arya, hal tersebut bisa membantu untuk memicu penurunan COVID-19 di Indonesia yang sekarang sedang terjadi.

Dan satu hal ialah obat ini adalah obat yang murah, apalagi yang generik di mana harganya sekitar Rp 7.885 per tablet semoga obat ini bisa diakses oleh masyarakat secara luas juga namun tetap dengan syarat adanya resep dokter atau pengawasan dokter.

“Ini adalah sebuah terobosan baru yang cepat dalam kondisi serta situasi jumlah penderita COVID-19 yang meningkat akhir-akhir ini,” katanya.***

 

 

 

 

Tolak Perpanjangan PPKM Darurat, Didi Riyadi Tulis Surat Terbuka untuk Jokowi

Bogordaily.net – Penolakan perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat tidak hanya datang dari masyarakat biasa, kalangan artis juga menyuarakan hal yang sama.

Seperti yang disuarakan oleh artis Rahmat Riyadi atau Didi Riyadi.

Melalui laman Instagramnya, Didi Riyadi menuliskan Surat Terbuka untuk Presiden Joko Widodo.

Ada tiga lembar Surat Terbuka yang dibuat oleh Didi Riyadi untuk Jokowi.

“Kepada yg terhormat : Bapak Presiden RI Ir. Joko Widodo. Perkenankan saya menyampaikan Surat Terbuka pertama saya,” tulis Didi Riyadi melalui keterangannya, dikutip Bogordaily.net, Kamis 15 Juli 2021.

“Mohon maaf atas segala kekurangan nya. Hidup NKRI,” imbuhnya.

Berdasarkan risetnya dari tiga aspek, yakni pemberitaan berbagai media, media sosial, dan interaksi dengan masyarakat, Didi Riyadi menolak soal wacana perpanjangan PPKM Darurat dengan beberapa alasan.

Menurut Didi Riyadi, imbas yang dirasakan masyarakat karena PPKM Darurat begitu besar.

Selain itu, Didi Riyadi menilai PPKM Darurat terbukti tidak mampu meredam penyebaran Covid-19.

Hal itu terlihat dari beberapa poin yang ia tuliskan dalam surat terbuka miliknya.

Tak hanya menolak, Didi Riyadi juga menawarkan solusi agar PPKM dapat lebih ramah dan berpihak kepada masyarakat.

Pemerintah juga diharapkan mengevaluasi strategi kebijakan PPKM Darurat agar tidak memiliki banyak aturan, melainkan adanya solusi terutama soal ekonomi.

“Sosialisasi dan edukasi semasif-masifnya tentang penanganan bagi yang terpapar Covid-19 dan pola hidup sehat untuk melawan Covid-19,” tulis Didi Riyadi dalam salah satu poin.

“Mendorong pemerintah bukan hanya mengidentifikai mereka yang terpapar Covid-19 tetapi juga mengidentifikasi mereka yang terdampak pandemi Covid-19 secara ekonomi dengan alat ukur yang tepat,” lanjut isi point lainnya.

Selain menandai akun Instagram Presiden Joko Widodo, pemeran sinetron Kawin Gantung itu menandai sederet akun medsos para menteri.

Seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Terakhir, Didi Riyadi menandai akun Pengamat politik Gun Gun Heryanto.***

 

 

 

 

1 Hari bersama Pangalangok Jilah

0

Bogordaily.net – Dalam tour Budaya Pangalangok Jilah (JP) di Kalimantan Utara, Sabtu 3 Juli 2021, Plt Camat Lumbis Pansiangan mendapat undangan, hadir meng-wakili Muspika Lumbis Raya, sebutan singkat Kecamatan Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu.

Plt Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis S.Sos, hadir bersama Danramil dan Kapolsek di Balai Adat Dayak Tahol Desa Libang berserta Kepala Adat Dayak Tahol, Kepala Adat Dayak Agabag Lumbis Ogong, Kepala Adat Dayak Agabag Sembakung, Wakil Kepala Adat Dayak Agabag Lumbis Pansiangan dan Kepala Persekutuan Dayak Okolod.

Di sana dirinya menyaksikan bagaimana semangatnya anak-anak muda yang tergabung dengan Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pasukan Merah Dayak.

Dalam sambutannya, kesan Lumbis Pansiangan pertama terhadap Pangalangok Jilah adalah orangnya hambel.

“Mudah senyum, responsif kalau diajak bicara, selalu menghormati lawan bicara, smart dan memiliki intelektualitas yang tinggi,” kata Lumbis, menukil dari laman faceboknya.

Lumbis mengatakan, PJ masuk dalam buku 101 tokoh Dayak yang berpengaruh dan mengukir sejarah jilid 4 karya saudara Masri Sareb Putra.

“Biasanya beberapa pemimpin organisasi, apalagi organisasi yang besar pasti memiliki “arogansi” tetapi itu hampir tak kelihatan didalam diri PJ,” ucap Lumbis.

Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng yang dipimpin PJ, saat ini menurut data di Kalimantan Barat kurang lebih 86.000 orang, di Kalimantan Tengah kurang lebih 28.000 orang dan di Kalimantan Utara.

“Keberadaan Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng baru 5 bulan sudah memiliki jumlah kurang lebih 1600 orang, jika pada posisi begit, apalagi ia sangat dihormati oleh pengikutnya pasti lebih sombong dan congkak,” jelasnya.

“Tetapi, ketika dihadapannya dan diskusi kita akan enjoy tak pernah terpikirkan teman diskusi kita adalah sesorang “sang fenomenal” Dayak saat ini yang memiliki pasukan lebih dari 100 ribu orang,” tambah Lumbis.

Ketika mendengarkan ia pidato, dirinya menegaskan, bahwa anggotanya dilarang menggunakan Narkoba, Miras, serta bersikap tidak sopan terhadap orang lain.

“Karena Dayak itu beradat kita mengajarkan kebaikan dan kemurnian hati. Di dalam diri setiap anggota Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng, harus ditanamkan kebersihan diri. Roh jahat tidak boleh menguasai diri kita,” paparnya.

Tetapi, roh kebaikan yang harus bersemayam didiri manusia, hormati sesama, orang mati orang tua apalagi para tetua adat dan bagi yang melanggar akan dikeluarkan dari organiasi.

“Sontak saya berpikir bahwa apa yang saya kerjakan untuk Dayak selama ini tidak apa-apanya apa yang dilakukan Pangalangok Jilah ,” ucap Lumbis.

Plt Camat Lumbis Pansiangan menyebut, PJ menyadarkan lebih 100 ribu anak muda Dayak untuk menjauh dari Narkoba itu bukan soal mudah.

“Maaf ada beberapa pemuda yang saya tahu dulunya pengguna narkoba tetapi saat bergabung dengan Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng mereka sudah melepaskan hal tersebut,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Lumbis pun setuju denganapa yang diucapkan PJ, bahwa generasi Dayak harus pintar bagaimana mau pintar kalau generasi Dayak menjadi budak Narkoba dan Miras?

“bagaimana mau pintar kalau bagian yang kuliah uang kiriman orang tua dihabiskan nongkrong di kafe,” cetus Lumbis.

Padahal orang tua kalian di kampung mandi keringat tombak sawit, menjadi kuli agar mendapatkan uang untuk dikirim kepada kalian.

“Ingat saudara-saudara ku sekalian di Kalimantan Utara, tuhan tidak akan menciptakan tanah lagi di dunia ini walaupun se-jengkal pun. Maka jangan jual tanah kita, tanah tak tuhan jual kepada kita kenapa pula kita manusia menjualnya?,” jelas Lumbis mengutip PJ.

Disampaikan Lumbis, Pj berpesan, tanah diberikan tuhan untuk manusia dikelola bukan untuk di jual. Orang jual bakso, jual mie ayam ditempat dimana orang beli tanah saudara.

“Kita jual tanah untuk beli bakso dan mie ayam. Kalau hal ini tak kita hentikan generasi kita kedepannya tak memiliki apa-apa dan akan menjadi budak di tanah sendiri,” tegasnya.

Dayak harus bersatu, tak boleh ada skat dan ekskulsifisme oleh sub suku tertentu. Tak boleh terskat oleh sub-sub dayak, karena itu ciptaan penjajah agar dayak lemah dan mudah diadu domba.

Setelah usai acara Plt Lumbis Pansiangan menawari beliau jika berkenan untuk makan malam dirumah.

“Dirinya sepontan menjawab, Oky pak!,..saya berpikir ia tamu datang dari jauh apalagi seorang tokoh Dayak yang memiliki pengikut lebih dari 100.000 orang datang dengan tujuan baik untuk menyatukan Dayak tanpa skat dan ekskulsifime,” ujarnya.

Membuat anak-naak muda sadar dan tak menggunakan narkoba, sebagai orang Dayak yang memiliki adat dan budaya leluhur yang diwariskan untuk menghormati tamu.

“Apalagi tamu dari jauh wajib bagi kita untuk menjamunya apalagi dalam kacamata pemerintah setiap organiasi yang resmi wajib untuk kita suport dan terutama kenal dengan para pemimpinnya karena jika dibutuhkan kerjasama pemerintah mudah untuk melakukan komunikasi kepada mereka,” jelasnya.

Dalam akun resmi Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng, mereka juga rupanya sering melakukan bantuan sosial kepada orang-orang yang mendapat musibah seperti kebakaran, musibah banjir termasuk dimasa pendimi Covid-19.

Saat ini Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng sudah beberapa kali memberikan Bantuan Sosial dibeberapa tempat. Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng bukan tidak mampu membuat acara di hotel-hotel tetapi lebih baik di hutan.

“Agar kita dapat merasakan para leluhur kita berjuang menjaga hutan, dapat merasakan bagaiama leluhur kita bertahan hidup, bergotong royong agar bisa makan,” paparnya.

Menurut Lumbis, Pangalangok Jilah dan Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng adalah fenomena baru dalam organisasi Dayak, Pangalangok Jilah dan Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng merupakan anti tesis banyaknya organisasi Dayak.

Tingginya gerbarakan jiwa-jiwa anak muda dibawah Pangalangok Jilah adalah satu “signal” yang dapat di baca sebagai bentuk “nasehat” atas retorika kepemimpinan beberapa pemimpin.

Ketika PJ membuat kata-kata punjangga atau kata-kata bijak, ia jelas objek dan pengikutnya dia ajarkan kepada Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng untuk ia tegakkan dalam organisasinya.

“Saya sempat bertanya tentang pandangan PJ terhadap politik, ia menjelaskan, tidak ke politik, sudah ada orang Dayak yang berbakat dalam bagian itu, saya fokus saja untuk menguatkan adat dan mencoba untuk menyatukan Dayak, membantu pemerintah untuk membawah anak-anak muda agar tidak Narkoba dan memahami Pancasila,” katanya.

Ada banyak alasan kenapa PJ menjadi “trendsetter” anak muda Dayak saat ini tetapi saya hanya mempuh melihatnya dari beberapa sudut saja.

PJ Konsisten apa yang dia katakan dengan apa yang dilakukan, ia mengajarkan anak-anak muda Dayak untuk pintar tidak narkoba dan miras (jangan lihat mereka tidak pakai baju hanya bercawat dan pakai ikat kepala merah dan pakai mandau, tetapi coba dalami mereka.

“Saya yakin kita akan malu dengan diri kita sendiri, kita tidak ada apa-apanya,” ucapnya.

Ia mengajarkan orang rajin berdoa, harus rajin ke gereja bagi yang Katolik dan protestan ngomong-ngomong itu salah satu syarat masuk anggota.

Bagaimana PJ memberikan nasehat agar baik terhadap orang, menghormati orang tua dan para tetua adat.

“Siapa yang peduli dan menghormati mereka kalau bukan kita yang muda saat ini, siapa yang mewarisi adat-adat itu kalau bukan kita saat ini,” katanya.

Disaat banyak tokoh Dayak yang bungkam terhadap kasus penghinaan bernuansa SARA oleh Lutfi Holy ia tampil dengan memberikan ultimatum Lufi Holy.

Agar minta maaf dan dihukum adat yang membuat Polda Kalbar Koordinasi dengan Polda Jawa Timur untuk menangkap Lufi Holy bahkan pada saat Sidang adat yang dilakukan secara online beberapa tokoh Jawa Timur di Kalbar meminta maaf atas kelakuan Lutfi Holi.

“Pembela kaum peladang, memang setahu saya banyak juga tokoh Dayak yang menyuarakan soal Budaya berladang ini tetapi pada tataran seminar dan lokakarya saja sedikit pemerintah daerah yang menganggapnya sebagai budaya,” terangnya.

Tetapi dalam kacamata hukum negara hal tersebut belum diatur sehingga banyak masyarakat adat ditangkap karena membakar ladang, PJ dengan Pasukan Merahnya dan ormas lain turun “memerahkan kota” menantang hal tersebut (cari linknya di YouTube)

Konsisten membelah masyarakat adat yang dikriminaliasi, sebulum ada keputusan pengadilan yang menyatakan masyarakat adat bersalah wajib bagi Dayak membelahnya.

“Jangan baru tersangkah saya sudah takut mebelahnya apalagi percaya dengan propaganda perusahan yang menyatakan masyarakat adat bersalah lalu kita malu membela, banyak yang mengatakan kalau salah ngapain dibelah nanti malu,” katanya.

Tetapi bagi PJ merupakan kewajiban membelah maruah Dayak. Karena dia yakin orang Dayak tidak mencuri, orang Dayak tidak mengambil hak orang apalagi merusak hutan. Justru sebaliknya, ia yakin ketika diperlakukan adil orang Dayak tidak akan berbuat yang melanggar adat.

“Ambil saja contoh Kasus Kinipan (Efendi Buhing) yang mereka lawan itu seorang pengusaha kelas kakap, bahkan Efendi Buhing pernah berkata orang Dayak mungkin banyak yang tahan parang, tahan peluru tetapi tidak ada yang tahan uang tetapi PJ mampuh tak tergoda dengan hal itu, banyak diantara kita so hebat so bijak tetapi lihat uang yang biru dan merah mata langsung berkedep-kedep, dan ratusan lagi kasus masyarakat adat yang mereka belah tentunya bersama ormas lainnya,” ungkapnya.

Setelah itu, PJ menesehati anggotanya untuk tidak Narkoba, tidak miras tidak dugem, hidup sederhana, tidak patentang-patenteng. Memangnya ada juga orang yang “ngaku ada kelebihan” tetapi harus bayar, sukanya ngajak oengikutnya ke kafe-kafe dan mesan perempuan duduk dikiri dan kanannya.

Salah satu tokoh Dayak yang akan dimuat di dalam buku 101 tokoh Dayak yang berpengaruh dan mengukir sejarah jilid IV,

“Lalu pertanyaannya kita sudah buat apa untuk Dayak? maka mari kita terus saling menguatkan dan bahu-membahu untuk menyongsong generasi Dayak yang lebih baik,” katanya.

“Tulisan ini saya baru tulis sekarang karena sudah 13 hari sejak acara dan seluruh peserta dan undangsn sehat,” pungkasnya.

Acara mematuhi protokol kesehatan, seluruh anggota pasukan mereka menggunakan swab antigen yang diwajibkan PJ dan tamu undangan menggunakan masker dan panitia menyediakan sanitizer dan tempat cuci tangan.***

Begini Kesaksian Sejumlah Aktifis Terhadap Rizal Ramli

0

Bogordaily.net – Saya Alhilal Hamdi, adalah teman sekamar di sel bareng Bung Rizal Ramli 423 di POMDAM CPM Jl Jawa Bandung. Kebersamaan dalam sel tahanan, berlanjut ke Lapas Sukamiskin. Ngak pernah menyaksikan Rizal Ramli nangis meraung-raung, nyium kaki penyidik dan sebagainya.

Kami ketawa-ketawa, bermusik, nyanyi-nyanyi, baca buku, olahraga bareng NAPI Politik & Kriminal.

Saat itu, beberapa ibu Persatuan Orangtua Mahasiswa (POM), dipimpin almarhumah ibu Surono & ibu Achmad Noe’man lah yang urus berbagai keperluan dibantu mahasiswa/mahasiswi yunior.

Gak pernah kenal atau ketemu ibu Azis Saleh.
Gak tahu kalau aktivis lain.

Rizal Ramli prestasi akademisnya bagus, seperti juga aktivis lain dan kemudian nerusin ke luar negeri, bidang ekonomi yang memang diminatinya.

Saat itupun, hubungan dengan Rektor-rektor ITB sangat baik

Testimony dari IR. Abdulrachim Kresno, EL ITB 1972:

Rizal Ramli saya kenal sekali sejak sama-sama menjadi Wakil Ketua Dewan Mahasiswa ITB 1975/1976. Orangnya keras sangat memegang prinsip yang diyakininya, tidak pernah menyerah kepada keadaan yang sesulit apapun, kepada siapapun.

Sejak saat itu kami tetap berteman dan sangat sering berkegiatan bersama bahkan dari hari kehari. Jadi saya sangat mengenal betul karakter beliau karena sudah kenal selama lebih dari 45 tahun. Bohong sekali kalau ada tulisan yang mengaku dari Johny Saleh yang mengatakan bahwa Rizal Ramli meraung-raung minta maaf pada waktu ditangkap, ditahan dan diadili dalam rangka aktivitasnya di Gerakan Mahasiswa 1978.

Saya yang bersama-sama dengan Rizal Ramli, Irzadi Mirwan (alm) dan Yoseph Manurung (alm) diadili di Pengadilan Negeri Bandung dalam kaitannya sama-sama menulis Buku Putih Perjuangan Mahasiswa 1978 bahkan tidak pernah mengajukan naik banding atas vonis 1,5 tahun karena ketidak percayaan kami terhadap Sistim Peradilan Orde Baru.***

Satu lagi disebutkan dalam tulisan itu ada peranan ibu Azis Saleh dalam membantu mahasiswa saat itu adalah bohong besar. Yang sering membantu para aktivis mahasiswa yang diadili saat itu adalah pengurus IOM ITB ibu Soerono (alm) dan ibu Noe’man (alm). Kalau melihat masivnya penyebaran tulisan yg katanya dibuat oleh Johny Saleh itu, masuk ke setiap WAG (Whatsaap Group) angkatan di alumni ITB maka bisa dipastikan ini perbuatan buzzer berbayar.

Parah! Oknum Satpol PP Gowa Pukul Ibu Hamil Saat Razia PPKM

0

Bogordaily.net – Viralnya video aksi seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gowa yang memukul pasangan suami dan istri yang sedang hamil, dari pemilik warkop viral di media sosial oleh akun bernama Ivan van Houten di Facebook pada Rabu 14 Juli 2021.

Dalam postingannya, pemilik akun telah mengunggah sebuah video aksi pemukulan saat razia, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di warkop miliknya di Panciro, Kabupate Gowa.

Dirinya juga menuliskan bahwa istrinya bernama Riyana, ditampar seorang anggota Satpol PP Gowa.

“Bantu share semua Aksi Anarkis Satpol PP saat razia PPKM. Padahal kami ikuti aturan pemerintah tutup jam 7 (malam), sampai menampar saya dan istri saya di Warkop Ivan Riyana, Panciro, Kabupaten Gowa,” tulisnya.

Dalam video terlihat nama anggota Satpol PP Gowa, Dhani H masuk ke Warkop Ivan Riyani mempertanyakan izin usaha. Anggota Satpol PP tersebut mengaku mempunyai kewenangan untuk menanyakan izin usaha.

Tidak hanya itu, oknum tersebut juga mempermasalahkan baju yang dikenakan oleh Riyana. Dan tidak mempercayai dirinya asli orang Gowa.

“Mana izinmu. Saya punya kewenangan. Tadi ko bilang saya tidak punya kewenangan, saya Satpol. Mana izinmu, saya tutup ini kalau tidak ada izinmu,” ujar dalam video tersebut.

Sempat adu mulut, anggota Satpol PP tersebut menampar pemilik warkop karena membentak istrinya yang sedang hamil.

Melihat suaminya ditampar, sang istri tak terima lalu teriak dan melempar anggota Satpol PP tersebut dengan kursi.

Terkena lemparan kursi, anggota Satpol PP tersebut juga balik menampar wajah ibu hamil tersebut.

“Lihat pak dia memukul istri saya. Saya laporkan,” tuturnya.

Kejadian tersebut dilerai sejumlah anggota Satpol PP lainnya dan juga anggota polisi.

Kepala Satpol PP Gowa, Alimuddin Tiro mengaku belum mengetahui kronologi kejadian pastinya. Pasalnya, dirinya baru mendapatkan telepon terkait kejadian video viral tersebut.

Dari informasi yang didapatkan, ibu hamil bernama Riyana sedang dirawat karena terjadi pecah ketuban.***

540 Ribu Warga Kabupaten Bogor Sudah Divaksin

Bogordaily.net – Kejaksaan Negeri dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten hari ini memvaksinasi 3.000 jiwa, dengan itu total 540.000 jiwa masyarakat Bumi Tegar Beriman telah divaksinasi Covid-19 oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor.

“Hari ini, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor memvaksin 2.000 jiwa sedangkan Kadin memvaksin 1.000 jiwa. Total sudah 540.000 jiwa masyarakat yang sudah kami vaksinasi Covid-19,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Kamis, 15 Juli 2021.

Wanita yang dilantik sebagai Bupati Bogor pada akhir Bulan Desember Tahun 2020 lalu ini berharap, hingga akhir Bulan Agustus mendatang target 1,2 juta jiwa masyarakat tervaksinasi Covid-19.

“Kalau vaksin Covid-19 tersedia dari pemerintah pusat atau Kementerian Kesehatan, kami optimis target 1,2 jiwa masyarakat tevaksin akan tercapai di akhir Bulan Agustus. Minggu kemarin, kami sudah melakukan percepatan dengan menyebar vaksin Covid 19 ke 40 kecamatan dan itu sudah mereka laksanakan,” sambungnya.

Belum baiknya protokol kesehatan (Prokes) Covid 19 saat pihak kantor kecamatan melakukan vaksinasi Covid-19 secara massal, akan menjadi pembelajaran pada vaksinasi Covid 19 massal di tahap kedua.

“Kami akan melakukan evaluasi, pihak kantor kecamatan yang belum baik Prokesnya maka di tahap kedua nanti akan diperbaiki. Mereka harus mengatur waktu vaksin warganya hingga tidak terjadi kerumunan,” tutur Ade.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Munaji menjelaskan vaksinasi Covid-19 secara massal di Stadion Pakansari ini dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kejaksaan ke 61 Tahun.

“Selain memvaksin Covid-19 2.000 jiwa masyarakat, kami juga melakukan bakti sosial berupa memberikan bantuan kepada masyarakat atau pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri,” jelas Munaji.

Ketua Kadin Kabupaten Bogor Shinta Dec Checawaty mengatakan sasaran masyarakat yang divaksin Covid-19 pada hari ini selain masyarakat umum, juga ada karang taruna dan para pengusaha dan karyawan usaha kecil menengah (UKM).

“Hari ini dan dua pekan kemudian kami pengurus Kadin meliburkan diri untuk ikut dalam kepanitiaan vaksinasi Covid 19 ini, sasaran peserta vaksin ialah pengusaha dan karyawan pelaku UKM, karang taruna dan juga masyarakat umum,” kata Shinta.

Ia melanjutkan dengan divaksinnya kalangan pengusaha UKM dan karyawannya plus masyarakat, maka terjadi ketahanan kelompok hingga bisa menekan angka penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

“Tujuan Kadin ikut terlibat dalam vaksinasi Covid-19 secara massal, selain untuk membentuk ketahanan kelompok dan mencegah penyebaran wabah Covid-19, juga bagian dari upaya membangkitkan ekonomi daerah ataupun nasional,” lanjutnya.***

Pemdes Pasir Laja Bagikan Door to Doot Bantuan Kepada Warga Isoman

Bogordaily.net – Puluhan warga Desa Pasir Laja Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor yang terpapar positif Covid 19, terpaksa menjalani isolasi mandiri (isoman) karena keterbatasan ruangan di Rumah Sakit. Pihak Pemerintah Desa mencatat dari 135 warga yang positif, 28 diantaranya dirawat mandiri di rumah masing masing.

Berusaha meringankan beban kebutuhan sehari-hari warga yang isoman, petugas Pemdes pun memberikan bantuan paket sembako secara door to door. Bantuan berupa beras, telur, dan mie instans ini disebar ke 8 RW yang ada di Desa Pasir Laja.

“Ini bentuk ikhtiar kami dari Pemerintah Desa Pasir Laja supaya bisa meringankan kebutuhan warga sehari-hari, yang tengah menjalani isoman ” ujar Hendra Supriadi selaku Ketua Harian Satgas Covid Desa Pasir Laja, Kamis 14 Juli 2021.

Hendra menambahkan, bantuan ini bisa disalurkan setelah mendapat laporan dari masing masing Ketua RT/Ketua RW setempat, selanjutnya bantuan dikirim.

“Upaya kerjasama kami dari lingkungan terbawah yakni RT dan Rw, ditindaklanjuti pihak desa. Apalagi sekarang komunikasinya via wa grup jadi gercep” pungkas Hendra, dalam rilis yang diterima bogordaily.net.

Selain bantuan kepada warga isoman, pihaknya juga akan menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak akan kebijakan PPKM Darurat. Bantuan dari Bupati Bogor melalui Gercep Peduli ini nantinya akan disalurkan langsung kepada warga, yang saat ini masih menunggu tiba  di Kantor Kecamatan Sukaraja.***

Menekan Laju Penyebaran Covid-19, 753 Penghuni Lapas Paledang Divaksin

Bogordaily.net – Dukung percepatan target vaksinasi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Paledang Kelas II A, Kota Bogor menggelar vaksinasi kepada 753 warga binaan di dalam lapas, Kamis 15 Juli 2021.

Kepala Lapas Kelas II A Paledang Kota Bogor Y Waskito mengatakan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Selain mendukung percepatan target vaksinasi. Pelaksanaan vaksin terhadap penghuni lapas itu untuk menekan laju penyebaran Covid-19 terutama di lingkungan Lapas Paledang.

“Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dan kerjasama kami dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor juga dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor,” kata Waskito.

Tak hanya warga binaan, para petugas Lapas Kelas II A Paledang Kota Bogor, juga ikut menjadi sasaran vaksinasi Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor.

“Baik penghuni Lapas maupun petugas, semuanya kami vaksinasi. Hal ini bertujuan untuk menekan potensi penyebaran Covid-19 dari dalam Lapas. Sekaligus menciptakan herd immunity,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenkumham Jawa Barat, Sudjonggo yang ikut hadir menyaksikan proses vaksinasi Covid-19 itu mengaku sangat mengapresiasi langkah yang diambil jajaran Lapas Kelas II A Paledang Kota Bogor.

“Vaksinasi Covid-19 bagi warga binaan dan petugas Lapas penting untuk dilakukan. Mengingat Lapas merupakan salah satu tempat yang cukup rentan menjadi kluster penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Sudjonggo berharap, dengan adanya vaksinasi Covid-19 ini, bisa menekan potensi penyebaran Covid-19 dari dalam Lapas.

“Semoga saja dengan adanya vaksinasi Covid-19 ini, baik petugas maupun warga binaan bisa terlindungi dari Covid-19,” pungkasnya.***

Setahun Sekali, Yuk Qurban Online di Bank Syariah Indonesia

0

Bogordaily.net – Karena sebentar lagi umat muslim akan merayakan Idul Adha atau ibadah berkurban, yu persiapkan dengan matang dengan qurban online kala pandemi.

Sebagai momen untuk bersyukur sekaligus berbagi kepada saudara-saudara lainnya termasuk di masa pandemi, berkurban bisa dilakukan dengan mudah dan aman secara online di Bank Syariah Indonesia.

Berikut adalah langkah pembelian qurban dengan memakai fitur BSI Mobile, pertama buka aplikasi BSI Mobile, kedua pilih pembelian, dan ketiga pilih qurban.

Selanjutnya, pilih hewan qurban, pilih supplier, serta pilih jenis hewan qurban yang diinginkan.

Lalu, diharapkan mengisi field atas nama, juga mengisi field alamat email, masukkan PIN dan selesaikan transaksi.

Setelah selesai, atas nama akan tertera di sertifikat dan sertifikat akan dikirimkan ke alamat email selama kurang lebih max H atau +45 setelah penyaluran kurban.

Jangan khawatir qurban dikala pandemi, yu qurban online di Bank Syariah Indonesia! Dijamin aman, nyaman, praktis, dan amanah. Adv