Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 7697

Satgas Covid-19 Beberkan Kenapa Habib Rizieq Ogah Beritahu Hasil Swab

0

BOGOR DAILY -Satgas Covid-19 Kota Bogor menjelaskan keinginannya mengetahui hasil swab Rizieq Shihab semata untuk mencatat data jumlah pasien yang berada dan dirawat di Kota Bogor. Apalagi dengan asumsi pasien yang bersangkutan masuk sebagai pasien dalam pengawasan.

Hal itu dikatakan menjawab surat dari Rizieq Syihab kepada Satgas Covid-19 pada Sabtu (28/11/2020) pagi yang takut jika hasil swab diberikan ke Satgas Covid-19 nantinya akan dipublikasikan.

“Kami Satgas Covid-19 Kita Bogor tidak pernah mempublishdata pasien. Kepentingan kami utnuk mencatat data jumlah pasien yang memang masuk ke Kota Bogor, dirawat di Kota Bogor dengan asumsi yang bersangkutan ODP karena yang bersangkutan dari klaster Petamburan,” ujar Koordinator Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas Covid-19 Kota Bogor Agustian Syach dalam jumpa pers, Sabtu (28/11/2020).

Satgas Covid-19 hanya perlu sinergi dan kolaborasi untuk mencatat dan mengambil sikap yang tepat dengan mengetahui hasil swab setiap pasien. Pihak Mer-C (yang melakukan swab) juga tidak memberitahukan kepada Satgas Covid-19.

Satgas Covid-19 Kota Bogor juga sudah meminta kepada Rizieq Syihab untuk melakukan tes ulang namun ditolak. Alasannya, Rizieq Syihab sudah menjalani tes swab sebelumnya.

“Kami sudah upayakan agar pasien yang bersangkutan tetapi ada penolakan dari keluarga. Namun kewajiban melaporkan hasil swab ada di pihak RS bukan pasien. Kami tekankan kami sangat menghargai privacy pasien, tetapi RS berkewajiban melaporkan hasilnya ke kami,” tutur Agustian.

Lebih lanjut dikatakan Agustian membenarkan, pihaknya tadi malam pukul 00.00 WIB sudah melaporkan Dirut RS Ummi ke Polres Bogor Kota.

“Pihak RS belum ada respons apapun. Namun kami ingatkan adanya Peraturan wali kota 107 setiap badan usaha yang menghalang-halangi upaya penegakan aturan maka ada sanksinya diantaranya maksimal penutupan izin usaha,” ujar Agustian.

Dirut RS UMMI Dilaporkan ke Polisi Karena Menghalang-halangi Pemkot Lakukan Swab Test

0

BOGOR DAILY – Direktur Utama RS UMMI Bogor, Andi Tatat dilaporkan ke polisi. Dia dilaporkan Satgas COVID-19 Kota Bogor karena dinilai menghalang-halangi upaya satgas melakukan swab test terhadap Habib Rizieq yang dirawat di rumah sakit tersebut.

“Benar,” kata Kapolres Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser, Sabtu (28/11/2020)

Laporan polisi tersebut tertuang dalam LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA. Paur Humas Polresta Bogor Kota Ipda Rachmat Gumilar mengatakan pelapornya adalah Satgas COVID-19 Kota Bogor.

“Kalau dalam laporannya kan menghalang-halangi upaya untuk melakukan swab test,” jelasnya. Saat ditanya apakah yang dimaksud menghalangi swab test terhadap Habib Rizieq, Ipda Rachmat membenarkan hal tersebut.

Pihak Polresta Bogor saat ini sudah menerima laporan tersebut. Pihaknya akan menindaklanjuti pelaporan itu.

“Langkah nya sementara ini, sudah menerima laporan tentunya ya, dari pihak Reskrim sedang menyiapkan administrasi untuk penyelidikan, yang nanti akan memeriksa, memanggil para pihak-pihak terkait,” jelasnya.

Apa Iya Bisa Tertular Covid-19 Saat Berenang? Ini Fakta Menurut WHO

BOGOR DAILY – Benarkah berenang bisa tetap tertular Covid-19? berikut faktanya menurut World Health Organization).

Di massa pandemi Covid-19 ini, beragam aktivitas orang-orang dibatasi, apalagi yang melibatkan banyak orang.

Salah satunya yakni berenang.

Berenang sering dilakukan di kolam renang publik yang mana akan banyak orang berkumpul di sana.

Banyak fasilitas kolam renang publik yang sempat ditutup selama pandemi.

Namun, kini sudah ada beberapa fasilitas kolam renang publik yang dibuka dengan menjalani protokol kesehatan yang ketat.

Muncul pertanyaan apakah berenangbisa tertular Covid-19?

Menurut WHO, berenang di kolam renang yang terawat dengan baik dan diklorinasi dengan benar tidak akan bisa menularkan Covid-19.

Sehingga Covid-19 tak akan bisa menular di dalam air kolam renang yang diklorinasi dengan benar.

Meski begitu, WHO menyarankan untuk menjauh dari area keramaian, termasuk kolam renang yang ramai.  Jaga jarak 1 meter dari orang-orang yang bersin atau batuk bahkan di area berenang.

Untuk itu, pilih tempat kolam renang publik yang jumlah pengunjungnya dibatasi. Lalu, pilih juga kolam renang yang selalu menjaga kebersihan air kolam.

Pemkot Bogor VS Habib Rizieq, Keduanya Sekarang Perang Undang-undang

0

BOGOR DAILY – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno menyambangi RS UMMI untuk berkordinasi dengan pihak rumah sakit terkait prosedur pengambilan swab test.

Namun. Sri Nowo Retno masih belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hasil pertemuan tersebut.

Sri mengunjungi RS UMMI sekitar pukul 15.30 WIB. Ia diketahui meninggalkan rumah sakit sekitar pukul 16.30 WIB dengan mobil hitam berpelat merah, Sabtu (28/11/2020). Sri meninggalkan lokasi tanpa memberikan pernyataan apapun kepada wartawan.

Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim membenarkan bahwa Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor sempat mengunjungi RS UMMI Bogor.

Ia mengatakan, Kadinkes Kota Bogor melakukan berkordinasi dengan pihak rumah sakit terkait swab test Habib Rizieq.

“Benar. Mengkonfirmasi langkah yg diambil RS terkait pemberitaan-pemberitaan sebelumnya tentang prosedur pengambilan, pemrosesan sampel spesimen swab test dan hasil laboratoriumnya.” Kata Dedie, Sabtu (28/11/2020).

Pemerintah Kota Bogor juga menyayangkan atas ketidakterbukaan pihak rumah sakit kepada pihak Pemkot Bogor.

“Mereka tidak terbuka padahal kewajiban RS melaporkan semua data informasi hasil swab ke database all record Kemenkes RI,” kata Dedie.

Selain itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut RS UMMI, tempat Habib Rizieq dirawat, tidak kooperatif.

Ia heran mengapa pihak rumah sakit bisa sampai kecolongan karena ada pihak dari luar masuk untuk mengetes swab Habib Rizieq. Teguran keras pun dia layangkan.

Saat menemui wartawan, Bima Arya mengaku mendapat informasi bahwa Habib Rizieq sudah di-swab test oleh tim dari Mer-C. Pihak Pemkot Bogor tidak dilibatkan, meski sebelumnya sudah dikoordinasikan.

“Nah pihak rumah sakit tadi siang kami lihat kecolongan itu kami tegur dan kami minta ke depan ya terbuka bekerja sama. Kalau nggak bisa kena pasal kalau nggak ngalang-ngalangi,” tegas Bima, Jumat (27/11).

Front Pembela Islam (FPI) mengklaim bahwa Habib Rizieq Syihab telah menjalani tes swab mandiri. Namun, Habib Rizieq menolak mempublikasikan hasil swab-nya karena alasan hak setiap pasien yang dijamin undang-undang.

“Kalau hasil beliau menyatakan tidak mengizinkan hasil dari medical beliau untuk dipublikasikan. Dan perlu diketahui hal itu dijamin oleh undang-undang, bahkan itu adalah hak asasi dari tiap pasien,” kata Wakil Sekretaris Umum DPP FPI Aziz Yanuar kepada wartawan di Rumah Sakit UMMI Kota Bogor, Sabtu (28/11/2020).

“Kami dalami yang lakukan swab siapa, dimana, kapan. Kenapa kami perlu tahu itu ? Karena demi kepentingan penanganan Covid-19 di kota Bogor. Ternyata pihak rumah sakit seakan akan menutup nutupi,” kata dia.

Atas dasar itu, Satgas membuat laporan ke Polresta Bogor pada malam harinya.

“Melaporkan kaitannya dengan Undang-Undang nomor 4 tahun 84 tentang wabah dan penyakit menular,” kata dia.

Laporan itu juga dibenarkan oleh Wakil Wali Kota Bogor Dedi A Rachim. Akan tetapi sejauh ini RS Ummi belum memberikan keterangan terkait hal tersebut.

“Semalam pasca kehadiran Walikota Bogor merangkap Ketua Satuan Tugas Covid-19, tim dari Satgas melaporkan kepada Kepolisian tentang dugaan adanya prosedur yang dilanggar oleh RS tentang pemeriksaan spesimen swab test salah seorang pasien RS terkait Klaster Petamburan,” kata Dedi.

Sebelumnya, petinggi FPI Rizieq Shihab dikabarkan dirawat di RS Ummi Kota Bogor. Rizieq mengklaim hanya kelelahan lantaran menyambut banyak orang sekembalinya ke tanah air dari Arab Saudi.

Wali Kota Bogor Bima Arya sempat mengunjungi RS Ummi. Dia berkunjung karena mendapat kabar bahwa Rizieq menolak menjalani tes swab virus corona.

Alhamdulillah Bupati Bogor Negatif Covid-19, Masih Harus Isolasi Mandiri Selama 3 Hari

BOGOR DAILY – Bupati Bogor, Ade Yasin dinyatakan negatif Covid-19 dari hasil swab lanjutan, setelah dinyatakan positif Covid-19. Ade Yasin saat ini masih menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

“Hari ini sesuai dengan hasil swab test, tim dokter RSUD Cibinong menyatakan bahwa Ibu Ade Yasin negatif dari COVID-19,” ujar Ketua Tim Dokter RSUD Cibinong dr Eahyu Eko Widiarso, Sabtu (28/11/2020).

Meski sudah dinyatakan negatif COVID-19, Ade Yasin masih harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya hingga 3 hari ke depan. Ade Yasin sendiri diketahui telah menjalani isolasi mandiri selama 10 hari.

“Sesuai protokol kesehatan, Ibu Ade Yasin masih tetap melakukan isolasi mandiri di rumah selama 10+3 hari semenjak dinyatakan positif, di bawah pengawasan intensif tim RSUD Cibinong. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa kondisi pasien setelah dinyatakan sembuh tidak muncul lagi gejala COVID-19,” kata Wahyu.

Lebih lanjut, Wahyu mengatakan, selama isolasi mandiri di rumah, kondisi Ade Yasin terus membaik.

“Selama masa isolasi mandiri, kondisi Ibu Ade Yasin menunjukkan pemulihan yang terus membaik,” lanjutnya.

Sementara itu, Ade Yasin mengungkap kondisinya terus membaik. Dia bersyukur kesehatannya berangsur pulih usai dirawat intensif.

“Setelah berjuang melawan COVID-19 selama 10 hari terakhir ini, kondisi kesehatan saya berangsur pulih dan membaik. Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemeriksaan tes swab terakhir, hari ini, Sabtu (28/11) Tim Dokter RSUD Cibinong menyatakan saya negatif Covid-19,” tulis Ade Yasin di akun Instagram.

Meski kondisinya dinyatakan sudah sembuh, Ade Yasin menyatakan masih akan menjalani isolasi mandiri di rumah selama 3 hari ke depan.

Ade Yasin menyampaikan terima kasih kepada tim dokter RSUD Cibinong dan juga kepada warga yang mendoakan kesembuhannya. Ade Yasin mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Sesuai dengan protokol kesehatan dan arahan tim dokter yang mengharuskan isolasi 10+3 hari terhitung sejak dinyatakan positif hingga negatif, saya akan tetap menghabiskan sisa masa isolasi hingga 2-3 hari ke depan. Insya Allah, setelah itu, saya akan memulai kembali aktivitas pemerintahan seperti biasa,” kata Ade Yasin.

“Sejujurnya, saya sudah kangen, rindu, ingin bertemu lagi dengan masyarakat, mendengar keluh kesah, menyerap aspirasi dan bekerja lagi bersama rekan-rekan kerja saya di Pemerintah Kabupaten Bogor. Terakhir, saya tidak akan pernah bosan mengingatkan dan menyampaikan pesan agar mematuhi Protokol Kesehatan dengan menerapkan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan). Insyaallah I’ll be right back. I miss you all,” tandas Ade Yasin.

Rizal Ramli Kritik Penanganan Korupsi

BOGOR DAILY-Tokoh pergerakan Rizal Ramli mengatakan sebelum krisis moneter tahun 1998 Presiden Bank Dunia James D. Wolfelson pernah berkunjung ke Jakarta pada 4 Februari 1998.

Lalu Rizal Ramli berinisiatif mengumpulkan beberapa tokoh seperti ekonom senior, maupun aktivis antikorupsi antara lain Ali Sadikin, Emil Salim, Faisal Basri, Anggito Abimanyu, Bambang Widjojanto, Gunawan Muhammad dan sejumlah aktivis lainnya. Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan petisi kepada Bank Dunia.

Dalam petisi tersebut, Rizal Ramli menyampaikan kepada Bank Dunia agar menjadikan kunjungan kerjannya ke Asia Timur untuk mengkampanyekan reformasi sistem keuangan dunia.

“Bank Dunia telah menyerukan reformasi luas yang mencakup keuangan daerah dan sektor industri, rezim perdagangan, utang luar negeri, dan lembaga pemerintah. Reformasi ini harus mendorong keterbukaan, transparansi, dan akuntabilitas yang lebih besar,” ujar Rizal Ramli dalam petisinya tersebut seperti dikutip dalam dialog ILC di sebuah televisi swasta, belum lama.

Akhir cerita, Wolfelson kembali ke negaranya dan mengumpulkan para petinggi Bank Dunia untuk merealisasikan petisi yang dilakukan oleh Rizal Ramli dan kawan-kawan tersebut. Maka, kemudian inilah yang yang menjadi cikal bakal reformasi sistem keuangan dunia, termasuk terbentuknya Komisi Pemberantasan Korupsi di Indonesia (KPK).

KPK dan Sistem 3-2

Korupsi di Indonesia biasanya terjadi mulai dari atasannya. Dia mengibaratkan kepala ikan busuk dari kepala baru menjalar sampai ke perut dan ekor.

Karena itu ketika Rizal Ramli menduduki jabatan Kepala Bulog di era Presiden Gus Dur, dia mereformasi lembaga itu dengan memindahkan kepala cabang Bulog dari daerah basah ke daerah yang kering.

Misalnya dari daerah Jawa Timur (daerah basah) dipindahkan ke Kalimantan Tengah, atau dari Jawa Tengah (daerah basah) dipindahkan ke Sulawesi Tenggara (daerah kering). Karena itu, dalam hitungan satu tahun kemudian, laba Bulog meningkat, sehingga bisa membeli pesawat Sukhoi pertama.

“Saya percaya kalau kita mau berantas korupsi maka kita harus pegang dari kepalanya, jadi yang atasan harus bisa memberi contoh kepada bawahannya. Jika itu terjadi maka bawahannya juga pasti tidak berani melakukan korupsi,” ujarnya.

Rizal Ramli juga mengeritik cara kerja KPK. Dia mengatakan, KPK hanya punya kekuatan menyentuh korupsi yang dilakukan oleh “orang kecil” dengan kerugian yang juga kecil. Namun jika terkait dengan kekuasaan maka KPK biasanya tidak berani menyentuh. Kalau berani, maka dia akan “dikerjain” oleh kekuasaan.

Rizal Ramli mencontohkan mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang kemudian dipenjara karena coba menyerempet kekuasaan.

“Jadi KPK itu jika bersentuhan dengan kekuasaan maka di sana terjadi sistem yang disebut dengan 3-2, maksudnya tiganya (pimpinan KPK) coba menimbang-nimbang kekuasaan, dan 2 (pimpinan KPK) itu coba untuk independen. Namun jika perkara itu menyangkut orang yang jauh dari pusat kekuasaan maka di sana baru terjadi 5-0, yaitu kelima (pimpinan KPK) baru menyatakan setuju diproses,” ujarnya.

“Jadi, esensinya jika menyangkut kekuasaan, maka Ketua KPK yang berani akan dikerjain oleh kekuasaan agar menjadi tidak berani. Kami mengumpamakan hal tersebut seperti dengan buah yang tadinya sudah matang kemudian dimengkalin lagi,” ujarnya.

Rizal Ramli mengatakan hanya menyerahkan persoalan korupsi kepada KPK sepertinya jauh panggang dari api. Karena itu, katanya, harus juga diperkuat aparat hukum lainnya yaitu kepolisian, kejaksaan dan para hakim.

“Namun, yang paling penting itu para hakimnya harus diperkuat. Karena itu gaji pada hakim harus dinaikkan beberapa kali lipat sehingga dia tidak tergiur lagi untuk melakukan korupsi,” ujarnya.

Sumber: Indonewas.com

HUT Ke-6, DPD PSI Kota Bogor Rayakan dengan Aksi Berbagi

BOGOR DAILY- DPD PSI Kota Bogor merayakan HUT ke-6 tahun dengan menggelar aksi berbagi, Sabtu (28/11/20). Bertempat di Waroeng Mak Oyong, Jalan Merak, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, DPD PSI Kota Bogor membagikan bantuan sembako untuk para guru, pekerja dan LSM.

Ketua DPD PSI Kota Bogor Sugeng Teguh Santoso mengatakan, dalam perayaan HUT partai, puhaknya memberikan penghargaan untuk LSM yang dianggap menjunjung tinggi solidaritas.
Di antaranya, LSM Mitra Rakyat Bersatu, LSM Laskar Cinta Kasih, LSM Forum Masyarakat Kota Bogor.

“PSI memberikan penghargaan kepada LSM yang sudah bekerja solidaritas tidak memandang ras, suku, agama.” ucap Sugeng.

Menurut Sugeng, dalam program tersebut PSI dan LSM menjalankan program tentang kemanusiaan, kemasyarakat khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan di Kota maupun di Kabupaten Bogor bagi orang yang tidak mampu.

“Mereka (LSM) bekerja mendapatkan apresiasi oleh masyarakat,”tuturnya.

Ke depannya, pihaknya ingin berupaya untuk mendapatkan kursi legislatif DPRD Kota Bogor pada pemilu periode mendatang.

“Kita punya kekuatan dapil 1 bogor timur dan tengah, dapil selatan, dapil utara.” pungkas pria yang akrab disapa STS terebut.

Petugas Gabungan Operasi THM, Ini yang Disita

BOGOR DAILY – Satnarkoba Polresta Bogor Kota menggelar operasi ke sejumlah tempat karaoke di Kota Bogor, Jumat (27/11/2020) malam. Dalam razia ini, polisi mendapati pengunjung yang membawa airsoft gun.

Dalam operasi yang melibatkan aparat TNI ini dimulai dengan menyambangi tempat karaoke ternama di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Timur. Petugas langsung memeriksa satu per satu room karaoke.

Beberapa pengunjung yang sedang asyik bernyanyi di dalam room sempat terkejut dengan kedatangan petugas. Mereka lantas digeledah barang bawaannya karena dikhawatirkan membawa barang terlarang.

Operasi Gabungan THM di Bogor, Petugas Temukan Airsoft Gun

Alhasil, petugas mendapatkan satu unit airsoft gun yang dibawa oleh salah satu pengunjung. Barang tersebut kemudian diamankan petugas guna pemeriksaan lebih lanjut terkait izin penggunaannya.

Tidak hanya itu, satu persatu pengunjung juga diwajibkan menjalani tes urin guna mendeteksi penyalahgunaan narkoba. Dari 15 pengunjung diperiksa petugas, seluruhnya didapati hasil negatif.

Kemudian, petugas bergegas kembali mendatangi tempat karaoke lainnya di sekitar Warung Jambu. Di sini, pengelola terlihat menutup pintu depan untuk mengelabui petugas agar seolah sudah tutup.

“Dari giat ini, tidak ditemukan penyalahgunaan narkotik di tempat hiburan malam. Tapi, karena kami menemukan adanya senjata air soft gun yang dibawa pengunjung maka kami menyita senjata itu sambil mengecek izin penggunaannya,” kata Kasat Nakoba Polresta Bogor Kota AKP Agus Susanto, di lokasi.

Dia berharap, wilayah Kota Bogor ke depannya tetap kondusif dan bersih dari peredaran narkoba khususnya pada tempat-tempat hiburan malam. “Kami harap Kota Bogor tetap aman dan kondusif dari peredaran narkotika dan lainnya,” tutupnya.

Sumber: Sindonews.com

Komisi III Sastra Winara Wanti wanti Kontraktor, Semua Proyek Jangan Molor

BOGOR DAILY- Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor mewanti wanti agar proses oengerjaan pembngunan yang telah disusun berjalan tepat waktu. Ia pun mengultimatum agar kontraktor yang belum selesai pembangunannya agar segera selesaikan tepat waktu.

“Saya sudah rapat dengan DPURP, sudah menekankan jangan sampai telat, kita tahu bila melewati waktu yang ditetapkan, yang dirugikan salah satunya kontraktor. 0,1% dendanya perhari kira-kira,” Kata Sastra Winara.

Ia juga menyampaikan, dalam rapat dengan para kontraktor ia meminta data pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai agar segera diselesaikan.

“Kita juga di rapat sudah sampaikan, saya minta datanya pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai, namun mereka yakin pasti selesai,” ungkapnya

Sementara itu, Proyek pembangunan yang deadline-nya di akhir Desember ini, ia meneruskan, akan dipanggil pada pertengahan Desember untuk dilakukan pendataan.

“Nanti pertengahan Desember kita akan panggil lagi, minta datanya yang kira-kira belum selesai dan prosesnya pun dibawa 80%.Kalaupun perusahaan tersebut tidak bisa menyelesaikan atau bertanggung jawab, kita akan minta ke ULP agar tidak diikutsertakan lelang pada tahun selanjutnya. Jangan sampai terulang lagi karena tahun kemarin pun banyak yang seperti itu,” pungkasnya ( egi)

10 Hari Isolasi Mandiri, Alhamdulillah Ade Yasin Dinyatakan Negatif Covid-19

BOGOR DAILY-Bupati Bogor Ade Yasin dinyatakan telah Negatif covid-19 Sabtu (28/11/2020). Ini berdasarkan hasil swab Tim dokter RSUD Cibinong kepada orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman.

“Bupati Bogor Ade Yasin sudah Negatif dari Covid-19 Kini masih menjalani perawatan isolasi mandiri di rumah dibawah pengawasan langsung Tim Selama dalam Isolasi Mandiri. Kondisi Ade Yasin menunjukkan pemulihan yang terus membaik,” Kata Ketua Tim Medis Bupati Bogor, Dr Wahyu Eko Widiarso.

Namun, sesuai dengan Protokol Kesehatan, Ade Yasin masih tetap melakukan Isolasi Mandiri di rumah selama 10 + 3 hari semenjak dinyatakan positif di bawah pengawasan intensif dari Tim Medis RSUD Cibinong.

Hal ini dilakukan untuk meyakinkan kondisi pasien setelah dinyatakan sembuh tidak muncul lagi gejala Covid-19

Kami ucapkan terimakasih atas doa dan dukungan yang disampaikan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bogor tetap Patuhi Protokol Kesehatan dengan menerapkan 3M Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan,” pungkasnya.