Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 7291

Jurnalis Sejati

0

 

 

 

Oleh: Dr David Rizar Nugroho, MSi Pemred Harian PAKAR

MALAM belum terlalu larut, saya masih memainkan HP. Selain media online, market place pasti yang selaku dicek adalah chat WA. Muncul pesan di chat WA Group Editors, pukul 21.30 WIB tadi malam isinya: kabar duka Bang Petrus Barus meninggal dunia.

Saya langsung lemas. Abang ini Rabu sore masih chat saya mengucapkan Idul Fitri. Saya langsung balas: terima kasih bang, Abang sehat ya, berhenti merokok dan jogging lagi ke Yasmin. Malam hari saya ditelpon Heri, calon menantunya Bang Petrus drop lagi ada di RS EMC Sentul tapi gak dapat kamar perawatan.

Heri minta bantuan saya lobi RS EMC, saya bilang saya gak punya networking. Ya, saya kerja di Sentul City, tapi RS EMC bukan Group Sentul City. Saya bilang hubungi Gus Udin agar bisa ke RSUD Cibinong. Belakangan informasi Abang di rawat di RSUD Ciawi.

Bang Petrus baru aja keluar RS EMC. Minggu kedua Ramadhan beliau masuk ke RS EMC karena gangguan paru paru. Saya sempat besuk walau gak ketemu beliau. Ini Kalau gak salah untuk kali Kedua beliau di rawat di EMC. Setahun yang lalu sakitnya sama gangguan paru paru. Saya ketemu istri dan anaknya waktu besuk dan waktu itu semua khawatir beliau kena Covid.

Setelah di PCR ternyata negatif dan tidak diisolasi bahkan terakhir tidak lagi di ICU tapi di bangsal sampai saya dapat informasi beliau diperbolehkan pulang. Saya lega dan saya bilang ke istrinya Abang harus berhenti merokok. Karena pasca tahun lalu kena gangguan paru paru, merokoknya gak berhenti malah makin rajin.

Saya tidak menyangka setelah keluar RS EMC kondisi bang Petrus drop dan tadi malam Allah SWT memanggilnya. Saya sampai beliau di makamkan tadi tidak bisa takziah karena kondisi kesehatan saya sedang tidak baik. Maafkan saya ya bang, saya tidak mengantarkan Abang sampai ke peristirahatan terakhir di Giri Tama Tonjong.

Bang Petrus adalah jurnalis sejati. Beliau sekitar enam tahun lamanya menjadi Pemimpin Redaksi Harian PAKAR. Beliau masuk saat saya diangkat jadi Juru Bicara Bupati Bogor. Beliau berhenti dan kembali fokus di Media Online Bogor Kita sebagai pemimpin redaksi ketika saya tidak lagi jadi Juru Bicara Bupati Bogor.

Ya, saya menggantikan dan meneruskan kepemimpinan beliau di PAKAR hingga hari ini. Tentu saya sangat amat dekat dengan beliau. Kami sangat sering berkomunikasi dan berdiskusi soal apa saja. Yang pasti soal jurnalistik kontemporer dan isu – isu pembangunan di Bogor.

Soal jurnalistik, Abang adalah wartawan yg tekun. Tekun dan memegang teguh prinsip-prinsip jurnalistik dasar. Tekun memeriksa kata per kata tulisan wartawannya, kaya dengan diksi dan sangat disiplin dengan verifikasi. Saya ini sudah lulus uji kompetensi wartawan level utama oleh Dewan Pers, tapi soal ketekunan editing, dan disiplin verikasi saya menyerah dengan beliau.

Tiap hari saya mengedit 3-4 berita untuk halaman satu PAKAR, tapi tidak setekun bang Petrus soal editing dan displin verifikasi. Kalau sudah ngedit berita, teliti dan lama sekali kerena semua kata di cek satu persatu. Beliau berani tidak mengulpod berita yang basi dan narasinya tidak sesuai kaidah jurnalistik. Beliau adalah panutan untuk urusan kualitas narasi berita, dan jagoan untuk angle dan pengembangan berita.

Beliau benar-benar menghayati betul profesi wartawan hingga akhir hayatnya. Saya banyak belajar soal ketekunan dan konsistensinya di dunia jurnalistik. Buat bang Petrus, menjadi jurnalis bukan hanya profesi tapi juga jalan hidup.

Di luar soal jurnalistik kontemporer yang kita diskusikan, beliau selalu gelisah dan cerewet soal isu-isu pembangunan Kabupaten Bogor. Saya dipaksa dan di tarik tarik terus untuk diskusi masalah ini.

Beliau bisa Telepon saya sejam lebih hanya untuk membahas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido. Apalagi saat akhir tahun 2020, saya, Somad yang sekarang jadi Dewas PDAM dan bang Petrus berbagi tugas untuk membantu Bupati Bogor Ade Yasin menulis refleksi akhir tahun Pemkab Bogor.

Kami bertiga intens diskusi dan menghasilkan sejumlah tulisan yang di publish di media. Dua bulan terakhir saya dengan bang Petrus rajin ke Bandung. Memberikan support ke Bapak Rachmat Yasin (RY).

Saya kadang berdua jalan. Saya jemput beliau Abis Subuh, magrib sudah di Bogor lagi. Abang absen waktu itu lagi gak enak badan usai di vaksin Corona. Setelah itu, kita selalu datang ke Bandung hingga beres.

Saya nyetir, Abang di samping saya selama perjalanan cerita terus apa saja. Beliau gak suka AC, jadi kaca mobil di buka sedikit karena beliau sambil merokok.

Terakhir ke Bandung beliau beli sepatu olahraga di Babe, factory outlet yang menjual barang seken.

Beliau bilang sepatu yang sebelumnya di beli disitu juga kekecilan jadi beli lagi untuk jogging dari rumah beliau di perumahan Bogor Country ke Yasmin.

Setelah dari Bandung, kita merencanakan ke Bandung lagi ketemu pak RY. Sampai akhir hayat rencana itu tidak kesampaian.

Babeh Ry adalah teman kuliah bang Petrus di Unuversitas Nasional Jakarta.

Bang Petrus ingin ke Bandung karena ingin menyampaikan rencana pernikahan anak semata wayangnya ke babeh RY bulan Juni.

Selain seorang jurnalis sejati, beliau adalah pemikir. Bang Petrus adalah teman diskusi Bupati Bogor Ade Yasin.

Pikiran- pikirannya orisinal, jernih dan terstukrur serta intelek. Tak banyak yang tahu beliau adalah salah saru think thank yang menyusun visi dan misi Bupati/Wakil Bupati Bogor.

Bang Petrus berfikir dan bekerja di balik layar. Hanya orang orang tertentu saja yang tahu sepak terjangnya, beliau bekerja dalam senyap. Saya kehilangan seorang senior, kakak dan guru. Selamat Jalan Bang Petrus…

 

Pernyataan Presiden Jokowi atas Konflik Palestina dan Israel

0

Bogordaily.net – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo ikut memberikan pernyataan atas konflik antara Israel dan Palestina.

Seperti diketahui, konflik tengah terjadi antara Israel dan Palestina sejak beberapa hari lalu.

Permasalahan semakin panas karena dipicu dari keputusan Reziem Zionis, yang mengusir paksa sejumlah warga Palestina dari Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

Hal tersebut dikarenakan wilayah itu nantinya akan ditempati oleh pemukim dari Yahudi Israel.

Bahkan telah memakan korban jiwa di pihak Palestina sebanyak 23 orang dan  5 orang di Israel.

Mengetahui hal ini, Jokowi pun tampak berang, suara Jokowi disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi.

“Presiden RI menyampaikan posisi tegas Indonesia bahwa, tindakan Israel mengusir warga Palestina dari Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur,” ucap Retno.

“Selain itu, Israel yang menyerang warga sipil Palestina di Masjid Al-Aqsa merupakan tindakan yang tidak dapat diabaikan,” tambah Retno.

Lanjutnya, Jokowi juga mengutuk tindakan tersebut.

“Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia mengutuk tindakan tersebut dan mendesak DK PBB untuk mengambil langkah terhadap pelanggaran yang terus dilakukan Israel,” tutur Menlu

Melalui Retno, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia akan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina.***

Kepadatan Kendaraan Berdampak Pada Kemacetan Total ke Arah Sentul City

0

Bogordaily.net – Kepadatan lalu lintas di Tol Jagorawi ke arah Bogor sampai sentul city, dikarenakan adanya penyekatan di beberapa gerbang tol yang mengarah ke Bogor.

Bahkan siang ini, kepadatan kendaraan berdampak pada kemacetan total pada Sabtu 15 Mei 2021.

Hingga saat ini antrean keluar gerbang Tol Sentul Selatan Satu masih panjang, dan hal ini sudah terjadi sejak satu jam yang lalu.

Pengendara diminta untuk mencari alternatif jalur selain ke arah gerbang Tol Sentul Selatan, karena kepadatan tersebut hingga kini belum terurai.

Menurut informasi Jasa Marga, Tol Jagorawi yang mengarah ke kawasan Citeureup dan Sentul Selatan Satu mengalami kepadatan mulai KM 36+100.

Hal ini terjadi karena adanya penyekatan kendaraan setelah Gerbang Tol Sentul Selatan Satu.

Karena adanya penyekatan, membuat pengendara belok ke pintu tol selatan, sehingga arah Sentul City lumpuh.***

Pemintaan Maaf Refly Harun Kepada Pemerintah Jajaran Presiden Jokowi

0

Bogordaily.net – Pakar hukum tata negara Refly Harun sering kali diundang menyampaikan berbagai gagasan dan kritik, yang mendasar di stasiun televisi.

Refly Harun yang dikenal selama ini memiliki sebuah akun YouTube, digunakannya untuk menyampaikan berbagai kritik terhadap pemerintah, khususnya berkaitan dengan kebijakan yang dikeluarkan.

Refly Harun menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran pemerintahan Presiden Jokowi, atas sikap kritisnya selama ini.

“Dalam kesempatan ini saya harus minta maaf yang sebesar-besarnya kepada pemerintahan Presiden Jokowi karena sering memberikan ilham untuk mengkritik,” kata Refly kepada Neno Warisman, Miing Bagito, Hersubeno Arief, dan Rahma Sarita dalam video terbaru yang diunggah akun youtube miliknya, Kamis 13 Mei 2021.

“Permohonan maaf itu bukan karena kita merasa bersalah sebagai warga negara. Minta maaf itu karena ada dimensi kemanusiaan. Siapa tahu kata-kata yang terlontar memunculkan sakit hati,” ucapnya.

Sebagaimana dikutip dari Wartaekonomi, Menurut Refly, apa yang dilakukannya selama ini semata-mata karena ingin menjalankan peran kewarganegaraan.

Sebagaimana warga negara yang duduk di pemerintahan, serta warga negara biasa dia pun punya peran.

“Sebagai sesama manusia, kita tetap harus minta maaf. Konten kita banyak kritik pemerintah. Tapi yakinlah itu nothing personal, hanya menjalankan peran kewarganegaraan untuk menjaga pemerintahan, penguasa, agar tetap amanah. Itu konsepnya, lingkungan istana harus paham juga,” tuturnya. ***

Sugeng Teguh Sampaikan Ucapan Duka yang Mendalam Meninggalnya Petrus Barus

0

Bogordaily.net – Ketua Yayasan Satu Keadilan, dan Ketua DPD PSI Kota Bogor Sugeng Teguh Santoso mnyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Bapak Petrus Barus pada hari Jumat 14 Mei 2021.

Dalam keterangan tertulisnya, Sugeng mengingat Petrus Barus, sebagai proses panjang sikap kritis dan independensi yang berusaha ia bangun.

“Petrus saya kenal sejak saya mulai aktif sebagai aktivis hukum dan sekjen serikat pengacara indonesia 1997. Ia adalah wartawan Berita Buana dan pendiri Pusat Jaringan aksi Reformasi (Pijar Indonesia),” ucapnya.

Lanjutnya, sabahat Petrus memberikan ruang Sugeng untuk menulis catatan hukum di Berita Buana selama kurang lebih selama 3 tahun.

Intesifitas bersama kemudian terjadi saat 2012 LBH Keadilan Bogor Raya dan Yayasan satu keadilan aktif, melakukan advokasi hukum masyarakat marjinal di Bogor kota dan Kabupaten.

“Saat itu ada 3 orang yang membantu saya saat itu Bagus Blacknight di megaswara, Abdul Somad Full pemred metropolitan dan Muhamad Soleh serta alm Bang ucok megaswara dan Petrus sebagai Pemred media Pakuan Raya (Pakar) juga pemilik media Bogorkita tidak hanya memfasilitasi pemberitaan kasus-kasus publik yang ditangani oleh LBH KBR dan YSK, tetapi ia turut terlibat dalam memberikan masukan strategi-strategi pembelaan agar advokasi kami kuat,” paparnya.

Kata Sugeng, Petruslah yang memperkenalkannya dengan keluarga politisi Rachnat yasin termasuk Ade Munawaroh Yasin, Zainul Mutaqin sebagai pemilik media Pakar dan tetap berhubungan hingga kini.

“Satu sikap petrus yang sama dengan saya adalah soal sikap independensinya, bila ia sudah menyatakan sikapnya maka tidak ada yang bisa mempengaruhinya lagi, bahkan ia rela melepaskan jabatan ketika sudah tidak dirasa cocok lagi, ini sikap konsisten yg ia tunjukkan sejak ia sebahai aktivis mahasiswa di Unas,” ungkap.

Walaupun beliau dipecat sebagai mahasiswa karena sikap menentang pengekangan aktifitas, di kampus yang dilakukan oleh rektor STA, Demo tersebut dikenal dengan Tiga Mengugat Takdir.

Perjumpaan Sugeng dan Petrus masih intensif sampai dengan tahun 2016, ketika Petrus bergabung dengan harian Merdeka dan Nusantara bersama mas Eddy Junaidi, Marlin Dinamikanto, dan setelah tahun 2017 kedua jarang hanya bertemu sesekali walau masih terus berkomunikasi.

“Selamat jalan Kawan Petrus Barus, kurang lebih 3 tahun lalu sempat ngopi bareng di Kopi Oey, Baranangsiang, Bogor. Tak sanggup aku berkata-kata panjang lebar, seakan tak percaya kepergiannmu yang begitu cepat,” ujar Sugeng.

Sebelumnya, dua hari jelang hari raya Idul Fitri Sugeng sempat menjenguk ketika Petrus dirawat di rawat di EMC Sentul, tidak lama kemudian pulang dan sembuh dari sakitnya.

“Tapi tepat pukul 21.10 malam ini aku kaget mendengar kabar dari beberapa kawan mengabarkan kepergianmu. Tugasmu sudah selesai di dunia. Damai selama nya di Surga. Sekali lagi selamat jalan. Aku akan selalu mengingat dan mengenangmu, kawan,” tandasnya.

Rest in Peace buat sahabatku Petrus Barus, Damai bersama Tuhan di Surga.***

Kabar Duka, Wartawan Senior Petrus Barus Tutup Usia

0

Bogordaily.net – Insan pers berduka mendengan kabar Petrus Barus, wartawan senior sekaligus Pemimpin Umum Bogorkita.com, menghembuskan nafas terakhir diusia 60 tahun pada Jumat 14 Mei 2021, pukul 21.10 WIB di RSUD Ciawi, Bogor.

Meningalnya Petrus Barus membawa duka tidak hanya kepada keluarga, namun juga kolega serta rekan sejawat para jurnalis.

Kurang lebih selama dua tahun almarhum harus bergelut dengan penyakit-paru-paru. Keluar masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan, hampir jadi kebiasan.

Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka di RS Sentra Medika Cibinong Jl Raya Mayor Oking Jaya Atmaja no 9, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rencanannya, jenazah akan dimakamkan di Giritama Tonjong, pada Sabtu 15 Mei 2021, seusai prosesi adat dan keagaman di rumah duka.

Kabar duka
Suasana acara adat Runggu meninggalnya wartawan senior Drs. Petrus Barus hari Sabtu, 15 Mei 2021. (Istimewa/Bogordaily.net)

Pantauan Bogordaily.net terlihat sejumlah kerabat datang untuk memberikan penghormatan terakhir bagi almarhum. Sesuai tradisi pihak keluarga mengelar Adat Rungu.

Jenazah Petrus Barus tampak rapih di dalam peti berwarna putih dan diselimuti kain putih transparan. Para pelayat menyempatkan diri untuk melihat wajah almarhum, tentu saja para pelayat mengenakan masker sesuai penerapkan protokol kesehatan.

Kabar duka meningalnya Petrus Barus, menyebar di sejumlah groupwhatsap. serta media sosial tertama facebok. Ucapan duka cita bertebaran di wall teman-teman almarhum. Secara khusus keluarga menyampaikan kabar duka itu melalui acun facbook pribadinya.

Saat melayat Bupati Bogor Ade Yasin, menuturkan bahwa almarhum merupakan orang baik. Yang di persatukan oleh komitmen memajukan kabupaten Bogor.

“Almarhum orang cerdas dengan ide-idenya,” kata Bupati Bogor.

Berikut adalah susunan acara dirumah duka pada hari Sabtu, 15 Mei 2021 sebagai berikut :

1. Acara Adat.
– Runggu
– Pukul 08.30-09.30 WIB
– Ngerana Sukut
– Pukul 09.30-10.30 WIB
– Ngerana Kalimbubu
– Pukul 10.30-11.30 WIB
– Ngerana Teman Meriah
– Pukul 11.30-12.30 WIB
– Ngerana Anak Beru
– Pukul 12.30-13.00 WIB

2. Makan Siang.
– Pukul 13.00-13.30 WIB

3. Acara Liturgi (secara Katolik).
– Pukul 13.30-14.30 WIB

4. Pemakaman.
– Giritama Tonjong pukul 14.30-16.30 WIB.***

Suasana acara adat Runggu meninggalnya wartawan senior Drs. Petrus Barus hari Sabtu, 15 Mei 2021. (Istimewa/Bogordaily.net)

Tata Cara Puasa Qadha dengan Aturannya

0

Bogordaily.net – Orang yang tidak berpuasa selama beberapa hari di bulan Ramadhan karena alasan yang dibolehkan syariat, wajib puasa qadha di luar bulan Ramadhan.

Hal ini berdasarkan dalil sebagai berikut:

“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Untuk melaksanakan puasa qadha yaitu sebelum masuk bulan puasa lagi, jadi jangan sampai masih ada kewajiban puasa tahun sebelumnya yang belum selesai diqadha.

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal di laman Rumaysho, memberikan penjelasan soal aturan meng-qadha puasa.

Jika ada yang luput dari berpuasa selama sebulan penuh, dia harus mengqadha’ sebulan.

Boleh puasa pada musim panas diqadha’ pada musim dingin, atau sebaliknya, qadha’ puasa Ramadhan boleh ditunda.

Jumhur ulama menyatakan bahwa, menunaikan puasa qadha ini dibatasi tidak sampai Ramadhan berikutnya, kecuali jika ada uzur.

Aisyah mencontohkan bahwa, terakhir ia mengqadha puasa adalah di bulan Sya’ban.

Apabila ada yang melakukan qadha’ Ramadhan melampaui Ramadhan berikutnya tanpa ada uzur, ia berdosa.

Disebutkan, dari Abu Salamah, ia mendengar Aisyah mengatakan:

Aku dahulu punya kewajiban puasa. Aku tidaklah bisa membayar utang puasa tersebut kecuali pada bulan Syakban.” (HR. Bukhari, no. 1950 dan Muslim, no. 1146).

Dalam riwayat Muslim disebutkan:

“Aku dahulu punya kewajiban puasa. Aku tidaklah bisa membayar utang puasa tersebut kecuali pada bulan Syakban karena kesibukan dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Lalu, apa yang harus dilakukan jika terlanjur menunda qadha’ hingga melampaui Ramadhan berikutnya?

Ada dua hal yang dapat dilakukan. Pertama, mengqadha. Kedua, menunaikan fidyah (memberi makan kepada orang miskin untuk setiap hari puasa).

Hal ini berdasarkan pendapat dari Ibnu ‘Abbas, Ibnu ‘Umar, dan Abu Hurairah. Fidyah ini dilakukan karena sebab menunda.

Adapun fidyah untuk wanita hamil dan menyusui (di samping menunaikan qadha’), disebabkan karena kemuliaan waktu puasa (di bulan Ramadhan).

Adapun fidyah untuk yang sudah berusia lanjut, karena memang tidak bisa berpuasa lagi.

Yang menunda qadha puasa sampai melampaui Ramadhan berikut bisa membayarkan fidyah terlebih dahulu, kemudian meng-qadha puasa.

Beberapa aturan qadha’ puasa tersebut diringkas dari Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 28:75-76.***

Operasi Ketupat Berakhir, Polri Tetap Hadang Pemudik Hingga 24 Mei

0
Bogordaily.net – Polri akan tetap menghadang para pemudik hingga tanggal 24 Mei, walaupun operasi ketupat sudah berakhir pada tanggal 17 Mei 2021.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Bagian Operasi Korps Lalu Lintas Polri Komisaris Besar Rudy Antariksa yang mengatakan bahwa, operasi ketupat tetap berakhir pada 17 Mei 2021.
“Operasi ketupat sampai 17 Mei 2021. Lalu dilanjutkan dengan KRYD (Kegiatan Kepolisian Rutin Yang Ditingkatkan) pada 18 hingga 24 Mei 2021,” ujar Rudy saat dikonfirmasi pada Jumat, 14 Mei 2021.
Ia menambahkan, Polri menerjunkan 166.734 personel untuk menjaga 381 titik sekat di seluruh wilayah di Indonesia, bagi pemudik yang bandel, polisi tak segan melakukan putar balik.
Kemudian Rudy menyampaikan, personel akan tetap bersiaga di pos penyekatan mudik dan pos check point sampai 24 Mei 2021.
Aturan pun tetap sama, yakni polri akan memutar balik kendaraan yang nekat mudik.
“Pemerintah melarang mudik Lebaran 2021. Larangan mudik ini diperuntukkan bagi seluruh kalangan masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), TNI -Polri, karyawan swasta maupun pekerja mandiri,” katanya.
Sementara itu, atas aturan ini, Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh jajaran untuk terus memberikan sosialisasi, serta edukasi masyarakat terkait dengan kebijakan pelarangan mudik.
“Terus bersabar dan memberikan sosialisasi kepada para pemudik, dengan harapan keluarga kita tidak terdampak Covid-19, ini yang terus menerus,” ungkapnya.***

Devie P Sultani, Bagikan Paket Masker dan Handsanitizer kepada Jamaah di Mesjid

0
Bogordaily.net – Angota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Devie P Sultani membagikan paket masker, herbal dan handsanitizer kepada jamaah yang akan melakukan sholat Idul Fitri 1442 H di mesjid.
Bersama DPS NASDEM Kota Bogor dan DPC NASDEM Bogor Barat dan Bogor Timur, Devie menggelar bakti sosial kepada warga atau jamaah yang akan sholat Idul Fitri di mesjid.
Devie P Sultani (DPS) mengungkapkan, kegiatan membagikan paket masker herbal dan handsanitizer kepada warga atau jemaah, yang akan melaksanakan sholat di musholla atau mesjid pada saat malam takbiran, di lanjut pada saat akan melaksanakan sholat Idul Fitri.
Hal ini dilakukan dalam rangka pencegahan penyebaran penyakit Covid-19 dan juga bentuk kepedulian terhadap masyarakat, agar dalam melakukan ibadah tetap melaksanakan prokes yang telah di tentukan.
“Saya sangat berharap sekali agar setelah Idul Fitri ini tidak ada lonjakan pasien Covid-19 di wilayah Kota Bogor,” ujar Angota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Devie P Sultani.
Kemudian Devie menambahkan, harus dilakukan tindakan-tindakan preventif, pencegahannya bukan hanya melakukan tindakan setelahnya atau pengobatannya.
Devie berharap masyarakat tetap sadar tetap ekstra hati-hati, dalam melakukam kegiatan aktivitas kesehariannya.
Selanjutnya Devie berpesan kepada jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, agar melakukan tindakan-tindakan pencegahannya mulai dari tingkat RT/RW,  Kelurahan, Kecamatan sampai Kota.
“Saya menghimbau peraturan-peraturan yang sudah di keluarkan, hendaknya dibarengi dengan tindakan yang konkrit,” ungkapnya.Adv

Presiden Jokowi Bersilaturahmi dengan Wakil Presiden secara Daring

0

Bogordaily.net – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana bersilaturahmi dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Ibu Wury Ma’ruf Amin secara daring dari Wisma Bayurini, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 13 Mei 2021.

Silaturahmi tersebut dilakukan setelah melaksanakan shalat Idul Fitri 1442 H, dan kembali ke Wisma Bayurini, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Presiden bersama Ibu Negara bersilaturahmi dengan Wakil Presiden dan Ibu Wury, yang berada di kediaman resminya melalui panggilan video.

“Assalamualaikum Pak Wapres dan Bu Wury, menghaturkan selamat hari raya Idul Fittri, mohon maaf lahir dan batin,” ucap Presiden.

“Saya juga menghaturkan selamat hari raya, mohon maaf lahir batin,” sambung Ibu Negara.

Dalam dialognya, Ibu Wury Ma’ruf Amin juga turut menyampaikan ucapan hari raya Idul Fitri.

“Ibu Negara, saya mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin Ibu, Bapak, mohon maaf lahir batin,” jawab Ibu Wury.

Bersilaturahmi
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana bersilaturahmi dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Ibu Wury Ma’ruf Amin secara daring dari Wisma Bayurini, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 13 Mei 2021.(Istimewa/Bogordaily.net)

Dalam perbincangan tersebut, Presiden juga mengatakan bahwa, perayaan hari raya Idul Fitri kali ini tidak ditemani oleh putra putrinya secara langsung.

“Enggak semua ini, di luar kota semua, nanti mungkin seminggu-seminggu lagi,” ucap Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden dan Wakil Presiden juga saling bertanya mengenai kondisi kesehatan keluarga pada hari raya Idul Fitri, yang masih dirayakan di tengah kondisi pandemi Covid-19.***