Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 7485

Keluarga Korban Pembunuhan Berantai Tuntut Rian dengan Hukuman Mati

Bogordaily.net– Keluar korban pembunuhan berantai DP (17) meminta agar pelaku Rian yang telah menghabisi anaknya dan membuang dengan dibungkus plastik dan ditemukan di Jalan Cilebut, Kota Bogor dihukum mati.

Hal itu dikatakan, perwakilan keluarga sekaligus pengacara keluarga Banggua Tambunan, Sabtu (13/3/2021). Kata dia, meski saat ini proses hukum masih dalam tahapan penyidikan, pihak keluarga sudah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada aparat kepolisian.

”Kami bersyukur karena ini memang hasil kerja keras penyidik, teman-teman dari Polri. Sehingga tersangka sudah tertangkap,” kata Banggua.
Dengan tertangkapnya pembunuh berantai ini, Banggua mengungkapkan keinginan keluarga korban yaitu hukum ditegakkan seadil-adilnya.

”Kami berharap hukuman diberikan seberat mungkin. Jadi disampaikan bahwa seberat mungkin, hukuman mati,” jelasnya.

Lebih lanjut, Banggua sendiri mengaku akan mengawal terus proses hukum yang akan dijalani MR demi nama keadilan bagi keluarga korban dan korban itu sendiri.

Terkait perangai korban DP yang diduga menjadi korban prostitusi, Bangua belum bisa berkomentar banyak. Lantaran, keluarga berkesimpulan bahwa DP merupakan anak yang baik, di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah.

“Saya rasa itu dalam proses penyelidikan ya. Tentunya, kami keluarga membantah hal tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, Rian diamankan di Depok pada Rabu (10/3/2021) malam. Rian diduga telah melakukan pembunuhan berantai terhadap DP dan korban lainnya EL (23) yang jenazahnya dibuang di area perkebunan Gunung Geulis, Megamendung, Kabupaten Bogor dan ditemukan pada Selasa (9/3/2021).

Polisi Intensif Periksa Kejiwaan Pelaku Pembunuh Berantai Rian

Bogordaily.net – Polisi terus melakukan pemeriksaan kejiwaaan pelaku pembunuhan M Rian (21) yang membunuh keji dua perempuan dalam dua pekan terakhir. Tes kejiwaan guna mengetahui latar belakang motif pelaku.

Tiga hari pascapenangkapan polisi secara maraton terus memeriksa pelaku pembunuhan berantai asal Bogor Rian.

Dengan mengenakan pakaian tahanan, Rian didudukan di hadapan dua penyidik, Sabtu (13/2/2021). Di hadapan penyidik, nampak ada raus wajah gusar, sedih, atau takut dalam Rian.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro di Mapolresta Bogor menuturkan, pemeriksan hari ini lebih kepada kejiwaan pelaku. Hal itu untuk memastikan, latar belakang pelaku dalam mengungkap motif.

“Sehingga jelas mengapa setelah kejadian pembunuhan yang pertama berlanjut sampai dengan kejadian yang kedua,” ujar Susatyo.

Susatyo menjelaskan, pihaknya saat ini sedang memfokuskan penyelidikan pada motif pelaku untuk mengambil harta benda dari korban. Tetapi tidak menutup kemungkinan apabila pihaknya akan mengembangkannya untuk motif-motif lainnya.

“Tentunya secara saintifikkita akan kembangkan hal tersebut. Intinya kita akan gali keterangan dari tersangka dari berbagai sudut pandang,” akunya.

Masih kata dia, terkait dengan masa lalu tersangka, pihaknya juga berusaha untuk mekonstruksi bagaimana masa lalu daripada tersangka ini.

“Seperti hubungan pertemanan, hubungan tersangka dengan teman-teman wanitanya, hubungan dengan keluarganya. Sehingga bisa menampilkan profil yang agresif dari tersangka untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap korban pertama dan korban kedua,” sebutnya.

Sambung dia, sempat ada beberapa keterangan bahwa tersangka ini awalnya panik, takut, tetapi setelah satu minggu timbul keberanian lagi dari tersangka untuk melakukan aksi pembunuhan lagi.

“Tersangka mengaku setelah satu minggu melakukan pembunuhan yang pertama, dirinya sudah berani untuk melakukan pembunuhan lagi,” sebutnya.***

Benarkah Tren Kasus Covid-19 Kota Bogor Diklaim Turun? Berikut Faktanya

Bogordaily.net– Dalam beberapa waktu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menklaim angka kasus Covid-19 turun, benarkah demikian? Berikut angka dan faktanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota bogor, Sri Nowo Retno melaporkan data perkembangan kasus Covid-19 di Kota Bogor pada pekan pertama bulan Maret 2021.

Dilihat trennya dalam dua pekan terakhir, terlihat adanya penurunan kasus.
Kata dia, kasus aktif sudah menurun dari jumlah 1.162 pasien pada 1 Maret dan pada 12 Maret berjumlah 881 atau berkurang 281 orang atau 10,4 persen.

Dari pada perioede yang sama, berjumlah 10.769 orang menjadi 11.776 atau bertambah 1.007 atau 17,9 persen, angka kematian saat ini berjumlah 210 orang atau 1,6 persen, masih jauh dibawah angka nasional yang berada di angka 2,7 persen.

“Untuk positivity rate masih di atas 10,8 persen, bed occupancy rate (BOR) rumah sakit cenderung mulai menurun. Bahkan di hari kemarin sebesar 39,38 persen. Dari 846 tempat tidur yang terisi hanya 339 tempat tidur,” paparnya.

Pada Januari tenaga kesehatan (nakes) yang terkonfirmasi tinggi sekali yakni 21 orang dan Februari turun jadi 10 orang. Retno menyebut, yang menarik adalah tenaga kesehatan yang terkonfirmasi pada minggu pertama Maret 2021, nol kasus.

Untuk ICU juga kata Retno mengalami penurunan menjadi 50 persen yakni dari 50 hanya 25 yang terisi. Sementara di Rumah Sakit Lapangan hanya 29,7 persen yakni dari 64 tempat tidur hanya 19 yang terisi.

Untuk pusat isolasi, sesuai kesepakatan dengan BPKP pekan depan sudah mulai dialihkan ke Pusdiklat BPKP di Ciawi dengan fasilitas 128 tempat tidur.
Terkait perkembangan klaster ada penurunan, total dalam sepekan kemarin ada penambahan 122 orang dari yang terpapar 323 orang. Jika dibandingkan dengan pekan lalu, ada penurunan klaster keluarga.

Sementara, perkembangan vaksinasi untuk tahap kedua bagi pelayanan publik dan lanjut usia (lansia) dalam sepekan sudah mencapai 25.000 orang yang sudah di vaksin. Ada dua titik yakni Puri Begawan dan ICC Botani dengan masing-masing kapasitas sebanyak 3.000 orang per hari.***

FPIK IPB Bedah Film Pulau Pari : Nelayan vs Republik Investor

0

Bogordaily.net – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor, telah meggelar Bedah Film pada Minggu, 7 Maret 2021.

Acara tersebut diadakan oleh, Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FPIK IPB dan Kementerian Kebijakan Agrikompleks BEM KM IPB.

Selaku Kepala Departemen Kastrat BEM FPIK Sandy W Prasetyo, bedah film bertajuk Trilogi Pulau Pari : Nelayan vs Republik Investor.

Acara tersebut dilaksanakan secara online, melalui zoom meeting dari pukul 12.45 sampai dengan selesai.

Kepala Departemen Kastrat BEM FPIK Sandy W Prasetyo menyatakan, acara tersebut langsung mendengar tentang permasalahan di Pulau Pari, yang masuk ke dalam program 10 Bali baru oleh Presiden Jokowi.

“Jadi Pulau Pari yang sudah di kelola secara mandiri oleh masyarakat sejak 2010, tiba-tiba di rampas oleh investor. Bahkan sampai terjadi somasi kepada masyarakat oleh pengembang tersebut,” ucap Sandy.

Ia menambahkan, masyarakat melakukan pergerakan untuk melawan penindasan.

“Makanya masyarakat melakukan pergerakan Ekonomi Tanding (seperti yang diperlihatkan pada film dokumenter Watchdoc, untuk melawan penindasan tersebut,” tambahnya.

Tujuan bedah film ini memberi tahukan keaadaan masyarakat Pulau Pari, dalam menghadapi investor yang ingin menguasai Pulau Pari sepenuhnya.

Acara tersebut diramaikan oleh Perwakilan Ketua RT Pulau Pari Edi Mulyono, Penelitian Agraria Pesisir & Pulau-pulau Kecil-Pusat Studi Agraria IPB.

Serta, Reporter Watchdoc Geril Dewira, Kabri Internal BEM FPIK Vierda Anggraini sebagai MC, dan Kadept Kastrat BEM FPIK Sandy W Prasetyo dalam Moderator.

Adapun keuntungan yangdi dapatkan oleh peserta dari bedah film tersebut, yaitu Elektronik Sertifikat, dan ilmu yang bermanfaat. Cc

BEM KM IPB Minta Ketua DPRD Kota Bogor Terusterang Soal Interpelasi

0

Bogordaily.net – BEM KM Institut Pertanian Bogor (IPB) undang Ketua DPRD Kota Bogor, untuk berdiskusi menganai wacana interpelasi yang sempat dilontarkan.

Wacana interpelasi tersebut bergulir dari pansus perwakilan DPRD Kota Bogor, terhadap Pemerintah Kota Bogor  dan menuai banyak respon dari berbagai kalangan.

“Kalau kebijakan dengan angka yang sudah turun tidak mempunyai dampak, buat kebijkan lain! Jangan sampai Kebijakan yang tidak mempunyai dampak, diteruskan” dikutip dari wawancara Atang Trisnanto Ketua DPRD Kota Bogor di Instagram @dprd.kotabogor.

Beberapa temuan yang juga ditemukan oleh pansus, seperti kebutuhan masyarakat yang belum tercover di tahun 2021, salah satunya Wifi untuk penunjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Bansos untuk keluarga Covid-19 di Kota Bogor, menjadi dasar yang menguatkan digulirkannya interpelasi tersebut.

Menteri Kebijakan Daerah BEM KM IPB Maula Achmad Haidar mengatakan, jangan sampai wacana interpelasi tersebut terjadi.

“Ketika memang interpelasi sudah diwacanakan, berarti sudah ada hal fundamental yang menjadi acuan, maka jangan sampai menjadi sebuah wacana dan wacana kembali seperti yang sudah-sudah,” kata Maula pada Jumat, 12 Maret 2021.

Ia menambahkan, BEM KM IPB berkomitmen untuk melakukan audit dana dari pemerintah kota.

“Kadang keluar beberapa alasan yang membuat interpelasi itu tidak jadi terwujud, dan dalam hal ini juga BEM KM IPB juga berkomitmen untuk mendesak teman-teman berwenang, untuk melakukan audit dana yang telah terkucurkan terhadap kebijakan yang diambil oleh pemkot, agar dana yang keluar pun kita tau. Sejauh mana itu sudah terserap agar juga menjadi perhatian masyarakat kemana uang mereka berlabuh” ucapnya.

BEM KM IPB berencana mengadakan diskusi ini via live instagram @bemkmipb , dan masih mencari waktu yang tepat juga dengan ketua DPRD.

Dalam beberapa wawancaranya juga, Atang menyinggung sejumlah kebijakan pemkot yang menjadi catatan DPRD,

“Seperti ganjil genap, yang mungkin mendapat banyak laporan ketika kita lewat, suka tidak ada penjaganya, dan sebagainya, ini juga yang menjadi catatan kita di dewan,” ungkapnya.

Kebijakan ganjil genap telah diterapkan dari mulai pekan pertama di bulan februari, terdapat 11 titik cek poin di Kota Bogor.

Seperti,  Simpang Bubulak, Simpang Ciawi, Simpang BORR, Simpang Pomad, Simpang Yasmin, Simpang Terminal Baranangsiang, Simpag Batutulis, Simpang Air Mancur, Simpang Empang, Simpang Gunung Batu, Simpang RSUD.

Kini, BEM KM IPB masih menunggu konfirmasi waktu dari Ketua DPRD Kota bogor, untuk diskusi terbuka yang akan dilaksanakan melalui Live Instagram @bemkmipb. Cc

3 Daerah di Bali Siap Jadi Kawasan Wisata Bebas Covid-19

Bogordaily.net Pemerintah Daerah Provinsi Bali tengah bersiap mengembangkan Zona Hijau Bebas Covid-19 yang akan dijadikan Free Corridor Covid-19.

Daerah wisata yang masuk ke dalam zona ini, nantinya boleh dikunjungi oleh wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan ada 3 daerah yang telah diusulkan menjadi Zona Hijau Bebas Covid-19.

Yakni Ubud di Kabupaten Gianyar, Kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua di Kabupaten Badung dan Sanur di Kota Denpasar.

Adapun penetapan tiga wilayah tersebut sebagai zona hijau tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Desa/Kelurahan.

Sebagai langkah awal, untuk memastikan kedua wilayah tersebut 100 persen aman maka akan dilakukan vaksinasi massal COVID-19 bagi orang yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan tersebut.

Penanggung jawab diserahkan kepada Wali Kota/Bupati daerah masing-masing.

Kemudian berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, secara keseluruhan vaksinasi akan diberikan kepada 151.603 ribu orang.

Dengan dua kali penyuntikan maka butuh sekitar 303.206 ribu dosis vaksin Covid-19.

“Populasi yang akan diberikan vaksin di 3 zona itu warga yang berdomisili di daerah zona, pekerja yang berasal dari daerah zona, dan pekerja dari luar daerah zona.” Kata Gubernur Bali I Wayan Koster dalam pertemuannya dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wali Kota/Bupati se-Bali di Jaya Sabha, Kota Denpasar pada Jumat 12 Maret 2021.

Selain data vaksinasi, persiapan lain yang telah dilakukan oleh Pemda adalah menerbitkan ketentuan pelaksanaan protokol kesehatan yang mencakup mobilitas orang, transportasi, serta infrastruktur kesehatan.

Aturan ini wajib diberlakukan bagi daerah yang menerapkan Zona Hijau Bebas Covid-19.

“Jadi semua orang yang akan beraktivitas di sana (kawasan zona hijau) harus mengikuti ketentuan ini, tetapi kalau hanya lewat saja maka diperbolehkan,” ucapnya.

Aspek lainnya seperti Sumber Daya Manusia Kesehatan, logistik maupun sarana dan prasarana pun telah disiapkan.

Pada kesempatan yang sama, Menkes menyatakan siap mendukung upaya Bali untuk menerapkan Zona Hijau Bebas Covid-19.

Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk membangkitkan kembali industri pariwisata Bali di dunia internasional, sehingga Bali bisa menjadi sebagai contoh destinasi wisata yang aman dan sehat.

“Ini menjadi contoh destinasi wisata dunia, jadi orang datang merasa aman, tidak takut apapun karena demikian disiplinnya kita menjaga kesehatan,” tuturnya.

Untuk meyakinkan dunia bahwa Bali merupakan kawasan wisata yang aman dan sehat.

Menkes menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai lembaga internasional. Upaya ini tentunya harus didukung oleh penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Agar ini tidak hanya menjadi destinasi wisata lokal tapi harus menjadi destinasi wisata dunia. Untuk itu, ajak berbagai lembaga internasional untuk membantu dan mengawal ini. Kita buktikan bahwa kita bisa, sehingga dunia yakin bahwa Bali siap menjadi lokasi wisata yang aman. Saya yakin kita bisa kok,” kata Menkes.

Dia menekankan untuk mewujudkan Zona Hijau Bebas Covid-19, maka daerah yang terpilih harus 100 persen aman dan sehat.

Menkes mendorong agar pelaksanaan vaksinasi di dua kawasan itu dilakukan sesegera mungkin supaya pemulihan ekonomi juga bisa dipercepat.

“Saya setuju semua disuntik vaksin di dua daerah itu, kalau bisa suntikan pertamanya kita mulai segera. Saya pingin Maret bisa harus sudah mulai,” katanya.

Selain vaksinasi, pihaknya juga menekankan pergerakan masyarakat maupun trasnportasi yang keluar masuk kawasan benar-benar dipantau, penerapan 3T dilakukan secara masif sesuai standar WHO serta penyediaan infrastruktur seperti RS maupun lab PCR yang bagus.

“Harus ada Lab PCR di sekitar Kawasan Wisata Ubud agar efisien, kalau bisa diatas 500 spesimen per hari. Dan itu ngak boleh lama, selesainya paling lama 24 jam. Oleh karenanya butuh infrastruktur yang prima untuk memastikan seluruh daerah itu aman dan bersih,” terangnya.

Untuk mewujudkan zona ini, Menkes menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral termasuk melibatkan sektor swasta.

Karena dengan kolaborasi yang apik antara pemerintah dan swasta, harapannya bukan hanya mewujudkan wisata Bali yang sehat namun juga sophisticated.

Merespon apa yang disampaikan oleh Menkes, Gubernur Bali berharap rencana penerapan Zona Hijau Bebas COVID-19 bisa tercapai, dan industri pariwisata di Bali bisa segera normal kembali. Untuk itu, Wayan berkomitmen penuh terlibat langsung di seluruh prosesnya.

“Saya akan pimpin langsung ini, untuk memastikan berhasil. Kalau sudah berhasil kita lanjutkan di lokasi lain,” ungkapnya.***

Awas HOAKS! BPJS Kesehatan Beri Bantuan Rp3,5 Juta Untuk Pekerja

Bogordaily.netHumas BPJS Kesehatan, Iqbal Anas Ma’aruf memastikan kalau klaim BPJS Kesehatan memberikan bantuan Rp 3,5 juta bagi yang bekerja dari tahun 2020 sampai 2021 adalah hoaks.

Informasi BPJS Kesehatan memberikan bantuan sebesar Rp 3.550.000 beredar di media sosia.

“Dapat kami pastikan itu hoaks. BPJS Kesehatan tidak pernah memberikan bantuan-bantuan finansial seperti itu. Murni hoaks,” katanya pada Kamis 28 Januari 2021.

Disebutkan yang bekerja antara tahun 2000 dan 2021 berhak menerima bantuan sosial tersebut. Mereka yang bekerja antara tahun 2000 dan 2021 berhak menerima bantuan sosial finansial sebesar Rp 3.550.000.

Menurut Iqbal Anas Ma’aruf, penyebar hoaks itu mencatut foto dan logo yang diambi dari website BPJS Kesehatan.

Selain itu, untuk informasi lengkap terkait BPJS bisa diakses melalui website resmi BPJS Kesehatan.

“Semua informasi terkait BPJS Kesehatan bisa diakses melalui care center 1500 400 atau ke akun medsos resmi BPJS Kesehatan dan website resmi bpjs kesehatan bpjs-kesehatan.go.id” ucapnya.

Jadi klaim BPJS Kesehatan memberikan bantuan Rp 3,5 juta bagi yang bekerja dari tahun 2020 sampai 2021 adalah hoaks. BPJS Kesehatan tidak pernah memberikan bantuan-bantuan finansial seperti itu.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.***

KABAR BAIK! Pendaftaran Beasiswa Santri Dibuka Pertengahan Maret Ini

Bogordaily.net Pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) tahun ini akan dibuka pada pertengahan Maret 2021.

Pada Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) ini, terdapat 21 pilihan Perguruan Tinggi yang akan menjadi mitra Kemenag dalam PBSB.

“Pendaftaran PBSB tahun 2021 segera dibuka. Kami sedang siapkan perangkatnya, para santri agar terus update informasi resmi seputar PBSB,” tegas Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Waryono Abdul Ghofur di Jakarta, Sabtu 13 Maret 2021.

Program Beasiswa Santri Berprestasi sudah berjalan sejak 2004. Ribuan sarjana santri sudah lahir dari program ini.

Program yang merupakan salah satu bentuk afirmasi negara bagi para santri agar dapat melanjutkan kuliah di perguruan tinggi.

Melalui PBSB, santri diharapkan mampu merespon tantangan zaman, mentransformasikan nilai-nilai agama dan nilai-nilai kemanusiaan yang universal dalam konteks kekinian.

Menurut Waryono, ada dua aspek kemampuan yang menjadi fokus PBSB saat ini.

Pertama, pemahaman dan penguasaan terhadap aspek ilmu agama (tafaqquh fiddin) yang menjadi core business Pesantren.

“Termasuk di dalamnya, kemampuan menentukan maslahat kemanusiaan (tafaqquh fii mashalihil khalqi), terlebih di kala pandemi melanda.l,” terangnya.

“Kedua, PBSB tidak hanya memberikan ruang pengkajian keilmuan keislaman saja, tetapi juga kajian keilmuan lainnya sebagai instrumen akademik dan metodologis untuk mentransformasikan agama sehingga lebih kontekstual,” lanjutnya.

Sejalan dengan itu, Direktorat PD Pontren terus berusaha melakukan optimalisasi pilihan program studi. Hal itu dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan pesantren dalam menjalankan fungsi pendidikan, fungsi dakwah serta pemberdayaan masarakat, serta upaya mewujudkan kemandirian pesantren dan mempercepat pembangunan nasional.

Harapannya, santri lulusan PBSB akan lebih responsif dan mampu memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan aktual.

Berikut ini daftar pilihan perguruan tinggi dan kuota untuk setiap kurusan Program Sarjana (S1) dalam seleksi PBSB tahun 2021:

1. UIN Alauddin, Makassar (Fakultas Ilmu Kesehatan; Kesehatan Masyarakat/kuota 10 santri)

2. UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang (Fakultas Ekonomi; Perbankan Syariah/kuota 10 santri)

3. UIN Sunan Ampel Surabaya (Fakultas Dakwah dan Komunikasi; Pengembangan Masyarakat Islam/kuota 10 santri)

4. UIN Sunan Gunung Djati, Bandung (Fakultas Ushuluddin; Tasawuf Psikoterapi/kuota 10 santri)

5. UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (Fakultas Dakwah dan Komunikasi; Ilmu Kesejahteraan Sosial/kuota 10 santri)

6. UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

A. Fakultas Kedokteran; Kedokteran dan Pendidikan Dokter (8 santri)

B. Fakultas Ilmu Kesehatan; Farmasi (8 santri)

7. UIN Walisongo, Semarang (Fakultas Syariah dan Hukum; Ilmu Falak/ kuota 10 santri)

8. UIN Sumatera Utara, Medan (Fakultas Syariah dan Hukum; Hukum/ kuota 10 santri)

9. IPB, Bogor (Fakultas Teknologi Pertanian; Teknik Industri Pertanian/ kuota 5 santri)

10. ITS, Surabaya (Fakultas Teknologi Informasi; Teknik Informatika/ kuota 5 santri)

11. UGM Yogyakarta:

A. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik; Ilmu Komunikasi (4 santri)

B. Fakultas Psikologi; Psikologi (4 santri)

12. Unisma, Malang (Fakultas Kedokteran; Pendidikan Dokter (2 santri)

13. UPI, Bandung (Fakultas Ilmu Pendidikan; a) Bimbingan dan Konseling (5 santri), b) Teknologi Pendidikan (5 santri)

14. UI, Jakarta:

A. Fakultas Hukum; Ilmu Hukum (2 santri)

B. Fakultas Keperawatan; Ilmu Keperawatan (2 santri)

C. Fakultas Ekonomi dan Bisnis; a) Ilmu Ekonomi (2 santri), b) Manajemen (2 santri), c) Ilmu Ekonomi Islam (2 santri)

D. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik; Hubungan Internasional (2 santri)

E. Fakultas Teknik; Teknik Industri (2 santri)

15. UNJ, Jakarta (Fakultas Ekonomi; Pendidikan Ekonomi/ kuota 10 santri)

16. Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Jakarta (Fakultas Islam Nusantara; Sejarah Kebudayaan Islam/ kuota 10 santri)

17. Unwahas, Semarang (Fakultas Agama Islam; Hukum Ekonomi Syariah/ kuota 10 santri)

18. Universitas Islam Nusantara (Uninus), Bandung (Fakultas Agama Islam; Perbankan Syariah, kuota 10 santri)

19. Universitas Islam Makassar (UIM), Makassar, Fakultas Pertanian; a) Agrobisnis (10 santri), b) Agroteknologi (10 santri)

20. Unram, Mataram (Fakultas Ekonomi; Ekonomi/ kuota 10 santri)

Waryono menambahkan, selain program sarjana (S1), PBSB tahun ini juga akan dibuka untuk Program Magister (S2). Program Magister (S2) PBSB ini dibuka untuk tiga program studi, yaitu:

1. UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta:

A. Pascasarjana Sains dan Teknologi; Magister Informatika (10 santri)

B. Pascasarjana Interdisciplinary Islamic Studies; Konsentrasi Kajian Industri dan Bisnis Halal (10 santri)

3. Institut Agama Islam Bunga Bangsa, Cirebon (Pascasarjana; Manajemen Pendidikan Islam/ kuota 10 santri). ***

10 Kyai Di Banyuwangi Dukung AHY Sebagai Ketum Partai Demokrat

Bogordaily.net – Tak sejalan dengan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, pada 5 Maret 2021 yang bertempat di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

KLB yang menyatakan Moledoko sebgai Ketua Umum Partai Demokrat.

Membuat banyak pihak terkejut termasuk Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Saat ini kedua kubu saling adu argumen. Setelah adanya KLB tidak sedikit yang mendukung Moeldoko.

Baru-baru ini, AHY nendapat dukungan dari Mastur Ali yang merupakan kyai pengasuh salah satu Pondok Pesantren di Banyuwangi, Jawa Timur.

Pada Channel Youtbe Resmi Partai Demokrat, Mastur Ali mengatakan dirinya bersama 10 kyai pengasuh pondok pesantren lainnya mendukung AHY sebagai pimpinan partai Demokrat.

“Hari ini kami bergabung bersama Partai Demokrat Kabupaten Banyuwangi, di bawah kepemimpinan bapak Mikel Edi Haryanto. Demokrat selalu hadir kepada masyarakat. Ini merupakan program mas AHY. Kami selalu berdoa kepada Allah, mudah-mudahan mas AHY selalu sabar menghadapi ujian ini dengan demikian demokrat akan menang dan berjaya di tahun 2024,”. Ucap Mastur Ali di Youtube Partai Demokrat Jumat Malam.***

27.500 lansia di Kota Bogor mulai divaksin pada Rabu Pekan Depan

Bogordaily.net – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno menyampaikan pemerintahannya telah menerima 55.000 dosis dengan sasaran 27.500 lansia untuk dua kali suntik.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperluas cakupan vaksinasi Covid-19.

Kali ini, 27.500 kategori lanjut usia (lansia) akan disuntik melalui layanan kesehatan dan drive thru mulai Rabu 17 Maret 2021 pada pekan depan.

“Lansia cukup banyak, jadi saya butuh beberapa titik dan beberapa model. Berarti nanti berbasis faskes (fasiltas kesehatan), puskesmas, rumah sakit, kemudian mungkin yang komunitas bisa saya buat massal seperti ini atau drive thru,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno.

Dilihat dari pendataan, saat ini terdaftar 61.198 lansia di Kota Bogor, data itu diperoleh dari RW, kader posyandu di wilayah-wilayah lalu didaftarkan ke puskesmas terdekat.

Retno menjelaskan, alurnya hampir sama seperti swab drive thru. Observasi dilakukan di dalam mobil atau motor. Untuk lansia berasal dari komunitas dapat digunakan metode massal di satu tempat.

“Rumah sakit juga nanti kita akan buka layanan khusus vaksin lansia seperti BSH, Siloam, BMC (Bogor Medical Center),” ungkapnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah melaksanakan vaksinasi pada tahap pertama sebanyak 10 ribu masyarakat yang telah menjalankan Vaksinasi.

Sebanyak 3.500 warga Kota Bogor mendapatkan program vaksinasi Covid-19, pelaksanaan vaksinasi dilakukan di Gedung Puri Begawan, Kota Bogor, pada Jumat 12 Maret 2021.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menjelaskan dari total 3.500 vaksin, sasarannya sejumlah pewarta yang bertugas di Kota Bogor, Pegawai KPP Pratama, Komite Nasional Olahraga Nasional (KONI), hingga atlet.

“Kita akan tambah lokasinya yaitu di hotel dan di mall, sekarang rata-rata sekitar 3.500 per hari, nanti kalau ditambah akan naik sehingga lebih cepat lebih bagus,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya.

“Sejauh ini tidak ada efek signifikan, kita berharap dan optimis vaksin bisa memberikan hasil postif,” tambahnya.

Kemudian pada tahap kedua, program vaksinasi 15.000 orang dari barbagai kategori, sampai total yang telah menjalani program vaksin sebanyak 25.000 orang.***