Monday, 27 April 2026
Home Blog Page 7827

Truk Maut Seruduk Motor di Puncak, 5 Tewas

BOGOR DAILY-Kecelakaan maut terjadi di kawasan Puncak Bogor, akobat rem truk blong langsung seruduk tiga unit motor dan mobil mengakibatkan 5 orang tewas.

Akibat dari rem blong, sebuah truk seruduk 3 unit motor dan sebua mobil minibus di Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2020).

Kebanyakan korban yang tewas adalah pengendara motor yang diseruduk oleh truk yang remnya blong.

Korban yang tewas adalah pengendara motor Honda Vario beserta boncenger dan pengendara Yamaha NMAX beserta boncenger juga.

Kecelakaan lalu lintas ini menyebabkan lima orang korban meninggal dunia, dengan inisial SA dan NSA yang merupakan pengendara Honda Vario.

Lalu korban berinisil C dan DWY yang merupakan pengendara Yamaha NMAX.

Dan EH yang merupakan pengemudi truk yang remnya blong meninggal dunia.

Dan tujuh orang korban mengalami luka-luka dengan insial DR, R,G,HP,RA,NB,N.
Salah satu korban tabrakan beruntun di Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/4/2017) petang di IGD RSUD Ciawi.

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Fitra Zuanda, mengatakan kejadian ini terjadi di Jalan Raya Puncak (arah Bogor), tepatnya di Kampung Sampay RT 03 RW 02 Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

“Kami bergegas menuju TKP ketika mendapatkan laporan kecelakaan di Puncak pada Sabtu dini hari,” kata Fitra.

Dia menjelaskan, kejadian ini bermula dari sebuah kendaraan jenis truk bermerk Isuzu dengan Nopol B-9978-UDF, yang dikendarai seorang supir berinisial EH, berusia 29 tahun, asal Cianjur.

Truk ini melaju melintasi jalan turunan panjang dari arah Puncak menuju Bogor.

Rupanya Rem kendaraan truk tidak berfungsi dengan baik, sehingga truk bergerak ke lajur kanan dan menabrak tiga kendaraan sepeda motor dan satu mobil.

Tabrakan Beruntun di Gate Tol Ciawi, Ini Krono Lengkapnya

BGOR DAILY- Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2020). Pukul 13.45 ini, tabrakan beruntun terjadi di Gate Tol Ciawi 2.

Setidaknya ada tiga kendaraan yang terlibat kecelakaan pada saat antre di pintu Tol Ciawi.

Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Jagorawi Korlantas Polri Kompol Fitrisia Kamila mengatakan, tak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. “Tidak ada korban luka maupun jiwa,” kata Fitrisia.

Kecelakaan beruntun itu melibatkan tiga mobil, yakni truk Mitsubishi dengan pelat nomor B 9609 UIV, Toyota Rush dengan pelat nomor B 21 LGA, dan Honda CR-V dengan pelat nomor B 1279 ELR.

Kecelakaan bermula saat kendaraan pertama dan kedua saat hendak antre melakukan taping di gerbang tol Ciawi II.

Tiba-tiba dari belakang atau arah Ciawi menuju Jakarta, truk Mitsubishi yang dikemudikan Nurdin (29) menabrak kendaraan kedua dan mobil kedua menabrak mobil pertama.

“Truk itu secara tiba-tiba langsung menabrak bagian belakang mobil kedua lalu yang kedua menabrak mobil di depannya,” terang Fitrisia soal kecelakaan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga penyebab kecelakaan lantara mobil mitsubishi mengalami rem blong sehingga menyebabkan tabrakan beruntun.

“Pengakuan pengemudi truk mengalami rem blong,” ujar Fitrisia.

Menurut dia, kecelakaan tersebut tidak membuat arus lalu lintas macet. Mobil-mobil yang terlibat kecelakaan, tampak terhenti di sebelah kiri jalan.

Tiga mobil yang terlibat kecelakaan beruntun tampak penyok di bagian depan dan belakangnya. Namun tidak ada mobil yang terlihat rusak parah.

Positif Covid-19, Pollycarpus Meninggal Dunia

BOGOR DAILY- – Pollycarpus Budihari Prijanto meninggal dunia sore tadi. Orang yang divonis bersalah dalam kasus terbunuhnya aktivis HAM Munir Said Thalib itu meninggal dalam keadaan positif virus Corona (COVID-19).
Mantan pengacara Pollycarpus, Wirawan Adnan, mendapat kabar dari istri pria yang berprofesi sebagai pilot itu. Pollycarpus disebut meninggal dunia setelah berjuang melawan COVID lebih dari 2 minggu.

“Meninggal karena COVID-19, dari Mbak Hera, istrinya. Mbak Hera mengatakan (Pollycarpus) meninggal setelah berjuang melawan COVID selama 16 hari,” jelas Wirawan saat dihubungi, Sabtu (17/10/2020).

Pollycarpus meninggal dunia sore tadi di RSPP, Jakarta. Jenazah rencananya akan langsung dimakamkan.

“Saya sudah katakan tadi ke Mbak Hera, saya nggak bisa melayat kalau (meninggal) karena COVID,” sebut Wirawan.

Sebelumnya diberitakan, Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengkonfirmasi kabar meninggalnya Pollycarpus.

“Baru saja saya konfirmasi ke teman dokter di RSPP, benar beliau telah mendahului kita. Innalillahi wainna ilaihi rajiun,” kata Picunang.

Picunang mengaku terakhir bertemu dengan Pollycarpus pada Agustus lalu saat Rakernas Partai Berkarya di Surabaya. Menurutnya, Pollycarpus belakangan juga aktif membagikan obat herbal virus Corona.

“Beliau aktif bagi-bagi obat herbal anti-COVID-19. Beliau keluarga besar kami di Berkarya. Mohon doa semuanya semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan mohon maaf bila ada khilaf beliau. Beliau orang baik,” tutur Picunang.

Pollycarpus adalah eks pilot maskapai Garuda Indonesia yang divonis 14 tahun penjara setelah dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus meninggalnya Munir pada 7 September 2004. Setelah menjalani masa tahanan selama 8 tahun, ia dinyatakan bebas bersyarat sejak 28 November 2014.

Tak banyak kabar soal dirinya setelah bebas dari Lapas Sukamiskin. Polly dinyatakan bebas murni pada 29 Agustus 2018.

Napi Chai Cangpan Sering Nginep di Pabrik Pembakaran di Jasinga, Kondisi Terakhirnya Mengenaskan!

BOGOR DAILY- Jajaran Polda Metro Jaya sudah berhasil menemukan narapidana Cai Changpan meski yang ditemukan hanya tinggal jasadnya saja. Lantas, bagaimana kronologi penemuan jasad Cai Changpan?

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan Cai Changpan kerap tidur di sebuah lokasi pabrik pembakaran ban yang terletak di Jasinga, Bogor. Lokasi itu pun berdekatan dengan Hutan Jasinga.

“Kami dapat informasi di sana ada seseorang atas nama sesuai DPO yang dilaporkan sering bermalam di situ (pabrik pembakaran ban),” kata Kombes Yusri kepada wartawan, Sabtu (17/10/2020).

Cai dikabarkan sering berada di sekitar pabrik itu pada malam hari namun, pagi harinya dia kembali masuk ke area hutan. Kala itu, Yusri menyebut ada sejumlah petugas penjaga pabrik yang sempat diancam oleh Cai untuk tidak memberitahu ke orang lain perihal keberadaannya.

Pelarian Berhenti, Polisi Temukan Cai Changpan Tewas Gantung Diri “Sejak tanggal 16 sekali-kali dia datang ke situ kalau malam saja, kalau pagi ke Hutan Tenjo bahkan satu orang diancam nggak boleh bilang ke sana, tetapi satu orang lain lapor ke kepala desa dan lapor ke tim pemburu,” ungkap Yusri.
Setelah menyusun rencana, tepat pada pagi tadi polisi melakukan penggerebekan di pabrik itu. Sebelum menggerebek, polisi lebih dulu menyuruh para petugas pabrik untuk tidak berada di area pabrik.

“Pukul 10.30 WIB kita lakukan penggerebekan dan kita temukan Cai Changpan sudah meninggal dunia dalam keadaan gantung diri,” kata Yusri.

Selanjutnya, polisi pun membawa jasad sang napi ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan otopsi. Pihak kepolisian juga masih mendalami perihal kasus gantung diri yang dilakukan oleh Cai Changpan termasuk mengumpulkan barang bukti dan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi.

Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Tembus 2.300 Orang

BOGOR DAILY- Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bogor terus bertambah. Hingga Kamis (15/10/2020) malam, terdapat 18 kasus baru.

Berdasarkan catatan Satuan Tugas (Satga) Covid-19, tambahan 18 kasus baru itu menjadikan total pasien positif Covid-19 di Kabupaten mencapai 2.303 kasus.

Tambahan kasus baru didominasi pasien asal Kecamatan Cibinong 10 kasus, Ciomas 4, Taman Sari 1, Megamendung 1, Babakan Madang 1, dan Sukaraja 1. Sementara itu pasien positif yang masih sakit 601 kasus, sembuh 1.637 bertambah 21 orang, meninggal 59, dan suspek Covid-19 377.

Turnamen Bulu Tangkis Members GOR Tirta Karya 2020 : Elang Siap Terkam Gelatik, Kakaktua Tantang Cendrawasih

BOGOR DAILY – Turnaman Bulutangkis Members Gor Tirta Karya memasuki babak baru.

Babak penyisihan grup sudah berakhir Sabtu malam (17/10). Empat tim memastikan lolos ke babak semifinal.

Gelatik lolos ke semifinal dengan mengalahkan Rajawali 3/1 di babak akhir penyisihan grup.

Demikian juga Elang lolos ke babak semifinal setelah mengalahkan Merpati 3/1. Cendrawasih membungkam Phonik 3/1 dan Kakatua mengkandaskan Kasuari juga dengan skor 3/1.

Partai semifinal akan dilangsungkan Sabtu malam minggu mendatang. Namun ke empat semifinalis sudah sesumbar bakal menaklukan lawan-lawannya.

Ilham Benjo, manager Tim Gelatik mengatakan, optimistis bakal membuat Tim Elang frustasi, karena tidak akan mampu menerkam Gelatik.

“Optimis menang karena sudah mengetahui kekuatan dan kelemahan,” kata Benjo singkat.

Sementara Ahmad Haerulloh, Manager tim Elang mengungkapkan, tidak ada sejarahnya Burung Gelatik mengalahkan Elang.

“Yang ada kami bakal menerkam Gelatik dan mengubur mimpinya untuk jadi juara tahun ini,” tegas Bos Hae kepada Bogordaily.net.

Sementara di partai Semifinal lainnya. Antara Cendrawasih dan Kakatua. Perang urat sarap juga begitu sengit.

Devien Forda sang manager, langsung mematok target juara tahun ini. Tim Cendrawasih memang tampil luar biasa dan lolos ke semifinal.

Namun sebaiknya jangan terlalu sesumbar akan menghempaskan Kakatua.

“Kami siap menantang Cendrawasih,” imbuh Devien.

Sukma Jaelani, pemain tumpuan Tim Cendrawasih mengungkapkan, tim-tim unggulan sudah terbukti merasakan keganasan Cendrawasih dalam babak penyisihan.

Korban selanjutnya tentu saja tim Kakatua. “Kami sudah teruji dan memiliki mental tanding kuat untuk menang dalam setiap pertandingan. Nah selanjutnya Kakatua akan mengalami nasib sana menjadi korban,” pungkas Sukma, yang sudah mengantongi strategi untuk membungkam tim Kakatua. (gib)

Ada-ada Saja! Suami Laporkan Istri ke Polisi Karena Bergosip Alat Kelaminnya Kecil

BOGOR DAILY – Makin hari kasus hukum di negeri ini makin tak karuan. Salah satunya ini.

Suami melaporkan istrinya karena bergosip soal alat kelaminnya yang kecil hingga tak tahan lama di atas ranjang.

Kasus itu terjadi dibProbolinggo, ada suami yang melaporkan istrinya ke polisi. Sang istri dilaporkan atas kasus pencemaran nama baik karena berkata kepada orang bahwa alat kelaminnya kecil dan tak tahan lama saat di ranjang.

Pelapor adalah HF (48), warga Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Sedangkan terlapor adalah PM (46), warga Kecamatan Gending.

Kanit 4 Satreskrim Polres Probolinggo Kota Iptu Joko Murdiyanto membenarkan soal laporan kasus pencemaran nama baik itu. Menurutnya, pelapor sudah diperiksa dan kasus tersebut dalam penyelidikan.

“Betul ada pelaporan ditangani Unit 4, kasus pencemaran nama baik. Istri dan keluarganya mencemarkan nama baik bahwa Mr P kecil dan di ranjang tidak kuat. Rencana akan memanggil dua terlapor. Kasus masih dalam penyelidikan,” kata Iptu Joko, Kamis (15/10/2020).

HF merupakan seorang ASN yang menjabat salah satu kepala pasar di Kabupaten Probolinggo. Ia mendatangi SPK Polres Probolinggo Kota pada Selasa (13/10). Ia juga melaporkan NH (50), kerabat PM, yang dianggap ikut mencemarkan nama baiknya.

Ia menilai isu ‘alat kelamin kecil’ itu juga sudah banyak diketahui teman sekantornya hingga pedagang pasar. Merasa malu atas isu yang beredar, akhirnya ia nekat melaporkan istrinya.

HF menikahi PM sekitar 10 bulan lalu. Namun saat ini rumah tangga mereka sedang kurang harmonis. Bahkan saat ini, kata HF, istrinya telah mengajukan gugatan cerai dan masih berlangsung proses persidangannya di Pengadilan Agama Kraksan. HF menyayangkan apa yang dilakukan sang istri, yang mengungkap rahasia pribadi kepada orang lain. (*)

Hot Abis! Foto Tanpa Bra PM Finlandia Pamer Belahan Dada

0

BOGOR DAILY – Perdana Mentri Finlandia Sanna Marin bikin heboh netizen. Tapi bukan soal langkah politik atau kebijakan yang dibuatnya.

Melainkan gara-gara pose hotnya yang tanpa menggunakan bra untuk sebuah majalah trend.

Sanna Marin yang memperlihatkannya mengenakan blazer dengan garis leher rendah telah memicu keributan di media sosial.

Sebagian berpendapat foto itu tidak pantas bagi seseorang di posisinya, sementara tidak sedikit juga yang membelanya, dan memvoting foto serupa sebagai bentuk dukungan.

Diwartakan Sputnik, Marin, perdana menteri berusia 34 tahun dari Partai Sosial Demokrat Finlandia, tersangkut dalam kontroversi itu setelah berpose untuk majalah fesyen Trendi.

Dalam foto tersebut, Marin mengenakan blazer dengan garis leher yang menjuntai, tanpa kemeja dan tanpa bra.

Halaman Instagram majalah dengan cepat dibanjiri dengan kritik pedas dari pengguna media sosial, dengan banyak yang menyarankan bahwa gambar itu sangat tidak pantas untuk seseorang yang menjabat sebagai perdana menteri. Bagi mereka, hal itu diperparah dengan fakta bahwa foto tersebut diambil di halaman kediaman resmi perdana menteri, Kesäranta.

Namun, banyak surat kabar segera memberikan pembelaan kepada Marin, menyuarakan kekaguman pada “kecantikan”, “kekuatan”, dan “kemerdekaan”-nya.

Beberapa bahkan berani mengatakan bahwa Marin tanpa diragukan lagi adalah perdana menteri tercantik di dunia, yang tidak terlalu dibuat-buat mengingat dia adalah perdana menteri termuda di dunia.

Banyak pendukung Marin, terutama wanita, melakukan kampanye mereka sendiri untuk membela sang perdana menteri. Mereka berpakaian dan berpose seperti Marin, dan memunculkan tagar #imwithsanna.

Di tengah kontroversi, beberapa orang mengingat foto-foto pemimpin Finlandia sebelumnya yang tidak ortodoks dan benar-benar aneh, termasuk Presiden Urho Kekkonen yang sudah lama berdiri, yang digambarkan dengan pakaian seperti hipster, dan bahkan Carl Gustaf Mannerheim dengan telanjang di atas punggung kuda.

Marin dibesarkan oleh seorang ibu tunggal, yang kemudian menjalin hubungan sesama jenis, dan memiliki latar belakang kelas pekerja, bekerja sebagai kasir.

Dia menekankan bahwa dia adalah anggota pertama dalam keluarganya yang menyelesaikan sekolah menengah atas dan memperoleh pendidikan universitas, yang dia puji sebagai bentuk kesuksesan program kesejahteraan Finlandia. Sejak menjadi PM pada akhir 2019, dia mendapat banyak kekaguman dan kontroversi. (*)

Tragis! Cekcok Soal Pindah Rumah, Suami Pukul Istri Pakai Palu hingga Tewas

0

BOGOR DAILY – Hanya karena urusan sepele, harus berakhir tragis. Seorang suami memukul istrinya menggunakan palu hingga tewas.

LTT (73), suami yang memukul istrinya GBH (72) dengan palu hingga tewas belum ditetapkan sebagai tersangka. Meski begitu sejumlah keterangan dari pelaku sudah dikantongi polisi.

Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo Iptu Harun mengatakan peristiwa itu dipicu karena perselisihan sepele. Adapun masalahnya pelaku ingin mengajak korban yang merupakan istrinya pindah rumah.

“Keterangan sementara karena salahpaham. Pelaku ini ingin pindah rumah dan tinggal berdua saja dengan korban,” beber Harun seperti dikutip dari detikcom, Sabtu (17/10/2020).

Menurut Harun, selama ini antara pelaku dan korban tinggal bersama di rumah anaknya. Antara pelaku dan korban juga diketahui baik-baik saja selama ini.

“Korban dan pelaku ini sehari-hari tidak ada masalah dan baik-baik saja selama tinggal di rumah anaknya,” ujar Harun.

Dari keterangan pelaku, ia sebenarnya sangat mencintai istrinya. Bahkan ia sempat berujar ingin hidup semati bersama korban. Untuk itu ia berencana ingin mengajak korban tinggal berdua saja.

“Sempat bilang kalau sangat mencintai sama korban, yang istrinya ini. Makanya ngajak hidup berdua saja,” tandas Harun.

Sebelumnya, seorang istri ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumah di Perum Sutorejo Utara, Mulyorejo. Korban diduga dibunuh suaminya usai mereka bertengkar.

Informasi yang dihimpun, korban adalah GBH (72). Sedangkan pelaku atau suaminya yakni RTT (73). Sang suami membunuh istrinya menggunakan palu. Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 05.00 WIB.

Adapun yang mengetahui pertama kali adalah anak korban. Saat ditemukan, baik korban maupun pelaku sama-sama terluka dan bersimbah darah. (Dtc)

Video: Begal Tol Jagorawi Disiksa Warga, Tangan Diborgol Mukanya Babakbelur

0

BOGOR DAILY – Begal yang kerap beraksi di jalan tol dan memalak para sopir truk tertangkap basah warga dan langsung disiksa.

Tangannya diborgol, mukanya lebam. Penangkapan itu terekam video warga dan beredar luas di media sosial.

Dalam video itu menampilkan dua orang pria dengan luka memar dan diborgol menjadi bulan-bulanan warga viral di media sosial. Kedua pria itu disebut-sebut melakukan pemalakan terhadap sopir di Tol Jagorawi, Cipayung, Jakarta Timur.

Kanit Reskrim Polsek Cipayung AKP Tri Sambodo membenarkan adanya kejadian itu. Tri menyebut, saat itu kedua pelaku mengambil uang milik sopir truk yang sedang beristirahat.

“Jadi gini, itu kejadiannya tanggal 15 (Oktober) hari Kamis jam 01.00 WIB malam ya. Peristiwanya begini, si pelaku ini mengambil uang di dalam mobil sebesar Rp 150 ribu,” kata Tri saat dihubungi wartawan, Jumat (16/10/2020).

Tri mengatakan peristiwa pencurian uang itu terjadi di Tol Jagorawi. Saat itu pengemudi truk berhenti di bahu jalan tol untuk beristirahat sejenak.

Nahas bagi pelaku berinisial D dan S, aksinya diketahui oleh sopir truk. Korban kemudian berteriak ‘maling’ dan mengejar pelaku hingga ke Gang Rambo, Kelurahan Ceger, Cipayung.

“Sama si sopir diteriakin maling. Nah, begitu diteriakin maling, pelaku masuk ke Gang Rambo, Kelurahan Ceger, itu ya, dikejar-kejar, terus ketangkap,” ujar Tri.

Kedua pelaku sempat dihakimi oleh warga setempat. Namun Tri mengatakan pihaknya telah membawa keduanya ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan.

Selain itu, Tri mengatakan korban tidak membuat laporan polisi karena harus segera berangkat ke Cirebon. Untuk itu, Tri mengatakan kedua pelaku belum bisa diproses lebih lanjut.

Kepada polisi, kedua pelaku mengaku baru pertama kali melakukan pencurian tersebut. Tri mengatakan pihaknya mempunyai waktu 1×24 jam sebelum akhirnya melepaskan pelaku.

“Itu sudah naik ke truk ya dan ada rencana ngambil. Cuma lagi tahap mengambil, eh kepergok. Kalau untuk pengakuannya sih ya belum pernah melakukan, baru ini saja,” tutur Tri. (*)