Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 7438

Ini Penyebab Kebakaran yang Terjadi di Desa Bojonggede Bogor

0

Bogordaily.net – Warga Kampung Masjid, Gang Dodol RT 04/04 Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa (23/3/2021) pagi panik lantaran api berkobar melahap sejumlah rumah.

Danru Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Cibinong, Kabupaten Bogor, Hendra mengatakan bahwa sempat mengalami kendala saat timnya menjinakkan si jago merah.

Lanjut Hendra, jalan yang sempit sedikit menyulitkan personel Damkar untuk masuk ke lokasi tempat di mana api berkobar.

“Berdasarkan laporan kita langsung meluncur ke TKP, kita melihat ternyata lokasinya di gang yang lumayan kecil. Kita menyiasati dengan beberapa unit kita masukkan ke dekat lokasi kebakaran,” ujarnya.

“Jalan-jalan untuk masuk ke lokasi kebakaran itu sulit ya. Karena kendaraan unit kita ngepas dengan jalan. Itu yang bikin sulit,” tambahnya.

Setelah mengatur strategi pemadaman, Hendra beserta personel Damkar lainnya mulai merangsek masuk ke area kebakaran.

“Lalu tindakan yang kami lakukan adalah secepat mungkin memadamkan api. Alhamdulillah berhasil kita kuasai dengan waktu 15 menit api sudah berhasil kita kuasai,” jelasnya

Hendra pun mengatakan bahwa timnya dituntut bergerak cepat agar api tidak menjalar ke permukiman warga yang lain.

“Ini permukiman padat penduduk. Maka dari itu pergerakan kita harus cepat,” tegasnya.

Terkait penyebab kebakaran, Hendra belum dapat memastikan. Namun menurutnya ada beberapa rumah warga yang hangus terbakar.

“Penyebab kebakaran untuk sementara belum dapat dipastikan. Hanya saja saya melihat banyak arus pendek listrik. Ada dua rumah yang hangus terbakar di permukiman padat penduduk ini,” bebernya.

Dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut, Hendra menjelaskan bahwa ada beberapa jumlah unit mobil Damkar yang dikerahkan dan ditambah dengan bantuan Damkar wilayah lainnya.

“Untuk unit ada 4 dari Mako Cibinong dan 1 unit dari Parung. Untuk personel sekitar 25 orang,” paparnya.

Hendra menegaskan bahwa saat ini api sudah dipastikan padam.

“Alhamdulillah sudah TKA. Kita sudah mengecek ke dalam. Sudah tidak ada asap putih dan hitam,” tandasnya.

Sumber : tribunnews.com

Kebakaran Besar Melanda Tenda Pengungsian Rohingya, 15 Orang Tewas dan 400 Orang Masih Hilang

0

Bogordaily.net – Kebakaran besar melanda tenda pengungsi Rohingya di Bangladesh, sedikitnya 15 orang tewas dan 400 orang masih hilang.

Data kejadian itu dikabarkan BadanPBB Selasa, 23 Maret 2021.

“Ini sangat besar, sangat menghancurkan,” kata Johannes Van der Klaauw dari UNHCR, yang bergabung dengan pengarahan Jenewa secara virtual dari Dhaka, Bangladesh.

“Kami masih memiliki 400 orang yang belum ditemukan, mungkin di suatu tempat di reruntuhan,” katanya.

Dia mengatakan UNHCR mendapat laporan lebih dari 550 orang terluka dan sekitar 45.000 mengungsi.

Pejabat Bangladesh sedang menyelidiki penyebab kobaran api bahkan ketika pejabat, pekerja bantuan dan keluarga menyaring puing-puing untuk mencari korban lebih lanjut.

Api mengobrak-abrik kamp Balukhali dekat kota tenggara Cox’s Bazar pada Senin malam, membakar ribuan gubuk ketika orang-orang bergegas menyelamatkan harta benda mereka yang sedikit.

“Semuanya telah pergi. Ribuan orang tanpa rumah, ”Aman Ullah, seorang pengungsi Rohingya dari kamp Balukhali, mengatakan kepada Reuters.

“Api dapat dikendalikan setelah enam jam, tetapi beberapa bagian kamp terlihat merokok sepanjang malam.”

Sejauh ini polisi telah mengkonfirmasi tujuh kematian.

“Penyebab kebakaran masih belum diketahui” dan pihak berwenang sedang menyelidiki masalah tersebut, Zakir Hossain Khan, seorang pejabat senior polisi mengatakan kepada Reuters melalui telepon dari kamp.

Sanjeev Kafley, kepala delegasi Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di Bangladesh, mengatakan lebih dari 17.000 tempat penampungan telah hancur dan puluhan ribu orang mengungsi.

Lebih dari seribu staf Palang Merah dan relawan bekerja dengan layanan pemadam kebakaran untuk memadamkan kobaran api, tersebar di empat bagian kamp yang menampung sekitar 124.000 orang, katanya.

Dikatakan Kafley itu mewakili sekitar sepersepuluh dari perkiraan 1 juta pengungsi Rohingya di daerah tersebut.

“Saya telah berada di Cox’s Bazar selama tiga setengah tahun dan belum pernah melihat api seperti itu,” katanya kepada Reuters.

“Orang-orang ini telah mengungsi dua kali. Bagi banyak orang, tidak ada yang tersisa. ”

Beberapa saksi mata mengatakan bahwa pagar kawat berduri di sekitar kamp menjebak banyak orang, melukai beberapa orang dan menyebabkan badan-badan kemanusiaan internasional menyerukan pencabutannya.

Organisasi kemanusiaan Refugees International, yang memperkirakan 50.000 orang telah mengungsi, mengatakan tingkat kerusakan mungkin tidak diketahui untuk beberapa waktu.

“Banyak anak hilang, dan beberapa tidak dapat melarikan diri karena kawat berduri dipasang di kamp,” katanya dalam sebuah pernyataan.

John Quinley dari Fortify Rights, sebuah organisasi hak asasi yang bekerja dengan Rohingya, mengatakan dia telah mendengar laporan serupa, menambahkan pagar telah menghambat distribusi bantuan kemanusiaan dan layanan vital di kamp-kamp di masa lalu.

“Pemerintah harus menghapus pagar dan melindungi pengungsi,” kata Quinley.

“Sekarang telah terjadi sejumlah kebakaran besar di kamp-kamp termasuk kebakaran besar di bulan Januari tahun ini … Pihak berwenang harus melakukan penyelidikan yang tepat atas penyebab kebakaran tersebut.”

Orang-orang di tenda itu melarikan diri dari Myanmar pada 2017 di tengah penumpasan pimpinan militer terhadap Rohingya yang menurut penyelidik PBB dieksekusi dengan “niat genosida”, tuduhan yang dibantah Myanmar.***

Shin Tae-yong Positif COVID-19, Kemenpora Baru Tahu dari Media

0

Bogordaily.net – Kemenpora melalui Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, memberikan respons atas kasus positif COVID-19 pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong. Pihaknya baru tahu dari media.

Shin Tae-yong terkonfirmasi positif COVID-19, Jumat (19/3/2021). Ia mengalami berbagai gejala seperti demam dan kehilangan nafsu makan pada dua pekan terakhir.

Dalam laporan Yonhap, pelatih asal Korea Selatan itu tertular dari para staf pelatihnya. Dimulai dari pelatih kiper Yoo Jae-hoon yang pertama kali terkena pada 5 Maret, kemudian pelatih fisik Lee-Jae-hong yang mengalami serupa pada dua hari berikutnya. Termasuk juga Woo Jae-kim dan Kim Ha-eun.

Gatot mengaku baru mengetahui kabar tersebut dari media. Sampai saat ini PSSI belum ada laporan ke pihaknya.

“Tapi apakah Ketum PSSI sudah lapor ke Pak Menteri saya juga tidak tahu. Semoga Shin Tae-yong segera sembuh,” kata Gatot kepada detikSport, Selasa (23/3/2021).

Dia juga memuji keterbukaan PSSI meskipun sempat lebih dulu dibantah oleh induk federasi sepakbola nasional tersebut.

“Artinya sudah ada kemajuan sedikit. Tetapi untuk yang lain-lain semoga tidak terjadi claster baru. Karena sejauh yang saya ketahui, dia (Shin Tae-yong) itu disiplinnya keras, langsung mengasingkan diri. Kalau tak salah pihak kedutaan ikut turun meng-handle Shin Tae-yong. Meskipun begitu sudah ada keterbukaan (dari PSSI) walaupun sempat dibantah,” ujarnya.

Bagaimanapun, Gatot tak melupakan kejadian ketika waktu pertama kali ada pengecekan kesehatan kepada pemain Timnas, kemudian ada yang terpapar, tapi PSSI tak kunjung terbuka.

“Makanya saya sempat bilang PSSI seharusnya belajar dari basket. Mereka itu terbuka, hari pertama IBL ada yang kena, mereka sudah bicara, siapa, klub mana yang kena.”

Sehubungan itu, Gatot berharap PSSI bisa segera melakukan pelacakan tentang kemungkinan-kemungkinan terdampak pada pemain. Terlebih, adanya kasus positif di kalangan tim pelatih Shin sudah terjadi sejak 5 dan 7 Maret lalu.

“Sejauh ini karena tak ada laporan kita tak tahu. Tapi yang saya ketahui biasanya data yang terpapar, cepat atau lambat akan diketahui karena data itu terkoneksi satu sama lain. Jadi poinnya ditutupi apapun cepat atau lambat pasti diketahui,” dia mengungkapkan.

“Saya hanya berharap pertama meskipun sempat dibantah untuk case Shin tapi sudah terbuka. Yang kedua, tempo hari pemerintah sudah membantu serius untuk mulai bantu perizinan Piala Menpora, ibaratnya tak mungkin tanpa campur tangan Pak Menteri.”

“Lalu juga dengan adanya vaksinasi artinya pemerintah sudah tak kurang-kurangnya untuk memback-up masalah kesehatan. Sebaliknya PSSI harus lebih terbuka. Kalau tidak terbuka percuma,” Gatot menegaskan.

Sumber : detik.com

RSJ Jabar Tangani Ratusan Anak Kecanduan Gawai Akibat Pandemi Covid-19

0

Bogordaily.net – Kegiatan belajar mengajar daring dari rumah untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 ternyata membawa efek negatif untuk anak-anak usia sekolah. Dampaknya anak menjadi kecanduan gawai.

Dampaknya terjadi pada perubahan gaya hidup dan hubungan sosial yang mengakibatkan peningkatan kecemasan di kalangan anak dan remaja akibat tingginya kecanduan penggunaan gawai.

Direktur RS Jiwa Provinsi Jawa Barat dr Elly Marliyani mengatakan, jumlah pasien rawat jalan akibat kecanduan gawai pada Klinik Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat pada tahun 2020 menangani 104 pasien.

Menurut Elly, pasien kebanyakan mengalami masalah kejiwaan dan terdampak adiksi (kecanduan) games online.

“Sedangkan pasien murni adiksi games sebanyak 8 orang. Pada tahun 2021 bulan Januari hingga Februari, yang mengalami masalah kejiwaan dan terdampak adiksi games ada 14 pasien dan 5 pasien murni adiksi games yang Rawat jalan di Klinik Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja RSJ Provinsi Jawa Barat. Saat ini tidak ada pasien rawat inap Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja dengan murni adiksi games,” kata Elly dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (23/3/2020).

Akibat pandemi Covid-19

Sementara itu, Psikiater Sub Spesialis Anak dan Remaja RSJ Provinsi Jawa Barat, dr Lina Budiyanti mengatakan, peningkatan penggunaan internet memang tak terhindarkan, mengingat pada masa pandemi pemerintah mengimbau agar masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah dan menerapkan pembatasan sosial.

“Rentang usianya (anak yang kecanduan gawai) 9 sampai 15 tahun,” ungkap Lina.

Lina menjelaskan, dampak negatif anak yang kecanduan internet dan gawai dapat berupa perubahan mood atau emosi termasuk iritabilitas, kemarahan dan kebosanan, gangguan pola tidur dan kualitas tidur yang buruk, depresi dan cemas, serta risiko bunuh diri.

“Ada juga masalah kondisi fisik, buruknya kondisi kesehatan secara umum, gizi buruk dan konsumsi caffeine yang berlebihan, kehilangan teman di dunia nyata, konflik dengan anggota keluarga, perpisahan dan perceraian, rusaknya produktifitas dan kehilangan pekerjaan serta masalah finansial,” bebernya.

Lina membenarkan jika tingkat kecanduan gawai paling tinggi disebabkan oleh game online.

“Terapi yang diberikan bisa berupa konseling, psikoterapi, dan pada kasus-kasus yang berat atau sudah ada gejala gangguan jiwa bisa juga diberikan obat,” ucapnya

Untuk pencegahan, lanjut Lina, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Yang pertama adalah membatasi pemakaian gawai, internet dan game untuk anak tidak lebih dari 2 jam.

“Kemudian mendorong anak menggunakan internet untuk hal yang produktif, mendorong anak untuk melakukan kegiatan lain khususnya kegiatan fisik dan aktifitas lain di luar rumah, mengurangi akses terhadap internet dengan menjauhkan gadget saat di tempat tidur,” jelasnya.

“Penanganan untuk kecanduan internet tentunya memerlukan kolaborasi diantara para profesional dibidang kesehatan jiwa serta keluarga,” tandas Lina.

Sumber : Kompas.com

Positif Covid-19 Meski Sudah Taat Prokes, Dinda Hauw: Namanya Penyakit Gak Ada yang Tau

0

Bogordaily.net – Pasangan Rey Mbayang dan Dinda Hauw baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka positif Covid-19. Kabar itu pertama kali diungkap Rey dalam akun Instagram-nya.

Di unggahan tersebut, Rey memposting foto tangannya dan tangan Dinda yang saling bergenggaman.

“Aku dinda positif Covid-19,” tulis Rey dalam unggahannya seperti dilihat INDOZONE.

“Setelah ngelewatin beberapa kondisi dimana kita berdua tetap negatif walaupun beberapa kali 1 rombongan sama pasien positif, akhirnya tiba juga waktunya,” sambungnya.

Sementara itu, Dinda dalam Insta Story-nya baru-baru ini mengungkap bahwa keadaannya dengan Rey sudah membaik. Hanya saja batuk dan demamnya yang masih naik turun.

Melalui unggahan itu juga, Dinda mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah mendoakan dirinya dan Rey, agar segera sembuh dari paparan Covid-19.

“Hi semuanya, terima kasih atas doa dan kririman-kirimannya, maaf belum bisa bales satu persatu. Alhamdulillah kondisiku dan Rey sudah membaik, cuma batuk dan demamnya memang masih naik turun aja,” tulis Dinda.

Dinda pun dalam unggahan itu mengatakan bahwa datangnya penyakit atau ajal itu tak ada yang tau, sekalipun hanya berada di rumah.

“Hehe yang namanya penyakit dan ajal itu kita gak pernah ada yang tau, bahkan walaupyn kita di rumah aja,” jelasnya.

Dinda pun menambahkan, dia dan Rey selalu mengikuti protokol kesehatan dan selaku melakukan swab PCR. Namun, dia merasa apa yang dialaminya saat ini adalah nikmat dari Allah.

“Tenang aja, aku dan Rey adalah orang pertama yang tau dan Insya Allah paling menjaga soal kehamilan ini,” jelasnya.

Sumber : indozone.id

Mulai Tidak Betah, Eling Haaland Bersiap Hengkang dari Borussia Dortmund

0

 

Bogordaily.net – Eling Braut Haaland dikabarkan mulai tidak betah di Borussia Dortmund, dan bersiap untuk hengkang dari tim asal Jerman itu. Manchester United dengan cepat meresponnya dan bersiap-siap untuk menampung pemain Norwegia itu.

Sejak bergabung dengan Dortmund di tahun 2019 silam, Haaland menjadi pujaan baru Die Borussen. Ia menjadi mesin gol yang sangat mematikan di ujung tombak Dortmund.

Berkat ketajamnnya itu, ia didambakan banyak klub top Eropa. Khususnya Manchester United yang kerap digosipkan tertarik untuk merekrut sang striker.

AS mengklaim bahwa kans MU untuk menggaet Haaland semakin besar. Setelah sang striker dilaporkan ingin pergi dari Dortmund.

Menurut laporan tersebut, Haaland sudah mulai jengan membela Dortmund.

Ia menilai performa Dortmund belakangan ini sangat tidak konsisten. Terutama setelah mereka ditahan imbang FC Koln dengan skor 2-2 setelah unggul 2-0 lebih dahulu.

Haaland menilai bahwa jika situasi ini terus berlanjut, Dortmund bisa-bisa absen dari UCL musim depan. Itulah mengapa ia mulai frustrasi di Signal Iduna Park.

Lebih lanjut, Haaland dilaporkan sudah meminta sang agen untuk mencarikannya klub baru.

Ia kabarnya sudah membulatkan tekad untuk pindah dari Dortmund. Terutama jika timnya itu gagal lolos ke UCl.

Itulah mengapa Mino Raiola diberitakan mulai berkomunikasi dengan beberapa klub, terutama klub-klub EPL yang kabarnya sanggup menebus mahar transfernya.

Manchester United harus siap keluar uang banyak untuk merekrut Haaland.

Karena sang striker dilaporkan bakal dibanderol sekitar 100 juta Euro oleh Dortmund.***

Rel yang Dicuri Kades Watesjaya Merupakan Proyek Mangkrak Double Track Kereta Api Bogor-Sukabumi

Bogordaily.netProyek mangkrak Double Track Kereta Api Jalur Bogor-Sukabumi yang kini jadi lahan pencurian besi rel melibatkan kepala Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, RI merupakan proyek mangkrak.

Proyek mangkrak Double Track yang mulai dikerjakan pada sekitar awal april 2019, sebenarnya ditargetkan rampung akhir tahun 2019.

Kenyataannya hingga saat ini, progres fisik jalur ganda Kereta Api lintas Bogor-sukabumi baru mencapai 70 persen.

Baca juga:  Edan! Kepala Desa di Kabupaten Bogor Tersangka Otak Pencurian Rel Kereta Api Double Track Bogor-Sukabumi

Tentu banyak faktor penunda pengerjaan proyek ini sehingga petugas terkendala dalam mengerjakan proyek ini.

Yang terbaru yaitu Warga Desa Watesjaya Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor kejutkan oleh Kepala Desanya sendiri.

Bukan karena prestasinya, melainkan Kepala Desa Watesjaya, RI (nama disamparkan) ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan kasus pencurian rel kereta api double track, Jalur Bogor-Sukabumi.

Dalam aksinya RI dibantu oleh 4 orang tersangka lainnya yaitu AS, S, MR,dan K.

Menurut Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Handreas Adrian, kasus ini berawal ketika kelima tersangka berencana melakukan pencurian rel kereta api yang berada di kilometer 20+600 yang terletak diantara Stasiun Cigombong daan Stasiun Cicurug.

Di daerah tersebut merupakan kawasan proyek transportasi yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Aksi pencurian ini dilakukan Kepala Desa Watesjaya dan kawan-kawan ketika tengah malam.

“Para tersangka melaksanakan aksinya pada hari Kamis, 21 Januari 2021 tengah malam. Dalam melakukan aksinya tersebut, pelaku di ketahui oleh Petugas PT. KAI,”. Tutur Handreas, Senin, 22 Maret 2021.

Kasus ini masih terus diselidiki satuan Reskrim Polres Bogor dan telah memasuki tahap pemberkasan.***

Bupati Bogor Izinkan karaoke dan Panti Pijat Beroperasi Kembali

0

Bogordaily.net – Melalui Keputusan Bupati Bogor Nomor: 443/215/Kpts/Per-UU/2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berbasis mikro di Kabupaten Bogor, mulai Selasa (23/3) hingga Minggu (4/4) mendatang.

Melalui keputusan tersebut, Pemkab Bogor akhirnya membuka sejumlah sektor yang sebelumnya sempat dilarang, pada PSBB berbasis mikro sebelumnya. Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Ade Yasin mengatakan, sejumlah sektor yang diperbolehkan dibuka pada perpanjangan PSBB ke 13 ini yakni, bioskop dan rumah bernyanyi.

“Bioskop diperbolehkan dengan jumlah pengunjung paling banyak 50 persen dari kapasitas. Untuk jam operasional pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” katanya, Selasa (23/3). Untuk arena bernyanyi, sambungnya, boleh diperkenankan beroprasi mulai pukul 10:00 WIB hingga pukul 21:00 WIB, dengan kapasitas maksimal 50 persen.

“Arena bernyanyi baik yang berdiri sendiri atau merupakan fasilitas Hotel, Resort, Cottage, Villa, homestay dan penginapan boleh beroprasi,” jelasnya.

Tak hanya rumah bernyanyi, perawatan tubuh seperti tempat refleksi dan spa, juga diperbolehkan beroprasi mulai pukul 10:00 WIB hingga pukul 21:00 WIB.

“Jasa perawatan tubuh, kecantikan dan sejenisnya seperti panti pijat, refleksi, spa, salon, barber shop dan cukur rambut boleh beroprasi. Tapi tetap dengan protokol kesehatan ketat seperti maksimal pengunjung 50 persen dari total kapasitas,” tutupnya.

Sumber : ayobogor.com

Polisi Sita Mata Uang Asing dari Ustad Gondrong Sang Penipu Penggandaan Uang

Bogordaily.netPolisi berhasil menyita sejumlah barang bukti mata uang asing dari Hermawan atau Ustad Gondrong pelaku penipuan penggandaan uang di Bekasi.

Dari barang bukti yang disita polisi tersebut salah satunya mata uang asing yang saat ini sedang di cek keasliannya.

Menurut Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan mengatakan bahwa beberapa lembar uang mata asing itu berasal dari Vietnam, Rusia dan Korea.

Kombes Hendra Gunawan pun mengatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas mata uang asing yang dimiliki oleh Hermawan

Polisi pun masih akan mendalami tentang kasus penipuan berkedok penggandaan uang ini.

Tak hanya mata uang asing polisi pun menyita barang bukti lain berupa keris, cambuk, cakar macan dan beberapa foto.

Menurut Hermawan beberapa barang tersebut ditaruh di ruan praktek untuk menambah keyakinan korban kalau dirinya meman benar orang sakti.

Saat ini Hermawan menjadi tersangka dan dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan UU Perlindungan Anak karena menikahi anak di bawah umur.

Sebelumnya warganet digegerkan oleh Hermawan yang dijuluki Ustad Gondrong di Bekasi lantaran bisa menggandakan uang melalui sebuah kotak berwarna hitam.

Dalam video yang beredar tampak Hermawan sedang membuktikan bahwa dirinya bisa menggandakan uang.

Pada awalnya ia membuka kotak kecil dan mengeluarkan benda berwarna hitam dari dalam kotak tersebut lalu membungkus bendanya dengan sebuah kertas.

Setelah dibungkus oleh kertas lantas ia memasukannya kedalam kotak yang lebih besar berwarna hitam, tak lama ia mengeluarkan benda hitam tersebut dan menggembalikannya ke dalam kotak kecil seperti diawal.

Lalu kertas yang tadi sebegai pembungkus benda hitam dimasukan ke kotak besar hitam dan ditutup dengan plastik lalu tak lama keluar asap dari dalam plastik.

Saat kotak hitam dibuka terlihat dalamnya dipenui oleh uang kertas Rp 100 ribu, lalu semua saksi di sekeliling nya mengucap kagum.
“Subhanallah,” ucap semua orang disana.

Hermawan lantas mengeluarkan uang salam kotak dan menyebarkan di sekeliling kotak tersebut namun tak habis – habis.

Semua saksi pria disana terkagum melihat apa yang dilakukan Hermawan alias ustad Grondrong ***

Seorang Ayah Pukuli 4 Anaknya dengan Palu dan Kunci Inggris

Bogordaily.netSeorang ayah berinisial ADS, tega pukuli 4 anaknya dengan menggunakan palu, kunci inggris, dan obeng. Aksi brutal sang ayah membuat salah satu anaknya berusia 18 tahun, nekat melarikan diri karena tidak kuat menerima siksaan dari ayahnya,

Waka Polresta Bogor Kota, AKBP M. Arsal Sahban menjelaskan saat melakukan penyiksaan. ADS menggunakan sejumal peralatan tukang seperti Palu, Kunci Inggrisw hingga Obeng.

Benturan alat-alat tumpul itu mengakibatkan luka pada pelipis yang membuat benjolan hingga berdarah, kemudian, Seolah tidak puas selaku ayah tiri ADS, kerap memukul bagian kepala anaknya menggunakan kunci Inggris, Lalu pada bagian, si kaki anak dipukul menggunakan palu. ADS merupoakan seorang ayah tiri bagi anak-anaknya.

“Padahal itu karena hanya karena kesalahan kecil,” kata AKBP M. Arsal Sahban.

Peristiwa kekerasan ayah tiri terhadap anaknya diketahui ketika istrinya mendatangi Polresta Bogor Kota. Kebetulan istrinya sendiri saat itu sedang bekerja dimana dirinya berprofesi sebagai terapis.

“Sebenarnya sang istri sudah mengetahui kekerasan terhadap anaknya sejak lama, sejak mereka menikah kurang lebih 1 tahun setelah itu, tapi dia bertahan dengan alasan anak, mereka punya anak bersama,” ujar AKBP M. Arsal Sahban, Selasa 23 Maret 2021.

AKBP Arsal menuturkan, bahkan salah satu anaknya berusia 18 tahun harus melarikan diri kerumah neneknya karena tidak kuat menerima siksaan dari ayahnya, namun, tengah dikabarkan bahwa anak tersebut mempunyai rasa trauma dan ketakutan.

Kemudian itu Arsal mengungkapkan, sang istri berharap sang suami bisa berubah karena mempunyai anak bersama yang berjenis kelamim perempuan.

Tapi, ternyata kelakuan dari hari ke hari semakin menjadi dan takut bahwa traumatik terjadi kepada anak-anaknya yang lain.

“Kekerasan yang dilakukan terhadap anak, khususnya yang nomor 3 yang laki-laki umur 14 tahun itu dipukul di pelipis kanan itu sampai benjol berdarah, kemudian, kepalanya dipukul pake kunci Inggris, lalu kakinya dipukul pake palu, itu karena hanya karena kesalahan kecil,” katanya.

“Kemudian, yang tertua itu pake semacam pisaulah ke telinganya dan itu membuat traumatik. Dan ketakutan karena menggunakan senjata tajam yang berbahaya,” tambahnya.

Sementara itu, hasil yang di perbuat pelaku akan dikenai UUD perlindungan anak, UUD kekerasa dalam rumah tangga dan juga KUHP terkait dengan penganiayan.

UUD perlindungan anak ancaman 3 tahun kemudian, UUD kekerasan dalam rumah tangga 5 tahun, dsn juga KUHP dengan ancaman 2 tahun.

“Nah, kita akan fokuskan kepada UUD kekerasan dslam rumah tamgga dengan ancaman 5 tahun,”ungkapnya.***