Tuesday, 21 April 2026
Home Blog Page 7769

Bogor Bangkit Bersama: Ruang Baru Para Pelaku Seni dan Bisnis Kreatif di Kota Hujan

0

BOGORDAILY – Menurunnya secara drastis aktivitas kreatif akibat pagebluk Covid- 19, telah mengerakkan sejumlah elemen masyarakat Kota Bogor untuk secara bersama-sama bangkit dari keterpurukan. Mereka terdiri dari seniman, budayawan, musisi, wartawan, sineas,  pelaku usaha hotel dan restoran yang mendapat dukungan penuh dari unsur pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor yang sepakat bertekad untuk menggeliatkan kembali kehidupan dunia kreatif di Kota Bogor.

Sebagai langkah awal, gerakan ini menginisiasi pembuatan kanal YouTube Bogor Bangkit Bersama sebagai sarana komunikasi dan informasi. Para pelaku seni dan bisnis dapat saling berbagi ruang untuk menyampaikan informasi tentang kegiatan dunianya masing-masing. Para seniman tradisional dan modern, tanpa mempermasalahkan genre, dapat menunjukkan karyanya melalui panggung pertunjukan yang lokasinya akan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ini merupakan salah satu kiat untuk lebih memperkenalkan potensi pariwisata Bogor kepada nusantara dan dunia.

Kanal YouTube Bogor Bangkit Bersama juga merupakan medium yang tepat untuk membahas isu-isu terkini yang menjadi kebutuhan masyarakat luas.  Dalam penayangan episode 1, misalnya, warga Bogor dapat  mengikuti uraian rinci dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Atep Budiman serta Kepala Bidang Ekonomi Kreatif , Marissa, tentang situasi terkini penanganan pagebluk Covid-19. Kelompok musik Antartick juga ikut ambil bagian memperkenalkan lagu-lagu terbarunya.

Sedangkan, pada episode 2, ditampilkan Fianny Agatha, manager kafe Tier Sierra dan Warkop Villa Kuda serta Shena Ariyandi dari Perkumpulan Musisi Bogor (Pambo), untuk mengungkap situasi terakhir yang terjadi pada dunia kreatif. Ada pun Ambarila, duo yang tengah bersiap merilis debut album mereka pada Desember nanti, memberikan tiga bocoran lagunya melalui sebuah penampilan apik.

Nampaknya semua elemen masyarakat yang tergabung dalam gerakan Bogor Bangkit Bersama telah segendang sepenarian bahwa gerakan kreatif ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Untuk itu mereka membuka pintu seluas-luasnya bagi siapa pun yang menginginkan Kota Bogor kembali berdenyut, termasuk upaya menghilangkan segala bentuk perbedaan.  Apa pun alasannya, karena perbedaan adalah rahmat.

 

Kapolda Jabar dan Kapolres Bogor Dicopot!!

BOGOR DAILY – Sejumlah perwira tinggi di tubuh polri dirotasi karena dianggap tidak melaksanakan perintah penegakan protokol kesehatan.

Tidak hanya Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana yang dicopot dari jabatannya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto juga dicopot.

Dalam Surat Telegram bernomor ST/3222/XI/KEP/2020 tanggal 16 November 2020, Kombes Heru Novianto digantikan oleh Kombes Hengki Haryadi. Hengki sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.

Selain itu, Kapolres Bogor Roland Rolandy dicopot. Posisinya diisi AKBP Harun, yang sebelumnya menjabat Kapolres Lamongan Polda Jatim.

Adapun AKBP Roland Rolandi dimutasi sebagai Wadir Krimsus Polda Jawa Barat.

Posisi AKBP Harun di Polres Lamongan diisi AKBP Miko Indrayana. Miko sebelumnya menjabat Kapolres Kediri.

Sedangkan jabatan Kapolres Kediri dipegang AKBP Eko Prasetyo. Sebelumnya, Eko menjabat Koorspripim Polda Jatim.

Sebelumnya Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan pencopotan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi. Irjen Nana dan Irjen Rudy dinilai tidak melaksanakan perintah dalam penegakan protokol kesehatan COVID-19.

“Ada dua kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan, maka diberikan sanksi berupa pencopotan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (16/11/2020).

“Yaitu Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat,” sambung Argo.

Sebelumnya diberitakan, Mahfud Md menyampaikan pemerintah akan memberi sanksi pada aparat yang tak tegas menegakkan protokol kesehatan. Saat menyampaikan pesan pemerintah ini, Mahfud memberi penekanan.

“Kepada aparat keamanan, kepada aparat keamanan, kepada aparat keamanan,” kata Mahfud Md, mengulang tiga kali objek yang ditujunya dalam jumpa pers soal kerumunan di tengah pandemi COVID-19 ini, di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, siang tadi. (*)

Rembuk Kreatif (ReKa)

0

BOGORDAILY – Rembuk Kreatif atau disingkat ReKa, merupakan forum yang mewadahi seluruh pelaku ekonomi kreatif di Kota Bogor. Meliputi elemen pentahelix mulai dari akademisi, bisnis, komunitas pemerintah, dan media sebagai rekanan. Forum ini memiliki tujuan untuk saling mengenal dan bersilaturahmi antar pelaku kreatif yang akan berujung pada kolaborasi antar pelaku yang menghasilkan peningkatan rantai nilai. Harapannya dengan adanya forum ini, pendapatan daerah Kota Bogor bias meningkat, sehingga mensejahterakan masyarakat luas.

Kegiatan forum ini, sudah dimulai dari awal tahun 2020. Sebelum pandemi, ReKa mengadakan pertemuan yang saling mengenalkan kegiatan pelaku. Kegiatan Rembuk episode satu diadakan di Kopi Sani yang berlokasi di Jalan Raya Bogor Baru. Keunikan kegiatan ini, diadakan secara swadaya antar komunitas, dan dihadiri mulai dari Mabes Creative, Kisruhdotcom, Bogor Sketchers, PSN bamboo, Gerakan Seni Rupa Bogor, Bogor Ngariung serta Handayani Geulis Batik Bogor. Kegiatan utamanya adalah saling mengenalkan, dengan surprise format berupa silent event, dimana semua tamu menggunakan headphone agar mengurangi kebisingan dan lebih fokus terhadap presentasi profil yang dijabarkan. “Dari semua ide yang dikisahkan, ada benang merah yang sama yaitu, semua pelaku dan komunitas mencintai bogor dan mengekspresikan melalui perspektif, media, dan cara yang berbeda beda.” Ucap Georgian, selaku Ketum atau Ketua Tumbal dari forum ini.

ReKa sudah mulai berkolaborasi dengan pemerintah dan Wali Kota Bima Arya menyampaikan bahwa saat ini Kota Bogor perlu mempercepat langkah Pemerintah Kota (Pemkot), untuk membentuk Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Perwali atau SK. Pembentukan Komite Ekraf perlu dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor untuk mempersiapkan pengelolaan Creative Hub. Hal ini disampaikan oleh Bima Arya saat menerima teman-teman dari Rembug Kreatif (Reka) Kota Bogor di Plaza Balai Kota Bogor pada Jumat (23/10/20).

Setelah berdiskusi, Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Reka Bogor juga mengunjungi pembangunan Gedung Creative Hub yang berada di area Gedung Bakorwil. “Kita harap akhir Desember 2020 sudah rampung, saya akan koordinasi terus untuk memonitor perkembangannya agar kita bisa bersinergi dengan ruangan itu dan nanti  Pemkot juga bisa membatu untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut,” ungkap Bima Arya. Kemudian, Bima juga berharap dengan adanya para pelaku Ekraf di Kota Bogor pada era pandemi ini tetap berkreasi, berkolaborasi untuk menciptakan peluang yang ada dan menyambut peluang yang ada.

“Tidak hanya di bidang ekonomi, tapi juga bidang lain bagaimana tetap berkesenian melakukan kegiatan kebudayaan dengan protokol kesehatan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketum Ekraf Kota Bogor sekaligus CEO Batik Bogor Handayani Geulis Georgian Marcello, turut bersyukur atas kegiatan silaturahim bersama Wali Kota Bogor.

“Dari segala proses yang sudah kita jalankan kita presentasikan ke Kang Bima Arya. Beliau mendukung tentang adanya komite meskipun memang butuh proses, tapi ini harus terus kita jalani agar kita bisa sama-sama mengembangkan Ekraf di Kota Bogor. Mengingat Kota Bogor sudah ketinggalan oleh kota lain dan kita perlu mengejarnya agar sama-sama bisa maju sesama pegiat Ekraf di Kota Bogor dan sesama pegiat Ekraf Kota Kabupaten se-Jawabarat,” paparnya.

Mengenai langkah Pemkot yang akan mempercepat pembentukan Komite di Kota Bogor, Georgian berharap Komite bisa berperan untuk memajukan Ekraf Kota Bogor. “Semoga SK dan forum Ekraf bisa segera ada dan kita bisa sama-sama saling bekerja sama untuk membangun kota Bogor melalui gerakan ekonomi kreatif,” tutupnya.

Pada 5-6 november 2020 Rembuk Kreatif (ReKa) diwakili oleh Georgian  selaku Ketua Tumbal, menghadiri Rakornas ICCN, jejaring kota kreatif nasional, yang bertemakan Jeng Girat Obah Bareng! Atau bermakna bergegas bergerak bersama.

Acara ini diadakan di Banyuwangi dan dihadiri seluruh perwakilan forum dan komite kreatif Kota maupun Kabupaten di nusantara, secara daring maupun luring. Pak Bupati juga menyambut hangat seluruh perwakilan pelaku kreatif dari Nusantara tersebut.

“Alhamdulilah, pendapatan per kapita Kabupaten Banyuwangi meningkat dari 14 juta menjadi 51,8 juta, hal ini didongkrak oleh pergerakan sektor kreatif. Bukan industri yang meninggikan cerobong asap seolah mendorong pergerakan ekonomi namun sebenarnya mengganggu pemerataan pendapatan.” Ucap Azwar Anas, Selaku bupati yang sudah menjabat dua periode ini.

“Bangsa indonesia adalah bangsa yang besar bukan hanya dari kuantitas tapi jugakualitas” ujar Fiki Satari Ketua Umum ICCN.  “Semoga dengan mewakili Bogor, bisa banyak belajar mendapatkan inspirasi yang akan ditularkan kepada kawan kawan di Kota” ucap Kang Jorji, sapaan akrab Pak KeTum. Berangkat mewakili Bogor, Kang Jorji berharap bisa mendapatkan insight untuk mengembangkan pelaku ekonomi kreatif di kotanya.

Ketimbang Solo Karier Andika Mahesa Disebut Lebih Nyaman di Kangen Band

0

BOGORDAILY – Andika Mahesa memutuskan untuk kembali ke Kangen Band. Ia mengaku tak bisa lepas dari grup musik yang sudah membesarkan namanya itu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Tama Wijaya, salah satu personel Kangen Band. Ia mengucap syukur akhirnya Kangen Band bisa kembali lagi ke formasi semula.

“Ya ayo, kata Andika gitu (saat pertama diajak gabung). Secara pribadi dia ngomong gini, ‘gue sih memang lebih nyaman ngeband. Kalau sendiri tuh kayak gimana. Walaupun memang banyak panggilan, secara finansial juga lebih banyak sendiri. Tapi memang hati gue di Kangen’,” ujar Tama Wijaya sambil menirukan ucapan Andika Mahesa.

Gabungnya Andika Mahesa di Kangen Band pun rupanya sudah berjalan selama satu bulan. Mereka pun sudah mulai manggung lagi ke acara TV maupun panggilan off air.

Dalam waktu dekat, Kangen Band akan mengeluarkan single terbarunya. Namun Tama Wijaya tidak bisa memastikan kapan single tersebut akan dikeluarkan.

“Selama ini masih proses, sudah ada. Persiapan sudah tiga lagu dan disiapin Dodi ya biasa nyiptain. Kita sudah bolak-balik studio sih, musik mana yang pas, tapi memang untuk sekarang momennya belum. Mungkin sekarang ini momennya untuk bernostalgia saja. Mengenang kembali, rewind dengan teman-teman Kangen,” papar sang gitaris itu.

Tak bisa dipungkiri, jantung dari sebuah grup band itu terletak di vokalis. Selama 8 tahun berpisah dengan Andika Mahesa, Kangen Band kehilangan jati dirinya. Pamornya turun hingga pendapatannya yang berkurang.

“Memang namanya band itu jantungnya vokalis. Kalau vokalis gimana-gimana pasti band nggak ada gaungnya gitu. Ya kita sadar diri dan kecintaan Andhika sama Kangen sudah kayak keluarga. Memang sadar diri juga. Semua saling introspeksi dirilah,” imbuh Tama Wijaya.

Padahal semenjak ditinggal Andika Mahesa, Kangen Band telah memiliki vokasi baru. Namun vokalis tersebut tidak bertahan lama karena tak cocok dengan Kangen Band.

“Oh waktu itu ada tahun 2012-2014, cuma memang terbukti nggak bisa. Lebih kuat Andhika. Memang ikonnya Kangen ya Andika,” tambah Tama Wijaya.

Seperti diketahui, Andika Mahesa hengkang dari Kangen Band pada tahun 2012. Hal itu terjadi usai dirinya terjerat kasus narkoba.

PSSI Kesulitan Menyusun Agenda Uji Coba buat Timnas Senior

0

BOGORDAILY – PSSI kesulitan menyusun agenda buat Timnas Indonesia senior yang terkesan menjadi anak tiri. Perhatian seolah cuma dicurahkan buat Timnas Indonesia U-19.

Federasi Sepakbola Indonesia sudah memastikan Timnas Indonesia kembali tanpa agenda di jeda internasional Bulan November. Timnas Indonesia juga tanpa Pada jeda internasional Oktober lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi menyebut bahwa pihaknya sebenarnya ingin Timnas Indonesia menjalani pertandingan uji coba. Hanya saja, mereka kesulitan mencari lawan tanding.

“Begini, saat mengundang tim datang apakah bisa dapat izin. Lalu apakah negara itu mau datang ke Indonesia,” kata Yunus Nusi.

PSSI juga menilai bahwa agenda Timnas Indonesia belum terlalu mendesak. Salah satu alasannya adalah agenda Piala AFF 2020 yang jadwalnya belum dipastikan.

Soal ini, PSSI keliru karena AFF sudah menetapkan jadwal baru. Piala AFF 2020 yang ditunda ke 2021 sudah diputuskan akan digelar pada 11 April hingga 8 Mei 2021.

“Kami juga nggak berani keluar. Kalau mau menggelar TC juga kan kalau ada pertandingan. Piala AFF kan tahun depan, belum diputuskan jadwalnya,” ujar Yunus Nusi.

“Toh kalau mau main di FIFA Matchday, negara lawan belum tentu mau datang, lalu negara mana saja yang mau menerima kita. Jadi kami juga belum bisa spekulasi soal Timnas Indonesia,” ucapnya.

Pernyataan PSSI yang menyebut tak berani mengambil resiko mengirim Timnas Indonesia ke luar menjadi paradoks. Di satu sisi, mereka sedang sibuk mencari negara yang bisa dituju buat Timnas U-19.

Ketimbang tak berani mengambil resiko, sikap PSSI bisa disebut lebih ke tepat disebut masalah prioritas. PSSI lebih memprioritaskan Timnas U-19 ketimbang Timnas Indonesia.

14 Relawan Drop Out dari Uji Klinis Vaksin Covid-19

0

BOGOR DAILY – Sebanyak 14 relawan yang menjadi subjek uji klinis fase tiga vaksin covid-19 dinyatakan gugur dalam mengikuti proses penelitian tersebut. 14 subjek itu tidak melanjutkan proses penyuntikan vaksin kedua sebagai syarat mengikuti penelitian tersebut.

“Iya berkurang 14 (subjek),” kata Ketua Tim Uji Klinis Fase Tiga Vaksin Covid-19, Profesor Kusnandi Rusmil, di Bandung, Senin (16/11/2020).

Kusnandi menuturkan, 14 subjek tersebut tidak bisa melanjutkan penelitian karena tujuh orang di antaranya pindah keluar Kota Bandung dan tujuh orang lainnya mengalami gangguan kesehatan.

Namun Kusnandi memastikan, tujuh orang yang sakit bukan disebabkan oleh penyuntikan pertama vaksin buatan Sinovac, Tiongkok tersebut.

“yang tujuh pindah pekerjaan, yang tujuh sakit. tapi sakitnya itu bukan karena imunisasi, jadi dia ada yang tipes, flu berat sehingga dia tidak bisa ikut penyuntikan kedua,” tuturnya.

Kusnandi pun memastikan, 14 subjek tersebut tidak bisa melanjutkan proses penelitian. Sebab, lanjutnya, subjek diwajibkan mendapakan suntikan dua kali untuk terus mengikuti proses penelitian.

“Kalau tidak bisa ikut penyuntikan kedua, dia itu di drop out dari penelitian tapi dia tetap mendapat asuransi sampai akhir penelitian, tetap dipantai sampai akhir penelitian,” kata dia.

Sementara itu, hingga kini seluruh subjek yakni 1.620 orang telah mendapatkan suntikan pertama vaksin tersebut.

Sedangkan ada 1.540 orang telah diberi suntikan kedua, dan sisanya masih akan menunggu proses pengambilan darah yang dilakukan sebanyak tiga kali selama masa penelitian.

“Sekarang yang disuntik satu kali itu ada 1.620, yang disuntik dua kali udah 1.540. Kita optimis ini akan selesai sesuai target (Desember 2019),” tegasnya.

Anggaran Pas-pasan, Kelanjutan Jalan R3 Makin Tak Jelas

0

BOGORDAILY – Pembangunan Jalan Regional Ring Road (R3) sepertinya akan kembali molor. Minimnya alokasi anggaran pembangunan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor menjadi penyebabnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi menuturkan, ada kendala dalam menyelesaikan pembangunan ruas Jalan R3, di antaranya persoalan pembebasan lahan.

Chusnul juga menyebut, penyelesain kendala itu tidak mungkin bisa diselesaikan dalam waktu dekat mengingat keterbatasan alokasi anggaran di Dinas PUPR.

“Belum ada progres kelanjutan lagi untuk Jalan R3, proses pembebasan lahannya belum. Untuk tahun depan saja belum ada ya. Jadi belum ada kelanjutan untuk pembangunannya,” kata Chusnul, Senin (16/11/2020).

Chusnul menjelaskan, pembebasan lahan yang belum dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai perencanaan,  yakni sepanjang 2,1 kilometer.

Terakhir kali,kata Chusnul, lahan yang dibebaskan hanya 400 meter persegi. Itu pun baru di sekitar Perumahan Mutiara Bogor Raya (MBR) sampai Katulampa.

Sedangkan lahan dari Katulampa hingga ke Wangun, Jalan Raya Tajur, yang harusnya sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer, masih belum bisa dibebaskan.

Menurut Chusnul, untuk membebaskan Pemkot Bogor membutuhkan anggaran kurang lebih Rp160 hingga Rp170 miliar.

“Anggarannya belum ada untuk pembebasan lahan lanjutan Jalan R3 itu, karena kita diberikan anggaran itu tidak terlalu besar. Untuk tahun anggaran 2021, alokasi kita paling sebanyak Rp200 miliar,” terang Chusnul.

Koruptor Buronan Asal Bogor Kembalikan Uang Negara Rp 1,5 Miliar Lebih

BOGORDAILY – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor telah menerima uang pengganti dan denda salah satu perkara korupsi di Kabupaten Bogor sebesar Rp 1.552.439.720,02.

Rinciannya adalah Rp 50 Juta sebagai denda dan Rp 1.502.439.727,02 sebagai sebagai uang pengganti.

“Hari ini Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menerima uang pengganti dan denda perkara korupsi atas nama Azwar yang mana perkara ini telah diputus melalui keputusan kasasi,” kata Kasi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Bogor, Bambang Winarno, Senin (16/11/2020).

Dia menjelaskan bahwa uang tersebut juga langsung disetorkan ke negara melalu Bank BRI untuk menebus kerugian negara yang ditimbulkan oleh Terpidana korupsi Azwar.

Azwar yang merupakan kontraktor penyunat anggaran pembangunan jalan di Bogor ini dijatuhi hukuman pokok selama 3 tahun 6 bulan.

“Jadi dalam perkara ini Azwar melanggar pasal 3 junto pasal 18 UU RI nomor 31 tahu 1999 yang mana dalan putusan PK dari Mahkamah Agung dijatuhkan putusan selama 3 tahun 6 bulan,” kata Bambang.

Azwar yang merupakan asal Leuwiliang Bogor ini sebelumnya sempat buron selama sekitar 7 tahun namun berhasil ditangkap oleh Kejari Kabupaten Bogor di Indramayu dalam kondisi fisik hampir tidak dikenali karena menua.

“Dulu sempat buron dan beliau berhasil kita tangkap tahun 2019. Dan kemarin sudah keluar kasasinya dan telah inkrah. Sehingga hari ini mereka membayar uang denda dan pengganti sebagaimana yang diputuskan di pengadilan. Jadi dia tinggal menjalani pidana pokoknya nanti sesuai keputusan pengadilan,” tambah Kasi Intel Kejari Kabupaten Bogor Juanda.

Menteri Perhubungan Bangga dengan Karya Anak Bangsa di LRT Jabodebek

BOGORDAILY – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ikut langsung melakukan uji coba sistem persinyalan Kereta Ringan atau Light Rail Transit (LRT) LRT Jabodebek dari Stasiun TMII -Stasiun Harjamukti, Cibubur pergi pulang (PP), Minggu (15/11).

Menhub Budi Karya ingin memastikan proyek pembangunan LRT Jabodebek berjalan tepat waktu dan dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022.

“Hari ini saya bangga bahwa anak bangsa membangun LRT dengan kemampuannya sendiri. Seperti, PT Adhi Karya yang telah berhasil membangun konstruksi jalur yang telah mendapatkan MURI, PT LEN yang telah memberikan dukungan sistem dengan tekonologi canggih, dan PT INKA yang membangun keretanya,” jelas Menhub.

Menhub Budi menjelaskan Presiden RI Joko Widodo menginginkan di kota-kota besar harus ada angkutan massal, untuk itu pembangunan transportasi massal seperti LRT memerlukan kerja sama yang baik dari berbagai pihak terkait, terlebih di masa pandemi yang harus memastikan pembangunannya tetap berjalan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Dengan kerja sama yang luar biasa, kita bisa membangun transportasi perkotaan yang bermutu tinggi. Kenapa Presiden Jokowi ingin di kota besar harus ada angkutan massa, yakni agar ada satu standar tertentu di mana banyak masyarakat dapat menggunakan angkutan massal dengan layanan yang baik. Pembangunan ini juga harus selesai tepat waktu dan dilaksanakan dengan patuhi protokol kesehatan,” ujar Menhub Budi.

Dalam tinjauannya menhub mengecek ruang kendali uji coba sistem persinyalan atau BOCC (Backup Operating Control Center) di Stasiun Harjamukti, Cibubur, serta membagikan masker ke pekerja yang menangani proyek LRT Jabodebek, agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pembangunan LRT Jabodebek Tahap 1 terdiri dari 3 (tiga) lintas pelayanan yaitu : lintas Cawang – Cibubur, Cawang – Dukuh Atas, dan Cawang – Bekasi Timur, dengan total panjang jalur sepanjang 44,43 Km yang melintasi 17 stasiun.

Hingga 6 November 2020, progres pembangunan LRT Jabodebek tahap I sudah mencapai 79,055 persen dengan rincian untuk Lintas Cawang-Cibubur 91,779 persen, Lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 75,162 persen, dan Lintas Cawang-Bekasi Timur 72,983 persen.

Kehadiran LRT Jabodebek, diharapkan dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan. Dengan headway atau waktu tunggu antar kereta 3-6 menit, waktu tempuh dari Cibubur sampai ke Dukuh Atas sepanjang 26 km dapat ditempuh selama 39 menit dengan kecepatan rata-rata 40 Km/Jam. Sementara, waktu tempuh dari Bekasi Timur sampai ke Dukuh Atas sepanjang 30 Km dapat ditempuh selama 45 menit dengan kecepatan rata-rata 40 Km/Jam.

Sementara jika menggunakan kendaraan pribadi waktu tempuhnya bisa 2 sampai 3 jam. Dengan adanya LRT Jabodebek diharapkan masyarakat beralih ke LRT sehingga dapat mengurangi kemacetan dan lebih ramah lingkungan.

Proyek pembangunan LRT Jabodebek dilengkapi dengan teknologi yang modern seperti : U-SHAPED GIRDER yaitu Teknologi girder berbentuk U yang diadaptasi dari Systra Perancis karena desainnya yang ramping, menyesuaikan dengan ketersediaan ruang di Jakarta. Kemudian, LRB (LEAD CORE RUBBER BEARING) yang merupakan pengembangan dari Elastomeric Bearing (EB) yang berfungsi untuk mengisolasi struktur jembatan dari pergerakan tanah akibat gempa.

Lalu selanjutnya, teknologi CLAMPING DEVICE yaitu Perangkat yang digunakan untuk menjaga posisi lateral rel namun tetap membebaskan gerakan longitudinal yang terjadi. Lalu, MOVING BLOCK yaitu Sistem persinyalan kereta terbaru dan pertama diterapkan pada LRT di Indonesia.

Kemudian, GOA 3 DRIVERLESS Grade of automation (GOA) yang diterapkan pada LRT Jabodebek merupakan kereta yang tidak menggunakan masinis (driverless) serta untuk menggerakan dan stop kereta dapat dilakukan secara otomatis. Serta, SANDWICH PANEL yaitu Desain stasiun yang futuristik dengan inovasi bahan baku berkonsep ramah lingkungan yang dapat memberi keamanan ekologis, serta higienis bagi manusia.

Saat ini sebanyak 11 rangkaian dari total 31 rangkaian LRT telah dikirim oleh PT INKA (Persero) untuk dilakukan pengujian.

Proyek pembangunan LRT Jabodebek merupakan salah satu proyek strategis nasional, yang mulai dikerjakan oleh PT Adhi Karya sejak September 2015 dengan nilai proyek sebesar 22,8 Triliun Rupiah yang terdiri dari dua tahap pengerjaan. Untuk pembangunan tahap kedua terdiri dari 3 (tiga) lintas pelayanan yaitu : lintas Dukuh Atas – Senayan, Cibubur – Bogor, dan Palmerah – Grogol, dengan total panjang jalur sepanjang 39 Km yang melintasi 8 (delapan) stasiun.

Turut hadir mendampingi Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Kepala BPTJ Polana B. Pramesti, Direktur Utama PT Adhi Karya Entus Asnawi, dan Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro.

Anggota KPU: Aplikasi Sirekap Dilandasi Prinsip Transparansi dan Efisien

BOGORDAILY – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Evi Novida Ginting mengungkapkan, digunakannya aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi Pilkada (Sirekap) pada Pilkada 2020 agar kerja penyelenggara pemilu transparan dan efisien. Pihaknya juga memotivasi penyelenggara di bawah agar tetap konsisten untuk menerapkan teknologi informasi.

“KPU tentu berada dalam niatan yang tetap sama karena kami sangat memahami kemanfaatan teknologi informasi khususnya bagi kerja-kerja KPU yang kita lakukan dalam rangka menjalankan prinsip-prinsip transparansi, kerja kita tetap efisien dan minimal kesalahan,” katanya dalam webinar ‘Keberlanjutan Sirekap di Pilkada 2020’, Minggu (15/11).

Menurutnya, aplikasi Sirekap juga dapat membantu para pasangan calon yang berkontestasi dan para tim suksesnya. Dengan Sirekap, mereka bisa mendapatkan hasil yang cepat dan akurat.

“Mereka bisa dengan cepat ketahui hasil yang sesuai perhitungan di Tempat Pemungutan Suara (TPS),” katanya.

Dia menuturkan, penggunaan Sirekap juga membantu paslon dan timses mengontrol para saksi yang telah ditunjuk. Merka dapat melihat apakah saksi yang ditunjuk melaporkan hasil perhitungan suara di TPS secara langsung dengan aplikasi Sirekap.

“Dengan Sirekap sangat mudah untuk transformasi atau kirim data ke Paslon dan Timses. Mereka tidak perlu nunggu lama berapa hasil di tiap TPS karena data pada Sirekap sudah terbaca semua,” terang Evi..

“Mereka bisa memanfaatkan itu sebagai kontrol pengecekan, apakah saksinya datang, mengirimkan data-data itu dengan lebih cepat, membantu paslon atau tim kampanye yang memiliki kepentingan dalam menerima hasil suara. Yang kita harapkan seperti itu,” tuturnya.

Sementara, Komisi II DPR RI bersama KPU, Bawaslu, dan Kemendagri sepakat aplikasi Sirekap tidak digunakan untuk rekapitulasi suara di Pilkada Serentak 2020. Rekapitulasi suara tetap menggunakan cara manual.

“Hasil resmi penghitungan dan rekapitulasi suara Pilkada Serentak 2020 didasari oleh berita acara dan sertifikat hasil penghitungan dan rekapitulasi manual,” kata Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia saat membacakan kesimpulan rapat di kompleks gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/11).

Mereka sepakat aplikasi Sirekap hanya digunakan untuk uji coba dan alat bantu dengan sejumlah catatan. Salah satunya KPU harus memastikan kemampuan penyelenggara pemilihan memahami menggunakan Sirekap. Sehingga, kesalahan dalam penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara dapat diminimalisir.

“Penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi hanya merupakan uji coba dan alat bantu penghitungan dan rekapitulasi, serta untuk publikasi, dengan catatan agar KPU RI. Satu, memastikan kecakapan penyelenggara pemilu di setiap tingkatan untuk dapat memahami penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi,” ucapnya.