Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 7290

Pandemi Covid-19, Bikin Pantai Pandawa Terpuruk

Bogordaily.net – Destinasi objek wisata di Bali pada umumnya, seperti yang dirasakan kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Pandawa. Dalam kondisi pandemi Covid-19 mengalami kondisi terpuruk.

Disebabkan pengetatan perjalanan ke luar daerah berpotensi menjadikan pergerakan wisatawan domestik terbatas. Penurunan kunjungan itu diperkirakan akan semakin besar, mengingat kunjungan wisatawan domestik di Pantai Pandawa juga menurun.

Dikutip dari awak media ini melalui jaringan mediaindopos.com, Direktur Utama Bumda Kutuh, Ni Luh Hepi Wiradani, Selasa 11 Mei2021 menyampaikan, selama 2021 kunjungan wisatawan ke DTW Pantai Pandawa mengalami penurunan sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Walaupun demikian, pihaknya menyatakan mendukung pemberlakuan aturan pengetatan perjalanan, demi mempercepat pemulihan kondisi masyarakat.

“Potensi berkurangnya kunjungan ini bisa ditutupi oleh kunjungan wisatawan lokal Bali yang berlibur. Perkiraaan kami, penurunan kunjungan bisa mencapai 70 persen dibandingkan saat moment lebaran sebelum pandemi. Sebab wisatawan luar Bali belum ada yang masuk, jadi potensi yang bisa kita kelola baru dari dalam saja,” katanya.

Terkait libur Lebaran, Objek wisata itu telah menerima bookingan kunjungan wisatawan. Memang tidak terlalu banyak, yaitu hanya 1-2 rombongan dari Surabaya. Rencananya kunjungan itu akan berlangsung pada 19 Mei, diharapkan mereka telah melengkapi persyaratan perjalanan keluar daerah.

Ketua Pengelola DTW Pantai Pandawa, Wayan Letra menyampaikan, adanya larangan mudik Lebaran tahun ini tentu membuat kunjungan wisatawan ke Pantai Pandawa semakin berkurang. Sebab pergerakan wisatawan domestik dari luar Bali tentu akan terbatas, walaupun dari beberapa agen menyatakan bahwa tidak sedikit warga luar Bali yang ingin berwisata ke Bali.

Kunjungan ke Pantai Pandawa mulai dari 200 sampai 500 orang per hari, kemudian meningkat sedikit pada akhir pekan menjadi 500-700 orang. Sementara sebelum pandemi, kunjungan wisatawan mencapai ribuan orang dan meningkat saat akhir pekan.

“Kondisi ini tentu cukup berat bagi kami, terkait biaya operasional. Jadi kami melakukan strategi efisiensi. Kami harap pandemi segera cepat berakhir dan pariwisata bisa kembali pulih bangkit,” katanya penuh harap.

 

Gubernur Jawa Barat Tutup Akses ke Pangandaran dan Ciwidey

0

Bogordaily.net – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menginstruksikan untuk menutup akses menuju objek wisata ke Pangandaran dan Ciwidey.

Ini dilakukan karena destinasi wisata diperkirakan akan dipadati pengunjung, seiring kebijakan larangan mudik.

“Pangandaran dan akses ke Ciwidey disepakati ditutup untuk wisatawan,” kata Emil, sapaan akrabnya di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada Sabtu 15 Mei 2021.

Sementara itu objek wisata di Puncak dan Lembang masih aman dan terkendali.

Kang Emil mengimbau masyarakat, khususnya kepada wisatawan, untuk memutar balikkan kendaraan karena akses ke Pangandaran dan Ciwidey akan ditutup.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, khususnya pemudik dan wisatawan, untuk putar balik karena Pangandaran dan Ciwidey akan ditutup,” ucapnya.

Di tengah pandemi Covid-19, pengawasan dan pengendalian terus diperketat, terhadap destinasi wisata selama Lebaran.

Lanjutnya, warga Jabar harus mengutamakan kesehatan keluarga, baik di rumah dan kampung halaman.

“Kesabaran adalah hal penting dalam menghadapi kesusahan di masa pandemi. Yaitu kesabaran menghadapi larangan pembatasan mudik, juga pelaksanaan Idulfitri, yang mungkin tidak nyaman, tapi itulah esensi ujian dan esensi latihan kesabaran,” tuturnya.

Pemda Provinsi Jabar sendiri sudah membuat antisipasi, jika ada pergerakan masyarakat menuju tempat wisata setelah masa larangan mudik berakhir.

Salah satunya dengan menyiapkan 15.000 rapid test antigen dan mengetes secara acak, di tempat wisata yang berpotensi mendatangkan banyak wisatawan.

Selain melaksanakan tes secara acak, Pemda Provinsi Jabar dan Pemda Kabupaten/Kota di Jabar akan memonitor pembatasan.

Seperti jumlah pengunjung, pembatasan jam operasional serta penerapan protokol kesehatan di hotel, rumah makan, pusat perbelanjaan dan destinasi wisata.***

Selamat Ulang Tahun Yonif Para Raider 328/ Dirgahayu yang ke 63

0

Bogordaily.net – Batalyon Infanteri Para Raider 328/Dirgahayu atau Yonif Para Raider 328/Dirgahayu adalah batalyon infanteri lintas udara, yang berada dibawah kendali Brigif Linud 17/Kujang I, Divisi Infanteri 1/Kostrad.

Yonif Linud ini berdiri pada tanggal 16 Mei 1958, dengan personel dari eks kompi Syiwa I dan II.

Dengan moto Dirgahayu dan Tipe unit Infanteri Raider Lintas Udara (Para Raider), berperan sebagai Pasukan Pemukul Reaksi Cepat TNI dan bermarkas di Cilodong Depok.

Diketahui Mayor Inf Vicky Heru Harsanto sebagai Danyonif Para Raider 328 Kostrad, yang merupakan Komandan Yonif ke 30.

Satuan yonif memiliki Pusaka berupa Pisau Kujang, yang kemudian akan diserahkan secara turun temurun setiap kali pergantian kepemimpinan Komandan Batalyon.

Tradisi penyerahan Pisau Kujang ini melambangkan bahwa Yonif, merupakan satuan yang berawal dari pasukan Siliwangi yang pantang menyerah.

Adapun tradisi lain yaitu penyerahan bendera perang Batalyon, yang juga diserahkan turun temurun dari Pejabat Komandan Batalyon lama kepada pejabat Komandan Batalyon baru.

Bendera perang ini selalu dibawa saat pasukan bertugas dan setelah selesai penugasan, dan diberikan tanda dengan cincin perak yang bertuliskan operasi yang dilaksanakan.

Dengan adanya pelaksanaan tradisi ini diharapkan Komandan Batalyon yang baru dan seluruh prajurit, dapat mengingat perjuangan dari pendahulu serta memotivasi untuk menjadi lebih baik.

Selamat Ulang Tahun Yonif 328/Dirgahayu ke 63. Semoga semakin profesional, mencintai rakyat dan dicintai rakyat serta berhasil mengemban tugas negara.***

Kawasan Wisata Ancol Ditutup Timbulkan Antrian Panjang

0

Bogordaily.net – Kawasan wisata Ancol ditutup hari ini. Meski begitu, masih ada sejumlah pengunjung yang datang hingga menimbulkan antrian panjang.

“Tutup dari pintu masuk. Makanya ini kita buang dulu kendaraannya ke arah sana,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Antrian panjang terjadi mulai dari akses pintu gerbang timur masuk Ancol, hingga Jalan RE Martadinata.

Petugas dari kepolisian dan Dishub yang mengatur lalu lintas di lokasi, mengimbau masyarakat agar memutar balik kendaraan karena Ancol tutup.

Kasat Lantas Polres Jakarta Utara Kompol Gusti terlihat di lokasi untuk mengatur lalu lintas, tampak sibuk melarang kendaraan yang masih memaksa masuk.

“Motor jangan masuk, tutup. Besok buka lagi,” seru Gusti kepada pengendara motor.

“Sementara Ancol ditutup. Rekan-rekan, jangan ganggu lalu lintas,” tambahnya.

Hari ini Pengelola PT Taman Impian Jaya Ancol memutuskan menutup kawasan rekreasi.

Setelah menimbulkan kepadatan pengunjung karena pada hari kedua lebaran, wisatawan yang mengunjungi Taman Impian Jaya Ancol mencapai 39 ribu orang.

Sebelumnya, akses menuju pintu masuk Ancol disekat dengan barier oranye.

Petugas dari Ancol terlihat berdebat dengan calon pengunjung yang kecewa, karena Ancol tutup mendadak.***

Kendaraan Diputar Balik, Jalan Utama Arah Pelabuhan Ratu Padat

0
Bogordaily.net – Penyekatan di Pos Gunung Butak, kendaraan terlihat diputar balik oleh petugas dikarenakan jalan utama arah Pelabuhan Ratu padat.
Antrian kendaraan tersebut dikarenakan dari liburan lebaran H+1, terlihat mulai dari Pondok Dewata sampai titik penyekatan di Gunung Butak dan mengakibatkan jalan pelabuhan ratu padat.

Personel Polri TNI berjaga di pertigaan yang merupakan jalur sambung arah Palabuhan Ratu, Citepus, Cisolok, Karang Hawu dan Cikidang.

Selain di daerah Benda yang merupakan perbatasan Bogor-Sukabumi, petugas juga melakukan penyekatan di wilayah Cibadak.

Kendaraan roda empat dan sejumlah motor terlihat dalam antrian panjang kendaraan, yang menuju lokasi wisata arah Citepus, Cimaja, Karang Hawu Cisolok.

Petugas kepolisian sendiri sudah bekerja keras dan dibantu personel TNI, tetapi pada malam hari terjadi kepadatan kendaraan di beberapa titik.

Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Riki Fahmi M menyebutkan, ada sebanyak kurang lebih 800 kendaraan yang diputar balik di titik Gunung Butak.

“Sebagian kendaraan kita putar balik, hari ini saja di satu pos penyekatan yakni di Pos Gunung Butak ada 800 kendaraan kita putar balik,” kata Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP Riki Fahmi M, pada Jumat 14 Mei 2021.

Ada pun mengenai arus lalu lintas yang tersendat, Fahmi mengatakan hal itu terpaksa terjadi daripada menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.

“Kalau sendatan sudah pasti, tapi yang kami lakukan merupakan antisipasi jangan sampai ada klaster baru. Kalau misalnya nanti ada klaster baru malah bahaya. Apalagi sudah ada ketentuan untuk wisata hanya wisatawan lokal dan itupun 50 persen dari kapasitas,” jelas Riki.

Menurut Riki selain pemeriksaan berdasarkan plat nomor, dilakukan juga identitas pengendara dan penumpang.

Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa, mereka sengaja datang untuk berwisata.

“Selain kendaraan dari luar kota yang kita putar balik, kita juga memastikan orang yang bukan domisili Sukabumi atau Palabuhan Ratu dan dia berniat berwisata. Kita terpaksa putar balikan sesuai ketentuan,” katanya.***

Meninggalnya Ketua MUI Sulsel AGH KH.M. Sanusi Baco

0
Bogordaily.net – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan AGH KH.M. Sanusi Baco meninggal dunia, di Rumah Sakit Primaya (Awal Bros), Sabtu 15 Mei 2021 pukul 20.00 WIB.
Kabar duka ini telah disampaikan oleh  akun instagram kemenag_ri.

“Innalillahi wa innailaihi roji’un.. Menag Yaqut Cholil Qoumas @gusyaqut beserta keluarga besar Kementerian Agama turut berduka cita atas berpulangnya KH Muhammad Sanusi Baco, Lc (Mustasyar PBNU) pada Sabtu, 15 Mei 2021,” begitu ungkapan duka yang tertulis di instagram kemenag_ri, pada Sabtu 15 Mei 2021.

“Semoga Allah senantiasa merahmati almarhum, menerima amal ibadahnya, dan mengampuni setiap khilafnya. Aamiinn ya Rabbal’alamiin,” tulisnya lagi.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan RI Mahfud MD, ikut berduka dengan meninggalnya AGH KH.M. Sanusi Baco.

“Sangat berduka. Hari ini (15/5/21) Anre Gurutta (AG) KH Sanusi Baco, Ketua MUI Sulawesi Selatan wafat di Makassar. Inna lillah wa inna ilaihi raji’un,” kata Mahfud MD lewat akun Twitternya.

Menurut Mahfud, Almarhum Sanusi Baco adalah ulama yang sangat luas ilmunya dan lembut penampilannya.

“Semoga Allah mengampuni dosanya dan memberikan surga-Nya,”

Mahfud MD terkenang, kalau ke Makassar biasanya mampir ke kediaman almarhum, untuk berdiskusi tentang masalah-masalah keummatan.

“Beliau selalu bersemangat dan banyak humor. Sedih juga, saat kunjungan ke Makassar pertengahan Ramadhan kemarin saya tidak mampir ke rumah beliau. Karena suasana pandemi Covid-19,” kata Mahfud.

” Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabb- mu dengan hati yang puas lagi di ridhai-Nya. Lalu masuklah ke dalam (jamaah) hamba-hamba ku, dan masuklah ke dalam Surga-Ku ” ( al-fajr 89: 27-30)***

Mau Khitanan Si Kecil ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Nuraida Aja

0

Bogordaily.net – Mau khitanan si kecil tapi masih bingung mau dimana? Langsung aja datang ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nuraida Bogor.

RSIA Nuraida Bogor melayani khitanan bayi, anak maupun dewasa yang ditangani langsung oleh dokter spesialis urologi profesional dan berpengalaman.

Khitan akan dilakukan dengan metode elektrokauter, sehingga resiko pendarahan minim terjadi dan waktu penyembuhan juga relatif lebih cepat.

Harga khitan untuk anak usia di bawah 18 tahun yaitu Rp 4.9 juta, dan untuk harga khitan dewasa dari umur 18 tahun ke atas yakni Rp 6.1 juta.

Harga tersebut sudah termasuk khitan bersama dokter dokter spesialis urologi profesional dr Rosadi SpU, dan proses khitan dilakukan di kamar bedah dengan bius umum.

Lalu, khitan dilakukan dengan metode elektrokauter, tindakan one day care, sudah termasuk obat-obatan tindakan, obat pulang, alat kesehatan, dan topi khitan.

Segera hubungi 0251-836 8866 atau 0821 1096 3460 untuk reservasi dan informasi lebih lanjut. Adv

Perumda Tirta Pakuan Perbaikan Pipa Transmisi Air Bersih

0

Bogordaily.net – Perumda Tirta Pakuan update lakukan rencana perbaikan pipa transmisi air bersih ACP 21″, di Jl Raya Ciawi-Sukabumi Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor.

Perbaikan pipa transmisi sudah dilakukan selama dua hari dari tanggal 15 sampai 16 Mei 2021, para petugas sudah melakukan penggalian lubang sedalam 5-7 meter, untuk mencari titik bocor pada pipa.

“Apabila titik bocor sudah ditemukan, proses perbaikan segera dilaksanakan Informasi perbaikan akan kami sampaikan kemudian,” dalam keterangan tertulisnya.

Perbaikan pipa
Penggalian lubang sedalam 5-7 meter oleh para petugas, untuk mencari titik bocor pada pipa.(perumdatirtapakuan/Bogordaily.net)

Kami imbau pelanggan agar tetap menampung air untuk mengantisipasi gangguan pasokan selama proses pencarian titik bocor, pelaksanaan perbaikan dan proses normalisasi pengaliran.

‘Mohon doa dan dukungannya agar proses penggalian, pelaksanaan perbaikan hingga normalisasi pengaliran berjalan lancar,” tandasnya.

Pantau terus akun sosial media Tirta Pakuan, atau hubungi Call Center 0251-8324111 dan chat WA 08111181123.Adv

Jumlah Pemudik Lebaran Tahun 2021 Berkisar 1,5 Juta

0

Bogordaily.net – Hasil survei yang ditujukan untuk mitigasi dan antisipasi mengungkap bahwa, terdapat 33 persen kecenderungan masyarakat akan mudik ke kampung halaman jika pemerintah tidak melarang mudik pada lebaran tahun 2021.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, jumlah masyarakat yang bersikeras mudik pada Lebaran tahun 2021 kali ini masih lebih kecil dibandingkan dengan prediksi dari hasil survei.

Terlebih lagi, 11 persen masyarakat diprediksi akan tetap mudik meski Pemerintah melarang mudik, hingga kemudian angka itu kembali turun menjadi 7 persen setelah pemerintah mengampanyekan larangan mudik lebaran.

“Setelah itu kami melakukan suatu aksi-aksi yang dilakukan oleh K/L (Kementerian/Lembaga) termasuk Polri, maka (jumlah masyarakat yang mudik lebaran) turun lagi.
Menurut catatan kami, kurang lebih 1,5 juta lebih sedikit,” ujar Menteri Perhubungan, Budi dalam telekonferensi, Sabtu 15 Mei 2021.

untuk itu, Budi memastikan Pemerintah telah berusaha untuk membuat sejumlah kebijakan guna menekan prediksi jumlah pemudik lebaran agar bisa lebih rendah dari hasil survei.

Sejumlah pemantauan dan koordinasi harian, Budi menuturkan, telah dilakukan Kemenhub di momentum mudik lebaran kali ini, baik di wilayah transportasi darat, udara, laut, dan kereta api.

“Kita bahkan juga menetapkan adanya delapan aglomerasi yang memungkinkan (masyarakat untuk) melakukan pergerakan,” katanya.

Sementara itu, Budi juga mengeklaim bahwa apa yang telah dilakukan Kemenhub di tengah kebijakan larangan mudik sudah cukup efektif.

Hal itu ditandai adanya penurunan jumlah penumpang, baik di transportasi udara, laut, hingga kereta api hingga sekitar 10 persen.

“Di mana ada kumulasi dari pergerakan kurang lebih 55 persen sejak pra sampai peniadaan mudik,” ungkapnya.***

 

Puasa Bulan Syawal Haruskah Berurutan

0

Bogordaily.net – Puasa enam hari bulan Syawal tidak mesti berurutan. Boleh saja melakukannya secara terpisah tapi semakin cepat tentunya semakin bagus. Allah berfirman:

“Berlomba-lombalah kamu dalam mengerjakan kebaikan.”

Dalam ayat lain Allah berfirman:

“Bersegeralah menuju ampunan dari Rabbmu”

Dalam ayat lain Allah menceritakan penuturan Nabi Musa:

“Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Rabbku, agar supaya Engkau ridho (kepadaku)”. (QS. 20:84)

Banyak sekali kerugian dari menunda amalan. Itulah mengapa pendapat yang dipilih oleh ulama madzhab Syafi’i dan sebagian ulama madzhab Hambali.

Namun juga tidak ada larangan untuk mengulurnya. Boleh saja mengulurnya hingga pertengahan bulan atau bahkan akhir bulan.

Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata:

“Rekan-rekan kami berkata: Sunnat hukumnya mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal. Berdasarkan hadits di atas (yaitu hadits yang telah disebutkan beliau sebelumnya). Dan dianjurkan melakukannya secara berurutan di awal bulan Syawal. Namun boleh saja ia lakukan secara terpisah (tidak berurutan) di akhir bukan Syawal.”

Dia tetap terhitung melakukan sunnah Nabi. Berdasarkan hadits Nabi yang umum dan mutlak tersebut. Tidak ada perbedaan pendapat dalam masalah ini, dan itulah pendapat yang dipilih oleh Imam Ahmad dan Dawud Az-Zhahiri.***